Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Pertumbuhan Rumput Laut Eucheuma cottonii dengan Berbagai Metode Penanaman yang berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan Wijayanto, Try; Hendri, Muhammad; Aryawati, Riris
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.888 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1319

Abstract

Research on Growth Studies Seaweed (Eucheuma cottonii) with Various Different Planting Methods on Kalianda Strait, South Lampung" was done March until April 2010. The aim of this research ware to know and analyze the ratio of floating raft method, long line method, and off-bottom method to growth from Eucheuma cottonii covering as follows : growth rate; growth relative; and weight accretion. The data obtained were analyzed using parametric statistics with more than two different test groups (One Way ANOVA) and continued with LSD test on α = 5% level if data was significantly affected. The results of showed that the floating raft method is more effective than other farming methods. The highest growth rate of Eucheuma cottonii on the floating raft method amounted to 48.40% gr / day. As the same with highest growth relative was found in the floating raft method amounted to 1.569 g and weight accretion of highest on the method of long line of 122.39 gr.   Key Words : Seaweed Farming Method, Eucheuma cottonii, ABSTRAK Penelitian mengenai Studi Pertumbuhan Rumput Laut (Eucheuma cotonii) dengan berbagai Metode Penanaman yang berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2010. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perbandingan metode budidaya rakit apung (floating raft method), rawai panjang (long line method), dan lepas dasar (off-bottom method) terhadap pertumbuhan Eucheuma cottonii melalui pengukuran : laju pertumbuhan; pertumbuhan nisbi/relatif, dan pertambahan berat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik parametrik dengan uji beda lebih dari dua kelompok (One Way Anova) dan apabila berpengaruh nyata maka diuji lanjut dengan uji LSD pada taraf α = 5%. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa metode budidaya rakit apung lebih efektif dibanding dengan metode budidaya lainnya. Laju pertumbuhan tertinggi  Eucheuma cottonii didapatkan pada metode rakit apung sebesar 48,40 %gr/hari. Pertumbuhan nisbi/relatif tertinggi didapatkan pada metode rakit apung sebesar 1,569 gr dan pertambahan berat tertinggi didapatkan pada metode long line sebesar 122,39 gr.   Kata Kunci : Metode Budidaya Rumput Laut, Eucheuma cottonii
Komposisi dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Sekitar Pulau Maspari, Ogan Komering Ilir ., Isnaini; Surbakti, Heron; Aryawati, Riris
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.025 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.1708

Abstract

Pulau  Maspari  merupakan  satu-satunya  pulau  yang  berada  di  perairan  laut  (Selat  Bangka) yang  dimiliki  Sumatera  Selatan.  Sampai  saat  ini  informasi  tentang  kondisi  Pulau  Maspari  masih sangat  terbatas,  sehingga  penelitian ini dirasa perlu  untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini  adalah menggali informasi tentang kondisi fisika kimia danbiologi perairan melalui studi langsung ke lokasi perairan  Pulau  Maspari  Ogan  Komering  Ilir  Sumatera  Selatan.  Pengukuran  dan  pengambilan  data dilaksanakan pada bulan Oktober 2013. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kondisi fisika kimia perairan  Pulau Maspari  masih dalam  kondisi  baik.  Perbedaan utama terlihat dari  sebaran nutrien, dimana kandungan nutrien (fosfat dan ammonia) di sisi bagian utara Pulau Maspari cenderung lebih tinggi dibandingkan sisi bagian barat dan selatan,  kecuali pada kandungan nitrat. Konsentrasi nitrat di bagian barat cenderung lebih tinggi  dibandingkan kedua lokasi lainnya. Pada penelitian biologi, yang diamati adalah jenis dan kelimpahan fitoplankton, dan ditemukan 13 jenis fitoplankton dengan Chaetoceros dan  Bacteriastrum sebagai  fitoplankton  yang  dominan  ditemukan.  Struktur  komunitas pada indeks keanekaragaman sedang, indeks keseragamannya yang tinggi dan tidak ada genera yang mendominasi
KARAKTERISTIK MASSA AIR DAN TIPE ESTUARI DI PERAIRAN MUARA SUGIHAN PROVINSI SUMATERA SELATAN Ramadoni, Ramadoni; Surbakti, Heron; Ulqodry, Tengku Zia; Isnaini, Isnaini; Aryawati, Riris
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.766 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.5901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik massa air di perairan Muara Sugihan berdasarkan parameter oseanografi (arus, suhu dan salinitas) dan mengkaji tipe estuari di perairan Muara Sugihan. Pengambilan data lapangan dilaksanakan pada bulan September 2016 dengan menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan pada kondisi menuju pasang dan kondisi menuju surut dengan menggunakan analisis deskriptif komperatif. Hasil penelitian menunjukkan Karakteristik massa air di Muara Sugihan dipengaruhi oleh kondisi pasang surut. Hal ini dapat dilihat dari adanya perbedaan karakteristik massa air saat menuju pasang maupun saat menuju surut. Saat kondisi menuju pasang kecepatan arus berkisar 0,001 m/s – 0,026 m/s dengan suhu tertinggi 31,75°C dan salinitas 32 psu. Kondisi menuju surut kecepatan arus berkisar 0,001 m/s – 0,033 m/s dengan suhu tertinggi 30,41°C dan salinitas 32 psu. Berdasarkan distribusi salinitasnya Muara Sugihan termasuk kedalam tipe estuari tercampur sempurna (well-mixed estuary).
Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp dengan Metode Rak Bertingkat di Perairan Kalianda, Lampung Selatan Novyandi, Reza; Aryawati, Riris; ., Isnaini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.037 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1320

