p-Index From 2021 - 2026
7.289
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Jurnal Sendratasik Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Grenek: Jurnal Seni Musik Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Etika Demokrasi Jurnal Basicedu Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JURNAL PENA EDUKASI Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Academy of Education Journal Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Jurnal Pendidikan dan Konseling Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Jurnal Peduli Masyarakat Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Madani : Indonesian Journal of Civil Society Jurnal Scientia Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik KIDDO: Jurnal pendidikan Islam Anak Usia Dini Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Jurnal Pendidikan PKn LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Journal of Education Research Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Jurnal Mebang Journal Of Human And Education (JAHE) Cinematology Journal Anthology of Film and Television Studies Indonesian Journal Of Educational Research and Review Jurnal Basicedu Innovative: Journal Of Social Science Research Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education TACET Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Penciptaan Lagu Anak-Anak Berbasis Kearifan Lokal bagi Guru Sekolah Dasar Putra, Zakarias Aria Widyatama; Ghozali, Imam; Djau, Nurmila Sari; Olendo, Yudhistira Oscar; Sagala, Mastri Dihita; Grandena, Egi Putri; Silaban, Chiristianly Yery; Muniir, Asfar
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i2.4080

Abstract

Introducing songs to children can hone their sensitivity, literacy skills, and language diversity. Introducing children's songs through their creation based on local wisdom can also be a form of preservation of their culture. The PKM objective of this training program is for elementary school teachers in Sukadana, North Kayong, to have basic skills in making children's songs based on the identity and characteristics of the region. The training methods used are lectures, questions and answers, demonstrations, practices, simulations, and reflections. The results of the PKM children's song creation training program are that there are approximately 15 elementary school teachers who are enthusiastic about making children's songs with the rules and musical elements that have been taught. In addition, various themes of children's songs based on local wisdom have been explicitly and implicitly written in song lyrics for the 2–5 grade range.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Pelatihan Penggunaan Tumbuhan sebagai Pewarna Alami Tenun Kebat Dayak Iban Putra, Zakarias Aria Widyatama; Sulistyarini, Sulistyarini; Efriani, Efriani; Dewantara, Jagad Aditya; Olendo, Yudhistira Oscar
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i4.4723

Abstract

To realise an evolved Indonesia that is self-sufficient and has a personality, the education vision begins with organising P5 as an integrated aspect of the Merdeka Curriculum. The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) will give opportunity for students to enhance their character via learning experiences in the surrounding environment. This workshop aims to achieve the same purpose as Indonesian education: to provide students and elementary school children with hands-on experience using plants as natural dyes for Dayak Iban Kebat Weaving in Sungai Utik. The purpose of this activity is to preserve and protect Dayak Iban culture, particularly through the weaving method. The training technique employs a contextual approach, combining demonstration and practice. The lecturer was a Kebat weaving practitioner, and the training participants consisted of five youngsters from Sungai Utik. The assessment instrument utilised was a questionnaire completed by youngsters about their understanding of the usage of plants as natural colours. The instruction resulted in the 5 participants being able to use engkerbai laut, engkerbai kayo’ and renggat kikat plants as natural dyes for weaving yarn in the colours red and navy blue. They learnt the natural dyeing process firsthand by observing, selecting, sifting, and removing the boiling water to obtain colours suitable for use on woven yarns. This training is vital for improving P5, as it allows children to be actively involved in learning about and experiencing the natural dyeing process, which at the very least strengthens character and individuality while also providing cultural preservation space.
Kajian Pragmatik Dalam Pertunjukan Tari Bubu di Desa Sandai Kiri Kabupaten Ketapang Putri Aditya, Mega Cantik; Oktaviari Satrianingsih, Aline Rizky; Widyatama Putra, Zakarias Aria; Sagala, Mastri Dihita
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8238

