Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI PERFORMA ANAEROBIK ATLET PENCAK SILAT REMAJA MELALUI PENDEKATAN INTERVAL TRAINING MODERN DI SMP NEGERI 2 SUNGGUMINASA Muhammad Qasash Hasyim
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Jurnal Ilmiah Spirit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan interval training modern dalam meningkatkan performa anaerobik atlet pencak silat remaja di SMP Negeri 2 Sungguminasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 atlet pencak silat remaja yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di SMP Negeri 2 Sungguminasa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Instrumen penelitian menggunakan Running-based Anaerobic Sprint Test (RAST) untuk mengukur kemampuan anaerobik atlet sebelum dan sesudah perlakuan. Program interval training modern diberikan selama enam minggu dengan frekuensi latihan tiga kali dalam seminggu. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 26 melalui uji statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan performa anaerobik atlet setelah diberikan program interval training modern. Nilai rata-rata pretest sebesar 352,85 watt meningkat menjadi 398,60 watt pada posttest dengan nilai selisih rata-rata sebesar 45,75 watt. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar -10,284 dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan interval training modern memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan performa anaerobik atlet pencak silat remaja. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan interval training modern efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan anaerobik atlet pencak silat remaja di SMP Negeri 2 Sungguminasa. Program latihan yang terstruktur, progresif, dan berbasis intensitas mampu meningkatkan kemampuan eksplosif serta daya tahan kerja otot atlet selama aktivitas bertanding.
PENGGUNAAN WEARABLE TECHNOLOGY UNTUK MEMANTAU AKTIVITAS FISIK DAN MENINGKATKAN SELF-REGULATED LEARNING MAHASISWA PJKR Sudirman; M. Said Zainuddin; Muhammad Qasash Hasyim
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Jurnal Ilmiah Spirit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan wearable technology berupa fitness tracker dan smartwatch terhadap pemantauan aktivitas fisik dan peningkatan self-regulated learning mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment pretest-posttest control group design yang dilaksanakan selama enam belas pertemuan pada mata kuliah Kebugaran Jasmani Berbasis Teknologi. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa PJKR angkatan 2023, dengan sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen yang menggunakan wearable technology dalam pembelajaran dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional tanpa perangkat wearable. Aktivitas fisik diukur secara objektif menggunakan data keluaran perangkat wearable yang divalidasi dengan International Physical Activity Questionnaire, sedangkan self-regulated learning diukur menggunakan Motivated Strategies for Learning Questionnaire. Data dianalisis menggunakan Paired Sample t-test, Independent Sample t-test, dan Multivariate Analysis of Variance pada taraf signifikansi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan wearable technology memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan aktivitas fisik dan self-regulated learning mahasiswa PJKR, dengan efektivitas yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional baik secara parsial maupun simultan, sehingga integrasi wearable technology direkomendasikan sebagai strategi inovatif berbasis data yang perlu dikembangkan secara sistematis dalam kurikulum PJKR guna membentuk mahasiswa yang aktif secara fisik, mandiri dalam belajar, dan melek teknologi kesehatan sebagai calon guru pendidikan jasmani profesional.
Edukasi Olahraga Pickleball Sebagai Inovasi Pembelajaran Pjok Bagi Guru Di Kecamatan Tallo Kota Makassar Muh. Syachrul Syamsuddin; Ians Aprilo; Hasbi Asyhari; Muhammad Qasash Hasyim; Muhamamd Ivan Miftahul Aziz
Jurnal Perjuangan dan Pengabdian Masyarakat : JPPM Vol. 2 No. 2 (2026): 31 Mei 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pejuang Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66968/7bd9d557

Abstract

This community service activity aims to provide education on pickleball as an innovative approach to Physical Education, Sports, and Health (PJOK) for teachers in Tallo District, Makassar City. Pickleball is a relatively new sport in Indonesia and is characterized by simple, engaging gameplay that is easy to implement in a school setting. However, many PJOK teachers are still unfamiliar with the rules, basic techniques, and teaching models for this sport. Therefore, this activity was conducted as an effort to broaden teachers’ knowledge and enhance their competencies in delivering more varied and enjoyable P.E., Sports, and Health lessons for students. The activity’s implementation methods included material presentations, training on basic pickleball techniques, game demonstrations, and hands-on practice involving all participants on the court. The activity was attended by PE teachers in Tallo Subdistrict using a participatory approach, ensuring participants not only received theoretical knowledge but also gained direct practical experience. Evaluation was conducted through observation and discussion regarding participants’ understanding and skills throughout the activity. The results of the activity showed that the teachers responded positively to the education provided. Participants were able to understand the basics of pickleball, ranging from game rules, serving techniques, hitting techniques, to the application of simple learning models in schools. This activity increased teachers’ enthusiasm for developing more creative, active, and adaptive Physical Education and Health (PJOK) learning innovations in response to the evolution of modern sports. With this initiative, pickleball is expected to become an engaging and easily implementable alternative for PJOK instruction within school settings, thereby benefiting students.