Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KEMAMPUAN TEKNIK VOKAL PESERTA DIDIK KELAS VIII B DI SMP NEGERI 1 MEMPAWAH HILIR Prasetyo, Fernando Willy; Ghozali, Imam; Sagala, Mastri Dihita
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 13, No 5 (2024): Mei, 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v13i5.74380

Abstract

The purpose of this study is to improve the seventh-grade (VII B) pupils at SMP Negeri 1 Mempawah Hilir's vocal technique competency. To provide students a better understanding of singing technique, an innovative method is needed in the context of cultural arts education. To get the best outcomes, the drill method was selected as the teaching approach. The purpose of the study is to determine how well students' voice technique can be improved through the drill approach and how this can affect their learning outcomes in cultural arts education.This action study is divided into two cycles, with the drill approach being implemented in the second cycle following reflection on the first cycle's flaws. The students' vocal technique abilities were assessed by group assessments, individual testing, and observation.The study's findings show that students' voice technique skills significantly improved in the second cycle. 92.59% of students met the good criteria, according to the evaluation, and 7.41% met the excellent criteria. Students in the second cycle performed better than in the first, with an average score of 79.47. The application of the drill approach is helpful in improving the vocal technique skills of seventhgrade students at SMP Negeri 1 Mempawah Hilir, according to the research findings. This demonstrates that, when used to cultural arts education, the drill approach can be a useful teaching tactic that enhances student learning outcomes.
Sosialisasi Penilaian Portofolio Seni untuk SNPMB Bagi SMA Sederajat di Kabupaten Kubu Raya Aria, Zakarias Aria Widyatama Putra; Nurmila Sari Djau; Imam Ghozali; Mastri Dihita Sagala; Egi Putri Grandena; Muniir, Asfar; Yery Silaban, Chiristianly; Ismunandar, Ismunandar; Tindarika, Regaria; Oktariani, Dwi; Cantik Putri Aditya, Mega; Rizky Oktaviari Satrianingsih, Aline
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wdk.v7i2.18158

Abstract

Penilaian portofolio seni untuk Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kurang begitu dipahami oleh peserta didik maupun guru pengampu mata pelajaran seni budaya terkait teknis pengumpulan borang keterampilan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan bahwa lebih dari 40% calon mahasiswa memiliki kesalapahaman akan instruksi teknis pengambilan video. Selain itu, MGMP Seni Budaya SMA sederajat di Kubu Raya sebagai mitra juga membutuhkan penguatan terkait materi portofolio seni untuk SNPMB sehingga, menjadi tujuan dari kegiatan ini adalah tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan adalah memberikan fasilitasi dalam bentuk sosialisasi kepada MGMP Seni Budaya dan perwakilan peserta didik setiap sekolah. Metode kegiatan menggunakan jenis sosialisasi dengan cara kerja ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Indikator ketercapaian kegiatan ini adalah peserta sosialisasi dapat mengisi post-test dengan ambang batas skor minimal 75. Hasil kegiatan adalah peserta kegiatan dapat memahami materi sosialisasi portofolio seni untuk SNPMB yang dibuktikan 80% peserta menjawab post-test melebihi ambang batas skor ketuntasan. Melalui kegiatan ini diharapkan kedepannya dapat menjadi jembatan bagi pihak mitra yang memiliki kebingungan dalam hal teknis SNPMB khususnya dalam portofolio seni.
Evaluation of Music Learning: Role-Playing Method Using Musician in Early Children Sagala, Mastri Dihita
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i5.6127

Abstract

This research focuses on evaluating music learning using the role-playing method at the Favore Music School in Bandung. The class consists of young children aged 3-4 years who have an interest in practicing music. The Alfred Music curriculum is used as a reference in implementing music learning. The purpose of the study was to see how the role-playing method contained in the curriculum can increase the interest and talent of early childhood in playing music, through the musician figures presented in the method. Data was obtained through observation, interviews, documentation and literature study. The research results show that learning music using the role-playing method can not only improve musical abilities in young children, but also language skills and processing feelings, both emotional, self-confidence and social. In the musical context, the role-playing method using musician characters can motivate children to practice diligently to become proficient in playing music, so that they have the desire to be like the characters they idolize. The implications of this study can be a reference in developing a music learning curriculum. This curriculum was born from New York so that the storyline uses an approach to habits and environmental culture that is common in Western countries. Therefore, it is a good reference for innovating the curriculum by involving regional languages and even prominent musicians in Indonesia and instilling Indonesian cultural values.
Analisis Nilai-Nilai Karakter pada Syair Lagu "Butet" dalam Perspektif Herman Delago Sagala, Mastri Dihita
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i1.51511

