Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemanfaatan Cerita Rakyat Berbasis Antroekologi Sastra dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas: Menanamkan Nilai-nilai Budaya dan Lingkungan Nadhira, Yulia; Tanjung, Rezki Agus Pandai Yani; Suherlinda, Suherlinda; Hutagalung, Santa Hoky; Harahap, Muharrina; Wuriyani, Elly Prihasti
Jurnal Bahastra Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i1.10981

Abstract

This study examines the use of folklore based on literary anthroecology in high school learning as a means to instill cultural values and environmental awareness among students. Literature serves not only as a source of reading but also as a medium to understand the interrelationship between humans, nature, and culture. Folklore from North Sumatra, such as the legends of Lake Toba, Sampuraga, and Batu Gantung, is closely connected to ecological aspects and local wisdom that can be applied in literature-based anthroecological learning. Employing a library research method with a descriptive approach, this study analyzes the interconnections between literature, culture, and ecology within folklore. The findings reveal that folklore holds not only aesthetic literary value but also reflects human interaction with nature while embodying social and cultural values that enrich students’ perspectives. Literature learning through an anthroecological approach can be implemented through critical discussions, contextual analyses, and ecology-based literacy projects. Nevertheless, challenges remain, particularly teachers’ limited capacity to apply anthroecological methods and the scarcity of appropriate learning resources. Hence, effective strategies such as the development of teaching modules, teacher training, and the integration of technology are required to optimize the implementation of this approach in high school literature education.
ANALISIS KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA PADA NOVEL “RAHASIA DI BALIK PINTU” KARYA LAILA NURHADI Joeyakin Christo Manik; Sherly Anggreni Hasari Br Ginting; Muharrina Harahap; Rosmawaty Rosmawaty
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra sering kali digunakan untuk mencerminkan realitas kehidupan manusia melalui cerita dan karakter yang kompleks secara sosial, emosional, dan psikologis. sastra memiliki kemampuan untuk mengungkap aspek-aspek terdalam dari kehidupan manusia dan memanfaatkannya sebagai bahan untuk refleksi sosial dan psikologis yang signifikan. Pendekatan psikologi sastra berfungsi sebagai metode untuk menganalisis karakter dalam karya sastra secara lebih mendalam. Metode ini memandang tokoh fiksi sebagai cerminan pengalaman emosional dan mental manusia. Dalam novel Rahasia di Balik Pintu" karya Laila Nurhadi, tokoh Ana menggambarkan dinamika kepribadian yang menarik untuk diteliti melalui ketiga struktur kepribadian; dorongan instingtual (id), pengatur yang seimbang (ego), dan prinsip moral (superego). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan novel Rahasia di Balik Pintu karya Laila Nurhadi sebagai sumber informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga aspek tersebut, Id dan Superego tampak lebih dominan dalam membentuk perilaku dan keputusan tokoh-tokoh ini. Id terlihat dalam dorongan emosional dan naluri kuat yang memengaruhi tindakan mereka secara spontan dan penuh hasrat. Sementara itu, Superego berperan dalam membatasi tindakan dengan nilai-nilai moral dan norma sosial yang mereka anut, sehingga karakter-karakter ini sering mengalami konflik batin antara keinginan pribadi dan kewajiban moral. Adapun Ego berfungsi sebagai penyeimbang yang berusaha mencari solusi realistis agar kedua aspek tersebut dapat terintegrasi secara harmonis dalam kehidupan sehari-hari tokoh-tokoh tersebut.
PENDIDIKAN MORAL DALAM CERITA ANAK œSAMOSIR DAN œKELINCI YANG SERAKAH BAGI ANAK SEKOLAH DASAR Harahap, Muharrina; Chairunnisa, Hera; Khairani, Ita; Anggreini, Heny
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 12 No. 4 (2022): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v12i4.40966

