p-Index From 2021 - 2026
12.84
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kewarganegaraan
Dinie Anggraenie Dewi
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 111 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Menanamkan Nilai-Nilai Ideologi Pancasila Di Era Globalisasi Masa Kini Ilmi Annisa Khairani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2681

Abstract

AbstrakPancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia dan juga sebagai dasar negara, sesuai yang tercantum dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945, Ideologi Pancasila menjadi sebuah  pandangan hidup, dasar negara, dan jati diri bangsa yang dari waktu ke waktu memiliki berbagai tantangan sehingga eksistensi Pancasila perlu dipertahankan sebagai Ideologi bangsa Indonesia.  Pada hakuikatny  Pancasila bukan hanya merupakan suatu hasil pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana ideologi-ideologi lain di dunia, namun Pancasila merupakan dasar negara yang di angkat  diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia. Di era globalisasi ini kemajuan zaman sangat berkembang pesat, tidak hanya teknbologi tetapi perkembangan tatanan hidup dan aturan dimasyarakat juga semakin  berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah menanamkan nilai–nilai Pancasila kepada masyarakat di tengah arus era globalisasi yang telah banyak mempengaruhi masyarakat sehingga pancasila saat ini mulai dilupakan. Oleh karena  itu mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai idiologi negara Indonesia.Kata Kunci : Ideologi Pancasila; Globalisasi AbstractPancasila is the ideology of the Indonesian nation and also as the basis of the state, as stated in the preamble to the 1945 Constitution, Pancasila ideology is a view of life, the basis of the state, and national identity which from time to time has various challenges so that the existence of Pancasila needs to be maintained as a Indonesian ideology. In essence, Pancasila is not only a product of the thoughts of a person or group of people like other ideologies in the world, but Pancasila is the basis of a state that was adopted from the values of customs, cultural values and religious values contained in the view of life. Indonesian society. In this era of globalization, the progress of the times is growing rapidly, not only technology but the development of the order of life and the rules in society are also growing. The purpose of this study is to instill the values of Pancasila to the community in the midst of the current era of globalization which has influenced society a lot so that Pancasila is now starting to be forgotten. Therefore, students must be able to become agents of change and instill the values of Pancasila as the ideology of the Indonesian state.Keywords: Pancasila ideology; Globalization
Pancasila Dan Perwujudannya Di Masyarakat Modern Endah Parawangsa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2722

Abstract

AbstrakPancasila adalah dasar dari negara kesatuan republik Indonesia yang merupakan acuan dalam kehidupan bermasyarakat di negara Indonesia. Pancasila telah terbukti sebagai ideologi yang kuat hingga kini berada di masyarakat modern sehingga nilai-nilainya tetap terwujud sebagai cerminan bangsa Indonesia di masyarakat modern. Masyarakat modern Indonesia yang bijak tetaplah menjunjung tinggi pancasila dan mewujudkannya dalam sikap dan kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Ciri-ciri dan perkembangan yang hadir dijadikan alat untuk mempererat kesatuan dan persatuaan bangsa Indoensia dan memperkuat pancasila sebagai dasar negara.Kata Kunci: Pancasila, Wujud, Masyarakat  Modern. AbstractPancasila is the basis of the unitary state of the republic of Indonesia which is a reference in social life in Indonesia. Pancasila has been proven to be a strong ideology until now in modern society so that its values continue to manifest as a reflection of the Indonesian nation in modern society.  The wise modern Indonesian society still upholds Pancasila and manifests it in attitudes and daily social life.  The characteristics and developments that are present are used as tools to strengthen the unity and integrity of the Indonesian nation and strengthen Pancasila as the basis of the state.Keywords: Pancasila, Form, Modern Society.
Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Di Tengah Era Globalisasi Sahma Nada Afifah Ekaprasetya; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2723

