Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Formulasi dan Evaluasinya Lulur Ubi Ungu (Ipomea batatas) Ikhsan, Ersi Arviana; Febriani, Yuyun
Sinteza Vol. 1 No. 1 (2021): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.341 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v1i1.3205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi lulur ubi ungu yang baik untuk kulit. Lulur atau Body masker adalah perawatan tubuh dengan membalut seluruh permukaan kulit tubuh menggunakan bahan masker yang mempunyai fungsi berbeda-beda. Fungsinya sesuai dengan produk yang digunakan misalnya melembutkan (softing), mengencangkan (firming), mencerahkan kulit, membantu proses detoksifikasi, atau meramingkan tubuh (slimming). Dari tujuan tersebut preformulasi yang digunakan adalah: 15,3 gram ubi ungu, 30,6 gram serbuk beras ketan, 0,02 gram metil paraben, air mawar 10 mL, susu 2 gram, dan aquades ditambahkan sampai berat 60 gram dalam pembuatan lulur. Untuk mengetahui produk lulur yang diinginkan maka dilakukan penyebaran angket terhadap 80 responden. Hasil analisis angket menunjukkan 76,3% responden pernah menggunakan lulur, 70% responden menggunakan lulur dalam bentuk semi padat, 86% responden belum pernah menggunakan lulur dari bahan ubi ungu, dan, 74% responden mengharapkan produk lulur yang digunakan dapat mencerahkan kulit.
Analisis Fitokimia dan Karakterisasi Senyawa Antosianin Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas) sebagai Bahan Dasar Lulur Hasil Budidaya Daerah Jenggik Lombok Febriani, Yuyun; Ikhsan, Ersi Arviana; Ardyati, Sulistia
Sinteza Vol. 1 No. 1 (2021): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.364 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v1i1.3207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat aktif dan mengkarakterisasi senyawa antosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu sebagai bahan dasar dalam pembuatan produk kosmetika lulur. Diharapkan dengan pembuatan lulur yang berasal dari bahan ubi jalar ungu dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai produk tepat guna dan bernilai ekonomis tinggi. Untuk tujuan ini maka dilakukanlah penelitian dengan menggunakan sampel ubi jalar ungu yang diambil dari daerah Jenggik, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Terlebih dahulu dilakukan determinasi tumbuhan dan selanjutnya melakukan analisis fitokimia dan karakterisasi senyawa antosianin ubi jalar ungu. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahawa ubi jalar ungu dari daerah jenggik mengandung senyawa flavonoid, antosianin, saponin, dan tanin. Untuk karakterisasi senyawa antosianin digunakan uji kromatografi lapis tipis dengan fase gerak butanol:asam asetat:air dengan perbandingan 4:5:1 dengan nilai Rf yang dihasilkan sebesar 0,41. Hasil ini menunjukkan bahwa ubi jalar ungu mengandung senyawa antosianin sehingga ubi jalar ungu dari daerah jenggik dapat dijadikan sebagai bahan dasar lulur.
Analisis Zat Pewarna Rhodamin B pada Jajanan Pasar di Kabupaten Lombok Timur Husani, Ariqatul; Haritani, Hartini; Febriani, Yuyun
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.4483

Abstract

Salah satu pewarna makanan yang banyak digunakan dalam proses pembuatan jajanan pasar tradisional adalah zat pewarna sintetis rhodamin B. Pewarna ini dilarang untuk digunakan pada makanan ataupun minuman karena bersifat karsinogenik atau dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis kadar rhodamin B yang terdapat pada jajanan pasar. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 sampel jajanan pasar, populasi dalam penelitian ini yaitu 6 pasar yang terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitia ini yakitu metode Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri Uv-Vis, untuk mencari data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yakni dari 30 sampel jajanan pasar yang telah di lakukan uji pewarnaan menunjukkan 6 sampel yang dicurigai mengandung rhodamin B, di uji KLT terdapat 5 sampel yang dinyatakan positif mengandung rhodamin B, dan di uji spektrofotometri menunjukkan semua sampel negatif mengandung rhodamin B. Namun terdapat pewarna lain yang di temukan pada uji spektofotometri Uv-Vis yaitu pewarna sintetis karmoisin. Dapat disimpulkan bahwa jajanan pasar yang beredar di pasar Kabupaten Lombok Timur negatif mengandung rhodamin B.
Analisis Kandungan Piroksikam dan Deksametason pada Jamu Pegal Linu yang Beredar di Lombok Timur Hanifa, Ahdiani; Febriani, Yuyun; Gemantari, Baiq Maylinda
Sinteza Vol. 4 No. 1 (2024): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v4i1.17436