Abstract

The purpose of this study was to determine moral education in the children's stories "Samosir" and "The Greedy Rabbit". By knowing the moral education of children's stories, it is clear that these children's stories can build the character and social character of elementary school children; educating the emotional, spiritual, and intelligence of elementary school children. This goal is motivated by the problem that moral education must be presented from an early age to children through children's stories, especially elementary school children. However, not infrequently the children's stories that are presented actually contain values that are far from building morals. Based on this problem, a research was carried out using Clifford Geertz's symbolic interpretive study with a qualitative descriptive method. The results of this study are the children's stories "Samosir" and "The Greedy Rabbit" contain moral education. However, these children's stories can also damage the morale and psyche of children if they are interpreted 'as they are'. Children can be constructed that if they make a mistake, they will receive a very big punishment. This can put pressure on the psyche of children so they are afraid to do something or do something wrong.
Pengembangan Bahan Ajar Membaca Teks Non Sastra Menggunakan Strategi SQ3R (Survey, Question, Read, Recall / Recite, Review) Berbasis Kurikulum Merdeka Untuk Peserta Didik Kelas 7 SMP IT Darul Azhariyun Devira Syabila Harahap; M. Surif; Muharrina Harahap
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pengembangan bahan ajar yang dilakukan terhadap kemampuan membaca teks non siswa kelas VII SMP IT Darul Azhariyun. Populasi dalam penelitian ini ialah siswa kelas VII. Sampel dalam penelitian ini ialah dibagi dua, menjadi satu kelas control dan satu kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 15 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancar, dan kuseioner. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan model pengembangan Thiagarajaran 4D. Berdasarkan hasil penelitian maka diketahui bahwa pengembangan bahan ajar efektif terhadap kemampuan membaca teks non sastra siswa kelas VII SMP IT Darul Azhariyun. keefektivan pengembangan materi menggunakan bahan ajar ini yang diperoleh datanya dari hasil uji coba kelas kontrol dan eksperimen menunjukan bahwa kelas eksperimen mendapatkan nilai 82.000 atau 82% yang termasuk dalam kategori efektif, sedangkan untuk kelas kontrol mendapatkan nilai 58.000 atau 59% termasuk dalam kategori tidak efektif. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan mododel pengembangan 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Pengembangan ini melalui 4 Tahapan yaitu (define, design, development and dissemination)
FORMASI DAN NEGOSIASI IDEOLOGI DALAM NOVEL ARUS BAWAH KARYA EMHA AINUN NADJIB: KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI Jakaria, Jakaria; Anggreini, Heny; Harahap, Muharrina
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.318

Abstract

Novel Arus Bawah mencerminkan perjuangan kelompok subaltern terhadap kelompok penguasa yang menahan dan menghalangi kemerdekaan dan kemakmuran masyarakat yang telah merdeka. Situasi ini menjadikan para intelektual, termasuk pengarang, melakukan perlawanan agar terbebas dari ketertindasan penguasa yang otoriter. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis formasi dan negosiasi ideologi yang ditemukan di dalam novel Arus Bawah agar dapat dipahami kontestasi ideologi yang dilakukan pengarang sebagai ekspresi kaum intelektual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan konsep Hegemoni Gramsci. Pengumpulan data menggunakan teknik simak. Data dianalisis dengan langkah-langkah, yaitu 1) mengklasifikasikan data; 2) memilih data yang relevan dengan masalah; 3) melakukan analisis data dengan konsep Gramsci; 4) membuat laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa formasi ideologi antara tokoh Punakawan (refleksi dari masyarakat subaltern) dengan tokoh Pak Kades dan Jogoboyo (refleksi dari penguasa/ pemerintah), yaitu tokoh Punakawan menghadirkan ideologi nasionalis-humanis yang terwujud dalam nilai Pancasila terhadap ideologi dominan yang terefleksi melalui tokoh Pak Kades dan Jogoboyo, yaitu militerisme. Nasionalis-Humanisme merupakan ideologi yang ingin dinegosiasikan pengarang sebagai bentuk penawaran kepada masyarakat pembaca tentang cara pandang baru, yaitu memiliki moral yang baik dan memiliki cara berpikir yang berguna untuk kepentingan masyarakat agar dapat memperbaiki kehidupan.
Pengaruh Metode Pembelajaran KWL (Know Want To Know Learned) terhadap Keterampilan Menceritakan kembali Isi Teks Fabel Siswa Kelas VII SMP Swasta Al Maksum Tahun Ajaran 2023/2024 Auliyah, Imtisalun; Harahap, Muharrina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13389