Abstract

Tari Bubu merupakan salah satu kesenian tradisional asal Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Tarian ini memiliki keunikan dari sebuah bubu atau alat penangkap ikan tradisional yang dapat bergerak sendiri ketika dibacakan lantunan syair mantra oleh pawang bubu. Pertunjukan Tari Bubu tidak bisa lepas dari syair mantra yang digunakan sebagai media pemanggil roh bubu agar bisa bergerak sekaligus sebagai pengiring tarian ini. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah lebih lanjut isi dan makna yang terdapat dalam lantunan syair mantra bubu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk kualitatif, sehingga mampu menjabarkan hasil menelitian ini secara lengkap dan jelas. Analisis pragmatik digunakan sebagai dasar pembahasan komponen verbal dalam tarian ini, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Hasil dari penelian ini dapat disimpulkan bahwa syair mantra dalam Tari Bubu menceritakan tentang sejarah asal mula terciptanya tarian ini, kisah tokoh Lokan yang memiliki penyakit akhirnya sembuh karena masuk kedalam bubu sambil mengarang dan menciptakan sebuah syair tentang ayah dan ibunya. Selain itu juga terdapat bacaan ayat suci Al-Quran di dalam mantra yang dilantunkan oleh pawang bubu. Berdasarkan hasil analisa nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Bubu adalah nilai agama, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai moral.
GLOKALITAS SAPE"™ SEBAGAI KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN BARAT Olendo, Yudhistira Oscar; Putra, Zakarias Aria Widyatama; Sagala, Mastri Dihita; Syam, Christanto; Ghozali, Imam
Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Vol 7, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jurnalkpk.v7i1.63992

Abstract

Local ethnic culture like sape"™ provides solid local wisdom value for West Kalimantan people. Hence, in the rapid development of smart society 5.0, sape"™ as local wisdom faces stagnant situation as it is urged to view it as culture glocalization. The purpose of this study was to identify sape"™ in the landscape of West Kalimantan"™s local wisdom. In addition, this study aimed to explain sape"™ glocalization from the view of digitalization. This study was conducted through qualitative approach. The method of this study was existential phenomenology. The instrument of this study were unstructured observations and depth interview. The participant were practitioner, artist, and 5 sape"™ musicians. Data analysis technique was conducted through Van Kaam phenomenology: 1) grouping; 2) elimination; 3) thematic portray; 4) validation; 5) textural description; 6) structural description and; 7) textural-structural phenomenon description. This study found that the phenomenon of sape"™ as local ethnic culture had influenced local wisdom to glocalization. This means that sape"™ excitement was created by local cultural performance from the visual landscape of digitalization (glocalization). Sape"™ glocalization as West Kalimantan local wisdom became new concept of Indonesia heritage as it needs to be considered as UNESCO recognition. Moreover, this considers as the future work for researchers, reviewers, and sape"™ musicians to conduct more studies about local culture and global culture.
THE USE OF INTEGRATED LEARNING MODEL IN INDONESIAN LANGUAGE: AN ANALYTICAL STUDY OF THE EFFECTIVENESS OF LEARNING PROCESS IN THE MERDEKA CURRICULUM ERA Syam, Christanto; Effendy, Chairil; Martono, Martono; Olendo, Yudhistira Oscar; Putra, Zakarias Aria Widyatama
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 4 No. 4 (2024): February 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v4i4.3520

Abstract

The usage of multiple learning approaches from the remains of the 2013 curriculum cannot be abandoned, especially in the period of Merdeka curriculum. This study builds teacher activities on integrated learning approaches, specifically in Indonesian language acquisition with short story writing material. The relevance of utilizing this model is considered as biased and not in line with the features of learning in the current period. The goal of this study is to demonstrate the efficacy of using an integrated learning in the Merdeka curriculum era. This research is revealed using a qualitative descriptive strategy. In the Merdeka curriculum age, the utilization of an integrated learning strategy for short story writing content is still relevant and aligned with student product objectives. Furthermore, the integrated learning model used by the instructor is effective and efficient, as indicated by the preparation for the organized learning evaluation and alignment with the learning objectives. It should be a source of worry and adaptation for other Indonesian language instructors who wish to continue working with integrated learning models that have the features of learning models in the Merdeka curriculum period.
TCl dan SCl: Bentuk Kolaborasi Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka Belajar Syam, Christanto; Olendo, Yudhistira Oscar; Putra, Zakarias Aria Widyatama
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.486

