Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Uji Efektivitas Antiinflamasi Gel Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Jeruk Gerga Lebong Pada Mencit Charly Agustin; Oktoviani Oktoviani; Tri Danang Kurniawan; Ikhsan Ikhsan; Reza Rahmawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1135

Abstract

Inflamasi merupakan proses normal tubuh terhadap rangsangan yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, ditandai dengan kemerahan, nyeri, rasa panas, pembengkakan, dan gangguan fungsi. Kulit buah jeruk Gerga Lebong mengandung flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin yang memiliki potensi antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat antiinflamasi gel ekstrak etanol 70% dari kulit buah jeruk Gerga Lebong. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang menggunakan 30 mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif, Formula 1 (5%), Formula 2 (15%), dan Formula 3 (25%). Mencit-mencit tersebut dipuasakan 18 jam, kemudian diinduksi dengan karagenan dan edema diukur menggunakan plethysmometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak etanol 70% yang diekstrasi dari kulit buah jeruk Gerga Lebong memiliki aktivitas antiinflamasi terhadap edema mencit. Uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antar kelompok perlakuan. F1 (5%) menunjukkan efektivitas antiinflamasi terbaik dibandingkan dengan F2 (15%) dan F3 (25%), karena menghasilkan persentase rata-rata penghambatan edema tertinggi. F2 dan F3 kurang optimal karena formulasi terlalu encer, sehingga tidak dapat membentuk gel dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol 70% kulit buah jeruk Gerga Lebong memiliki khasiat antiinflamasi, dengan konsentrasi optimal ditemukan pada F1 (5%).
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Dengan Metode Sonikasi Tiara Nisrina Fitri; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1166

Abstract

Kulit wajah memerlukan perawatan yang tepat untuk menjaga kebersihan, kelembapan, dan kesehatan kulit, salah satunya melalui penggunaan toner. Daun Salam yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan toner ekstrak etanol 96% daun salam menggunakan metode sonikasi. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%) konsentrasi ekstrak. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki aroma green tea. Nilai pH berada pada rentang 5,40–6,47 dan viskositas 1,29–2,75 cPs yang memenuhi standar toner. Uji kelembapan menunjukkan peningkatan kelembapan kulit dari 65,08% pada F0 hingga 77,51% pada F3. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya kemerahan, gatal, maupun pembengkakan. Uji hedonik menunjukkan formula F2 memperoleh tingkat kesukaan tertinggi sebesar 80%. Berdasarkan hasil evaluasi, F2 merupakan formula terbaik karena memiliki karakteristik fisik yang baik, mampu meningkatkan kelembapan kulit, tidak menimbulkan iritasi, dan paling disukai panelis.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Pelembab Wajah Nabila Aulia Putri; Tri Danang Kurniawan; Putri Mulia; Samwilson Slamet
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1168

Abstract

Perawatan kulit wajah merupakan upaya penting dalam menjagakesehatan kulit dan mencegah berbagai permasalahan sepertijerawat, iritasi dan kekusaman. Salah satu sediaan yang berperandalam penyempurnaan pembersihan kulit adalah toner. Penelitianini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaantoner ekstrak daun papaya (Carica papaya L.) dengan variasikonsentrasi sebagai bahan aktif. Metode penelitian yang digunakanadalah eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Ekstrak dilakukanmenggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Produk toner dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, tingkat kelembapan, potensi iritasi, serta uji hedonik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan fisik sediaan toner, memiliki bentuk yang cair, homogen dan beraroma bunga lily, dengan pH berkisaran antara 5,4– 6,5 yang sesuai dengan dengan pH fisiologis kulit yaitu (4,5–6,5). Nilai viskositas sediaan 1,23–2,64 cPs menunjukkan karakteristik sediaan toner yang sesuai dengan standar (<5 cPs). Peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan peningkatan hidrasi kulit yang berkisaran 3,9% – 6,0%, dengan efektivitas tertinggi pada F3. Uji iritasi menunjukkan hasil aman untuk digunakan, dan F2 (3%) menjadi formula paling disukai berdasarkan uji hedonik panelis.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynous (L) Merr) Sebagai Pelembab Wajah Anggini dwi silfianti; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri; Rose Intan Perma Sari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1174

