Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Perception Coastal Community on Environmental Pollution in Poka Village Ambon City Tuhumena, Lolita; Rumahorbo, Basa T; Umbekna, Sara; Lubis, Friyuanita; Payapo, Muhammad Zia Ulhaq; Pirhel, Pirhel; Appa, Felycitae Ekalaya; Paranoan, Nicea Roona; B Fitriya, Winda Ade
BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan Vol 12 No 2 (2025): Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan & Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biopendixvol12issue2page86-93

Abstract

Poka Village, Ambon Bay Distric experiencing significant damage to mangrove ecosystems. There is garbage disposal around the beach of Poka Village. There is garbage disposal around the beach of Poka Village, this has an impact on the ecological and economic functions around the area. Therefore, it is necessary to assess the perception of the behavior of the people around the area and utilize the area. The researcher used 20 respondents as samples and conducted in October to November 2024 on Poka Beach using Random Sampling and using the Likert Scale. Respondents were dominated by women, productive age 45 years, predominantly bachelor degree, with income of IDR 3,000,000 – 4,000,000. Socio-economic characteristics illustrate that respondents live, sell and travel around the area. Respondent characteristics are seen from community perceptions of knowledge of the function of the mangrove ecosystem (3.58) including the strongly agree category, community perceptions of environmental conditions for the growth of the mangrove ecosystem (3.56) including the strongly agree category, community perceptions of the utilization of the mangrove ecosystem (3.35) including the agree. The development of science about public perception that results in environmental pollution to the mangrove ecosystem on Poka beach needs to be known in early countermeasures.
Skrinning Fitokimia dan Uji Sitotoksik Ekstrak Etanol Daun Diwoka (Piper macropiper Pennant) asal Wamena, Papua: Phytochemical Screening and Citotoxic Assay of Diwoka Leaves (Piper macropiper Pennant) Ethanolic Extract from Wamena, Papua Tabuni, Frengchy Jalsan Charles; Tobi, Claudius Hendraman Boli; Dirgantara, Septriyanto; Pratiwi, Mustika Endah; Rumanasen, David Waranda; Appa, Felycitae Ekalaya; Barus, Andre Anusta
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i4.2532

Abstract

Many plant species in Indonesia have not been identified and their utilities have not been studied. One of the traditional medicinal plants from Papua whose potential as a drug ingredient has not been widely explored is Diwoka (Piper macropiper Pennant). The study of bioactive compounds includes phytochemical and pharmacological approaches that begin with toxicity studies. This study aimed to determine the compounds contained in the ethanol extract of Diwoka leaves and its safety. The phytochemical screening method used was the reagent method and the cytotoxic test method used was the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). The results of the study showed that the ethanol extract of Diwoka leaves contains alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and terpenoids. The cytotoxic test of the ethanol extract of Diwoka leaves on shrimp larvae showed a cytotoxicity potential included in the “toxic” category (LC50 = 79.33 ppm). This study is a preliminary study that shows that the ethanol extract of Diwoka leaves has secondary metabolite compounds that have the potential to have pharmacological activity and can be developed as natural medicine. Keywords:          BSLT, Diwoka, Papua, Piper macropiper Pennant., Cytotoxic   Abstrak Banyak spesies tanaman di Indonesia yang belum teridentifikasi dan diteliti manfaatnya. Salah satu tumbuhan obat tradisional asal Papua yang belum banyak dieksplorasi potensinya sebagai bahan obat adalah Diwoka (Piper macropiper Pennant). Studi senyawa bioaktif mencakup pendekatan fitokimia dan farmakologis yang diawali dengan studi toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa terkandung dalam ekstrak etanol daun Diwoka serta keamanannya. Metode skrining fitokimia yang digunakan adalah metode reagen dan metode uji sitotoksik yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Diwoka mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Uji sitotoksik ekstrak etanol daun Diwoka terhadap larva udang menunjukkan potensi sitotoksik dalam kategori “toksik” (LC50 = 79.33 ppm). Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan yang menunjukkan hasil bahwa ekstrak etanol daun Diwoka memiliki senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas farmakologi dan dapat dikembangkan sebagai obat bahan alam. Kata Kunci:         BSLT, Diwoka, Papua, Piper macropiper Pennant., Sitotoksik
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pembuatan Tahu Tuna di Koya Timur Paulangan, Yunus P.; Rumahorbo, Basa T.; Tuhumena, Lolita; Paranoan, Nicea Roona; Hamzah, Hardi; Appa, Felycitae Ekalaya; Bakri, Nur Fadilah
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5313

