Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Kapasitas Kader Melalui Peer Group Sebagai Strategi mengurangi Stigma Pada Pasien TBC Paru Di Puskesmas Janti Kota Malang Wahyuningsih, Atik Setiawan; Nurmayunita, Heny; Zakaria, Amin; Asri, Yuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22612

Abstract

ABSTRAK Permasalah kesehatan yang dihadapi Indonesia salah satunya adalah penyakit TBC, khususnya di Kota Malang. Stigma sosial yang melekat pada pasien TBC menghambat upaya pengendalian TBC Paru. Kader kesehatan di tingkat layanan primer sangat vital dan kapasitasnya sering kali terbatas, khususnya dalam menghadapi stigma sosial yang dialami pasien TBC. Kader lebih sering dibekali pelatihan medis dasar menemukan kasus baru dibandingkan keterampilan komunikasi dan strategi advokasi untuk mengurangi stigma sehingga pasien menjadi enggan melaporkan dan menunda pengobatan. Kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan dan penguatan peer group SI Peduli TBC sebagai strategi untuk mengurangi stigma pada pasien TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Persiapan dilakukan koordinasi dengan stakeholder, identifikasi kader aktif dan komunitas pendukung TBC, pembentukan tim pelaksana dan fasilitator peer group yaitu melalui Tim Si Peduli TBC Komunitas sebanyak 19 orang. Dilanjutkan mengumpulkan data kasus dan tingkat stigma. Pelaksanaan kegiatan berupa memberikan materi pelatihan meliputi pengenalan TBC dan Stigma, peran kader dalam mengurangi stigma dengan komunikasi efektif serta praktik dan perencanaan aksi Peer Group Si Peduli TBC Komunitas. Tahap terakhir evaluasi pengetahuan melalui Post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader terkait TBC dan stigma, evaluasi kualitas interaksi dalam peer group, Refleksi bersama kader terkait efektivitas strategi pengurangan stigma. Kegiatan pengabdian melibatkan 3 kelurahan yang ada di wilayah kerja puskesmas Janti Kota Malang yaitu Kelurahan Bandungrejosari, Sukun, dan Tanjungrejo. Tahap persiapan dengan koordinasi pada 15 Agustus 2025 dan 22 Agustus 2025. Pelaksanaan pelatihan pada 23-24 Agustus 2025 sekaligus sosialisasi dan pembentukan peer group Si Peduli TBC Komunitas. Luaran kegiatan berupa video edukasi dan diketahui pengukuran tingkat pengetahuan konsep TBC Paru, stigma TBC dan cara komunikasi efektif terjadi peningkatan masing-masing 63,2%, 68,4% dan 63,3%. Program Si Peduli Komunitas terbukti mampu meningkatkan pengetahuan kader, relawan, dan penyintas serta memperkuat peer group Si Peduli TBC omunitas sebagai strategi untuk mengurangi stigma pada pasien TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Kata Kunci: Tuberkulosis paru, Stigma, Kader Kesehatan, Peer Group, Si Peduli TBC Komunitas.ABSTRACT One of the health problems facing Indonesia is tuberculosis (TB), especially in Malang City. The social stigma attached to TB patients hampers efforts to control pulmonary TB. Health cadres at the primary care level are vital and often limited in their capacity, especially in dealing with the social stigma experienced by TB patients. Cadres are more often provided with basic medical training in identifying new cases rather than communication skills and advocacy strategies to reduce stigma, which makes patients reluctant to report and delay treatment. The purposeof this sudy is to increase the capacity of health cadres through training and strengthening the SI Peduli TBC peer group as a strategy to reduce stigma in pulmonary TB patients in the work area of the Janti Community Health Center in Malang City. Preparations were carried out in coordination with stakeholders, identification of active cadres and TB support communities, formation of an implementation team and peer group facilitator, namely the Si Peduli TBC Community Team of 19 people. This was followed by collecting data on cases and stigma levels. The implementation of the activity included providing training materials covering an introduction to TB and Stigma, the role of cadres in reducing stigma through effective communication, and practice and action planning for the Si Peduli TBC Community Peer Group. The final stage of knowledge evaluation was through a post-test to measure the increase in cadre knowledge regarding TB and stigma, evaluation of the quality of interaction in peer groups, and joint reflection with cadres regarding the effectiveness of stigma reduction strategies. The results of the community service activity involved three sub-districts within the Janti Community Health Center's work area, namely Bandungrejosari, Sukun, and Tanjungrejo. The preparation stage with coordination took place on August 15, 2025, and August 22, 2025. The training was implemented on August 23-24, 2025, along with the socialization and formation of the Si Peduli TB Community peer group. The activity outputs were educational videos and measurements of the level of knowledge of the concept of Pulmonary TB, TB stigma, and effective communication methods, which increased by 63.2%, 68.4%, and 63.3%, respectively. It can be concluded that the Si Peduli TB Community program has been proven to increase the knowledge of cadres, volunteers, and survivors and strengthen the Si Peduli TB Community peer group as a strategy to reduce stigma in pulmonary TB patients in the Janti Community Health Center's work area, Malang City.  Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Stigma, Health Cadres, Peer Group, Community TB Care
Si Peduli TBC Komunitas sebagai Upaya Meningkatkan Deteksi Dini Tuberculosis Paru Wahyuningsih, Atik Setiawan; Zakaria, Amin; Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22533

