Claim Missing Document
Check
Articles

Laju Pertumbuhan Benih Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer) Dengan Pemberian Pakan Yang Berbeda Suai Batul Aslamiah; Riris Aryawati; Wike Ayu Eka Putri
Jurnal Penelitian Sains Vol 21, No 3 (2019)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.241 KB) | DOI: 10.56064/jps.v21i3.540

Abstract

Penggunaan pakan buatan sangat penting dalam budidaya Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer). Pakan tersebut harus memenuhi nutrisi dan kebutuhan benih yang dipelihara agar pertumbuhan ikan kakap putih (Lates calcarifer) dapat berlangsung dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kelulusan hidup, laju pertumbuhan dan jenis pakan yang terbaik bagi pertumbuhan benih ikan kakap putih pada pemberian pakan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada Tanggal 19 Januari – 20 Maret 2018 di Laboratorium Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL), Lampung. Metode yang digunakan dalam peneltitian ini adalah metode eksperimen pada skala laboratorium. Penelitian ini menggunakan 1 jenis pakan pabrik (Pellet Growper = A) sebagai pakan kontrol dan 2 jenis pakan formulasi mandiri (Pellet formulasi 1 = B dan 2 = C) sebagai pakan uji. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa laju pertumbuhan ketiga pakan secara berurutan dari rendah ke tinggi yaitu pakan B sebesar 3,015%, pakan A sebesar 3,130% dan pakan C sebesar 3,164%. Tingkat kelangsungan hidup dari yang terendah ke tertinggi yaitu pakan A dan B sebesar 93,33% dan pakan C sebesar 94,67%. Berdasarkan hasil uji ANOVA dari setiap perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap laju pertumbuhan ikan
Dinamika Komunitas Fitoplankton Pada Siang dan Malam Hari di Perairan Desa Sungsang Muara Sungai Musi, Sumatera Selatan Fery Pratama; Rozirwan Rozirwan; Riris Aryawati
Jurnal Penelitian Sains Vol 21, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.479 KB) | DOI: 10.56064/jps.v21i2.535

Abstract

The Sungsang waters are often used by the surrounding community for water transportation, fishing and wash. The correlation of phytoplankton community with the physical-chemical parameters that can be used to determine the condition of the waters. The purpose of this research was to discuss the types of phytoplankton, analyze the community index and correlation between physical - chemical parameters in Sungsang waters. The research was had been done on November 2018, taking of samples and measurements was performed at 3 station points by tides at the day and night in 3 days. Taking of sampels that is phytoplankton and nutrient water samples, measurements of physical - chemical parameters that is DO, temperature, salinity, pH and current velocity, the correlation of phytoplankton community's with physical-chemical parameters are carried out by principal component analysis (PCA). The phytoplankton composition at night was found 39 genera from 4 classes, while during the day there were 41 genera from 5 classes. Percentage of phytoplankton composition class that is Bacillariophyceae (98.77%), Cyanophyceae (0.87%), Dinophyceae (0.29%), Chlorophyceae (0.055%) and Dictyochophyceae (0.014%). The abundance of phytoplankton is range between 298 - 2,533 cells/l with the diversity index of the dominant is medium category, the uniformity index of the dominant is high category and the dominance index of the dominant is low category. Based on the results of PCA for the correlation between phytoplankton communities with physical-chemical parameters during at day with the identifiers is uniformity index, DO, dominance index, phosphate, salinity and current, the identifiers at night is current, pH, nitrate, temperature, phosphate, DO, diversity index and uniformity index, for combined data day and night the identifiers is diversity index, phosphate, uniformity index, abundance, temperature, pH, dominance index and salinity.
Asosiasi Gastropoda Dengan Lamun (Seagrass) Di Perairan Pulau Tangkil Lampung Puspa Deka Sari; Tengku Zia Ulqodry; Riris Aryawati; Isnaini Isnaini
Jurnal Penelitian Sains Vol 21, No 3 (2019)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.418 KB) | DOI: 10.56064/jps.v21i3.546