Abstract

Research of Growth Rate of Gracilaria sp. by Multilevel Racks Method at Kalianda Waters, South Lampung was held at May until June 2010. The aim of this research were to know and analyze comparative growth of Gracilaria sp. by multilevel racks method consisting of 5 levels with different depth of each level, through measurement : average of weight gain, growth rate, and growth relative. Data was analyzed by using ANOVA (Tukey test) to assess whether the average of the five levels statistically different each other. The highest Gracilaria sp. comparative growth in 6 weeks period on research was available at first level with 30,2 gr/week. The highest growth rate was available at first level with 4,25 %gr/day. The highest growth relative was available at first level with 1,86 gr. The result of research showed that level 1 and level 2 (depth of 30 cm and 60 cm) was the effective growth rate level than the others.   Keywords : Multilevel Racks Method, Gracilaria sp., Kalianda.   ABSTRAK Penelitian mengenai Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. dengan Metode Rak Bertingkat di Perairan Kalianda-Lampung Selatan telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2010. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perbandingan pertumbuhan Gracilaria sp. dengan metode penanaman rak bertingkat yang terdiri dari 5 tingkatan dengan perbedaan kedalaman tiap tingkatannya, melalui pengukuran : rata-rata pertambahan berat, laju pertumbuhan, dan pertumbuhan nisbi/relatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Uji Tukey) untuk menilai apakah rata-rata kelima tingkatan secara statistik berbeda satu sama lain. Pertambahan berat rata-rata tertinggi rumput laut Gracilaria sp. dalam periode 6 minggu pengamatan didapatkan pada tingkat I sebesar 30,2 gr/minggu. Laju pertumbuhan tertinggi didapatkan pada tingkat I sebesar 4,25 %gr/hari. Pertumbuhan nisbi/relatif tertinggi didapatkan pada tingkat I sebesar 1,86 gr. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkatan I dan II (kedalaman 30 dan 60 cm) merupakan tingkatan yang paling efektif tingkat laju pertumbuhannya dibandingkan dengan tingkatan dibawahnya.   Kata Kunci : Metode Rak Bertingkat, Gracilaria sp., Kalianda
Pola Sebaran Fitoplankton serta Klorofil-a pada Bulan November di Perairan Tambelan, Laut Natuna Fitriya, Nurul; Surbakti, Heron; Aryawati, Riris
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.596 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1307