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Upaya pengendalian TBC masih menjadi perhatian nasional yang serius melalui strategi TOSS TBC (Temukan, Obati Sampai Sembuh) yang menekankan deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta keterlibatan Masyarakat. Berbagai kendala masih dihadapi antara lain rendahnya literasi kesehatan masyarakat, stigma terhadap penderita, serta keterbatasan tenaga kesehatan dalam menemukan kasus secara aktif. Puskesmas Janti sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama berperan penting dalam menemukan kasus TBC secara aktif. Namun, capaian deteksi dini masih terkendala karena adanya ketakutan, stigma, maupun kurangnya pemahaman masyarakat terkait gejala TBC. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menganalisa adakah pengaruh pemberian pelatihan Si Peduli TBC Komunitas terhadap kemampuan deteksi dini TBC Paru. Metode pelaksanaan dengan Pendekatan Peer Education, Blended Education dan Kolaborasi Lintas Sektor, Pendampingan penelusuran dan pembuatan konten edukasi & kampanye ajakan skrining melalui media sosial. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15-31 Agustus 2025 yang melibatkan tokoh masyarakat, keluarga, dan organisasi lokal. Jumlah peserta ada 19 orang dari 3 keluharan di wilayah kerja Puskesmas Janti, yaitu Bandungrejosari, Sukun, dan Tanjungrejo. Melalui uji Wilcoxon diketahui hasil kegiatan terdapat 19 orang yang mengalami peningkatan kemampuan deteksi dini TBC setelah diberikan intervensi Pelatihan Si Peduli TBC Komunitas. Nilai asymp.sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,000, dimana nilai ini lebih kecil dari nilai alpha yaitu 5% (0,05), sehingga dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian intervensi Pelatihan "Si Peduli TBC Komunitas terhadap Kemampuan Deteksi Dini. Peningkatan kemampuan peserta dalam membuat dan menyebarkan media edukasi melalui berbagai platform digital memperkuat peran komunitas dalam menurunkan stigma sekaligus mendorong deteksi dini TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Deteksi Dini, Pelatihan Si Peduli TBC Komunitas, Stigma TBC Paru, Literasi Digital     ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia. TB control efforts remain a serious national concern through the TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh) strategy, which emphasizes early detection, treatment adherence, and community involvement. Various obstacles are still faced, including low public health literacy, stigma against sufferers, and limited health workers in actively finding cases. Janti Community Health Center, as a first-level health facility, plays an important role in actively finding TB cases. However, the achievement of early detection is still hampered by fear, stigma, and a lack of public understanding regarding TB symptoms. The purpose of this community service is to analyze the effect of providing "Si Peduli TB Komunitas" training on the ability to detect pulmonary TB early. The implementation method uses a Peer Education Approach, Blended Education and Cross-Sector Collaboration, tracing assistance and creating educational content & screening campaigns through social media. This activity was carried out on August 15-31, 2025, involving community leaders, families, and local organizations. The number of participants was 19 people from 3 sub-districts in the Janti Health Center working area, namely Bandungrejosari, Sukun, and Tanjungrejo. Through the Wilcoxon test, it was found that the results of the activity were 19 people who experienced an increase in the ability to detect TB early after being given the Community TB Care Training intervention. The asymp.sig. (2-tailed) value is 0.000, where this value is smaller than the alpha value of 5% (0.05), so it can be interpreted that there is a difference between before and after the provision of the Community TB Care Training intervention on Early Detection Ability. Increasing the ability of participants in creating and disseminating educational media through various digital platforms strengthens the role of the community in reducing stigma while encouraging early detection of pulmonary TB in the working area of the Janti Health Center in Malang City. Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Early Detection, Community TB Care Training, Pulmonary TB Stigma, Digital Literacy
Depression Among Islamic Boarding Schools Students During the COVID-19 Pandemic in East Java, Indonesia Asri, Yuni; Priasmoro, Dian Pitaloka; Muhtar, Muhammad Solihuddin; Manga, Yankuba B
Kesmas Vol. 19, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic significantly impacts many aspects of life, including health, economy, society, education, and mental well-being. The pandemic impact on mental health, in particular, leads to increased rates of depression, anxiety, and stress. This study aimed to determine the prevalence of depression among Islamic boarding school students in Indonesia and identify factors associated with depression symptoms. This cross-sectional study employed questionnaires for data collection. Assessment of depression levels used the DASS-21 tool. Descriptive statistics and multivariate logistic regression were applied to analyze relationships between variables. The study findings indicated that 62.4% of the students exhibited factors associated with depression. In general, education level, personality type, communication with peers, satisfaction with the living environment, and health status demonstrated significant associations with depression. In conclusion, recognizing and intervening at early stages are crucial for depression prevention and mitigation. This study serves as a key instrument for the policymakers in the field of education, providing insights to promptly take immediate actions, especially regarding the placement of students in Islamic boarding schools in Muslim-majority countries.
Exploring 4-7-8 Breathing for Stress Relief and Improved Quality of Life in Chronic and Degenerative Diseases: A Scoping Review Dian Pitaloka Priasmoro; Yuni Asri; Rifzul Maulina
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 5 No. 1 (2025): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v5i1.190

