Mukti Dono Wilopo
Program Studi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Variabilitas Mixed Layer Depth dan Karakteristik Massa Air di Perairan Barat Sumatera Berdasarkan Data CTD dan Argo Float Tahun 2010-2024 Nur, Syarifudin; Wilopo, Mukti Dono; Astini, Lita; Astuti, Anggini Fuji
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/5qe1ha04

Abstract

Perairan barat Sumatera yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia timur merupakan kawasan dengan dinamika oseanografi yang dipengaruhi secara kuat oleh faktor atmosfer-laut, termasuk sistem monsun, variabilitas angin permukaan, serta fenomena iklim global seperti El NiƱo-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD). Mixed layer depth (MLD) menjadi parameter penting untuk memahami interaksi tersebut karena berperan dalam proses pertukaran energi, momentum, serta pengendalian stratifikasi kolom perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas MLD dan karakteristik massa air di perairan barat Sumatera dengan memanfaatkan data Conductivity-Temperature-Depth (CTD) dan Argo Float. Analisis dilakukan dengan mengolah data suhu, salinitas, dan tekanan untuk memperoleh profil vertikal, distribusi spasial, serta kedalaman MLD. Selanjutnya, stratifikasi laut divisualisasikan dalam bentuk section view, sedangkan karakteristik massa air dievaluasi melalui diagram suhu-salinitas (T-S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa MLD di wilayah ini memiliki variabilitas musiman yang erat kaitannya dengan perubahan pola angin monsun. Pada periode monsun barat, peningkatan aktivitas konvektif atmosfer dan penguatan angin permukaan menghasilkan pendangkalan MLD, sedangkan pada monsun timur terjadi pendalaman akibat pengadukan vertikal yang lebih kuat. Variabilitas interannual juga teridentifikasi, di mana anomali ENSO dan IOD berkontribusi pada fluktuasi dan distribusi massa air. Profil T-S mengindikasikan keberadaan massa air tropis Samudra Hindia serta kemungkinan intrusi massa air dari lintang selatan. Studi ini menegaskan pentingnya pemahaman dinamika oseanografi fisis, khususnya variabilitas MLD, dalam kaitannya dengan proses atmosfer-laut di Samudra Hindia timur. Hasilnya diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian meteorologi laut dan memperkuat basis ilmiah dalam pemodelan oseanografi regional.
Pengembangan Metode Digital Image Colorimetry (DIC) Untuk Penentuan Kesegaran Ikan Berbasis Smartphone Khairunnisa, Syahra; Wilopo, Mukti Dono; Firdaus, Mochamad Lutfi
Jurnal Perikanan Unram Vol 16 No 1 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i1.1918

Abstract

Fish is a highly perishable commodity that experiences rapid quality deterioration after being caught, thus requiring a rapid, accurate, and practical freshness detection method. Conventional methods such as organoleptic tests have limitations due to their subjective nature, thereby necessitating the development of alternative methods based on digital technology. This study aims to develop a smartphone-based Digital Image Colorimetry (DIC) method to detect fish freshness using natural dye from butterfly pea extract (Clitoria ternatea), and evaluate the accuracy of DIC results compared to conventional organoleptic tests. This research employed an experimental quantitative approach by utilizing indicator paper labeled with butterfly pea extract. Anthocyanins contained in the extract functioned as pH indicators that respond sensitively to volatile compounds (ammonia) produced during fish storage. Color changes were analyzed through RGB values obtained using a smartphone application and compared with panelist-based organoleptic evaluations. The results showed that the DIC method was successfully developed using butterfly pea extract as a natural dye on indicator paper. The observed color changes during fish deterioration were consistent with the RGB value patterns. Furthermore, the DIC analysis demonstrated strong consistency with organoleptic test results, indicating that the DIC method is accurate, practical, and potentially applicable as an alternative to conventional methods for determining fish freshness using a smartphone-based system.
Pengembangan Metode Digital Image Colorimetry (DIC) Untuk Penentuan Kesegaran Ikan Berbasis Smartphone Khairunnisa, Syahra; Wilopo, Mukti Dono; Johan, Yar; M. Lutfi Firdaus; Wardani, Firdha Iresta
Jurnal Perikanan Unram Vol 16 No 1 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i1.1977

Abstract

Ikan merupakan komoditas perikanan yang mudah mengalami penurunan mutu setelah ditangkap, sehingga diperlukan metode deteksi kesegaran yang cepat, akurat, dan praktis. Metode konvensional seperti uji organoleptik memiliki keterbatasan karena bersifat subjektif, sehingga perlu dikembangkan metode alternatif berbasis teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode Digital Image Colorimetry (DIC) berbasis smartphone dalam mendeteksi tingkat kesegaran ikan menggunakan pewarna alami ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea), serta membandingkan hasilnya dengan metode uji organoleptik konvensional. Sampel yang digunakan adalah ikan belanak (Mugil cephalus) yang dipotong tanpa tulang menjadi tiga bagian dengan masing-masing berat 5 gram. Potongan ikan ditempatkan dalam botol transparan yang telah dilengkapi label indikator berbasis ekstrak Bunga Telang, kemudian diamati perubahan warnanya selama penyimpanan pada suhu. Antosianin pada ekstrak Bunga Telang berfungsi sebagai indikator pH yang peka terhadap senyawa volatil (amonia) yang terbentuk seiring penurunan mutu ikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna label indikator dari ungu menjadi biru seiring bertambahnya waktu penyimpanan, dengan pola perubahan nilai RGB yang konsisten terhadap proses pembusukan. Berdasarkan hasil uji organoleptik, ikan mulai dikategorikan busuk pada jam ke-12 penyimpanan, yang selaras dengan hasil analisis DIC. Dengan demikian, metode Digital Image Colorimetry (DIC) berbasis smartphone terbukti cukup akurat, praktis, dan potensial digunakan sebagai alternatif metode konvensional dalam mendeteksi kesegaran ikan secara digital.