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi fenomena menarik di dunia pendidikan. Strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang diteliti adalah untuk mengeksplorasi upaya penguatan luaran prinsip P lima yang diantaranya adalah kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif. Hal ini berdasarkan permasalahan yang dialami oleh berbagai instansi pendidikan yang mana adaptasi kurikulum merdeka dan implementasi P lima masih kurang begitu jelas dan mengalami stagnasi dalam perjalanannya. Melalui metode penelitian studi literasi ditambah dengan hasil penerapan strategi introduktif secara kualitatif deskriptif di SMA N delapan Pontianak dapat dihasilkan data penelitian dari sumber primer yaitu guru dan sekunder yaitu artikel dengan analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu: menyeleksi data;  menuliskan data dan membuat benang merah dan kesahihan data. Adapun kajian mengenai strategi pembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka Belajar dan implementasi P lima adalah guru dan peserta didik dapat mengkaitkan, memahami, bahkan melaksanakan strategi pembelajaran dengan teknik introduktif sebagai penguatan prinsip P lima kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif.
Accelerated learning: penggunaan tipe master dalam pembelajaran teori musik dasar Putra, Zakarias Aria Widyatama; Dewantara, Jagad Aditya
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202423741

Abstract

In fundamental music theory, comprehension of how music works is tested in two ways: textual (terms) and contextual (application), when students do not grasp the content and instead focus on learning. As a result, when students create musical arrangements and composition tasks, they are unable to organise melodic, rhythmic, and harmonic arrangements in a fundamentally and elegantly organised manner. The usage of accelerated learning with the MASTER type is believed to provide a remedy to students' confusion about basic music theory. This study employed a descriptive qualitative method and a case study methodology. The research subjects are first-year students of Tanjungpura University's Performing Arts Education Study Programme (FKIP). In-depth observation and direct interviews provided case descriptions in learning. Source triangulation and interactive model analysis were used to determine data validity. Based on the MASTER type's application in learning fundamental music theory, students have had the most impact when they utilise their minds and bodies, create knowledge, and collaborate with others. This is significant because the foundation for shaping students' skills in the twenty-first century is based on students as learners and the shift from constructivism to behaviourism.
Pelatihan Teknik Vokal Pada Paduan Suara Campuran di SMA Negeri 1 Pontianak Zakarias Aria Widyatama Putra; Dihita Sagala, Mastri; Oscar Olendo, Yudhistira; Ghozali, Imam; Rizky Oktaviari Satriyaningsih, Aline; Cantrik Putri Aditya, Mega
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v5i2.155

Abstract

Pondasi paduan suara yang baik juga didukung sepenuhnya oleh teknik vokal dan pengemasan penampilan secara audio maupun visual. Berdasarkan permasalahan tim paduan suara SMA N 1 Pontianak, terdapat beberapa titik lemah tim pada beberapa segmen teknik vokal. Selain itu, balancing vokal dan performance perlu ditingkatkan. Maka daripada itu, tim pelaksana PKM bersama mitra membuat kerjasama berupa pelatihan teknik vokal dengan materi resonansi, artikulasi, frasering, balancing, dan peformance. Metode yang digunakan dalam pelatihan tersebut menggunakan: 1) ceramah dengan penjelasan materi teknik vokal; 2) demonstrasi dengan memberikan contoh aplikatif pada lagu Bagimu Negeri; dan 3) drill dalam pengembangan materi balancing dan performance. Hasil yang didapatkan peserta pelatihan merasa tertarik akan mendalami teknik vokal serta dilakukan langkah implementasi materi di ketugasan paduan suara upacara bendera. Menjadi benang merah dari kegiatan PKM ini adalah menjadi langkah kerjasama yang baik antara pelaksana dan mitra terlebih nantinya diadakan pelatihan dengan materi teknik vokal yang lebih mendalam.
Musical Heritage and Cultural Identity: Interpreting the Symbolic Meaning of Silotuang in Dayak Bidayuh Life Ramadhan, Iwan; Sagala, Mastri Dihita; Putra, Zakarias Aria Widyatama; Olendo, Yudhistira Oscar; Dewantara, Jagad Aditya; Hardiansyah, Muhammad Agus
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 27 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v27.n2.p217-224.2025

