Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran System Quality dalam Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) oleh Perawat di RS Jambi: Overview of System Quality in the Implementation of Hospital Management Information Systems (SIMRS) by Nurses at Jambi Hospital Afrina Renggowati; Yusnilawati; Luri Mekeama; Kamariyah; Indah Mawarti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan system quality dalam implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) oleh perawat di RS Dr. Bratanata Jambi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penerapan SIMRS dalam meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan keamanan pelayanan kesehatan, namun dalam praktiknya masih ditemukan kendala seperti lambatnya respon sistem, keterbatasan jaringan, serta kesalahan input data. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 122 perawat ruang rawat inap sebagai responden yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berbasis model DeLone and McLean yang mencakup enam indikator system quality: system flexibility, system integration, response time, error recovery, convenience of access, dan language. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat menilai kualitas sistem SIMRS berada pada kategori baik, terutama dalam aspek kemudahan akses dan integrasi sistem. Namun, indikator response time dan error recovery masih perlu ditingkatkan karena sering terjadi keterlambatan sistem dan gangguan saat penginputan data. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa system quality SIMRS berpengaruh besar terhadap efektivitas kerja perawat dan mutu pelayanan rumah sakit. Disarankan agar penelitian selanjutnya mengembangkan variabel lain seperti service quality dan user satisfaction untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang keberhasilan implementasi SIMRS.
Implementasi Terapi Foot Massage (Pijat Kaki) Dan Minuman Rebusan Zingiber Officinale (Jahe) Dalam Asuhan Keperawatan Pada Lansia Hipertensi Di Panti Sosial Tresna Wherda Budi Luhur Provinsi Jambi Poniyem; Luri Mekeama; Lisa Anita Sari; Kamariyah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10215

Abstract

ABSTRAK Tingginya prevalensi hipertensi di masyarakat, yang kerap disertai keluhan seperti sakit kepala, gangguan penglihatan, rasa lemas, nyeri dada, kelelahan, serta peningkatan tekanan darah, menunjukkan bahwa kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi gejala hipertensi adalah kombinasi terapi Foot Massage (pijat kaki) dengan konsumsi minuman rebusan Zingiber officinale (jahe). Studi kasus ini bertujuan untuk menilai efektivitas penerapan terapi Foot Massage (pijat kaki) yang dikombinasikan dengan minuman rebusan Zingiber officinale (jahe) dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi nyeri pada pasien lansia dengan hipertensi. Karya tulis ilmiah ini menggunakan desain laporan kasus (case report) dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang lansia dengan hipertensi yang mengalami masalah keperawatan berupa nyeri akut di Panti Sosial Tresna Wherda Budi Luhur Provinsi Jambi. Intervensi diberikan selama lima hari berturut-turut, meliputi terapi Foot Massage (pijat kaki) satu kali sehari selama 20 menit serta pemberian minuman rebusan Zingiber officinale (jahe) sebanyak 100 ml satu kali sehari. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan tekanan darah sebelum dan setelah intervensi. Hasil studi kasus selama lima hari menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada ketiga lansia, dari kondisi awal hipertensi derajat 2 dan 1 menjadi Pra-Hipertensi. ABSTRACT The high prevalence of hypertension in the community, which is often accompanied by complaints such as headaches, visual disturbances, weakness, chest pain, fatigue, and elevated blood pressure, indicates that this condition requires appropriate management. One non-pharmacological approach that can be applied to help reduce hypertension symptoms is the combination of foot massage therapy with the consumption of a decoction made from Zingiber officinale (ginger). This case study aimed to evaluate the effectiveness of implementing foot massage therapy combined with a Zingiber officinale (ginger) decoction in reducing blood pressure and relieving pain in elderly patients with hypertension. This scientific paper employed a case report design using a nursing process approach. The study subjects consisted of three elderly individuals with hypertension who experienced acute pain as a nursing problem at the Tresna Wherda Budi Luhur Social Institution, Jambi Province. The intervention was administered for five consecutive days, consisting of foot massage therapy once daily for 20 minutes and the provision of 100 ml of Zingiber officinale (ginger) decoction once daily. Data analysis was conducted descriptively by comparing blood pressure measurements before and after the intervention. The results of the five-day case study showed a decrease in blood pressure in all three elderly participants, from stage 2 and 1 hypertension to Pra-Hypertension.
Pengaruh latihan keseimbangan terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia Visabilillah, Ananda Putri; Mawarti, Indah; Mekeama, Luri; Sari, Yulia Indah Permata; Imran, Suryadi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2204

