p-Index From 2021 - 2026
7.619
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kewarganegaraan
Dinie Anggraenie Dewi
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 64 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Peranan Pancasila Dalam Membentuk Karakter Pada I-Generasi Dan Milenial Yang Terkandung Di Dalam Nilai-Nilai Pancasila Nur Kholisah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.707 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2818

Abstract

Abstrak Begitu pentingnya peranan pancasila dalam membentuk karakter yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Pancasila itu merupakan ideologi dan pedoman bangsa, yang menjadi acuan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pancasila juga bisa menjadi dasar moral atau norma dan tolak ukur tentang baik dan buruk, benar dan salah sikap, perbuatan dan tingkah laku bangsa Indonesia. Pancasila yang berkembang pada situasi dunia yang diliputi oleh berbagai konflik ideologi. Generasi muda di Indonesia saat ini mengarah pada kekhawatiran atas perilakunya bagi kelanjutan masa depan bangsa ini.  Karena generasi sekarang seperti generasi iGeneration dan milenial tidak bersinggungan dengan nilai-nilai pancasila. Maka dari itu, Pancasila mampu menjadi pemersatu bangsa Indonesia dan sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Kata kunci: Pancasila, Nilai-nilai Pancasila, Ideologi, Generasi Muda Abstract So important is the role of Pancasila in forming characters that are in accordance with the values of Pancasila. Pancasila is the ideology and guideline of the nation, which is a reference for all Indonesian people. Pancasila can also be the basis of morals or norms and benchmarks of good and bad, right and wrong attitudes, actions and behavior of the Indonesian nation. Pancasila which developed in the world situation which was covered by various ideological conflicts. The young generation in Indonesia today is concerned about their behavior for the continuation of the future of this nation. Because the current generation such as the iGeneration generation and millennials do not intersect with Pancasila values. Therefore, Pancasila is able to become a unifying Indonesian nation and a source of value in the life of society, nation and state.  Keywords: Pancasila, Pancasila Values, Ideology, Young Generation
Pengaruh Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Pada Gaya Anak Milenial Dan Etika Pancasila Denis Desfriyati; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.233 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2827

Abstract

AbstrakSaat memasuki era revolusi industri 4.0, tatanan kehidupan kita jadi mengacu pada dunia industri digital, begitu juga dengan halnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Revolusi industri 4.0 menuntut setiap individu untuk berlari cepat agar menumbuh kembangkan kemampuan literasi teknologi, data, dan sumber daya manusia. Pancasila juga dijadikan sebagai dasar pengembangan IPTEK diharapkan memberi dampak luas pada kemaslahatan kehidupan bangsa Indonesia. IPTEK boleh berkembang dan maju, namun harus diimbangi juga dengan menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur ideologi bangsa di seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu semua yang akan terjadi di masa depan berada di tangan generasi selanjutnya, dan begitupun seterusnya. Generasi milenial adalah generasi yang tumbuh di era serba teknologi seperti di saat ini. Sudah banyak kemajuan baik dari segi transportasi, alat telekomunikasi, dan bahkan pendidikan. Generasi milenial bisa dibilang sudah tumbuh di zaman modern, dimana banyak kemudahan yang diberikan, salah satunya adalah media sosial. Media sosial juga dapat menggeserkan nilai-nilai sosial di dalam masyarakat, yang mana nilai sosial tersebut terkadang tergantikan dengan nilai buruk nya, sehingga tentunya akan merusak moral generasi muda. Maka ke depannya negara Indonesia akan memiliki penerus yang tidak baik, yang kemungkinan terburuknya dapat membuat Indonesia menjadi terbelakang dan mengancam keberlangsungan bangsa. Penelitian ini dilakukan dengan mode yang bersifat deskriptif kualitatif dan studi literature, yang berhubungan dengan topik dan masalah yang berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan topic “Pengaruh IPTEK pada Gaya Anak Milenial dan Etika Pancasila”. Kata kunci: Generasi Milenial, Etika Pancasila,  dan IPTEK  AbstractWhen entering the era of the industrial revolution 4.0, the order of our lives refers to the world of the digital industry, as well as in the field of science and technology (IPTEK). The industrial revolution 4.0 requires every individual to run fast in order to develop technological literacy skills, data, and human resources. Pancasila is also used as the basis for the development of science and technology, which is expected to have a broad impact on the benefit of the life of the Indonesian nation. Science and technology may develop and advance, but must also be balanced with maintaining and implementing the noble values of the nation's ideology in all aspects of national and state life. Therefore everything that will happen in the future is in the hands of the next generation, and so on. The millennial generation is a generation that grew up in an era of all-technology as it is today. There has been a lot of progress both in terms of transportation, telecommunications equipment, and even education. The millennial generation can be said to have grown up in modern times, where many conveniences are provided, one of which is social media. Social media can also shift social values in society, where these social values are sometimes replaced with bad values, so of course it will damage the morale of the younger generation. So in the future, the Indonesian state will have a bad successor, which in the worst case can make Indonesia backward and threaten the sustainability of the nation. This research was conducted with a qualitative descriptive mode and literature study, which deals with topics and problems related to the topic "The Influence of Science and Technology on Millennial Children's Style and Pancasila Ethics".Keywords: Millennial Generation, Pancasila Ethics, and Science and Technology
Pancasila Penuntun Generasi Milenial Suzahra Salsabila; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.578 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2844