Abstract

Butet merupakan istilah suku Batak Toba yang memiliki arti anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai lagu "Butet" berdasarkan perspektif Herman Delago. Herman yang berkebangsaan Austria telah mengawali karirnya di dunia musik dan tertarik terhadap budaya Batak Toba hingga akhirnya melakukan pertunjukan musik Batak diberbagai tempat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang terdapat pada lagu "Butet". Data penelitian diperoleh melalui wawancara secara virtual kepada narasumber primer, yakni Herman Delago. Selain itu, sumber data diperoleh melalui dokumentasi dan studi literatur tentang karakteristik orang Batak dan lagu-lagu Batak khususnya lagu "Butet". Berdasarkan hasil yang didapat, peneliti menemukan adanya nilai karakter tangguh, kuat, religius, dan sabar pada seorang ibu-ibu Batak. Nilai-nilai tersebut diperoleh melalui proses pemaknaan lagu dan kehidupan bersosial kepada masyarakat di Sumatera Utara. Karakter tersebut diakui Herman merupakan sesuatu yang positif dan masih tergambar oleh ibu-ibu Batak hingga sekarang.
DYNAMICS OF TRADITIONAL MUSIC IN SOCIETY: A CASE STUDY ON THE STRATEGY OF SILOTUANG HERITAGE IN JAGOI VILLAGE BENGKAYANG REGENCY Mastri Dihita Sagala; Zakarias Aria Widyatama Putra; Imam Ghozali; Yudhistira Oscar Olendo
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe the existence, dynamics, and strategies of the inheritance of traditional Silotuang music in Jagoi Village, Bengkayang Regency. Using a qualitative approach with case studies, this research reveals that Silotuang remains an important part of various traditional ceremonies and music festivals in the village. However, the socio-cultural dynamics have brought changes to the number of players, the form of the instruments, and the frequency of Silotuang performances. The inheritance strategy implemented so far includes extracurricular activities at school and involvement in the festival. Data were obtained through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis using the interactive Miles and Huberman model, which includes data collection, data condensation, data presentation, and data verification. The validity of the data uses source and technique triangulation accompanied by prolonged observation. The result of this study highlights the importance of Silotuang as a cultural identity and urges continuous efforts from various parties to preserve it. roader efforts in preserving traditional music so that Silotuang remains a cultural heritage that is preserved and sustainable are the hope for further research, and developing the Silotuang instrument in the real of multidisciplinary sciences and creative product development.
Analisis Nilai-Nilai Karakter pada Syair Lagu "Butet" dalam Perspektif Herman Delago Sagala, Mastri Dihita
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i1.51511

Abstract

Butet merupakan istilah suku Batak Toba yang memiliki arti anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai lagu "Butet" berdasarkan perspektif Herman Delago. Herman yang berkebangsaan Austria telah mengawali karirnya di dunia musik dan tertarik terhadap budaya Batak Toba hingga akhirnya melakukan pertunjukan musik Batak diberbagai tempat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang terdapat pada lagu "Butet". Data penelitian diperoleh melalui wawancara secara virtual kepada narasumber primer, yakni Herman Delago. Selain itu, sumber data diperoleh melalui dokumentasi dan studi literatur tentang karakteristik orang Batak dan lagu-lagu Batak khususnya lagu "Butet". Berdasarkan hasil yang didapat, peneliti menemukan adanya nilai karakter tangguh, kuat, religius, dan sabar pada seorang ibu-ibu Batak. Nilai-nilai tersebut diperoleh melalui proses pemaknaan lagu dan kehidupan bersosial kepada masyarakat di Sumatera Utara. Karakter tersebut diakui Herman merupakan sesuatu yang positif dan masih tergambar oleh ibu-ibu Batak hingga sekarang.
Pengenalan Nilai Estetis Tari Melalui Pembelajaran Seni Budaya dalam Kurikulum Merdeka Ananda, Rizky; Olga, Evon Natasha; Levin, Cuttri; Sagala, Mastri Dihita
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 8 No. 1 (2025): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v8i1.6678