Abstract

Chronic and degenerative diseases have a profound effect on patients' overall well-being, often accompanied by psychological distress such as anxiety and chronic stress. While pharmacological treatments are commonly used, they may have limitations, including accessibility issues and side effects, which have prompted interest in non-pharmacological interventions. This scoping review aims to systematically map and synthesize the empirical evidence on the physiological and psychological effects of the 4-7-8 breathing technique, a structured slow-breathing method that involves inhaling for 4 seconds, holding the breath for 7 seconds, and exhaling for 8 seconds. The review adhered to PRISMA-ScR guidelines and included 15 studies published between 2013 and 2024. These studies examined diverse populations and employed various methodological approaches. The findings were categorized into five major themes: (1) the 4-7-8 technique's effectiveness in reducing stress and anxiety, (2) improvements in cardiovascular markers such as heart rate variability and blood pressure, (3) its adaptability in both clinical and community-based multimodal interventions, (4) its preventive benefits for healthy individuals, and (5) its impact on parasympathetic activity via vagal pathways, enhancing autonomic regulation and emotional stability. The technique is supported by both theoretical and empirical evidence, positioning it as an accessible, low-cost psychoregulatory intervention. The results suggest that the 4-7-8 breathing technique could play a key role in holistic nursing care, health education, and public health promotion strategies, offering a simple yet effective approach to managing stress, improving mental health, and enhancing cardiovascular health. Future studies could explore long-term benefits and its integration into more diverse health interventions.
Exploring 4-7-8 Breathing for Stress Relief and Improved Quality of Life in Chronic and Degenerative Diseases: A Scoping Review Dian Pitaloka Priasmoro; Yuni Asri; Rifzul Maulina
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 5 No. 1 (2025): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v5i1.190

