Claim Missing Document
Check
Articles

REAKTUALISASI PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM TENTANG INVESTASI DAN TABUNGAN DI ERA DIGITAL: INTEGRASI ETIKA SYARIAH, LITERASI KEUANGAN, DAN TRANSFORMASI EKONOMI BERKELANJUTAN Lestari, Ayu Gumilang; Wartoyo, Wartoyo; Jaelani, Aan
AT-TAWASSUTH: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal At-Tawassuth | Vol. X | No. 2 | 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/ajei.v10i2.26857

Abstract

This study reexamines Islamic economic thought on savings and investment in the digital age by combining classical principles and modern financial innovations. Using a qualitative method based on literature review, this study highlights the relevance of the thoughts of Ibn Khaldun, Al-Ghazali, and Muhammad Baqir al-Sadr to contemporary Islamic finance practices. The research findings show that reactualizing investment and savings in the Islamic economy in the digital era requires the integration of sharia ethics, sharia financial literacy, and a sustainability orientation. The thoughts of Ibn Khaldun, Al-Ghazali, and Baqir al-Sadr emphasize the importance of fair and speculation-free wealth circulation. Although the development of sharia fintech and digital instruments has increased financial inclusion, challenges such as low literacy, cybersecurity risks, and the potential for deviation from fatwas remain significant. Therefore, reactualizing sharia values through education and strengthening regulations is key to building an ethical, inclusive, and sustainable digital financial ecosystem.
FAMILY BUSINESS "FROM HOME ONLY" DURING THE COVID-19 OUTBREAK IN INDONESIA: PROSPECTS AND STRATEGIES Jaelani, Aan; Yusuf, Ayus Ahmad; Layaman, Layaman; Aziz, Abdul; Rokhlinasari, Sri
Cirebon International Journal of Economics and Business Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/cijeb.v3i2.190

Abstract

This article will explore the spread of COVID-19 which has an impact on the family economy in Indonesia. The lack of literature on family businesses during the economic crisis caused by the Coronavirus outbreak shows that this study is very important for family-run businesses. Business opportunities and prospects remain open to every family, but this requires a change in strategy in managing its business that is facing changes in work culture and the community's first choice in meeting needs. The qualitative method was used to read the initial phenomena about the family economic and business conditions of the COVID-19 in Indonesia with secondary data sources from reputable international publications, the Task Force for the Acceleration of Handling COVID-19 of Indonesian and WHO Coronavirus Disease, and the ideas of business practitioners. The conclusion of this paper is that the prospects of a family-run business are very open and even have the opportunity to succeed in the COVID-19 period by carrying out basic intervention dimensions that support smart, sustainable, and inclusive growth in family businesses: survival and longevity, firm growth, innovation, internationalization, and entrepreneurship.
Digitalisasi Dan Transformasi Teknologi Dalam Pengembangan Industri Halal Di Era Ekonomi Digital: Digitalisasi dan Transformasi Apriliyani, Feni; Munajat, Ma'mur; Fatmasari, Dewi; Jaelani, Aan
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v4i2.1851

Abstract

The development of the digital economy has brought significant changes to the halal industry through digitalization and technological transformation. The use of digital technology affects not only production and distribution processes but also halal certification systems, supply chain transparency, and marketing strategies for halal products. On the one hand, this transformation creates opportunities to improve business efficiency and expand market access, particularly for halal industry players. On the other hand, it presents challenges related to human resource readiness, digital literacy, and the consistent application of ethical values and sharia compliance. This study aims to examine the role of digitalization and technological transformation in the development of the halal industry in the digital economy era. The research adopts a qualitative approach using a literature review method by analyzing academic publications, policy documents, and digital-based halal industry practices. The findings indicate that digitalization contributes positively to accelerating halal certification processes, enhancing product traceability, and expanding marketing reach through digital platforms. Technological transformation also encourages the emergence of innovative halal business models that are more adaptive to market dynamics. Nevertheless, the development of a digital-based halal industry requires responsive regulatory support, strengthened digital literacy among business actors, and the integration of sharia values to ensure that technological utilization remains sustainable and responsible. Keywords: digitalization; technological transformation; halal industry; digital economy.
Strategi Meningkatkan Daya Saing Produk Halal di Pasar Global: Membangun Ekosistem Digital dan Integritas Rantai Nilai Raihan Yahya Ismail; Poni Purwati; Aan Jaelani; Dewi Fatmasari
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Islamic Economics and Finance
Publisher : Athallah Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/al-mudayanah.v2i1.134

Abstract

Pertumbuhan pasar halal global menunjukkan peningkatan signifikan dan menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling prospektif. Namun, daya saing produk halal Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan mulai dari kompleksitas sertifikasi halal internasional, lemahnya pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM, hingga keterbatasan transparansi dalam rantai pasok. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi untuk meningkatkan daya saing produk halal di pasar global melalui penguatan ekosistem digital dan integritas rantai nilai halal. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji jurnal bereputasi dalam rentang 2020–2025 untuk mengidentifikasi strategi yang efektif dalam aspek sertifikasi, digitalisasi pemasaran, serta penguatan Halal Supply Chain Management yang terintegrasi teknologi blockchain. Temuan penelitian menunjukkan bahwa daya saing produk halal tidak hanya ditentukan oleh status kehalalan, tetapi juga transparansi proses produksi, penerapan standar kualitas internasional, serta pemanfaatan teknologi digital terutama e-commerce, branding digital, dan sistem ketertelusuran berbasis blockchain. Integrasi ketiga aspek tersebut memperkuat kepercayaan konsumen global sekaligus membuka peluang ekspor lebih luas bagi UMKM. Dengan demikian, peningkatan daya saing halal membutuhkan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, serta dukungan ekosistem digital dan regulasi yang berpihak pada inovasi.
Penguatan Ekosistem Industri Halal Nasional Berbasis Ekonomi Syariah Dimas Fadilah; Eva Pelitawati; Aan Jaelani; Dewi Fatmasari
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Islamic Economics and Finance
Publisher : Athallah Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/al-mudayanah.v2i1.136

