Claim Missing Document
Check
Articles

Sisindiran dalam Rumpaka Kawih Es Lilin Karya Sanggian Mursih: Kajian Struktural dan Etnopedagogi Kurniasih, Nia; Koswara, Dedi; Darajat, Danan
Salingka Vol 22, No 1 (2025): SALINGKA, Edisi Juli 2025
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v22i1.1102

Abstract

Penelitian ini mengkaji sisindiran (pantun) dalam rumpaka kawih "Es Lilin" sanggian Mursih, dengan fokus pada analisis struktur dan nilai-nilai etnopedagogi yang terkandung di dalamnya. Sisindiran merupakan bentuk puisi tradisional Sunda yang memiliki peran penting dalam budaya dan pendidikan masyarakat Sunda. Melalui pendekatan kualitatif dan metode analisis teks, penelitian ini mengidentifikasi dan menguraikan struktur sisindiran dalam kawih tersebut, termasuk pola rima, ritme, dan penggunaan bahasa kiasan. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai etnopedagogi yang diimplikasikan, seperti kearifan lokal, moralitas, dan pendidikan karakter yang diajarkan melalui sisindiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisindiran dalam "Es Lilin" tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman lebih dalam mengenai peran seni tradisional dalam pendidikan dan pelestarian budaya Sunda.This research examines Sisindiran in Sanggian Mursih rumpaka kawih "És Lilin", with a focus on the structural analysis and ethno pedagogical values contained therein. Sisindiran is a form of traditional Sundanese poetry which has an important role in the culture and education of the Sundanese people. Through a qualitative approach and text analysis methods, this research identifies and describes the structure of allusions in the kawih, including rhyme patterns, rhythm and the use of figurative language. In addition, this research explores the ethno pedagogical values that are implied, such as local wisdom, morality, and character education taught through satire. The research results show that the satire in "És Lilin'' not only functions as entertainment, but also as an effective educational medium in conveying moral and social messages. This research contributes to a deeper understanding of the role of traditional arts in education and preserving Sundanese culture.
Filosofi Kesundaan dalam Novel Nala Karya Darpan: Kajian Etnopedagogi Mulyani, Noni; Koswara, Dedi; Darajat, Danan; Nurhuda, Denny Adrian
Salingka Vol 21, No 2 (2024): SALINGKA, Edisi Desember 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i2.1097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap filosofi kehidupan dalam budaya Sunda yang tercermin dalam novel Nala karya Darpan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan pendekatan etnopedagogis kesundaan untuk menganalisis data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif interpretatif. Teknik ini mencakup tahapan membaca secara mendalam, memahami, serta menafsirkan makna filosofis dan nilai-nilai budaya dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Nala mengandung berbagai nilai etnopedagogis yang terwujud dalam konsep catur diri manusia. Terdapat nilai-nilai etnopedagogis yang terkandung dalam catur diri manusia, yaitu nilai pengkuh agamana yang mengacu pada akhlak manusia terhadap Tuhan (MMT), luhung elmuna yang mengacu pada akhlak manusia terhadap alam (MMA), terhadap waktu (MMW), jembar budayana yang mengacu pada akhlak manusia terhadap diri sendiri (MMP), sesama manusia (MMM), dan rancage gawena yang mengacu pada akhlak manusia dalam meraih kepuasan lahir batin (MMLB). Novel Nala memuat filosofi kesundaan yang kaya akan nilai-nilai etika, spiritualitas, dan kemanusiaan. Nilai-nilai ini memiliki relevansi yang signifikan dalam pendidikan karakter, khususnya dalam membentuk individu yang selaras dengan nilai-nilai luhur budaya Sunda. Novel ini tidak hanya berfungsi sebagai cerminan budaya, tetapi juga sebagai media edukasi yang dapat menginspirasi masyarakat untuk mengembangkan kepribadian yang harmonis dan berintegritas.This study aims to reveal the philosophy of life in Sundanese culture reflected in Darpan's novel Nala. This research was conducted using descriptive qualitative method combined with Sundanese ethnopedagogical approach to analyze the data. The data analysis technique used is interpretative descriptive analysis. This technique includes the stages of reading deeply, understanding, and interpreting the philosophical meaning and cultural values in the novel. The results showed that the novel Nala contains various ethnopedagogical values that are realized in the concept of human chess. There are ethnopedagogical values contained in the human chess, namely the value of pengkuh agamana which refers to human morals towards God (MMT), luhur elmuna which refers to human morals towards nature (MMA), towards time (MMW), jembar budayana which refers to human morals towards oneself (MMP) and fellow humans (MMM), and rancage gawena which refers to human morals in achieving inner and outer satisfaction (MMLB). Nala novel contains Sundanese philosophy that is rich in ethical values, spirituality, and humanity. These values have significant relevance in character education, especially in shaping individuals who are aligned with the noble values of Sundanese culture. This novel not only serves as a reflection of culture, but also as an educational medium that can inspire people to develop a harmonious personality and integrity.
Model Quantum Writing Dibantu Media Aplikasi Canva dalam Pembelajaran Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Ciawi Kabupaten Tasikmalaya Ridwan Sidiq; Usep Kuswari; Dedi Koswara
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui adanya perbedaan hasil kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawi Tasikmalaya menggunakan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva dengan pembelajaran yang tidak menggunakan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva (2) Mengetahui pengaruh model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva pada kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawi Tasikmalaya. Latar belakang adanya penelitian ini yaitu menurunnya motivasi siswa, keterbatasan ide atau materi pada cerita, serta kurangnya kemampuan dalam mengolah cerita. Hal ini menunjukkan perlu adanya eksplorasi dan implementasi pembelajaran inovatif yang bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita pendek. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ciawi Kabupaten Tasikmalaya serta fokus pada kelas IX.9. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi dan tes (pretest dan posttest). Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Hasil belajar siswa dalam kemampuan menulis cerita pendek sebelum menerapkan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva yaitu rendah dengan rata-rata nilai 52,54; 2) Hasil belajar siswa pada kemampuan menulis cerita pendek setelah penerapan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva hasilnya tinggi dengan nilai rata-rata 85,79 3) Berdasar pada uji hipotesis, hasil yang diperoleh yaitu nilai sig. (2-tailed) 0,00 < 0.05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh model pembelajaran Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva pada kemampuan menulis cerita pendek, dengan terbukti adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dalam menulis cerita pendek sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva.
Wawacan Panji Asmara Ningrat: Sebuah Kajian Struktural Romadona, Zulfahmi; Koswara, Dedi; Ruhaliah, Ruhaliah
LOKABASA Vol 16, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v16i2.90747

