p-Index From 2021 - 2026
12.84
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kewarganegaraan
Dinie Anggraenie Dewi
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 111 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI KARAKTER DASAR PARA GENERASI MUDA DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRIAL 4.0 Regina Nurul Sakinah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1432

Abstract

AbstrakPada tahun 2045, ketika Indonesia berusia genap 100 tahun, akan terjadi revolusi besar pada Negara ini. Kemajuan dan perkembangan terjadi di semua aspek kehidupan masyarakat. Baik bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan, dan masih banyak lagi. Dan jika ditinjau dari masa ini, Indonesia memiliki populasi warga Negara dengan usia produktif atau kisaran usia 15-65 tahun terbesar di dunia. Dimana dengan populasi sebanyak itu, dan potensi yang dimiliki warga Negara produktif, maka Indonesia akan mampu menjadi Negara maju pada tahun 2045 nanti. Lalu hal yang harus disiapkan oleh pendidik untuk membekali para generasi muda dalam menghadapi era revolusi industial 4.0 nanti adalah menanamkan nilai-nilai pancasila pada karakter anak bangsa sejak dini. Karena dengan mengamalkan dan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila pada kehidupan sehari-hari, pasti generasi muda ini akan menjadi agen perubahan yang mampu bersikap jujur, adil, kritis, revolusioner, dengan berlandaskan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Kata Kunci: Negara maju, generasi muda, revolusi industrial 4.0, nilai-nilai pancasila AbstractIn 2045, when Indonesia turns 100 years old, there will be a big revolution in this country. Progress and development occur in all aspects of community life. Both in the fields of economy, social, culture, politics, education, and many more. And when viewed from this period, Indonesia has the largest population of citizens with productive age or age range 15-65 years in the world. Where with such a large population and the potential of productive citizens, Indonesia will be able to become a developed country in 2045. Then the thing that must be prepared by educators to equip the younger generation in facing the industrial revolution era 4.0 later is to instill Pancasila values in the character of the nation's children from an early age. Because by practicing and implementing Pancasila values in everyday life, surely this young generation will become agents of change who are capable of being honest, fair, critical, revolutionary, based on faith and piety in God Almighty.Keywords: Developed countries, young generation, industrial revolution 4.0, Pancasila values
IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA Puji Ayu Handayani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1439

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk lebih mengetahui dan memahami tentang pancasila dan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri, dan pentingnya pancasila bagi suatu negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pembahasan secara deskriptif, yaitu teori yang menjadi bahan pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dengan berbagai macam sumber yang ada dari jurnal, artikel, buku yang memiliki kedalaman dari para ahli. Dengan pentingnya pancasila sebagai suatu negara maka penulis tertarik untuk menganalisi kembali implementasi pancasila sebagai dasar negara. Dengan demikian, implementasi pancasila sangat penting bagi suatu negara.Kata kunci: Pancasila, Dasar Negara, Kedudukan AbstractThis paper aims to better know and understand about Pancasila and the values contained in Pancasila itself, and the importance of Pancasila for a country. This research uses qualitative methods and descriptive discussion, namely the theory that becomes the discussion material obtained from the results of literature studies with a variety of sources available from journals, articles, books that have depth from experts. With the importance of Pancasila as a country, the authors are interested in re-analyzing the implementation of Pancasila as the basis of the state. Thus, the implementation of Pancasila is very important for a country.Key words: Pancasila, State Basis, Position
IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN WAWASAN KEBANGSAAN DI KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA Siti Aisyah Nurfatimah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1446