Abstract

Industri halal telah berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi global yang strategis seiring meningkatnya populasi Muslim dunia, kesadaran konsumen terhadap produk yang aman, etis, dan berkelanjutan, serta integrasi nilai-nilai syariah dalam aktivitas ekonomi modern. Dalam konteks tersebut, ekonomi syariah berperan sebagai kerangka konseptual yang tidak hanya mengatur aspek kehalalan produk, tetapi juga menekankan nilai keadilan, kemaslahatan, keseimbangan, dan keberlanjutan sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ekosistem industri halal dalam perspektif ekonomi syariah, menganalisis hasil-hasil temuan teoritis terkait faktor penguat dan penghambat pengembangan ekosistem industri halal nasional, serta membahas strategi penguatan ekosistem industri halal Indonesia secara berkelanjutan dan berdaya saing global. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka (library research) dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari buku, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan nasional seperti Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia, dan Masterplan Industri Halal Nasional 2023–2029. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekosistem industri halal merupakan sistem terintegrasi yang mencakup sinergi antara pemerintah, lembaga sertifikasi halal, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, dan konsumen, dengan dukungan implementasi Halal Value Chain dari hulu hingga hilir. Faktor-faktor penguat ekosistem industri halal meliputi dukungan kebijakan pemerintah, penguatan regulasi dan sertifikasi halal, digitalisasi rantai pasok, serta kolaborasi lintas sektor, sedangkan faktor penghambat utama meliputi rendahnya literasi halal, keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya integrasi rantai pasok, ketergantungan bahan baku impor, serta belum optimalnya koordinasi kebijakan lintas lembaga. Pembahasan menunjukkan bahwa penguatan ekosistem industri halal harus dilakukan secara komprehensif melalui integrasi kebijakan, pengembangan klaster industri halal, peningkatan literasi dan edukasi halal, penguatan pembiayaan syariah, serta pemanfaatan teknologi digital yang selaras dengan prinsip ekonomi syariah. Dari perspektif maqashid syariah, pengembangan industri halal tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pencapaian kesejahteraan sosial, keadilan, dan keberlanjutan. Dengan demikian, penguatan ekosistem industri halal nasional diharapkan mampu mendorong Indonesia menjadi pusat industri halal dunia yang kompetitif, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai ekonomi syariah.
Fintech Syariah sebagai Penggerak Pertumbuhan Industri Halal Nasional Azizan Sentosah Hutabarat; Muhamad Muztahidin; Dewi Fatmasari; Aan Jaelani
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Islamic Economics and Finance
Publisher : Athallah Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/al-mudayanah.v2i1.137

Abstract

Industri halal Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya permintaan produk dan layanan yang sesuai prinsip syariah. Namun, tantangan akses pembiayaan, literasi keuangan, dan efisiensi transaksi masih menjadi hambatan bagi pelaku usaha halal, khususnya UMKM. Fintech syariah hadir sebagai solusi inovatif melalui layanan pembiayaan syariah, pembayaran digital, peer-to-peer lending, dan manajemen keuangan berbasis teknologi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis fintech syariah dalam memperkuat ekosistem industri halal nasional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur pada publikasi terkini serta analisis kebijakan, penelitian ini menemukan bahwa fintech syariah memiliki kontribusi penting dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat transparansi transaksi, serta mendorong integrasi pelaku usaha halal dalam ekonomi digital. Integrasi antara inovasi teknologi dan prinsip syariah diharapkan menjadi motor penggerak bagi penguatan industri halal yang berdaya saing global.
Integrasi Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam Pengembangan Industri Halal: Kerangka Perlindungan Konsumen dan Kesejahteraan Umat Irsad; Rosdita; Dewi Fatmasari; Aan Jaelani
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Islamic Economics and Finance
Publisher : Athallah Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/al-mudayanah.v2i1.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran fundamental Maqashid Syariah sebagai kerangka teoretis dan operasional dalam pengembangan Industri Halal. Meskipun Industri Halal menunjukkan pertumbuhan pesat secara global, keberhasilannya perlu diukur tidak hanya dari kepatuhan regulasi (sertifikasi), namun juga dari kemampuannya mencapai tujuan luhur syariat Islam. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif dan tinjauan kritis, artikel ini menginterpretasikan tiga dimensi Maqāṣid al-Syarī‘ah ke dalam ekosistem Industri Halal. Hasil analisis menunjukkan bahwa dimensi Hifz al-Din diwujudkan melalui proses sertifikasi dan peningkatan halal awareness; Hifz al-Nafs ditegaskan melalui penekanan pada konsep thayyib yang menjamin mutu, keamanan, dan kesehatan produk; sementara Hifz al-Mal diimplementasikan melalui kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penegakan etika bisnis syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Maqashid Syariah berfungsi sebagai kerangka holistik untuk melindungi konsumen dan mendorong kesejahteraan umat. Direkomendasikan agar regulator (BPJPH) dan pelaku usaha memperkuat integrasi aspek thayyib dan etika bisnis syariah untuk memastikan Industri Halal bertumbuh secara berkelanjutan.