Abstract

In recent year 2020 and 2021 BPOM discovered aching herbs containing medicinal chemicals such as piroxicam and dexamethasone. The addition of piroxicam and dexamethasone to herbal rheumatic pain can cause dangerous side effects such as myopathy, impaired kidney function, edema, hypertension, and gastrointestinal bleeding. The aim of this study was to determine the presence and levels of piroxicam and dexamethasone in herbal aches and pains circulating in East Lombok. The qualitative and quatittaive analysis of piroxicam and dexamethasone used in this research. The qualitative analysis used test of drug class compounds to determine the presence or absence of piroxicam and dexamethasone with FeCl3 reagent to detect piroxicam and acetic anhydrous and sulfuric acid reagent to detect dexamethasone.  Therefore, using TLC (Thin Layer Chromatography) as confirmation of the presence or absence of piroxicam and dexamethasone also used in this study. Each positive sample in the TLC process has confirmed and searched for levels using UV-Visible Spectrophotometry as quantitave analysis. The data result have analyzed by   SPSS version 16 to show the signification data in each sample. The TLC analysis results showed 6 positive samples containing piroxicam and 5 positive samples containing dexamethasone. According to assay results, the piroxicam levels were 13,71 ppm, 13,74 ppm, 14, 49 ppm, 13,87 ppm, 13, 99 ppm resepectively. The results for dexamethasone levels were 25,20 ppm, 0,45 ppm, 2,20ppm respectively. So, this show that herbal rheumatic pain in east Lombok contained piroxicam and dexamethasone with diffrence level in each sample with signification value p<0,05.
Inovasi Produksi Mie Analog di Desa Masbagik Timur: Solusi Pangan Fungsional Untuk Diabetes dan Stunting Febriani, Yuyun; Marlita, Jeli; Gunawan, Indra
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.777

Abstract

Stunting dan diabetes melitus merupakan suatu kondisi kronis yang pada dasarnya memiliki akar penyebab yang sama, yaitu ketidakseimbangan gizi dalam jangka panjang. Kekurangan gizi pada masa awal kehidupan mengakibatkan perubahan metabolisme yang dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes melitus pada usia dewasa. Oleh karena itu, nilai angka kecukupan gizi produk pangan sangat penting untuk memastikan kemanannya pada kedua kondisi tersebut. Permasalahan gizi dan kasus diabetes mellitus menjadi tantangan besar bidang kesehatan. Tingginya angka prevalensi per tahunnya menjadi kedua kasus yang serius. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan pendampingan pengembangan produk olahan pangan berupa mie analog dan tepung mocaf untuk pengendalian stunting dan diabetes melitus. Metode yang digunakan yaitu produksi, diversifikasi produk, dan pengecekan kadar kecukupan gizi produk pangan. Hasil yang diperoleh berupa mie analog rasa original, rasa kacang lebui, rasa rumput laut, dan rasa daun kelor. Diversifikasi (pengembangan) produk berupa tepung mocaf. Nilai kadar zat gizi karbohidrat berkisar antara 72-89%, protein 0.7-5.8%, dan lemak 0.4-11%. Nilai ini menunjukkan dengan tingginya karbohidrat dan protein, serta rendahnya kadar lemak membuat potensi tepung mocaf dan mie analog berperan dalam hal memenuhi kecukupan gizi sehingga mengurangi resiko terjadinya diabetes melitus dan stunting. Kesimpulan, mie analog dan tepung mocaf memiliki nilai kadar zat gizi yang cukup baik dan dapat menjadi solusi alternaif pangan bergizi dan fungsional untuk pengendalian stunting dan diabetes melitus.
2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) Radical Scavenging Analysis and Antibacterial Activities of Renggak Seed (Amomum Dealbatum Roxb) Muhlisun Azim; Puspawan Hariadi; Baiq Risma Fatmayanti; Yuyun Febriani; Annisa Rizqita Wazni; Virta Dwi Anggraini
Sinteza Vol. 5 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v5i1.28683