Abstract

AbstrakPancasila adalah dasar negara Indonesia atau merupakan dasar bangsa Indonesia karena itu Pancasila sangatlah penting dalam berkehidupan sehari-hari, dan keberadaan Pancasila dapat menjadikan bangsa Indonesia memiliki prinsip pedoman untuk mengenali dan menyelesaikan masalah sosial, politik, hukum, budaya dan lain-lain. Dan nilai-nilai yang di miliki Pancasila atau terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-nilai yang baik, dan harus ditanamkan ke dalam jiwa setiap masyarakat di Indonesia. Maka dari itu, nilai-nilai yang dimiliki Pancasila sangatlah penting untuk dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan kita, agar nilai-nilai Pancasila tidak luntur di era globalisasi saat ini dan Indonesia tidak kehilangan jati dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan betapa pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila di era globalisasi, dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelusuran perpustakaan atau Library ResearchKata Kunci: Indonesia, Nilai, Pancasila AbstractPancasila is the basis of the Indonesian state or is the basis of the Indonesian nation because it is very important in everyday life, and the existence of Pancasila can make the Indonesian nation have guiding principles to identify and resolve social, political, legal, cultural, and other problems. And the values that are owned by Pancasila or contained in Pancasila are good values and must be instilled into the soul of every society in Indonesia. Therefore, the values of Pancasila are very important to be understood and applied in our lives, so that the values of Pancasila do not fade in the current era of globalization and Indonesia does not lose its identity. This study aims to show how important it is to strengthen Pancasila values in the era of globalization, and the method used in this research is the library search method.Keywords: Indonesia, Values, Pancasila
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan teknologi Dapat Mempengaruhi Gaya Anak Muda Dan Etika Pancasila Pada Masyarakat Indonesia Winda Nur Azizah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2745

Abstract

AbstrakBerbagai perubahan terjadi karena globalisasi. Pada saat ini terjadi perubahan yang disebabkan oleh pengaruh dari luar maupun dari dalam negeri (Taufiqurrahman, 2018). Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat sini sedang mengalami perkembangan yang begitu luar biasa, khususnya teknologi yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia. Hal tersebut memberikan dampak yang begitu besar terutama generasi muda yang tak lepas dari teknologi. Terkikisnya kebudayaan dan etika Pancasila memunculkan permasalahan-permasalahan baru bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, artikel ini dibuat untuk memberikan informasi terkait perkembangan IPTEK yang mempengaruhi gaya masyarakat Indonesia khususnya anak muda serta dapat juga mempengaruhi etika Pancasila. Pengambilan data  pada artikel ini  menggunakan kajian  literatur  yang  bersumber  dari  jurnal,  artikel,  dan  buku  cetak.  Diharapkan masyarakat Indonesia lebih pintar dalam memilah informasi dan menyikapi perkembangan yang terjadi, baik itu dari luar negeri maupun dalam negeri.Kata kunci : Teknologi, Masyarakat Indonesia, Perkembangan, Pancasila.AbstractVarious changes occur because of globalization. At this time there are changes caused by influences from outside and from within the country (Taufiqurrahman, 2018). Science and Technology (IPTEK) is currently experiencing extraordinary developments, especially technology that can affect the lives of Indonesian people. This has a huge impact, especially the younger generation who cannot be separated from technology. The erosion of Pancasila culture and ethics raises new problems for the Indonesian people. Therefore, this article was created to provide information related to the development of science and technology that affects the style of Indonesian society, especially young people and can also affect the ethics of Pancasila. Data collection in this article uses a literature review sourced from journals, articles, and printed books. It is hoped that the Indonesian people will be smarter in sorting information and responding to developments that occur, both from abroad and within the country.Keywords : Technology, Indonesian Society, Development, Pancasila.
Peran Guru Dalam Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila Bagi Siswa Sekolah Dasar Di Era Globalisasi Yulia Nuraeni Pebriani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2746