Abstract

Cerita tentang tokoh Panji sudah populer di Asia Tenggara, bahkan sudah masuk ke dalam Memory of the World (MoW) UNESCO pada tahun 2017. Di Palembang terdapat Panji Angreni, di Bali ada Malat, di Makassar ada Hikayat Cekele, di Melayu ada Hikayat Panji Kuda Semirang, di Kamboja ada Cerita Panji Kamboja, dan dalam sastra Jawa terdapat 140 judul tentang kisah Panji. Terdapatnya cerita Panji dalam bahasa Sunda merupakan suatu hal yang tidak disangka-sangka. Naskah Wawacan Panji Asmara Ningrat merupakan salah satu cerita Panji versi bahasa Sunda, meskipun naskah ini merupakan hasil gubahan dari bahasa Melayu. Hal tersebut menegaskan bahwa cerita Panji tidak populer di pulau Jawa bagian barat, khususnya di wilayah Priangan. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan naskah Wawacan Panji Asmara Ningrat dan mengungkap struktur formal serta struktur naratifnya.  Metode yang digunakan yaitu kajian filologis dengan edisi naskah tunggal dan metode deskriptif-analitis untuk mengkaji strukturnya. Teknik yang digunakan ialah studi pustaka dan studi dokumentasi, sedangkan pendekatan penelitiannya menggunakan kualitatif. Hasil kajian ini berupa deskripsi naskah yang sekaligus menunjukkan bahwa isi teks wawacan tersebut cukup lengkap, tetapi struktur formalnya kurang lengkap, sedangkan struktur naratif cukup lengkap.The story of Panji is widely known throughout Southeast Asia and was included in UNESCO’s Memory of the World (MoW) register in 2017. In Palembang it appears as Panji Angreni, in Bali as Malat, in Makassar as Hikayat Cekele, in Malay literature as Hikayat Panji Kuda Semirang, and in Cambodia as Cerita Panji Kamboja. In Javanese literature alone, there are 140 versions of the Panji tales. The existence of a Panji story in the Sundanese language is therefore unexpected. The manuscript Wawacan Panji Asmara Ningrat is a Sundanese version of the Panji story, though adapted from the Malay language. This indicates that Panji stories were not widely popular in western Java, especially in the Priangan region. Accordingly, this study aims to describe the Wawacan Panji Asmara Ningrat manuscript and to reveal its formal and narrative structures. The research employs philological methods using a single-manuscript edition and a descriptive-analytic approach to examine its structure. Techniques used include library and documentation studies, with a qualitative research approach. The results show that the text of the Wawacan is relatively complete in content, although its formal structure is incomplete, while its narrative structure is adequately developed.
Model of Local Wisdom Education in The Ancient Sundanese Manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian 1518 AD Koswara, Dedi; Pandu Hyangsewu; Danan Darajat; Zulfikar Alamsyah
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 1 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i1.11

