Claim Missing Document
Check
Articles

DESKRIPTIF LITERATUR REVIEW DISKRIMINASI PENYANDANG DISABILITAS DALAM DUNIA KERJA Zira Aura Sekarini; Hastin Trustisari
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 1 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v1i5.2414

Abstract

Background: Getting a decent job is the right of every individual, regardless of social status. In Indonesia, this is regulated in Article 27 Paragraph 2 of the 1945 Constitution which states that "every citizen has the right to work and earn a decent livelihood", as well as people with disabilities. Objective: This review literature aims to provide in-depth insight into the discrimination faced by people with disabilities in the world of work, as well as provide recommendations to improve current conditions. Method: This study uses a descriptive literature review method, which is to search for literature from journals through Google Scholar. Results: The results of the analysis of several articles that have been explained above show that discrimination against people with disabilities in the world of work is still widely felt by people with disabilities. Conclusion and Suggestion: Discrimination is still felt by people with disabilities, both in the work environment and the social environment. This has a quite serious impact on people with disabilities, both physically and emotionally. Awareness campaigns need to be carried out to eliminate stigma and stereotypes about people with disabilities in the world of work. More research is needed to continue to identify the barriers faced by people with disabilities and develop more effective solutions.
PERAN TEKNOLOGI ASSISTIVE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK DENGAN DOWN SYNDROME Fadiah, Syifa najah; Hastin Trustisari
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 1 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v1i5.2423

Abstract

Anak Down Syndrome mengalami kesulitan berkomunikasi, baik verbal maupun nonverbal, akibat keterbatasan perkembangan sistem saraf dan otak, sehingga berdampak pada kemampuannya berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Artikel ini bertujuan untuk memahami bagaimana teknologi bantu, khususnya perangkat augmentatif alternatif (AAC), dapat digunakan untuk membantu anak-anak dengan down syndrome berkomunikasi. Menggunakan metode tinjauan pustaka deskriptif untuk mengeksplorasi peran teknologi bantu dalam meningkatkan keterampilan komunikasi anak Down Syndrome. Hasil penelitian ini menyoroti keberhasilan dan tantangan penerapan teknologi pendukung di lingkungan pendidikan inklusif. Rekomendasi ini dapat membantu mengembangkan strategi dan program pendidikan yang lebih efektif untuk anak berkebutuhan khusus. Anak-anak dengan Down Syndrome seringkali menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, yang berdampak pada kemampuan mereka dalam bersosialisasi dan mengakses pendidikan. Anak Down Syndrome biasanya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, seperti pengucapan vokal yang tidak jelas dan kesalahan penggunaan kata. Oleh karena itu, ada fokus pada penggunaan teknologi Assistive, seperti perangkat augmentatif alternatif (AAC), untuk meningkatkan keterampilan komunikasi anak dengan Down Syndrome.
DESKRIPTIF LITERATUR REVIEW : PERANAN PEKERJA SOSIAL DALAM PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN PENYANDANG DISABILITAS Farizal Hami; Hastin Trustisari
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 1 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v1i5.2424

Abstract

This study aims to examine the role of social workers in building the independence of people with disabilities using descriptive methods. By analyzing various relevant literature, this study identifies and evaluates the strategies and interventions implemented by social workers to support the independence of people with disabilities. The results of this study show that social workers play an important role in many aspects of the lives of people with disabilities, including education, skills training, psychosocial support, and economic empowerment. People with disabilities receive benefits such as support, advocacy and facilitation provided by social workers in efforts to help them. The approaches used include counseling, advocacy and community empowerment. This study concludes that social work interventions can contribute significantly to encouraging the independence and active participation of people with disabilities in society.
Aksesbilitas Disabilitas Untuk Mewujudkan Pendidikan Yang Inklusif Di Lingkungan Pendidikan Tinggi Muhammad Sulaeman; Hastin Trustisari
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 1 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v1i5.2429

Abstract

Education is a basic right of every individual, including people with disabilities. However, the accessibility of students with disabilities to higher education is still a problem. Some of them are the lack of infrastructure, supporting facilities, and appropriate curriculum. This article reviews the literature on how higher education is accessible to people with disabilities, identifies key challenges, and looks at ways to improve inclusion. This method uses literature research from academic sources. The results show that the main problems include the accessibility of facilities and the management and human resources of universities. Conclusion Universities must improve lecturer training, change the curriculum, and improve campus infrastructure to achieve this. It is hoped that the implementation of these strategies will result in a more inclusive and equitable education.
Akses Penyandang Disabilitas Tunanetra di Dunia Kerja dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Muhammad Ibadillah Rajabi; Hastin Trustisari
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v2i4.2002

