Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Scaffolding Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Pendidikan Pancasila SD Restika, Heni; Maritasari, Donna Boedi; Rohini, Rohini
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1386

Abstract

The teacher-centered learning process, which does not utilize engaging learning methods or media, contributes to the lack of motivation among fourth-grade students at SDN 1 Ketangga in Pancasila Education. This study aims to develop scaffolding-based Student Worksheets (LKPD) to improve student learning motivation in Pancasila Education, focusing on the aspects of perseverance in learning, resilience in the face of difficulties, interest, achievement, and independence in learning. This study uses the ADDIE development model, which includes five stages: Analysis, Development, Design, Implementation, and Evaluation. The data collection instruments used were questionnaires validated by material experts, validated by media experts, and questionnaires assessing student learning motivation. The media expert validation results achieved a score of 75, within the range of 61.3–75.6, categorized as "Good." The material expert validation results achieved a score of 57, within the range of 54.8–65, categorized as "Very Good." Therefore, the scaffolding-based student worksheet developed can be considered highly feasible for implementation to obtain data in field trials. Furthermore, the results of the student learning motivation questionnaire, piloted on 13 fourth-grade students at SDN 1 Ketangga, obtained a score of 1456, or 89%, categorized as "Very Good.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Kewirausahaan Dalam Meningkatkan Minat Berwirausaha Siswa SD Negeri 1 Gereneng Timur Kecamatan Sakra Timur Lombok Timur Amran, Moh. Azizam; Mulya, Rr. Sri Setyawati; Rohini; Hadi, Yul Alfian
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zfnrk674

Abstract

Kurikulum merdeka tidak hanya menekankan siswa terhadap nilai, melainkan menanamkan keterampilan siswa sejak bangku sekolah dasar. Melalaui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sangat penting dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa. Salah satunya di SD Negeri 1 Gereneng Timur mengangkat tema kewirausahaan pada pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa SD Negeri 1 Gereneng Timur. Pendekatan dari penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian  ini adalah Kepala Sekolah, Guru Koordinator kelas V, Guru Koordinator kelas IV, siswa kelas V dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini antara lain (1) Tahapan perencanaan dilakukan melalui kegiatan musyawarah dan pembuatan modul ajar. Tahap pelaksanaan dimulai dengan pengumpulan bahan projek. Tahap evaluasi dilakukan dengan perawatan produk dan perbaikan produk. (2) Faktor pendukung antara lain menanamkan minat siswa, keadaan lingkungan sekolah mendukung, projek yang dikembangkan dapat bermanfaat bagi masyarakat, menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, produk yang dihasilkan mudah dikembangkan, dan dukungan orang tua. Faktor penghambat antara lain waktu pelaksanaan, modal dan tempat penaruhan produk tanaman lokal. (3) Penerapan P5 dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa, menerapkan pembelajaran tentang kewirausahaan, membuat produk tanaman lokal (jahe dan kunyit) dan aksesoris dari manik-manik, menjual produk. (4) Dampak P5 dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa antara lain, pengetahuan siswa terkait dengan kewirausahaan meningkat, siswa dapat mengetahui kegiatan berwirausaha dengan cara sederhana, siswa menjadi lebih percaya diri, siswa menjadi lebih berinovasi, siswa dapat mengasah bakat yang dimiliki, siswa menjadi lebih produktif, dan menjadikan siswa lebih mandiri. Sedangkan dampak pada dimensi P5 antara lain, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, kreatif, mandiri, gotong royong dan bernalar kritis. Meningkatnya minat berwirausaha siswa dapat dilihat dari indikator minat berwirausaha  antara lain, perasaan senang, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema kewirausahaan.
Implementasi Model Project-Based Learning (Pjbl) Berbasis Budaya Lokal Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Siswa Kelas V SD Negeri 1 Moyot Suptiani, Yulinda; Parhanuddin, Lalu; Sulastri, Andi; Rohini
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/d722xf12

