Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Eksplorasi Tarian Wisisi Sebagai Aktivitas Fisik dalam Inovasi Gerak Olahraga Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Ita, Saharuddin; Kogoya, Toni; Fadhiil, Fahmi; Nisa Sofiyah Khasanah , Fachrun; Teguh Prasetyo, Muhammad
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v5i2.13335

Abstract

Salah satu tarian tradisional yang berpotensi besar sebagai keseharian untuk melakukan aktivitas fisik dalam inovasi gerak olahraga berbasis budaya adalah Tarian Wisisi. Tarian ini merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat di wilayah tertentu dengan gerakan yang dinamis, ritmis, serta melibatkan koordinasi tubuh secara menyeluruh. Eksplorasi Tarian Wisisi di era modern dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus melestarikan budaya daerah. Penelitian ini mengeksplorasi Tarian Wisisi sebagai aktivitas fisik dalam inovasi gerak olahraga berbasis budaya. Tujuan utama adalah mempelajari potensi tarian tradisional sebagai alternatif olahraga yang sehat dan pelestarian warisan budaya. Tarian wisata yang berasal dari tradisi lokal memiliki pola latihan yang kaya dan dinamis yang dapat diadaptasi dalam konteks inovasi olahraga modern, mengisi kekosongan integrasi budaya dalam pengembangan olahraga saat ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan observasi langsung untuk menganalisis struktur gerakan tarian serta wawancara dengan praktisi tari dan olahraga guna mendapatkan perspektif integrasi gerak budaya dalam latihan fisik. Hasil yang diharapkan adalah pengembangan tarian Wisisi berbasis olahraga yang bisa dipakai dalam pendidikan jasmani dan aktivitas fisik umum. Manfaat penelitian ini meliputi kekayaan alternatif olahraga budaya yang lebih terintegrasi, menarik, sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal. Melalui penyebaran artikel ilmiah dan rekomendasi praktis, penelitian tidak hanya memberi kontribusi akademik namun juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik dengan pijakan kearifan lokal.
KONDISI FISIK ATLET LAYAR PORLASI PAPUA TAHUN 2025 Rumbino, Yan Hengki; Womsiwor, Daniel; Sinaga, Evi; Ita, Saharuddin; Ansar CS; Yudistira, Indra
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/

Abstract

Kondisi Fisik Atlet Layar Porlasi Papua Tahun 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fisik atlet layar Porlasi Papua Tahun 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan pengukuran yang melibatkan sebanyak 12 atlet layar Porlasi Papua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar atlet Porlasi Papua memiliki kondisi fisik pada kategori rendah (33.33%). Sebanyak 33.33% memiliki kekuatan otot lengan pada kategori cukup, 33.33% kekuatan otot perut kategori baik sekali dan 33.33% kekuatan otot perut kategori baik, 50% VO2Max pada kategori bagus, 91.67% kekuatan otot tungkai pada kategori kurang sekali, 50% atlet memiliki kecepatan pada kategori sangat baik, 50% atlet memiliki kekuatan genggam tangan kanan pada kategori jelek dan 58.33% atlet Porlasi Papua memiliki kekuatan genggam tangan kiri pada kategori jelek. Kesimpulan: Meskipun terdapat beberapa aspek fisik yang baik, seperti kapasitas aerobik dan kecepatan, sebagian besar atlet Porlasi Papua memerlukan peningkatan dalam kekuatan otot tungkai dan genggaman tangan. Peningkatan ini penting untuk mendukung fisik dan performa optimal dalam kompetisi.
Strategi peningkatan nutrisi bagi pesilat muda melalui pemberdayaan pelatih dan wali pesilat di Kota Jayapura Saharuddin Ita; Rodhi Rusdianto Hidayat; Agus Zainuri; Evi Sinaga; Miftah Fariz Prima Putra; Ermelinda Yersin Putri Larung; Yos Wandik; Yohanis Manfred Mandosir; Kurdi Kurdi; Junalia Muhammad; Nasruddin Nasruddin; I Putu Eka Wijaya Putra; Muhammad Fitrah Mubarak; Irfan Deny Oktavian; Meilani Paulina Lewier; Raihan Ramadhan Abdullah; Jems R. Awantano
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.28788

