Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Ekspresif Kepengarangan H.D Bastaman dalam Kumpulan Cerpen Sunda Nganjang ka Pagéto Fauzi, Rusdi Fauzi; Koswara, Dedi; Haerudin, Dingding
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 10 No 1 (2024): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v10i1.3667

Abstract

Abstract: This research is corcerned with the curiosity of how and in what way the author is able to produce a work that is satisfactory for the reader. The story of past events by a human being is called experience, through certain experiences we can take benefits for the present and the future. Literary works are popular because there is a creator, the author. The author as a social being cannot be separated from the surrounding social situation because a literary work is a copyright that expresses feelings. Honestly, the author embodies all the tastes inherent in a literary work, so the author as the creator of a particular work experiences a creative process. The theory used in this research is M.H.Abrams theory wich states that the center of the expressive desire and creative process of a work is the author. The source of data used is the short story collection book Nganjang ka Pagéto by H.D Bastaman. the methods and techniques used in this research are descriptive methods, literature review techniques, and documentation studies, while analyzing them using qualitative research.The instruments used are divided into two, namely data collection instrument and data processing instrument. The result of this research is a collection of short story books written by H.D Bastaman included as a work which has a great value, because many of them ride on psychological value, life, and socialist society. From the research results also we know that a lot of aspects affect the results of literary works trough self-authorship and surroundings. Keywords: expressive; psycological; short story.
STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP PADA CERITA RAKYAT IKAN DEWA DI KABUPATEN KUNINGAN Rohaedi, Edi; Koswara, Dedi; Isnendes, Retty
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i2.7360

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menguji cobakan teori struktur naratif Vladimir Propp terhadap cerita rakyat ikan dewa di Kabupaten Kuningan, dengan mengambil sampel satu dari tiga versi cerita rakyat ikan dewa yang didapat di lapangan. Latar belakang penelitian ini adalah sebagai upaya pelestarian sastra lisan yang kini sudah hampir hilang dikarenakan perkembangan teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskrriptif, data penelitian merupakan cerita rakyat yang bersumber langsung dari lapangan, observasi, dokumentasi dan wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data dan deskripsi analisi digunakan untuk mengolah data menerapkan pendekatan struktur naratif Vladimir Propp.  Hasil dari penelitian ini, membuktikan bahwa pendekatan struktur naratif Vladimir Propp dapat digunakan untuk menganalisis cerita rakyat yang berasal dari lapangan, dengan ditemukanya 21 fungsi pelaku, yang didistribusikan ke dalam tiga lingkungan aksi, dan terdapat tiga pola atau pergerakan cerita sengan skema (α)-J-a-Z-Q-E-Rs-↑-B-↑-β-B-E-B-N-B-J-F-K-B-F-T-(X). Selain itu, struktur naratif Vladimir Propp bukan hanya menggambarkan struktur naratif sebuah karya sastra, akan tetapi dapat mengetahui karakter tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut, seperti yang digambarkan oleh tokoh Sunan Gunung Jati dalam cerita tersebut.Kata kunci 1;, cerita rakyat, ikan dewa, kuningan, struktur  VLADIMIR PROPP'S NARRATIVE STRUCTURE ON THE FOLKLORE OF THE GOD FISH IN KUNINGAN REGENCY ABSTRACT: This study aims to test Vladimir Propp's narrative structure theory on the folklore of ikan dewa in Kuningan Regency, by taking a sample of one of three versions of the folklore of ikan dewa obtained in the field. The background of this research is as an effort to preserve oral literature which is now almost lost due to technological developments. This research is a qualitative research with a descriptive approach, the research data is folklore that comes directly from the field, observations, documentation and interviews are used as data collection techniques and descriptive analysis is used to process data using Vladimir Propp's narrative structure approach. The results of this study prove that Vladimir Propp's narrative structure approach can be used to analyze folklore originating from the field, by finding 21 actors' functions, which are distributed into three action environments, and there are three patterns or story movements with schemes (α)- J-a-Z-Q-E-Rs-↑-B-↑-β-B-E-B-N-B-J-F-K-B-F-T-(X). In addition, Vladimir Propp's narrative structure not only describes the narrative structure of a literary work, but can identify the characters in the story, as depicted by the character Sunan Gunung Jati in the story.Keywords 1;, folklore, ikan dewa, kuningan, structure
STRATEGI INOVATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA SUNDA: DIGITALISASI MATERI AJAR UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Nurjanah, Nunuy; Koswara, Dedi; Nugraha, Haris Santosa; Rukmanah, Hani Siti; Ruslan, Ujang
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4724

