Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

URGENSI ETIKA DEMOKRASI DI ERA GLOBAL: MEMBANGUN ETIKA DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT BAGI MASYARAKAT AKADEMIS MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Nufikha Ulfah; Yayuk Hidayah; Meiwatizal Trihastuti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.86 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1576

Abstract

AbstrakIstilah demokrasi secara singkat didefinisikan sebagai pemerintahan atau kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jika ditinjau dari sudut organisasi, negara demokrasi adalah negara yang diselenggarakan berdasarkan kehendak dan kemauan rakyat, negara demokrasi yaitu negara kedaulatan rakyat. Sedangkan etika memiliki arti: ilmu yang membahas tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan; etika dapat juga dijelaskan sebagai “ilmu pengetahuan yang membahas tentang asas-asas akhlak (moral). Adapun visi dari Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri yaitu agar menjadi warga negara yang baik yang memiliki civic knowledge, civic dispositions, serta mempu mengartikulasi civic skills (berkaitan dengan kecakapan intelektual: mengidentifikasi, menggambarkan, menjelaskan, menganalisis, menilai, dan mengambil serta mempertahankan posisi atas suatu isu; dan kecakapan partisipatif: berinteraksi, memantau, dan memengaruhi) dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang demokratis. Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat melahirkan warga negara demokratis yang memiliki kecerdasan, kritis, bertanggung jawab serta partisipatif dalam menghadapi perubahan sabagai akibat dan tantangan globalisasi.Kata kunci: Etika Demokrasi,  Demokrasi Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan abstractThe term democracy is briefly defined as the government or power of the people, by the people, and for the people. When viewed from the point of view of the organization, a democratic state is a country organized based on the will and will of the people, a democratic state that is a country of people's sovereignty. While ethics has a meaning: science that discusses what is commonly done or the science of customs; ethics can also be described as "the science of moral principles." The vision of Citizenship Education itself is to be a good citizen who has civic knowledge, civic dispositions, and articulate civic skills (relating to intellectual proficiency: identifying, describing, describing, analyzing, assessing, and taking and maintaining positions on an issue; and participatory skills: interacting, monitoring, and influencing) in the lives of democratic societies, nations, and countries. Citizenship Education is expected to give birth to democratic citizens who have intelligence, critical, responsible and participatory in the face of changes such as the consequences and challenges of globalization.Keywords: Democratic Ethics, Pancasila Democracy, Citizenship Education
Membangun Demokrasi Sehat dalam Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Yayuk Hidayah; Risti Aulia Ulfah; Nufikha Ulfah
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.4813

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji dan mendeskripsikan pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang mulai meninggalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Negara. Metode dalam penulisan artikel ini adalah library research. Hasil kajian mengungkapkan bahwa pelaksanaan demokrasi di Indonesia telah banyak mengalami pasang surut sejak era kemerdekaan hingga reformasi kini. Pelaksanaan demokrasi dengan tidak meninggalkan nilai-nilai Pancasila merupakan tantangan pelaksanaan demokasi bagi Indonesia kini. Setelah melakukan kajian, peneliti dapat mengatakan bahwa Pancasila merupakan tawaran solusi mutlak dalam membangun demokrasi “sehat”.
Analisis Pendekatan Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Umum Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi HIDAYAH, YAYUK; Ulfah, Nufikha; Suyitno, Suyitno
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.765 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v4.n1.2019.pp22-33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pendekatan pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran Mata Kuliah Wajib Umum Di Perguruan Tinggi untuk mata kuliah Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian dilaksanakan  di dua perguruan tinggi yaitu, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (UAD) dan di Institut Agama Islam (IAIN) Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi.  Pengolahan data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan pengambilan  keputusan. Hasil penelitian menunjukan bahwa  diperlukan pendekatan pembelajaran yang berbeda di setiap jurusan dalam  Mata Kuliah Wajib Umum di perguruan tinggi. Hal ini dapat di analisis melalui kebutuhan masing-masing jurusan yang terinterpretasi dalam wujud pendekatan pembelajaran berdasarkan titik pandang. Pendekatan pembelajaran yang dapat di lakukan antara lain pendekatan kontekstual, konstruktivisme, dan pendekatan open-ended.Analysis of Learning Approaches Compulsory Subjects of Pancasila and Citizenship Education in Higher Education. This study aims to describe how the right learning approach in learning Public Compulsory Courses in Higher Education. The research was conducted at two universities, namely, Ahmad Dahlan University Yogyakarta (UAD) and at the Islamic Religion Institute (IAIN) Ponorogo. This research is a qualitative research. Data collection methods used are interviews, observation and documentation. Data processing is done through reduction, presentation, and decision making. The results of the study show that a different learning approach is needed in each department in the Public Compulsory Course in college. This can be analyzed through the needs of each department interpreted in the form of a learning approach based on the point of view. Learning approaches that can be done include contextual approaches, constructivism, and open-ended approaches
Memperkuat Integrasi Nasional Di Era Digital : Penguatan Resolusi Konflik Di Era Digital Sebagai Perwujudan Warga Negara Yang Baik HIdayah, Yayuk; Nufikha Ulfah; Meiwatizal Trihastuti
Antroposen: Journal of Social Studies and Humaniora Vol. 2 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/antroposen.v2i2.5483