Abstract

Chronic and degenerative diseases have a profound effect on patients' overall well-being, often accompanied by psychological distress such as anxiety and chronic stress. While pharmacological treatments are commonly used, they may have limitations, including accessibility issues and side effects, which have prompted interest in non-pharmacological interventions. This scoping review aims to systematically map and synthesize the empirical evidence on the physiological and psychological effects of the 4-7-8 breathing technique, a structured slow-breathing method that involves inhaling for 4 seconds, holding the breath for 7 seconds, and exhaling for 8 seconds. The review adhered to PRISMA-ScR guidelines and included 15 studies published between 2013 and 2024. These studies examined diverse populations and employed various methodological approaches. The findings were categorized into five major themes: (1) the 4-7-8 technique's effectiveness in reducing stress and anxiety, (2) improvements in cardiovascular markers such as heart rate variability and blood pressure, (3) its adaptability in both clinical and community-based multimodal interventions, (4) its preventive benefits for healthy individuals, and (5) its impact on parasympathetic activity via vagal pathways, enhancing autonomic regulation and emotional stability. The technique is supported by both theoretical and empirical evidence, positioning it as an accessible, low-cost psychoregulatory intervention. The results suggest that the 4-7-8 breathing technique could play a key role in holistic nursing care, health education, and public health promotion strategies, offering a simple yet effective approach to managing stress, improving mental health, and enhancing cardiovascular health. Future studies could explore long-term benefits and its integration into more diverse health interventions.
Faktor yang mempengaruhi kecemasan pada santri setelah Covid-19 pandemi di pondok pesantren Asri, Yuni
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.958

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan global, termasuk pendidikan dan kesejahteraan mental, termasuk kecemasan, sehingga penanganan masalah kesejahteraan mental santri menjadi semakin penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pada santri setelah Covid-19 Pandemi di Pondok Pesantren Jawa Timur Indonesia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional, dan dilakukan di beberapa Pondok Pesantren Jawa Timur yaitu Malang, Jombang, Mojokerto, dan Bojonegoro dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah 425 responden. Instrumen pengukuran ini menggunakan kuesioner DASS-21 untuk menilai kecemasan dan hasil analisis bivariat menggunakan chi-square dan multivariate regression logistic analysis. Hasil menunjukkan bahwa sekitar 92,9% santri mengalami kecemasan, secara keseluruhan, hanya frekuensi kunjungan keluarga yang mempengaruhi kecemasan pada santri setelah Covid-19 Pandemi di Pondok Pesantren dengan nilai odds ratio 4.30 (95% CI: 1.689-10.98). Pentingnya kerja sama dengan staf pondok pesantren dan keluarga santri juga dapat menjadi kunci dalam menjaga kesejahteraan mental para santri, sehingga diharapkan penelitian selanjutnya difokuskan pada layanan
Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Demam Berdarah dan Chikungunya dengan Penanaman Bunga Lavender Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Nurmayunita, Heny; Mashitah, Musthika Wida; Ardiyanti, Sahda Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15750

