Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Menumbuhkan Kreativitas dan Kemandirian Siswa Sekolah Dasar Melalui Proyek Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal Muhammad Ilham S; Amri Amal; Romansyah Sahabuddin; Basri Bado
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4169

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik untuk memiliki kreativitas, kemandirian, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Dalam konteks ini, sekolah dasar berperan penting dalam membentuk dasar kemampuan tersebut sejak dini, termasuk dalam menyiapkan peserta didik agar mampu berpikir inovatif, mandiri, serta memiliki jiwa kewirausahaan yang berakar pada nilai-nilai lokal. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah dasar masih didominasi oleh pendekatan kognitif yang berfokus pada hafalan dan pencapaian akademik semata. Kondisi ini menyebabkan siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi kreatif dan mandiri melalui pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran proyek kewirausahaan berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan kreativitas dan kemandirian siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai hasil penelitian yang relevan terkait pendidikan kewirausahaan, penerapan kearifan lokal, serta pengembangan kreativitas dan kemandirian pada anak usia sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan proyek kewirausahaan berbasis kearifan lokal memberikan pengalaman belajar yang autentik, di mana siswa terlibat langsung dalam proses merancang produk, memecahkan masalah, dan berinovasi berdasarkan potensi daerah mereka. Selain itu, keterlibatan dalam proyek juga melatih kemampuan pengambilan keputusan, tanggung jawab, dan kerja sama, yang merupakan aspek penting dari kemandirian. Nilai-nilai budaya seperti gotong royong, kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab yang terkandung dalam kearifan lokal turut memperkuat pembentukan karakter serta identitas budaya siswa. Dengan demikian, integrasi antara kewirausahaan dan kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif untuk menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan karakter siswa sekolah dasar yang siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Optimalisasi Pemahaman dan Keterampilan Guru dalam Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Ilham S, Muhammad; Anas, Munawir; Mawarwati Mawarwati; Umar Umar; Nurul Hidayah; Fitra Marianti
Jurnal Kemitraan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Kemitraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/jkm.v1i4.803

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum in the field is not free from various challenges, especially for teachers who are faced with the demands of being able to develop innovative, adaptive teaching modules that are in accordance with the characteristics of students. SDN No. 10 Galung in Majene City is one of the elementary schools that also implements the Independent Curriculum. In this school, it was found that teachers' understanding and skills in developing teaching modules are still limited, so optimal training and mentoring are needed to support the successful implementation of the curriculum. This community service activity aims to optimize teachers' understanding and skills in developing the Independent Curriculum teaching modules. The methods used include training and mentoring. The results of this activity show a significant increase in teachers' ability to design and implement contextual and innovative teaching modules. This activity provides benefits for teachers in building more meaningful learning, student-centered, and in accordance with the principles of the Independent Curriculum.