Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Bahan Ajar Membaca Teks Non Sastra Menggunakan Strategi SQ3R (Survey, Question, Read, Recall / Recite, Review) Berbasis Kurikulum Merdeka Untuk Peserta Didik Kelas 7 SMP IT Darul Azhariyun Devira Syabila Harahap; M. Surif; Muharrina Harahap
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pengembangan bahan ajar yang dilakukan terhadap kemampuan membaca teks non siswa kelas VII SMP IT Darul Azhariyun. Populasi dalam penelitian ini ialah siswa kelas VII. Sampel dalam penelitian ini ialah dibagi dua, menjadi satu kelas control dan satu kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 15 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancar, dan kuseioner. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan model pengembangan Thiagarajaran 4D. Berdasarkan hasil penelitian maka diketahui bahwa pengembangan bahan ajar efektif terhadap kemampuan membaca teks non sastra siswa kelas VII SMP IT Darul Azhariyun. keefektivan pengembangan materi menggunakan bahan ajar ini yang diperoleh datanya dari hasil uji coba kelas kontrol dan eksperimen menunjukan bahwa kelas eksperimen mendapatkan nilai 82.000 atau 82% yang termasuk dalam kategori efektif, sedangkan untuk kelas kontrol mendapatkan nilai 58.000 atau 59% termasuk dalam kategori tidak efektif. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan mododel pengembangan 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Pengembangan ini melalui 4 Tahapan yaitu (define, design, development and dissemination)
Ironi dan Perjuangan Perempuan dalam Kajian Feminisme Puisi 'Manifesto' Karya Toeti Heraty Nadhira, Yulia; Tanjung, Rezki Agus Pandai Yani; Akbar, Rizky Fauzan; Harahap, Muharrina; Wuriyani, Elly Prihasti
Jurnal Bahastra Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v9i2.10444

Abstract

The irony in women's struggle emerges when societal expectations clash with the reality of their pursuit of equality and freedom. Despite being confined by traditional gender roles, women persist in challenging patriarchal structures and reclaiming their rights. Toeti Heraty’s poem Manifesto eloquently captures this paradox, offering a powerful critique of patriarchy, gender stereotypes, and the systemic injustices faced by women. This study aims to examine the poem through the lens of feminist theory, highlighting the subversion of patriarchal norms and the position of women within the social hierarchy. Employing a qualitative descriptive method, the research analyzes the poetic devices and thematic elements used to convey feminist resistance. The findings indicate that Manifesto articulates the lived experiences of women under patriarchal oppression, underscores the ironic tension in the quest for emancipation, and ultimately calls for female agency in transforming a world shaped by male domination.
Subjek Otentik dalam Cerpen "Membunuh Mini" Karya M. Aan Mansyur: Perspektif Slavoj Zizek Anggreini, Heny; Harahap, Muharrina; Jakaria, Jakaria
Asas: Jurnal Sastra Vol. 13 No. 2 (2024): ASAS : Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ajs.v13i2.60966

Abstract

Membunuh Mini merupakan sebuah cerpen yang ˜menyentil™ pembaca untuk sadar terhadap kondisi sosial, budaya, dan politik di masyarakat. M. Aan Mansyur mengingatkan hal tersebut melalui penggambaran tokoh borjuis yang diperankan oleh Erwin (majikan) dan tokoh porletar yang diperankan oleh Mini (budak) dan Sikki (budak). Tokoh yang akan diangkat adalah tokoh Sikki sebagai budak yang selalu menuruti, mematuhi perintah tuannya untuk menjaga keberadaannya, termasuk dalam cerita ini adalah membunuh Mini yang hamil akibat perbuatan Erwin. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat: (a) seberapa jauh seorang sastrawan menjadi otentik saat menulis karya sastra? b) apakah di dalam karya sastra, pengarang berhasil membangun subjek otentik? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang dianalisis secara deskriptif melalui kata-kata menggunakan teori Slavoj Zizek. Hasil analisis menunjukkan bahwa subjek Sikki melakukan tindakan radikal dengan melakukan œkebohongan kepada majikannya karena dimensi simbolik (Tuan dan Budak) yang menekannya sehingga mengalami lack dalam dirinya. Keadaan lack dalam diri subjek pada akhirnya tidak menghasilkan sesuatu. Freedom yang ingin dicapai subjek menjadi ilusi dan tidak menjadi nyata. Subjek Sikki dan Mansyur sama-sama tidak mampu menuju œyang real dengan bukti bahwa keduanya menyerah pada œyang simbolik” norma.
Analisis Penggunaan Sarkasme pada Demonstrasi Indonesia Gelap 21 Februari 2025: Semiotika Ferdinand De Saussure Yani, April; Nola Syahfira, Krista; Siahaan, Yesika; Winkasari, Tiara; Harahap, Muharrina
eScience Humanity Journal Vol 5 No 2 (2025): eSience Humanity vol 5.2. May 2025
Publisher : Asosiasi Ide Bahasa Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/esci.v5i2.248

