Claim Missing Document
Check
Articles

Biomarker T Cell dalam Diagnosis COVID-19 : Literatur Review Upik Rahmi; Septian Andriyani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 7, No 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v7i1.116

Abstract

Latar Belakang : COVID-19 menjadi masalah kesehatan didunia. Penanda inflamasi yang dapat digunakan sebagai predictor prognosis COVID-19. Tujuan untuk melihat peran biomarker sel T pada penyakit COVID-19.  Metode: Pencarian literatur utama PubMed  dan Cinahl  untuk artikel yang diterbitkan antara Tahun 2015  hingga 2021 dan telah memenuhi syarat, artikel dipilih setelah evaluasi judul, abstrak, dan referensi. Sebanyak 7 artikel termasuk dalam ulasan ini. Hasil:  Analisis artikel ini ditemukan faktor sel T limfosit yang berperan dalam biomarker dalam diagnosis COVID-19 adalah CD4+, CD8+ dan CD3+ dan hasil yang meningkat secara signifikant adalah CD8+. Kesimpulan: Analisis artikel menunjukkan bahwa ada bukti yang jelas bahwa biomarker Limfosit T  dapat berubah sesuai dengan tingkat keparahan Infeksi COVID-19. Ini dapat digunakan sebagai tambahan dalam praktik klinis.  
Hubungan Efektivitas Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan Keberhasilan Pengobatan Penderita TB Paru di Puskesmas Padasuka Bandung Tahun 2014 Upik Rahmi
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 3, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.908 KB) | DOI: 10.32667/ijid.v3i1.29

Abstract

AbstrakLatar belakang : Penyakit Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah suatu penyakit infeksi kronik yang mengenai jaringan paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis dan penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan fisik dan sosial serta dapat mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efektifitas Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan keberhasilan pengobatan penderita TB Paru di wilayah kerja Puskemas Padasuka Bandung.Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita TB Paru BTA (+) yang memiliki PMO dan telah menjalani pengobatan 6 bulan dengan jumlah 40 responden menggunakan Teknik Total Sampling. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskemas Padasuka Bandung Tahun 2014.Hasil : Dari 40 responden sebagian besar yaitu 31 (77.5%) efektif dalam pengawasan menelan obat dan 26 responden (65%) berhasil (sembuh). Hasil analisa menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara efektifitas pengawas menelan obat (PMO) dengan kesembuhan penderita TB paru ( Pvalue = 0,002, nilai POR = 9,341).Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara efektifitas kegiatan PMO dengan keberhasilan pengobatan penderita TB paru Abstract Background: Pulmonary TB is a chronic infectious disease affecting the lung tissue caused by Mycobacterium tuberculosis, and the disease can lead to physical disability and social development and can affect the social and economic life of the patient. This study aims to determine the relationship of the effectiveness of the Supervisory Swallowing Drugs to the successful treatment of pulmonary TB patients in the region of Puskemas Padasuka Bandung. Methods: The study was a descriptive analytic research with cross-sectional approach. The population in this study are patients with TB BTA (+) which has been undergoing treatment PMO and 6 months with the number of 40 respondents using total sampling technique. This research was conducted in the working area Puskemas Padasuka Bandung 2014. Results: Of the 40 respondents most of which 31 (77.5%) effective in monitoring dope and 26 respondents (65%) managed (cured). The analysis shows no significant correlation between the effectiveness of a treatment supporter (PMO) to cure pulmonary tuberculosis patients (pvalue = 0.002, the value of POR = 9.341).Conclusion: there is a significant correlation between the effectiveness of the PMO with the successful treatment of pulmonary tuberculosis patients.
Geografi Emosi Tentang COVID-19 pada Pelajar Septian Andriyani; Upik Rahmi; Afianti Sulastri1; Dadang Darmawan
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 7, No 1 (2021): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v7i1.117