Abstract

Abstrak Budaya Sasak sebagai kearifan lokal mulai tergerus oleh pengaruh globalisasi, sehingga siswa kurang mengenal dan menginternalisasi nilai-nilai luhur budayanya sendiri. Hal ini berimbas pada lemahnya pembentukan karakter yang selaras dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, seperti nilai kebhinekaan global dan berkebinekaan global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project-Based Learning (PjBL) berbasis budaya lokal dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri 1 Moyot. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui berbagai kendala yang muncul dalam proses implementasi serta solusi yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas V dan siswa SDN 1 Moyot. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan memastikan keabsahan data melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL berbasis budaya lokal dapat diterapkan dengan cukup baik dan efektif dalam membangun serta memperkuat nilai-nilai karakter yang tercermin dalam Profil Pelajar Pancasila. Kendala yang ditemukan dalam implementasi meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya sumber belajar budaya lokal, serta perbedaan kemampuan siswa dalam memahami dan mengerjakan proyek. Guru mengatasi kendala tersebut dengan memberikan pendampingan intensif, menyediakan bahan ajar tambahan, serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, model PjBL berbasis budaya lokal terbukti mendukung penguatan pendidikan karakter yang kontekstual dan bermakna bagi siswa.agar pendidikan karakter yang holistik dapat tercapai secara berkelanjutan. Model PjBL berbasis budaya Sasak dapat diadopsi sebagai strategi pembelajaran inovatif yang terstruktur untuk mengintegrasikan penguatan Profil Pelajar Pancasila ke dalam mata pelajaran secara kontekstual, sekaligus menjadi panduan dalam mengembangkan perangkat ajar berbasis kearifan lokal.
Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Batu Putik Rohini, Rohini; Hadi, Yul Alfian; Arifin, Ahmad Ilham
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7035

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memperkuat pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar sebagai fondasi pembentukan moral, etika, dan perilaku sosial siswa di era digital yang penuh tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai pendidikan karakter di Sekolah Dasar Negeri 1 Batu Putik, mengidentifikasi kendala yang muncul, serta menguraikan solusi yang ditempuh sekolah dan guru dalam pelaksanaannya. Fokus penelitian diarahkan pada penerapan nilai-nilai karakter di dalam proses pembelajaran, pengembangan budaya sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan utama terdiri dari kepala sekolah, wakil kurikulum, guru wali kelas, guru agama, dan pembina ekstrakurikuler pramuka. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan positif, serta integrasi nilai religius, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Kegiatan imtaq, sholat berjamaah, dan pramuka menjadi sarana utama internalisasi nilai. Namun demikian, pelaksanaan masih menghadapi beberapa kendala, antara lain perilaku siswa yang dipengaruhi kebiasaan di luar sekolah, rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pembinaan karakter dan pengaruh media sosial. Untuk mengatasi hambatan tersebut, sekolah menerapkan strategi berupa pemberian motivasi dan bimbingan berkelanjutan, penerapan sanksi edukatif, penguatan peran guru sebagai teladan, serta komunikasi intensif dengan orang tua.
Integrasi Nilai Gotong Royong Kearifan Lokal Begawe dalam Pembelajaran PKN Kelas IV SDN 1 Darmasari Azmi, Fathul Nurul; Rohini; Rodiyah, Hadiatul; Sulastri, Andi
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17805