Abstract

This study analyzes the use of sarcasm in the "Dark Indonesia" demonstration on February 21, 2025 using Ferdinand de Saussure's semiotic approach. Sarcasm is used as a communication tool to convey criticism of government policies through speeches, protest banners, and social media. This study is qualitative descriptive with data obtained from the TikTok platform. The results of the analysis show that sarcasm functions as an effective form of expression of social criticism, reflecting public dissatisfaction with government policies. Using the concept of signifiers and signifieds, this study reveals the meaning behind sarcastic speech and its impact on political discourse in Indonesia. This study contributes to linguistic studies and understanding of the role of language in socio-political dynamics.
TALKING TO MACHINES, WRITING THE SELF: A DISCOURSE ANALYSIS OF AI-ENHANCED LITERARY LITERACY AMONG VOCATIONAL STUDENTS Safii, Muhammad; Hadi, Wisman; Harahap, Muharrina
Journal of Pragmatics and Discourse Research Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jpdr.v5i1.1295

Abstract

In the age of digital education, artificial intelligence (AI) has emerged as a promising tool to improve literary literacy, particularly among vocational high school students who often perceive literature as abstract or irrelevant. This study investigates the impact of AI-enhanced learning on students’ engagement with literary texts, reframing the research through a discourse analysis lens. We collected data through interviews and classroom observations at SMK Swasta Al Ma'shum Kisaran, using a qualitative phenomenological method. Students interacted with AI platforms to generate, evaluate, and discuss literary content. While results confirm that AI increased student motivation, improved access to information, and provided personalized feedback, this study extends beyond surface-level outcomes by analyzing how discourse practices shifted during learning. Students described AI as an "expert" or “companion,” reflecting new relational discourses between humans and machines. AI feedback embedded implicit discourses of authority, clarity, and guidance, which students often mimicked in their writing. Furthermore, literary production became a space of identity negotiation, with students using metaphor, cultural reference, and narrative framing increasingly sophisticatedly. Immediate feedback from AI not only reinforced language patterns but also shaped students’ self-perceptions as readers and writers. This research contributes to the emerging field of digital discourse studies by illustrating how AI functions not merely as a tool but as a discursive partner in education. Educators must take into account the linguistic and technological aspects of AI integration to foster critical and reflective language use through digital literacy. Future studies should look into how different forms of communication and identity are shaped in learning environments that use AI, across various educational settings.
ANIMATING IDENTITY: A DISCOURSE ANALYSIS OF PAK-PAK FOLKLORE IN LOCALIZED DIGITAL TEACHING MATERIALS Simbolon, Sanris Lawanti; Ansari, Khairil; Harahap, Muharrina
Journal of Pragmatics and Discourse Research Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jpdr.v5i1.1236

Abstract

This study explores the development of localized digital teaching materials using animated Pak-Pak folklore, reframed through a discourse analysis perspective. While the current research focuses on the pedagogical benefits of animation in enhancing students understanding and engagement with local culture, this paper extends the discussion by analyzing the discursive elements embedded in storytelling, teacher narration, and student interpretation. Using qualitative methodsliterature analysis, classroom observation, interviews, and student responsesthe study examines how folklore as discourse transmits cultural values, shapes identity, and promotes moral reasoning in eighth-grade classrooms. Results indicate that animation enhances comprehension of narrative elements, such as setting, characters, and values. More importantly, students engage in reflective discussions where values like courage, honesty, and cooperation are expressed and negotiated in their own language. Teachers also act as discourse mediators, framing cultural messages through narration and prompting. The study shows that discourse, visual storytelling, and interactivity work together to turn folklore into a living cultural experience rather than static heritage. Despite challenges such as limited teacher digital skills and infrastructure gaps, the findings highlight the promise of integrating discourse-sensitive animated materials into the Merdeka Curriculum. Future research is recommended to explore how localized narratives in digital formats influence language use, value expression, and cultural identity formation in various Indonesian classrooms. This approach contributes to both educational media development and critical discourse studies by bridging visual literacy, cultural storytelling, and classroom interaction.
Pendekatan Antro-Ekologi dalam Pembelajaran Sastra Puisi di SMP: Integrasi Nilai Budaya dan Kesadaran Lingkungan Sihotang, Aprina Enzel; Rahmadhani, Uci; Akbar, Rizky Fauzan; Saragih, Sanrais Josua; Harahap, Muharrina; Wuriyani, Elly Prihasti
Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (PENDISTRA) Vol 8 No 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/pendistra.v8i1.4736