Abstract

Komunitas gastropoda merupakan salah satu komponen penting dalam rantai makanan di padang lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, kerapatan lamun, kepadatan gastropoda, indeks komunitas gastropoda dan hubungan antara kerapatan lamun dengan kepadatan gastropoda di Perairan Pulau Tangkil. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2018, dengan menggunakan metode transek linier kuadrat 1x1 m. Pengambilan data dilakukan di 4 stasiun, dimana setiap stasiun dibagi menjadi 3 transek dan pengukuran parameter fisika dan kimia perairan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian di Pulau Tangkil ditemukan 16 jenis yang terdiri dari 6 ordo, 8 famili gastropoda. Nilai kepadatan tertinggi jenis gastropoda didominansi oleh jenis Turridae sp, sedangkan untuk lamun diperoleh 3 spesies, 2 ordo dan 3 famili. Kerapatan lamun tertinggi adalah jenis E. acoroides dengan nilai kerapatan 2- 48 tegakan/m2. Kerapatan lamun dengan kepadatan gastropoda di Pulau Tangkil memiliki hubungan yang sedang dengan nilai korelasi 0,6693, dan bersifat asosiasi positif. Nilai indeks keanekaragaman gastropoda 1,695 yang dikategorikan sedang, indeks keseragaman 0,9425 yang tergolong stabil dan indeks dominansi 0,1925 yang tergolong rendah.
Penentuan tipe sedimen dasar perairan Muara Sungai Banyuasin berdasarkan nilai hambur balik akustik Ellis N Ningsih; Beta S Barus; Riris Aryawati; Sahrul Ramadhan; Freddy Supriyadi
Jurnal Penelitian Sains Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.137 KB) | DOI: 10.56064/jps.v23i3.663

Abstract

Bottom sediments have an essential role, among others, as a habitat for living things, determining waves, turbidity of the waters, and as information on marine development. Determination of the type of bottom waters can be done using the acoustic method. The use of sound waves in the acoustic method can detect objects in the water column using an echosounder instrument. This research aims to analyze the value of acoustic backscatter in finding the type of sediment at the bottom of the water. This research was carried out in October 2018 - January 2019 in the waters of the Banyuasin River Estuary. The results showed that the sediment base corresponds to the acoustic backscatter value, namely clayey sand with an SS value of -16.23 dB. Clay with SS values ranging from -24.09 dB to -21.29 dB. Muddy clay with SS values ranging from -17.88 dB to -15.54 dB, and sandy clay with an SS value of -16.89 dB. Based on multiple linear regression analysis, the three types of sediment fractions strongly influence the formation of acoustic backscatter by 65.3% or 0.81.
POPULASI FITOPLANKTON SKELETONEMA DI ESTUARIA BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Riris Aryawati; T. Zia Ulqodry; Heron Surbakti; Ellis N. Ningsih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.277 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i2.18730

Abstract

Fitoplankton di laut mempunyai peranan penting sebagai pembentuk dasar dari rantai makanan (food-chain) dan bertanggung jawab dalam produksi primer (primary production). Kelimpahan dan jumlah jenis fitoplankton secara tidak langsung akan mempengaruhi tingkat kesuburan suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  keberadaan fitoplankton ditinjau dari kelimpahan, indeks keragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi di estuaria Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan  September 2017 di sebelas stasiun. Contoh fitoplankton diambil di permukaan perairan dengan menggunakan jaring plankton yang berbentuk kerucut dengan diameter 30 cm, panjang 100 cm dan ukuran mata jaring 30 μm. Hasil penelitian menemukan 17 marga fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae, dan terdapat ledakan populasi dari marga Skeletonema, dengan komposisi sebesar 98,71%. Nilai indeks keragaman (H’), indeks keseragaman (E) dan indeks dominansi (D) memperlihatkan adanya kondisi struktur komunitas fitoplankton yang tidak stabil. Nilai indeks keragaman pada penelitian ini berkisar antara 0,02-0,87 yang berarti komunitas dengan keanekaragaman yang rendah,  nilai keseragaman berkisar antara 0,01-0,25 yang berarti komunitas dengan keseragaman tidak merata dan nilai dominansi berkisar antara 0,67-0,99 yang berarti terjadi dominansi jenis fitoplankton.
Pembuatan Biogas dari Rumput Laut Jenis Caulerpa racemosa dan Sargassum duplicatum sebagai Bahan Energi Alternatif Andrian Saputra; Wike Ayu Eka Putri; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.118 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1316