Abstract

Latar Belakang : Corona virus 2019 (COVID-19) merupakan salah satu jenis virus yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2), telah muncul sebagai ancaman kesehatan global Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena dampak dari pandemi COVID-19. Selama masa pandemi banyak orang menunjukkan respon yang terkait dengan stres atau kecemasan. Anak –anak dan remaja mengalami kecemasan, takut, merasa tertekan, merasa tidak tenang, dan khawatir sehingga dapat menyebabkan gangguan emosi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi geografi emosi tentang COVID-19 pada siswa SMPN VIII di Kota Cimahi. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan google form yang disebar secara online kepada siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah mengacu kepada instrumen standar COVID Stress Scales (CSS) 2020 dengan 36 item pernyataan. Hasil : geografi emosi siswa paling tinggi berada pada domain Xenophobia dengan nilai rata-rata sebesar 3,394, selanjutnya adalah domain danger dengan nilai rata-rata 3,327. Untuk nilai rata rata yang paling rendah yaitu berada pada domain Compulsive Checking dengan nilai rata-rata 2,107. Selama pandemi nilai rata-rata geografi emosi tertinggi berada pada domain ketakutan (xenophobia). Kesimpulan : Xenophobia dalam ancaman penyebaran COVID-19 dapat meningkatkan ketakutan membawa penyakit sehingga mengarah pada penurunan kesejahteraan secara emosi. Pentingnya dapat meningkatkan kesejahteraan di masa pandemic COVID-19.
Efek bersepeda terhadap proses penuaan pada lanjut usia: Literatur review Upik Rahmi; Nova Sylviana; Hanna Goenawan; Setiawan Setiawan
Journal Of Sport Education (JOPE) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jope.4.1.64-76

Abstract

Tujuan  dari literatur review ini  studi analisis artikel efek aktifitas fisik bersepeda (cycling) terhadap proses penuaan (aging prosess).  Metode   dengan menggunakan Databased PubMed,  MEDLINE, sciencedirect dan google scholar. Pencarian artikel menggunakan kata kunci berikut: Elderly, physical activity, cycling, aging, aging process. Artikel maupun kajian yang terbit dalam kurun waktu 10 tahun terakhir pada jurnal nasional maupun internasional berbahasa inggris yang dapat diakses secara open access. Hasil  analisis didapatkan 14 artikel tentang pengaruh bersepeda terhadap fisiologis proses penuuan (kognitif, cardiovascular, muskuloskeletal, imunologi dan endokrin). Kesimpulan; Aktifitas fisik dapat memperlambat proses penuuan baik pria maupun wanita, pada analisis studi ini telah terbukti aktifitas fisik dengan beresepeda (cycling) dapat memperlambat proses penuuan secara fisiologis (kognitif, cardiovascular, endokrin, muskulosekeletal dan imunologi).Copyright © The Author (s) 2021Journal of Sport Education (JOPE) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Persepsi Perawat Indonesia Tentang Ujian Sertifikasi Profesi (Kangoshi dan Kaigofukushishi) di Jepang Upik Rahmi; Afianti Sulastri
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.996 KB)

Abstract

Perubahan demografi di Jepang sejak tahun 2006 mengalami penurunan jumlah populasi dikarenakan menurunnya angka kelahiran sehingga meningkatnya jumlah orang lanjut usia (lansia). Guna mengurangi efek negatif dari perubahan demografi ini, pemerintah Jepang mengalami permasalahan kurangnya tenaga kerja produktif kesehatan di Jepang yang berhubungan langsung dengan lansia sehingga membutuhkan Perawat Rumah Sakit (Kangoshi) dan Perawat Lansia (Kaigofukushishi). Perawat Indonesia yang dikirim kejepang adalah perawat profesional yang telah melalui beberapa proses seleksi sebelum di berangkatkan. Selama di jepang perawat Indonesia masih harus berjuang lagi agar bisa mendapatkan sertifikat profesi supaya dapat melanjutkan kontrak dan mendapatkan gaji yang setara dengan perawat Jepang. Masalah penelitian ini adalah Faktor apa sajakah yang mempengaruhi perawat Indonesia lulus Ujian Sertifikasi Nasional (Kangoshi dan Kaigofukushishi) Tujuan Penelitian untuk mengetahui Faktor yang mempengaruhi tingkat kelulusan ujian sertifikat profesi oleh tenaga perawat Indonesia di jepang”. Metodologi penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan jumlah partisipan 6 orang yaitu untuk menggali pengalaman perawat Indonesia mengikuti ujian sertifikasi nasional (kangoshi dan kaigofukushishi). Faktor-faktor yang mempengaruhi perawat Indonesia Lulus Ujian Sertifikasi Profesional (Kangoshi dan Kaigofukushishi) tergambar dalam 3 tema yaitu, motivasi perawat Indonesia bekerja di Jepang sebagai Kangoshi dan Kaigofukushishi, belum adanya pengakuan sebagai perawat profesional dan Kemampuan menguasai bahasa, budaya dan sistem Kesehatan di Jepang masih rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah teridentifikasi masalah utama Motivasi perawat Indonesia bekerja di jepang, kedua adalah pengakuan sebagai perawat profesional, ketiga yaitu Kemampuan menguasai bahasa jepang baik itu kemampuan menulis, berbicara dan memahami bahasa jepang dengan baik, Budaya Jepang dan Pengetahuan Asuransi kesehatan Jepang. Kata Kunci: Perawat, Ujian sertifikasi profesi, Indonesia, Jepang ABSTRACT Demographic changes in Japan since 2006 have decreased in population due to declining birth rates resulting in an increase in the number of elderly people. In order to reduce the negative effects of this demographic change, the Japanese government has experienced a problem with the lack of productive health workers in Japan who are directly related to the elderly so they need a Nurse Hospital (Kangoshi) and Elderly Nurse (Kaigofukushishi). Indonesian nurses sent by Japanese are professional nurses who have gone through several selection processes before departing. As long as in Japan Indonesian nurses still have to fight again in order to get a professional certificate so they can continue the contract and get a salary equivalent to Japanese nurses. The problem of this research is what factors influence Indonesian nurses to pass the National Certification Examination (Kangoshi and Kaigofukushishi) Research Objectives to find out the factors that influence the level of professional certificate examinations passed by Indonesian nurses in Japan ". The research methodology is a qualitative approach with the number of participants of 6 people, namely to explore the experience of Indonesian nurses taking the national certification examination (Kangoshi and Kaigofukushishi). Factors affecting Indonesian nurses Graduating Professional Certification Exams (Kangoshi and Kaigofukushishi) are illustrated in 3 themes, namely, motivation of Indonesian nurses working in Japan as Kangoshi and Kaigofukushishi, lack of recognition as professional nurses and Ability to master language, culture and health systems in Japan still low. The conclusion of this study was identified as the main problem Motivation of Indonesian nurses working in Japan, second is recognition as professional nurses, third is the ability to master Japanese both the ability to write, speak and understand Japanese well, Japanese Culture and Knowledge of Japanese health insurance. Keywords: Nurses, Japanese National Certificate, Indonesian nurses
Pergeseran Paradigma Dari Perspektif Budaya dan Agama Terhadap Elderly Abuse Upik Rahmi
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.358 KB)

