Dinie Anggraenie Dewi
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 56 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN NILAI MORAL PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Natasya Febrianti; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.858 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1772

Abstract

AbstrakMoral adalah ukuran baik buruk seseorang, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat, dan warga negara. Sedangkan pendidikan moral adalah pendidikan untuk menjadikan anak manusia bermoral baik dan manusiawi. Tulisan ini bertujuan untuk memberi gambaran tentang menanamkan nilai moral peserta didik melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan serta dapat mengetahui definisi-definisi dari moral, pendidikan moral dan pendidikan moral pada anak. Metode peneletian yang dipakai adalah menggunaakan metode penelitian kajian pustaka atau studi kepustakaan yaitu berisi teori teori yang relevan dengan masalah–masalah penelitian. Kesimpulan dari tulisan ini adalah pembentukan moral peserta didik tidak hanya dari pelajaran-pelajaran lain saja namun dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan juga ikut serta berperan dalam pembentukan moral perserta didik.Kata Kunci: moral, warga negara, pendidikan moral, pendidikan kewarganegaraan. AbstractMoral is a measure of the good and bad of a person, both as a person and as a citizen, and a citizen. Meanwhile, moral education is education to make human children morally good and humane. This paper aims to provide an overview of instilling moral values in students through civic education and knowing the definitions of moral, moral education and moral education in children. The research method used is to use a literature review research method or literature study which contains theoretical theories that are relevant to research problems. The conclusion of this paper is that the moral prescription of students is not only from class lessons, but in Citizenship Education lessons also participate in the moral ordering of students.Keywords: moral, citizen, moral education, civic education.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PENGIMPLEMENTASIAN PENDIDIKAN KARAKTER Desnita Fitriani; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.237 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1840

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan analisis kritis terhadap literatur yang relevan untuk membangun peran Pendidikan karakter. Pendidikan karatkter merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk membentuk karakter generasi muda. Situasi generasi muda di Indonesia saat ini dalam posisi yang sangat mengganggu. Berbagai kasus yang melibatkan generasi muda semakin meningkat dan menunjukkan bahwa ada kerusakan moral, yang menunjukkan bahwa generasi muda tidak memiliki karakter yang baik lagi, untuk itu diperlukan pendidikan karakter. salah satu sarana untuk mewujudkannya untuk generasi mendatang yaitu dengan dilakukan melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Harapan dari pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat meremajakan karakter siswa yang lambat laun merosot agar sejalan dengan nilai Pancasila.Kata Kunci: Pendidikan, karakter, Pendidikan Kewarganegaraan. AbstractThis study is a critical analysis of relevant literature to build the role of character education. Character education is one of the right choices to shape the character of the younger generation. The current situation of the younger generation in Indonesia is in a very disturbing position. Various cases involving the younger generation are increasing and show that there is moral damage, which shows that the younger generation does not have a good character anymore, for that character education is needed. One of the means to make it happen for future generations is through Citizenship Education. The hope of learning Citizenship Education can rejuvenate the character of students who gradually decline to be in line with the values of Pancasila.Keywords: Education, character, Citizenship Education.
PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI SARANA UNTUK MENINGKATKAN JIWA NASIONALISME Varina Handayani; Dinie Anggraenie Dewi; Yayang Furi Furnamasari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.022 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2096

Abstract

AbstrakGlobalisasi merupakan proses perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan pemikiran yang baru serta perubahan kepribadian manusia. Globalisasi memiliki dampak yang baik dan juga tidak baik sehingga kita harus dapat memilah mana yang baik dan dapat dicontoh serta membuang hal-hal yang tidak baik. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak suku dan juga kebudayaan, pada saat ini kebudayaan yang telah lama ada mulai terkikis seiring berjalannya waktu itu dan juga merupakan salah satu dampak dari globalisasi, maka dari itu kita sebagai warga negara Indonesia harus dapat meningkatkan kecintaan terhadap kebudayaan nasional, melestarikan kebudayaan nasional, serta meningkatkan jiwa nasionalisme.Kata Kunci: Globalisasi, Permainan Tradisional, Nasionalisme AbstractGlobalization is a process of developing science and technology to produce new thoughts and changes in human personality. Globalization has both good and bad impacts, so we must be able to sort out what is good and can be imitated and discard things that are not good. Indonesia is an archipelagic country that has many tribes and cultures, at this time the culture that has existed for a long time is starting to erode over time and is also one of the impacts of globalization, therefore we as Indonesian citizens must be able to increase our love for national culture , preserving national culture, and increasing the spirit of nationalism.Keywords: Globalization, Traditional Games, Nationalism
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Yohana R. U. Sianturi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.64 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2226

