Claim Missing Document
Check
Articles

Model of Local Wisdom Education in The Ancient Sundanese Manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian 1518 AD Koswara, Dedi; Pandu Hyangsewu; Danan Darajat; Zulfikar Alamsyah
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 1 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i1.11

Abstract

This study aims to describe the educational values of local wisdom of dasakreta, dasaindria, dasakalesa, dasamarga, dasapasanta, and dasaprebakti which are covered with the grand concept of tri tangtu di bumi (three provisions on earth; tangtu telu), and aims to develop a learning model based on local wisdom education (ethnopedagogy) from the ancient Sundanese manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian (1518 AD). The method applied in this study is a descriptive method of critical analysis of the manuscript with a qualitative approach. The results showed that the values of local wisdom education in the ancient Sundanese manuscript of Sanghyang Siksa Kandang Karesian 1518 AD are closely related to the purpose of life and the postulate of the Sundanese people, namely inhale bagja, safe, tingtrim, ngahenang-ngahening, subul darajat, ngeunah angen-ngeunah angeun, sampurna world ahérat, hurip, sane, cageur, bageur, true, smart, honest, ludeung, silih asih, silih asah, silih nurturing, and sineger tengah. Furthermore, from this research, a set of ethnopedagogical teaching models based on the ancient Sundanese manuscript Sanghyang Siksa Kandang Karesian was produced in the form of learning syntax.
A Collection of Short Stories Dirawu Kelong by Ahmad Bakri (Structural Analysis) Aisah, Nur; Permana, Ruswendi; Koswara, Dedi
International Journal of Language and Culture Vol. 2 No. 2 (2024): International Journal of Language and Culture
Publisher : CV. Goresan Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63762/ijolac.v2i2.16

Abstract

This research is titled “A Collection of Short Stories Dirawu Kelong by Ahmad Bakri (Structural Analysis).” It is motivated by the unique characteristics of Ahmad Bakri's works, especially in terms of story structure and language. One of Ahmad Bakri’s notable works is the Collection of Short Stories Dirawu Kelong. Based on this background, the study aims to analyze the story structure in the Collection of Short Stories Dirawu Kelong by Ahmad Bakri. The elements described include theme, characters, setting, plot, point of view, language style, and moral message. This research employs a descriptive method. Data was collected through literature study techniques. Selected data, namely the short story Dirawu Kelong, were analyzed using direct element analysis and structural analysis. The findings show that the theme of the short story is social; there are four characters; the plot follows a sequential structure; the setting includes daytime as the time and the kitchen and forest as places. The point of view is the first person; the language style is simple, and the moral message is that we should strive to be good children to everyone.
Lirik Tembang “Ayun Ambing” dalam Kajian Semiotika dan Etnolinguistik Noni Mulyani; Dedi Koswara; Yayat Sudaryat
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tembang “Ayun Ambing” karya Mang Bakang berdasar pada analisis unsur etnolinguistik dan unsur semiotik. Akses masuk budaya asing di era Revolusi Industri 4.0 semakin mudah sehingga kearifan lokal pun menjadi tergeser. Diperlukan usaha serius sebagai wujud pemertahanan nilai budaya dengan mengkaji dan mempelajari kearifan lokal secara bijaksana. Data dalam penelitian ini ialah rumpaka tembang “Ayun Ambing” karya Mang Bakang. Sumber data pada penelitian ini ialah hasil dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif dengan metode deskriptif-hermeneutik. Hasil dari penelitian ini dalam sémiotik lirik tembang “Ayun Ambing” ini ditemukan adanya 4 unsur ikon, 7 indéks, dan 4 simbol. Kajian Ētnolinguistik pada lirik tembang “ Ayun Ambing” ditemukan hubungan bahasa dengan unsur-unsur kebudayaan, terdapat Dapat disimpulkan bahwa lirik tembang Sunda bisa digunakan sebagai media penyampaian nasihat sekaligus memberi pengetahuan kepada generasi selanjutnya terkait nilai budaya yang berbasis kearifan lokal.
Mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Sastra dan Budaya Lokal: Temuan dari FGD Kolaboratif UPI–UNDIKSHA Koswara, Dedi; Darajat, Danan; Alamsyah, Zulfikar; Isnendes, Retty; Suherman, Agus
Dimasatra Vol 5, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dm.v5i1.75630

