p-Index From 2021 - 2026
12.84
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kewarganegaraan
Dinie Anggraenie Dewi
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 111 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Pendidikan Karakter Melalui Nilai-Nilai Pancasila Pada Siswa Sekolah Dasar Frysca Amanda Putri; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2783

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertejuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pendidikan karakter melalui nilai-nilai pancasila pada siswa sekolah dasar. Dunia Pendidikan menjadi sorotan besar karena dipendidikan lah karakter dan perilaku seseorang dibentuk Pendidikan karakter menjadi salah satu yang penting dalam menciptakan generasi bangsa di Indonesia. Karna Pancasila merupakan pondasi awal untuk membentuk karakter peserta didik agar dapat menjalin hubungan sosial kepada sesamanya maupun alam sekitar dalam menjalani kehidupannya sebagai masyarakat yang berbangsa dan bernegara. Metode penelitian menggunakan metode studi literatur.Kata Kunci: Pendidikan Karakter , Nilai-Nilai Pancasila AbstractThis study aims to find out how the implementation of character education through Pancasila values in elementary school students. The world of education has become a big spotlight because it is the education of a person's character and behavior that is formed. Character education is one of the most important things in creating the nation's generation in Indonesia. Because Pancasila is the initial foundation to shape the character of students so that they can establish social relationships with each other and the natural environment in living their lives as a nation and state community. The research method uses the literature study method.Keywords: Character Education, Pancasila Values
Peran Pancasila Dalam Menangani Krisis Moralitas Di Indonesia Dinda Oktaviana; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2793

Abstract

AbstrakKrisis moral adalah ketika orang mulai kehilangan karakter baik mereka, yang dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Karakter adalah segala sesuatu yang membuat seseorang menjadi dirinya, baik pada tingkat pribadi (perilaku dan sikap mereka) maupun tingkat publik (apa yang mereka perjuangkan dan bagaimana mereka mewakili diri mereka sendiri kepada dunia). Oleh karena itu, penting untuk memahami Pancasila sebagai dasar etos, serta ideologi dan mekanisme pertahanan diri untuk menghadapi pengaruh globalisasi.Kata kunci: Pancasila, Globalisasi, Krisis MoralitasAbstractMoral crisis is when people start to lose their good character, which can cause problems in their daily life. Character is everything that makes a person who they are, both on a personal level (their behavior and attitudes) and a public level (what they stand for and how they represent themselves to the world). Therefore, it is important to understand Pancasila as the basis of the ethos, as well as the ideology and self-defense mechanism to face the effects of globalization.Keywords : Pancasila, Globalization, Morality Crisis
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Pembentukan Karakter Pada Generasi Milenial Galuh Nur Insani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2794

Abstract

AbstrakNilai Pancasila pada dasarnya merupakan nilai-nilai filsafat dasar yang dijadikan aturan dan berdasarkan dari norma-norma yang berlaku di Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa semua peraturan yang ada dan berjalan di Indonesia harus didaskan Pancasila.Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai pancasila sebagai pembenukan serta pengembangan pada diri generasi milenial. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode studi litelatur yang dimana penulis mengumpulkan beberapa data  rujukan artikel dan jurnal yang terpercaya.Pada kenyataanya lunturnya nilai pancasila dikehidupan generasi milenial yang menyebabkan beberapa prilaku yang menyimpang. Dalam mengatasi hal tersebut perlu mempelajarai pembelajaran pendidikan pancasila, salah satunya dengan mengimplementasikan konsep nilai pancasila ke dalam pembentukan karakter pada generasi milenial.Kata Kunci: Nilai-nilai pancasila, Karakter, Generasi MilenialAbstrakThe values of Pancasila are basically basic philosophical values that are used as rules and based on the norms that apply in Indonesia. This shows that all existing and running regulations in Indonesia must be based on Pancasila. This study aims to implement the values of Pancasila as the formation and development of the millennial generation. The research method used is a literature study method in which the authors collect some reliable reference data from articles and journals. In fact, the fading of Pancasila values in the life of the millennial generation that causes some deviant behavior. In overcoming this, it is necessary to study Pancasila education learning, one of which is by implementing the concept of Pancasila values into character building in the millennial generation.Keywords: Pancasila values, Character, Millennial Generation
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila di Masa Pandemi Covid-19 Pada Anak Sekolah Dasar & Lingkungan Masyarakat Haldini Reygita; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2806

