p-Index From 2021 - 2026
7.671
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Jurnal Sendratasik Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Grenek: Jurnal Seni Musik Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Etika Demokrasi Jurnal Basicedu Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia JURNAL PENA EDUKASI Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Academy of Education Journal Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Jurnal Pendidikan dan Konseling Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Jurnal Peduli Masyarakat Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Madani : Indonesian Journal of Civil Society Jurnal Scientia Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara KIDDO: Jurnal pendidikan Islam Anak Usia Dini Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Jurnal Pendidikan PKn LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Journal of Education Research Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Jurnal Mebang Journal Of Human And Education (JAHE) Cinematology Journal Anthology of Film and Television Studies Indonesian Journal Of Educational Research and Review Jurnal Basicedu Innovative: Journal Of Social Science Research Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education TACET Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Seni Musik Berbasis Game Online (Kajian Fenomenologis Pendidikan Common Ground) Putra, Zakarias Aria Widyatama; Olendo, Yudhistira Oscar
JURNAL PENA EDUKASI Vol 11, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpe.v11i1.1430

Abstract

Abstract: Music learning in the 21st century combines the concepts of music theory and practice in the frame of creativity, critical thinking, collaboration, and communication, which are integrated in the digitalization era. It is necessary to investigate more deeply the learning of music in the digitalization era, especially online games, in terms of phenomena and literacy studies so that it can dismiss the negative stigma of the presence of online games on students. Various theories and research, such as literacy studies obtained as well as analyzing the phenomenon of learning music and online games, have an understanding that the construction of online games can be adapted into music teaching materials. It is hoped that the results of this phenomenon, that the music materials designed in online games can be adjusted at the education level (elementary, junior high, and high school) so that they can be remembered and increase the memory of music learning materials (common ground).  Keywords: common ground; music learning; online games  Abstrak: Pembelajaran seni musik di abad 21 menggabungkan konsep teori musik dan prak-tinya dalam bingkai kreativitas, berpikiri kritis, kolaborasi, dan komunikasi yang mana hal tersebut terintegrasi dalam era digitalisasi. Perlu diselediki lebih mendalam akan pembelajaran seni musik di era digitalisasi khususnya game online secara fenomena dan kajian literasinya, sehingga dapat menepis stigma negatif kehadiran game online pada peserta didik. Berbagai teori dan penelitian sebagai kajian literasi yang didapat serta analisis fenomena pembelajaran seni musik dan game online mendapatkan kesepahaman bahwa konstruksi game online dapat diadaptasi dalam materi ajar seni musik. Menjadi harapan akan hasil fenomena ini, bahwasanya materi-materi seni musik yang didesain dalam game online dapat disesuaikan pada jenjang pendidikan (SD, SMP, dan SMA) sehingga dapat dikenang dan meningkatkan daya ingat akan materi pembelajaran seni musik (common ground). Kata kunci: common ground; game online; pembelajaran seni musik
Permasalahan Guru Non Pendidikan Seni Musik dalam Materi Pembelajaran Seni Musik di SMP Steward, Steven; Ghozali, Imam; Putra, Zakarias Aria Widyatama
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7257

Abstract

Linearitas lulusan dari guru dalam bidang pengajaran menjadi pijakan utama karena terkait atas kompetensi pendidik yang dimiliki. Hal tersebut menjadi latar belakang dalam penelitian ini apabila didapati profil lulusan guru yang tidak sejalan dengan kompetensi pendidik. Tujuan daripada penelitian ini adalah mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh guru non pendidikan musik dalam penyampaian materi pembelajaran seni musik di SMP Negeri 2 Sungai Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber serta dilakukan pula perpanjangan pengamatan agar data yang dianalisis bersifat sahih. Analisis data menggunakan tahapan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan verifikasi/ penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat ketidaksesuaian bidang ajar guru dengan latar belakang pendidikan yang mempengaruhi kompetensi professional dan pedagogik pada penyampaian materi pembelajaran seni musik. Implikasi dari ketidaksesuaian tersebut berakibat pada kualitas soal yang diberikan pada penilaian tengah semester. Secara keseluruhan, pentingnya penelitian ini bahwa linearitas profil guru dalam mengajar menjadi kunci utama akan keterpahaman pemberian materi walaupun masing-masing lulusan guru (pendidikan) memiliki kompetensi pedagogik.
Refleksi Budaya Etnis Tionghoa dalam Kesenian Barongsai di Kota Singkawang Putra, Zakarias Aria Widyatama; Wulanda, Gigih Alfajar Novra
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2024): Besaung
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v9i2.4428