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dan Chikungunya menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Upaya pencegahan melalui gerakan 3M dan penggunaan insektisida sudah dilakukan. Namun penggunaan insektisida dalam jangka panjang menimbulkan resistensi pada nyamuk dan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan manusia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penularan penyakit menggunakan tanaman pengusir nyamuk yaitu bunga lavender. Bunga lavender lebih ramah terhadap lingkungan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya DBD dan Chikungunya serta pentingnya pencegahan penularan DBD dan Chikungunya melalui penanaman bunga lavender sebagai tanaman pengusir nyamuk. Metode yang dilakukan berupa penyampaian materi dan pendistribusian serta penanaman bunga lavender bersama masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2024 dihadiri oleh warga RT 04, RW 04 Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Hasil dari kegiatan yang dihadiri oleh 15 orang warga RT 03 RW 04 Desa Bakalan Krajan yaitu sebanyak 25 tanaman bunga lavender telah didistribusikan kepada warga dan ditanam selama pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. Sosialisasi program penanaman bunga lavender sebagai upaya pencegahan nyamuk penyebab DBD dan Chikungunya telah menunjukkan hasil yang positif. Kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait, diharapkan penanaman bunga lavender dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam mencegah penyebaran DBD dan Chikungunya. Kata Kunci: Demam Berdarah, Chikungunya, Bunga Lavender  ABSTRACT Dengue fever and Chikungunya are serious health problems in Indonesia caused by viruses transmitted through the bites of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. Prevention efforts through the 3M movement and the use of insecticides have been made. However, the long-term use of insecticides causes resistance in mosquitoes and has a negative impact on the environment and humans. One of the efforts that can be made to prevent the spread of disease transmission is using mosquito repellent plants, namely lavender flowers. Lavender flowers are more environmentally friendly. The purpose of this community service is to increase public awareness of the dangers of DHF and Chikungunya and the importance of preventing the transmission of DHF and Chikungunya through planting lavender flowers as mosquito repellent plants. The method used was in the form of delivering material and distributing and planting lavender flowers with the community. This activity was carried out on May 16, 2024, attended by residents of RT 04, RW 04 Bakalan Krajan Village, Malang City. The results of the activity which was attended by 15 residents of RT 03 RW 04 Bakalan Krajan Village, namely 25 lavender flower plants were distributed to residents and planted during the implementation of this community service. The socialization of the lavender flower planting program as an effort to prevent mosquitoes that cause dengue and chikungunya has shown positive results. Good cooperation between the community, government, and related institutions, it is hoped that planting lavender flowers can be an effective and sustainable solution in preventing the spread of DHF and Chikungunya. Keywords: Dengue, Chikungunya, Lavender Flower
Pengenalan Program "Ikanisasi" Untuk Mencegah Perkembangan Demam Berdarah Dan Chikungunya Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Mashitah, Musthika Wida; Ardiyanti, Sahda Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15675

Abstract

ABSTRAK Penyakit demam berdarah dan chikungunya disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan populasi nyamuk. Namun, tantangan dalam pengendalian nyamuk masih besar karena resistensi insektisida dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu solusi alternatif yang inovatif dan ramah lingkungan adalah penggunaan ikan pemakan jentik nyamuk. Program pengenalan ikan pemakan jentik nyamuk ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi populasi nyamuk. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan yang dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan tanya jawab pada 19 Mei 2024 yang dihadiri oleh warga RT 04, RW 04 dan kader kesehatan Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Hasil dari kegiatan ini adalah telah tersampaikan edukasi kepada para warga tentang pengenalan program “Ikanisasi” untuk mencegah perkembangan DBD dan chikungunya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para warga dan kader kesehatan memahami program tersebut dan akan sosialisasi kepada warga sekitar untuk melaksanakan program “Ikanisasi” di RT 03 RW 04 Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Kata kunci: Edukasi, Demam Berdarah, Chikungunya, Ikan Pemakan Jentik Nyamuk ABSTRACT Dengue fever and chikungunya are caused by viruses transmitted through the bite of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. Various efforts have been made to control mosquito populations. However, challenges in mosquito control are still great due to insecticide resistance and lack of community participation in maintaining environmental hygiene. One innovative and environmentally friendly alternative solution is the use of mosquito larvae-eating fish. This mosquito larvae-eating fish introduction program aims to educate the community to reduce mosquito populations. The method used was counseling which was carried out in the form of lectures and questions and answers on May 19, 2024 which was attended by residents of RT 04, RW 04 and health cadres of Bakalan Krajan Village, Malang City. The result of this activity is that education has been delivered to residents about the introduction of the “Ikanization” program to prevent the development of dengue and chikungunya. The conclusion of this activity is that residents and health cadres understand the program and will socialize to local residents to implement the “Ikanisasi” program in RT 03 RW 04 Bakalan Krajan Village, Malang City.  Keywords: Education, Dengue Fever, Chikungunya, Mosquito larvae-eating fishes
Fungsi Intelektual Lanjut Usia di Panti Werdha Ardiyanti, Sahda Eka; Asri, Yuni; Hastuti, Apriyani Puji; Febriyantie, Yolla Yohanna
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i01.932