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja nilai-nilai pancasila pada anak Sekolah Dasar serta apa saja implementasinya disaat masa pandemi covid-19 ini. Artikel ini merupakan artikel dengan metode pendekatan kualitatif karena ditulis berdasarkan hasil pengamatan jurnal-jurnal yang relevan serta yang terjadi di situasi sekarang ini. Dampak dari pandemi covid-19 serta kaitannya dengan niilai-nilai pancasila yang masih membuat anak menjadi bertanggung jawab, cinta tanah air dan menjadikan pancasila sebagai tolak ukur berperilaku dalam hidup bermasyarakat yang didampingi oleh nila-nilai pancasila itu sendiri yakni ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persetuan indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan sosial baggi seluruh rakyat indonesia dan harapannya untuk mengimplementasikan nilai-nilai pancasila di situaasi pandemi covid-19.Kata kunci: Pancasila, Covid-19, Implementasi.                                                      Abstract This article aims to describe the implementation of Pancasila values in elementary school children during this covid-19 pandemic. This article is an article with a qualitative approach method because it is written based on the observations of relevant journals and what is happening in the current situation. The impact of the COVID-19 pandemic and its relation to Pancasila values which still make children responsible, love the homeland and make Pancasila a benchmark for behavior in social life which is accompanied by the values of Pancasila itself, namely God Almighty, humanity. fair and civilized, Indonesian unity, democracy led by wisdom in deliberation of representatives and social justice for all Indonesian people and their hope to implement Pancasila values in the Covid-19 pandemic situation.Keywords : Pancasila, Covid-19, Implementation
Pendidikan Pancasila: Sebuah Upaya Membangun Karakter bangsa Indonesia Yang Kuat Dengan Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila Ilham Maulana Aditia; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2811

Abstract

AbstrakSampai saat ini didunia ada kurang lebih sekitar 241 negara termasuk didalamnya negara indonesia. Perlu diketahui bahwasannya setiap negara memiliki ciri dan karakter yang kuat baik dari segi negaranya maupun dari segi bangsanya yang memudahakan bangsa lain untuk mengenalinya. Dengan demikian itu, jika suatu negara atau bangsanya ingin mudah untuk dikenali oleh bangsa lain, perlu adanya ciri khas yang menjadi jati diri bangsa tersebut. Negara indonesia sebagai salah satu bagian dari negara-negara yang ada didunia menjadikan pancasila sebagai pandangan hidup sekaligus dasar dan ideology negara. Oleh karena itu, nilai-nilai dalam butir-butir sila pancasila harus dijadikan sebagai ciri khas dalam pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat indonesia. Sebagaimana terkandung dalam pansila lima nilai dasar yang dapat dijadikan landasan dalam menjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana nilai dasar tersebut adalah nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Dengan menjalankan nilai-nilai dasar tersebut dalam kehidupan maka ciri atau jati diri bangsa indonesia akan mudah dikenali bangsa lain sebagai bangsa yang kuat, kokoh akan ciri khas yang melekat pada setiap diri bangsanya. Kata kunci: nilai-nilai pancasila, karakter, jati diri bangsa Abstract Until now in the world there are approximately 241 countries including Indonesia. It is necessary to know that every country has strong characteristics and character both in terms of its country and in terms of its nation which makes it easy for other nations to recognize it. Thus, if a country or nation wants to be easily recognized by other nations, it is necessary to have a characteristic that becomes the identity of the nation. The State of Indonesia as one part of the countries in the world makes Pancasila a way of life as well as the basis and ideology of the State. Therefore, the values in the points of the Pancasila precepts must be used as a characteristic in the implementation of national and state life for the Indonesian people. As contained in the Pancasila, there are five basic values that can be used as the basis for carrying out the life of the nation and state, where these basic values are the values of divinity, humanity, unity, democracy and justice. By carrying out these basic values in life, the characteristics or identity of the Indonesian nation will be easily recognized by other nations as a strong nation, solid with the characteristics inherent in every nation. Keywords: Pancasila values, character, national identity
Peranan Pancasila Dalam Membentuk Karakter Pada I-Generasi Dan Milenial Yang Terkandung Di Dalam Nilai-Nilai Pancasila Nur Kholisah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2818