Abstract

Background: The aging process causes a decline in muscle strength, sensory function, and balance in older adults, which leads to postural instability when standing and walking, increasing the risk of falls. Falls in older adults can have negative impacts such as injury, activity limitations, and decreased independence. Therefore, balance training is necessary to improve postural stability and the ability to maintain balance. Purpose: To determine the effect of balance training on reducing the risk of falls in older adults. Methods: This quasi-experimental study used a non-equivalent control group design. The sample size was 36 older adults divided into an intervention group (18 individuals) and a control group (18 individuals). Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests. Results: There was a significant reduction in fall risk in the intervention group after balance training (p < 0.5), while no significant change was found in the control group (p > 0.05). Comparison between groups showed a significant difference after intervention (p < 0.05). Conclusion: Balance training has been shown to provide significant benefits in improving balance ability and reducing fall risk in the elderly. Elderly individuals who regularly engage in balance training demonstrated greater postural stability improvements compared to those who did not receive training, suggesting that balance training can be implemented sustainably as a fall prevention measure in the elderly.   Keywords: Balance Training. Elderly; Fall Risk.   Pendahuluan: Proses penuaan menyebabkan penurunan kekuatan otot, fungsi sensorik, dan kemampuan keseimbangan tubuh pada lansia yang berdampak pada ketidakstabilan postur saat berdiri dan berjalan sehingga meningkatkan risiko jatuh. Kejadian jatuh pada lansia dapat menimbulkan dampak negatif berupa cedera, keterbatasan aktivitas, dan penurunan kemandirian, sehingga latihan keseimbangan diperlukan untuk meningkatkan stabilitas postural dan kemampuan mempertahankan keseimbangan tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh latihan keseimbangan terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia. Metode: Penelitian dengan desain quasi-eksperimental menggunakan non-equivalent control group design. Sampel berjumlah 36 lansia yang dibagi menjadi kelompok intervensi (18 orang) dan kelompok kontrol (18 orang). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil: Terdapat penurunan risiko jatuh yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan latihan keseimbangan (p < 0,.5), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang signifikan (p > 0.05). Perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang bermakna setelah intervensi (p < 0.05). Simpulan: Latihan keseimbangan terbukti memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kemampuan keseimbangan tubuh dan menurunkan risiko jatuh pada lansia. Lansia yang melakukan latihan keseimbangan secara teratur menunjukkan peningkatan stabilitas postural yang lebih baik dibandingkan lansia yang tidak mendapatkan latihan, sehingga latihan keseimbangan dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai upaya pencegahan risiko jatuh pada lansia.   Kata Kunci: Lansia; Latihan Keseimbangan; Risiko Jatuh,.
Hubungan Tingkat Stres  dengan  Perilaku Merokok pada Remaja Laki-Laki  di SMAN 02 Muaro Jambi Mila Huswatun Hasannah; Kamariyah; Luri Mekeama
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.141

Abstract

Stres merupakan kondisi psikologis yang sering dialami remaja akibat berbagai tuntutan, baik akademik, sosial, maupun lingkungan. Salah satu perilaku yang kerap muncul sebagai bentuk koping terhadap stres pada remaja laki-laki adalah perilaku merokok. Merokok sering dianggap mampu memberikan efek menenangkan, meskipun berdampak negatif terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki di SMAN 02 Muaro Jambi. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 81 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan kuesioner perilaku merokok. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang dan memiliki perilaku merokok kategori sedang. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi r = 0,553, yang menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki di SMAN 02 Muaro Jambi. Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan intervensi berupa edukasi kesehatan, manajemen stres, serta penguatan peran sekolah dan tenaga kesehatan dalam menekan perilaku merokok pada remaja.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN JIWA PADA REMAJA DI SMP NEGERI 6 KOTA JAMBI: THE RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL MEDIA USE AND MENTAL HEALTH IN ADOLESCENTS AT SMP NEGERI 6 KOTA JAMBI Hamidah; Ekawaty , Fadliyana; Mekeama, Luri; Amalya Nasution, Riska; Yuliana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37521

Abstract

The use of social media among adolescents is increasing and has the potential to affect mental health. Junior high school students are a group that is vulnerable to emotional, behavioral, and social relationship disorders due to high digital exposure. The main problems in this study are the high intensity of social media use among students at SMP Negeri 6 Kota Jambi and the high proportion of abnormal mental health. This study aims to determine the relationship between social media use and mental health among adolescents at SMP Negeri 6 Kota Jambi. This study uses acorrelative descriptive design with a cross-sectional approach. The study population consists of all students in grades VII–IX, and the sample consists of 101 respondents selected using stratified random sampling. The independent variable was social media use, and the dependent variable was mental health, which was measured using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Data collection was conducted through the distribution of questionnaires, which were then analyzed using the Kendall Tau test. The results showed that most adolescents were in the frequent social media use category (53.5%), and most had abnormal mental health (86.1%). Bivariate analysis showed a significant relationship between social media use and mental health (p = 0.001) with a correlation strength of r = 0.321, which means a moderate positive relationship. The conclusion of this study is that the higher the social media use, the worse the mental health condition of adolescents.