Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Terapi Foot Massage (Pijat Kaki) Dan Minuman Rebusan Zingiber Officinale (Jahe) Dalam Asuhan Keperawatan Pada Lansia Hipertensi Di Panti Sosial Tresna Wherda Budi Luhur Provinsi Jambi: Implementation of Foot Massage Therapy and Ginger (Zingiber officinale) Decoction in Nursing Care for Elderly Patients with Hypertension at the Tresna Wherda Budi Luhur Social Home, Jambi Province Poniyem; Luri Mekeama; Lisa Anita Sari; Kamariyah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10215

Abstract

Tingginya prevalensi hipertensi di masyarakat, yang kerap disertai keluhan seperti sakit kepala, gangguan penglihatan, rasa lemas, nyeri dada, kelelahan, serta peningkatan tekanan darah, menunjukkan bahwa kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi gejala hipertensi adalah kombinasi terapi Foot Massage (pijat kaki) dengan konsumsi minuman rebusan Zingiber officinale (jahe). Studi kasus ini bertujuan untuk menilai efektivitas penerapan terapi Foot Massage (pijat kaki) yang dikombinasikan dengan minuman rebusan Zingiber officinale (jahe) dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi nyeri pada pasien lansia dengan hipertensi. Karya tulis ilmiah ini menggunakan desain laporan kasus (case report) dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang lansia dengan hipertensi yang mengalami masalah keperawatan berupa nyeri akut di Panti Sosial Tresna Wherda Budi Luhur Provinsi Jambi. Intervensi diberikan selama lima hari berturut-turut, meliputi terapi Foot Massage (pijat kaki) satu kali sehari selama 20 menit serta pemberian minuman rebusan Zingiber officinale (jahe) sebanyak 100 ml satu kali sehari. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan tekanan darah sebelum dan setelah intervensi. Hasil studi kasus selama lima hari menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada ketiga lansia, dari kondisi awal hipertensi derajat 2 dan 1 menjadi Pra-Hipertensi.
Pengaruh latihan keseimbangan terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia Visabilillah, Ananda Putri; Mawarti, Indah; Mekeama, Luri; Sari, Yulia Indah Permata; Imran, Suryadi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2204

Abstract

Background: The aging process causes a decline in muscle strength, sensory function, and balance in older adults, which leads to postural instability when standing and walking, increasing the risk of falls. Falls in older adults can have negative impacts such as injury, activity limitations, and decreased independence. Therefore, balance training is necessary to improve postural stability and the ability to maintain balance. Purpose: To determine the effect of balance training on reducing the risk of falls in older adults. Methods: This quasi-experimental study used a non-equivalent control group design. The sample size was 36 older adults divided into an intervention group (18 individuals) and a control group (18 individuals). Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests. Results: There was a significant reduction in fall risk in the intervention group after balance training (p < 0.5), while no significant change was found in the control group (p > 0.05). Comparison between groups showed a significant difference after intervention (p < 0.05). Conclusion: Balance training has been shown to provide significant benefits in improving balance ability and reducing fall risk in the elderly. Elderly individuals who regularly engage in balance training demonstrated greater postural stability improvements compared to those who did not receive training, suggesting that balance training can be implemented sustainably as a fall prevention measure in the elderly.   Keywords: Balance Training. Elderly; Fall Risk.   Pendahuluan: Proses penuaan menyebabkan penurunan kekuatan otot, fungsi sensorik, dan kemampuan keseimbangan tubuh pada lansia yang berdampak pada ketidakstabilan postur saat berdiri dan berjalan sehingga meningkatkan risiko jatuh. Kejadian jatuh pada lansia dapat menimbulkan dampak negatif berupa cedera, keterbatasan aktivitas, dan penurunan kemandirian, sehingga latihan keseimbangan diperlukan untuk meningkatkan stabilitas postural dan kemampuan mempertahankan keseimbangan tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh latihan keseimbangan terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia. Metode: Penelitian dengan desain quasi-eksperimental menggunakan non-equivalent control group design. Sampel berjumlah 36 lansia yang dibagi menjadi kelompok intervensi (18 orang) dan kelompok kontrol (18 orang). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil: Terdapat penurunan risiko jatuh yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan latihan keseimbangan (p < 0,.5), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang signifikan (p > 0.05). Perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang bermakna setelah intervensi (p < 0.05). Simpulan: Latihan keseimbangan terbukti memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kemampuan keseimbangan tubuh dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Lansia yang melakukan latihan keseimbangan secara teratur menunjukkan peningkatan stabilitas postural yang lebih baik dibandingkan lansia yang tidak mendapatkan latihan, sehingga latihan keseimbangan dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai upaya pencegahan risiko jatuh pada lansia.   Kata Kunci: Lansia; Latihan Keseimbangan; Risiko Jatuh,.
Hubungan Tingkat Stres  dengan  Perilaku Merokok pada Remaja Laki-Laki  di SMAN 02 Muaro Jambi Mila Huswatun Hasannah; Kamariyah; Luri Mekeama
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.141

