Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Teknik Clapping pada Anak Prasekolah dengan Pneumonia: Studi Kasus Darmawan, Dadang; Andriyani, Septian; Rahmi, Upik; Putri, Suci Tuty; Fitriana, Lisna Anisa; Malisa, Novi; Setiawan, Guling; Apriany, Dyna; Norma, Norma; Murtiani, Farida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4657

Abstract

Pneumonia masih menjadi penyebab kematian yang signifikan, terutama pada anak usia prasekolah. Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan patogen di dalam alveoli yang menyebabkan terbentuknya eksudat inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi intervensi clapping pada ana kusa prasekolah dengan pneumonia. Penelitian ini dirancang sebagai studi kasus dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan analisis dokumentasi penelitian. Penelitian kami menghasilkan temuan yang signifikan yang menunjukkan efektivitas teknik clapping dalam membersihkan saluran napas, mengurangi akumulasi dahak, meningkatkan difusi gas, dan meringankan beban pernapasan. Teknik clapping sebagai salah satu komponen dari fisioterapi dada, memiliki potensi untuk diterapkan dalam intervensi penanganan pneumonia pada anak-anak.
LITERATUR REVIEW TERHADAP PENGGUNAAN VIRTUAL REALITY DALAM REHABILITASI FUNGSI MOTORIK PASIEN STROKE Wahyuningtyas, Oktaviani Rizqi; Worang, Pingkan Priscilla Mareta; Putri, Suci Tuty; Rahmi, Upik; Anggudi, Ridha Wahdini
Scientific Journal of Nursing Research Vol 7, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v7i2.1911

Abstract

Teknologi realitas virtual (VR) semakin mendapat perhatian sebagai pelengkap dalam rehabilitasi stroke, khususnya dalam meningkatkan fungsi motorik ekstremitas atas. Pelatihan berbasis VR memberikan latihan yang imersif, berulang, dan spesifik tugas yang dapat merangsang plastisitas saraf serta mendorong partisipasi aktif pasien. Intervensi ini terbukti memberikan dampak positif terhadap mobilitas ekstremitas atas, keseimbangan, pola berjalan, dan pemulihan motorik secara menyeluruh. Sifat VR yang interaktif dan menarik juga meningkatkan motivasi serta kepatuhan pasien terhadap terapi, yang merupakan faktor penting dalam keberhasilan rehabilitasi. Selain itu, pelatihan VR dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu dan diterapkan baik di fasilitas medis maupun di rumah, sehingga memberikan fleksibilitas dan kesinambungan perawatan. Bukti menunjukkan bahwa integrasi VR merupakan pendekatan menjanjikan yang melengkapi terapi konvensional dengan menawarkan rehabilitasi yang berpusat pada pasien, berbasis teknologi, dan mudah diakses. Dengan kemampuannya dalam meningkatkan hasil fungsional serta keterlibatan pasien, VR menjadi solusi inovatif dalam program pemulihan stroke masa kini.Kata Kunci : Stroke, Latihan, Ekstremitas atas, Rehabilitasi, Virtual Reality
The Effectiveness of Walking Exercise on Hypertension Padilah, Farhan Isma; Anguni, Ridha Wahdini; Putri, Suci Tuty; Rahmi, Upik
Scientific Journal of Nursing Research Vol 7, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v7i2.1922

Abstract

Hypertension is a major global health concern and a leading risk factor for cardiovascular diseases. Non-pharmacological approaches such as physical activity and lifestyle modification have gained attention as effective strategies to reduce high blood pressure. This literature review examines eight selected international studies that explore the effectiveness of walking-based and lifestyle interventions in managing hypertension. The findings consistently show that programs like brisk walking, culturally adapted walking interventions, and DASH diet combined with walking significantly reduce systolic and diastolic blood pressure. Some studies reported reductions of up to 20 mmHg systolic and 12 mmHg diastolic (p < 0.05). In certain cases, stretching exercises proved more effective than brisk walking for early-stage hypertensive individuals. These interventions also enhanced cardiovascular fitness (VO₂max), walking endurance, and self-efficacy in maintaining healthy habits. Overall, walking and lifestyle changes offer accessible, low-cost, and effective non-pharmacological options for controlling blood pressure. These approaches are recommended as part of a comprehensive hypertension management strategy.
Kualitas Hidup Lanjut Usia yang Bekerja di Bandung Rahmi, Upik
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.346 KB) | DOI: 10.33867/jka.v4i2.26

