Claim Missing Document
Check
Articles

Kolaborasi Civitas Akademika dan Kementerian Sosial RI dalam Penerapan Dukungan Psikososial pada Masyarakat Terdampak Banjir di Wilayah Cawang Jakarta Timur Hastin Trustisari; Dewi Kartika; Mahatir Muhammad
Jurnal Tiarsie Vol 18 No 5 (2021): Jurnal TIARSIE 18.5 (edisi ekstra)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/tiarsie.v18i5.115

Abstract

Salah satu masalah utama dalam penanganan masyarakat terdampak banjir adalah kegiatan yang dilakukan tidak tersinergi dengan baik. Sehingga pemenuhan kebutuahn bagi masyarakat yang terdampak banjir, seringkali tumpang tindih dan tidak maksimal. Hal ini dikarenakan kurang adanya koordinasi yang dibentuk dari awal perencanaan kegiatan sampai evaluasi akhir pelaksnaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk kolaborasi antara akademisi dan Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial Kemensos RI, dengan tujuan memberikan dukungan psikososial bagi masyarakat rentan yang terdampak bencana banjir. Kelompok rentan yang dipilih pada kegiatan ini adalah lansia, balita, disabilitas, dan anak-anak usia SD. Pelaksanaan Kegiatan ini dilakukan melalui 3 cara yaitu terdiri dari rapid asesment, kegiatan pendampinga berupa, konseling untuk manula, permainan educative untuk anak anak, dan pemberian kebutuhan dasar. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan yang dilakukan selama 3 hari ini memberikan dampak signifikan yaitu pengalaman kolaborasi dan bersinergi antara civitas academika dengan Kementerian Sosial RI, lebih terintegrasinya penanganan tanggap darurat banjir dan percepatan penanganan masyarakat rentan terdampak banjir melalui praktik lintas sektor. Kata kunci : Kolaborasi, Dukungan psikososial, Kelompok rentan terdampak banjir.
Pengorganisasian Forum Warga Sebagai Strategi Memperkuat Partisipasi Perempuan dalam Pelaksanaan Undang-Undang Desa Hastin Trustisari
INSANI Vol 5 No 1 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.394 KB)

Abstract

Mandat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 82 mengatur secara jelas tentang pentingnya partisipasi warga dalam tata kelola desa. Pasal ini membawa peluang dan tantangan, karena ruang partisipasi menjadi terbuka lebar bagi seluruh warga desa tak terkecuali perempuan untuk menyampaikan aspirasi, saran, dan pendapat lisan maupun tertulis dalam proses pembangunan desa. Penelitian ini dilakukan selama periode Juni sampai Desember 2017. Melalui studi penelitian lapangan di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, ditemukan bahwa ruang partisipasi bagi perempuan dalam pengambilan keputusan pada proses pembangunan desa, menjadi sesuatu yang tidak mudah diwujudkan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, misalnya dominasi elite desa, stigma tentang peran perempuan di desa, dan minimnya pengetahuan terkait dengan hak perempuan dalam pembangunan desa. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menunjukkan bahwa pengorganisasian forum warga desa dapat dijadikan strategi memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan desa sehingga terwujud tata kelola desa yang partisipatif dan berkeadilan sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Forum Warga menjadi ruang strategis untuk diorganisir menjadi ruang transaksi sosial dalam membangun kapasitas warga terutama perempuan agar terlibat aktif menjadi subyek dalam proses pembangunan di desa. Kesimpulannya, Forum Warga menjadi mutlak dioptimalkan fungsinya bukan saja sebagai ruang berkumpul warga, namun menjadi arena pendidikan dan transfer pengetahuan untuk perempuan agar mendapat kesempatan mengambil peran, berbicara di depan publik, dan mampu menyuarakan aspirasi dan kebutuhan sebagai warga yang memiliki hak dan kesempatan dalam membangun desanya.
Network Society: Digital Empowerment or Disempowerment Ira Patriani; Hastin Trustisari; Sih Parmawati; Trinandari Prasetyo Nugrahanti; Tengku Kespandiar
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 1 : Al Qalam (Januari 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i1.1795

