p-Index From 2021 - 2026
5.066
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences Dialektika Jurnal INSANIA Diponegoro Journal of Management Buletin Al-Turas Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Poetika: Jurnal Ilmu Sastra KEMBARA Indonesian Language Education and Literature Ranah: Jurnal Kajian Bahasa JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Al-Qalam Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya JENTERA: Jurnal Kajian Sastra ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa Sasando : Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Jurnal Sasindo Unpam Jurnal Bébasan Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Journal Peqguruang: Conference Series INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal REFEREN VOKAL: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Nusantara Raya Public Health Risk Assesment Journal Calamity: A Journal of Disaster Technology and Engineering BAHASTRA Journal of Civil Engineering, Planning, and Design (JCEPD) Proceedings Series of Educational Studies JILS (Journal of Indonesian Legal Studies) Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

POTRET INDONESIA YANG KELABU DALAM KUMPULAN PUISI MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA KARYA TAUFIQ ISMAIL M.Hum., Ahmad Bahtiar,
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v2i2.%p

Abstract

Tulisan ini mencoba menggambarkan sejarah Indonesia yang kelam pada masa akhir orde baru yang terangkum dalam kumpulan puisi Malu Aku Jadi Orang Indonesia (MAJOI) karya Taufik Ismail. Puisi-puisi dalam kumpulan ini menampilkan berbagai kebobrokan aklahk bangsa ini menyangkut prilaku korupsi, nepotisme, hedonisme,  dan pelanggaran HAM. Akibat segala macam kekecewaan, akhirnya rakyat yang dipelopori mahasiswa berhasil melengserkan rezim orde baru. Kritik  dalam kumpulan puisi ini disampaikan dengan bahasa yang indah selain penuh dengan humor. Selain persoalan bangsa, persoalan lain dimunculkan seperti olahraga, pelajaran bahasa, kisah para pahlawan, dan ketawakwaan. Hal ini membuktikan keluasan wawasan dan pangandangan penyairnya. Kata Kunci : Indonesia, Puisi, Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Taufiq Ismail
Religiusitas dalam Puisi Subuh Karya Amir Hamzah dan Kembali Pada Tuhan Karya Jalaluddin Rumi Handayani, Tutik; Bahtiar, Ahmad; Relawati, Haeni
REFEREN Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v1i1.9169

Abstract

Tujuan penelitian ini membandingkan puisi "Subuh” karya Amir Hamzah dan "Kembali Pada Tuhan” karya Jalaludin Rumi dan bagaimana kedua pengarang tersebut mendeskripsikan religiusitasnya. Amir Hamzah dan Jalauddin Rumi dalam mendeskripsikan religiusitas dalam puisinya. Puisi "Subuh” merupakan salah satu karya dari Amir Hamzah yang cukup populer dikalangan penikmat sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian dengan kata-kata. Hasil dari penelitian tersebut Amir Hamzah menggambarkan sisi religusitasnya dengan memberikan gambaran seorang hamba yang kadang kali lalai terhadap perintah Tuhannya. Begitu apiknya Amir Hamzah mendeskripsikan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya (hablum min an-nas). Sedangkan puisi "Kembali Pada Tuhan” karya Jalauddin Rumi merupakan puisi yang memiliki makna cukup dalam. Menghadirkan bagaimana sifat Tuhan yang Maha pengampun terhadap hamba-Nya. Selayaknya serasi Asmaul Husna yakni al-Ghafur yang berarti Maha Pengampun atas dosa-dosanya hamba-Nya. Maha Pemurah akan sifat pengampun-Nya. Tetap menerima seorang hamba meski telah berulang kali melakukan dosa. Kedua puisi tersebut menghadirkan religiusitas dengan cara yang hampir serupa. Akan tetapi, keduanya tentu memiliki perbedaan dalam mewujudkan aspek religiusitas tersebut. Amir Hamzah menampakkkan nilai religiusitas dari sudut pandang seroang hamba. Sedangkan Jalaluddin Rumi menonjolkan nilai Religiusitas dari sudut pandang sang Pencipta.
Development of Poketun Application (Augmented Reality-Based Pocket Book of Pantun) to Improve Children’s Literacy Skills and Literary Appreciation Rahman, Ahmad Syaeful; Bahtiar, Ahmad
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.9166

Abstract

This study aims to develop Poketun (Pocket Book Pantun Based on Augmented Reality) as an interactive digital medium to enhance elementary school students’ reading literacy and literary appreciation. The research adopted a research and development (R&D) design with a qualitative approach, based on the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate). Data were collected through observation, interviews, documentation, and expert validation, and were subsequently analyzed descriptively. The results revealed that students’ initial reading literacy and pantun appreciation were still low; most students merely memorized pantun without understanding their aesthetic and moral values. The Poketun application was then designed with thematic pantun content, AR visualization, audiovisual features, and interactive tools that support both reading and composing pantun. Expert validation indicated that the application was feasible to use, with suggestions for improvement such as simplifying navigation, adding more diverse pantun, and providing offline access. Classroom implementation showed positive responses: students were more enthusiastic, motivated to read, and better able to grasp the meaning of pantun. Teachers also reported that the application enriched learning variation and reduced students’ boredom. The novelty of this study lies in integrating AR with literary learning, in contrast to previous studies that mostly focused on science or mathematics. Theoretically, the study expands the discourse on reading literacy and children’s literary appreciation in digital contexts, while practically, it offers innovative learning media and contributes to preserving local cultural heritage.