Abstract

Phytoplankton is one of the parameters that determine the primary productivity in the sea. Distribution and abundance of phytoplankton is influenced by physical and chemical aspects of sea water. The purpose of this study is to analyze the abundance of plankton and chlorophyll-a. The research was conducted in November 2010 in the Tambelan Waters, Natuna. 24 species of phytoplankton were found. It was dominated by the group of Bacillariophyceae such as Bacteriastrum, Ditylum, Thalassiothrix, Hemiaulus, Nitzshia, Chaetoceros and Skeletonema. While the group of dinoflagellate species found are common and many of Ceratium. The content of chlorophyll-a showed that the range of chlorophyll-a in the Tambelan waters ranged between 1.71 - 4:08 mg/m3 (in the surface layer) and 0.92 - 5:39 mg/m3 (in the layer near the bottom). This condition indicates that the research are greatly influenced by the activity of the mainland. These results are also evident from the high concentrations of chlorophyll-a in the waters near the mainland compared to offshore areas, this confirms that the distribution of chlorophyll-a concentrations in waters strongly influenced by high nutrient inputs from activities in the surrounding land.   Key Words: Chlorophyll-a, phytoplankton, Tambelan   ABSTRAK Fitoplankton merupakan salah satu parameter yang sangat menentukan produktivitas primer di laut. Sebaran dan tinggi rendahnya konsentrasi fitoplankton sangat terkait dengan kondisi oseanografi suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesuburan perairan berdasarkan kelimpahan plankton dan klorofil a-fitoplankton sebagai produsen primer di wilayah kepulauan Tambelan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2010 di sekitar perairan Kepulauan Tambelan, Natuna.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa di perairan Tambelan, ditemukan 24 jenis fitoplankton. Lima jenis diatom umum dijumpai di perairan ini, yaitu Bacteriastrum, Ditylum, Thalassiothrix, Hemiaulus, Nitzshia, Chaetoceros dan Skeletonema. Sedangkan dari kelompok dinoflagellata jenis yang umum dan banyak ditemukan adalah Ceratium. Kandungan klorofil-a menunjukkan bahwa kisaran klorofil-a di lapisan permukaan di sekitar perairan Tambelan berkisar antara 1.71 – 4.08 mg/m3.  Konsentrasi klorofil-a pada lapisan dekat dasar di Perairan Tambelan berkisar antara 0.92 – 5.39 mg/m3.  Kondisi ini menandakan bahwa lokasi penelitian di sekitar kedua pulau tersebut sangat dipengaruhi oleh aktivitas dari daratan.  Hasil ini juga terlihat dari tingginya konsentrasi klorofil-a di perairan dekat daratan jika dibandingkan dengan daerah lepas pantai, ini menegaskan bahwa sebaran konsentrasi klorofil-a yang berada di perairan sangat dipengaruhi oleh masukan nutrien yang tinggi dari aktivitas di daratan sekitarnya.   Kata Kunci: Klorofil-a, fitoplankton, Tambelan
STRUKTUR KOMUNITAS EPIFAUNA PELABUHAN PULAU BAAI, PROVINSI BENGKULU Tantria, Muhammad Didi; Aryawati, Riris; Ulqodry, T Z
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v12i2.12837

Abstract

Pelabuhan Pulai Baai di Bengkulu merupakan kawasan yang menerima limbah domestik dari warga sekitar. Tekanan lingkungan di perairan mempengaruhi kelimpahan hewan besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan spesies di perairan Pelabuhan Pulau Baai Bangluru, kepadatan relatif, indeks komunitas makrofauna dan hubungannya dengan faktor fisik dan kimia. Prosedur penelitian ini meliputi: pengambilan sampel sedimen dan hewan besar di empat lokasi, pengukuran parameter fisik dan kimiawi perairan, analisis kandungan sedimen, identifikasi hewan besar dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 spesies gastropoda besar yang terbagi menjadi 3 kategori yaitu gastropoda, bivalvia dan plasmodium. Hasil analisis fraksi sedimen terdiri dari pasir berlempung dan lempung berpasir. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun 3 secara berurutan sebesar 1,55 dan 0,82. Indeks dominansi tertinggi 0,44 (stasiun 4) dan terendah 0,24 pada stasiun 3. Analisis PCA menunjukkan terdapat keterkaitan antara kepadatan jenis, fraksi sedimen dan parameter fisika-kimia perairan. Kata Kunci : Bengkulu, fraksi sedimen, makrozoobenthos, Pulau Baai
COMPARISON OF ZOOPLANKTON DENSITY ESTIMATION USING BONGO PLANKTON NET AND UNDERWATER ACOUSTICS METHOD Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Aryawati, Riris; Febrianti, Amanda AP; Supriyadi, Freddy
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v13i1.13986

Abstract

Zooplankton is one of the factors that can affect water conditions. The existence and abundance of zooplankton can indicate the level of water fertility. Zooplankton abundance can be observed by using two methods. These are the bongo plankton net and underwater acoustics method. This study aims to determine the abundance of zooplankton using bongo plankton net 250 ?m mesh size and underwater acoustics method using Simrad EK15 200 kHz frequency. This study was conducted in July 2019 in the Banyuasin estuary. The results showed the abundance of zooplankton using bongo plankton net ranged from 7-116 ind/m3, and the zooplankton density in underwater acoustics ranges from 0-2700 ind/m3. It means the ratio between both of the methods is around 1:20. The comparison could illustrate the difference in zooplankton density. It is necessary to adjust the specifications instrument and sampling technique of zooplankton sampling equipment and underwater acoustics instruments to obtain more accurate results.Keywords: Abundance, Banyuasin estuary, hydroacoustics, zooplankton,
PERBANDINGAN KONSENTRASI KLOROFIL-a MENGGGUNAKAN CTD DAN ANALISIS LABORATORIUM Hutapea, Oliver Alexander; Aryawati, Riris; Purwiyanto, Anna IS
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v12i1.11610

