Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN MORAL DALAM CERITA ANAK œSAMOSIR DAN œKELINCI YANG SERAKAH BAGI ANAK SEKOLAH DASAR Harahap, Muharrina; Chairunnisa, Hera; Khairani, Ita; Anggreini, Heny
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 12 No. 4 (2022): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v12i4.40966

Abstract

The purpose of this study was to determine moral education in the children's stories "Samosir" and "The Greedy Rabbit". By knowing the moral education of children's stories, it is clear that these children's stories can build the character and social character of elementary school children; educating the emotional, spiritual, and intelligence of elementary school children. This goal is motivated by the problem that moral education must be presented from an early age to children through children's stories, especially elementary school children. However, not infrequently the children's stories that are presented actually contain values that are far from building morals. Based on this problem, a research was carried out using Clifford Geertz's symbolic interpretive study with a qualitative descriptive method. The results of this study are the children's stories "Samosir" and "The Greedy Rabbit" contain moral education. However, these children's stories can also damage the morale and psyche of children if they are interpreted 'as they are'. Children can be constructed that if they make a mistake, they will receive a very big punishment. This can put pressure on the psyche of children so they are afraid to do something or do something wrong.
Pengembangan Bahan Ajar Membaca Teks Non Sastra Menggunakan Strategi SQ3R (Survey, Question, Read, Recall / Recite, Review) Berbasis Kurikulum Merdeka Untuk Peserta Didik Kelas 7 SMP IT Darul Azhariyun Devira Syabila Harahap; M. Surif; Muharrina Harahap
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pengembangan bahan ajar yang dilakukan terhadap kemampuan membaca teks non siswa kelas VII SMP IT Darul Azhariyun. Populasi dalam penelitian ini ialah siswa kelas VII. Sampel dalam penelitian ini ialah dibagi dua, menjadi satu kelas control dan satu kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 15 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancar, dan kuseioner. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan model pengembangan Thiagarajaran 4D. Berdasarkan hasil penelitian maka diketahui bahwa pengembangan bahan ajar efektif terhadap kemampuan membaca teks non sastra siswa kelas VII SMP IT Darul Azhariyun. keefektivan pengembangan materi menggunakan bahan ajar ini yang diperoleh datanya dari hasil uji coba kelas kontrol dan eksperimen menunjukan bahwa kelas eksperimen mendapatkan nilai 82.000 atau 82% yang termasuk dalam kategori efektif, sedangkan untuk kelas kontrol mendapatkan nilai 58.000 atau 59% termasuk dalam kategori tidak efektif. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan mododel pengembangan 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Pengembangan ini melalui 4 Tahapan yaitu (define, design, development and dissemination)
FORMASI DAN NEGOSIASI IDEOLOGI DALAM NOVEL ARUS BAWAH KARYA EMHA AINUN NADJIB: KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI Jakaria, Jakaria; Anggreini, Heny; Harahap, Muharrina
IdeBahasa Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 1 Juni 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i1.318

Abstract

Novel Arus Bawah mencerminkan perjuangan kelompok subaltern terhadap kelompok penguasa yang menahan dan menghalangi kemerdekaan dan kemakmuran masyarakat yang telah merdeka. Situasi ini menjadikan para intelektual, termasuk pengarang, melakukan perlawanan agar terbebas dari ketertindasan penguasa yang otoriter. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis formasi dan negosiasi ideologi yang ditemukan di dalam novel Arus Bawah agar dapat dipahami kontestasi ideologi yang dilakukan pengarang sebagai ekspresi kaum intelektual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan konsep Hegemoni Gramsci. Pengumpulan data menggunakan teknik simak. Data dianalisis dengan langkah-langkah, yaitu 1) mengklasifikasikan data; 2) memilih data yang relevan dengan masalah; 3) melakukan analisis data dengan konsep Gramsci; 4) membuat laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa formasi ideologi antara tokoh Punakawan (refleksi dari masyarakat subaltern) dengan tokoh Pak Kades dan Jogoboyo (refleksi dari penguasa/ pemerintah), yaitu tokoh Punakawan menghadirkan ideologi nasionalis-humanis yang terwujud dalam nilai Pancasila terhadap ideologi dominan yang terefleksi melalui tokoh Pak Kades dan Jogoboyo, yaitu militerisme. Nasionalis-Humanisme merupakan ideologi yang ingin dinegosiasikan pengarang sebagai bentuk penawaran kepada masyarakat pembaca tentang cara pandang baru, yaitu memiliki moral yang baik dan memiliki cara berpikir yang berguna untuk kepentingan masyarakat agar dapat memperbaiki kehidupan.
Pengaruh Metode Pembelajaran KWL (Know Want To Know Learned) terhadap Keterampilan Menceritakan kembali Isi Teks Fabel Siswa Kelas VII SMP Swasta Al Maksum Tahun Ajaran 2023/2024 Auliyah, Imtisalun; Harahap, Muharrina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13389