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi istri nelayan di Koya Timur melalui pelatihan pembuatan tahu tuna sebagai produk olahan bernilai tambah. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, diskusi, demonstrasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta dilibatkan secara aktif dalam praktik pembuatan tahu tuna, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, pencetakan, hingga pengukusan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 51,8 dan post-test 82,9, serta N-gain sebesar 64,6 yang termasuk kategori cukup efektif. Produk tahu tuna yang dihasilkan dinilai bergizi tinggi, bercita rasa baik, serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan berbasis potensi lokal.Secara keilmuan, kegiatan ini memberikan kontribusi pada literatur pemberdayaan perempuan di sektor perikanan, khususnya dalam konteks diversifikasi produk berbasis ikan yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan. Implikasi praktis dari kegiatan ini adalah tersedianya model pelatihan sederhana dan aplikatif yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lain dengan karakteristik serupa.
PELATIHAN BUDIDAYA DAUN GATAL KMIWIE ARSO, KABUPATEN KEEROM-PAPUA Yabansabra, Yuliana Ruth; Gunawan, Elsye; Kalor, John Dominggus; Simaremare, Eva Susanty; Appa, Felycitae Ekalaya; Barus, Andre Anusta; Pratiwi, Mustika Endah; Tobi, Claudius Hendraman
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2393

Abstract

Kampung Wubur, Kmiwie berada di Arso II Kabupaten Keerom dimana hutan di daerah Arso banyak ditumbuhi daun gatal yang bermanfaat sebagai obat tradisional sebagai analgesik, antinyeri, anticapek, dan antipegal. Daun gatal banyak terdapat di hutan tetapi sering hanya dibiarkan kering, layu, mati, bahkan dibuang. Padahal nilai dari daun ini sangat besar jika dikembangkan, tidak hanya lembaran daun gatal yang hanya dijual Rp 10 ribu/20 lembar, tetapi produk farmasi jauh lebih mahal. Di sisi lain, daerah ini banyak lahan kosong juga yang hanya ditumbuhi ilalang dan rumput liar. Jika ilmu pengetahuan, teknologi farmasi, dan budidaya daun gatal dapat dikembangkan, maka nilai jual daun gatal bertambah dan perekonomian masyarakat dapat ditingkatkan. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk membuat produk farmasi dari tanaman gatal (Laportea decumana) dan bagaimana memasarkannya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode workshop/ ceramah, diskusi dan pelatihan. Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, evaluasi, laporan, dan publikasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tingkat pengetahuan pembuatan produk tanaman obat khususnya daun gatal meningkat menjadi 83% dan semua dari peserta menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan mau berbagi ilmu yang diperoleh kepada masyarakat lain
Peningkatan Pengetahuan Tentang Swamedikasi dan Pelatihan Apoteker Cilik Bakri, Nur Fadilah; Andre Anusta Barus; Felycitae Ekalaya Appa; Rani Dewi Pratiwi; Elsye Gunawan; Mustika Endah Pratiwi
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2024): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i3.2184

Abstract

Pengobatan diri sendiri atau yang biasa dikenal sebagai swamedikasi merupakan langkah yang diambil oleh individu untuk memelihara kesehatannya sendiri. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Jayapura tentang swamedikasi dan lebih mengenal profesi apoteker. Kegiatan ini diikuti oleh 52 orang siswa/siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Jayapura. Pelatihan diberikan dengan Cara Belajar Insan Aktif. Hasil dari kegiatan meliputi peningkatan pengetahuan peserta tentang swamedikasi cara meracik obat yaitu berupa puyer dan peserta lebih mengenal profesi apoteker.
Pelatihan Persiapan Seleksi Kompetensi Bidang Dosen ASN 2024: Kajian Evaluatif terhadap Tanggapan Peserta Admawati, Harsi; Sampetoding, Eliyah Acantha M; Appa, Felycitae Ekalaya; Chuvita, Laila; Kalalinggi, Septaria Yolan; Sepsamli, Letus; Pitrianti, Siti; Manapa, Esther Sanda
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v5i2.764