Abstract

Perairan Selat Bangka merupakan perairan yang subur karena diapit oleh dua daratan yaitudaratan Sumatra dan Bangka yang banyak memberikan masukan unsur hara yang cukuptinggi dari daratan melalui sungai menuju laut. Klorofil-a merupakan salah satu pigmen yangterdapat pada fitoplankton di perairan yang berperan dalam fotosintesis. Fitoplankton,zooplankton dan bakteri sangat bermanfaat dalam rantai makanan karena dapatmempengaruhi tingkat kesuburan perairan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisiskonsentrasi harian klorofil-a berdasarkan hasil CTD dan analisis laboratorium sertamenganalisis keterkaitan konsentrasi harian klorofil-a berdasarkan hasil CTD dan analisislaboratorium. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 di Perairan SelatBangka dengan titik koordinat S 02°14.548’ E 105°02.983’ di salah satu bagan nelayantersebut dengan cara pengambilan data yang dilakukan secara mooring dengan (selisih waktuperdua jam). Pengukuran parameter perairan menggunakan alat MIDAS CTD+ (ConductivityTemperature Depth) dan pengambilan sampel air untuk klorofil-a yang akan dianalisis dilaboratorium diambil tiga hari terakhir menggunakan botol gelap. Hasil penelitian inimenunjukkan nilai konsentrasi klorofil-a yang didapat dari CTD (C) berkisar antara 19,886mg/m3 sampai 174,952 mg/m3 sedangkan hasil analisis laboratorium diperoleh nilai klorofila 0,37 mg/m3 sampai 17,92 mg/m3 dan keterkaitan nilai konsentrasi klorofil-a pada CTD (C)dengan analisis di laboratorium menunjukkan korelasi yang sangat lemah dengan nilaikorelasi R2 sebesar 0,1195.
KAJIAN FUNGSI PERENDAMAN RUMPUT LAUT JENIS Kappaphycus alvarezii PADA AIR TAWAR UNTUK MEMINIMALISIR SERANGAN PENYAKIT ICE-ICE Fadli, Muhammad; Aryawati, Riris; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v13i2.14573

Abstract

Penyakit ice-ice merupakan masalah yang sering dihadapi oleh pembudidaya. Penyakit iceice dominan menyerang rumput laut jenis K. alvarezi yang dibudidayakan dengan gejala awal klinis yang ditimbulkan seperti produksi lendir meningkat, permukaan thallus kasar, thallus layu, terbentuknya bintik putih, dan pemutihan ujung thallus. Konsep dasar dalam penelitian ini adalah menganalisa peran air tawar dengan waktu berbeda selama 3 menit, 5 menit, dan 7 menit untuk melihat laju pertumbuhan dan mencegah penyakit ice-ice pada rumput laut K. alvarezii. Hasil dari penelitian ini menunjukkan air tawar dengan waktu perendaman 7 menit menghasilkan pertumbuhan lebih baik dan paling sedikit terserang penyakit ice-ice dibandingakan dengan perlakuan lainnya. Rumput laut yang direndam air tawar selama 3 menit memiliki pertumbuhan lebih kecil dibandingkan dengan perlakuan dan lebih banyak terserang penyakit ice-ice. Pada penelitian ini laju pertumbuhan harian budidaya rumput laut K. alvarezii pada perendaman 3 menit, 5 menit, 7 menit dan kontrol menunjukkan hasil yang baik (>2% /hari).Kata Kunci: Air tawar, ice-ice, Kappaphycus alvarezii.
ESTIMASI KELIMPAHAN PLANKTON MENGGUNAKAN METODE HIDROAKUSTIK DI SEBAGIAN PERAIRAN ESTUARI PESISIR TIMUR BANYUASIN Hasan, Winanda Muhammad; ., Fauziyah; Aryawati, Riris
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v13i1.15770