Abstract

Upaya mengetahui hasil kemampuan menceritakan kembali dan pengaruh metode pembelajaran KWL bagi peserta didik kelas VII SMP Swasta Al Maksum ialah tujuan penelitian ini. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian quasi atau penelitian kuantitif eksperimen dengan memakai desain dua kelompok sebagai objek penelitian yang berfungsi sebagai control dan eksperimen atau yang dikenal dengan two group posttest. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah tes dengan meninjau empat aspek penilaian yakni Ketepatan isi cerita, ketepatan logika ceritam kenyaringan suara, pilihan katam dan kelancaran. Populasi penelitian ini tentunya seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta Al Maksum yang mana sampel penelitian ditentukan dengan Teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa metode KWL (Know Want to Know Learned) memengaruhi kemampuan siswa dalam menceritakan kembali isi teks fabel. Efek positif penerapan metode KWL (Know Want to Know Learned) diwujudkan dalam peningkatan nilai siswa ketika menceritakan kembali isi teks fabel.
WORKSHOP PENGGUNAAN CANVA PADA KURIKULUM MERDEKA DI SDN KECAMATAN HAMPARAN PERAK Halimatussakdiah, Halimatussakdiah; Harahap, Muharrina; Mailani, Elvi; Rozi, Fahrur; Khairunnisa, Khairunnisa
JURNAL HANDAYANI PGSD FIP UNIMED Vol. 15 No. 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jh.v15i1.59542

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan bertujuan untuk menciptakan guru yang mandiri dengan memberikan pendidikan, pelatihan, dan workshop kepada guru untuk dapat mengembangkan diri dalam memanfaatkan teknologi pintar sebagai media pembelajaran di SD pada kurikulum merdeka. Kegiatan ini berfokus pada pembuatan produk media pembelajaran menggunakan Canva. Mitra kegiatan ini adalah SDN Kecamatan Hamparan Perak yang meliputi tiga sekolah dengan melibatkan 40 guru. Kegiatan pengabdian dikemas melalui kegiatan workshop menggunakan metode ceramah dan persentasi dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab dan praktik pembuatan produk media pembelajaran sederhana. Pengabdian dilakukan dengan empat tahapan, yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, penilaian dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa guru mampu mengimplementasikan aplikasi dan merancang materi ajar dalam aplikasi Canva yang menghasilkan media pembelajaran berbasis teknologi pintar.
Batak Toba Women's Struggle to Protect Traditional Frankincense Forests in a Geographical Perspective Ratih Baiduri; Elly Prihasti Wuriyani; Muharrina Harahap; Ayu Febryani
JURNAL GEOGRAFI Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v17i1.64557

Abstract

Batak Toba oral literature represents women as farmers and discoverers of frankincense trees, highlighting the connection between women and nature. The ecofeminism perspective views this relationship as a form of resistance against environmental exploitation and gender injustice. The purpose of this article is to focus on the struggle of the Batak Toba Sipituhuta-Pandumaan ethnic women in preserving the indigenous frankincense forest against Toba Pulp Lestari (TPL). The research method that will be used is qualitative research with a descriptive approach. Phase I (first) will be observing, identifying, and classifying the types of Batak Toba literary works that contain Batak Toba cultural values related to environmental conservation efforts. In the second stage, participatory observations and in-depth interviews were conducted with selected informants, followed by analysis, discussion, and conclusions. The struggle of women in protecting the frankincense forest has long been represented in folklore, portraying women as the discoverers of the tree that saved their family's economy. Within the forest-owning community, women also play a role in protecting men from potential violence during conflicts. Supported by KSPPM, the prolonged struggle of Sipituhuta-Pandumaan women resulted in the recognition of their customary forest by the government in 2021. Their close connection to the frankincense forest stems from their feminine nature, characterized by a deep concern for environmental preservation and household sustainability, which is perceived as a cultural burden.
Citra Perempuan dalam Cerita Lisan Sumatera Utara Anggreini, Heny; Harahap, Muharrina; Jakaria, Jakaria; Khairani, Ita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita lisan Sumatera Utara, Puteri Berdarah Putih (Batak Toba), Puteri Dewa Gunung Lumut (Pakpak-Dairi), dan Beru Ginting Pase (Karo) mengangkat cerita tentang perempuan yang selalu dinarasikan adalah cantik dan lemah lembut. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah simak dan analisis data menggunakan kajian gender. Berdasarkan analisis, ketiga cerita lisan Sumatera Utara ini memperkuat stereotip perempuan yang tumbuh di masyarakat, yaitu cantik, lemah lembut, dan mengurus urusan domestik. Stereotip ini menjadi citra yang ideal. Citra ini adalah konstruksi kultural yang dibangun untuk menjadikan perempuan sebagai kaum subordinat. Dengan begitu, perempuan akan menjadi objek yang hadir karena imajinasi laki-laki. Ini sebagai salah satu upaya kau patriarki untuk terus memperkuat posisinya di masyarakat.
PENGARUH TEKNIK INVESTIGASI ROLE PLAYING TERHADAP KETERAMPILAN BERMAIN DRAMA PADA SISWA KELAS XI SMKN 4 MEDAN Jihan Aqilah Zahra; Muharrina Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.672