Abstract

Seaweed has economic value that is very important for humans. Several years ago, only seaweed used as human food ingredients. Given the many types of seaweed are still not popular yet widely used and Along with the progress of science and technology, utilization of seaweed has expanded in various fields, including one uses seaweed as an ingredient of biogas alternative energy. The purpose of this study was to determine the potential of seaweed species Sargassum duplicatum and Caulerpa racemosa for the manufacture of biogas as a new alternative energy sources and to know the pressure of gas contained in a type of seaweed Sargassum duplicatum and Caulerpa racemosa as a new alternative energy sources. This research was conducted in June-September 2010. Samples were taken in waters around Lampung Marine Aquaculture Development Center. Making biogas process is conducted at the Laboratory of Marine Science. Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University. The method used is a laboratory experimental methods. Making biogas is done by collecting seaweed and beach sediments as seedman making, preparation of the digester and the making of starter and stuffing, were examined by using biogas pressure manometer U for three months, analyze the data descriptively biogas pressure. Based on the results of research in getting the peak pressure for this type of seaweed Sargassum duplicatum is 15.47 psi, 16.05 psi and 16.43 while to get the type of Caulerpa racemosa in the peak pressure of 15.42 psi, 15.88 psi and 16, 43 psi. Keywords: Seaweed, Biogas, Sargassum duplicatum, Caulerpa racemosa,  Biogas pressure. ABSTRAK Rumput laut memiliki nilai ekonomis yang sangat penting bagi manusia. Beberapa tahun yang lalu, rumput laut hanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan manusia. Mengingat masih banyaknya jenis rumput laut tidak popular yang belum banyak dimanfaatkan dan sering dengan kemajuan sains dan teknologi, pemanfaatan rumput laut telah meluas di berbagai bidang, termasuk salah satunya pemanfaatan rumput laut sebagai bahan energi alternatif yaitu biogas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi rumput laut jenis Sargassum duplicatum dan Caulerpa racemosa untuk pembuatan biogas sebagai sumber energi alternatif  baru serta mengetahui tekanan gas yang terdapat dalam rumput laut jenis Sargassum duplicatum dan Caulerpa racemosa sebagai sumber energi alternatif baru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – September 2010. Pengambilan sampel dilakukan di  sekitar perairan Balai Pengembangan Budidaya Laut Lampung. Proses Pembuatan biogas itu sendiri dilakukan di Laboratorium Dasar Ilmu Kelautan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris. Pembuatan biogas ini dilakukan dengan cara pengumpulan rumput laut dan pengambilan sedimen pantai sebagai penyemai, penyiapan digester serta pembuatan starter dan isian. Dilakukan pengamatan tekanan biogas dengan menggunakan manometer U selama tiga bulan. Analisa data tekanan biogas dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan tekanan puncak untuk jenis rumput laut
STRUKTUR KOMUNITAS EPIFAUNA PELABUHAN PULAU BAAI, PROVINSI BENGKULU Muhammad Didi Tantria; Riris Aryawati; T Z Ulqodry
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v12i2.12837

Abstract

Pelabuhan Pulai Baai di Bengkulu merupakan kawasan yang menerima limbah domestik dari warga sekitar. Tekanan lingkungan di perairan mempengaruhi kelimpahan hewan besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan spesies di perairan Pelabuhan Pulau Baai Bangluru, kepadatan relatif, indeks komunitas makrofauna dan hubungannya dengan faktor fisik dan kimia. Prosedur penelitian ini meliputi: pengambilan sampel sedimen dan hewan besar di empat lokasi, pengukuran parameter fisik dan kimiawi perairan, analisis kandungan sedimen, identifikasi hewan besar dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 spesies gastropoda besar yang terbagi menjadi 3 kategori yaitu gastropoda, bivalvia dan plasmodium. Hasil analisis fraksi sedimen terdiri dari pasir berlempung dan lempung berpasir. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun 3 secara berurutan sebesar 1,55 dan 0,82. Indeks dominansi tertinggi 0,44 (stasiun 4) dan terendah 0,24 pada stasiun 3. Analisis PCA menunjukkan terdapat keterkaitan antara kepadatan jenis, fraksi sedimen dan parameter fisika-kimia perairan. Kata Kunci : Bengkulu, fraksi sedimen, makrozoobenthos, Pulau Baai
SEBARAN KONSENTRASI KLOROFIL-A TERHADAP NUTRIEN DI MUARA SUNGAI BANYUASIN KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Dilah Zulhaniarta; Fauziyah .; Anna Ida Sunaryo; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.399 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2488