Abstract

AbstrakPendidikan (UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003) adalah suatu kegiatan yang disadari dan diatur untuk menciptakan iklim belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara efektif mengembangkan kemampuannya untuk memiliki kekuatan, kebijaksanaan, watak, wawasan, orang terhormat, dan kemampuan penting yang ketat. dirinya dan masyarakat. Pendidikan sangat penting untuk keberadaan Negara dan juga bangsa, dengan alasan bahwa dari pendidikan ini kita dapat membangun karakter, pengetahuan. Selain itu, karakter siswa menjadi lebih baik dengan pengajaran diatas. Dengan cara ini, pengajaran di Indonesia terus-menerus dibuat dan diciptakan tumbuh sehingga interaksi eksekusi memberikan usia yang diandalkan untuk memiliki pilihan untuk memajukan negara Indonesia daripada sebelumnya. diperlukan karakter di sekolah. Sekolah dasar adalah lembaga yang diawasi dan dikelola oleh otoritas publik yang diduduki oleh sekolah penting, diadakan resmi selama 6 (enam) tahun yang dimulai dari kelas I ke kelas VI untuk anggota diinstruksikan ke seluruh Indonesia.Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Sekolah Dasar AbstractEducation (UU Sisdiknas No. 20 of 2003) is a work that is realized and regulated to create a learning climate and learning process so that students effectively develop their abilities to have strong strengths, wisdom, character, insight, respectable people, and important abilities. himself and society. Education is very important for the existence of the State and also the nation, on the grounds that from this education we can build character, knowledge. In addition, the character of students becomes better with the above teaching. In this way, teaching in Indonesia is constantly being created and created to grow so that the interaction of execution provides a reliable age to have the choice to advance the Indonesian state than before. character is needed in school. Elementary schools are institutions that are supervised and managed by public authorities occupied by important schools, held officially for 6 (six) years from grade I to grade VI for members instructed throughout Indonesia.Keywords: Education, Character, Elementary School
Mengaktualisasikan NIlai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Tingkah Laku Generasi Milenial Akibat Perkembangan Teknologi Muthia Aprianti; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.177 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2658

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi dan informasi dalam periode globalisasi dapat mempermudah mengakses informasi melalui internet dengan dukungan gadget yang berfungsi sebagai alatnya. Kecanggihan tersebut juga dapat membermudah individu dalam melakukan kegiatan atau pekerjaan. Namun hal tersebut justru berdampak terhadap tingkah laku generasi milenial, generasi milenial disebut dengan generasi yang tidak dapat terlepas dari gadget. Dengan perkembangan teknologi dan informasi dalam periode globalisasi ini, menggeserkan nila-nilai pancasila dan juga kesadaran generasi milenial terhadap pancasila, yang di mana pancasila merupakan landasan bangsa yang patut dijadikan sebagai pandangan serta acuan dalam berkehidupan. Oleh karena itu untuk mengembalikan pergeseran dan kesadaran generasi milenial terhadap pancasila, perlu dilakukkan aktualisasi nilai-nilai pancasila, nilai-nilai pancasila yang mengandung makna serta arti penting bagi bangsa indonesia perlu dipupuk kembali terhadap generasi milenial sebagai penerus bangsa yang seharusnya dapat berinovasi dan berkontribusi dalam upaya memajukan bangsa indonesia. tak lupa tentu saja agar melahirkan generasi yang berbobot serta berkarakter, dengan peduli sosial, bertanggung jawab, memiliki sikap bela negara, serta cinta tanah air.Kata Kunci: Aktualisasi, Pancasila, Generasi Milenial AbstractThe development of technology and information in the period of globalization can make it easier to access information via the internet with the support of gadgets that function as tools. This sophistication can also make it easier for individuals to carry out activities or work. However, this actually has an impact on the behavior of the millennial generation, the millennial generation is called a generation that cannot be separated from gadgets. With the development of technology and information in this period of globalization, shifting Pancasila values and also the awareness of the millennial generation towards Pancasila, where Pancasila is the foundation of the nation that should be used as a view and reference in life. Therefore, to restore the shift and awareness of the millennial generation towards Pancasila, it is necessary to actualize the values of Pancasila, Pancasila values that contain meaning and significance for the Indonesian nation need to be re-fertilized for the millennial generation as the nation's successor who should be able to innovate and contribute in efforts to advance the Indonesian nation. Don't forget, of course, to give birth to a generation that has good character and is socially concerned, is responsible, has an attitude of defending the country, and loves the homeland.Keywords: Actualizaton, Pancasila, Millenial generation
Reaktualisasi Nilai Pancasila Dalam Membangun Karakter Bangsa Di Tegah Era Globalisasi Melia Nurkhalisa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.149 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2660