Abstract

The lion dance is a form of ethnic Chinese culture with a beautiful variety of motion and visual ornaments.  The purpose of this research is to serve as a reminder of cultural preservation and inheritance. The primary reflection resources paired with Feldman's art criticism method include a historical overview, performance dynamics, ritual/celebration procedures, and cultural heritage. This study also provides a glimpse into and description of ethnic Chinese's effort to express cultural arts following a time of prejudice. The dissection is carried out utilising descriptive qualitative methodologies, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Triangulation of sources with ethnomusicologists validates the data analysed using an inter-academic model. Cultural reflection produced by Barongsai arts for ethnic Chinese includes reminders and awareness of evaluative materials related to the struggle for discrimination in the historical context, entertainment and sports functions in the context of performance dynamics, meanings and symbols of happy and sad expressions in the context of ritual / celebration processes, and sorting out incoming outside cultures for the younger generation in the context of cultura. It is critical and beneficial that the findings of this study serve as a vehicle and platform for future attempts to maintain and enhance the Barongsai art form. In addition, there needs to be support between elements of the ethnic Chinese community and the government so that the art of Barongsai can be preserved and developed in the future.
Dayak Traditional Music Extracurricular Learning Strategy at SMP Negeri 03 Pontianak Oktaviani, Oktaviani; Olendo, Yudhistira Oscar; Putra, Zakarias Aria Widyatama
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 15, No 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v15i2.83027

Abstract

SMP Negeri 03 Pontianak's traditional music extracurricular programme has achieved a great deal. The traditional music processed and prepared for the province level competition is performed by a Dayak instrument group. The success of the Festival Lomba Siswa Seni Nasional (FLS2N) number one achievement is inextricably linked to the learning methodologies used by educators. The purpose of this study is to present the learning technique for Dayak traditional music extracurricular activities at SMP Negeri 03 Pontianak. The research technique employed was descriptive, combining a case study and qualitative approach. Data were gathered by observation, in-depth interviews with two experts, and documentation. Data validity was achieved using source triangulation procedures and member checks in the last stage, which involved data analysis via condensation, distribution, verification, and conclusion drafting. The study found that four learning styles are used during the Dayak traditional music instruction process: expository, demonstration, problem-based, and collaborative. Furthermore, the teacher's function as a motivator is to encourage students' success in achieving their goals by providing excitement and arousing students' confidence in their ability to win. The implication of this research is that it can provide additional references for cultural arts teachers to have special strategies in order to obtain the desired goals and achievements.
Pelatihan Teknik Vokal Paduan Suara terhadap Resonansi dan Frasering Sagala, Mastri Dihita; Putra, Zakarias Aria Widyatama; Oktaviary, Aline Rizky; Adityaa, Mega Cantik Putri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4521