Abstract

Muara S. Banyuasin menerima masukan nutrien dari berbagai aktifitas masyarakat di sekitar perairan dan secara tidak langsung akan mempengaruhi pertumbuhan fitoplankton yang tercermin pada konsentrasi klorofil-a perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi klorofil-a dan kandungan nutrien (nitrat & fosfat) serta hubunganya dengan parameter lingkungan di perairan Muara S.Banyuasin. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2013 pada kondisi perairan pasang dan surut. Proses pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil sebaran klorofil-a, nutrien dan parameter lingungan diolah menggunakan software surfer 10.0 dan pengaruh parameter lingkungan terhadap klorofil-a diolah dengan metode PCA menggunakan software Statistica 8.0. Hasil penelitian pasang dan surut menunjukan bahwa konsentrasi Klorofil-a berkisar antara 4,41-55,01 mg/m3. Nitrat berkisar antara 0,94-34,44 mg/l. Fosfat berkisar antara 0,08-0,64 mg/l. Analisis Komponen Utama (PCA) menunjukkan bahwa nutrien (Nitrat & fosfat) mempengaruhi konsentrasi klorofil-a baik saat pasang pasang maupun surut, dengan nilai eigenvalue 3,04 (nitrat) dan 2,19 (fosfat) saat pasang serta 4,29 (nitrat) dan 1,27(pasang) saat surut. Secara umum konsentrasi klorofil-a dan nutrien semakin banyak ditemukan di daerah yang dekat dengan daratan yang memberi banyak masukan nutrien. Faktor lingkungan yang mempengaruhi konsentrasi klorofil-a adalah nitrat, fosfat, kecerahan, suhu, DO, dan kecepatan arus.KATA KUNCI: Fitoplankton, klorofil-a, nutrien, perairan muara Sungai Banyuasin.
DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED SOLID DAN TOTAL DISSOLVED SOLID DI MUARA SUNGAI BANYUASIN KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Ahmad Firdaus; Melki .; Hartoni .; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1303.801 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2493

Abstract

Muara Banyuasin merupakan daerah estuaria yang memiliki peranan penting dari segi ekonomi maupun ekologi, tempat bermuaranya sungai besar, beberapa sungai kecil. Aktivitas manusia seperti industri, transportasi, penebangan hutan dan pembukaan lahan peningkatan TSS dan TDS di Muara. Kegiatan ini menyebabkan meningkatnya pengikisan tanah di sepanjang aliran sungai sehingga berdampak terhadap padatan tersuspensi dan padatan terlarut semakin tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi TSS dan TDS, kondisi kualitas air di Muara sungai Banyuasin di lihat dari parameter lingkungan, menggambarkan distribusi TSS dan TDS saat pasang dan surut, menggambarkan profil melintang TSS dan TDS saat pasang dan surut. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2013. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling. Hasil Konsentrasi TSS di perairan Muara sungai Banyuasin lebih tinggi saat surut dibandingkan saat pasang yakni nilai TSS saat surut 208 mg/l – 1640 mg/l, sedangkan saat pasang 527 mg/l – 1116 mg/l. TDS lebih rendah saat surut dibandingkan saat pasang yakni nilai TDS saat surut 192 mg/l – 1081 mg/l, sedangkan saat pasang 779 mg/l - 1909 mg/l. Kondisi kualitas air Muara sungai Banyuasin meliputi suhu dan salinitas bervariasi setiap lapisan kedalaman dan lebih dominan di lapisan permukaan perairan.KATA KUNCI: Muara sungai Banyuasin, TDS, TSS.
Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. dengan Metode Penanaman yang Berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan Bayu Dwinata Putra; Riris Aryawati; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.641 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1317

