p-Index From 2021 - 2026
12.84
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kewarganegaraan
Dinie Anggraenie Dewi
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 111 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Mengaktualisasikan NIlai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Tingkah Laku Generasi Milenial Akibat Perkembangan Teknologi Muthia Aprianti; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2658

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi dan informasi dalam periode globalisasi dapat mempermudah mengakses informasi melalui internet dengan dukungan gadget yang berfungsi sebagai alatnya. Kecanggihan tersebut juga dapat membermudah individu dalam melakukan kegiatan atau pekerjaan. Namun hal tersebut justru berdampak terhadap tingkah laku generasi milenial, generasi milenial disebut dengan generasi yang tidak dapat terlepas dari gadget. Dengan perkembangan teknologi dan informasi dalam periode globalisasi ini, menggeserkan nila-nilai pancasila dan juga kesadaran generasi milenial terhadap pancasila, yang di mana pancasila merupakan landasan bangsa yang patut dijadikan sebagai pandangan serta acuan dalam berkehidupan. Oleh karena itu untuk mengembalikan pergeseran dan kesadaran generasi milenial terhadap pancasila, perlu dilakukkan aktualisasi nilai-nilai pancasila, nilai-nilai pancasila yang mengandung makna serta arti penting bagi bangsa indonesia perlu dipupuk kembali terhadap generasi milenial sebagai penerus bangsa yang seharusnya dapat berinovasi dan berkontribusi dalam upaya memajukan bangsa indonesia. tak lupa tentu saja agar melahirkan generasi yang berbobot serta berkarakter, dengan peduli sosial, bertanggung jawab, memiliki sikap bela negara, serta cinta tanah air.Kata Kunci: Aktualisasi, Pancasila, Generasi Milenial AbstractThe development of technology and information in the period of globalization can make it easier to access information via the internet with the support of gadgets that function as tools. This sophistication can also make it easier for individuals to carry out activities or work. However, this actually has an impact on the behavior of the millennial generation, the millennial generation is called a generation that cannot be separated from gadgets. With the development of technology and information in this period of globalization, shifting Pancasila values and also the awareness of the millennial generation towards Pancasila, where Pancasila is the foundation of the nation that should be used as a view and reference in life. Therefore, to restore the shift and awareness of the millennial generation towards Pancasila, it is necessary to actualize the values of Pancasila, Pancasila values that contain meaning and significance for the Indonesian nation need to be re-fertilized for the millennial generation as the nation's successor who should be able to innovate and contribute in efforts to advance the Indonesian nation. Don't forget, of course, to give birth to a generation that has good character and is socially concerned, is responsible, has an attitude of defending the country, and loves the homeland.Keywords: Actualizaton, Pancasila, Millenial generation
Reaktualisasi Nilai Pancasila Dalam Membangun Karakter Bangsa Di Tegah Era Globalisasi Melia Nurkhalisa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2660

Abstract

AbstrakDi era globalisai ini banyak sekali pengaruh baik maupun pengaruh buruk masuk kedalam negara Indonesia dan mempengaruhi bangsa indonesia. Namun diantara banyaknya pengaruh baik, globalisasi ini mempunyai pengaruh buruk yang dapat merusak karakter bangsa Indonesia. Negara Indonesia ini sudah mempunyai karakter asli yang sudah tertanam dan melekat di dalam diri bangsa Indonesia sejak zaman dulu, dan karakter yang teah dimiliki oleh bangsa Indonesia ini adalah yang menjadi salah satu inspirasi para pendiri bangsa untuk merumuskan Pancasila yang nantinya akan menjadi dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Akan tetapi dalam pengimplementasiannya, banyak sekali ancaman dan tantangan yang menghadang salah satunya yaitu terjadinya globalisasi. Maka dari itu untuk mengembalikan karakter bangsa Indonesia yang semakin memudar diperlukan adanya reaktualisasi nilai Pancasila.Kata Kunci: globalisasi; Pancasila; karakter AbstractIn this era of globalization, there are many good influences and bad influences entering the Indonesian state and affecting the Indonesian nation. But among the many good influences, globalization has a bad influence that can damage the character of the Indonesian nation. This Indonesian state already has a genuine character that has been embedded and inherent in the Indonesian nation since ancient times, and the character that is owned by the Indonesian nation is one of the inspirations of the nation's founders to formulate Pancasila which will later become the basis of the state and the nation's outlook on life. However, in its implementation, there are many threats and challenges that confront one of them is the occurrence of globalization. Therefore, to restore the character of the Indonesian nation that is increasingly fading, there is a need for the re-actualization of the value of Pancasila.Keywords: globalization; pancsila, character
Penguatan Nilai Pancasila Pada Siswa Sekolah Dasar Di Tengah Era Disrupsi Budaya Farina Trias Alwasi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2661

