Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Kajian Potensi Tepung Umbi Uwi Ungu (Dioscorea alata) Asal Kalimantan Barat sebagai Kandidat Bahan Baku Pembuatan Bioplastik Permatasari, Nelsy Dian; Naisali, Hyldegardis; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Witoyo, Jatmiko Eko
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i1.16099

Abstract

Umbi uwi ungu (Dioscorea alata), dikenal sebagai keribang di Kalimantan Barat, memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioplastik ramah lingkungan. Artikel ini bertujuan mengkaji potensi tepung umbi uwi ungu berdasarkan kandungan kimia, bioaktif, dan prospek aplikasinya. Tepung ini kaya akan pati dan polisakarida larut air yang penting untuk membentuk bioplastik. Selain itu, senyawa bioaktif seperti antosianin dan fenolik memberikan kapasitas antioksidan tinggi, meningkatkan stabilitas termal dan sifat fungsional lainnya. Kajian ini dilakukan dengan metode studi pustaka, menganalisis literatur dari tahun 2004 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung umbi uwi ungu memiliki potensi sebagai bahan baku bioplastik, namun diprediksi memiliki sifat mekanik kurang baik, seperti ketahanan terhadap air dan fleksibilitas. Untuk meningkatkan sifat mekaniknya perlu ditambahkan bahan lain, seperti plasticizer, polisakarida, atau zat aktif, baik zat aktif sintetis maupun alami. . Meskipun demikian, bahan ini berpotensi besar untuk mendukung keberlanjutan dengan mengurangi limbah plastik. Dengan penelitian lebih lanjut, tepung umbi uwi ungu dapat dikembangkan menjadi solusi inovatif untuk bahan kemasan ramah lingkungan di masa depan.
Exploring of Jamu Pahitan, a Traditional Bitter Drink Originating from Java, Indonesia: Ethnopharmacological Studies and Scientific Evidence Witoyo, Jatmiko Eko; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Permatasari, Nelsy Dian; Maligan, Jaya Mahar
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 5 No. 1 (2025): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v5i1.6292

Abstract

Jamu is a traditional Indonesian drink that has been recognized worldwide, and is usually drunk by Indonesians, especially Javanese, as a health drink. Jamu pahitan is a type of jamu that is made from one, two, or a mixture of herbal ingredients like Andrographis paniculata and Tinospora cordifolia, with or without adding other herbal ingredients. In Indonesia, jamu pahitan has long been used by local communities, particularly Javanese, as a blood purifier, an anti-allergy, and even a treatment for skin conditions. On another hand, Jamu pahitan could potentially be used to diabetes mellitus management, based on recent studies. Nevertheless, there are still few thorough and scientific investigations on the composition, processing, public health perception, and efficacy of jamu pahitan and its herbal constituents, particularly with regard to diabetes management. Therefore, the formula composition, processing, societal health perception, and pharmacological clinical evidence of jamu pahitan and its constituent herbal ingredients, particularly for the control of diabetes, are all covered in this review. This study's methodology was a narrative literature review, using 1992 - 2023 data as foundational information on the subjects covered. In vitro and in vivo investigations have demonstrated that the herbal ingredients contain a variety of bioactive chemicals, and the aqueous extract of the herbal ingredients composed of jamu pahitan and jamu pahitan alone has pharmacological action as antidiabetic agent. Keywords: anti-diabetic, bioactive compound, formula composition, jamu pahitan, traditional medicine
Strategi pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengolahan unggulan mangrove dan ikan lokal Palupi, Nurul Puspita; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Hardi, Esti Handayani; Susmiyati, Haris Retno; Diana, Rita; Andriyani, Yulian; Rachmawati, Maulida; Marwati; Banin, Maghfirotin Marta
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i1.22544