Abstract

Wawancara dan microteaching merupakan bagian dari Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) 2024. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menghadapi seleksi. Metode DSRM (Design Science Research Methodology) digunakan dengan tahapan 1) identifikasi masalah dan motivasi, 2) definisi tujuan untuk solusi, 3) desain dan pengembangan, 4) demonstrasi, 5) evaluasi, dan 6) komunikasi. Peserta diberikan pemahaman konseptual dan strategi menghadapi wawancara dan microteaching pada kelas besar serta pelatihan keterampilan praktis secara intensif dalam bentuk simulasi dan bimbingan langsung pada kelas kecil. Kelas kecil terdiri dari 10 sampai 15 peserta yang dibimbing oleh seorang pengajar. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan angket untuk mengetahui kualitas 1) kinerja pelatih, 2) manfaat pelatihan, serta 3) efisiensi pelatihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja pelatih, manfaat pelatihan, dan efisiensi pelatihan berkategori sangat baik dalam mempersiapkan peserta menghadapi tes SKB Non-CAT Kemendikbudristek tahun 2024.
The Stigma Reduction in Tuberculosis (TB) to Increasing TB Case Detection Among Women's Communy in Abepura, Papua: Stigma Reduction in Women's Community in Abepura- Papua to Increase Tuberculosis (TB) Case Detection Sianturi, Elfride Irawati; Gunawan, Elsye; Appa, Felycitae Ekalaya; Soltief, Sitti Nurdjaja; Suthelie, Chinry Charolina; Febriyanti, Christine; Rusnaeni, Rusnaeni
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.63904

Abstract

Papua Province is one of the regions with the highest number of tuberculosis cases, and this is a serious problem for the province and the surrounding area. The most significant impact of this disease on the community is a decline in quality of life and health status. Although patient care, evaluation of new treatments, and tuberculosis prevention strategies are constantly being updated, tuberculosis remains the leading cause of morbidity. The shame people feel around tuberculosis makes it hard to control the disease. TB patients are more likely to conceal their condition, which leads to delayed detection and increased transmission. The objective of this initiative is to enhance the involvement of women's groups in the region in recognizing TB symptoms and mitigating the stigma surrounding TB. The methods used were counseling and testimonials from TB patients who had recovered. The activity was participated in by a total of 19 women, and their stigma was observed before and after the activity. The results showed a tendency for significant change if this activity was carried out regularly, with the reduction in stigma leading to the community actively supporting early detection of TB when they saw symptoms of the disease without fear of being stigmatized by TB. ABSTRAK Provinsi Papua merupakan salah satu wilayah dengan kasus TBC tertinggi. Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat mengenai penyakit ini yakni terjadinya penurunan kualitas hidup dan status kesehatan. Meskipun perawatan pasien, evaluasi terhadap perawatan baru atau strategi pencegahan TBC selalu diperbaharui tetapi TBC masih menjadi penyebab utama morbiditas. Stigma yang memiliki keterkaitan pada TBC menghambat keseluruhan dari aspek yang terkait dengan pengendaliannya TBC. Para pasien yang terkena TBC jauh lebih cenderung untuk menyembunyikannya kondisi yang sedang mereka alami dan hal ini mengakibatkan  keterhambatan pendeteksian kasus hingga membuat terjadinya penularan yang lebih meluas. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi kelompok wanita di daerah tersebut mampu mengenali gejala TBC serta pengurangan stigma terhadap TBC dapat dikurangi. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan testimoni pasien TBC yang sudah sembuh. Sebanyak 19 perempuan mengikuti kegiatan ini dengan melihat stigma mereka sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil yang didapat bahwa adanya kecenderungan akan adanya perubahan secara signifikan bila kegiatan ini rutin dilakukan sehingga pengurangan stigma ini akan menyebabkan Masyarakat secara aktif mendukung pendeteksian dini TBC Ketika melihat simptom dari penyakit ini tanpa takut akan distigmatisasi.
EDUKASI PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN OBAT DAN MANFAAT KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA SMP YPPK ST. PAULUS ABEPURA Pratiwi, Mustika Endah; Maturbongs, Graciano Aristides; Tobi, Claudius Hendraman B.; Barus, Andre Anusta; Appa, Felycitae Ekalaya; Mbulang, Yohana Krisostoma Anduk; Mende, Juniarto
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 06 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa fenomena yang marak terjadi di Indonesia terkait perkembangan remaja diantaranya adanya fenomena buruk dari penyalahgunaan NAPZA dan kejadian anemia pada remaja putri. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini Adalah siswa-siswi SMP YPPK St. Paulus Abepura kelas VII dengan usia sekitar 13-14 tahun. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi kesehatan yang komprehensif kepada siswa-siswi mengenai penanggulangan penyalahgunaan NAPZA dan pentingnya konsumsi tablet tambah darah pada remaja. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui metode penyuluhan kelompok. Dalam kegiatan penyuluhan, peserta terlihat antusias dan aktif dapat dilihat dari peserta yang menyimak, mencatat materi penyuluhan, memberikan pertanyaan serta membagikan pengalaman mereka dalam penyalahgunaan NAPZA dan pengalaman terkait anemia dan konsumsi tablet tambah darah. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan sebagian besar pertanyaan yang diberikan pada sesi tanya jawab dapat terjawab dengan benar. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang diberikan berdampak pada pengetahuan secara signifikan pada siswa-siswi kelas VII SMP YPPK St. Paulus Abepura terkait materi penanggulangan penyalahgunaan obat dan pentingnya konsumsi tablet tambah darah.
Kulit Batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.): Flavonoid dan Fenolik Total serta Uji Aktivitas Antifungi Bakri, Nur Fadilah; Tobi, Claudius Hendraman B.; Muayyidah, Nurita A. S.; Rusnaeni, Rusnaeni; Appa, Felycitae Ekalaya; Dewi, Krisna; Pratiwi, Rani Dewi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1003