Abstract

AbstrakPembahasan mengenai wawasan kebangsaan merupakan suatu hal yang sangat amat penting untuk dilakukan secara terus menerus sejalan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai pancasila disini hadir sebagai penjembatan dalam menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan. Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa dan ideologi negara Indonesia mulai kehilangan pamornya dan tergantikan oleh kebudayaan asing yang terbawa oleh globalisasi. Padahal, Pancasila merupakan nilai-nilai yang dirumuskan dan diturunkan dari nilai-nilai bangsa Indonesia itu sendiri yang sesuai dengan adat istiadat dan kebudayaan yang ada di kehidupan bangsa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah membantu para generasi muda untuk bisa memahami dan mengenal jati diri bangsanya yang sudah mulai terlupakan. Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan artikel ini, yaitu dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam metode ini penulis mengumpulkan data yang diperoleh melalui pengkajian buku, artikel, dan karya ilmah lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah banyak sekali nilai-nilai pancasila yang bisa diimplementasikan dalam menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Sehingga, dengan adanya artikel ini dapat membantu para generasi menemukan jati diri bangsanya dan mulai mencintai budaya bangsanya sendiri.Kata Kunci: Pancasila, Wawasan Kebangsaan, dan Implementasi Nilai Pancasila. AbstrackThe discussion of the national insight is a very important thing to be carried out continuously in line with the life of the nation and state. The value of pancasila here is present as a bridge in developing national insight. Pancasila, as a guide for the nation’s life and the ideology of the Indonesian state, is starting to lose its prestige and is being replaced by a foreign culture brought on by globalization. Whereas, pancasila is the value formulated and derived from the values of the Indonesian nation itself which are in accordance with the costums and culture that exist in the life of the Indonesian nation. The purpose of this research is to help the younger generation to understand and get to know ther forgotten national identity. Of the research use in the manufacture of this article, namely by using qualitative research method. In this method, the authors collect data obtained throught reviewing books, articles and other scientific works. The result of this research is that there are a lot of pancasila values that can be implemented in developing national insight into the life of the nation and state. So, this article can help the younger generation to find their national identity to start loving their own nation’s culture.Key Words: Pancasila, National Insight,and The Implementation of Pancasila Values 
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA Amanda Ramadhan Firdaus; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1447

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui upaya dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia melalui aspek pendidikan dengan mengimplementasikan nilai-nilai pancasila. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat analisis deskriptif, dengan metode kepustakaan/library research yang bersumber dari jurnal dan artikel. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa pendidikan merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap sumber daya manusia. Oleh karena itu, kualitas pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan. Sistem Pendidikan dalam metode belajar mengajar harus didasarkan dengan nilai-nilai Pancasila agar teratur dan tearah prosesnya sehingga mewujudkan tujuan Pendidikan yang sebenarnya dan membentuk moral anak bangsa yang memiliki karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila.Kata kunci: Nilai-Nilai Pancasila, Sumber Daya Manusia, Pendidikan. AbstractThis research was conducted to determine the efforts to improve Indonesia's human resources through educational aspects by implementing Pancasila values. This research method is carried out using a qualitative approach that is descriptive analysis, with the method of library research which is sourced from journals and articles. The results of this study indicate that education is an aspect that is very influential on human resources. Therefore, the quality of education in Indonesia must be improved. The education system in the teaching and learning method must be based on the values of Pancasila so that the process is regular and unorganized so as to realize the true goals of education and form the moral of the nation's children who have character based on the values of Pancasila.Keywords: Pancasila Values, Human Resources, Education.
IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM MENGHADAPI MASALAH RASISME DAN DISKRIMINASI Zihan Suryani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1448

Abstract

AbstrakRasisme merupakan salah satu masalah yang sering kita jumpai dalam kehidupan. Kita tinggal di wilayah yang sangat rentan dengan maslah diskriminatif dikarenakan kekayaan yang kita punya. Indonesia memiliki aneka ragam suku, bangsa, ras, agama, bahasa, budaya, warna kulit, dan masih banyak yang lainnya. Rasisme sering terjadi karena perbedaan yang dimiliki, terutama karena fisik dan yang sering terjadi lebih sfesifik kepada warna kulit. Warna kulit sering menjadi hal yang sangat kontroversial karena banyak yang beranggapan bahwa kaum pemilik kulit putih lebih baik dari pemiliki kulit hitam sehngga terjadi kesenjangan sosial dan diskriminasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam artikel ini menggunakan studi pustaka berbagai sumber seperti jurnal, buku dan artikel. Hasil penelitian menunjukan bahwa kasus ketidakadilan seperti rasisme dan diskriminasi masih ditemukan di Indonesia. Padahal pancasila sebagai dasar negara menyatakan pada sila ke-2 dan sila ke-5 bahwa kemanusiaan yang adil dan beradad juga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Kata Kunci: Rasisme, Pancasila, Diskriminasi AbstractRacism is one of the problems we often encounter in life. We live in a very vulnerable area with discriminatory issues because of the wealth we have. Indonesia has various ethnic groups, nations, races, religions, languages, cultures, skin colors, and many others. Racism often occurs because of differences, especially because of physicality and what often occurs is more specific to skin color. Skin color is often a very controversial thing because many think that white owners are better than black owners so that there is social inequality and discrimination. The method used is a qualitative and descriptive approach. The data collection techniques in this article use literature studies from various sources such as journals, books and articles. The results showed that cases of injustice such as racism and discrimination are still found in Indonesia. Whereas Pancasila as the basis of the state states in the 2nd and 5th principles that a just and civilized humanity is also social justice for all Indonesian people.Keywords: Racism, Pancasila, Discrimination.
PENGAMALAN BUTIR PANCASILA: PERWUJUDAN IMPLEMENTASI PANCASILA SEBAGAI ETIKA DALAM HIDUP BERMASAYARAKAT Leni Yulia; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1449

