Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perception Coastal Community on Environmental Pollution in Poka Village Ambon City Tuhumena, Lolita; Rumahorbo, Basa T; Umbekna, Sara; Lubis, Friyuanita; Payapo, Muhammad Zia Ulhaq; Pirhel, Pirhel; Appa, Felycitae Ekalaya; Paranoan, Nicea Roona; B Fitriya, Winda Ade
BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan Vol 12 No 2 (2025): Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan & Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biopendixvol12issue2page86-93

Abstract

Poka Village, Ambon Bay Distric experiencing significant damage to mangrove ecosystems. There is garbage disposal around the beach of Poka Village. There is garbage disposal around the beach of Poka Village, this has an impact on the ecological and economic functions around the area. Therefore, it is necessary to assess the perception of the behavior of the people around the area and utilize the area. The researcher used 20 respondents as samples and conducted in October to November 2024 on Poka Beach using Random Sampling and using the Likert Scale. Respondents were dominated by women, productive age 45 years, predominantly bachelor degree, with income of IDR 3,000,000 – 4,000,000. Socio-economic characteristics illustrate that respondents live, sell and travel around the area. Respondent characteristics are seen from community perceptions of knowledge of the function of the mangrove ecosystem (3.58) including the strongly agree category, community perceptions of environmental conditions for the growth of the mangrove ecosystem (3.56) including the strongly agree category, community perceptions of the utilization of the mangrove ecosystem (3.35) including the agree. The development of science about public perception that results in environmental pollution to the mangrove ecosystem on Poka beach needs to be known in early countermeasures.
Skrinning Fitokimia dan Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun Diwoka (Piper macropiper Pennant) asal Wamena, Papua: Phytochemical Screening and Citotoxic Assay of Diwoka Leaves (Piper macropiper Pennant) Ethanolic Extract from Wamena, Papua Tabuni, Frengchy Jalsan Charles; Tobi, Claudius Hendraman Boli; Dirgantara, Septriyanto; Pratiwi, Mustika Endah; Rumanasen, David Waranda; Appa, Felycitae Ekalaya; Barus, Andre Anusta
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i4.2532

Abstract

Many plant species in Indonesia have not been identified and their utilities have not been studied. One of the traditional medicinal plants from Papua whose potential as a drug ingredient has not been widely explored is Diwoka (Piper macropiper Pennant). The study of bioactive compounds includes phytochemical and pharmacological approaches that begin with toxicity studies. This study aimed to determine the compounds contained in the ethanol extract of Diwoka leaves and its safety. The phytochemical screening method used was the reagent method and the cytotoxic test method used was the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). The results of the study showed that the ethanol extract of Diwoka leaves contains alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and terpenoids. The cytotoxic test of the ethanol extract of Diwoka leaves on shrimp larvae showed a cytotoxicity potential included in the “toxic” category (LC50 = 79.33 ppm). This study is a preliminary study that shows that the ethanol extract of Diwoka leaves has secondary metabolite compounds that have the potential to have pharmacological activity and can be developed as natural medicine. Keywords:          BSLT, Diwoka, Papua, Piper macropiper Pennant., Cytotoxic   Abstrak Banyak spesies tanaman di Indonesia yang belum teridentifikasi dan diteliti manfaatnya. Salah satu tumbuhan obat tradisional asal Papua yang belum banyak dieksplorasi potensinya sebagai bahan obat adalah Diwoka (Piper macropiper Pennant). Studi senyawa bioaktif mencakup pendekatan fitokimia dan farmakologis yang diawali dengan studi toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa terkandung dalam ekstrak etanol daun Diwoka serta keamanannya. Metode skrining fitokimia yang digunakan adalah metode reagen dan metode uji sitotoksik yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Diwoka mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Uji sitotoksik ekstrak etanol daun Diwoka terhadap larva udang menunjukkan potensi sitotoksik dalam kategori “toksik” (LC50 = 79.33 ppm). Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang menunjukkan hasil bahwa ekstrak etanol daun Diwoka memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas farmakologi dan dapat dikembangkan sebagai obat bahan alam. Kata Kunci:         BSLT, Diwoka, Papua, Piper macropiper Pennant., Sitotoksik
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pembuatan Tahu Tuna di Koya Timur Paulangan, Yunus P.; Rumahorbo, Basa T.; Tuhumena, Lolita; Paranoan, Nicea Roona; Hamzah, Hardi; Appa, Felycitae Ekalaya; Bakri, Nur Fadilah
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5313