Abstract

AbstrakLunturnya nilai-nilai Pancasila di tengah generasi muda pada era globalisasi mengakibatkan perlahan eksistensi Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa hilang dari segenap jiwa masyarakat Indonesia. Perilaku masyarakat yang semakin jauh dari nilai-nilai serta norma dalam Pancasila menjadi tantangan yang cukup serius yang dihadapi bangsa saat ini. Perlu dilakukan sebuah upaya untuk mengatasi persoalan tersebut yaitu dengan menyelamatkan moral generasi muda dari pengaruh disrupsi yang mengancam kebudayaan bangsa. Penguatan nilai Pancasila yang diberikan sejak usia dini yaitu usia sekolah dasar dapat menjadi sebuah pencegahan untuk mengembalikan nilai, norma serta kebudayaan yang terkandung dalam  setiap butir Pancasila agar terinternalisasi dalam segenap jiwa dan kehidupan masyarakat Indonesia.Kata Kunci: Pancasila, Sekolah Dasar, Kebudayaan AbstractThe fading of Pancasila values among the younger generation in the era of globalization has resulted in the slowly disappearing existence of Pancasila as the nation's ideology and way of life from all the souls of the Indonesian people. The behavior of people who are increasingly far from the values and norms in Pancasila is a serious challenge facing the nation today. An effort needs to be made to overcome this problem, namely by saving the morale of the younger generation from the influence of disruption that threatens the nation's culture. Strengthening the values of Pancasila given from an early age, namely elementary school age, can be a prevention to restore the values, norms and culture contained in each item of Pancasila so that they are internalized in all the souls and lives of Indonesian people.Keywords: Pancasila, Elementary School, Culture
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Solusi Dari Tantangan Generasi Milenial Asti Widiastuti; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2666

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan deskripsi mengenai implementasi nilai Pancasila terhadap tantangan yang terjadi dikalangan generasi milenial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif berbasis studi literatur dengan mencari, membaca dan menganalisis berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel dan sumber-sumber lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti yang kita ketahui bahwa minimnya penerapan dan pengaplikasian nilai-nilai Pancasila dikalangan generasi milenial itu disebabkan oleh berbagai tantangan pada generasi milenial itu sendiri yang membuat generasi milenial tidak mengimlementasikan atau menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan baik dan benar dalam kehidupannya. Nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dijunjung tinggi dan dijadikan sebagai pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat, saat ini sudah mulai pudar bahkan ditinggalkan dan diacuhkan. Dapat dilihat pada generasi milenial yang cenderung hidup individu, lebih menyukai dan tertarik pada hal-hal baru yang bahkan mereka tidak tahu apakah itu hal yang baik atau buruk untuk dirinya, dan juga generasi milenial cenderung lebih sering berinteraksi dengan menggunakan ponsel pintarnya. Jika hal ini dibiarkan begitu saja dan dianggap sebagai hal yang wajar, maka nilai-nilai Pancasila akan dengan mudah tergantikan oleh ideologi dan aliran-aliran baru lainnya yang datang dari luar. Untuk itu agar mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, perlu diadakannya upaya atau cara untuk mengubah prilaku dan kebiasaan buruk serta menangani tantangan yang ada pada generasi milenial.Kata kunci: Generasi Milenial, Implementasi, Nilai-nilai Pancasila AbstractThe purpose of this study is to provide a description of the implementation of Pancasila values to the challenges that occur among the current-=;millennial generation. The research method used in this study is a qualitative method based on literature study by searching, reading and analyzing various sources such as books, journals, articles and other sources that can be accounted for. As we know that the lack of application and application of Pancasila values among the millennial generation is caused by various challenges to the millennial generation itself which makes the millennial generation not implement or apply Pancasila values properly and correctly in their lives. The values of Pancasila, which should be upheld and used as a way of life in social life, are now starting to fade, even being abandoned and ignored. It can be seen in the millennial generation who tend to live individually, prefer and be interested in new things that they don't even know whether it's a good or bad thing for themselves, and also the millennial generation tends to interact more often using their smart phones. If this is left unchecked and considered as a natural thing, then the values of Pancasila will be easily replaced by other ideologies and new sects that come from outside. For this reason, in order to prevent unwanted things from happening, it is necessary to make efforts or ways to change bad behavior and habits and deal with the challenges that exist in the millennial generation.Keywords: Millennial Generation, Implementation, Pancasila values
Generasi Milenial Sebagai Penerus Bangsa Dalam Perspektif Nilai-Nilai Pancasila Syifa Dilla Khansa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2667