Abstract

AbstrakDi era globalisai ini banyak sekali pengaruh baik maupun pengaruh buruk masuk kedalam negara Indonesia dan mempengaruhi bangsa indonesia. Namun diantara banyaknya pengaruh baik, globalisasi ini mempunyai pengaruh buruk yang dapat merusak karakter bangsa Indonesia. Negara Indonesia ini sudah mempunyai karakter asli yang sudah tertanam dan melekat di dalam diri bangsa Indonesia sejak zaman dulu, dan karakter yang teah dimiliki oleh bangsa Indonesia ini adalah yang menjadi salah satu inspirasi para pendiri bangsa untuk merumuskan Pancasila yang nantinya akan menjadi dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Akan tetapi dalam pengimplementasiannya, banyak sekali ancaman dan tantangan yang menghadang salah satunya yaitu terjadinya globalisasi. Maka dari itu untuk mengembalikan karakter bangsa Indonesia yang semakin memudar diperlukan adanya reaktualisasi nilai Pancasila.Kata Kunci: globalisasi; Pancasila; karakter AbstractIn this era of globalization, there are many good influences and bad influences entering the Indonesian state and affecting the Indonesian nation. But among the many good influences, globalization has a bad influence that can damage the character of the Indonesian nation. This Indonesian state already has a genuine character that has been embedded and inherent in the Indonesian nation since ancient times, and the character that is owned by the Indonesian nation is one of the inspirations of the nation's founders to formulate Pancasila which will later become the basis of the state and the nation's outlook on life. However, in its implementation, there are many threats and challenges that confront one of them is the occurrence of globalization. Therefore, to restore the character of the Indonesian nation that is increasingly fading, there is a need for the re-actualization of the value of Pancasila.Keywords: globalization; pancsila, character
Penguatan Nilai Pancasila Pada Siswa Sekolah Dasar Di Tengah Era Disrupsi Budaya Farina Trias Alwasi; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.585 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2661

Abstract

AbstrakLunturnya nilai-nilai Pancasila di tengah generasi muda pada era globalisasi mengakibatkan perlahan eksistensi Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa hilang dari segenap jiwa masyarakat Indonesia. Perilaku masyarakat yang semakin jauh dari nilai-nilai serta norma dalam Pancasila menjadi tantangan yang cukup serius yang dihadapi bangsa saat ini. Perlu dilakukan sebuah upaya untuk mengatasi persoalan tersebut yaitu dengan menyelamatkan moral generasi muda dari pengaruh disrupsi yang mengancam kebudayaan bangsa. Penguatan nilai Pancasila yang diberikan sejak usia dini yaitu usia sekolah dasar dapat menjadi sebuah pencegahan untuk mengembalikan nilai, norma serta kebudayaan yang terkandung dalam  setiap butir Pancasila agar terinternalisasi dalam segenap jiwa dan kehidupan masyarakat Indonesia.Kata Kunci: Pancasila, Sekolah Dasar, Kebudayaan AbstractThe fading of Pancasila values among the younger generation in the era of globalization has resulted in the slowly disappearing existence of Pancasila as the nation's ideology and way of life from all the souls of the Indonesian people. The behavior of people who are increasingly far from the values and norms in Pancasila is a serious challenge facing the nation today. An effort needs to be made to overcome this problem, namely by saving the morale of the younger generation from the influence of disruption that threatens the nation's culture. Strengthening the values of Pancasila given from an early age, namely elementary school age, can be a prevention to restore the values, norms and culture contained in each item of Pancasila so that they are internalized in all the souls and lives of Indonesian people.Keywords: Pancasila, Elementary School, Culture
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Solusi Dari Tantangan Generasi Milenial Asti Widiastuti; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.778 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2666