Abstract

Abstrak Begitu pentingnya peranan pancasila dalam membentuk karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Pancasila itu merupakan ideologi dan pedoman bangsa, yang menjadi acuan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pancasila juga bisa menjadi dasar moral atau norma dan tolak ukur tentang baik dan buruk, benar dan salah sikap, perbuatan dan tingkah laku bangsa Indonesia. Pancasila yang berkembang pada situasi dunia yang diliputi oleh berbagai konflik ideologi. Generasi muda di Indonesia saat ini mengarah pada kekhawatiran atas perilakunya bagi kelanjutan masa depan bangsa ini.  Karena generasi sekarang seperti generasi iGeneration dan milenial tidak bersinggungan dengan nilai-nilai pancasila. Maka dari itu, Pancasila mampu menjadi pemersatu bangsa Indonesia dan sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Kata kunci: Pancasila, Nilai-nilai Pancasila, Ideologi, Generasi Muda Abstract So important is the role of Pancasila in forming characters that are in accordance with the values of Pancasila. Pancasila is the ideology and guideline of the nation, which is a reference for all Indonesian people. Pancasila can also be the basis of morals or norms and benchmarks of good and bad, right and wrong attitudes, actions and behavior of the Indonesian nation. Pancasila which developed in the world situation which was covered by various ideological conflicts. The young generation in Indonesia today is concerned about their behavior for the continuation of the future of this nation. Because the current generation such as the iGeneration generation and millennials do not intersect with Pancasila values. Therefore, Pancasila is able to become a unifying Indonesian nation and a source of value in the life of society, nation and state.  Keywords: Pancasila, Pancasila Values, Ideology, Young Generation
Pengaruh Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Pada Gaya Anak Milenial Dan Etika Pancasila Denis Desfriyati; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2827