Abstract

Daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) berpotensi digunakan sebagai bahan alami dalam sediaan perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 96% daun katuk menjadi sediaan toner serta mengevaluasi mutu fisik, efektivitas kelembapan, dan keamanan sediaan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%) ekstrak daun katuk. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki nilai pH pada rentang 4,8–6,47 sehingga masih sesuai dengan pH kulit. Nilai viskositas seluruh formula berada pada rentang 0,96–3,24 cPs dan memenuhi persyaratan sediaan toner. Uji kelembapan menunjukkan nilai kelembapan kulit berkisar 62,3%–66,2%, dengan formula F2 dan F3 memberikan hasil lebih baik dibandingkan formula lainnya. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi seperti kemerahan, gatal, maupun rasa perih pada kulit. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 96% daun katuk dapat diformulasikan menjadi sediaan toner yang memenuhi persyaratan mutu fisik, aman digunakan, dan dapat dikembangkan.
Uji Efek Antipiretik Ekstrak Daun Gelinggang Yang Diberikan Secara Oral Pada Mencit Putih Jantan Fatima Khoirunisa; Dwi Kurnia Putri; Suci Rahmawati; Tri Danang Kurniawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1202

Abstract

Demam merupakan peningkatan suhu tubuh di atas normal yang terjadi karena adanya gangguan pada pusat pengatur panas di hipotalamus. Salah satu alternatif terapi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti daun gelinggang (Cassia alata L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ektrak etanol daun gelinggang terhadap aktivitas antipiretik pada mencit putih jantan yang diinduksi ragi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap menggunakan 5 kelompok, yaitu kontrol sehat (aquadest), kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (paracetamol) serta kelompok perlakuan ekstrak dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Induksi antipiretik dilakukan dengan pemberian ragi 40% kemudian dilakukan perlakuan setelah 1 jam induksi. Hasil uji Tukey menunjukkan bahwa ekstrak daun gelinggang memiliki efek antipiretik pada mencit. Dosis 200 mg/kgbb memiliki rata-rata suhu tubuh tertinggi dibandingkan kelompok lain dengan selisih 0,5433°C terhadap kontrol negatif. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun gelinggang dosis 200 mg/kgbb memberikan efek antipiretik yang lebih baik dibandingkan kontrol positif dan dosis 100 mg/kgbb. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan dosis ekstrak daun gelinggang dapat memperkuat efek penurunan suhu tubuh.
Uji Efektivitas Analgetik Ekstrak Etanol Daun Gelinggang (Cassia alata L) Pada Mencit Jantan (Mus musculus) Regina Anggun Pitri; Dwi Kurnia Putri; Vernonia Yora Saki; Tri Danang Kurniawan; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1208

Abstract

Gelinggang (Cassia alata L) mengandung metabolit sekunder yaitu, flavonoid, alkaloid yang diduga memiliki efektivitas analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgetik ekstrak daun gelinggang (Cassia alata L) pada mencit jantan (Mus musculus) dengan metode hot plate. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Gelinggang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan pemekatan dengan rotary evaporator. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, serta dua kelompok perlakuan ekstrak daun gelinggang dosis 250 mg/kgBB dan dosis 500 mg/kgBB. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati latensi. Hasil uji Anova menunjukkan (sig <0,05) yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara kelima kelompok perlakuan. Kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey untuk melihat perbedaan antara kelompok perlakuan, di mana hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak 500 mg/kgBB menunjukkan aktivitas analgesik lebih baik karena mampu meningkatkan waktu latensi secara signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif dan memberikan efek yang mendekati kontrol positif. Nilai rata-rata uji Tukey tertinggi terdapat pada kelompok positif (16,36), diikuti oleh ekstrak 500 mg/kgBB (15,92).
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Aren (Arenga Pinnata Merr.) Anissa nayla septri; Risky Hadi Wibowo; Suci Rahmawati; Tri Danang Kurniawan; Dwi Kurnia Putri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1257