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai bagaimana memperkuat integrasi nasional di era digital melalui penguatan resolusi konflik di era digital sebagai perwujudan warga negara yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep resolusi konflik dan bagaimana penerapannya dalam konteks perwujudan warga negara yang baik di era digital . Metode penelitian yang dgunakan adalah pendekatan deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari literatur yang relevan seperti buku, jurnal akademik, dan sumber-sumber online. Data tersebut kemudian dianalisis melalui pendekatan kualitatif untuk menghasilkan temuan-temuan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep resolusi konflik dalam konteks perwujudan warga negara yang baik di era digital ialah dengan memperkenalkan peserta didik pada metode penyelesaian konflik yang berbasis dialog, partisipasi aktif, dan pemecahan masalah yang kreatif. Selain itu, Penerapan konsep resolusi konflik dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya menghargai perbedaan dan mempromosikan perdamaian serta keadilan sosial. Teknologi digital seperti media sosial dan platform online dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memfasilitasi diskusi dan kolaborasi antar peserta didik. Namun, penggunaan teknologi digital juga memiliki risiko seperti penyebaran informasi yang tidak valid dan peningkatan polarisasi dan kebencian di media sosial. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang bagaimana konsep resolusi konflik dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn di era digital dan memberikan implikasi untuk pengembangan kurikulum PKn yang lebih adaptif dengan perkembangan teknologi digital.
Analisis Stilistika Slogan Kampanye Calon Presiden Republik Indonesia 2024 Sunarsih, Sunarsih; Rohman, Tefur Nur; Br Halawa, Maria Veronika; Ulfah, Nufikha
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2024): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v6i1.979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk slogan kampanye calon Presiden Indonesia tahun 2024 dengan menggunakan pendekatan teori stilistika. Bentuk data berupa kalimat, frasa, atau klausa yang mempromosikan paslon. Metode analisis melibatkan pemilahan dan identifikasi ciri-ciri stilistika, seperti rima, aliterasi, dan diksi khusus yang digunakan dalam slogan-slogan kampanye. Data diperoleh dari berbagai sumber kampanye, termasuk pidato, iklan, dan materi promosi lainnya seperti tagar di media sosial. Terdapat total delapan belas slogan yang diperoleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori stilistika membuka pemahaman lebih dalam tentang bagaimana bahasa digunakan untuk memperkuat pesan kampanye dan personal branding. Slogan kampanye yang disebarluaskan, selain untuk menjaga loyalitas konstituen juga untuk menjaring suara dari massa mengambang yang belum menentukan pilihan secara pasti. Oleh sebab itu, upaya persuasi yang dilakukan secara verbal bertujuan untuk meyakinkan pendirian sekaligus menyentuh sisi-sisi emosional terutama generasi muda. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang peran stilistika dalam komunikasi politik dan membantu melihat lebih dekat bagaimana bahasa dipergunakan untuk membentuk opini publik selama kampanye pemilihan presiden.
CONSTRUCTION OF LEGAL EDUCATION IN COLLEGE EDUCATION THROUGH PANCASILA EDUCATION Nufikha Ulfah; Endrik Safudin; Yayuk Hidayah
Lambung Mangkurat Law Journal Vol. 6 No. 1 (2021): March
Publisher : Program magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32801/abc.v6i1.103