Abstract

Sundanese language, as part of the richness of local culture, plays an important role in shaping the identity and character of the younger generation, especially in the West Java region. However, its existence now faces serious challenges due to declining student interest and limitations of conventional learning resources. This study aims to analyze innovative strategies in Sundanese language learning through the digitalization of teaching materials in elementary schools. Digitalization is considered a modern approach capable of increasing student engagement, enriching methods of delivering material, and preserving local cultural values through interactive media. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were obtained through literature studies and interviews with elementary school teachers. The results show that the use of technology—such as learning applications, audio-visual media, and gamification—can increase students' motivation and understanding of the Sundanese language. However, obstacles such as limited infrastructure, lack of teachers' digital competence, and the scarcity of digital learning resources remain major barriers. Therefore, intensive training for teachers, the development of culturally relevant digital content, and policy support from schools and the government are needed. The digitalization of teaching materials is not only a learning solution but also a strategic means of preserving and actualizing Sundanese culture in the digital era. ABSTRAKBahasa Sunda sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan karakter generasi muda, khususnya di wilayah Jawa Barat. Namun, eksistensinya kini menghadapi tantangan serius seiring menurunnya minat siswa dan keterbatasan sumber belajar konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi inovatif dalam pembelajaran Bahasa Sunda melalui digitalisasi materi ajar di sekolah dasar. Digitalisasi dianggap sebagai pendekatan modern yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya metode penyampaian materi, serta menjaga nilai-nilai budaya lokal melalui media interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka dan wawancara dengan guru sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi—seperti aplikasi pembelajaran, media audio-visual, dan gamifikasi—dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap Bahasa Sunda. Namun, kendala seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya kompetensi digital guru, dan minimnya sumber belajar digital masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan intensif bagi guru, pengembangan konten digital yang relevan secara budaya, serta dukungan kebijakan dari sekolah dan pemerintah. Digitalisasi materi ajar tidak hanya menjadi solusi pembelajaran, tetapi juga sarana strategis dalam melestarikan dan mengaktualisasikan budaya Sunda di era digital.
Model of Local Wisdom Education in The Ancient Sundanese Manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian 1518 AD Koswara, Dedi; Pandu Hyangsewu; Danan Darajat; Zulfikar Alamsyah
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 1 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i1.11

Abstract

This study aims to describe the educational values of local wisdom of dasakreta, dasaindria, dasakalesa, dasamarga, dasapasanta, and dasaprebakti which are covered with the grand concept of tri tangtu di bumi (three provisions on earth; tangtu telu), and aims to develop a learning model based on local wisdom education (ethnopedagogy) from the ancient Sundanese manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian (1518 AD). The method applied in this study is a descriptive method of critical analysis of the manuscript with a qualitative approach. The results showed that the values of local wisdom education in the ancient Sundanese manuscript of Sanghyang Siksa Kandang Karesian 1518 AD are closely related to the purpose of life and the postulate of the Sundanese people, namely inhale bagja, safe, tingtrim, ngahenang-ngahening, subul darajat, ngeunah angen-ngeunah angeun, sampurna world ahérat, hurip, sane, cageur, bageur, true, smart, honest, ludeung, silih asih, silih asah, silih nurturing, and sineger tengah. Furthermore, from this research, a set of ethnopedagogical teaching models based on the ancient Sundanese manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian was produced in the form of learning syntax.
A Collection of Short Stories Dirawu Kelong by Ahmad Bakri (Structural Analysis) Aisah, Nur; Permana, Ruswendi; Koswara, Dedi
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 2 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i2.16