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan deskripsi mengenai implementasi nilai Pancasila terhadap tantangan yang terjadi dikalangan generasi milenial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif berbasis studi literatur dengan mencari, membaca dan menganalisis berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel dan sumber-sumber lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti yang kita ketahui bahwa minimnya penerapan dan pengaplikasian nilai-nilai Pancasila dikalangan generasi milenial itu disebabkan oleh berbagai tantangan pada generasi milenial itu sendiri yang membuat generasi milenial tidak mengimlementasikan atau menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan baik dan benar dalam kehidupannya. Nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dijunjung tinggi dan dijadikan sebagai pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat, saat ini sudah mulai pudar bahkan ditinggalkan dan diacuhkan. Dapat dilihat pada generasi milenial yang cenderung hidup individu, lebih menyukai dan tertarik pada hal-hal baru yang bahkan mereka tidak tahu apakah itu hal yang baik atau buruk untuk dirinya, dan juga generasi milenial cenderung lebih sering berinteraksi dengan menggunakan ponsel pintarnya. Jika hal ini dibiarkan begitu saja dan dianggap sebagai hal yang wajar, maka nilai-nilai Pancasila akan dengan mudah tergantikan oleh ideologi dan aliran-aliran baru lainnya yang datang dari luar. Untuk itu agar mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, perlu diadakannya upaya atau cara untuk mengubah prilaku dan kebiasaan buruk serta menangani tantangan yang ada pada generasi milenial.Kata kunci: Generasi Milenial, Implementasi, Nilai-nilai Pancasila AbstractThe purpose of this study is to provide a description of the implementation of Pancasila values to the challenges that occur among the current-=;millennial generation. The research method used in this study is a qualitative method based on literature study by searching, reading and analyzing various sources such as books, journals, articles and other sources that can be accounted for. As we know that the lack of application and application of Pancasila values among the millennial generation is caused by various challenges to the millennial generation itself which makes the millennial generation not implement or apply Pancasila values properly and correctly in their lives. The values of Pancasila, which should be upheld and used as a way of life in social life, are now starting to fade, even being abandoned and ignored. It can be seen in the millennial generation who tend to live individually, prefer and be interested in new things that they don't even know whether it's a good or bad thing for themselves, and also the millennial generation tends to interact more often using their smart phones. If this is left unchecked and considered as a natural thing, then the values of Pancasila will be easily replaced by other ideologies and new sects that come from outside. For this reason, in order to prevent unwanted things from happening, it is necessary to make efforts or ways to change bad behavior and habits and deal with the challenges that exist in the millennial generation.Keywords: Millennial Generation, Implementation, Pancasila values
Generasi Milenial Sebagai Penerus Bangsa Dalam Perspektif Nilai-Nilai Pancasila Syifa Dilla Khansa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.916 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2667