Abstract

AbstrakPancasila merupakan dasar Negara yang berupa lima dasar pebentuk ideologi bangsa, Pancasila dibuat dengan sebagaimana para pemdahuku menyesuaikan dengan identitas bangsa yang ingin dibentuk dan menggambarkan bangsa negara Indonesia. Pengamalan pancasila tentu saja sangat penting untuk keberlangsungan kesejahteraan negara karena memiliki dampak yang kuat dalam identitas bangsa, akan tetapi zaman semakin berubah, oengaruh asing terus masuk ditengah kesempatan yang ada, dibalik pembaharuan yang hadir pasti terselip hal kurang positif yang dapat memicu lunturnya nilai dari esensi pamcasila itu sendiri. Globalisasi yang terus mempengaruhi generasi milenial perlu diperhatikan agarvtidak memicu terjadinya hal kurang baik, oleh ksrena itu pancasila sangat berperan sebagai pemuntun generasi milenial dalam menuntuh arah perkembangan zaman. Generasi milennial merupakan mereka yang lahir antara tahun 1980an sampai dengan tahun 2000an, dimana mereka sudah terbiasa dengan dunia modern dan teknologi yang canggih bahwa merekapun merupakan generasi di usia produktif. Kata Kunci: Pancasila, Generasi Milenial   AbstractPancasila is the basis of the State in the form of five basic forms of national ideology, Pancasila is made as the local governments adjust to the identity of the nation they want to form and describe the nation state of Indonesia. The practice of pancasila is of course very important for the sustainability of state welfare because it has a strong impact on the identity of the nation, but the times are changing, foreign oengaruh continues to enter in the midst of existing opportunities, behind the renewal that is present, there must be a lack of positive things that can trigger the fading of the value of the essence of pamcasila itself. Globalization that continues to affect the millennial generation needs to be considered so that it does not trigger bad things to happen, by the ksrena, pancasila plays a very important role as a guide for the millennial generation in demanding the direction of the times. The millennial generation are those born between the 1980s and the 2000s, where they are used to the modern world and sophisticated technology that they are also a generation in the productive age.  Keywords: Pancasila, Millennial Generation
Peran Mahasiswa Dalam Mempertahankan Ideologi Pancasila Sebagai Dasar Negara Hesti Hopipah Aliyani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.799 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2876