Abstract

Legal awareness is a noble ideal when juxtaposed with the realization of smart and good citizens in Indonesia. This study aims to interpret, systematically identify efforts to build legal awareness in Higher Education. The research method used in this research is the Mixed Method. The data were obtained from a questionnaire given to 116 students from the non-law department and non-PPKn department at Ahmad Dahlan University, Yogyakarta. The results showed that 1) Building legal awareness through the substance of Pancasila Education material, 2) Student opinion about building legal awareness and law-abiding behavior was that 79% said it was enough, 12% was not optimal. 3) The relevance of Pancasila Education material with efforts to build legal awareness is Pancasila as an ethical system, Pancasila as a philosophical system, the practice of Pancasila, Pancasila as the state ideology, 4) Assessment in Pancasila education is through tests, observations, assignments and projects.
Membangun Karakter Resiliensi melalui Pembelajaran Kontekstual Berbasis Keterlibatan Hidayah, Yayuk; Arpannudin, Iqbal; Ulfah, Nufikha
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.10931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana membangun karakter resiliensi melalui pembelajaran kontekstual berbasis keterlibatan. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi pengaruh pembelajaran tersebut terhadap pengembangan lima elemen utama karakter resiliensi, yaitu ketangguhan emosional, pemecahan masalah kreatif, adaptabilitas, kepemimpinan kolaboratif, dan keteguhan tujuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui survei lapangan menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi dan reliabel sesuai standar penelitian kuantitatif selain menggunakan kuesioner juga menggunakan wawancara. Populasi penelitian adalah mahasiswa program S1 Universitas Negeri Yogyakarta, dengan sampel sebanyak 256 mahasiswa yang dipilih menggunakan metode cluster sampling dari 7  fakultas, berdasarkan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan dalam pembelajaran kontekstual berbasis keterlibatan bervariasi pada setiap domain karakter resiliensi. Ketangguhan emosional, keteguhan tujuan, pemecahan masalah kreatif, dan adaptabilitas menunjukkan tingkat keterlibatan yang baik. Namun, pada domain kepemimpinan kolaboratif, keterlibatan mahasiswa relatif rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan keterlibatan ini termasuk metode pembelajaran yang kurang mendukung kolaborasi aktif serta keterbatasan fasilitas pendukung. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan model pembelajaran kontekstual yang lebih efektif dalam membangun karakter resiliensi secara holistik.
Sociomathematics Digital Teaching Material Design for Elementary Schools Nurwahidin, Muhammad; Izzatika, Amrina; Hermawan, Jody Setya; Perdana, Dayu Rika; Rizqi, Yoga Fernando; Ulfah, Nufikha; Aulia, Fadilatun Nisa
Indonesian Journal of Science and Mathematics Education Vol. 6 No. 3 (2023): Indonesian Journal of Science and Mathematics Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijsme.v6i3.19638

Abstract

In the modern world, the approach to learning mathematics is considered a social activity because it involves interaction between teachers and students, building collaboration, and using technology to solve mathematical problems. The design of digital sociomathematics teaching materials aims to create a learning environment that is more accessible, flexible, interactive, collaborative, innovative, and efficient. This research aims to develop a socio-mathematical digital teaching material for elementary schools. The research uses development research methods, using the ADDIE development model, which consists of analysis, design, development, application, and evaluation stages. However, the current research focus is analysis, design, and development. The study data was obtained through the questionnaire. The material validation results showed 61% of the category is high and 39% is excellent. This study concludes that the instructional materials developed are employed in classroom teaching. This study suggests that future research could be directed towards evaluating the implementation of socio-mathematical digital teaching materials in primary school classrooms.
Perancangan Buku Ilustrasi Pop-Up Pendidikan Seks Usia Dini untuk Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Br Halawa, Maria Veronika; Sunarsih, Sunarsih; Ulfah, Nufikha; Cholifah, Anjar Nur
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i1.206

Abstract

Latar Belakang: Pelecehan seksual merupakan hal yang tidak bisa ditoleransi, ditambah maraknya kasus pelecehan seksual pada anak usia dini akhir-akhir ini di Indonesia, hal ini diperparah karena kurangnya pemahaman anak dan anggapan tabu terhadap pendidikan seks di PAUD Tujuan: Edukasi ini bertujuan untuk mengembangkan media belajar inovatif berupa Pop-up Book untuk edukasi seks dini yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. Metode: Metode ini melalui tahapan observasi, perancangan produk, sosialisasi dan evaluasi dengan pendekatan bercerita melalui perancangan buku interaktif semi-3D dengan visual mendukung, bekerja sama dengan TK Aisyiyah yang belum memiliki materi serupa. Hasil: Hasil dari sosialisasi edukasi ini adalah penggunaan media ajar meningkatkan minat belajar anak dalam mengenali bagian tubuh yang perlu dilindungi, informasi yang diberikan membuat anak-anak menjadi peduli dan waspada demi mencegah kekerasan seksual. Kesimpulan: Keberadaan media pop-up book ini menjadi solusi efektif untuk menyampaikan edukasi sensitif secara adaptif sesuai usia anak sedari dini.
Membangun Demokrasi Sehat dalam Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Hidayah, Yayuk; Ulfah, Risti Aulia; Ulfah, Nufikha
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.4813

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji dan mendeskripsikan pelaksanaan demokrasi di Indonesia yang mulai meninggalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Negara. Metode dalam penulisan artikel ini adalah library research. Hasil kajian mengungkapkan bahwa pelaksanaan demokrasi di Indonesia telah banyak mengalami pasang surut sejak era kemerdekaan hingga reformasi kini. Pelaksanaan demokrasi dengan tidak meninggalkan nilai-nilai Pancasila merupakan tantangan pelaksanaan demokasi bagi Indonesia kini. Setelah melakukan kajian, peneliti dapat mengatakan bahwa Pancasila merupakan tawaran solusi mutlak dalam membangun demokrasi “sehat”.