Abstract

AbstrakPencak Silat sebagai warisan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk melalui peningkatan kualitas nutrisi atlet muda. Namun, di Kota Jayapura, rendahnya pemahaman pelatih dan wali pesilat mengenai prinsip nutrisi olahraga menjadi hambatan bagi optimalisasi performa dan kesehatan atlet. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan nutrisi pelatih dan wali pesilat muda di Perguruan Persinas ASAD Kota Jayapura. Dengan melibatkan 82 peserta yang terdiri dari 10 pelatih, 25 wali pesilat, dan 47 pesilat muda, program ini dilakukan selama enam bulan melalui lokakarya, pelatihan, pendampingan, serta penggunaan aplikasi Calorie Counter Easy Fit Pro. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan nutrisi sebesar 46,8% pada semua kelompok peserta berdasarkan skor pre-test dan post-test. Pelatih pria mencatat skor post-test tertinggi (87,1), sementara wali pesilat mencapai skor 76,3. Pendampingan aplikasi berhasil meningkatkan keterampilan peserta dalam merencanakan diet dan memantau kebutuhan gizi atlet. Hambatan utama berupa keterbatasan akses teknologi dan variasi tingkat pengetahuan awal berhasil diatasi dengan strategi pelatihan adaptif. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran nutrisi, kemandirian pelatih dan wali, serta kesehatan dan performa pesilat muda. Keberhasilan ini menunjukkan potensi replikasi program pada komunitas olahraga lain. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan program ini. Kata kunci:  nutrisi olahraga; pencak silat ; pemberdayaan; aplikasi manajemen nutrisi; pesilat muda. AbstractPencak Silat, as Indonesian cultural heritage, holds significant potential for development, including through improving the nutritional quality of young athletes. However, in Jayapura City, the low understanding of coaches and parents of Pencak Silat athletes regarding sports nutrition principles hinders the optimization of athletes' performance and health. This community service program aimed to increase the nutrition knowledge of coaches and parents of young athletes at Persinas ASAD Pencak Silat School in Jayapura City. Involving 82 participants consisting of 10 coaches, 25 parents, and 47 young athletes, this program was conducted over six months through workshops, training, mentoring, and the use of the Calorie Counter Easy Fit Pro application. The results showed an average increase in nutrition knowledge of 46.8% across all participant groups based on pre-test and post-test scores. Male coaches recorded the highest post-test score (87.1), while parents of athletes achieved a score of 76.3. Application mentoring successfully improved participants' skills in planning diets and monitoring athletes' nutritional needs. The main obstacles in the form of limited access to technology and variations in initial knowledge levels were successfully overcome with adaptive training strategies. This program made a real contribution to increasing nutritional awareness, the independence of coaches and parents, as well as the health and performance of young athletes. This success demonstrates the potential for replicating the program in other sports communities. Further evaluation is needed to ensure the sustainability and development of this program. Keywords: sports nutrition; encak silat; empowerment; nutrition management application; young athletes.
Edukasi Olahraga dan Gaya Hidup Sehat bagi Siswa dan Guru di SMKS YPK Betlehem Papua Saharuddin Ita; Sutoro Sutoro; Astini Asri; Ipa Sari Kardi; Muhammad Fitrah Mubarak
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v5i1.7645

Abstract

A healthy lifestyle and regular exercise are important foundations in shaping a high-quality generation, especially in schools. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of students and teachers at SMKS YPK Betlehem, Papua regarding the importance of exercise and a healthy lifestyle. The methods used to carry out this activity include educational lectures, exercise demonstrations, and interactive discussions. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure participants' understanding. The results showed significant improvements in various aspects, with the most dominant improvements occurring in the aspects of the benefits of exercise for mental health (93.88%), knowledge about the benefits of exercise (88.37%), and the dangers of sedentary behaviour (87.76%). Other aspects also experienced positive improvements, namely awareness of the risks of unhealthy lifestyles (84%), strategies for starting and maintaining healthy living habits (83.02%), types of sports and how to do them (79.25%), and motivation to exercise regularly (73.08%). Based on the data analysis results, it was concluded that the average increase was 84.19%. This PKM had a positive impact on improving health literacy among students and teachers at SMKS YPK Betlehem Papua and is expected to stimulate the implementation of a sustainable healthy lifestyle.
The Two Decades of Development in Para-Sport in Papua: A Comprehensive Study of Athletes’ Performance in the Indonesian National Paralympic Committee Championships 2004–2024: Dua Dekade Perkembangan Olahraga Penyandang Disabilitas di Papua: Studi Komprehensif tentang Prestasi Atlet dalam Kejuaraan Komite Paralimpik Nasional Indonesia 2004–2024 Kardi, Ipa Sari; Ita, Saharuddin; Asri, Astini; Yudistira, Indra; Hasan, Baharuddin
SPORT GYMNASTICS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/gymnastics.v7i1.48807