Abstract

Pembelajaran sastra puisi di SMP berperan dalam mengembangkan apresiasi sastra, kreativitas, dan pemahaman nilai budaya serta lingkungan. Pendekatan antro-ekologi menghubungkan aspek antropologi dan ekologi dalam memahami serta menciptakan puisi. Penelitian ini menganalisis efektivitas pendekatan tersebut dalam meningkatkan apresiasi dan keterampilan menulis puisi siswa. Dengan metode kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan antro-ekologi meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya imajinasi, dan mendorong kesadaran lingkungan. Namun, kendala seperti keterbatasan bahan ajar dan kurangnya pelatihan guru tetap menjadi tantangan. Kesimpulannya, pendekatan ini efektif dan diharapkan dapat diterapkan lebih luas untuk membentuk siswa yang kreatif, berbudaya, dan peduli lingkungan.
Pendekatan Antro-Ekologi dalam Pembelajaran Sastra Puisi di SMP: Integrasi Nilai Budaya dan Kesadaran Lingkungan Sihotang, Aprina Enzel; Rahmadhani, Uci; Akbar, Rizky Fauzan; Saragih, Sanrais Josua; Harahap, Muharrina; Wuriyani, Elly Prihasti
Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (PENDISTRA) Vol 8 No 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/pendistra.v8i1.4736

Abstract

Pembelajaran sastra puisi di SMP berperan dalam mengembangkan apresiasi sastra, kreativitas, dan pemahaman nilai budaya serta lingkungan. Pendekatan antro-ekologi menghubungkan aspek antropologi dan ekologi dalam memahami serta menciptakan puisi. Penelitian ini menganalisis efektivitas pendekatan tersebut dalam meningkatkan apresiasi dan keterampilan menulis puisi siswa. Dengan metode kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan antro-ekologi meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya imajinasi, dan mendorong kesadaran lingkungan. Namun, kendala seperti keterbatasan bahan ajar dan kurangnya pelatihan guru tetap menjadi tantangan. Kesimpulannya, pendekatan ini efektif dan diharapkan dapat diterapkan lebih luas untuk membentuk siswa yang kreatif, berbudaya, dan peduli lingkungan.
Pemanfaatan Cerita Rakyat Berbasis Antroekologi Sastra dalam Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas: Menanamkan Nilai-nilai Budaya dan Lingkungan Nadhira, Yulia; Tanjung, Rezki Agus Pandai Yani; Suherlinda, Suherlinda; Hutagalung, Santa Hoky; Harahap, Muharrina; Wuriyani, Elly Prihasti
Jurnal Bahastra Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i1.10981

Abstract

This study examines the use of folklore based on literary anthroecology in high school learning as a means to instill cultural values and environmental awareness among students. Literature serves not only as a source of reading but also as a medium to understand the interrelationship between humans, nature, and culture. Folklore from North Sumatra, such as the legends of Lake Toba, Sampuraga, and Batu Gantung, is closely connected to ecological aspects and local wisdom that can be applied in literature-based anthroecological learning. Employing a library research method with a descriptive approach, this study analyzes the interconnections between literature, culture, and ecology within folklore. The findings reveal that folklore holds not only aesthetic literary value but also reflects human interaction with nature while embodying social and cultural values that enrich students’ perspectives. Literature learning through an anthroecological approach can be implemented through critical discussions, contextual analyses, and ecology-based literacy projects. Nevertheless, challenges remain, particularly teachers’ limited capacity to apply anthroecological methods and the scarcity of appropriate learning resources. Hence, effective strategies such as the development of teaching modules, teacher training, and the integration of technology are required to optimize the implementation of this approach in high school literature education.
ANALISIS KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA PADA NOVEL “RAHASIA DI BALIK PINTU” KARYA LAILA NURHADI Joeyakin Christo Manik; Sherly Anggreni Hasari Br Ginting; Muharrina Harahap; Rosmawaty Rosmawaty
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra sering kali digunakan untuk mencerminkan realitas kehidupan manusia melalui cerita dan karakter yang kompleks secara sosial, emosional, dan psikologis. sastra memiliki kemampuan untuk mengungkap aspek-aspek terdalam dari kehidupan manusia dan memanfaatkannya sebagai bahan untuk refleksi sosial dan psikologis yang signifikan. Pendekatan psikologi sastra berfungsi sebagai metode untuk menganalisis karakter dalam karya sastra secara lebih mendalam. Metode ini memandang tokoh fiksi sebagai cerminan pengalaman emosional dan mental manusia. Dalam novel Rahasia di Balik Pintu" karya Laila Nurhadi, tokoh Ana menggambarkan dinamika kepribadian yang menarik untuk diteliti melalui ketiga struktur kepribadian; dorongan instingtual (id), pengatur yang seimbang (ego), dan prinsip moral (superego). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan novel Rahasia di Balik Pintu karya Laila Nurhadi sebagai sumber informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga aspek tersebut, Id dan Superego tampak lebih dominan dalam membentuk perilaku dan keputusan tokoh-tokoh ini. Id terlihat dalam dorongan emosional dan naluri kuat yang memengaruhi tindakan mereka secara spontan dan penuh hasrat. Sementara itu, Superego berperan dalam membatasi tindakan dengan nilai-nilai moral dan norma sosial yang mereka anut, sehingga karakter-karakter ini sering mengalami konflik batin antara keinginan pribadi dan kewajiban moral. Adapun Ego berfungsi sebagai penyeimbang yang berusaha mencari solusi realistis agar kedua aspek tersebut dapat terintegrasi secara harmonis dalam kehidupan sehari-hari tokoh-tokoh tersebut.