Abstract

Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, memiliki potensi sumber daya perikanan dan kelautan yang besar, potensi sumber daya perikanan Kabupaten Banyuasin mencakup perikanan tangkap (laut dan perairan umum). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan jenis – jenis plankton di sebagian perairan Pesisir Timur Banyuasin dan mendeteksi sebaran dan densitas plankton di sebagian perairan Pesisir Timur Banyuasin dengan metode hidroakustik.  Pengambilan dan analisis data telah dilaksanakan pada bulan September 2017. Metode hidroakustik menggunakan instrumen Scientific Echosounder SIMRAD EK15 single beam single frekuensi 200 kHz dan  sampling menggunakan Plankton net 20 . Pengolahan data menggunakan perangkat lunak echoview 5.0, ArcGIS 10.1, dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukan terdapat 20 genus fitoplankton dan 5 genus zooplankton yang ditemukan, genus yang memiliki kelimpahan tertinggi pada fitoplankton yaitu Chaetoceros sp, dan untuk genus pada zooplankton tertinggi kelimpahannya yaitu Acartia sp, Densitas area pada estimasi kelimpahan plankton berkisar 0-8100 ind/nmi2 dan untuk densitas volume pada estimasi kelimpahan plankton berkisar 0-400 ind/m3. Kata Kunci : Hidroakustik, Pesisir Timur Banyuasin, Plankton
Co-Authors Afan Absori Afan Absori Ahmad Firdaus Ahmad Firdaus, Ahmad Amanda AP Febrianti Ananta, Dio Alif Andi Agussalim, Andi Andreas Eko Aprianto Andrian Saputra Andrian Saputra Anna Ida Sunaryo Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo, Anna Ida Anna IS Purwiyanto Apri Suganda Apriyanto, Apriyanto Arsyei, Laksamana Fachryzal Aryawati, Wike Ayu Eka Ayu Pratiwi Ayu Pratiwi, Ayu Barus, Beta Susanto Bayu Dwinata Putra Bengen, Detriech G Beta S Barus Beta Susanto Barus Che Abd Rahim Mohamed De Karo, Fransiskus Dianysah, Gusti Dietriech Geoffrey Bengen Dilah Zulhaniarta Dilah Zulhaniarta, Dilah Efriadi Muslim Sz Elfita . Elyakim Sitorus FAUZIYAH Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Febrianti, Amanda AP Fery Pratama Fitri Agustriani Freddy Supriyadi Freddy Supriyadi Gusti Diansyah Gusti Diansyah Hartoni . Hartoni ., Hartoni Hartoni Hartoni Hartoni Hartoni Hary Widjajanti Hasan, Winanda Muhammad henny dede ismail henny dede ismail, henny dede Heron Surbakti Heron Surbakti Heron Surbakti Herry Purnomo Hikmah Thoha Hikmah Thoha Hilda Zulkifli Hilda Zulkifli Hutapea, Oliver Alexander I Wayan Nurjaya Inda Azhara Isnaini Isnaini . Isnaini . Isnaini ., Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Khotimah, Nadila Nur Kurniawan, Mardian Candra Lestari, Tridyah M. Yosi Prasetyo Mardian Candra Kurniawan Meiyerani, Jeni Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Muhammad Didi Tantria Muhammad Fadli Muhammad Fadli Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Mulyadi Mulyadi Munthe, Yunita Veronika Nadila Nur Khotimah Ningsih, Ellis Nurjuliasti Novitasari, Tri Ayu Novyandi, Reza Nurdiana Nurdiana Nurul Fitriya Nurul Fitriya Nurul Fitriya Okarda, Beni Oliver Alexander Hutapea Purwiyanto, Anna Purwiyanto, Anna IS Puspa Deka Sari Putra, Bayu Dwinata Raihan, Muhammad Ramadoni Ramadoni Ramadoni, Ramadoni Ramses Redho Yoga Nugroho Reza Novyandi Rezi Apri Rian Andriansyah Robinson Sitepu Rozirwan . Rujito Agus Suwignyo Sahrul Ramadhan Salsabilah, Raisyah Sarno . Sarno Sarno Sefti Heza Dwinanti Siddik, Judistira Suai Batul Aslamiah Surbakti , Heron Susanti, Ester Mei Syahira, Nyimas Nanda Syamsiar, Syamsiar T. Zia Ulqodry Tantria, Muhammad Didi Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tri Prartono TRY WIJAYANTO Ulqodri, Tengku Zia Ulqodry, T Z Ulqodry, T. Utami, Risnita Widada Sukrisna Wijayanto, Try Wike Ayu Eka Putri Winanda Muhammad Hasan Yundari, Yundari Yunita Veronika Munthe Yusni Ikhwan Siregar