Abstract

Pemanfaatan tanaman alam sebagai antifungi alami telah menjadi fokus perhatian dalam bidang kesehatan dan pengobatan karena keunggulan mereka dalam memberikan alternatif terhadap antifungi sintetis yang sudah ada yang semakin rentan terhadap resistensi mikroorganisme khususnya fungi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antifungi dari ekstrak kulit batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.) dan menentukan kadar flavonoid dan fenoliknya. Metode spektrofotometri digunakan untuk menentukan kadar flavonoid dan fenolik total sedangkan untuk pengujian aktivitas antifungi menggunakan metode difusi cakram dan dilusi. Hasil penelitian menunjukkan kadar flavonoid total sebesar 59.457 mgQE/g ± 0.577 dan kadar fenolik total sebesar 102.931 mgGAE/g ± 1.034, hasil ini menunjukkan kadar fenolik total lebih tinggi dibandingkan dengan kadar flavonoid total. Adapun uji aktivitas antifungi menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit batang Jabon tidak menunjukkan daya hambat pada fungi Candida albicans dan Aspergillus brasiliensis baik pada uji difusi maupun dilusi cair. Sedangkan kontrol positif (Ketoconazole) memiliki aktivitas antifungi yaitu memiliki diameter daya hambat 30.39 mm terhadap Candida albicans dan 18.46 terhadap Aspergillus brasiliensis. Pada uji dilusi cair kontrol positif menunjukkan tidak adanya pertumbuhan fungi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi positif antara kadar flavonoid dan fenolik dengan aktivitas sebagai antifungi dalam penelitian ini.
Pemberdayaan pengrajin gerabah abar sentani melalui inovasi teknologi dan analisis pasar Kuddi, Bobbi Frans; Appa, Felycitae Ekalaya; Fitriya B., Winda Ade; Pramarselin, Irene; Putera, Safii Muhammad Jukwati; Tuhumena, Chrisostommi Wirayudha; Tuhumena, Lolita; Hamzah, Hardi; Gea, Liyatin; Papriani, Nada Pertiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35453

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pengrajin gerabah tradisional di Desa Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, melalui inovasi desain, digitalisasi produk, dan pelatihan kewirausahaan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan desain produk yang kurang inovatif, rendahnya akses terhadap pemasaran digital, serta lemahnya kemampuan manajemen usaha. Metode pelaksanaan melibatkan pelatihan desain dan inovasi bentuk gerabah, pendampingan pembuatan akun pemasaran digital, serta pelatihan kewirausahaan berbasis kebutuhan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan produktivitas pengrajin sebesar 30%, penurunan waktu produksi sebesar 25%, peningkatan kualitas produk hingga 40%, peningkatan penjualan daring sebesar 50%, serta peningkatan pendapatan pengrajin sebesar 20–40% per bulan. Selain itu, literasi digital pengrajin meningkat dan terbentuk kanal pemasaran daring yang aktif. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal serta pelestarian budaya daerah melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; gerabah tradisional; inovasi desain; digitalisasi produk; kewirausahaan. Abstract This community service program aims to empower traditional pottery artisans in Lalowaru Village, North Moramo District, South Konawe Regency, through design innovation, product digitalization, and entrepreneurship training. The main problems faced by the partners include limited product design innovation, low access to digital marketing, and weak business management skills. The implementation method involved training on creative pottery design, assistance in creating digital marketing platforms, and entrepreneurship workshops tailored to local needs. The results of the activities indicate a 30% increase in artisans’ productivity, a 25% reduction in production time, a 40% improvement in product quality, a 50% increase in online sales, and a 20–40% rise in artisans’ monthly income. In addition, artisans’ digital literacy improved, and active online marketing channels were established. This program contributes to the enhancement of the local economy as well as the preservation of regional culture through an innovative and sustainable approach. Keywords: community empowerment; traditional pottery; design innovation; product digitalization; entrepreneurship.