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan dosen pengajar bahasa daerah mengenai implementasi Kurikulum Merdeka dan capaian pembelajarannya, khususnya dalam konteks pembelajaran sastra dan budaya lokal. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh tantangan dalam dunia pendidikan pascapandemi Covid-19, yang menuntut adanya penyesuaian terhadap kurikulum serta penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif, dan kontekstual terhadap lingkungan budaya peserta didik. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan mengintegrasikan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Subjek kegiatan difokuskan pada guru bahasa daerah dan dosen pengampu mata kuliah bahasa dan budaya daerah di lingkungan UPI dan Undiksha, serta se-Indonesia. Hasil FGD menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip dasar Kurikulum Merdeka, capaian pembelajarannya, serta strategi integrasi nilai-nilai budaya lokal, seperti budaya Sunda dan Bali, ke dalam proses pembelajaran. Selain memberikan dampak langsung dalam peningkatan kompetensi peserta, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah luaran akademik, di antaranya: (1) artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi, (2) buku hasil kegiatan, (3) artikel populer di media massa, serta (4) pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Temuan dan pengalaman dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementatif bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Resistensi Perempuan Sunda dalam Novel Putri Subanglarang Karya Yoseph Iskandar: Kajian Sastra Feminis Rukmanah, Hani Siti; Koswara, Dedi
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 1 (2025): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.051.06

Abstract

Penelitian ini mendalami representasi gender dalam novel Putri Subanglarang karya Yoseph Iskandar, fokus utamanya adalah ketidakadilan yang dialami tokoh perempuan serta strategi resistensi yang mereka terapkan. Sastra Sunda belum sepenuhnya mengungkap secara mendalam bagaimana gender direpresentasikan dalam karya ini, khususnya dalam konteks ketidakadilan dan upaya perlawanan perempuan. Tujuan penelitian adalah mengungkap bagaimana konstruksi gender dan dominasi patriarki mempengaruhi kehidupan perempuan di masyarakat Sunda, sebagaimana dikemukakan Maggie Humm (1990) bahwa patriarki lebih menindas perempuan. Metode kualitatif dengan analisis isi digunakan untuk menganalisis teks novel PSL, menyoroti ketidakadilan dalam pernikahan, reproduksi, dan pengambilan keputusan. Meskipun demikian, tokoh perempuan dalam novel ini juga menunjukkan resistensi yang beragam, baik secara terbuka maupun terselubung. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa PSL mencerminkan kompleksitas kehidupan perempuan dalam masyarakat patriarki Sunda serta perjuangan mereka untuk mencapai keadilan. Implikasi penelitian ini menggarisbawahi pentingnya studi gender dalam memahami dinamika sosial dan budaya di masyarakat Sunda serta kontribusinya terhadap teori sastra feminis.
KAJIAN STRUKTURAL DAN PSIKOLOGI HUMANISTIK DALAM NASKAH DRAMA GÉNJLONG KARATON KARYA DIAN HENDRAYANA Nugraha, Asep Suhendar; Koswara, Dedi; Isnendes, Retty; Rahmat, Wahyudi
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 20, No 1 (2025): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v20i1.8402

Abstract

Abstrak Penelitian ini didasari oleh pentingnya meneliti ilmu kejiwaan dalam naskah drama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur cerita drama, struktur naskah drama, dan psikologi humanistik yang terkandung dalam naskah drama Génjlong Karaton karya Dian Hendrayana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif-kualitatif, tekniknya studi pustaka. Hasil dalam penelitian ini yaitu secara struktur cerita terbilang lengkap karena semua aspek tergambar jelas dalam naskah dramanya. Secara struktur naskah terbilang tidak lengkap karena ada beberapa aspek yang tidak tergambar dalam naskah dramanya yaitu prolog, aside, dan epilog. Sedangkan lima tingkatan kebutuhan manusia semuanya tergambar jelas dalam naskah drama “Génjlong Karaton” karya Dian Hendrayana. Kata-kata Kunci: kajian struktural; naskah drama; psikologi humanis Abstract This research is based on the importance of examining psychology in drama scripts. This research aims to find out the structure of the drama story, the structure of the drama script, and the humanistic psychology contained in the drama script “Génjlong Karaton” by Dian Hendrayana. The method used in this research is descriptive-qualitative; the technique is a literature study. The results in this study are that the story structure is fairly complete because all aspects can be found in the script. Structurally, the drama script is incomplete because there are several aspects that are not reflected in the drama script, namely the prologue, the aside, and the epilogue. The five levels of human needs are clearly depicted in the drama script “Génjlong Karaton” by Dian Hendrayana.
Studi Etnografi Kesenian Singa Depok sebagai Kearifan Lokal di Kabupaten Subang Entin, Eulis; Koswara, Dedi
Salingka Vol 21, No 1 (2024): SALINGKA, Edisi Juli 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i1.1076