Abstract

Research on The Growth Seaweed Gracilaria sp. with different planting method in Kalianda waters, south lampung was held in May to June 2010. The purpose of the study,  is knowing and analyzing the comparison the planting method with growth of Gracilaria sp. by measuring : average weight, growth rate, and growth relative. The data were analyzed using T test  for  two  independent samples was used to assess whether the planting average use long line method and off bottom method  statistically different each other. The results obtained showed that long line method more effective than off bottom method. The average added weight of Gracilaria sp. by using long line method is 33.15 gr. The highest growth rate obtained on long line method of 4.445 %gr/day. Growth relative length was obtained on long line method for 2.009 gr.   Key Words : planting method, Gracilaria sp., Kalianda   ABSTRAK Penelitian mengenai Laju Pertumbuhan Rumput Laut (Gracilaria sp.) dengan Metode Penanaman yang berbeda di Perairan Kalianda Lampung Selatan telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2010. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perbandingan metode penanaman terhadap pertumbuhan Gracilaria sp. melalui pengukuran : rata-rata pertambahan berat, laju pertumbuhan, dan pertumbuhan nisbi/relatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji T (t test) untuk dua sampel independent digunakan untuk menilai apakah rata-rata penanaman menggunakan metode rawai panjang dan metode lepas dasar secara statistik berbeda satu dengan yang lain. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penanaman rumput laut pada metode rawai panjang lebih efektif dibanding dengan penanaman menggunakan metode lepas dasar. Pertambahan berat rata-rata rumput laut Gracilaria sp. tertinggi didapatkan pada penanaman dengan metode rawai panjang sebesar 33,15 gr. Laju pertumbuhan tertinggi  Gracilaria sp. didapatkan pada metode rawai panjang sebesar 4,445 %gr/hari. Pertumbuhan nisbi/relatif tertinggi didapatkan pada metode rawai panjang  sebesar 2,009 gr.   Kata Kunci : Metode Penanaman, Gracilaria sp., Kalianda
Co-Authors Afan Absori Afan Absori Ahmad Firdaus Ahmad Firdaus, Ahmad Amanda AP Febrianti Ananta, Dio Alif Andi Agussalim, Andi Andreas Eko Aprianto Andrian Saputra Andrian Saputra Anna Ida Sunaryo Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo, Anna Ida Anna IS Purwiyanto Apri Suganda Apriyanto, Apriyanto Arsyei, Laksamana Fachryzal Aryawati, Wike Ayu Eka Ayu Pratiwi Ayu Pratiwi, Ayu Barus, Beta Susanto Bayu Dwinata Putra Bengen, Detriech G Beta S Barus Beta Susanto Barus Che Abd Rahim Mohamed De Karo, Fransiskus Dianysah, Gusti Dietriech Geoffrey Bengen Dilah Zulhaniarta Dilah Zulhaniarta, Dilah Efriadi Muslim Sz Elfita . Elyakim Sitorus FAUZIYAH Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Febrianti, Amanda AP Fery Pratama Fitri Agustriani Freddy Supriyadi Freddy Supriyadi Gusti Diansyah Gusti Diansyah Hartoni . Hartoni ., Hartoni Hartoni Hartoni Hartoni Hartoni Hary Widjajanti Hasan, Winanda Muhammad henny dede ismail henny dede ismail, henny dede Heron Surbakti Heron Surbakti Heron Surbakti Herry Purnomo Hikmah Thoha Hikmah Thoha Hilda Zulkifli Hilda Zulkifli Hutapea, Oliver Alexander I Wayan Nurjaya Inda Azhara Isnaini Isnaini . Isnaini . Isnaini ., Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Khotimah, Nadila Nur Kurniawan, Mardian Candra Lestari, Tridyah M. Yosi Prasetyo Mardian Candra Kurniawan Meiyerani, Jeni Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Muhammad Didi Tantria Muhammad Fadli Muhammad Fadli Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Mulyadi Mulyadi Munthe, Yunita Veronika Nadila Nur Khotimah Ningsih, Ellis Nurjuliasti Novitasari, Tri Ayu Novyandi, Reza Nurdiana Nurdiana Nurul Fitriya Nurul Fitriya Nurul Fitriya Okarda, Beni Oliver Alexander Hutapea Purwiyanto, Anna Purwiyanto, Anna IS Puspa Deka Sari Putra, Bayu Dwinata Raihan, Muhammad Ramadoni Ramadoni Ramadoni, Ramadoni Ramses Redho Yoga Nugroho Reza Novyandi Rezi Apri Rian Andriansyah Robinson Sitepu Rozirwan . Rujito Agus Suwignyo Sahrul Ramadhan Salsabilah, Raisyah Sarno . Sarno Sarno Sefti Heza Dwinanti Siddik, Judistira Suai Batul Aslamiah Surbakti , Heron Susanti, Ester Mei Syahira, Nyimas Nanda Syamsiar, Syamsiar T. Zia Ulqodry Tantria, Muhammad Didi Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tri Prartono TRY WIJAYANTO Ulqodri, Tengku Zia Ulqodry, T Z Ulqodry, T. Utami, Risnita Widada Sukrisna Wijayanto, Try Wike Ayu Eka Putri Winanda Muhammad Hasan Yundari, Yundari Yunita Veronika Munthe Yusni Ikhwan Siregar