Abstract

ELDERLY abuse adalah masalah kesehatan masyarakat yang substansial dan hak asasi manusia global. Pelecehan terhadap orang tua mencakup pengabaian, penganiayaan fisik, pelecehan seksual, penganiayaan emosional, dan pelecehan finansial dan data yang ada menunjukkan bahwa 2 juta orang tua Amerika mengalami penganiayaan setiap tahun, dan banyak dari mereka mengalaminya dalam berbagai bentuk. penyalahgunaan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan utama pada orang tua seperti cacat fisik, masalah psikologis, gangguan mental, dan bahkan dapat menyebabkan kematian pada orang tua. Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologis, menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan sampel kuota 12 lansia di Bandung Indonesia. Hasil penelitian; Pengalaman lansia yang mengalami pelecehan di Bandung. Ini memiliki 3 tema, Pelecehan finansial, Pelecehan psikologis, Pengabaian. Diskusi; Pelecehan finansial dapat berupa mengambil uang lansia untuk keuntungan pribadi atau keuntungan tanpa persetujuan lansia, menggunakan kekuatan untuk mendesak lansia, menggunakan sumber daya keuangan untuk keuntungan pribadi, dan pelecehan psikologis adalah penggunaan kata-kata dengan nada agresif dan meyakinkan. yang menyebabkan sakit hati atau kesusahan karena tindakan verbal atau nonverbal. Kesimpulan: Kasus pelecehan lansia banyak terjadi dan jika dilihat dari segi Budaya lansia harus dirawat oleh anak-anak yang lebih tua atau keluarga mereka sehingga kebutuhan mereka terpenuhi dan dari segi agama bahwa anak-anak harus melayani orang tua, tetapi dengan perubahan budaya saat ini banyak anak mengabaikan orang tua dan meninggalkan dan bahkan mempercayakan orang tua ke panti jompo.
Health-Education sebagai Upaya Preventif Pandemic Covid-19 pada Anak Upik Rahmi; Septian Andriyani; Lisna Anisa Fitriana; Suci Tuty Putri; Dadang Darmawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7728