Abstract

New skills and avenues for participation and self-expression in a connected society are made possible by ICT. Digital empowerment refers to the multi-step process of gaining access to better networking, communication, and collaboration opportunities and boosting the competency of individuals and communities so that they can play an influential role in society as a result of these developments. in the modern age of information. The goal of this essay is to investigate the relationship between inequality of participation and the degree to which individuals are empowered or disempowered in network society governance systems. A qualitative critical secondary data analysis was performed, in which published data and communication theory were used. This analysis contends that questions of the relationship between democracy and democratization and the role of computer-mediated communication in political communication are at the heart of the Digital Divide. The current Digital Gap is anticipated to add to structural disparities in political involvement as the role of ICT systems in political communication expands. As much as this inequality works against democracy and the political empowerment of some, it also creates chances for greater political participation by others. That raises questions about the social strata best positioned to profit from the coming networked society's electronic administration.
Peningkatan Peran Kader Posyandu Lansia dalam Memberikan Pengetahuan Kesehatan Lansia di Desa Cijagang Dita Mei Pradika; Nazera Nur Utami; Hastin Trustisari
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 8 NOMOR 2 JULI 2024 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v8i2.21271

Abstract

Kegiatan posyandu dapat dikembangkan  dengan fokus pada kesehatan lanjut usia (lansia). Kader adalah tenaga sukarela yang dipekerjakan oleh dan untuk masyarakat dengan tujuan meningkatkan pelayanan kesehatan. Namun kenyataannya di Desa Cijagang masih terdapat permasalahan yang berhubungan dengan kader dan posyandu lansia diantaranya yaitu seperti tidak adanya pelatihan untuk kader posyandu lansia, terbatasnnya kuota lansia untuk mengikuti posyandu lansia yang diadakan di puskesmas, tidak adanya program PMT (Pemberian Makanan Tambahan),dan masih adanya beberapa lanjut usia terlantar. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan lanjut usia. Oleh karena itu penulis mengadakan penyuluhan terkait program dan peran kader posyandu lanjut usia dengan tujuan  untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai berbagai program dan peran kader dalam pelaksanaan posyandu lanjut usia. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini berbasis makro yaitu FGD( Focus Group Discussion) yang berupa wawancara, pre test dan post test, serta studi dokumentasi. Tujuan diberikannya pre test dan post test yang berisi pertanyaan-pertanyaan terkait program dan peran kader posyandu yaitu untuk mengukur pengetahuan kader tersebut terkait program apa saja yang diberikan untuk lanjut usia dan peran apa saja yang dapat dilakukan oleh kader posyandu lanjut usia. Dari hasil penyuluhan dan pengisian pre test- post test tersebut menunjukkan bahwa terdapat kemajuan dan peningkatan pengetahuan kader dengan persentase 100%.
PENERAPAN TEKNOLOGI AUGMENTATIF ALTERNATIVE COMMUNICATION/AAC PADA DISABILITAS NETRA GANDA: TANTANGAN KETERLIBATAN SAUDARA KANDUNG Hastin Trustisari; Mahatir Muhammad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.32157