Abstract

AbstrakKemajuan dalam suatu bangsa sangat berkaitan erat dengan peran pemudanya bagaimana ia produktif dalam kegiatan kemajuan bangsanya. Dengan begitu maksud dari penerus  bangsa ini mengartikan bahwa peranan pemuda sangat berkaitan dan bergantung pada peranan pemuda tersebut, yang menjadikan satuan komponen penting pada proses pembangunan bangsa Indonesia maupun penerus bangsa. Dengan cara berprilaku tersebut dalam pernan fungsi sosialnya pun berjalan dan saling berkaitan. Fungsi sosial milenial sangat erat kaitannya dengan lingkungannya dan perilaku dari generasi tersebut, serta dimana seluruh generasi milenial adalah sebagai  (sistem sosial dan jaringan sosial)  memenuhi kebutuhan dasar, memainkan peran sosial, dan  tekanan (shock and stress). (sedang dihadapi). Kemampuan kaum milenial dalam menjalankan fungsi sosial. Dan kita sebagai generasi penerus bangsa harus pandai dalam menjaga dan menyaring apa saja yang dapat mempengaruhi pelunturan dari nilai nilai pancasila tersebut. Dengan begitu kita paham betul sikap apa yang harus di tunjukan dan di lakukan pada kegiatan sehari hari kita sebagai generasi penerus bangsa agar dapat memajukan bangsa Indonesia tercinta.Kata Kunci: generasi milenial, nilai nilai pancasila Abstractprogress in a nation is closely related to the role of its youth how productive in the activities of the progress of the nation. Thus, the intention of the successor of this nation means that the role of youth is very important and useful to make the role of the youth, which is an important component unit in the process of nation building and the nation's successor. With this way of behaving in the role of social functions, it runs and is interrelated. The social function of millennials is very closely related to the environment and behavior of that generation, and where all millennials are (social systems and social networks) meeting basic needs, playing social roles, and stressing (shock and stress). (being faced). Millennials' ability to carry out social functions. And we as the nation's next generation must be good at maintaining and filtering anything that can affect the values of Pancasila. That way we understand very well what attitude we must show and do on a daily basis as the next generation of the nation in order to advance our beloved Indonesian nation.Keywords: millennial generation, Pancasila values
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Upaya Pembangunan Karakter Bangsa Di Era Globalisasi Modern Serli Malini; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2668

Abstract

AbstrakNilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dan acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sangat logis bahwa nilai-nilai tersebut disebarluaskan melalui banyak sektor dan kelas masyarakat. Di zaman modern atau era globalisasi seperti sekarang ini, banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu negara salah satunya hilangnya nilai-nilai luhur yang melekat pada suatu negara, dan hal ini juga yang terjadi di Indonesia saat ini, dengan banyak pengaruh globalisasi, salah satunya adalah pengaruh budaya asing yang tidak sesuai. dampak negatif globalisasi. Implementasi pendidikan berbasis Pancasila di antara siswa sangat penting karena bertujuan untuk memperkuat moralitas sesuai dengan kepribadian bangsa di Pancasila. Menerapkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa, di era globalisasi ini dapat dicapai pada waktu yang tepat. Seperti saat memperingati Hari Sumpah Pemuda, Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan dan hari libur nasional lainnya. Seseorang dengan kepribadian berarti karakter dan kepribadian. Sementara mendidik karakter adalah pendidikan bertujuan untuk melatih karakter, menanamkan karakter moral dan mulia dan untuk perilaku terlarang terkait Normanorma. Pancasila dianggap mampu melakukan perannya dalam karakter pelatihan pada siswa, setelah lulus dari sekolah, direncanakan tidak hanya memiliki intelektual yang hebat, tetapi juga satu moralitas yang baik dan moralitas yang baik dalam peran mereka dalam peran mereka dalam masyarakat.Kata Kunci: Pancasila, Pendidikan Karakter, Bangsa Indonesia AbstractPancasila values become guidelines and references in the life of the nation and state. It is logical that these values are propagated through many sectors and classes of society. In modern times or the era of globalization as it is today, there are many negative impacts caused by a country, one of which is the loss of noble values inherent in a country, and this is also happening in Indonesia today, with many influences of globalization, one of which is is an inappropriate foreign cultural influence. negative impact of globalization. Implementation of Pancasila-based education among students is very important because it aims to strengthen morality in accordance with the nation's personality in Pancasila. Applying Pancasila values to students, in this era of globalization can be achieved at the right time. Such as when commemorating Youth Pledge Day, Independence Day, Heroes Day and other national holidays. A person with personality means character and personality. While educating character is education that aims to train character, instill moral and noble character and for forbidden behavior related to norms. Pancasila is considered capable of carrying out its role in character training in students, after graduating from school, it is planned not only to have great intellectuals, but also a good morality and good morality in their role in their role in society.Keywords: Pancasila, Character Education, Indonesian Nation
Menerapkan Nilai Pancasila Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Dengan Tujuan Membangun Karakter Anak Bangsa Zulfa Ishmah Rahadatul Aisy; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2669