Abstract

AbstrakSaat memasuki era revolusi industri 4.0, tatanan kehidupan kita jadi mengacu pada dunia industri digital, begitu juga dengan halnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Revolusi industri 4.0 menuntut setiap individu untuk berlari cepat agar menumbuh kembangkan kemampuan literasi teknologi, data, dan sumber daya manusia. Pancasila juga dijadikan sebagai dasar pengembangan IPTEK diharapkan memberi dampak luas pada kemaslahatan kehidupan bangsa Indonesia. IPTEK boleh berkembang dan maju, namun harus diimbangi juga dengan menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur ideologi bangsa di seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu semua yang akan terjadi di masa depan berada di tangan generasi selanjutnya, dan begitupun seterusnya. Generasi milenial adalah generasi yang tumbuh di era serba teknologi seperti di saat ini. Sudah banyak kemajuan baik dari segi transportasi, alat telekomunikasi, dan bahkan pendidikan. Generasi milenial bisa dibilang sudah tumbuh di zaman modern, dimana banyak kemudahan yang diberikan, salah satunya adalah media sosial. Media sosial juga dapat menggeserkan nilai-nilai sosial di dalam masyarakat, yang mana nilai sosial tersebut terkadang tergantikan dengan nilai buruk nya, sehingga tentunya akan merusak moral generasi muda. Maka ke depannya negara Indonesia akan memiliki penerus yang tidak baik, yang kemungkinan terburuknya dapat membuat Indonesia menjadi terbelakang dan mengancam keberlangsungan bangsa. Penelitian ini dilakukan dengan mode yang bersifat deskriptif kualitatif dan studi literature, yang berhubungan dengan topik dan masalah yang berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan topic “Pengaruh IPTEK pada Gaya Anak Milenial dan Etika Pancasila”. Kata kunci: Generasi Milenial, Etika Pancasila,  dan IPTEK  AbstractWhen entering the era of the industrial revolution 4.0, the order of our lives refers to the world of the digital industry, as well as in the field of science and technology (IPTEK). The industrial revolution 4.0 requires every individual to run fast in order to develop technological literacy skills, data, and human resources. Pancasila is also used as the basis for the development of science and technology, which is expected to have a broad impact on the benefit of the life of the Indonesian nation. Science and technology may develop and advance, but must also be balanced with maintaining and implementing the noble values of the nation's ideology in all aspects of national and state life. Therefore everything that will happen in the future is in the hands of the next generation, and so on. The millennial generation is a generation that grew up in an era of all-technology as it is today. There has been a lot of progress both in terms of transportation, telecommunications equipment, and even education. The millennial generation can be said to have grown up in modern times, where many conveniences are provided, one of which is social media. Social media can also shift social values in society, where these social values are sometimes replaced with bad values, so of course it will damage the morale of the younger generation. So in the future, the Indonesian state will have a bad successor, which in the worst case can make Indonesia backward and threaten the sustainability of the nation. This research was conducted with a qualitative descriptive mode and literature study, which deals with topics and problems related to the topic "The Influence of Science and Technology on Millennial Children's Style and Pancasila Ethics".Keywords: Millennial Generation, Pancasila Ethics, and Science and Technology
Pancasila Penuntun Generasi Milenial Suzahra Salsabila; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2844

Abstract

AbstrakPancasila merupakan dasar Negara yang berupa lima dasar pebentuk ideologi bangsa, Pancasila dibuat dengan sebagaimana para pemdahuku menyesuaikan dengan identitas bangsa yang ingin dibentuk dan menggambarkan bangsa negara Indonesia. Pengamalan pancasila tentu saja sangat penting untuk keberlangsungan kesejahteraan negara karena memiliki dampak yang kuat dalam identitas bangsa, akan tetapi zaman semakin berubah, oengaruh asing terus masuk ditengah kesempatan yang ada, dibalik pembaharuan yang hadir pasti terselip hal kurang positif yang dapat memicu lunturnya nilai dari esensi pamcasila itu sendiri. Globalisasi yang terus mempengaruhi generasi milenial perlu diperhatikan agarvtidak memicu terjadinya hal kurang baik, oleh ksrena itu pancasila sangat berperan sebagai pemuntun generasi milenial dalam menuntuh arah perkembangan zaman. Generasi milennial merupakan mereka yang lahir antara tahun 1980an sampai dengan tahun 2000an, dimana mereka sudah terbiasa dengan dunia modern dan teknologi yang canggih bahwa merekapun merupakan generasi di usia produktif. Kata Kunci: Pancasila, Generasi Milenial   AbstractPancasila is the basis of the State in the form of five basic forms of national ideology, Pancasila is made as the local governments adjust to the identity of the nation they want to form and describe the nation state of Indonesia. The practice of pancasila is of course very important for the sustainability of state welfare because it has a strong impact on the identity of the nation, but the times are changing, foreign oengaruh continues to enter in the midst of existing opportunities, behind the renewal that is present, there must be a lack of positive things that can trigger the fading of the value of the essence of pamcasila itself. Globalization that continues to affect the millennial generation needs to be considered so that it does not trigger bad things to happen, by the ksrena, pancasila plays a very important role as a guide for the millennial generation in demanding the direction of the times. The millennial generation are those born between the 1980s and the 2000s, where they are used to the modern world and sophisticated technology that they are also a generation in the productive age.  Keywords: Pancasila, Millennial Generation
Peran Mahasiswa Dalam Mempertahankan Ideologi Pancasila Sebagai Dasar Negara Hesti Hopipah Aliyani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2876