Abstract

This research is titled “A Collection of Short Stories Dirawu Kelong by Ahmad Bakri (Structural Analysis).” It is motivated by the unique characteristics of Ahmad Bakri's works, especially in terms of story structure and language. One of Ahmad Bakri’s notable works is the Collection of Short Stories Dirawu Kelong. Based on this background, the study aims to analyze the story structure in the Collection of Short Stories Dirawu Kelong by Ahmad Bakri. The elements described include theme, characters, setting, plot, point of view, language style, and moral message. This research employs a descriptive method. Data was collected through literature study techniques. Selected data, namely the short story Dirawu Kelong, were analyzed using direct element analysis and structural analysis. The findings show that the theme of the short story is social; there are four characters; the plot follows a sequential structure; the setting includes daytime as the time and the kitchen and forest as places. The point of view is the first person; the language style is simple, and the moral message is that we should strive to be good children to everyone.
Lirik Tembang “Ayun Ambing” dalam Kajian Semiotika dan Etnolinguistik Noni Mulyani; Dedi Koswara; Yayat Sudaryat
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tembang “Ayun Ambing” karya Mang Bakang berdasar pada analisis unsur etnolinguistik dan unsur semiotik. Akses masuk budaya asing di era Revolusi Industri 4.0 semakin mudah sehingga kearifan lokal pun menjadi tergeser. Diperlukan usaha serius sebagai wujud pemertahanan nilai budaya dengan mengkaji dan mempelajari kearifan lokal secara bijaksana. Data dalam penelitian ini ialah rumpaka tembang “Ayun Ambing” karya Mang Bakang. Sumber data pada penelitian ini ialah hasil dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif dengan metode deskriptif-hermeneutik. Hasil dari penelitian ini dalam sémiotik lirik tembang “Ayun Ambing” ini ditemukan adanya 4 unsur ikon, 7 indéks, dan 4 simbol. Kajian Ētnolinguistik pada lirik tembang “ Ayun Ambing” ditemukan hubungan bahasa dengan unsur-unsur kebudayaan, terdapat Dapat disimpulkan bahwa lirik tembang Sunda bisa digunakan sebagai media penyampaian nasihat sekaligus memberi pengetahuan kepada generasi selanjutnya terkait nilai budaya yang berbasis kearifan lokal.
Mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Sastra dan Budaya Lokal: Temuan dari FGD Kolaboratif UPI–UNDIKSHA Koswara, Dedi; Darajat, Danan; Alamsyah, Zulfikar; Isnendes, Retty; Suherman, Agus
Dimasatra Vol 5, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dm.v5i1.75630

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan dosen pengajar bahasa daerah mengenai implementasi Kurikulum Merdeka dan capaian pembelajarannya, khususnya dalam konteks pembelajaran sastra dan budaya lokal. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh tantangan dalam dunia pendidikan pascapandemi Covid-19, yang menuntut adanya penyesuaian terhadap kurikulum serta penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif, dan kontekstual terhadap lingkungan budaya peserta didik. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan mengintegrasikan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Subjek kegiatan difokuskan pada guru bahasa daerah dan dosen pengampu mata kuliah bahasa dan budaya daerah di lingkungan UPI dan Undiksha, serta se-Indonesia. Hasil FGD menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip dasar Kurikulum Merdeka, capaian pembelajarannya, serta strategi integrasi nilai-nilai budaya lokal, seperti budaya Sunda dan Bali, ke dalam proses pembelajaran. Selain memberikan dampak langsung dalam peningkatan kompetensi peserta, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah luaran akademik, di antaranya: (1) artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi, (2) buku hasil kegiatan, (3) artikel populer di media massa, serta (4) pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Temuan dan pengalaman dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementatif bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Resistensi Perempuan Sunda dalam Novel Putri Subanglarang Karya Yoseph Iskandar: Kajian Sastra Feminis Rukmanah, Hani Siti; Koswara, Dedi
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.06

Abstract

Penelitian ini mendalami representasi gender dalam novel Putri Subanglarang karya Yoseph Iskandar, fokus utamanya adalah ketidakadilan yang dialami tokoh perempuan serta strategi resistensi yang mereka terapkan. Sastra Sunda belum sepenuhnya mengungkap secara mendalam bagaimana gender direpresentasikan dalam karya ini, khususnya dalam konteks ketidakadilan dan upaya perlawanan perempuan. Tujuan penelitian adalah mengungkap bagaimana konstruksi gender dan dominasi patriarki mempengaruhi kehidupan perempuan di masyarakat Sunda, sebagaimana dikemukakan Maggie Humm (1990) bahwa patriarki lebih menindas perempuan. Metode kualitatif dengan analisis isi digunakan untuk menganalisis teks novel PSL, menyoroti ketidakadilan dalam pernikahan, reproduksi, dan pengambilan keputusan. Meskipun demikian, tokoh perempuan dalam novel ini juga menunjukkan resistensi yang beragam, baik secara terbuka maupun terselubung. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa PSL mencerminkan kompleksitas kehidupan perempuan dalam masyarakat patriarki Sunda serta perjuangan mereka untuk mencapai keadilan. Implikasi penelitian ini menggarisbawahi pentingnya studi gender dalam memahami dinamika sosial dan budaya di masyarakat Sunda serta kontribusinya terhadap teori sastra feminis.
KAJIAN STRUKTURAL DAN PSIKOLOGI HUMANISTIK DALAM NASKAH DRAMA GÉNJLONG KARATON KARYA DIAN HENDRAYANA Nugraha, Asep Suhendar; Koswara, Dedi; Isnendes, Retty; Rahmat, Wahyudi
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 20, No 1 (2025): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v20i1.8402