Abstract

The research aims to describe and explain the development of Singa Depok art as a traditional art of the Subang community, West Java, describe and explain the values in Singa Depok art which are used as a manifestation of local wisdom of Subang, West Java. This research is a qualitative research with an ethnographic approach. The subjects of this study were the perpetrators of Singa Depok art in Subang, West Java. Data sources were conducted through interviews and field observations. Data collection techniques in this study were observation, interviews, and documentation. Checking the validity of the findings of this study used the source triangulation technique, namely by searching for data information using more than one source of information. Researchers can check their findings by utilizing the use of existing sources, methods, and theories. Based on data analysis, the results of this study were found to have history, development and educational values in Singa Depok art which is a manifestation of local wisdom of Subang, West Java. The form of local wisdom educational values from Singa Depok art is in the form of values of cooperation, mutual assistance, courage, justice, and obedience to social norms. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan perkembangan kesenian singa Depok sebagai kesenian tradisional masyarakat Subang, Jawa Barat, mendeskripsikan dan menjelaskan nilai dalam kesenian Singa Depok yang digunakan sebagai wujud kearifan lokal Subang, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu para pelaku kesenian Singa Depok di Subang, Jawa Barat. Sumber data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan lapangan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan temuan penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu dengan mencari informasi data menggunakan lebih dari satu sumber informasi. Peneliti dapat mengecek temuannya dengan memanfaatkan penggunaan sumber, metode, dan teori yang sudah ada. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini adalah ditemukan adanya sejarah, perkembangan dan nilai-nilai pendidikan dalam kesenian Singa Depok yang merupakan wujud kearifan lokal Subang, Jawa Barat. Bentuk nilai pendidikan kearifan lokal dari kesenian Singa Depok berupa nilai kerja sama, gotong royong, keberanian, keadilan, dan ketaatan pada norma-norma sosial.
Sisindiran dalam Rumpaka Kawih Es Lilin Karya Sanggian Mursih: Kajian Struktural dan Etnopedagogi Kurniasih, Nia; Koswara, Dedi; Darajat, Danan
Salingka Vol 22, No 1 (2025): SALINGKA, Edisi Juli 2025
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v22i1.1102