Abstract

Kulit buah aren (Arenga Pinnata Merr.) merupakan limbah tanaman yang mengandung metabolit sekunder dan berpotensi sebagai antimikroba alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak etanol 70% kulit buah aren dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis ATCC 6633, Escherichia coli ATCC 25922, dan jamur Candida albicans, serta mengidentifikasi kandungan metabolit sekundernya. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas antimikroba diuji dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak mampu menghambat pertumbuhan B. subtilis dan E. coli, tetapi tidak menghambat pertumbuhan C. albicans. Konsentrasi 75% merupakan konsentrasi paling efektif dengan zona hambat sebesar 2,06 mm terhadap B. subtilis (kategori lemah) dan 8,16 mm terhadap E. coli (kategori sedang). Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi p<0,05, yang menandakan adanya pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antimikroba. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 70% kulit buah aren berpotensi sebagai antimikroba alami terhadap B. subtilis dan E. coli.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% Kulit Jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis Osbeck.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Riani Apriwindi; Oktoviani Oktoviani; Suci Rahmawati; Ikhsan Ikhsan; Tri Danang Kurniawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total pada ekstrak etanol 70% kulit jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis Osbeck.) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70%, diikuti dengan penetapan kadar flavonoid menggunakan pereaksi AlCl₃ dan standar kuersetin. Analisis dilpenuliskan melalui pembuatan kurva kalibrasi pada panjang gelombang maksimum, kemudian nilai absorbansi sampel diukur dan dihitung menggunakan persamaan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kental yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 30,871% dan mengandung senyawa flavonoid berdasarkan uji fitokimia. Penetapan kadar flavonoid total menunjukkan bahwa kulit jeruk Gerga Lebong berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan dalam bidang farmasi dan kesehatan. Metode spektrofotometri UV-Vis terbukti efektif, sensitif, dan penulisrat dalam analisis kuantitatif flavonoid. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai bahan alami bernilai tambah.
Analisis Cemaran Colifrom Dan Escherichia coli Pada Buah Potong (Rujak) Di Pantai Panjang, Kota Bengkulu Melalui Pendekatan Metode KIT dan MPN Betta Nirwana; Sipriyadi Sipriyadi; Rose Intan Perma Sari; Tri Danang Kurniawan; Putri Mulia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1309

Abstract

Buah potong (rujak) merupakan salah satu makanan siap saji yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi mikrobiologi akibat proses pengolahan dan penyimpanan yang kurang higienis. Keberadaan bakteri Coliform dan Escherichia coli pada pangan dapat menjadi indikator rendahnya sanitasi serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cemaran bakteri Coliform dan Escherichia coli pada buah potong (rujak) yang dijual di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu serta membandingkan efektivitas metode Compact Dry EC (KIT) dan metode Most Probable Number (MPN). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 10 pedagang rujak. Analisis dilakukan menggunakan metode KIT untuk mendeteksi jumlah koloni bakteri dan metode MPN melalui uji penduga, uji penguat, serta uji pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 10 sampel positif terkontaminasi Escherichia coli. Metode KIT menunjukkan jumlah bakteri tertinggi sebesar 800 CFU/mL, sedangkan metode MPN menunjukkan nilai tertinggi ≥1898/100 mL. Uji pelengkap pada media EMBA menunjukkan terbentuknya koloni hijau metalik yang mengindikasikan adanya Escherichia coli. Berdasarkan hasil tersebut, sebagian sampel buah potong (rujak) di Pantai Panjang Kota Bengkulu belum memenuhi standar keamanan pangan secara mikrobiologis.
Analisis Penyalahgunaan Formalin Pada Mie Basah Yang Di Jual Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Syahbananda Zulyan Palse; Putri Mulia; Tri Danang Kurniawan; Ikhsan Ikhsan; Suci Rahmawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1326

Abstract

Mie basah merupakan salah satu pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena praktis dan ekonomis. Namun, masih ditemukan penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet pada mie basah, formalin dilarang digunakan dalam pangan karena berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyalahgunaan formalin pada mie basah yang dijual di Pasar Tradisional Kota Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan sampel sebanyak 12 mie basah  yang diambil dari Pasar Tradisional di Kota Bengkulu. Uji kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi Schiff, KMnO₄, dan asam kromatofat. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dari 12 sampel mie basah, terdapat 4 sampel positif mengandung formalin, yaitu sampel B1, B2, C1, dan C4.  Pada uji kuantitatif  menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 590 nm. Kurva kalibrasi yang diperoleh memiliki persamaan regresi y = 0,0775x + 0,0957 nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,996 menunjukkan hubungan linear yang baik antara konsentrasi dan absorbansi. Hasil uji kuantitatif kadar formalin pada sampel B1 sebesar 0,00319 mg/g, sampel B2 sebesar 0,005655 mg/g, sampel C1 sebesar 0,005036 mg/g, dan sampel C4 sebesar 0,003642 mg/g. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa masih terdapat formalin pada mie basah yang dijual di pasar tradisional Kota Bengkulu.