Abstract

Abstrak Penelitian ini didasari oleh pentingnya meneliti ilmu kejiwaan dalam naskah drama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur cerita drama, struktur naskah drama, dan psikologi humanistik yang terkandung dalam naskah drama Génjlong Karaton karya Dian Hendrayana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif-kualitatif, tekniknya studi pustaka. Hasil dalam penelitian ini yaitu secara struktur cerita terbilang lengkap karena semua aspek tergambar jelas dalam naskah dramanya. Secara struktur naskah terbilang tidak lengkap karena ada beberapa aspek yang tidak tergambar dalam naskah dramanya yaitu prolog, aside, dan epilog. Sedangkan lima tingkatan kebutuhan manusia semuanya tergambar jelas dalam naskah drama “Génjlong Karaton” karya Dian Hendrayana. Kata-kata Kunci: kajian struktural; naskah drama; psikologi humanis Abstract This research is based on the importance of examining psychology in drama scripts. This research aims to find out the structure of the drama story, the structure of the drama script, and the humanistic psychology contained in the drama script “Génjlong Karaton” by Dian Hendrayana. The method used in this research is descriptive-qualitative; the technique is a literature study. The results in this study are that the story structure is fairly complete because all aspects can be found in the script. Structurally, the drama script is incomplete because there are several aspects that are not reflected in the drama script, namely the prologue, the aside, and the epilogue. The five levels of human needs are clearly depicted in the drama script “Génjlong Karaton” by Dian Hendrayana.
Studi Etnografi Kesenian Singa Depok sebagai Kearifan Lokal di Kabupaten Subang Entin, Eulis; Koswara, Dedi
Salingka Vol 21, No 1 (2024): SALINGKA, Edisi Juli 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i1.1076

Abstract

The research aims to describe and explain the development of Singa Depok art as a traditional art of the Subang community, West Java, describe and explain the values in Singa Depok art which are used as a manifestation of local wisdom of Subang, West Java. This research is a qualitative research with an ethnographic approach. The subjects of this study were the perpetrators of Singa Depok art in Subang, West Java. Data sources were conducted through interviews and field observations. Data collection techniques in this study were observation, interviews, and documentation. Checking the validity of the findings of this study used the source triangulation technique, namely by searching for data information using more than one source of information. Researchers can check their findings by utilizing the use of existing sources, methods, and theories. Based on data analysis, the results of this study were found to have history, development and educational values in Singa Depok art which is a manifestation of local wisdom of Subang, West Java. The form of local wisdom educational values from Singa Depok art is in the form of values of cooperation, mutual assistance, courage, justice, and obedience to social norms. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perkembangan kesenian singa Depok sebagai kesenian tradisional masyarakat Subang, Jawa Barat, mendeskripsikan dan menjelaskan nilai dalam kesenian Singa Depok yang digunakan sebagai wujud kearifan lokal Subang, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu para pelaku kesenian Singa Depok di Subang, Jawa Barat. Sumber data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan lapangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu dengan mencari informasi data menggunakan lebih dari satu sumber informasi. Peneliti dapat mengecek temuannya dengan memanfaatkan penggunaan sumber, metode, dan teori yang sudah ada. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini adalah ditemukan adanya sejarah, perkembangan dan nilai-nilai pendidikan dalam kesenian Singa Depok yang merupakan wujud kearifan lokal Subang, Jawa Barat. Bentuk nilai pendidikan kearifan lokal dari kesenian Singa Depok berupa nilai kerja sama, gotong royong, keberanian, keadilan, dan ketaatan pada norma-norma sosial.