Abstract

Pernapasan menjadi bagian yang fundamental dalam kegiatan bernyanyi paduan suara, namun sering ditemukan kendala dalam mengimplementasikannya. Pelaatihan ini menjelaskan bagaimana teknik pernapasan yang baik menjadi efek dari terciptanya resonansi dan frasering yang tepat. Kegiatan ini merupakan hasil kegiatan PKM/ Pengabdian Kepada Masyarakat, yakni 20 orang peserta didik yang tergabung dalam ekstra kurikuler paduan suara di SMA Negeri 1 Pontianak. Adapun kegiatan tersebut menggunakan lagu “Bagimu Negeri’, dimana lagu wajib nasional tersebut terdapat bertempo agak lambat serta memiliki nada-nada yang dapat melatih resonansi dan frasering atau pemenggalan kalimat. Pelatihan ini menggunakan metode demonstrasi dan drill atau pengulangan. Hasil kegiatan pelatihan ini menyimpulkan bahwa 1) anggota paduan suara lebih memahami bagaimana pentingnya penggunaan pernapasan yang tepat guna menghasilkan resonansi suara, 2) pernapasan akan berpengaruh terhadap pemenggalan kalimat pada setiap syair. Pemahaman tersebut dilihat dari hasil penyebaran angket terkait survey kepuasan dan kebermanfaatan pelatihan serta pembuatan grup whatsapp untuk memantau latihan dan wadah untuk berdiskusi antara pemateri peserta pelatihan. Pelatihan ini akan berimplikasi pada terbentuknya paduan suara yang berkualitas, dimana teknik tersebut dapat diterapkan pada lagu apapun. Impilkasinya adalah pemahaman dan penggunaan teknik pernapasan yang tepat tidak hanya memberikan keunggulan sebuah resonansi dan frasering, melainkan juga bagaimana anggota paduan suara mengatur pola pernapasan ketika mereka melakukan koreografi paduan suara.
Memahami Maniamas dari tinjauan aksiologi musikal dalam ritual Nyobeng di desa Hli-buie Kalimantan Barat Putra, Zakarias Aria Widyatama; Olendo, Yudhistira Oscar
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 22 No. 2 (2024): October
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v22i2.71508

Abstract

Peranan Maniamas dalam ritual Nyobeng perlu dikaji secara lebih mendalam akan tinjauan aksiologi musikalnya Peranan tersebut terwujud dalam simbol komunikasi, musik Maniamas sebagai suatu yang sakral dan terjaga, pola permainan musik Maniamas, dan karakteristik Maniamas dalam ritual Nyobeng. Semua peranan tersebut ditinjau dari aksiologi musikal pada musik Maniamas. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan jenis semiotika, etnografi, dan etnomusikologi. Perwujudan komunikasi musik Maniamas ditampilkan dalam signifikansi hubungan dengan Tuhan atas ucapan syukur atas hasil ngayau (lampau) dan hasil panen (sekarang). Konteks musik Maniamas sebagai instrumen sakral ditunjukan dengan bunyi-bunyian atas Maniamas hanya boleh dimainkan ketika terjadi prosesi ritual. Pola permainan dan karaktersitik musik Maniamas sebagai pengiring ritual Nyobeng memiliki keunikan pada instrumen gutang dan sibakng.
Integrating Ethnopedagogy and Cultural Arts Education: Preserving Indonesia's Heritage in the Globalized Era Putra, Zakarias Aria Widyatama; Muryasari, Desiana; Medilianasari, Renistiara
Indonesian Journal of Educational Research and Review Vol. 7 No. 3 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijerr.v7i3.76244

Abstract

Ethnopedagogy is a modern approach to integrating local wisdom into education, aligning with the Merdeka Curriculum’s emphasis on cultural arts to counter Generation Z's detachment from Indonesia's heritage and prevent them from becoming passive technology users. This study aims to explore the relationship between ethnopedagogy and cultural arts education through qualitative research employing a literature-based approach. Data were collected from observations and documentation studies of reputable national and international journals. Thematic analysis was employed to investigate and contextualize ethnopedagogy’s integration within cultural arts education in the era of globalization. The findings highlight that ethnopedagogy fosters a holistic understanding of culture among students. Through cultural arts education, students develop skills and knowledge to connect local wisdom with the demands of the modern era. This study underscores the significance of ethnopedagogy as a foundation for arts education, promoting cultural literacy across all educational levels in alignment with governmental and institutional policies. Such an approach ensures that education contributes to preserving and revitalizing Indonesia’s cultural identity in a globalized world.
Eksistensi Krumpyung Serambu: Studi Etnografi Musik Tradisional di Era Digitalisasi Zakarias Aria Widyatama Putra
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2024): Desember : ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v5i1.19686