Abstract

Abstrak Pancasila adalah dasar dalam menjalankan hidup mulai dari lingkungan kecil seperti keluarga sampai dengan kehidupan lingkungan yang lebih besar yaitu berbangsa dan bernegara. Pancasila digunakan sebagai pegangan baik di masyarakat, lingkungan sekitar, keluarga bahkan yang lebih utama adalah sebagai acuan guru dalam mengajar siswa di sekolah dasar. Dengan berlandaskan pancasila, maka guru akan mengajar sesuai dengan norma dan amalan nilai-nilai yang yang tertuang di dalam pancasila. Pada saat ini, perkembangan siswa baik dari segi internal maupun eksternal sangat berbeda sekali pada setiap kemampuan siswa di sekolah dasar. Artinya perkembangan siswa banyak yang sudah tidak sesuai dengan nilai yang tertuang di dalam pancasila. Dengan demikian diharapkan guru mampu untuk membawa arah perkembangan siswa pada arah yang lebih baik sehingga kemampuan siswa di sekolah dasar bisa untuk dijadikan bekal nanti siswa masuk pada jenjang yang lebih tinggi dengan mengikuti norma dan aturan yang sesuai dengan nilai pancasila. Maka dari itu, dengan adanya penelitian terhadap peran guru dalam menerapkan nilai-nilai pancasila bagi siswa di sekolah dasar mampu untuk menjadikan guru sebagai peran terbaiknya bagi siswa dalam setiap pengajaran yang disampaikan. Selain itu, guru diharapkan untuk terus mampu menerapkan setiap nilai yang terdapat dalam pancasila sebagai dasar dan pegangan guru ketika mengajar siswa di sekolah dasar sehingga nilai pancasila mampu dijalankan dengan semestinya dalam kehidupan. Dengan menerapan nilai-nilai Pancasila, siswa sekolah dasar maka akan mudah dalam menghadapi globalisasi.Kata kunci: peran guru, nilai-nilai pancasila, siswa sekolah dasar, globalisasi Abstract Pancasila is the basis for carrying out life starting from a small environment such as a family to a larger environmental life, namely the nation and state. Pancasila is used as a guide both in the community, the surrounding environment, the family and even more importantly as a reference for teachers in teaching students in elementary schools. Based on Pancasila, the teacher will teach according to the norms and practices of the values contained in Pancasila. At this time, the development of students both internally and externally is very different for each student's ability in elementary school. This means that the development of many students is not in accordance with the values contained in Pancasila. Thus, it is hoped that the teacher will be able to bring the direction of student development in a better direction so that the ability of students in elementary schools can be used as a provision for students to enter a higher level by following the norms and rules that are in accordance with Pancasila values. Therefore, with research on the role of teachers in implementing Pancasila values for students in elementary schools, it is able to make teachers the best role for students in every teaching delivered. In addition, teachers are expected to continue to be able to apply every value contained in Pancasila as the basis and guidance for teachers when teaching students in elementary schools so that Pancasila values can be carried out properly in life. By applying the values of Pancasila, elementary school students will be better prepared to face globalization and maintain an Indonesian identity at the same time.Keywords : the role of teachers, Pancasila values, elementary school students, globatization
Penerapan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Generasi Milenial Lulu Rahma Aulia; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2749

Abstract

AbstrakGenerasi milenial saat ini sedang berada di tengah derasnya arus globalisasi barat. Nilai-nilai Pancasila seharusnya sudah terpatri dalam jiwa dan akal generasi milanial saat ini. Namun, nilai Pancasila sudah mulai terkikis salah satunya karena gempuran globalisasi. Cara menerapkan Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara bagi generasi milenial adalah dengan menerapkan Pancasila sebagai tuntunan dalam kehidupan sehari-hari. Itu artinya nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi kunci dalam mengatur tingkah laku dan sikap masyarakat. Mayarakat Indonesia harus mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebenaran yang terkandung didalamnya. Jika nilai kebenaran tersebut tidak diamalkan, maka filsafat Pancasila sebagai ideologi bangsa tidak lagi memiliki manfaat. Penerapan nilai-nilai Pancasila bagi generasi milenial tidak bisa dilakukan dengan cara pemaksaan. Kata kunci: nilai, milenial, pancasila AbstractThe millennial generation is currently in the midst of the swift currents of western globalization. The values of Pancasila should have been imprinted in the soul and mind of the current millennial generation. However, the value of Pancasila has begun to erode, one of which is due to the onslaught of globalization. The way to apply Pancasila as a way of life as a nation and state for the millennial generation is to apply Pancasila as a guide in everyday life. That means the values contained in Pancasila are the key in regulating people's behavior and attitudes. The Indonesian people must be able to appreciate and practice the truth values contained therein. If the truth value is not put into practice, then the philosophy of Pancasila as the nation's ideology will no longer have any benefits. The application of Pancasila values for the millennial generation cannot be done by coercion.Keywords: value, millennial, pancasila
Pengajaran Pendidikan Pancasila Di Sekolah Dasar Guna Mempertahankan Ideologi Pancasila Di Era Globalisasi Syahid Musthofa Akhyar; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2772