Abstract

ABSTRAK Pandemi COVID-19 berdampak pada semua aspek dan penyebaran virus corona ini sangat cepat pada berbagai tahapan usia. Oleh karena itu harus  segera untuk ditangani secara bersama-sama. usia anak-anak sangat rentan terinfeksi Covid-19. Salah satu strategi penting yang dapat diterapkan pada anak usia sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku preventif pencegahan penularan COVID-19 melalui health education. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan promosi kesehatan tentang pentingnya melakukan upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Metode kegiatan PKM ini berupa pemberian edukasi dan demonstrasiyang dilakukan secara tatap muka dengan tetap menerapkan protocol kesehatan ketat. Peserta pada pelaksanaan kegiatan ini sejumlah 25 anak dari TK sampai kelas 6 SD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan dengan hasil pretest dari 76,50 menjadi 95 pada posttest dengan nilai uji efektifitas kegiatan p-value sebesar 0.000 setelah pelaksanaan kegiatan PKM, dan ada peningkatan kemampuan keterampilan anak-anak sekitar 80% dalam mempraktekkan tehnik cuci tangan 7 langkah secara baik dan benar. Edukasi pada anak sangat penting dilakukan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku anak. Kata Kunci:  Health Education, Preventif, Pandemi COVID-19  ABSTRACT The COVID-19 pandemic has an impact on all aspects and the spread of this corona virus is very fast at various stages of age. Therefore it must be immediately addressed together. The age of children is very vulnerable to being infected with Covid-19. One of the important strategies that can be applied to school-age children is to increase knowledge and preventive behavior to prevent the transmission of COVID-19 through health education. The purpose of this Community Service (PKM) is to provide health promotion about the importance of preventing and controlling COVID-19 by implementing a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). This PKM activity method is in the form of providing education and demonstrations that are carried out face-to-face while still implementing strict health protocols. Participants in the implementation of this activity were 25 children from kindergarten to grade 6 SD. The results of the activity showed an increase in the average knowledge with the pretest result from 76.50 to 95 in the posttest with a p-value of 0.000 activity effectiveness test after the implementation of PKM activities, and there was an increase in the ability of children's skills about 80% in practicing washing techniques. hand 7 steps properly and correctly. Education for children is very important as an effort to prevent and control COVID-19 which is considered effective in increasing children's awareness and behavior. Keywords: Health Education, Prevention, COVID-19 Pandemic
Effects of Weight Training with Aerobic Glycolysis System (CHO) Reference on Waist Circumference Surdiniaty Ugelta; Tono Haryono; Upik Rahmi; Nina Sutresna; Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih; Ahmad Zaeri Sya'rani
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 14, No 1 (2022): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/cjpko.v14i1.24763

Abstract

Physical fitness or fitness center and gymnastics studio as a business event, to improve the quality of human life through community sports. Maintain, maintain, and improve health, by using the facilities and infrastructure offered at the fitness center such as free weight equipment, and weight training. The aim is to see the results of weight training (free weight) through the analysis of the aerobic glycolysis system (CHO) on waist circumference. The treatment was given weight training with a duration of one minute (1 minute), using isotonic contractions, performed with 3 repetitions of sets, each set resting 30 seconds. Does it have a significant effect on the waist circumference of the perpetrator? The research method uses a one-Group Pretest-Posttest design. Isotonic exercise affects waist circumference.
Effect of Pursed lip Breathing Exercise to Reduce Dyspnea in Patient with Asthma Bronchial: Case Study Upik Rahmi; Herry Susanto; Ewa Zuzanna Krzyż; Widiyaningsih Widiyaningsih
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 8, No 2 (2022): Volume 8, Nomor 2, December 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v8i2.51803

Abstract

Introduction: Asthma causes chronic inflammatory disorders of the respiratory tract resulting in the narrowing of the airways so that asthmatics will complain, shortness of breath, heavy chest, and coughing, especially at night or early in the morning. One effort that can be done to overcome shortness of breath and improve oxygenation status is Pursed Lip breathing which is a non-pharmacological therapy. This case study was conducted to analyze the application of pulsed lip breathing exercises to asthmatic patients who experience shortness of breath. Method: This study used an evaluative design, namely a case study in asthmatic patients with shortness of breath. Results: After observing the administration of pulsed lip breathing exercises for three days of treatment, there were changes in respiration rate, decreased breathing, and shortness of breath. Conclusion: Pulsed lip breathing can reduce shortness of breath in asthma patients. ABSTRAKLatar Belakang: Asma menyebabkan gangguan inflamasi kronis pada saluran pernapasan sehigga terjadinya penyempitan jalan napas sehingga penderita asma akan mengeluh, sesak nafas, dada terasa berat, dan batuk-batuk terutama malam atau dini hari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi sesak nafas dan memperbaiki status oksigenasi adalah dengan Pursed Lip breathing yang merupakan salah satu terapi nonfarmakologi. Studi kasus ini dilakukan untuk menganalisis penerapan pulsed lip breathing exercise pada pasien asma yang mengalami sesak nafas. Metode:  Penelitian ini menggunakan desain evaluatif yaitu studi kasus pada pasien  asma  dengan sesak nafas.  Hasil: Setelah dilakukan oberservasi pemberian pulsed lip breathing exercise  selama tiga hari perawatan, terdapat perubahan Respirasi rate,  pernafasan dan sesak berkurang. Kesimpulan: Pulsed lip breathing dapat mengurangi sesak napas pada pasien asma. 
Persepsi Keluarga tentang Toilet Training pada Anak Autis Dimasa Pandemi Covid-19 Dadang Darmawan; Septian Andriyani; Sri wulandari; Upik Rahmi; Suci Tuty Putri
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.381 KB)