Abstract

Hak asasi manusia dalam sebuah dunia pekerjaan merupakan hak primer yang melekat dalam kehidupan bermasyarakat meliputi hak untuk bekerja perlindungan di tempat kerja, hak untuk memiliki pekerjaan yang layak, hak untuk memiliki upah yang seimbang dan hak dalam kebebasan berpendapat. Hal itulah yang menjadi hak asasi manusia yang sangat penting untuk memastikan kesejahteraan dan keamanan pekerja. Perlindungan HAM sudah diatur dalam pasal 28A sampai 28J UUD 1945. Penyandang disabilitas tunanetra merupakan individu yang mengalami gangguan penglihatan, baik secara total maupun sebagian, walaupun dengan bantuan alat bantu penglihatan, Mereka berhak memiliki pekerjaan yang layak dan memerlukan perlindungan dan fasilitas yang sesuai untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan mereka di tempat kerja. Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang akses penyandang disabilitas tunanetra dalam perspektif hak asasi manusia. Metode yang digunakan untuk penulisan ini adalah kajian sebanyak 10 literatur melalui database google schoolar pada tanggal 20 mei sampai 2 juni 2024, Hasil kajian menggambarkan aksebilitas tersebut akan diketahui Upaya/akses penerima pekerja dalam menerima penyandang disabilitas tunanetra apakah selama ini sesuai dengan perspektif hak asasi manusia yang berlaku, serta minimnya kesempatan disabilitas tunanetra dalam bekerja disebuah penyedia pekerjaan yang lebih banyak membutuhkan karyawan/staff yang normal dibandingkan disabilitas tunanetra. Berdasarkan hal tersebut maka pemerintah atau pemberi pekerjaan harus mengutamakan aksebilitas disabilitas tunanetra sesuai dengan Hak Asasi Manusi (HAM) dan memiliki keistimewaan khusus dalam akses dibandingkan manusia normal Rekomendasi dari kajian ini adalah diperlukan peran dan dan kewajiban pemerintah/swasta dalam pemenuhan hak aksesbilitas tunanetra terhadap pemberi pekerjaan dengan disesuaikan Hak Asasi Manusia yang berlaku di Indonesia.
Challenges of Implementing Augmentative Alternative Communication (AAC) Technology in Multiple Disabilities After School Graduation: A Parent's Experience Trustisari, Hastin
IJER (Indonesian Journal of Educational Research) Vol. 8 No. 3 (2023): IJER Special Edition: The 3rd International Conference on Education (Icon 2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ijer.v8i3.312

Abstract

Augmentative alternative communication (AAC) is an important component for people with multiple disabilities who have communication barriers. Many studies have focused on the implementation of AAC in the classroom but limited outside of school. This study aims to describe parents' experiences of assisting their multiple disabilities with visual impairment (MDVI) children to use AAC at home after school. This study used a qualitative ethnographic approach involving 6 parents of MDVI children with complex communication needs. The researcher conducted in-depth interviews, observations, and documentation studies. Thematic analysis using the manual data analysis procedure (MDAP) was applied in this study. 5 central themes were found in this study including parents' paradigm, acceptance, challenges, concerns, and expectations on the use of AAC at home. Furthermore, this study recommends further studies on member involvement to support communication independence through AAC for multiple disabilities post-graduation.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Wanita Usia Subur Melalui Pelatihan Praktek Pengolahan Menu Gizi Seimbang Dalam Rangka Pencegahan Stunting Maryuni; Lutfi Handayani; Hastin Trustisari; Muhammad Arsyad Subu; Indrajani Sutedja; Annisa Sabina; Nadia Putri Yolanda; Siti Nurnajah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Memaksimalkan Potensi
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v4i1.1359