Abstract

AbstrakMenurut filsafat, Pancasila merupakan pemikiran atau hasil berpikir yang paling dalam dari dan oleh bangsa Indonesia itu sendiri yang dipercaya, diyakini dan danggap sebagai sesuatu yang paling baik, paling bijaksana, paling adil, paling benar dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia. Pada era globalisasi, Pancasila mengalami penyusutan nilai-nilai dikarenakan banyaknya kebudayaan luar yang lebih digemari oleh masyarakat Indonesia sehingga diperlukan suatu cara untuk mempertahankan ideologi bangsa ini. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Metode penelitian studi literatur adalah metode penelitian dengan cara membaca dan menganalisis bacaan yang berkaitan dengan tema yang diambil. Untuk mempertahan Pancasila dapat dilakukan dengan cara mengajarkan pendidikan Pancasila kepada anak-anak sekolah dasar sesuai dengan tingkatannya masing-masing. Pengajaran dapat dilakukan karena anak usia sekolah dasar memiliki pemikiran yang konkrit dan logis sehingga dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak sekolah dasar maka ingatan tersebut akan melekat dan akan berkembang sehingga dapat memunculkan ide-ide atau gagasan bagus di masa mendatang.Kata Kunci: Pengajaran, Pancasila, Sekolah Dasar. AbstractAccording to philosophy, Pancasila is the deepest thought or result of thinking from and by the Indonesian people themselves which are considered, trusted and believed to be the most correct, fairest, wisest, best and most suitable for the Indonesian nation. In the era of globalization, Pancasila has experienced a decline in values due to the many foreign cultures that are more favored by the Indonesian people, so that a way is needed to maintain the ideology of this nation. This research uses literature study method. Literature study research method is a research method by reading and analyzing readings related to the chosen theme. To maintain Pancasila can be done by teaching Pancasila education to elementary school children according to their respective levels. Teaching can be done because elementary school- age children have concrete and logical thinking so that by instilling the values of Pancasila in elementary school children, these memories will stick and will develop so that they can come up with good ideas in the future.Keyword: Teaching, Pancasila, Elementary School
Pancasila Dalam Menangani Permasalahan Digital Di Indonesia Mustika Khoirunnisa Kholillah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2777

Abstract

AbstrakPerbedaan budaya, suku, ras, agama yang ada di Indonesia merupakan tugas terpenting agar persatuan dan kesatuan dapat selalu terjaga. Hal ini mendorong para leluhur untuk menciptakan ideologi Indonesia guna menciptakan keamanan dan ketentraman dalam perbedaan itu. Media sosial adalah media online, dengan penggunanya dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan membuat konten termasuk blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Perilaku adalah tindakan atau kegiatan nyata yang dilakukan karena individu mempunyai keinginan untuk melakukan hal-hal tertentu. Minat perilaku akan menentukan perilakunya. Di era digitalisasi ini, umat manusia khususnya masyarakat Indonesia harus bijak dalam menggunakan media sosial dengan pedoman dari Pancasila.Kata kunci: Sosial Media, Pancasila, Perilaku, Kekerasan AbstractDifferences in culture, ethnicity, race, religion in Indonesia are the most important tasks so that unity and integrity can always be maintained. This prompted the ancestors to create an Indonesian ideology in order to create security and peace in these differences. Social media is online media, with its users being able to easily participate, share and create content including blogs, social networks, wikis, forums and virtual worlds. Behavior is a real action or activity that is carried out because the individual has a desire to do certain things. Behavioral interest will determine his behavior. In this era of digitalization, humanity, especially the Indonesian people, must be wise in using social media with the guidelines of Pancasila.Keywords: Social Media, Pancasila, Behavior, Violence
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Di Era Modern Pada Siswa Sekolah Dasar Ridla 'Adawiyyah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2779