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun karakter anak bangsa untuk menjadi generasi penerus yang lebih baik dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik dilingkungan keluarga, lingkunagn sekolah maupun lingkungan masyarakat melalui pendidikan kewarganegaraan. Pancasila adalah lima dasar yang berperan sebagai dasar negara dan pandangan atau pedoman hidup warga negara Indonesia. Dengan adanya Pancasila diharapkan kita sebagai warga negara dapat mengimplementasikan dengan baik agar menjadi warga negara yang menaati peraturan yang diberikan dan menjadi warga yang berkarakter dalam bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara.Kata kunci: Nilai-Nilai Pacasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Anak Bangsa AbstractThe purpose of this research is to build the character of the nation's children to become a better future generation by applying the values of Pancasila in everyday life, both in the family environment, school environment and community environment through civic education. Pancasila are five principles that serve as the basis of the state and the views or life guidelines of Indonesian citizens. With the existence of Pancasila, it is hoped that we as citizens can implement it well so that we become citizens who obey the given regulations and become citizens with character in society, nation and state.Keywords: Pancasila Values, Civic Education, Character Of The Nation’s Children
Strategi Untuk Menumbuhkan Nilai Pancasila Pada Karakter Generasi Penerus Bangsa Nisagita Octavia; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2675

Abstract

AbstrakNilai-nilai pancasila yang berasal dari 5 dasar yaitu terdiri dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang bersifat universal dan objektif dimana nilai-nilai tersebut berisi makna yang menetap dan dapat diimplementasikan dan diakui oleh seluruh dunia. Nilai-nilai pancasila ini berfungsi sebagai pedoman kehidupan agar menjadi satu kesatuan yang utuh untuk mencapai tujuan yang sama. Seperti yang kita ketahui di era globalisasi dan modernisasi saat ini negara indonesia dihadapkan dengan tantangan mengenai solusi apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan pancasila sebagai dasar negaranya. Hal itu disebut tantangan bagi negara kita karena mempertahankan pancasila bukan hal yang mudah untuk dilakukan oleh seluruh warga Negara Indonesia. Sebagai generasi penerus bangs akita harus memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme yang tertanam dalam diri kita. Dampak negatif yang dihasilkan oleh arus globalisasi dan modernisasi membuat generasi penerus bangsa mengalami kerusakan moral. Sangat disayangkan sekali dan harus mendapat perhatian khusus kepada generasi muda karena seharusnya sebagai generasi muda mereka bisa meneruskan jasa para pahlawan yang sudah memperjuangkan untuk membangun indonesia merdeka. Oleh karena itu perlunya menumbuhkan nilai yang terkandung dalam pancasila pada generasi penerus bangsa. Penelitian ini dilakukan oleh penulis dengan menggunakan metode kualitatif  yang  bertujuan  untuk membahas tentang “Strategi Untuk Menumbuhkan Nilai Pancasila Pada Karakter Generasi Penerus Bangsa” yang mengkaji dari beberapa jurnal dan buku-buku.Kata kunci: Nilai-nilai Pancasila, Globalisasi, Modernisasi                  AbstractPancasila values derived from 5 basics, which consist of divinity, humanity, unity, democracy, and justice which are universal and objective where these values contain permanent meanings and can be implemented and recognized by the whole world. These Pancasila values function as life guidelines so that they become a unified whole to achieve the same goal. As we know, in the current era of globalization and modernization, the Indonesian state is faced with the challenge of what solutions must be taken to maintain Pancasila as the basis of its country. This is called a challenge for our country because maintaining Pancasila is not an easy thing for all Indonesian citizens to do. As the next generation of our nation, we must have a sense of nationalism and patriotism embedded in us. The negative impact generated by the currents of globalization and modernization makes the next generation of the nation experience moral damage. It is very unfortunate and special attention must be paid to the younger generation because as the younger generation they should be able to continue the services of the heroes who have fought to build an independent Indonesia. Therefore, it is necessary to cultivate the values contained in Pancasila in the next generation of the nation. This research was conducted by the author using a qualitative method which aims to discuss the "Strategy to Grow Pancasila Values in the Character of the Next Generation of the Nation" which examines several journals and books.Keywords: Pancasila values, Globalization, Modernization
Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Desi Nursyifa Ramdhani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2676