Abstract

Natural sources have complex interaction mechanisms in providing inhibitory effects against various radical reactions and multi-drug resistance (MDR). Amomum dealbatum (Renggak in Lombok) seed phytochemistry and bioactivities have the potential to be investigated. This study aims to explore the bioactivity of extracts and fractions of renggak seeds in reducing reactive oxygen species and inhibiting bacterial growth to overcome MDR. The methods used to determine the level of free radical scavenging and antibacterial activity in this study were the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and agar diffusion methods. The results of the phytochemical tests of the ethanolic extract of Renggak seeds contain triterpenoids, alkaloids, saponins, and phenolics. Meanwhile, in the hexane fraction were found alkaloids, saponins, and phenolics. The results of antibacterial tests on Staphylococcus aureus using the agar diffusion method for ethanol and hexane extracts at concentrations of 20, 40 and 60% were 12.50±1.00, 19.00±0.00, and 21.8±0.76 for ethanol extracts, respectively. The hexane fraction was 5.33±0.57, 10.83±0.57, and 14.33±0.28 mm. For Salmonella sp bacteria, it was 9.00±1.00, 14.16±0.29, and 18.16±1.04 mm for ethanol extracts than was 7.50±0.50, 12.67±0.76, and 15.67±0.76 mm for hexane fractions. Moreover, the ethyl acetate fraction contains triterpenoids, alkaloids, saponins and phenolics which are responsible for giving antioxidant effects with an IC50 value of 66.515±2.37 ppm and is classified as a strong antioxidant to scavenging free radicals of DPPH. The higher the concentration of the fraction, the higher the inhibition of the growth of Salmonella sp and Staphylococcus aureus bacteria. The ability of the extract and fraction to inhibit bacterial growth and reduce free radicals makes renggak seeds very potential for further investigation.
Sosialisasi Pemilihan Dan Penggunaan Kosmetik di Kalangan Siswi MA Mu’alimat Pancor, Lombok Timur Leny Ramadhan; Baiq Risma Fatmayanti; Yuyun Febriani; Arief Rafsanjani; Muhlisun Azim
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.904

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di MA Mu’alimat Pancor, Lombok Timur. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan kesadaran Siswi MA Mu’alimat mengenai pemilihan dan penggunaan kosmetik yang aman. Fenomena meningkatnya penggunaan kosmetik dikalangan remaja putri  seringkali tidak diimbagi dengan pemahamanan terhadap keamanan produk dan tampak pengunaan bahan berbahaya. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan melalui metode penyuluhan interaktif  meliputi, observasi awal, diskusi, penyusunan materi dan kuesioner, koordinasi dan perizinan dengan pihak sekolah serta pelaksanaan kegiatan disertai pretest dan posttest dan selanjutnya data di analisis dengan SPSS (Uji Wilcoxon). Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi setelah diberikan edukasi. Pada aspek pemilihan kosmetik diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,005 (p<0,05), sedangkan pada aspek penggunaan kosmetik diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,039 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswi terkait pemilihan dan penggunaan kosmetik yang aman. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswi MA Mu’alimat Pancor mengenai kosmetik aman.. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat membantu remaja lebih bijak dalam memilih dan menggunakan produk kosmetik sehingga terhindar dari penggunaan produk yang berisiko bagi kesehatan.
Karakterisasi Senyawa Aktif Antioksidan Fraksi Tongkol Jagung Ketan (Zea mays ceratina) Terhadap Perbedaan Polaritas Pelarut Yuyun Febriani; Muhammad Yasykuri Zikrillah; Ajeng Pitaloka; Puspawan Hariadi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.37113

Abstract

Produksi jagung yang tinggi di NTB (Nusa Tenggara Barat) menimbulkanlimbah yang tinggi berupa tongkol jagung yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan antioksidan pada fraksi-fraksi tongkol jagung ketanuntuk mengetahui tingkatan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH sebagai model radikal bebas.Metode penelitian dilakukan melalui proses ekstraksi dengan metode maserasi selama tiga hari kemudian difraksinasi dengan tiga pelarut yang polaritasnya berbeda yaitu n-heksan, etil asetat dan butanol. Uji bercak noda dilakukan sebagai uji kualitatif untuk mengetahui fraksi mana saja yang memiliki kandungan antioksidan sebelum masuk ke uji kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer UV-Visibel. Untuk uji kuantitatif aktivitas antioksidan dilakukan pada panjang gelombang 516,40 nm. Sampel yang digunakan adalah lima varian konsentrasi yaitu 2,5 ppm; 5 ppm; 7,5 ppm; 10 ppm dan20 ppm pada semua fraksi dan standar dengan marker (kuarsetin). Hasil absorbansi dari setiap konsentrasi fraksi dan standar kuarsetin, dihitung nilai pensentase inhibisi dan IC50 dengan regresi linear. Hasil pengujian aktivitas antioksidan didapatkan untuk standar kuasetin, fraksi butanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan secara berturut-turut 2,354 ppm; 3,740 ppm; 8,937 ppm dan 7,625 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa semua fraksi memiliki nilai IC50 mendekati standar kuarsetin dan pelarut butanol memberikan hasil terbesar dalam aktivitasnya sebagai antioksidan.
ANALISIS DAN VALIDASI KANDUNGAN IODIUM PADA GARAM RAKYAT DENGAN METODE TITRASI IODOMETRI Baiq Mina Ahlul Taqwa; Yuyun Febriani; Muhlisun Azim
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.21966