Abstract

Stres merupakan kondisi psikologis yang sering dialami remaja akibat berbagai tuntutan, baik akademik, sosial, maupun lingkungan. Salah satu perilaku yang kerap muncul sebagai bentuk koping terhadap stres pada remaja laki-laki adalah perilaku merokok. Merokok sering dianggap mampu memberikan efek menenangkan, meskipun berdampak negatif terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki di SMAN 02 Muaro Jambi. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 81 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan kuesioner perilaku merokok. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang dan memiliki perilaku merokok kategori sedang. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi r = 0,553, yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki di SMAN 02 Muaro Jambi. Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan intervensi berupa edukasi kesehatan, manajemen stres, serta penguatan peran sekolah dan tenaga kesehatan dalam menekan perilaku merokok pada remaja.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN JIWA PADA REMAJA DI SMP NEGERI 6 KOTA JAMBI: THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL MEDIA USE AND MENTAL HEALTH IN ADOLESCENTS AT SMP NEGERI 6 KOTA JAMBI Hamidah; Ekawaty , Fadliyana; Mekeama, Luri; Amalya Nasution, Riska; Yuliana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37521

Abstract

The use of social media among adolescents is increasing and has the potential to affect mental health. Junior high school students are a group that is vulnerable to emotional, behavioral, and social relationship disorders due to high digital exposure. The main problems in this study are the high intensity of social media use among students at SMP Negeri 6 Kota Jambi and the high proportion of abnormal mental health. This study aims to determine the relationship between social media use and mental health among adolescents at SMP Negeri 6 Kota Jambi. This study uses acorrelative descriptive design with a cross-sectional approach. The study population consists of all students in grades VII–IX, and the sample consists of 101 respondents selected using stratified random sampling. The independent variable was social media use, and the dependent variable was mental health, which was measured using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Data collection was conducted through the distribution of questionnaires, which were then analyzed using the Kendall Tau test. The results showed that most adolescents were in the frequent social media use category (53.5%), and most had abnormal mental health (86.1%). Bivariate analysis showed a significant relationship between social media use and mental health (p = 0.001) with a correlation strength of r = 0.321, which means a moderate positive relationship. The conclusion of this study is that the higher the social media use, the worse the mental health condition of adolescents.
Hubungan Mekanisme Koping Dan Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Di Rsud Raden Mattaher Jambi Pely Hirmalia; Muthia Mutmainnah; Meinarisa Meinarisa; Fadliyana Ekawaty; Luri Mekeama
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis distribusi data variabel Mekanisme Koping dan Dukungan Keluarga dalam kaitannya dengan Kualitas Hidup individu. Mekanisme koping dan dukungan keluarga merupakan dua faktor penting yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam menghadapi tekanan dan menjaga kesejahteraan psikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis uji normalitas menggunakan dua metode, yaitu uji Kolmogorov-Smirnov. Sampel penelitian terdiri dari responden yang telah mengisi kuesioner mengenai mekanisme koping dan dukungan keluarga, dengan total data yang diolah untuk memastikan kesesuaian distribusi terhadap kurva normal. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan uji normalitas, apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data dapat dikatakan berdistribusi normal. Dengan demikian, hasil ini mengindikasikan bahwa baik variabel mekanisme koping maupun dukungan keluarga memenuhi asumsi normalitas. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa distribusi data dari kedua variabel utama telah memenuhi syarat normalitas, sehingga data layak untuk dianalisis menggunakan uji parametrik seperti regresi linier atau analisis korelasi Pearson.
Overview of Knowledge and Attitudes Towards Symptoms of Sexually Transmitted Infections (STIs) at SMAN 8 Jambi City Amallia, Bela; Mulyani, Sri; Mekeama, Luri
Jurnal Pinang Masak Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pinang Masak (JPIMA)
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpima.v4i2.49332

Abstract

Background: Sexually transmitted infections (STIs) are a common reproductive health problem among adolescents due to risky behavior and a lack of knowledge and attitudes regarding prevention. Adolescents' knowledge and attitudes play a very important role in efforts to reduce the risk of STI transmission. Objective: This study aims to determine the characteristics of students, their level of knowledge, attitudes, and the incidence of STIs among students at SMAN 8 Kota Jambi. In addition, this study also aims to determine the relationship between knowledge and attitudes towards the signs and symptoms of STIs among students at SMAN 8 Kota Jambi. Methods: This study was an analytical study using a cross-sectional approach. The study population consisted of all 11th grade students at SMAN 8 Jambi City, with a sample size of 90 respondents selected using proportional stratified random sampling. The research instrument was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Results: The results showed that most respondents had good knowledge (86.7%) and positive attitudes (96.7%). STI symptoms were mostly in the low-risk category. Conclusion: The better the students' knowledge and attitudes, the lower the risk of STI symptoms. It is hoped that schools and health workers will continue to improve education about STIs to prevent transmission from an early age. Keywords: Knowledge, Attitude, Sexually Transmitted Infections, Adolescents.
Hubungan Smartphone Addition terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar pada Remaja SMP Negeri 11 Kota Jambi Pini Sepriani; Kamariyah Kamariyah; Riska Amalya Nasution; Yuliana Yuliana; Luri Mekeama
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v4i1.2119

Abstract

Excessive smartphone use among adolescents, especially students, can develop into smartphone addiction and potentially disrupt learning concentration. At SMP Negeri 11 Jambi City, most students use smartphones for long periods for entertainment and social media until late at night, which leads to drowsiness and reduced focus during lessons. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of all seventh-grade students at SMP Negeri 11 Jambi City, totaling 352 students, with a sample of 175 respondents selected through stratified proportionate random sampling. Data were collected using the Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) questionnaire and a learning concentration questionnaire. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with Kendall’s tau-b test. The results showed that 84% of respondents experienced smartphone addiction, while 61.7% had a good level of learning concentration. Kendall’s tau-b test indicated a significant relationship between smartphone addiction and learning concentration (p-value = 0.000; r = 0.243), showing a weak association. Higher levels of smartphone addiction were linked to decreased learning concentration. Therefore, active involvement from schools and parents is needed to guide adolescents in managing stress and boredom positively.