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi istri nelayan di Koya Timur melalui pelatihan pembuatan tahu tuna sebagai produk olahan bernilai tambah. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, diskusi, demonstrasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta dilibatkan secara aktif dalam praktik pembuatan tahu tuna, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, pencetakan, hingga pengukusan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 51,8 dan post-test 82,9, serta N-gain sebesar 64,6 yang termasuk kategori cukup efektif. Produk tahu tuna yang dihasilkan dinilai bergizi tinggi, bercita rasa baik, serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan berbasis potensi lokal.Secara keilmuan, kegiatan ini memberikan kontribusi pada literatur pemberdayaan perempuan di sektor perikanan, khususnya dalam konteks diversifikasi produk berbasis ikan yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan. Implikasi praktis dari kegiatan ini adalah tersedianya model pelatihan sederhana dan aplikatif yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lain dengan karakteristik serupa.
PELATIHAN BUDIDAYA DAUN GATAL KMIWIE ARSO, KABUPATEN KEEROM-PAPUA Yabansabra, Yuliana Ruth; Gunawan, Elsye; Kalor, John Dominggus; Simaremare, Eva Susanty; Appa, Felycitae Ekalaya; Barus, Andre Anusta; Pratiwi, Mustika Endah; Tobi, Claudius Hendraman
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2393

Abstract

Kampung Wubur, Kmiwie berada di Arso II Kabupaten Keerom dimana hutan di daerah Arso banyak ditumbuhi daun gatal yang bermanfaat sebagai obat tradisional sebagai analgesik, antinyeri, anticapek, dan antipegal. Daun gatal banyak terdapat di hutan tetapi sering hanya dibiarkan kering, layu, mati, bahkan dibuang. Padahal nilai dari daun ini sangat besar jika dikembangkan, tidak hanya lembaran daun gatal yang hanya dijual Rp 10 ribu/20 lembar, tetapi produk farmasi jauh lebih mahal. Di sisi lain, daerah ini banyak lahan kosong juga yang hanya ditumbuhi ilalang dan rumput liar. Jika ilmu pengetahuan, teknologi farmasi, dan budidaya daun gatal dapat dikembangkan, maka nilai jual daun gatal bertambah dan perekonomian masyarakat dapat ditingkatkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk membuat produk farmasi dari tanaman gatal (Laportea decumana) dan bagaimana memasarkannya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode workshop/ ceramah, diskusi dan pelatihan. Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, evaluasi, laporan, dan publikasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tingkat pengetahuan pembuatan produk tanaman obat khususnya daun gatal meningkat menjadi 83% dan semua dari peserta menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan mau berbagi ilmu yang diperoleh kepada masyarakat lain
Peningkatan Pengetahuan Tentang Swamedikasi dan Pelatihan Apoteker Cilik Bakri, Nur Fadilah; Andre Anusta Barus; Felycitae Ekalaya Appa; Rani Dewi Pratiwi; Elsye Gunawan; Mustika Endah Pratiwi
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2024): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i3.2184

Abstract

Pengobatan diri sendiri atau yang biasa dikenal sebagai swamedikasi merupakan langkah yang diambil oleh individu untuk memelihara kesehatannya sendiri. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Jayapura tentang swamedikasi dan lebih mengenal profesi apoteker. Kegiatan ini diikuti oleh 52 orang siswa/siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Jayapura. Pelatihan diberikan dengan Cara Belajar Insan Aktif. Hasil dari kegiatan meliputi peningkatan pengetahuan peserta tentang swamedikasi cara meracik obat yaitu berupa puyer dan peserta lebih mengenal profesi apoteker.
Pelatihan Persiapan Seleksi Kompetensi Bidang Dosen ASN 2024: Kajian Evaluatif terhadap Tanggapan Peserta Admawati, Harsi; Sampetoding, Eliyah Acantha M; Appa, Felycitae Ekalaya; Chuvita, Laila; Kalalinggi, Septaria Yolan; Sepsamli, Letus; Pitrianti, Siti; Manapa, Esther Sanda
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v5i2.764

Abstract

Wawancara dan microteaching merupakan bagian dari Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) 2024. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menghadapi seleksi. Metode DSRM (Design Science Research Methodology) digunakan dengan tahapan 1) identifikasi masalah dan motivasi, 2) definisi tujuan untuk solusi, 3) desain dan pengembangan, 4) demonstrasi, 5) evaluasi, dan 6) komunikasi. Peserta diberikan pemahaman konseptual dan strategi menghadapi wawancara dan microteaching pada kelas besar serta pelatihan keterampilan praktis secara intensif dalam bentuk simulasi dan bimbingan langsung pada kelas kecil. Kelas kecil terdiri dari 10 sampai 15 peserta yang dibimbing oleh seorang pengajar. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan angket untuk mengetahui kualitas 1) kinerja pelatih, 2) manfaat pelatihan, serta 3) efisiensi pelatihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja pelatih, manfaat pelatihan, dan efisiensi pelatihan berkategori sangat baik dalam mempersiapkan peserta menghadapi tes SKB Non-CAT Kemendikbudristek tahun 2024.