Abstract

Abstract: This study aims to describe the integration of Sasak tribe local wisdom values ​​in Civics learning for fourth graders at SDN 1 Darmasari. This study used a descriptive qualitative research method with the principal, fourth grade teachers, and fourth grade students as subjects. Data collection techniques used were direct observation, interviews, and documentation to obtain the required data. The data were analyzed using data analysis techniques according to Milles and Huberman: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that integrating local tribal wisdom values ​​into learning is crucial, particularly in Civics (PKN) instruction, as they must understand their own culture and environment. Integrating local wisdom into students is one way to preserve Sasak culture and prevent erosion due to globalization. Local wisdom values ​​integrated into Civics (PKN) learning include mutual cooperation (gotong royong), togetherness, cooperation, and social responsibility, reflected in local traditions such as begawe (traditional customs) and daily life practices. Integration can positively impact the development of student character. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang integrasi nilai gotong royong kearifan lokal begawe dalam pembelajaran PKN kelas IV di SDN 1 Darmasari. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru kelas IV dan peserta didik kelas IV, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi secara lansung untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Milles and Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal suku sangat penting untuk diintegrasikan dalam pembelajaran, khususnya pada pembelajaran PKN karena mereka harus mengenal budaya dan lingkungan mereka sendiri, dengan mengintegrasikan kearifan lokal kepada peserta didik merupakan salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan suku Sasak sehingga dapat menghindari terkikisnya budaya akibat globalisasi. Nilai-nilai kearifan lokal yang terintegrasi dalam pembelajaran PKN antara lain gotong royong, kebersamaan, kerjasama serta tanggung jawab sosial yang tercermin  dalam tradisi lokal seperti begawe dan praktik kehidupan sehari-hari. Melalui pengintegrasian dapat memberikan dampak baik dalam pembentukan karakteristik peserta didik.
Pengaruh Media Video Interaktif Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Sekolah Dasar Maknun, Baiq Lu'luil; Sulastri, Andi; Rohini
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.17803

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of using interactive video-based learning media on the learning outcomes of fifth-grade students in Civics Education at SDN 1 Montong Tangi. This study used a quantitative pre-experimental design, employing a one-group pretest-posttest design. The subjects of this study were 20 fifth-grade students selected using saturated sampling. The data collection instrument was a multiple-choice test consisting of 20 questions. Data analysis was conducted through normality tests, homogeneity tests, and paired t-tests. The results showed a significant increase in student learning outcomes after being given treatment in the form of interactive video-based learning media. This proves that interactive video media can increase student motivation, understanding of the material, and involvement in learning. Thus, the use of interactive video-based media can be an innovative alternative for teachers in improving the quality of Civic Education learning in elementary schools. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media interaktif berbasis video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SDN 1 Montong Tangi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, menggunakan model one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas V yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa tes hasil belajar pilihan ganda sebanyak 20 soal. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan berupa penggunaan media interaktif berbasis video pembelajaran. Hal ini membuktikan bahwa media video interaktif mampu meningkatkan motivasi, pemahaman materi, serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan media interaktif berbasis video dapat menjadi alternatif inovatif bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PKn di sekolah dasar.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS IV DI SDN 3 REMPUNG Zalwa Nadia; Donna Boedi Maritasari; Rohini Rohini
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol. 12 No. 1 (2023): PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v12i1.15637

Abstract

This study aims to develop a science module as material for learning activities, especially in science subjects using the Borg and Gall research model which consists of 10 steps simplified into 7 steps, namely (1) conducting a needs analysis, (2) planning, (3) initial product development, (4) limited testing, (5) revision of product test results, (6) main product test, (7) final product revision. This study was conducted on class IV students with a total of 22 students. This research and development instrument uses validation sheets and student response questionnaires. The results of the media design expert validation test with a total score of "58" are in the range of 51 < X ≤ 63 with the category "Good". The results of the language expert validation test with a total score of "69" are in the range of X < 63 with the category "Excellent". The results of the material expert validation test with a total score of "72" are in the range of X < 63 with the category "Excellent". The results of the questionnaire of student responses to the validity and effectiveness of the use of the modules developed received an average score of "67.5" and were in the range of X < 63 with the category "Excellent". So that it can be concluded, the science module as material for learning activities is valid and effectively used in the learning process.Keywords:  Module Teaching Materials, Natural Sciences (IPA).
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER GOTONG ROYONG SISWA DI SEKOLAH DASAR Ilma Sari; Donna Boedi Maritasari; Yuniar Lestarini; Rohini Rohini
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.6.1.104-112