Abstract

Pendahuluan: Atlet NPC Papua telah berpartisipasi dalam PEPARNAS sejak tahun 2004, yang diselenggarakan setiap 4 tahun. Pada tahun 2024, NPC Papua secara rutin berpartisipasi dalam ajang tersebut bersama para atletnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan atlet NPC Papua dan membandingkan hasil pada setiap cabang olahraga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi atlet NPC Papua dan membandingkan prestasi mereka pada setiap ajang. Metodologi: Metode desain komparatif digunakan untuk menganalisis perbedaan hasil PEPARNAS 2004–2024. Populasi terdiri dari 659 atlet dari 12 cabang olahraga yang meraih medali. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria atlet yang meraih medali. Pengumpulan data menggunakan hasil kompetisi PEPARNAS 2004–2024, yang mencakup enam kompetisi. Hasil: Hasil menunjukkan nilai p rata-rata sebesar 0,501 > 0,05, yang berarti bahwa prestasi atlet NPC Papua pada PEPARNAS setiap tahunnya tidak berbeda secara signifikan. Namun, secara umum, prestasi NPC Papua pada setiap PEPARNAS menunjukkan peningkatan yang konsisten. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa prestasi atlet penyandang disabilitas yang dilatih oleh NPC Papua telah meningkat secara deskriptif, terutama pada tahun 2021 ketika Papua menjadi tuan rumah. Abstract Introduction: NPC Papua athletes have participated in PEPARNAS since 2004, which is held every four years. In 2024, it will be 20 years since NPC Papua has regularly participated in the event with its athletes. Based on this, this study was conducted to determine the development of NPC Papua athletes and compare the results of each event. Objective: This study aims to determine the achievements of NPC Papua athletes and compare their achievements in each event. Methodology: A comparative design method was used to examine the differences in the results of PEPARNAS 2004–2024. The population consisted of 659 athletes from 12 sports who won medals. The sampling technique used was purposive sampling with the criterion of athletes who won medals. Data collection used the results of the 2004-2024 PEPARNAS competitions, covering six competitions. Results: The results showed an average p-value of 0.501 > 0.05, indicating that the achievements of Papuan NPC athletes at PEPARNAS each year were not significantly different; however, in general, the achievements of the Papuan NPC at each PEPARNAS showed consistent improvement. Conclusion: Based on the results of the study, it can be concluded that the achievements of athletes with disabilities trained by the Papua NPC have improved significantly, especially in 2021 when Papua hosted the event.
Peningkatan Kompetensi Pelatih PPLP Papua Menuju Prestasi POPNAS Ke-XVI Tahun 2023 Ita, Saharuddin; CS, Ansar; Ibrahim; Kardi, Ipa Sari; Nopiyanto, Yahya Eko
Community Education Engagement Journal Vol. 4 No. 1 (2022): October
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v4i1.10597

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan (1) meningkatkan pengetahuan pelatih PPLP Papua tentang ilmu kepelatihan olahraga berbasis IPTEK dan sport science, (2) pelatih memiliki kemampuan dalam merencanakan program latihan berbasis tuntutan aktifitas pertandingan masing-masing cabang olahraga, dan (3) PPLP Papua dapat berprestasi di ajang POPNAS ke-XVI tahun 2023. Metode yang digunakan yaitu workshop dan pendampingan berbasis teori (persentasi/ceramah) dan praktek. Manfaat dari kegiatan tesrbut adalah (1) terjalinnya kerjasama antar lembaga/institusi yakni, Program Studi Ilmu Keolahragaan FIK UNCEN dan DISORDA Provinsi Papua, (2) meningkatnya pengetahuan dan kompetensi pelatih dan asisten pelatih PPLP tentang ilmu kepelatihan berbasis IPTEK dan sport science dan mendapatkan kemampuan dalam menyusun program latihan, dan; (3) terlaksananya tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pengabdian Kepada Masyarakat) seabagai kewajiban seorang Dosen. Adapun hasil dari pelatihan tersebut, (1) sebagian besar peserta peserta memahami penyajian materi yang disampaikan pada saat pelatihan, dan (2) sebagian besar peserta mendapatkan nilai baik ditinjau dari penilaian evaluasi / kompetensi terhadap pelatihan.