Abstract

Abstract. This study aims to provide an overview of the implementation of augmentative alternative communication (AAC) technology to support communication skills for multiple disability with visual impairment in the family. A qualitative descriptive approach was used to describe the involvement of adult siblings in the daily activities of individuals with multiple disability with visual impairment using AAC technology at home. The researcher conducted a literature review, in-depth interviews, and observations with four adult siblings, consisting of two siblings living in families with visually impaired parents and two other siblings in non-disabled families. The results of this study showed that there were differences in the roles played by adult siblings in disabled and non-disabled families in the implementation of AAC technology at home. This study suggests that the involvement of adult siblings is influenced by role allocation, family-school connections, parental limitations, parental roles and autonomy, and the presence of caregivers at home. The lack of school programs designed to prepare families to assist students in applying AAC technology at home has led to inconsistencies in the use of communication aids. The implications of this study suggest the possibility of further research to encourage collaborative programs between schools and parents, including the role of social workers in schools to promote the involvement of family members in improving communication skills for individuals with multiple disability with visual impairment.Top of Form Keywords: Commnucation technology, AAC, alternative communication, multiple disabilities, sibling involvement. Abstrak. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran penerapan teknologi augmentative alternative communication/AAC untuk mendukung keterampilan komunikasi bagi penyandang disabilitas netra ganda di keluarga. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan keterlibatan saudara kandung dewasa pada aktivitas keseharian disabilitas netra ganda menggunakan teknologi AAC di rumah. Peneliti melakukan studi literatur, wawancara mendalam dan observasi pada 4 sibling dewasa yang terdiri dari 2 sibling di keluarga dengan orang tua tunanetra dan 2 sibling lainnya di keluarga non-disabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara peran yang ditunjukkan sibling dewasa pada keluarga disabilitas dan nondisabilitas pada penerapan teknologi AAC di keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan sibling dewasa dipengaruhi oleh pembagian peran, keterhubungan keluarga dengan sekolah, keterbatasan orang tua, peran dan otonomi orang tua, serta keberadaan pengasuh di rumah. Minimnya program sekolah yang direncanakan untuk mempersiapkan keluarga mendampingi siswa dalam menerapkan teknologi AAC di rumah, ternyata memicu adanya ketidakkonsistenan dalam penggunaan alat bantu komunikasi. Penelitian ini mengharuskan penelitian lanjutan untuk mendorong program kolaborasi antara sekolah dan orang tua termasuk peran pekerja sosial di sekolah untuk mendorong keterlibatan anggota keluarga dalam peningkatan keterampilan komunikasi disabilitas netra ganda.  Kata Kunci: Teknologi komunikasi, AAC, komunikasi alternative, disabilitas ganda, keterlibatan sibling.
PARTISIPASI IBU DALAM KEGIATAN FAMILY DEVELOPMENT SESION ( FDS ) MODUL KESEHATAN DAN GIZI ANAK PENERIMA MANFAAT PROGRAM KELUARGA HARAPAN ( PKH ) DI KECAMATAN JOHAR BARU KELURAHAN TANAH TINGGI Rahmat, Rahmat; Hastin Trustisari; Mar Esterilita
Jurnal Ilmu Pekerjaan Sosial No. 1 (2023): Vol. 2 No.1, Tahun 2023
Publisher : Prodi Kesejahteraan Sosial Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fenomena yang terjadi di Kecamatan Johar Baru Kelurahan Tanah Tingi, berdasarkan pemantauan Posyandu yang dilakukan peneliti pada priode Oktober dan Desember 2022 masih terdapat anak dengan kondisi berat badan berada di bawah garis hijau atau berat badan ideal. Sehingga berdampak pada kondisi kesehatan anak yang dapat menyebabkan gizi buruk pada anak. Dan beberapa fenomena lain ditemukan seperti ibu menyususi tidak pada pelekatan yang baik sehingga memengaruhi kondisi kebersihan sentuhan kulit antara mulut anak dan kulit ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara faktual tentang pola kegiatan Family Development Session ( SDS ) modul kesehatan dan gizi anak. Serta peran ibu dalam pemberian gizi terhadap ibu hamil dan anak balita di Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Johar Baru Kota Administrasi Jakarta Pusat, mencakup aspek pentingnya gizi dan layanan kesehatan ibu bagi ibu hamil, pentingnya gizi ibu menyusui dan pemberian ASI Ekslusif pada bayi dan kesakitan pada anak dan kesehatan lingungan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Penentuan informan dengan melihat keaktifan dalam FDS dengan kondisi ibu yang sedang hamil dan Ibu yang memiliki anak balita, dengan jumlah lima informan yang terdiri dari dua orang ibu yang sedang hamil dan tiga orang ibu yang memiliki anak balita. Untuk perbaikan Kegiatan FDS perlu dilakukan monitiring secara berkala oleh pendamping sosial agar yang telah dipelajari dalam kegiatan FDS dapat dijalankan oleh Ibu penerima manfaat sebagai upaya pencegahan gizi buruk dan stunting pada anak. Hasil penelitian menunjukan, 1. ibu yang tidak aktif FDS hanya memahami kesehatan dan gizi bagi anak berdasarkan pengetahuan turun menurun, 2. ibu yang aktif mengikuti FDS mengetahui kesehatan dan gizi anak namun perlu motifasi lebih mendalam karena kondisi pekerjaan. 3. ibu lain yang aktif mengikuti FDS memahami kesehatan pada dan gizi anak serta cendrung mengimpelentasikannya. Hal tersebut akan mempengaruhi pola asuh ibu kepada anak balitanya sehingga dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Kata Kunci : Partisipasi Ibu, FDS Modul Kesehatan dan Gizi. PKH
DAMPAK PSIKOSOSIAL PEREMPUAN KORBAN PEMERKOSAAN: LITERATUR REVIEW Abdurachman Habib Al Hakim; Hastin Trustisari
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4822

Abstract

Di era modern, kasus pelecehan seksual seperti pemerkosaan semakin meningkat, dengan korban terbanyak adalah perempuan. Hal ini disebabkan karena perempuan cenderung lebih lemah, memudahkan pelaku mengendalikan mereka. Korban pemerkosaan mengalami trauma psikologis yang mendalam. Studi literatur ini bertujuan mengidentifikasi masalah psikososial korban pemerkosaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur jurnal dari database ilmiah seperti Google Scholar, dengan kriteria full text dan tahun 2013-2022. Hasil penelitian menunjukkan korban pemerkosaan mengalami trauma psikologis parah dan merasa harga dirinya rendah. Pendampingan keluarga dan pekerja sosial sangat dibutuhkan untuk membantu korban memulihkan citra diri. Trauma berdampak pada aspek psikologis, sosial, dan ekonomi. Dukungan berbagai pihak penting untuk membantu korban dalam pemulihan dan reintegrasi ke masyarakat. Kesimpulan: Kejahatan kekerasan seksual seperti pemerkosaan memberikan dampak traumatis yang sangat mendalam bagi korbannya, khususnya perempuan. Korban seringkali mengalami stres dan gangguan psikologis berupa Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD) yang membutuhkan penanganan medis dan psikologis komprehensif agar korban dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.
Deskriptive Literature Review Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi bagi Perempuan Penyandang Disabilitas Faranisa Salsabilah; Hastin Trustisari
Indonesian Journal of Social Science Vol. 2 No. 2 (2024): JULY- IJSS
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijss.v2i2.55