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh media pembelajaran berbasis mobile learning terhadap pembentukan karakter gotong royong siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one-shot case study. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Islam Tahfizh Kerongkong dengan jumlah 17 siswa, yang terdiri dari 10 perempuan dan 7 laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi respons siswa saat tindakan dilakukan dan angket kesadaran gotong royong siswa setelah tindakan dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata respons siswa terhadap mobile learning mencapai 80% (kategori baik), mengindikasikan minat dan antusiasme belajar yang tinggi. Namun rata-rata skor angket kesadaran gotong royong siswa sebesar 63,29 (kategori cukup). Uji normalitas Shapiro-Wilk menghasilkan p = 0,306 (> 0,05), sehingga data berdistribusi normal. Uji hipotesis one-sample t-test memperoleh nilai p = 0,530 (2-tailed), lebih besar dari 0,05, sehingga hipotesis nol diterima. Artinya, secara statistik implementasi mobile learning belum memberikan pengaruh signifikan terhadap karakter gotong royong siswa. Simpulan penelitian ini, media mobile learning meningkatkan motivasi belajar siswa secara umum, tetapi tidak cukup efektif membentuk karakter gotong royong secara otomatis.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE BERBANTUAN KARTU TRUTH OR DARE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN DI KELAS IV TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Ariani, Izatun; Husni, Muhammad; Lestarini, Yuniar; Rohini, Rohini
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v12i1.5395

Abstract

This study was motivated by the low interest and learning outcomes of fourth-grade students in Civics (PPKn) at SDN 2 Banjarsari, caused by less interactive learning processes. The purpose of this study was to examine the effect of the Think-Pair-Share (TPS) learning model assisted by Truth or Dare cards on students’ learning outcomes. The research employed an experimental method using a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 20 fourth-grade students. The research instrument was a multiple-choice test measuring learning outcomes. Data were analyzed using a paired samples t-test. The results showed an improvement in the mean score from 72.50 (pretest) to 86.00 (posttest). Hypothesis testing indicated a significance value of 0.000 < 0.05, leading to the rejection of H? and acceptance of H?. In conclusion, the TPS learning model assisted by Truth or Dare cards has a positive and significant effect on improving students’ cognitive learning outcomes. It also contributes to the development of social skills, such as cooperation and confidence in expressing opinions in Civics learning.
Strategi Penanaman Nilai Karakter Sopan Santun dan Tanggung Jawab Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Tengah Maraknya Penggunaan TikTok di SDN 6 Masbagik Utara Esti Wati; Rohini Rohini; Muchamad Triyanto; Yuniar Lestarini
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 4 (2026): November (In Press)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i4.3320

Abstract

This study aims to analyze the use of the social media platform TikTok in instilling the character values of politeness and responsibility in Grade V B students during Pancasila Education lessons at SDN 6 Masbagik Utara, as well as to identify supporting factors and obstacles. This descriptive qualitative study collected data through participant observation, in-depth interviews with the principal, teachers, and students, and documentation. Data validity was verified through technique and source triangulation, followed by analysis involving data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the cultivation of politeness is evident in students' respectful communication ethics toward teachers in the classroom, although they frequently use viral TikTok terms when interacting with peers during breaks. Regarding the character of responsibility, TikTok has no direct impact on assignment completion as it is accessed purely for entertainment; however, the prevalence of short-form content has been shown to diminish perseverance and foster a desire for instant gratification in learning. As a preventive measure, teachers integrate digital literacy into Pancasila Education lessons using digital interactive boards. The primary obstacles lie in limited school supervision outside of class hours and lax parental restrictions on mobile phone usage at home. The study concludes that continuous education regarding the negative impacts of digital devices and close collaboration between schools and parents are the most effective strategies for mitigating the adverse effects of social media on students