Abstract

AbstrakKemajuan dalam suatu bangsa sangat berkaitan erat dengan peran pemudanya bagaimana ia produktif dalam kegiatan kemajuan bangsanya. Dengan begitu maksud dari penerus  bangsa ini mengartikan bahwa peranan pemuda sangat berkaitan dan bergantung pada peranan pemuda tersebut, yang menjadikan satuan komponen penting pada proses pembangunan bangsa Indonesia maupun penerus bangsa. Dengan cara berprilaku tersebut dalam pernan fungsi sosialnya pun berjalan dan saling berkaitan. Fungsi sosial milenial sangat erat kaitannya dengan lingkungannya dan perilaku dari generasi tersebut, serta dimana seluruh generasi milenial adalah sebagai  (sistem sosial dan jaringan sosial)  memenuhi kebutuhan dasar, memainkan peran sosial, dan  tekanan (shock and stress). (sedang dihadapi). Kemampuan kaum milenial dalam menjalankan fungsi sosial. Dan kita sebagai generasi penerus bangsa harus pandai dalam menjaga dan menyaring apa saja yang dapat mempengaruhi pelunturan dari nilai nilai pancasila tersebut. Dengan begitu kita paham betul sikap apa yang harus di tunjukan dan di lakukan pada kegiatan sehari hari kita sebagai generasi penerus bangsa agar dapat memajukan bangsa Indonesia tercinta.Kata Kunci: generasi milenial, nilai nilai pancasila Abstractprogress in a nation is closely related to the role of its youth how productive in the activities of the progress of the nation. Thus, the intention of the successor of this nation means that the role of youth is very important and useful to make the role of the youth, which is an important component unit in the process of nation building and the nation's successor. With this way of behaving in the role of social functions, it runs and is interrelated. The social function of millennials is very closely related to the environment and behavior of that generation, and where all millennials are (social systems and social networks) meeting basic needs, playing social roles, and stressing (shock and stress). (being faced). Millennials' ability to carry out social functions. And we as the nation's next generation must be good at maintaining and filtering anything that can affect the values of Pancasila. That way we understand very well what attitude we must show and do on a daily basis as the next generation of the nation in order to advance our beloved Indonesian nation.Keywords: millennial generation, Pancasila values
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Upaya Pembangunan Karakter Bangsa Di Era Globalisasi Modern Serli Malini; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.524 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2668

Abstract

AbstrakNilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dan acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sangat logis bahwa nilai-nilai tersebut disebarluaskan melalui banyak sektor dan kelas masyarakat. Di zaman modern atau era globalisasi seperti sekarang ini, banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu negara salah satunya hilangnya nilai-nilai luhur yang melekat pada suatu negara, dan hal ini juga yang terjadi di Indonesia saat ini, dengan banyak pengaruh globalisasi, salah satunya adalah pengaruh budaya asing yang tidak sesuai. dampak negatif globalisasi. Implementasi pendidikan berbasis Pancasila di antara siswa sangat penting karena bertujuan untuk memperkuat moralitas sesuai dengan kepribadian bangsa di Pancasila. Menerapkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa, di era globalisasi ini dapat dicapai pada waktu yang tepat. Seperti saat memperingati Hari Sumpah Pemuda, Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan dan hari libur nasional lainnya. Seseorang dengan kepribadian berarti karakter dan kepribadian. Sementara mendidik karakter adalah pendidikan bertujuan untuk melatih karakter, menanamkan karakter moral dan mulia dan untuk perilaku terlarang terkait Normanorma. Pancasila dianggap mampu melakukan perannya dalam karakter pelatihan pada siswa, setelah lulus dari sekolah, direncanakan tidak hanya memiliki intelektual yang hebat, tetapi juga satu moralitas yang baik dan moralitas yang baik dalam peran mereka dalam peran mereka dalam masyarakat.Kata Kunci: Pancasila, Pendidikan Karakter, Bangsa Indonesia AbstractPancasila values become guidelines and references in the life of the nation and state. It is logical that these values are propagated through many sectors and classes of society. In modern times or the era of globalization as it is today, there are many negative impacts caused by a country, one of which is the loss of noble values inherent in a country, and this is also happening in Indonesia today, with many influences of globalization, one of which is is an inappropriate foreign cultural influence. negative impact of globalization. Implementation of Pancasila-based education among students is very important because it aims to strengthen morality in accordance with the nation's personality in Pancasila. Applying Pancasila values to students, in this era of globalization can be achieved at the right time. Such as when commemorating Youth Pledge Day, Independence Day, Heroes Day and other national holidays. A person with personality means character and personality. While educating character is education that aims to train character, instill moral and noble character and for forbidden behavior related to norms. Pancasila is considered capable of carrying out its role in character training in students, after graduating from school, it is planned not only to have great intellectuals, but also a good morality and good morality in their role in their role in society.Keywords: Pancasila, Character Education, Indonesian Nation