Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Fenomena Cancel Culture di Kalangan Generasi Muda pada Media Sosial Instagram Rijal, Muh; Ramadhany, A. Noer Chalifah
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 5, Nomor 3 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjser.v5i3.78264

Abstract

Studi ini mengkaji fenomena cancel culture di kalangan generasi muda pada media sosial Instagram sebagai bentuk kontrol sosial kompleksitas digitalisasi. Dengan pendekatan tinjauan pustaka kualitatif, penelitian ini menganalisis berbagai artikel ilmiah, publikasi daring, dan observasi digital untuk menggambarkan bagaimana budaya cancel culture bermain,bentuk serta motif yang mendasarinya, dan dampak sosialnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cancel culture telah berkembang menjadi tindakan moral kolektif yang utamanya didorong oleh Generasi Z melalui mekanisme digital seperti berhenti mengikuti (unfollow), memboikot konten, dan kritik publik terhadap tokoh atau merek yang dianggap melanggar norma atau etika sosial. Meskipun mencerminkan kesadaran moral dan keterlibatan generasi muda dalam menyuarakan isu sosial, budaya batal juga menciptakan konsekuensi negatif, termasuk reputasi yang rusak,  dampak kesehatan mental pada targetnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru kepada generasi muda tentang maraknya fenomena cancel culture serta rekomendasi mengenai pentingnya pemahaman literasi digital.
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): MENELUSURI JEJAK DALAM MENAFSIR BRANKAS KUNO MUSEUM KOTA MAKASSAR Andi Ima Kesuma; Diah Nadiatul Jannah; St Junaeda; Indriani; Rijal, Muh
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Nomor 01 (November 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi latar historis dan simbolik brankas kuno LIPS-DORDRECHT yang menjadi koleksi penting di Museum Kota Makassar, serta merumuskan strategi pengelolaan dan konservasi yang berkelanjutan. Brankas ini merupakan peninggalan masa kolonial Belanda yang digunakan oleh lembaga keuangan seperti De Javasche Bank pada abad ke-19, dan merepresentasikan perkembangan teknologi keamanan sekaligus simbol kekuasaan ekonomi kolonial. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan akademisi, sejarawan, pengelola museum, dan Dinas Kebudayaan Kota Makassar, kegiatan ini berupaya menelusuri konteks historis, teknis, dan simbolik dari brankas tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa brankas LIPS-DORDRECHT memiliki nilai historis tinggi sebagai artefak industri kolonial dan simbol perlindungan kekayaan pada masa Hindia Belanda. Kondisi fisiknya masih utuh, namun mengalami korosi ringan akibat penuaan material. FGD merekomendasikan penerapan prinsip konservasi non-invasif (minimal intervention), dokumentasi digital beresolusi tinggi, serta pembentukan tim ahli lintas disiplin untuk penelitian lebih lanjut terhadap struktur penguncian dan arsip produksi brankas. Selain itu, pengabdian ini menghasilkan rekomendasi pengembangan pameran tematik dan katalog daring untuk memperluas fungsi koleksi sebagai media edukasi publik. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat pelestarian fisik artefak, tetapi juga memperkaya kajian ilmiah dan pemaknaan budaya terhadap warisan teknologi keamanan kolonial di Indonesia.
IMPLEMENTASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMP CITRA SAMATA Rijal, Muh; Andi Sadriani
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 02 (2025): Vol.2 No.2 (2025): Volume 02 Nomor 02 (Des 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v1i02.358