Abstract

 AbstrakPenelitian ini dilakukan searah dengan perkembangan teknologi, dimana banyak sekali kekacauan dan kurangnya moral di kalangan mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus-kasus seperti tawuran, kejahatan social, bullying, pencurian dan berakhir pada pembunuhan. Hal ini tentu saja tidak boleh dibiarkan oleh karena itu perlu adanya perbaikan moral di mahasiswa tersebut. Pada kajian penelitian ini metode yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan secara deskriptif. Dasar atau teori dari pada pembahasan kali ini didapat dari hasil studi literatur atau kepustakaan yang didapatkan dari beberapa sumber-sumber yang relevan seperti buku, jurnal, dan artikel. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sehingga mendapatkan cara untuk mengurangi kekacauan dan kerusakan moral di kalangan mahasiswa dan digunakan untuk mengetahui peran mahasiswa dalam mempertahankan ideologi Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai ideologi negara yang memiliki nila-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan merupakan cara untuk mengurangi kerusakan moral di masyarakat. Pelaksanaan dan pengimplementasian nilai Pancasila harus ditanamkan sampai kapanpun sehingga dapat membentuk suatu karakter dan moral yang dapat meningkatkan kualitas bangsa Indonesia.Kata Kunci: peran mahasiswa, cara mempertahankan, ideologi Pancasila AbstractThis research was conducted in line with technological developments, where there was a lot of chaos and lack of morals among students. This can be seen from the many cases such as brawls, social crimes, bullying, theft and ending in murder. This, of course, should not be allowed to do so, therefore there is a need for moral improvement in these students. In this research study, the method used is using a qualitative approach which is carried out descriptively. The basis or theory of the discussion this time is obtained from the results of the study of literature or literature obtained from several relevant sources such as books, journals, and articles. This study was used to determine the values contained in Pancasila so as to find a way to reduce chaos and moral damage among students and was used to determine the role of students in defending the ideology of Pancasila as the basis of the state. Pancasila as a state ideology that has values such as divinity, humanity, unity, democracy, and justice is a way to reduce moral damage in society. The implementation and implementation of Pancasila values must be instilled at any time so that it can form a character and morals that can improve the quality of the Indonesian nation.Keywords: the role of students, how to defend, Pancasila ideology
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Pada Siswa Sekolah Dasar Ihda Khaerunisa Syaumi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.963 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2887

Abstract

AbstrakUntuk membangun potensi peserta didik yang unggul tentu nya kita tidak bisa asal mendidik saja, apalagi jika kita ingin menciptakan peserta didik sebagai warga negara yang berakhlak mulia serta bertanggung jawab kepada negara nya, penting sekali bagi kita mengajarkan peserta didik tentang nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila sendiri memiliki 5 nilai yang pertama ada ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan. Yang  dimana nilai nilai tersebut merupakan nilai nilai yan mempunyai satu tujuan, yaitu untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat dan negara Indonesia. Dan dapat kita ketahui juga bahwa kelima nilai tersebut sudah bersifat universal dan objektif dimana kelima nilai tersebut sudah di akui oleh negara lain. Kata Kunci: implementasi, nilai-nilai, pancasila AbstractTo build the potential of superior students, of course, we cannot just educate, especially if we want to create students as citizens who have noble character and are responsible for their country, it is very important for us to teach students about the values contained in Pancasila. Pancasila itself has 5 values, the first is divinity, humanity, unity, democracy, justice. Where these values are values that have one goal, namely to build and prosper the people and state of Indonesia. And we can also know that the five values are universal and objective where the five values have been recognized by other countries.Keywords : implementation, values, Pancasila
Pentingnya Peran Pendidikan Pancasila Di Kalangan Mahasiswa Untuk Mencegah Paham Radikalisme Novi Suci Dinarti; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.026 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2890