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama terhadap kesehatan yang diatur dalam undang-undang. Namun, implementasi dari pemenuhan hak kesehatan reproduksi ini belum terpenuhi secara komprehensif bagi penyandang disabilitas. Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya informasi, edukasi dan program pendidikan terkait kesehatan seksual dan reproduksi pada penyandang disabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi Perempuan penyandang disabilitas. Metode yang digunakan adalah descriptive literature review dengan membaca jurnal jurnal terkait. Hasil yang didapatkan bahwa pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas belum terlaksana dengan baik disebabkan oleh belum adanya pelaksanaan dari instansi pemerintah terkait. Kesimpulannya adalah perlu adanya koordinasi, komunikasi, sosialisasi dan bersinergi antar instansi pemerintah dengan masyarakat dalam melihat kebutuhan perempuan penyandang disabilitas karena penting untuk mengkampanyekan pemenuhan atas hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas bukan dengan informasi tetapi juga dalam pelaksanaaannya.
Hak Layanan Aksesbilitas Publik Bagi Penyandang Disabilitas Di Kota Jakarta Sianipar, Samuel togasihar adiputra; Hastin Trustisari
Indonesian Journal of Social Science Vol. 2 No. 2 (2024): JULY- IJSS
Publisher : PDPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58818/ijss.v2i2.66

Abstract

Aksesbilitas sangatlah penting bagi Setiap individu dalam kehidupan memiliki kebutuhan, karena manusia memiliki berbagai hal yang harus dipenuhi untuk dapat bertahan hidup. Demikian pula dengan para penyandang disabilitas juga memiliki pemenuhan kebutuhannya sendiri. Seperti hal nya aksesbilitas dalam pelayanan public di kota Jakarta  bagi disabilitas yang tentu harus di perhatikan mulai dari hak dan layanan yang baik bagi disabilitas. Artikel ini menggunakan metode naratif. Artikel ini bertujann bertujuan menggambarkan layanan dan isu masalah yang terjadi pada pelayanan aksesbilitas public di kota Jakarta bedasarkan Dekret Kementerian Pekerjaan Umum No. 468/KPTS tahun 1998 menegaskan bahwa aksesibilitas adalah fasilitas yang diberikan kepada orang-orang dengan disabilitas untuk  memastikan kesempatan  yang  sama  dalam  semua  aspek  kehidupan.  Aksesibilitas  sangat  penting,  terutama  bagi penyandang disabilitas Hasil studi literatur secara online di temukan 15 artikel hasil kajian menggambarkan 1. Hak layanan 2. Aksesbilitas Yang Baik 3.Transportasi yang mendukung Bedasarkan hal tersebut Maka Pemerintah di daerah setempat harus menyadari dan focus untuk meningkatkan Hak layanan bagi para penyandang disabilitas dan memberikan kenyamanan layanan yang baik bagi penyandang disabilitas. Sehinggak tidak adanya lagi ketidaksetaraan di tengah tengah masyarakat di Ibu Kota Jakarta
Literature Review Analisis Hambatan Pada Aksesbilitas Pendidikan Bagi Anak Jalanan Rendy Aulia Birkil; Hastin Trustisari
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 4 (2024): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i4.418

Abstract

Every child, including neglected children, has the right to education, from all forms of obstacles to access to education for street children. This study aims to analyze barriers to access to education for street children. This assessment method uses a descriptive literature review conducted online regarding barriers to street children's access to education. The results of the online literature review contained 1 article including Google Scholar. The results of the study illustrate (1). seven articles about the educational rights of street children (2). Challenges and obstacles in street children's education (3) two articles about street children's education programs. Based on this, equal education for street children is an important and relevant effort to provide them with equal opportunities in education and overcome their socio-economic problems. The recommendation from this study is to develop more flexible learning methods according to the needs and situations of street children, including the use of technology or more interesting learning media. KEYWORDS: Accessibility, Education, Street Children.