Abstract

Merawat anak dengan autis dalam kehidupan dapat membuat stress dan kondisi akibat pandemi penyakit Coronavirus (COVID-19) menimbulkan gangguan tingkat tinggi pada keluarga. Autis merupakan salah satu jenis gangguan perkembangan  saraf yang ditandai dengan adanya defisit dalam komunikasi social bersama dengan pola perilaku, minat, atau aktivitas yang terbatas dan berulang. Anak dengan autis perlu dilatih kemandiriannya, salah satunya dalam melaksanakan toilet training. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi keluarga dalam pelaksanaan toilet training pada anak autis di masa pandemic COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling yaitu kepada orang tua yang memiliki anak Autis. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner berupa pernyataan positif dan pernyataan negative. Pengambilan data dilakukan secara langsung dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Semua data yang diperoleh dan dianalisis univariat pada variabel persepsi keluarga tentang toilet training pada anak autis didasarkan pada nilai mean. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 29 orangtua memiliki persepsi positif terhadap anak Autis dengan nilai Mean ≥ 23,94 dan terdapat 21orang tua memiliki persepsi negatif terhadap anak Autis dengan nilai mean <23,94. Persepsi ini merupakan suatu tanggapan terhadap apa yang dilihat dari suatu objek yang dapat mempengaruhi pola pikir seseorang.
Co-Authors Achmad, Bayu Fandhi Afianti Sulastri, Afianti Ahmad Zaeri Sya&#039;rani Al Ghumayda Andria Pragholapati Anggraeni Putri, Laila Anggudi, Ridha Wahdini Anguni, Ridha Wahdini Aninda Dinar Widiantari Asilah Sholeha Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih Budi Somantri, Budi Dadang Darmawan Dadang Darmawan Dadang Darmawan Dadang Darmawan Darmawati, Irma Dhika Dharmansyah Dyna Apriany Ewa Zuzanna Krzyż Farida Murtiani Farida Murtiani Finardi, Kalamda Ilman Firdaus, Muhammad Ghifari Gustini, Kiki Handayani, Roswati Hanna Goenawan Haryono, Tono Heriadi, Ronny Herry Susanto Hidayah, Annisa Nurul Imam Tri Sutrisno Irawati, Diana Khoerunisa Amalia Linda Amalia Lisna Anisa Fitriana, Lisna Anisa Lisna Anisa Fitriani Lisna Annisa Fitriana Maiszha, Dian Marliah, Napisatul Maulana, Boyke Murtiani, Farida Mustika Fitri Narawangsa, Asri Nasution, Lina Anisa Naswa Aulianisa Natashia, Dhea Nina Sutresna Nisa Yusrina Nur Alifah, Nisa Yusrina Nur Norma Norma Nova Sylviana Novi Malisa, Novi Padilah, Farhan Isma Perdani, Agni Laili Pitriani, Pipit Purwati, Nyimas Heny Puspita, Asih Purwandari Wahyoe Ramadhanti, Dewi Ratih Putri Rhamadhany, Qurani Yuniar Salasa, Sehabudin Sari, Anita Rapika Septian Andriyani, Septian Setiawan Setiawan Setiawan, Guling Simbolon, Hot Marsitta Angelica Slamet Rohaedi, Slamet Sri Sumartini Sri wulandari Suci Tuty Putri, Suci Tuty Surdiniaty Ugelta Surdiniaty, Surdiniaty Susi Gustina Tanti Wijayanti Tirta Adikusuma Suparto, Tirta Adikusuma Wahdini, Ridha Wahyoe, Asih Purwandari Wahyuningtyas, Oktaviani Rizqi Wardany, Nadia Sintia Widiyaningsih Widiyaningsih Worang, Pingkan Priscilla Mareta Yoanita Suryani Zahra, Mutiara Alya