Abstract

Krumpyung Serambu is an artisan, maker, and traditional music studio located in Tegiri Hamlet, Hargowilis Village, Kokap District, Kulon Progo Regency. In the era of digitalization, there are certainly many opinions and facts that reveal the anxiety for traditional music, including Krumpyung, to remain and develop. Ethnographic study as a method tries to reveal the existence of Krumpyung Serambu in the digitalization era. Using a realist ethnographic model, the answers in this paper refer to data from participant observation and in-depth interviews conducted with Serambu informants. Data processing and analysis are done by using Spradley's technique with the stages of domain analysis, taxonomy analysis, component analysis, and cultural theme analysis. As a result, the existence sub-domain that refers to human activities such as the recognition of Krumpyung Serambu, Krumpyung Serambu's strategy, and the relationship between history, function, and presentation form reveals that the main domain of Krumpyung Serambu and its existence still survive and strive for development, especially in the digitalization era.
Sosialisasi Penilaian Portofolio Seni untuk SNPMB Bagi SMA Sederajat di Kabupaten Kubu Raya Aria, Zakarias Aria Widyatama Putra; Nurmila Sari Djau; Imam Ghozali; Mastri Dihita Sagala; Egi Putri Grandena; Muniir, Asfar; Yery Silaban, Chiristianly; Ismunandar, Ismunandar; Tindarika, Regaria; Oktariani, Dwi; Cantik Putri Aditya, Mega; Rizky Oktaviari Satrianingsih, Aline
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wdk.v7i2.18158

Abstract

Penilaian portofolio seni untuk Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kurang begitu dipahami oleh peserta didik maupun guru pengampu mata pelajaran seni budaya terkait teknis pengumpulan borang keterampilan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan bahwa lebih dari 40% calon mahasiswa memiliki kesalapahaman akan instruksi teknis pengambilan video. Selain itu, MGMP Seni Budaya SMA sederajat di Kubu Raya sebagai mitra juga membutuhkan penguatan terkait materi portofolio seni untuk SNPMB sehingga, menjadi tujuan dari kegiatan ini adalah tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan adalah memberikan fasilitasi dalam bentuk sosialisasi kepada MGMP Seni Budaya dan perwakilan peserta didik setiap sekolah. Metode kegiatan menggunakan jenis sosialisasi dengan cara kerja ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Indikator ketercapaian kegiatan ini adalah peserta sosialisasi dapat mengisi post-test dengan ambang batas skor minimal 75. Hasil kegiatan adalah peserta kegiatan dapat memahami materi sosialisasi portofolio seni untuk SNPMB yang dibuktikan 80% peserta menjawab post-test melebihi ambang batas skor ketuntasan. Melalui kegiatan ini diharapkan kedepannya dapat menjadi jembatan bagi pihak mitra yang memiliki kebingungan dalam hal teknis SNPMB khususnya dalam portofolio seni.
Resiliensi Nyobeng Pasca Pandemi Covid-19: Netnografi Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Reaktualisasi Budaya Widyatama Putra, Zakarias Aria
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): Besaung
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v9i1.3717

Abstract

Cultural activities following the Covid-19 outbreak have stalled and do not appear to be active again. The establishment of a new order following the epidemic has also had an impact on a variety of economic and social aspects. The study's goal is to discover the type of resilience that Nyobeng exhibits via the usage of social media. This study used the netnography approach to investigate various types of resilience during the Covid-19 epidemic, with the goal of reactivating Nyobeng culture through social media. The Dayak Bidayuh Sebujit tribe conducts community observations and serves as a data source. Data analysis and interpretation of data on websites discussing the usage of social media and the form of Nyobeng resilience following the COVID-19 pandemic are employed, and an iterative technique is used to understand the findings. The research findings are then contrasted to resilience and cultural reactualization theories, as well as policy implications. The study discovered that Nyobeng's resilience after the COVID-19 pandemic has been tested in order to offer information on Nyobeng's implementation after the COVID-19 pandemic in 2023. Instagram and YouTube are also utilised to provide information on Nyobeng's sustainability. Keywords : Resilience, Social Media, Netnography, Cultural Reactualization, Nyobeng