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran warga Desa Muara Badak Ulu dalam memanfaatkan buah mangrove dan ikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 30 November 2022 dan diikuti oleh 30 peserta, termasuk anggota PKK, Dasawisma, serta pelaku usaha lokal (UMKM). Melalui ceramah, diskusi, dan pendekatan Participatory Action Research (PAR), peserta dilatih dalam mengolah sambal bajak dari buah mangrove pidada, abon dan nugget ikan bandeng, serta es krim berbahan sirup mangrove. Selain itu, pelatihan pengemasan, pelabelan, dan fotografi produk juga diberikan untuk meningkatkan daya saing produk. Keberhasilan program ini diukur melalui tiga indikator. Pertama, seluruh peserta berhasil memproduksi empat jenis olahan dengan tingkat keberhasilan 100%. Kedua, peserta mampu menerapkan teknik pengemasan dan pelabelan yang sesuai. Ketiga, mereka berhasil mengambil foto produk dengan teknik yang baik. Ke depan, pendampingan akan difokuskan pada pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) guna memperluas pemasaran. Pelatihan pemasaran digital melalui media sosial, dengan target peningkatan penjualan 30% dalam enam bulan, serta inovasi varian rasa dan kemasan, akan semakin meningkatkan daya saing produk dan keberlanjutan usaha masyarakat.
Strategi Desain Label Kemasan dan Positioning Produk UMKM Kawasan Ekosistem Mangrove di Desa Tengin Baru Panggulu Ahmad Ramadhani Utoro; Nurul Puspita Palupi; Yulian Andriyani; Marwati Marwati; Maulida Rachmawati; Esti Handayani Hardi; Rita Diana; Haris Retno Susmiyati
ABDIKU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman Vol. 2 No. 1 (2023): ABDIKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/abdiku.v2i1.518

Abstract

ABSTRACT Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are the backbone of the country's economy, particularly in Indonesia. Instructions to improve the quality and modernization of cooperatives and MSMEs in efforts to build an inclusive economy have been issued by the President of the Republic of Indonesia. MSMEs face increasing challenges in the face of global markets and digitalization. The use of technology has become one of the skills that MSME players must master, in addition to finance and investment. To face all of this, improving MSME productivity can be achieved through proper positioning and design on packaging labels. Increasing sales needs to be approached with the creativity of MSME players in utilizing existing technology. Product photos can increase consumer purchasing interest. Presenting attractive photos that are genuine images of the products being sold provides added value to increase consumer purchasing interest in the product, especially in the food sector. This training activity was carried out in Tengin Baru Village, Sepaku District, Penajam Paser Utara Regency. Target of this activity is the community and MSME players in the mangrove ecosystem area and close to the National Capital Region (NCR) of Nusantara. The goal of this activity is to increase understanding of the function of label design and product positioning as well as product photos in improving product quality and increasing consumer purchasing interest. The results of the training have a significant effect on increasing the insights of the community, especially MSME players, in the function of packaging label design and product photos. Keywords: Design; Label; Packaging; Product Image; MSMEs ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan ujung tombak dari perekonomian negara, khususnya Indonesia. Instruksi untuk peningkatan kualitas dan modernisasi koperasi serta UMKM dalam upaya membangun ekonomi inkusif telah dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia. Tantangan UMKM semakin besar dengan dihadapkan kepada pasar global dan digitalisai. Pengusaan teknologi menjadi salah satu skill yang harus dikuasai oleh para pelaku UMKM. Selain keuangan dan investasi. Untuk mengadapi semua itu, dalam meningkatkan produktivitas UMKM dapat melalui positoning yag tepat dan desain pada label kemasan. Peningkatan penjualan perlu didekati dengan kreativitas para pelaku UMKM dalam memanfaatan teknologi yang sudah ada. Foto Produk dapat meningkatkan minat beli konsumen. Penyajian foto yang menarik dan merupakan gambar asli dari produk yang akan dijual menjadi nilai tambah tersendiri untuk meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk tersebut. Terutama pada produk pangan. Kegiatan pelatihan ini di laksanakan di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat dan pelaku UMKM di kawasan ekosistem mangrove dan dekat dengan kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang fungsi desain label dan positoning produk serta foto produk dalam meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan minat beli dari konsumen. Hasil dari pelatihan memberikan efek yang cukup signifikan terhadap penambahawan wawasan dari masyarakat khususnya pelaku UMKM dalam fungsi desain label kemasan dan foto produk. Kata kunci: Desain; Foto Produk; Kemasan; Label, UMKM
Eksplorasi Singkat Laku Tobe, “Tumpeng” Singkong Tradisional dari Pulau Timor Barat, Nusa Tenggara Timur Naisali, Hyldegardis; Witoyo, Jatmiko Eko; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Permatasari, Nelsy Dian
Cannarium Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v22i2.9092