Abstract

Background of Study:The elderly period is described as a period of decline, where many changes occur, including a decrease in physical, psychosocial cognitive and intellectual functions. Impact on the decline in daily social activities in the elderly. The purpose of this study was to determine the intellectual function of the elderly at Griya Asih Lawang Werdha Home, Malang Regency.  Methods: This research design is descriptive. The population used was 30 people with total sampling. The variable in this study is the intellectual function of the elderly measured using the SPMSQ questionnaire. Data analysis using percentages then presented in the form of frequency distribution tables. This research was conducted on February 27, 2023 to March 3, 2023 at Panti Wedha Griya Asih Lawang Malang Regency. Results: The results showed that most of the respondents as many as 21 people (70%) experienced damage to intellectual function. Conclusion: most respondents had decreased intellectual function, added age, education and social life affect intellectual function decline.  It is recommended that ways to maintain and control the decline in intellectual function by implementing healthy living behaviors and conducting brain stimulation Keywords: Elderly, Intellectual Function, Nursing Home
Korelasi tingkat stress dengan terjadinya gastritis pada remaja Desa Lumbangsari, Bululawang, Malang Ardy, Joko Novianto; Laksono, Bayu Budi; Asri, Yuni
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1252

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering kali dianggap ringan, namun dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya, terutama pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis pada remaja di RW 03 Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Malang. Metode yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan desain cross- sectional. Sampel penelitian terdiri dari 54 remaja yang dipilih secara purposive, dengan instrumen pengumpulan data menggunakan Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner untuk mengidentifikasi gejala gastritis. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian gastritis pada remaja dengan p-value 0,002. Remaja dengan stres tinggi memiliki prevalensi gastritis yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya manajemen stres dalam pencegahan gastritis pada remaja. Oleh karena itu, program edukasi mengenai pola hidup sehat, termasuk manajemen stres, perlu diterapkan di kalangan remaja untuk mengurangi risiko gastritis.
Co-Authors Abas, Fahrudin M Alfunnafi’ Fahrul Rizzal Alviana, Asharia Dwi Amin Zakaria Ananda Sagita Maharani anky tri rini, anky tri Aprilin , Heti Apriyani Puji Hastuti Ardiyanti, Sahda Eka Ardy, Joko Novianto Aris Hartono Ariyani , Anita Dwi Atik Setiawan Wahyuningsih Auliya Hidayat Ayu Nastiti B. Manga , Yankuba Bayu Budi Laksono Camelia Finda Arisanti Della, Nanda Dian Pitaloka Priasmoro, Dian Pitaloka Dion Kunto Adi Patria Dradjat, Respati S. Dwining Handayani EDI -, EDI Eka Ardiyanti, Sahda Ekawati Ekawati Elvianto Wihatno Erik Irham Lutfi Erik Kusuma Febriyantie, Yolla Yohanna Fernanti, Usfania Fibriana , Linda Presti FIDROTIN AZIZAH Gel Gel, Edwin Dana Yasa Hanim Mufarokhah Hari, Batara Widya Hengky Irawan Hengky Irawan, Hengky Ikhwan Yuda Kusuma Indah Setyowati Indah Setyowati Indari Julia Kristiarini , Juda Juliati Koesrini Kushayati , Nuris Lilik Zuhriyah Maharani, Ananda Sagita Manga, Yankuba B Mashitah, Musthika Wida Maulina, Rifzul Melan Noer S Mokhtar Jamil Muhtar , Muhammad Solihuddin Muhtar, Muhammad Solihuddin Mulyana Murtiyani , Ninik MURURUL AISY, MURURUL Murwani , Arita Ningrum, Dwi Nur Setya Ninik Murtiyani novianto ardy, joko Nur Amalina, Ayu Nuris Kushayati Nurmayunita, Heny Pratiwi, Lovenia Linggar Eka Puput Nida Nur Aziziah R.A. Helda Puspitasari Rahma Novita Asdary Rifatul Fani Sahda Eka Ardiyanti Sasmiyanto, Sasmiyanto Siti Nurwinda Siti Nurwinda Soebagijono Soebagijono, Soebagijono Tien Aminah Trian Lutfianti Viyata Chanifiah Utami Viyata Chanifiah Utami Wiwik Handayani Wiwik Widiyawati Yolla Yohanna Febriyantie Yunarsih Yunita, Heny N.