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang majemuk dan dapat disebut juga masyarakat multicultural. Keanekaragaman bangsa Indonesia harus betul-betul dijaga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai macam permasalahan yang dihadapi oleh bangsa, negara dan masyarakat Indonesia yang sangat pelik dengan munculnya gerakan dan paham radikalisme yang ada di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan bersifat kajian pustaka yang bertujuan agar pembaca mengetahui seberapa penting peran pendidikan pancasila dikalangan mahasiswa dalam mencegah masuknya paham radikalisme serta upaya agar mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam upaya menuntut ilmu. Peran mahasiswa sebagai Aeron Stock sangatlah penting untuk negara Indonesia, untuk itu dibutuhkannya ideologi yang kuat agar paham radikalisme sulit menenmbus pemikiran mahasiswa.Kata Kunci: Pancasila, Radikalisme, Mahasiswa AbstractIndonesia is a pluralistic country and can also be called a multicultural society. The diversity of the Indonesian nation must really be maintained. This research is motivated by various kinds of problems faced by the Indonesian nation, state and society which are very complicated by the emergence of radicalism movements and understandings in society. This research uses qualitative research methods and is a literature review which aims to make readers know how important the role of Pancasila education is among students in preventing the entry of radicalism and efforts so that students can increase awareness in instilling national values in an effort to study. The role of students as Aeron Stock is very important for the Indonesian state, for that we need a strong ideology so that understanding radicalism is difficult to penetrate student thinking.Keywords : Pancasila, Radicalism, Students
UPAYA MENERAPKAN NILAI-NILAI PANCASILA DI MASA PANDEMI COVID-19 Putri Nur Isnaini; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1344

Abstract

AbstrakPancasila sebagai pedoman bangsa dan dasar negara sudah sepatutnya menjadi arahan kita dalam menjalankan kehidupan. Di masa Pandemi Covid-19 ini yang mana semua menjadi terasa asing tentunya Pancasila akan menjadi tuntunan kita.  Maka dari itu Tujuan dari penelitian ini adalah utuk mengetahui dan menganalisis bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan Kampung Cikopo RW 07 Desa Bumiwangi, Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data adalah observasi lapangan ditambah dengan literatur lainnya yang diambil dari jurnal ataupun berita. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar dari warga Kampung Cikopo RW 07 sudah mampu beradaptasi dengan kenormalan baru. Secara tidak langsung warga sudah mampu melaksanakan upaya penerapan nilai-nilai Pancasila di masa Pandemi Covid-19 ini.  warga diharapkan mempunyai kesadaran untuk taat kepada peraturan atau kebijakan yang dibuat pemerintah, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-harinya.Kata kunci: Nilai-Nilai Pancasila, Pandemi Covid-19 AbstractPancasila as a guide for the nation and the foundation of the state should be our direction in carrying out life.  During the covid-19 pandemic  where everything feels strange, of course pancasila will be the guide of our life.  Therefore the purpose of this research is to find out and analyze  how the application of pancasila values in the environment of kampung cikopo rw 07, bumiwangi village, ciparay district, bandung regency, west java. The method used is a qualitative descriptive approach with the data source is field observation coupled with other literature taken from journals or news.  From the results of this study are mostly  from the residents of kampung cikopo rw 07, they have been able to adapt to new norms, indirectly the residents have been able to implement efforts to implement the values of pancasila during the covid -19 pandemic. Citizens are expected to have the awareness to obey the regulations or policies made by the government by always implementing health protocols  in their daily lives.Keywords: Pancasila Values, The Covid-19 Pandemic
MANFAAT PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Fahrid Maruf Alfiyana; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1426

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahaui apa saja manfaat Pendidikan kewarganegaraan bagi anak.. Penelitian ini berlatarkan dari rasa keingintahuan penulis mengenai apa saja manfaat Pendidikan kewarganegaraan bagi anak menurut anak sekolah dasar itu sendiri. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dimana peneliti secara langsung menanyakan informasi kepada anak-anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata anak sekolah dasar menjawab Pendidikan kewarganegaraan sangat bermanfaat bagi mereka, terlebih untuk meningkatkan rasa cinta tanah air diri mereka.Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Manfaat, Anak Sekolah Dasar AbstractThe purpose of this research is to find out what are benefits of civic education for children. This research is based on the writer curiosity about the what are the benefits of civic education for children according to elementary school children. This research method uses a type of qualitative research in which researchers directly ask information to elementary school children. The result showed that the average distance between elementary school children answer civic education is very beneficial for them, especially to increase their love for their homeland.Keyword: Civic Education, Benefit, Elementary School Children
SUDAHKAH PANCASILA TERIMPLEMENTASI DENGAN BENAR ? Chairunissa Chairunissa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1435