Abstract

AbstrakEra modern memberikan pengaruh yang sangat kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti di Indonesia. Tidak hanya dampak postif melainkan dampak negative terjadi di era modern ini. Dampak negative dari era modern ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan permasalahan seperti turunnya moralitas pemuda bangsa. Padahal nantinya, pemuda itulah yang akan menjadi cikal bakal penerus generasi bangsa. Dengan gerbang pendidikan peserta didik benar-benar di tuntun menuju jalan kebenanran. Dan nilai nilai seperti nasionalis, kemandirian, religius, integritas dan gotong royong menjadi sebuah nilai pembentukan karakter yang baik.   Oleh karena itu, melalui sebuah proses pendidikan yaitu dengan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila, hal tersebut diharapkan mampu membuat generasi bangsa terhindar dari pengaruh buruk era modernisasi. Kata kunci: Modernisasi, Pancasila, Siswa AbstractThe modern era has a strong influence on the life of the nation and state, such as in Indonesia. Not only positive impacts but also negative impacts occur in this modern era. The negative impact of this modern era can cause various problems such as the decline in the morality of the nation's youth. In fact, it is the youth who will become the forerunner of the next generation of the nation. Education is really a gate of knowledge that can lead students to the path of truth. And values such as nationalism, independence, religion, integrity and mutual cooperation become values for building good character. Therefore, through an educational process, namely by implementing Pancasila values, it is expected to be able to make the nation's generation avoid the bad influence of the modernization era. Keywords: Modernisasi, Pancasila, Student
Pengaruh Kemajuan Teknologi Terhadap Penurunan Nilai Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Levy Rohmatilahi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2781

Abstract

AbstrakGaya hidup kita saat ini tidak bisa dilepaskan dari zaman. Hampir setiap waktu luang yang kita lakukan dimudahkan oleh zaman, seperti memesan makanan, membeli pakaian, bahkan dalam perjalanan penyakit mematikan seperti ini, kegiatan penguasaan berbasis teknologi. Intinya, setiap negara memiliki keyakinan yang sama tentang kemerdekaan dan kehidupan yang makmur, seperti yang dikatakan oleh negara Indonesia dalam pembukaan UUD 1945, yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang sederhana dan kaya. Begitu juga dengan keluarga kita dan Negara , jika kita ingin mencapai tujuan yang tidak biasa, kita harus memiliki pandangan yang sama atau sama tentang keberadaan. Nilai-nilai Pancasila karena falsafah hidup Negra  ingin dilaksanakan untuk meningkatkan semangat juang negara. akibatnya, kerajaan harus merumuskan kebijakan untuk memastikan  kesejahteraan  rakyat Indonesia.Kata kunci: KemajuanTeknologi, pancasila, pandangan hidup, PenurunanAbstractOur current lifestyle cannot be erased from the times. Almost every free time that we do is facilitated by the times, such as ordering food, buying clothes, even in the course of a deadly disease like this, technology-based control activities. In essence, every country has the same belief about independence and a prosperous life, as stated by the Indonesian state in the preamble of the 1945 Constitution, which aims to create a simple and rich society. Likewise with our family and the State, if we want to achieve unconventional goals, we must have the same or the same view of existence. The values of Pancasila because of the Negra's philosophy of life want to be implemented to increase the country's fighting spirit. surely, the kingdom must formulate policies to ensure the welfare of the Indonesian people.Keywords:  Advances in Technology, Pancasila, outlook on life, Decline