Abstract

This study aims to describe the educational values of local wisdom of dasakreta, dasaindria, dasakalesa, dasamarga, dasapasanta, and dasaprebakti which are covered with the grand concept of tri tangtu di bumi (three provisions on earth; tangtu telu), and aims to develop a learning model based on local wisdom education (ethnopedagogy) from the ancient Sundanese manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian (1518 AD). The method applied in this study is a descriptive method of critical analysis of the manuscript with a qualitative approach. The results showed that the values of local wisdom education in the ancient Sundanese manuscript of Sanghyang Siksa Kandang Karesian 1518 AD are closely related to the purpose of life and the postulate of the Sundanese people, namely inhale bagja, safe, tingtrim, ngahenang-ngahening, subul darajat, ngeunah angen-ngeunah angeun, sampurna world ahérat, hurip, sane, cageur, bageur, true, smart, honest, ludeung, silih asih, silih asah, silih nurturing, and sineger tengah. Furthermore, from this research, a set of ethnopedagogical teaching models based on the ancient Sundanese manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian was produced in the form of learning syntax.
A Collection of Short Stories Dirawu Kelong by Ahmad Bakri (Structural Analysis) Aisah, Nur; Permana, Ruswendi; Koswara, Dedi
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 2 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i2.16

Abstract

This research is titled “A Collection of Short Stories Dirawu Kelong by Ahmad Bakri (Structural Analysis).” It is motivated by the unique characteristics of Ahmad Bakri's works, especially in terms of story structure and language. One of Ahmad Bakri’s notable works is the Collection of Short Stories Dirawu Kelong. Based on this background, the study aims to analyze the story structure in the Collection of Short Stories Dirawu Kelong by Ahmad Bakri. The elements described include theme, characters, setting, plot, point of view, language style, and moral message. This research employs a descriptive method. Data was collected through literature study techniques. Selected data, namely the short story Dirawu Kelong, were analyzed using direct element analysis and structural analysis. The findings show that the theme of the short story is social; there are four characters; the plot follows a sequential structure; the setting includes daytime as the time and the kitchen and forest as places. The point of view is the first person; the language style is simple, and the moral message is that we should strive to be good children to everyone.
Kajian Etnopedagogi pada Kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut TIANAWATI, YANTI; Koswara, Dedi; Sudaryat, Yayat
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.3418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai etnopedagogi yang terdapat pada kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperloleh dari hasil observasi, wawancara langsung ke lapangan dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah kartu data untuk menginterpretsikan nilai-nilai etnopedagogik yang terdapat pada kesenian Bangreng.. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa etnopedagogi Sunda muncul dalam kesenian Bangreng. Bagaimanapun, hal-hal yang ditemukan merupakan hasil interpretasi oleh peneliti. Etnopedagogi Sunda dalam seni bangreng diinterpretasikan berdasarkan rangkaiannya. Hal ini dikarenakan etnopedagogi Sunda dapat dilihat melalui aktivitas yang dimunculkan, ketika dijelaskan makna dari setiap rangkaiannya. Walaupun dalam seni bangreng mencakup tiga struktur yaitu rangkaian, alat, dan pelengkap, namun dari ketiga struktur tersebut rangkaian seni bangreng lebih tepat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai etnopedagogi yang terdapat pada kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperloleh dari hasil observasi, wawancara langsung ke lapangan dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah kartu data untuk menginterpretsikan nilai-nilai etnopedagogik yang terdapat pada kesenian Bangreng.. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa etnopedagogi Sunda muncul dalam kesenian Bangreng. Bagaimanapun, hal-hal yang ditemukan merupakan hasil interpretasi oleh peneliti. Etnopedagogi Sunda dalam seni bangreng diinterpretasikan berdasarkan rangkaiannya. Hal ini dikarenakan etnopedagogi Sunda dapat dilihat melalui aktivitas yang dimunculkan, ketika dijelaskan makna dari setiap rangkaiannya. Walaupun dalam seni bangreng mencakup tiga struktur yaitu rangkaian, alat, dan pelengkap, namun dari ketiga struktur tersebut rangkaian seni bangreng lebih tepat tersebut.
Analisis Unsur Intrinsik Dalam Kumpulan Cerita Rakyat Berupa Dongeng Sunda Kurniasih; Koswara, Dedi
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 10 No 1 (2024): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v10i1.3648