Abstract

Penelitian ini mencoba mengungkap antara kemampuan pedagogik guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Citra Samata. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru di sekolah tersebut demi menciptakan susasa belajar yang baik dan terencana. Penelitian ini dilakukan di SMP Citra Samata kabupaten Gowa dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui Teknik kualitatif yakni wawancara mendalam terhadap 4 informan kunci, serta dokumentasi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian ditemukan bahwa kompetensi pedagogik yang telah dimiliki oleh guru di SMP Citra Samata terdiri dari beberapa aspek yaitu: 1. Menguasai karakteristik peserta didik, 2. Penguasaan teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran, 3. Pengembangan kurikulum, 4. Kegiatan pembelajaran yang inovatif, 5. Penilaian dan Evaluasi hasil belajar. Dibalik kemampuan pedagogic yang dimiliki guru terdapat faktor pendukung dan penghambat seperti pengalaman guru dan akses pengembangan diri yang disediakan oleh sekolah sebagai faktor pendukung dan rendahnya motivasi guru serta kemampuan sarana dan prasarana menjadi faktor penghambat guru dalam mengkonstruk pembajalaran yang menarik.
PEGUATAN KAPASITAS PEBELAJAR ENTERPRENERSHIP MELALUI PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLEGENCE BAGI PELAJAR SMA NEGERI 10 GOWA W. Suhaeb, Firdaus; Rijal, Muh; Mario, Mario; Tamrin, Sopian; Saifuddin, Saifuddin
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4857

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa transformasi signifikan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk sektor pendidikan. AI menjadi instrumen strategis yang mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar melalui sistem pembelajaran adaptif, personalisasi materi, serta penyediaan akses informasi yang lebih cepat dan relevan. Kemajuan teknologi AI telah mengubah cara pendidikan disampaikan, dikelola, dan diakses oleh siswa dan pendidik. Dengan adanya AI, pendidikan menjadi lebih personal, adaptif, dan inovatif. Sehubungan dengan itu maka di pandang penting untuk siswa mengetahui pemanfaatan AI yang lebih maksimal guna mendukung proses pembelajaran. Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu 1) memperkenalkan kepada siswa macam-macam teknologi artificial intelligence dalam entrepreneurship,2)meningkatkan pengetahuan siswa dalam penggunaan artificial intelligence dalam meningkatkan kapasitas pembelajar yang mandiri, kritis, kreatif, inovatif dan partisipatif, 3) mengimplementasikan teknologi artificial intelligence dalam meningkatkan kapasitas pembelajar yang mandiri, kritis, kreatif, inovatif dan partisipatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengaplikasikan berbagai teknologi. Siswa tidak hanya memperoleh wawasan konseptual mengenai pentingnya sikap kreatif, inovatif, dan mandiri, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis memanfaatkan artificial intelligence (AI) sebagai media penunjang ide dalam pembelajaran dan ide kewirausahaan
PENGUATAN PENDIDIKAN BAHARI BERBASIS KEAGAMAAN MELALUI PELATIHAN KETERAMPILAN MARITIM BAGI SISWA DI SD 82 PATTENE KABUPATEN MAROS Rifal, Rifal; Nurfaathirany Heri, Ririn; Hardiyanti Arhas, Sitti; Salwia, Salwia; Rijal, Muh
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4881

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan bahari berbasis keagamaan melalui pelatihan keterampilan maritim bagi siswa SD 82 Pattene, Kabupaten Maros. Maros memiliki potensi maritim yang besar, namun belum diimbangi dengan pendidikan yang memadai untuk menanamkan kesadaran bahari sejak dini. Selain itu, integrasi nilai-nilai keagamaan dalam konteks kemaritiman menjadi penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia sekaligus mencintai potensi lokal. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: (1) sosialisasi konsep pendidikan bahari berbasis agama melalui ceramah interaktif dan diskusi; (2) pelatihan keterampilan maritim dasar seperti navigasi sederhana, keselamatan di laut, dan pengenalan ekosistem pesisir. Kegiatan melibatkan 50 siswa kelas VI-V. Selain itu, siswa mampu menciptakan produk kerajinan dari bahan laut sebagai wujud kreativitas dan kepedulian lingkungan. Program ini juga mendorong sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah terwujudnya generasi muda yang kompeten di bidang maritim, berkarakter religius, dan siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan wilayah pesisir. Melalui pendekatan holistik ini, pendidikan bahari tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga media penguatan identitas budaya dan spiritual masyarakat Maros.