Abstract

Pulau Timor Barat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki keragaman kuliner khas yang menggambarkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakatnya. Salah satu kuliner tradisional di NTT yang belum banyak dikenal adalah laku tobe, yang terbuat dari bahan utama singkong yang diolah menjadi tepung gaplek, yang  dikombinasikan dengan kelapa parut, dan gula merah sebagai pembentuk cita rasa. Laku tobe umumnya disajikan pada upacara adat dan memiliki bentuk kerucut menyerupai tumpeng kecil, serta cita rasa gurih dan manis. Namun, informasi mengenai komposisi bahan penyusun dan metode pembuatan laku tobe masih sangat terbatas. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan informasi mengenai komposisi bahan penyusun dan proses pembuatan laku tobe secara tradisional yang banyak dilakukan oleh Masyarakat Timor, NTT secara singkat melalui tinjauan berbagai sumber pustaka dari tahun 1991-2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa laku tobe memiliki potensi untuk dikembangkan dalam konteks pangan etnik dan dapat dikenalkan secara luas dengan tetap mempertahankan unsur tradisional dan nilai gizi yang lebih optimal. Harapannya, laku tobe dapat menjadi ikon kuliner dari NTT yang dikenal di tingkat nasional dan internasional.
Pelatihan Olahan Produk Berbasis Ikan di Ekosistem Mangrove: Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Andriyani, Yulian; Rachmawati, Maulida; Palupi, Nurul Puspita; Hardi, Esti Handayani
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v4i2.4225

Abstract

Desa Tengin Baru dan Bumi Harapan memiliki potensi besar sebagai desa strategis pendukung perekonomian Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Salah satu sumber daya utama yang dapat dimanfaatkan adalah ekosistem mangrove, yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta mendukung sektor perikanan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengolahan hasil perikanan dari ekosistem mangrove, desain kemasan dan pelabelan, serta teknik fotografi produk guna meningkatkan nilai ekonomi produk. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pelatihan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait aturan pelabelan, diversifikasi produk berbasis perikanan, serta keterampilan fotografi produk. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan secara inovatif dan berkelanjutan. Disarankan agar program lanjutan mencakup aspek legalitas, perizinan, serta strategi pemasaran untuk keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.
The physicochemical properties, bioactive composition, bioactivity, and food innovation based on Flacourtia inermis fruit: A narrative literature review Witoyo, Jatmiko Eko; Alvianto, Dikianur; Permatasari, Nelsy Dian; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 5 No. 2 (2025): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v5i2.7107

Abstract

Flacourtia inermis fruit, locally known as lobi-lobi fruit, is one of Indonesia's rare local fruits, rich in nutritional and bioactive compounds. However, the physical-chemical characteristics, bioactive composition, bioactivity, and food innovations based on the lobi-lobi fruit have not yet been comprehensively explored. So, the objective of this article is to provide a comprehensive overview of the physical-chemical characteristics, bioactive composition, bioactivity, and food innovations based on the lobi-lobi fruit, as per earlier studies. The approach used in this study is a narrative literature review, with data sources comprising earlier publications, including articles and scientific proceedings from 2011 to 2025, that are relevant to the topic under discussion. The review findings revealed that fresh lobi-lobi fruit is characterized by its high moisture, fat, and vitamin C content, as well as its richness in various phytochemical compounds, including tannins, saponins, flavonoids, phenolics, triterpenoids, alkaloids, and anthocyanins. Numerous studies have demonstrated that lobi-lobi fruit and its extracts exhibit significant bioactivities, such as antioxidant, antibacterial, antidiabetic, anti-hypertension, acting as a lipase enzyme inhibitor, and a remedy for dyslipidemia. Innovations deriving from lobi-lobi fruit include the production of vinegar and wine, alongside its application as a natural preservative for fishery products and a flavoring agent in food products. Looking ahead, there is considerable potential for lobi-lobi fruit to be utilized for fortification and supplementation in food products, as well as being processed into powder form through drying to enhance its shelf life and accessibility. Keywords: bioactive, bioactivity, food innovation, lobi-lobi fruit, physicochemical characteristics
Implementasi Hygiene dan Sanitasi di Kantin Kopikir Ika Universitas Mulawarman Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Didimus, Destian
ABDIKU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman Vol. 3 No. 1 (2024): ABDIKU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Mulawarman
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/abdiku.v3i1.1467