Abstract

AbstrakSejarah telah mengungkapkan bahwa Pancasila adalah jiwa dan jati diri manusia Indonesia yang menjadi kekuatan, pedoman, sumber hukum serta pembimbing arah dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Dengan makna serta nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang menjadi tuntunan agar senantiasa menjalan kehidupan bermasyarakat berlandaskan nilai-nilai butir pancasila. Nilai makna yang sedemikan melekat dengan etika hidup manusia indonesia menjadi sistem kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hal itu mewujudkan bahwa implementasi nilai Pancasila senantiasa terwujud dan terlaksana dalam hidup serta sanubari manusia indonesia. Pengamalan nilai butir Pancasila yang menjadi perwujudan implementasi mendorong terwujudnya manusia indonesia menjadi semakin berjiwa dan berjati diri berlandaskan Pancasila.Kata kunci: Pancasila, Etika, Implementasi AbstractHistory has revealed that Pancasila is the soul and identity of Indonesian people who become the strength, guidance, source of law and guide for the direction in carrying out social life. With the meaning and values contained in Pancasila which are the guidance to always live a community life based on the values of the Pancasila points. The value of meaning that is inherent in the ethics of Indonesian human life becomes an inseparable system of unity. This realizes that the implementation of Pancasila values is always materialized and carried out in the life and heart of Indonesian people. The practice of the value of the Pancasila point which is the embodiment of implementation encourages the realization of Indonesian people to become more spirited and have an identity based on Pancasila.Keywords: Pancasila, Ethics, Implementation
IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA SEBAGAI LANDASAN BHINNEKA TUNGGAL IKA Amalia Dwi Pertiwi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1450

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan mengetahui lebih dalam apakah penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia sudah benar-benar diterapkan oleh masyarakat Indonesia. Dan nyatanya seperti yang kita ketahui kekacauan atau konflik antar masyarakat masih banyak dan sering kali terjadi di sekitar kita. Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna dan arti yang sangat mendalam bagi Indonesia yang memiliki masyarakat dengan berbagai macam kebudayaan yang berbeda. Tetapi salah satu contoh konflik yang sering terjadi di masyarakat adalah rasisme dan diskriminasi. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, untuk menciptakan kehidupan yang rukun diantara perbedaan yang ada, nilai-nilai Pancasila harus benar-benar diterapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.Kata kunci: Nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Rasisme, Diskriminasi. AbstractThis research was conducted with the aim of analyzing and knowing more deeply whether the application of Pancasila values as the foundation of Bhinneka Tunggal Ika in Indonesia has actually been implemented by the Indonesian people. And in fact, as we know, chaos or conflict between communities is still many and often occurs around us. Bhinneka Tunggal Ika has a very deep meaning and meaning for Indonesia, which has a society with a variety of different cultures. But one example of conflict that often occurs in society is racism and discrimination. Indonesian society is a pluralistic society, to create a harmonious life among the existing differences, Pancasila values must be strictly applied by all Indonesian people.Keywords: Pancasila Values, Bhinneka Tunggal Ika, Racism, Discrimination
PENERAPAN NILAI NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI DAN SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER Yohana R. U. Sianturi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1452

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai asas materi muatan pembentukan peraturan perundang-undangan dalam Pasal 6 UU No. 12/2011. Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif bersifat preskriftif dengan menggunakan pendekatan undang-undang, historis, dan konseptual. Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan yaitu, primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan literature research. Analisa bahan hukum menggunakan silogisme deduksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan kesimpulan, asas materi muatan telah memuat nilai-nilai Pancasila, tetapi belum semua nilai-nilai Pancasila termuat dalam asas materi muatan. Nilai-nilai dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa belum termuat dalam asas materi muatan pembentukan peraturan perundang-undangan.Kata Kunci: Pancasila, Norma Dasar, Sumber Hukum, Peraturan Perundang-undanganAbstractThis study aims to determine the implementation of Pancasila values as a material principle for the formation of statutory regulations in Article 6 of Law no. 12/2011. This research is a type of normative research is prescriptive in nature by using a statutory, historical, and conceptual approach. Types and sources of legal materials used, namely, primary and secondary. Data collection techniques using literature research. Analysis of legal materials using a deductive syllogism. Based on the results of the research and discussion, it was concluded that the principle of content material contained the values of Pancasila, but not all of the values of Pancasila were contained in the principle of content material. The values of the precepts of the One and Only Godhead have not been included in the material principle of the content of the formation of legislation.Keywords: Pancasila, Basic Norms, Legal Sources, Legislation
IMPLEMENTASI NILAI PANCASILA SEBAGAI TINJAUAN ATAS MENTALITAS ANAK BANGSA INDONESIA Fajriyatur Robi'ah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 1 (2021): 1 Januari - 30 Juni 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i1.1461