Abstract

Garam beriodium yang digunakan sebagai garam konsumsi harus memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI No.01-3556-2010) yang mengandung iodium sebesar 30-80ppm. Proses validitas hasil data suatu metode menjadi penting sebelum melakukan suatu analisis karena dengan melakukannya diharapkan menghasilkan data yang baik dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar garam dan validitas metode iodometri yang digunakan dan data validasi dikumpulkan dengan mengamati beberapa parameter yaitu presisi, akurasi, kekuatan dan spesifisitas. Sampel yang digunakan adalah 3 sampel yang beredar di wilayah Lombok timur terutama bagian selatan yang di ambil dari 3 wilayah. Penelitian ini bersifat eksperimental berskala laboratorium. Hasil penelitian menggunakan metode titrasi iodometri, dalam 3 sampel yang dititrasi langsung sudah memenuhi kadar iodium menurut SNI (30-80ppm) namun garam yang diberikan perlakuan yang berbeda dari segi suhu mengalami penurunan kadar akan tetapi masih dapat memenuhi kadar iodium menurut SNI (30-80) namun 2 sampel yang disimpan pada kantong pelastik diluar ruangan tidak memenuhi kadar iodium menurut SNI (30-80). Karna sampel 1 dengan konsentrasi 20 ppm kadarnya 28,52ppm dan sampel 2 dengan konsentrasi 20ppm,30ppm,40ppm yang berada pada rentan 26,14-28,52ppm. Sedangkan hasil dari validasi metode iodometri menunjukkan spesifisitas yang baik dan uji kekuatan yang dapat diterima dengan nilai rata-rata % RSD = 3,7%, hasil uji akurasi dengan konsentrasi 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm bahwa % recovery yang diperoleh berada pada rentan 103,1% – 109,3%, sedangkan hasil uji presisi memiliki nilai rata-rata % RSD = 3,7%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode titrasi iodometri dapat digunakan sebagai metode analisis kadar beriodium pada garam.
ANALISIS DAN VALIDASI KANDUNGAN IODIUM PADA GARAM RAKYAT DENGAN METODE TITRASI IODOMETRI Baiq Mina Ahlul Taqwa; Yuyun Febriani; Muhlisun Azim
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.21966

Abstract

Garam beriodium yang digunakan sebagai garam konsumsi harus memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI No.01-3556-2010) yang mengandung iodium sebesar 30-80ppm. Proses validitas hasil data suatu metode menjadi penting sebelum melakukan suatu analisis karena dengan melakukannya diharapkan menghasilkan data yang baik dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar garam dan validitas metode iodometri yang digunakan dan data validasi dikumpulkan dengan mengamati beberapa parameter yaitu presisi, akurasi, kekuatan dan spesifisitas. Sampel yang digunakan adalah 3 sampel yang beredar di wilayah Lombok timur terutama bagian selatan yang di ambil dari 3 wilayah. Penelitian ini bersifat eksperimental berskala laboratorium. Hasil penelitian menggunakan metode titrasi iodometri, dalam 3 sampel yang dititrasi langsung sudah memenuhi kadar iodium menurut SNI (30-80ppm) namun garam yang diberikan perlakuan yang berbeda dari segi suhu mengalami penurunan kadar akan tetapi masih dapat memenuhi kadar iodium menurut SNI (30-80) namun 2 sampel yang disimpan pada kantong pelastik diluar ruangan tidak memenuhi kadar iodium menurut SNI (30-80). Karna sampel 1 dengan konsentrasi 20 ppm kadarnya 28,52ppm dan sampel 2 dengan konsentrasi 20ppm,30ppm,40ppm yang berada pada rentan 26,14-28,52ppm. Sedangkan hasil dari validasi metode iodometri menunjukkan spesifisitas yang baik dan uji kekuatan yang dapat diterima dengan nilai rata-rata % RSD = 3,7%, hasil uji akurasi dengan konsentrasi 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm bahwa % recovery yang diperoleh berada pada rentan 103,1% – 109,3%, sedangkan hasil uji presisi memiliki nilai rata-rata % RSD = 3,7%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode titrasi iodometri dapat digunakan sebagai metode analisis kadar beriodium pada garam.