Abstract

Food is a necessity for humans, yet cases of food poisoning and infectious diseases related to food continue to rise. Contributing factors include poor personal hygiene, inadequate food handling, and unclean equipment. Food vendors often lack educational backgrounds in hygiene and sanitation, which affects the quality of the dishes they serve. This community service initiative emphasizes the importance of implementing hygiene and sanitation practices in the Kopikir Ika canteen at Mulawarman University. The methods used include socialization, observation, and education for the canteen operators. The results show increased awareness and understanding of the operators regarding the importance of hygiene and sanitation, as well as the steps taken to improve cleanliness standards in the canteen and the quality of the food products served.
An Overview of Extraction Methods of Bioactive Compounds from White Mulberry (Morus alba) Leaf Witoyo, Jatmiko Eko; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Alvianto, Dikianur; Naisali, Hyldegardis
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 2 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i2.387

Abstract

White mulberry (Morus alba) is a plant classified into the Morus genus and the Moraceae family, growing wild or cultivated in Indonesia. The mulberry fruit is the plant part that is more utilized than others. However, white mulberry leaves are abundant and contain bioactive and nutraceutical compounds, which benefit the medicine and food sectors, making them an exciting material to investigate further. The method used in this study was a literature review, in which data from earlier studies were collected from open-access database sources, especially Google Scholar, from 2006 to 2023. The results showed that the white mulberry leaf contains rich bioactive compounds such as alkaloids, anthraquinone, anthocyanin, flavonoids, glycosides, phenolic acids, saponins, steroids, tannic acids, and so on, which are revealed to have pharmacological activities, and also contain complete nutraceutical composition as promised as food ingredients. Extraction is the primary process for extracting bioactive compounds from white mulberry leaves. Maceration, microwave-assisted extraction (MAE), soxhlet, supercritical CO2 extraction, and ultrasonic-assisted extraction (UAE) were common methods to extract bioactive compounds and produce white mulberry leaf extracts with different characteristics. Therefore, this review highlights the effect of various extraction methods on the bioactive compounds of white mulberry leaf extracts, represented by total phenolic content (TPC) and total flavonoid content (TFC). 
Sekolah Lapang Masyarakat: Pengolahan Produk berbasis hasil perairan pada masyarakat pesisir di Kawasan Delta Mahakam dan IKN Nusantara Banin, Maghfirotin Marta; Rachmawati, Maulida; Palupi, Nurul Puspita; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani; Andriyani, Yulian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 4 (2025): JPMI - Agustus 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3642

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi besar dalam sektor perikanan dan ekosistem mangrove. Namun, pemanfaatan hasil perikanan di Desa Babulu Laut, Kabupaten Penajam Paser Utara masih menghadapi tantangan, terutama pada aspek pascapanen, diversifikasi produk, dan keberlanjutan ekosistem. Pengabdian masyarakat melalui program sekolah lapang dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM, dalam pengolahan hasil perikanan dan pemanfaatan buah mangrove jenis pidada. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan Participatory Action Research (PAR), dengan praktik pengolahan produk seperti abon ikan, bakso ikan, dan sambal bajak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta antusiasme tinggi dalam diskusi dan praktik tertama dalam penyelesaian resep parktik olahan yang mencapai 100%. Meskipun masih terdapat kekurangan karena kesalahan teknis dalam proses memasak. Program ini juga memberikan wawasan penting tentang desain kemasan produk, keamanan pangan, dan keberlanjutan sumber daya. Dukungan dari akademisi dan pemerintah setempat memperkuat dampak kegiatan ini. Kesimpulannya, kegiatan sekolah lapang berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat pesisir, memberikan nilai tambah ekonomi, serta mendukung konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Namun perlu peningkatan pada legalitas produk, manajemen keuangan, serta inovasi rasa dan kemasan.