Abstract

AbstrakNilai moral positif yang termuat sebagai makna  dalam Pancasila akan mengajari bagaimana cara berfikir sekaligus bertindak sesuai dengan ajaran ideologi bangsa yang sudah ada sejak zaman pahlawan terdahulu. Banyaknya dampak negatif yang dihasilkan dari pergeseran nilai pancasila bagiIndonesia, salah satunya mulai hilangnya nilai-nilai luhur yang adapada diri bangsa Indonesia. Hal ini terjadi di Indonesia pada perubahan zaman saat ini, banyak sekali dampak globalisasi yang terjadi salah satunya adalah dampak dari  globalisasi. Eksternalitas yang terjadi tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya yang berkembang di Indonesia. Timbul kekhawatiran bangsa Indonesia akan lunturnya jati diri bangsa sendiri yang seharusnya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila. Dalam usaha menjadi warga negara yang baik yang merupakan penerapan ciri kebangsaan masyarakat Indonesia. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan mengecek sumber literatur artikel dan jurnal. Pembahasan akan lebih terpusat kepada relita saat ini mengenai apakah nilai-nilai pancasila sudah benar-benar terimplementasi bada setiap sendi kehidupan masyarakat IndonesiaKata kunci: Pancasila, Warga negara, nilai-nilai pancasila AbstractPositive moral values that are contained as meaning in Pancasila will teach how to think and act in accordance with the teachings of the nation's ideology that has existed since the days of previous heroes. There are many negative impacts resulting from the shift in the value of Pancasila for Indonesia, one of which is the loss of the noble values that exist in the Indonesian nation. This is happening in Indonesia in today's changing times. There are many impacts of globalization, one of which is the impact of globalization. The externalities that occur are not in accordance with the cultural values that develop in Indonesia. The Indonesian nation is worried about the fading of its own national identity which should always uphold the values of Pancasila. In an effort to be a good citizen which is the application of the national characteristics of the Indonesian people. The method used by researchers in this study is a qualitative method, by checking literature sources, articles and journals. The discussion will be more focused on the current relationship regarding whether the values of Pancasila have been completely implemented in every aspect of the life of Indonesian society.Keywords: Pancasila, citizens, Pancasila values
SKPP BAWASLU SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN POLITIK DALAM UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK WARGA NEGARA Nia Sofiyatul Millah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1583

Abstract

AbstrakPartisipasi masyarakat dalam pemilu di Indonesia selalu menurun dari pemilu pertama hingga sekarang. Dengan adanya peranan aktif dari Bawaslu, sebagai lembaga pemantau pemilu serta masyarakat dalam mengawasi pemilu, diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi para pelaku politik dan seluruh yang terlibat dalam Pemilu yang pada akhirnya akan melahirkan suatu pemilu yang demokratis. Dengan adanya partisipasi masyarakat dalam pengawasan tahapan penyelenggaraan pemilu maka diharapkan akan dapat menghasilkan pemilu yang demokratis baik dari prosesnya maupun hasilnya. SKPP adalah sebuah sarana Pendidikan yang disediakan oleh Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) untuk memfasilitasi masyarakat umum agar dapat terlibat dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu atau pilkada. SKPP dibuat untuk mewadahi partisipasi masyarakat dalam pemilu. Kader-kader lulusan SKPP diharapkan menjadi kepanjangan tangan Bawaslu untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu/pilkada.Kata Kunci: SKPP Bawaslu, Pengawas Partisipatif, Pemilu AbstrackPublic participation in elections in Indonesia has always decreased from the first election to the present. With the active role of Bawaslu, as an election monitoring institution and also the community in supervising the election, it is hoped that it can provide awareness for political actors and all those involved in the election which will eventually give birth to a democratic election. With the participation of the community in supervising the stages of organizing the election, it is hoped that it will be able to produce democratic elections both from the process and the results. SKPP is an educational facility provided by the Election Supervisory Body (BAWASLU) to facilitate the general public to be involved in supervising the implementation of elections or local elections. SKPP was created to accommodate public participation in elections. Cadres graduated from SKPP are expected to be an extension of Bawaslu to increase public political participation in the implementation of elections/pilkada.Key Words: SKPP Bawaslu, Participatory Superviso, elections