Abstract

This study aims to preserve and maintain the traditions and local wisdom values of the Dayak Bidayuh community in Jagoi Village through investigations conducted to enhance understanding of Indonesia's rich cultural diversity. This research addresses the lack of appreciation for the traditional musical instrument Silotuang, especially among the younger generation. In the face of rapid globalization, many traditions are at risk of extinction, making it crucial to document and analyze the values in the "Mighty of Silotuang" music performance, as well as its reflection in daily practices. Using an ethnographic approach, this research involves direct observation, particularly during the preparation process until the conclusion of the Silotuang music performance. In-depth interviews were conducted with community leaders, traditional musicians, and the local community around Jagoi Babang. The data collected, documented, and analyzed to reveal how local wisdom is embedded in rituals, symbols of traditional music, and daily practices. These findings aim to provide a comprehensive understanding of the Silotuang musical instrument and offer recommendations for maintenance traditional music in social cultural aspects. This study concludes that preserving local wisdom strengthens cultural identity and pride within the Dayak Bidayuh community in the Jagoi Babang. These findings highlight the importance of the contribution of the younger generation in understanding and appreciating living cultural heritage to address the urgency of intangible cultural heritage conservation.
PEMBERDAYAAN PEMBUATAN RUMAH PRODUKSI SILOTUANG BERBASIS VIRTUAL STUDIO TECHNOLOGY DI BENGKAYANG Zakarias Aria Widyatama Putra; Mega Cantik Putri Aditya; Muhammad Romadoni; Finsen Finsen; Trisnawati Trisnawati; Jagad Aditya Dewantara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35192

Abstract

Abstrak: Sanggar Gawia Sowa’ merupakan sanggar yang bergerak di bidang seni pertunjukan tradisional khususnya Silotuang. Permasalahan pihak mitra adalah pada aspek manajemen yakni belum memahami tata kelola rumah produksi Silotuang berbasis Virtual Studio Technology dan aspek sosial kemasyarakatan yakni belum memahami manajemen kelompok seni yang mandiri, efektif dan efisien. Oleh karena itu, pihak tim menawarkan solusi dengan materi rumah produksi alat musik tradisoinal Silotuang berbasis Virtual Studio Technology. Tujuannya adalah melakukan pemberdayaan langsung kepada pihak sanggar dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk membuat rumah produksi Silotuang secara mandiri, efektif, dan berbasis teknologi. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi. Peserta dari anggota sanggar adalah 10 orang dengan evaluasi berupa pengisian post dan pre test, pembuatan iringan musik dan pembuatan Silotuang. Hasilnya adalah 10 peserta sanggar mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan secara langsung yakni memahami pembuatan rumah produski Silotuang berbasis Virtual Studio Technology dibuktikan dengan peningkatan nilai keterpahaman dari 80 ke 90, 5 iringan musik Silotuang, dan 3 alat musik Silotuang.Abstract: Sanggar Gawia Sowa' is an art studio engaged in traditional performing arts, particularly Silotuang. The partner's problems lie in the areas of management, namely a lack of understanding of Silotuang production house management based on Virtual Studio Technology, and social aspects, namely a lack of understanding of independent, effective, and efficient arts group management. Therefore, the team offers a solution in the form of a Silotuang traditional musical instrument production house based on Virtual Studio Technology. The aim is to directly empower the studio in improving their knowledge and skills to create a Silotuang production house independently, effectively, and based on technology. The methods used are socialization, training, and technology application. There were 10 participants from the studio, and the evaluation consisted of pre- and post-tests, the creation of musical accompaniments, and the creation of Silotuang instruments. The results showed that the 10 studio participants experienced a direct increase in knowledge and skills, namely an understanding of how to create a Silotuang production house based on Virtual Studio Technology, as evidenced by an increase in comprehension scores from 80 to 90, 5 Silotuang musical accompaniments, and 3 Silotuang musical instruments.