Abstract

AbstrakPada dewasa ini masa semakin canggih yang dimana peran digital sudah merajalela begitu pula ilmu pengetaahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat perubahan besar bagi kehidupan saat ini. Dengan adanya perkembangan IPTEK yang sangat pesat membawa pengaruh baik yang dapat memudahkan segala urusan manusia, namun selain itu perkembangan IPTEK ini juga membawa pengaruh buruk bagi manusia jika tidak digunakan dengan bijak. Akibat jelek dengan adanya IPTEK bagi kehidupan manusia yaitu: pada hakikatnya jika manusia diberi kemudahan dalam melakukan segala hal seperti adanya alat-alat yang memudahkan pekerjaan mereka, hal ini membuat manusia ketergantungan dan merasa malas, karena sudah terbiasa dengan teknologi yang membantunya. Lalu manusia dapat melakukan penyelewangan terhadap IPTEK seperti penipuan di sosial media, dan melakukan transaksi ilegal. Mudahnya budaya asing masuk ke dalam negeri dengan tidak di saring oleh pelajar maupun mahasiswa. Banyaknya remaja saat ini menonton pornografi dan perjudian online. Oleh sebab itu nilai-nilai pancasila harus ditingkatkan pada jati diri masyarakat Indonesia untuk mempunyai sikap perilaku yang cocok dengan lima dasar pancasila, dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari untuk terlepas dari sikap buruk pada jati diri sendiri maupun orang lain. Hal ini akan menjadikan bangsa Indonesia yang aman dan sejahtera.Kata Kunci: Pancasila,IPTEK AbstractIn today's increasingly modern era where the role of digital is rampant as well as science and technology (Science and Technology). The development of science and technology makes major changes to life today. With the rapid development of science and technology, it has a good influence that can facilitate all human affairs, but besides that, the development of science and technology also has a bad influence on humans if it is not used wisely. The bad influence of the development of science and technology for human life, namely: in essence if humans are given the convenience of doing everything such as the existence of tools that facilitate their work, this makes humans dependent and feel lazy, because they are used to technology that helps them. . Then humans can commit fraud against science and technology such as fraud on social media, and make illegal transactions. It is easy for foreign cultures to enter the country without being filtered by students or students. Many teenagers nowadays watch pornography and online gambling. Therefore, the values of Pancasila must be instilled in the identity of the Indonesian people so that they have behavioral attitudes that are in accordance with the five basic principles of Pancasila, and practice them in everyday life in order to avoid bad attitudes towards themselves and others. This will make the Indonesian nation safe and prosperous.Keywords: Pancasila, science and technology
Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Di Tengah Era Globalisasi Elsa Aulia Fadhilah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2680

Abstract

AbstrakArtikel ini dibuat dengan tujuan mendeskripsikan mengenai penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah globalisasi saat ini. tantangan dari dampak negative globalisasi saat tidak dapat lagi kita hindarkan, budaya-budaya luar masuk ke indonesia tanpa dapat kita cegah, ditambah pemikiran dan perubahan moral masyarakat yang banyak terjadi saat ini. Untuk mempertahankan identitas dan eksistensi bangsa indonesia  kita harus tetap berpegang teguh pada Pancasila sebagai dasar dan prinsip bangsa indonesia. lunturnya nilia-nilai Pancasila di era modern ini menyebabkan karakter bangsa indonesia mulai terkikis dan perlu penguatan kembali nilai-nilai Pancasila terutama pada generasi muda. Dengan begitu artikel ini akan mendeskripsikan bagaimana cara menguatkan nilai-nilai Pancasila dengan metode studi Pustaka.Kata kunci: Nilai Pancasila, Globalisasi, Penguatan Nilai AbstractThis article was created with the aim of describing the strengthening of Pancasila values in the midst of today's globalization. the challenges of the negative impact of globalization when we can no longer avoid it, foreign cultures enter Indonesia without us being able to prevent it, plus the thoughts and moral changes of society that are happening today. To maintain the identity and existence of the Indonesian nation, we must stick to Pancasila as the basis and principle of the Indonesian nation. The fading of Pancasila values in the modern era has caused the character of the Indonesian nation to begin to erode and it is necessary to re-strengthen Pancasila values, especially in the younger generation. Thus, this article will describe how to strengthen the values of Pancasila with the library study method.Keywords: Pancasila Values, Globalization, Strengthening Values