Abstract

Kabupaten Cianjur merupakan salah satu Kabupaten yang ditetapkan sebagai lokus stunting di Indonesia serta merupakan 4 kabupaten dengan prevalensi stunting kategori sangat tinggi. Prevalensi stunting di Desa Majalaya Kabupaten Cianjur pada tahun 2022 sebesar 27,5%, angka ini masih di atas angka nasional. Berbagai intervensi dilakukan sebagai upaya percepatan penurunan stunting hingga tercapai Indonesia zero-stunting. Perlu adanya peningkatan ketrampilan bagi masyarakat khususnya wanita usia subur dalam penyajian makanan sehat dan penyusunan menu gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Majalaya, Cikalongkulon, Cianjur pada bulan Juli 2024. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini Wanita Usia Subur mulai dari remaja, ibu yang sedang mempersiapkan kehamilan, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang mempunyai balita. Peserta pengabdian masyarakat berjumlah 60 orang. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan Wanita Usia Subur melalui pelatihan praktek pengolahan menu gizi seimbang dalam rangka pencegahan stunting dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang ada di Desa Majalaya, Cianjur. Metode pengabdian masyarakat ini ceramah, diskusi dan demonstrasi praktek pengolahan serta penyajian menu gizi seimbang dalam rangka pencegahan stunting. Berdasarkan hasil PKM terjadi peningkatan pengetahuan Wanita Usia Subur tentang zat gizi penting dalam pencegahan stunting, saat dilakukan pretest hanya 20% peserta PKM yang mempunyai pengetahuan baik, setelah diberikan edukasi dan pelatihan tentang Zat Gizi Penting dalam mencegah stunting hampir sebagian peserta mempunyai pengetahuan baik, yaitu 93,3%. Pengetahuan ibu merupakan faktor penting dan memberikan kontribusi yang besar dalam intervensi deteksi dini dan pencegahan stunting. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini peserta juga mampu mengolah dan menyajikan menu gizi seimbang dalam rangka pencegahan stunting melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di desa Majalaya. Perlu adanya pemberdayaan masyarakat terutama kelompok wanita usia subur sebagai agent of change dalam pencegahan stunting
Strategi Program “Mentari Cafe” pada Pasien Skizofrenia di Instalasi Rehabilitasi Psikososial Rumah Sakit Dr. Soeharto Heerdjan, Jakarta Cahyani Mekarsari, Tria; Hanafi Rochman, Uut; Trustisari, Hastin; Esti Winahayu, Neng
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, there are 24 million people in the world with schizophrenia. People with schizophrenia need rehabilitation to improve their social functioning. One of the programs available at the Psychosocial Rehabilitation Installation of Dr. Soeharto Heerdjan Hospital is “Mentari Cafe”. This study aims to determine the strategies used in the “Mentari Cafe” program provided to schizophrenia patients. The method used is descriptive qualitative, data collection is done through interviews, observations, and documentation studies. The results showed that there were strategies used to make the “Mentari Cafe” program effective for schizophrenia patients. The strategies carried out in implementing the “Mentari Cafe” program are making program implementation guidelines, gradual learning, and working with families to support patients during the “Mentari Cafe” program. Approaching and motivating is one of the approaches suggested to overcome the patient's lack of initiative during the “Mentari Cafe” program.
Dukungan Sosial Keluarga Dengan Anak Disabilitas Ganda: Bibliometrik Analysis Oktavia, Putri Lufi; Trustisari, Hastin
Indonesian Journal of Social Science Vol. 3 No. 1 (2025): Januari-IJSS
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijss.v3i1.88

Abstract

Dukungan sosial dari keluarga bagi penyandang disabilitas ganda merupakan komponen penting dalam meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Tujuan utama analisis ini memungkinkan pengumpulan artikel yang relevan dan memberikan wawasan mendalam tentang topik yang dituju. Penelitian ini menggunakan metode analisis bibliometric dengan fokus utama yaitu dukungan sosial keluarga dengan anak disabilitas ganda. Publish or Perish digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis artikel yang relevan dari Google Scholar, sehingga menyediakan data yang valid. VOSviewer digunakan sebagai tool untuk menganalisis kajian ini. Hasil Analisis ini menunjukkan bahwa dukungan sosial, terutama dukungan emosional dari keluarga, merupakan faktor utama dalam membantu keluarga menghadapi tantangan. Meskipun tema dukungan sosial relevan, masih ada kekurangan penelitian mendalam mengenai aspek ini dalam konteks keluarga dengan anak disabilitas ganda, tapi penelitian ini dapat digunakan untuk merancang program intervensi yang lebih baik.
Studi Pustaka: Deskripsi Penerimaan Keluarga terhadap Pengungkapan Anak Autisme: Penerumaan Keluarga, Peran Keluarga, dan Keluarga Dengan Anak Autisme Satya Aras Ardiansyah; Hastin Trustisari
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v3i2.3723

Abstract

According to Loftus (2024), in the United States, 1 out of 36 children were diagnosed with autism in 2023, which is an increase compared to 2020 when it was 1 out of 44 children. Disclosure by healthcare professionals elicits various emotions within families such as disbelief, blaming God or oneself, ultimately leading to denial and neglect of children with autism. However, the family's role is crucial in the development of children, especially those with special needs like autism. The author here writes about the various emotional reactions of family members and the roles they undertake after the disclosure of a child's autism diagnosis, aiming to uncover the extent of family emotions and their role in the growth of children with autism. This research is conducted using a descriptive literature review method by describing and critiquing previously published journals. The results of this study indicate that the emotional reactions of family members are mostly negative, but positive emotional regulation can lead to better acceptance of the child. Stigmatization is one factor that contributes to negative emotions, but after receiving social support, families seek information about autism, followed by subsequent roles that help children with autism become independent and adaptive..