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam mentalitas bangsa Indonesia khususnya dalam diri anak muda bangsa Indonesia. Kajian penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau pendekatan secara deskriptif dimana teori ataupun dasar pembahasannya diperoleh dari hasil studi kepustakaan dengan berbagai sumber seperti buku, jurnal dan artikel. Metode ini digunakan untuk mencari kebenaran dalam suatu fakta yang terjadi dan berfokus kepada pemahaman fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa moral dan mentalitas anak bangsa dapat menjadi cerminan masa depan bangsa. Dengan adanya revolusi mental guna memperbaiki mentalitas anak bangsa dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Maka pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam berperilaku guna menciptakan individu yang bermoral. Dengan mengkiblatkan perilaku kepada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat menjadi awal kemajuan bangsa Indonesia. Dan dibuatnya artikel ini sebagai langkah awal dalam membuka perhatian mengenai pentingnya memperbaiki mentalitas anak bangsa.Kata Kunci: Pancasila, mentalitas, moral AbstractThis research was conducted to determine and analyze more deeply the mentality of the Indonesian nation, especially in the Indonesian youth. This research study uses a qualitative method or a descriptive approach where the theory or basis of discussion is obtained from the results of literature studies with various sources such as books, journals and articles. This method is used to find the truth in a fact that occurs and focuses on understanding social phenomena that occur in society. In this research, it can be seen that the morality and mentality of the nation's children can be a reflection of the nation's future. With the mental revolution in order to improve the mentality of the nation's children, it can create quality human resources. So the importance of implementing Pancasila values in behavior in order to create moral individuals. By cultivating behavior to the values of Pancasila, it is hoped that it can be the beginning of the progress of the Indonesian nation. And this article was made as a first step in opening attention to the importance of improving the mentality of the nation's children.Keywords: Pancasila, mentality, morals
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Yohana R. U. Sianturi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2226

Abstract

AbstrakPendidikan (UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003) adalah suatu kegiatan yang disadari dan diatur untuk menciptakan iklim belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara efektif mengembangkan kemampuannya untuk memiliki kekuatan, kebijaksanaan, watak, wawasan, orang terhormat, dan kemampuan penting yang ketat. dirinya dan masyarakat. Pendidikan sangat penting untuk keberadaan Negara dan juga bangsa, dengan alasan bahwa dari pendidikan ini kita dapat membangun karakter, pengetahuan. Selain itu, karakter siswa menjadi lebih baik dengan pengajaran diatas. Dengan cara ini, pengajaran di Indonesia terus-menerus dibuat dan diciptakan tumbuh sehingga interaksi eksekusi memberikan usia yang diandalkan untuk memiliki pilihan untuk memajukan negara Indonesia daripada sebelumnya. diperlukan karakter di sekolah. Sekolah dasar adalah lembaga yang diawasi dan dikelola oleh otoritas publik yang diduduki oleh sekolah penting, diadakan resmi selama 6 (enam) tahun yang dimulai dari kelas I ke kelas VI untuk anggota diinstruksikan ke seluruh Indonesia.Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Sekolah Dasar AbstractEducation (UU Sisdiknas No. 20 of 2003) is a work that is realized and regulated to create a learning climate and learning process so that students effectively develop their abilities to have strong strengths, wisdom, character, insight, respectable people, and important abilities. himself and society. Education is very important for the existence of the State and also the nation, on the grounds that from this education we can build character, knowledge. In addition, the character of students becomes better with the above teaching. In this way, teaching in Indonesia is constantly being created and created to grow so that the interaction of execution provides a reliable age to have the choice to advance the Indonesian state than before. character is needed in school. Elementary schools are institutions that are supervised and managed by public authorities occupied by important schools, held officially for 6 (six) years from grade I to grade VI for members instructed throughout Indonesia.Keywords: Education, Character, Elementary School