Abstract

 AbstrakPenelitian ini dilakukan searah dengan perkembangan teknologi, dimana banyak sekali kekacauan dan kurangnya moral di kalangan mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus-kasus seperti tawuran, kejahatan social, bullying, pencurian dan berakhir pada pembunuhan. Hal ini tentu saja tidak boleh dibiarkan oleh karena itu perlu adanya perbaikan moral di mahasiswa tersebut. Pada kajian penelitian ini metode yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan secara deskriptif. Dasar atau teori dari pada pembahasan kali ini didapat dari hasil studi literatur atau kepustakaan yang didapatkan dari beberapa sumber-sumber yang relevan seperti buku, jurnal, dan artikel. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sehingga mendapatkan cara untuk mengurangi kekacauan dan kerusakan moral di kalangan mahasiswa dan digunakan untuk mengetahui peran mahasiswa dalam mempertahankan ideologi Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai ideologi negara yang memiliki nila-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan merupakan cara untuk mengurangi kerusakan moral di masyarakat. Pelaksanaan dan pengimplementasian nilai Pancasila harus ditanamkan sampai kapanpun sehingga dapat membentuk suatu karakter dan moral yang dapat meningkatkan kualitas bangsa Indonesia.Kata Kunci: peran mahasiswa, cara mempertahankan, ideologi Pancasila AbstractThis research was conducted in line with technological developments, where there was a lot of chaos and lack of morals among students. This can be seen from the many cases such as brawls, social crimes, bullying, theft and ending in murder. This, of course, should not be allowed to do so, therefore there is a need for moral improvement in these students. In this research study, the method used is using a qualitative approach which is carried out descriptively. The basis or theory of the discussion this time is obtained from the results of the study of literature or literature obtained from several relevant sources such as books, journals, and articles. This study was used to determine the values contained in Pancasila so as to find a way to reduce chaos and moral damage among students and was used to determine the role of students in defending the ideology of Pancasila as the basis of the state. Pancasila as a state ideology that has values such as divinity, humanity, unity, democracy, and justice is a way to reduce moral damage in society. The implementation and implementation of Pancasila values must be instilled at any time so that it can form a character and morals that can improve the quality of the Indonesian nation.Keywords: the role of students, how to defend, Pancasila ideology
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Pada Siswa Sekolah Dasar Ihda Khaerunisa Syaumi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2887

Abstract

AbstrakUntuk membangun potensi peserta didik yang unggul tentu nya kita tidak bisa asal mendidik saja, apalagi jika kita ingin menciptakan peserta didik sebagai warga negara yang berakhlak mulia serta bertanggung jawab kepada negara nya, penting sekali bagi kita mengajarkan peserta didik tentang nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila sendiri memiliki 5 nilai yang pertama ada ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan. Yang  dimana nilai nilai tersebut merupakan nilai nilai yan mempunyai satu tujuan, yaitu untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat dan negara Indonesia. Dan dapat kita ketahui juga bahwa kelima nilai tersebut sudah bersifat universal dan objektif dimana kelima nilai tersebut sudah di akui oleh negara lain. Kata Kunci: implementasi, nilai-nilai, pancasila AbstractTo build the potential of superior students, of course, we cannot just educate, especially if we want to create students as citizens who have noble character and are responsible for their country, it is very important for us to teach students about the values contained in Pancasila. Pancasila itself has 5 values, the first is divinity, humanity, unity, democracy, justice. Where these values are values that have one goal, namely to build and prosper the people and state of Indonesia. And we can also know that the five values are universal and objective where the five values have been recognized by other countries.Keywords : implementation, values, Pancasila