Abstract

       ABSTRACT This study aims to identify, explain, and demonstrate the aesthetic values found in dance through art and culture learning that adopts differentiated, jigsaw, and cooperative learning methods. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with an art and culture teacher, direct classroom observations, and documentation in the form of student dance performance videos at SMPN 3 Sungai Raya. Data validity was ensured through triangulation of sources, techniques, and time. The data analysis was conducted interactively through the processes of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings show that the application of these learning methods enabled students to express their understanding of aesthetic values in dance through the creation and performance of original choreographies. The aesthetic values were reflected in the students’ mastery of the elements of movement, rhythm, space, energy, and timing in a harmonious manner. Furthermore, this activity encouraged students to become active participants in the learning process, emphasizing not only technical dance skills but also appreciation for the meaning and expression embedded in cultural contexts. Thus, dance learning contributes to the development of students’ aesthetic awareness and character in alignment with the principles of the Independent Curriculum. These findings imply that a student-centered learning approach that allows for creative expression aligns with the principles of the Merdeka Curriculum in developing students' aesthetic insights and character holistically. Keywords: Aesthetic Value, dance, art and culture learning, independent curriculum
Eksplorasi Pembelajaran Komposisi Tari Dasar Partisipatif dalam Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Kelas VII SMPN 03 Sanggau Ledo Natasya, Nadia; Rhevana Ajecksi; Arfi Kurniawan; Mastri Dihita Sagala
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 8 No. 1 (2025): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v8i1.6686

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi pembelajaran komposisi tari dasar pada ekstrakurikuler tari kreasi di SMPN 3 Sanggau Ledo, guna meningkatkan kreativitas melalui elemen-elemen tari. Pembelajaran ini dilakukan dengan menerapkan Kurikulum Merdeka sehingga peserta didik memiliki ruang untuk berkreasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Adapun data penelitian diperoleh melalui wawancara kepada guru seni budaya di sekolah tersebut. Data lainnya diperoleh melalui observasi langsung dan dokumentasi berupa hasil pembelajaran peserta didik. Uji keabsahan data melibatkan triangulasi teknik, sementara teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman, dengan mengumpulkan data, mereduksi, menyajikan dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran seni budaya yang dilakukan dengan materi komposisi dasar dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kreativitas peserta didik. Hasil belajar tidak hanya menunjukkan peningkatan kreativitas, melainkan juga keterampilan teknis, dan menciptakan gerakan tari yang lebih ekspresif. Implikasi penelitian ini adalah berdampak pada apresiasi peserta didik terhadap seni tari agar peserta didik memahami dan mencintai seni tari sebagai bagian dari budaya. Selain itu, mengombinasikan gerakan hingga menjadi sebuah tarian kelompok dapat membangun komunikasi peserta didik yang lebih baik.
Implementasi Kurikulum Cambridgepada Mata Pelajaran Seni Budayadi Smp Tunas Bangsa mochrin, andra; Febriyanus Dony; Trisnawati; Mastri Dihita Sagala
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 8 No. 1 (2025): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v8i1.6690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penerapan Kurikulum Cambridge pada peserta didik di SMP Tunas Bangsa Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskripitif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara kepada guru seni budaya yang mengajar di sekolah tersebut. Observasi ini didukung dengan dokumentasi berupa kegiatan yang di lakukan peserta didik pada saat melakukan praktik secara langsung. Hasil penelitian ini berupa kurikulum Cambridge menggunakan pendekatan yang dikembangkan untuk mengajarkan bahasa Inggris dengan fokus pada pemahaman konteks dan interaksi nyata. Keberhasilan metode Cambridge dapat dilihat dari efektivitas pembelajaran karena pendekatannya yang terstruktur dan relevansi konten yang mendukung pembelajaran bahasa yang lebih natural dan aplikatif. Namun, Kurikulum Cambridge sering membutuhkan sumber daya guru yang cukup banyak, ada kemungkinan perbedaan tingkat kemampuan antar peserta didik, metode ini bisa terasa terlalu kompleks bagi pemula terkait dasar-dasar tata bahasa atau kosakata mungkin merasa kesulitan mengikuti pelajaran. Implikasi penelitian ini diharapkan agar setiap guru, khususnya di Indonesia dapat tersadarkan untuk menguasai kemampuan berbahasa inggris dalam meningkatkan kompetensi professional guru dan upaya menjawab tantangan pendidikan global.
Peran dan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Seni Paringa, Crederedeo; Bunga Kemuning; Muhammad Nuruddin; Kristian Renaldo Yepi Sabaya; Mastri Dihita Sagala
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 8 No. 1 (2025): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v8i1.6706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan seni, khususnya dalam penguatan karakter peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru seni dan peserta didik di SMP Negeri 03 Segedong. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi, serta perpanjangan pengamatan. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang luas bagi pengembangan kreativitas, kolaborasi, dan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran seni berbasis proyek, seperti menciptakan ansambel campuran dari barang bekas. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum ini sangat bergantung pada inisiatif dan kesiapan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang kreatif dan adaptif. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai fasilitator yang mampu mengarahkan proses pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka, bila diimplementasikan dengan pendekatan yang tepat dan inovatif, mampu menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui pendidikan seni dengan didukung kompetensi guru seni budaya.