Abstract

This research aims to find out how class XI students at SMKN 4 Medan are able to play drama before using the Role Playing technique, to find out how the drama playing skills of class This research is classified as quantitative research with the type of experimental research. The design in this research uses _One Group pre-test and post-test design which only uses one group, namely the experimental group. This experimental group was given a pre-test before being given treatment to find out the situation before being given treatment and after receiving treatment they were given a post-test to find out the situation afterwards. In this way, the treatment results obtained are more accurate because they can be compared with the situation before the treatment was given. Based on the results of descriptive analysis, the average score for class drama playing ability was 30.8, the highest score was 22 and the lowest score was 16, after using the role play technique or in the first test it was in the poor category. The average value is 81.65%, the highest value is 52 and the lowest value is 46, and the application of the t test to evaluate the hypothesis shows the value of t_count = -55.373, and ttable = 1.703. so the value -t_tabel>t_count is -1.703 > -55.373. This result means that Ho is rejected and Ha is accepted. This means that the Role Playing investigation technique has an effect on improving drama playing skills in class XI students at SMKN 4 Medan.
KEARIFAN EKOLOGIS DALAM TOPONIMI DESA DI KECAMATAN SEI KEPAYANG BARAT KABUPATEN ASAHAN Andini; Muharrina Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i3.1026

Abstract

This research aims to identify and describe the categorization of village names and ecological wisdom in the toponymy of villages in Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan. This study uses the theory of toponymic aspects by Sudaryat and the theory of ecological wisdom. The research employs a qualitative descriptive method with data collection techniques including observation, interviews, listening and note-taking, and recording. The findings of this research are as follows: 1) The village names in Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan can be categorized based on the aspects of manifestation and culture; 2) Based on the aspect of manifestation, these village names can be divided into two categories, namely water-based (hydrological) and natural environment backgrounds, especially plants. Villages with names originating from a water-based background include Sei Lendir Village. Meanwhile, villages whose names originate from both water-based and natural environment backgrounds include Sei Jawi-Jawi, Sei Kepayang Kiri, Sei Nangka, Sei Serindan, and Sei Tualang Pandau Villages; 3) Based on the cultural aspect, the village names in Sei Kepayang Barat can be divided into two categories, namely based on the language used and myths or legends. Based on the language used, these village names originate from the Malay and Indonesian languages. Meanwhile, village names linked to myths or legends include Sei Lendir and Sei Serindan Villages; and 4) The embodiment of ecological wisdom in the toponymy of villages in Sei Kepayang Barat is the application of the principle of respect for nature. Keywords: Ecological wisdom; toponymy; Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan
Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Esai Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Muharrina Harahap; Heny Anggreini; Jakaria Jakaria; Frinawaty Lestarina Barus; Salmah Naelofaria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan berbahasa pada tugas case method mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, berupa esai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa esai mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang merupakan produk case methode mata kuliah Sastra Lisan (semester tiga). Peneliti memilih tiga esai yang sesuai dengan kebutuhan peneliti untuk memeroleh hasil penelitian yang ingin dicapai atau disebut metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis, yaitu metode padan ortografis, yang alat penentunya adalah tulisan dengan konsep EYD dan kesalahan berbahasa. Hasil penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia masih sering melakukan kesalahan berbahasa Indonesia dalam pengerjaan produk case methode yang berupa esai.