Abstract

Penelitian ini mengkaji sisindiran (pantun) dalam rumpaka kawih "Es Lilin" sanggian Mursih, dengan fokus pada analisis struktur dan nilai-nilai etnopedagogi yang terkandung di dalamnya. Sisindiran merupakan bentuk puisi tradisional Sunda yang memiliki peran penting dalam budaya dan pendidikan masyarakat Sunda. Melalui pendekatan kualitatif dan metode analisis teks, penelitian ini mengidentifikasi dan menguraikan struktur sisindiran dalam kawih tersebut, termasuk pola rima, ritme, dan penggunaan bahasa kiasan. Selain itu, penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai etnopedagogi yang diimplikasikan, seperti kearifan lokal, moralitas, dan pendidikan karakter yang diajarkan melalui sisindiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisindiran dalam "Es Lilin" tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman lebih dalam mengenai peran seni tradisional dalam pendidikan dan pelestarian budaya Sunda.This research examines Sisindiran in Sanggian Mursih rumpaka kawih "És Lilin", with a focus on the structural analysis and ethno pedagogical values contained therein. Sisindiran is a form of traditional Sundanese poetry which has an important role in the culture and education of the Sundanese people. Through a qualitative approach and text analysis methods, this research identifies and describes the structure of allusions in the kawih, including rhyme patterns, rhythm and the use of figurative language. In addition, this research explores the ethno pedagogical values that are implied, such as local wisdom, morality, and character education taught through satire. The research results show that the satire in "És Lilin'' not only functions as entertainment, but also as an effective educational medium in conveying moral and social messages. This research contributes to a deeper understanding of the role of traditional arts in education and preserving Sundanese culture.
Filosofi Kesundaan dalam Novel Nala Karya Darpan: Kajian Etnopedagogi Mulyani, Noni; Koswara, Dedi; Darajat, Danan; Nurhuda, Denny Adrian
Salingka Vol 21, No 2 (2024): SALINGKA, Edisi Desember 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i2.1097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap filosofi kehidupan dalam budaya Sunda yang tercermin dalam novel Nala karya Darpan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan pendekatan etnopedagogis kesundaan untuk menganalisis data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif interpretatif. Teknik ini mencakup tahapan membaca secara mendalam, memahami, serta menafsirkan makna filosofis dan nilai-nilai budaya dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Nala mengandung berbagai nilai etnopedagogis yang terwujud dalam konsep catur diri manusia. Terdapat nilai-nilai etnopedagogis yang terkandung dalam catur diri manusia, yaitu nilai pengkuh agamana yang mengacu pada akhlak manusia terhadap Tuhan (MMT), luhung elmuna yang mengacu pada akhlak manusia terhadap alam (MMA), terhadap waktu (MMW), jembar budayana yang mengacu pada akhlak manusia terhadap diri sendiri (MMP), sesama manusia (MMM), dan rancage gawena yang mengacu pada akhlak manusia dalam meraih kepuasan lahir batin (MMLB). Novel Nala memuat filosofi kesundaan yang kaya akan nilai-nilai etika, spiritualitas, dan kemanusiaan. Nilai-nilai ini memiliki relevansi yang signifikan dalam pendidikan karakter, khususnya dalam membentuk individu yang selaras dengan nilai-nilai luhur budaya Sunda. Novel ini tidak hanya berfungsi sebagai cerminan budaya, tetapi juga sebagai media edukasi yang dapat menginspirasi masyarakat untuk mengembangkan kepribadian yang harmonis dan berintegritas.This study aims to reveal the philosophy of life in Sundanese culture reflected in Darpan's novel Nala. This research was conducted using descriptive qualitative method combined with Sundanese ethnopedagogical approach to analyze the data. The data analysis technique used is interpretative descriptive analysis. This technique includes the stages of reading deeply, understanding, and interpreting the philosophical meaning and cultural values in the novel. The results showed that the novel Nala contains various ethnopedagogical values that are realized in the concept of human chess. There are ethnopedagogical values contained in the human chess, namely the value of pengkuh agamana which refers to human morals towards God (MMT), luhur elmuna which refers to human morals towards nature (MMA), towards time (MMW), jembar budayana which refers to human morals towards oneself (MMP) and fellow humans (MMM), and rancage gawena which refers to human morals in achieving inner and outer satisfaction (MMLB). Nala novel contains Sundanese philosophy that is rich in ethical values, spirituality, and humanity. These values have significant relevance in character education, especially in shaping individuals who are aligned with the noble values of Sundanese culture. This novel not only serves as a reflection of culture, but also as an educational medium that can inspire people to develop a harmonious personality and integrity.
Model Quantum Writing Dibantu Media Aplikasi Canva dalam Pembelajaran Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Ciawi Kabupaten Tasikmalaya Ridwan Sidiq; Usep Kuswari; Dedi Koswara
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui adanya perbedaan hasil kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawi Tasikmalaya menggunakan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva dengan pembelajaran yang tidak menggunakan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva (2) Mengetahui pengaruh model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva pada kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawi Tasikmalaya. Latar belakang adanya penelitian ini yaitu menurunnya motivasi siswa, keterbatasan ide atau materi pada cerita, serta kurangnya kemampuan dalam mengolah cerita. Hal ini menunjukkan perlu adanya eksplorasi dan implementasi pembelajaran inovatif yang bisa meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita pendek. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ciawi Kabupaten Tasikmalaya serta fokus pada kelas IX.9. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi dan tes (pretest dan posttest). Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Hasil belajar siswa dalam kemampuan menulis cerita pendek sebelum menerapkan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva yaitu rendah dengan rata-rata nilai 52,54; 2) Hasil belajar siswa pada kemampuan menulis cerita pendek setelah penerapan model Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva hasilnya tinggi dengan nilai rata-rata 85,79 3) Berdasar pada uji hipotesis, hasil yang diperoleh yaitu nilai sig. (2-tailed) 0,00 < 0.05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh model pembelajaran Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva pada kemampuan menulis cerita pendek, dengan terbukti adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dalam menulis cerita pendek sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran Quantum Writing dibantu media aplikasi Canva.