Abstract

This research was motivated by the lack of public attention and concern in preserving folklore passed down by their ancestors, especially Sundanese fairy tales. This research aims to describe the intrinsic elements which include: theme, plot, characterization, setting, message and point of view of the fairy tale. This study used descriptive qualitative method. The data source for this research is a collection of famous Sundanese fairy tales from West Java. The results of the research show that there is the same major theme in which the fairy tales studied carry the theme of life. The plot of each fairy tale is divided into exposition, complication and resolution (advanced and mixed plot). Characterization includes characters, characters and the way the characters are conveyed. The point of view conveyed by the three fairy tales is the same, namely, the point of view of the third person or the author as narrator. Most fairy tale settings take place in a village, a royal palace and a forest. Every fairy tale contains a message that is conveyed either explicitly or implicitly. These three fairy tales are included in the classic fairy tale category.
Kajian Ekspresif Kepengarangan H.D Bastaman dalam Kumpulan Cerpen Sunda Nganjang ka Pagéto Fauzi, Rusdi Fauzi; Koswara, Dedi; Haerudin, Dingding
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 10 No 1 (2024): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v10i1.3667

Abstract

Abstract: This research is corcerned with the curiosity of how and in what way the author is able to produce a work that is satisfactory for the reader. The story of past events by a human being is called experience, through certain experiences we can take benefits for the present and the future. Literary works are popular because there is a creator, the author. The author as a social being cannot be separated from the surrounding social situation because a literary work is a copyright that expresses feelings. Honestly, the author embodies all the tastes inherent in a literary work, so the author as the creator of a particular work experiences a creative process. The theory used in this research is M.H.Abrams theory wich states that the center of the expressive desire and creative process of a work is the author. The source of data used is the short story collection book Nganjang ka Pagéto by H.D Bastaman. the methods and techniques used in this research are descriptive methods, literature review techniques, and documentation studies, while analyzing them using qualitative research.The instruments used are divided into two, namely data collection instrument and data processing instrument. The result of this research is a collection of short story books written by H.D Bastaman included as a work which has a great value, because many of them ride on psychological value, life, and socialist society. From the research results also we know that a lot of aspects affect the results of literary works trough self-authorship and surroundings. Keywords: expressive; psycological; short story.
Depresi sosial tokoh perempuan dalam kumpulan cerpen Jurig Paséa Jeung Nyi Karsih karya Tini Kartini (kajian sosiologi sastra Ian Watt) Dewi, Gita Kurnia; Koswara, Dedi
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i1.58401

Abstract

This study aims to analyze and describe: 1) the social background of Tini Kartini as a representative of the community group, 2) the social situation of depression that occurred in the community when the work was published, 3) the content of the text of the Jurig Paséa jeung Nyi Karsih short story collection which reflects the idea of depression, and 4) a social mirror from Jurig Paséa jeung Nyi Karsih's short story collection. The method used in this research is descriptive method. The results of this study, firstly, Tini Kartini's social background as a representative of community groups, meaning how the author's social background is related to the publication of the literary work. Second, the depressed social situation that occurred in society when the work was published, clearly existed during the Soekarno era. Third, there are four ideas of depression that occur in female characters in the short story "Nyi Karsih". Fourth, the social mirror associated with the state of society. In conclusion, Jurig Paséa jeung Nyi Karsih's short story collection has a social depression of female characters with depressive ideas that influence them.