Abstract

Upaya mengetahui hasil kemampuan menceritakan kembali dan pengaruh metode pembelajaran KWL bagi peserta didik kelas VII SMP Swasta Al Maksum ialah tujuan penelitian ini. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian quasi atau penelitian kuantitif eksperimen dengan memakai desain dua kelompok sebagai objek penelitian yang berfungsi sebagai control dan eksperimen atau yang dikenal dengan two group posttest. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah tes dengan meninjau empat aspek penilaian yakni Ketepatan isi cerita, ketepatan logika ceritam kenyaringan suara, pilihan katam dan kelancaran. Populasi penelitian ini tentunya seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta Al Maksum yang mana sampel penelitian ditentukan dengan Teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa metode KWL (Know Want to Know Learned) memengaruhi kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi teks fabel. Efek positif penerapan metode KWL (Know Want to Know Learned) diwujudkan dalam peningkatan nilai siswa ketika menceritakan kembali isi teks fabel.
WORKSHOP PENGGUNAAN CANVA PADA KURIKULUM MERDEKA DI SDN KECAMATAN HAMPARAN PERAK Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Harahap, Muharrina; Mailani, Elvi; Rozi, Fahrur; Khairunnisa, Khairunnisa
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol. 15 No. 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jh.v15i1.59542

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan bertujuan untuk menciptakan guru yang mandiri dengan memberikan pendidikan, pelatihan, dan workshop kepada guru untuk dapat mengembangkan diri dalam memanfaatkan teknologi pintar sebagai media pembelajaran di SD pada kurikulum merdeka. Kegiatan ini berfokus pada pembuatan produk media pembelajaran menggunakan Canva. Mitra kegiatan ini adalah SDN Kecamatan Hamparan Perak yang meliputi tiga sekolah dengan melibatkan 40 guru. Kegiatan pengabdian dikemas melalui kegiatan workshop menggunakan metode ceramah dan persentasi dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab dan praktik pembuatan produk media pembelajaran sederhana. Pengabdian dilakukan dengan empat tahapan, yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, penilaian dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa guru mampu mengimplementasikan aplikasi dan merancang materi ajar dalam aplikasi Canva yang menghasilkan media pembelajaran berbasis teknologi pintar.
Batak Toba Women's Struggle to Protect Traditional Frankincense Forests in a Geographical Perspective Ratih Baiduri; Elly Prihasti Wuriyani; Muharrina Harahap; Ayu Febryani
JURNAL GEOGRAFI Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v17i1.64557

Abstract

Batak Toba oral literature represents women as farmers and discoverers of frankincense trees, highlighting the connection between women and nature. The ecofeminism perspective views this relationship as a form of resistance against environmental exploitation and gender injustice. The purpose of this article is to focus on the struggle of the Batak Toba Sipituhuta-Pandumaan ethnic women in preserving the indigenous frankincense forest against Toba Pulp Lestari (TPL). The research method that will be used is qualitative research with a descriptive approach. Phase I (first) will be observing, identifying, and classifying the types of Batak Toba literary works that contain Batak Toba cultural values related to environmental conservation efforts. In the second stage, participatory observations and in-depth interviews were conducted with selected informants, followed by analysis, discussion, and conclusions. The struggle of women in protecting the frankincense forest has long been represented in folklore, portraying women as the discoverers of the tree that saved their family's economy. Within the forest-owning community, women also play a role in protecting men from potential violence during conflicts. Supported by KSPPM, the prolonged struggle of Sipituhuta-Pandumaan women resulted in the recognition of their customary forest by the government in 2021. Their close connection to the frankincense forest stems from their feminine nature, characterized by a deep concern for environmental preservation and household sustainability, which is perceived as a cultural burden.
Citra Perempuan dalam Cerita Lisan Sumatera Utara Anggreini, Heny; Harahap, Muharrina; Jakaria, Jakaria; Khairani, Ita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita lisan Sumatera Utara, Puteri Berdarah Putih (Batak Toba), Puteri Dewa Gunung Lumut (Pakpak-Dairi), dan Beru Ginting Pase (Karo) mengangkat cerita tentang perempuan yang selalu dinarasikan adalah cantik dan lemah lembut. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah simak dan analisis data menggunakan kajian gender. Berdasarkan analisis, ketiga cerita lisan Sumatera Utara ini memperkuat stereotip perempuan yang tumbuh di masyarakat, yaitu cantik, lemah lembut, dan mengurus urusan domestik. Stereotip ini menjadi citra yang ideal. Citra ini adalah konstruksi kultural yang dibangun untuk menjadikan perempuan sebagai kaum subordinat. Dengan begitu, perempuan akan menjadi objek yang hadir karena imajinasi laki-laki. Ini sebagai salah satu upaya kau patriarki untuk terus memperkuat posisinya di masyarakat.