Abstract

Quality of life is an individual's perception of his / her life in society in the context of existing culture and value system related to purpose, expectation, standard, and attention. Quality of life is an important area of concern that reflects the health status and welfare of the population, and there is no exception for elderly. Elderly ages of 45-59 years who began to enter the period the slowly decreasing ability of body tissues. E lderly belong to the age that are still able to work. This study aims to determine the overview quality of life elderly (45-59 years) who works as well as quality of life based on physical domain, psychological domain, social relations domain and environment domain. This study uses quantitative descriptive method. The sampling used were the total sampling and the sample that will be used are working elderly as much as 31 respondents. Data collection techniques used WHOQOL-BREF questionnaire instrument with reliability test (r = 0.66-0,87). The results of data analysis will be presented in the form of frequency distribution table. From the results of research as many as 30 respondents (96.8%) have a good quality of life. Based on the domain, obtained good results on the physical domain as much as 23 respondents (74.2%) and the psychological domain as much as 17 respondents (54.8%) and the result that are good enough on the domain of social relationships as much as 21 respondents (67.7%) and the environment as much as 29 respondents (93.5%). This research is recommended for companies to improve the quality of life of workers especially pre elderly is by way of requiring workers to use PPE and create a schedule for recreation with all workers.
Pengetahuan Penderita Tentang Pencegahan Penularan Tuberculosis Di Bandung Rahmi, Upik
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.867 KB) | DOI: 10.33867/jka.v5i1.92

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis (TB) paru adalah penyakit akibat infeksi kuman Mycobacterium Tuberculosis Sistemik sehingga dapat mengenai hampir semua organ tubuh dengan lokasi terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi infeksi primer. Pencegahan penyebaran TB paru didukung oleh berbagai faktor diantaranya lingkungan rumah, perilaku batuk, ketuntasan pengobatan dan tingkat pengetahuan. penderita yang akan mendorong kepada suatu perilaku yang mendukung terhadap upaya pencegahan penularan penyakit TBC paru atas dasar kesadaran sendiri. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengetahuan penderita tentang pencegahan penularan penyakit TB Paru di Kabupaten Bandung. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, Populasi sebanyak 30 orang dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden, menggunakan Teknik Total Sampling. Hasil Penelitian: Hasil analisis statistik usia responden terbagi kedalam usia lansia sebanyak 15 responden (50%), usia dewasa sebanyak 11 responden (36,7%) dan usia dewasa muda sebanyak 4 responden (13,3%). Pendidikan responden pendidikan dasar 16 (53,3%), pendidikan menengah 14 (46,7%). Status pekerjaan 24 (80%) tidak bekerja, 6 (20%) yang bekerja. Keterpaparan informasi sebagian besar responden terpapar 25 (83,3%), 5 responden (16,7%) mengaku tidak terpapar informasi tentang Tuberculosis paru. Lingkungan sebanyak 15 responden (50%) memiliki lingkungan yang tidak mendukung dan sebanyak 15 responden (50%) memiliki lingkungan yang mendukung. Pengetahuan responden 16 responden (55,3%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, 9 responden (30%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan 5 responden (16,7%) yang memiliki tingkat pengetahuan kurang. Pembahasan: Karakteristik (usia, pendidikan, pekerjaan, keterpaparan informasi dan lingkungan) yang dimiliki oleh responden akan berdampak pada pengetahuan, pola pikir dan perilaku dalam menyikapi informasi tentang pencegahan penularan TB paru. Pengetahuan merupakan salah satu faktor penting yang sangat diperlukan dalam mengembangkan diri, karena semakin tinggi pengetahuan maka semakin mudah dalam mengembangkan dan menerima informasi yang datang dari luar. Pengetahuan merupakan faktor yang sangat mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan. (Notoatmodjo, 2003) Simpulan: Pengetahuan merupakan salah satu faktor penting yang sangat diperlukan dalam mengembangkan diri, karena semakin tinggi pengetahuan maka semakin mudah dalam mengembangkan dan menerima informasi yang datang dari luar.
Prevalence and Related Psychological Aspects of Frailty in Hemodialysis Patients Natashia, Dhea; Irawati, Diana; Purwati, Nyimas Heny; Rahmi, Upik; Narawangsa, Asri; Handayani, Roswati; Heriadi, Ronny
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 3 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i3.23151

Abstract

Objective: This study aimed to ascertain the prevalence of frailty and associated psychological factors among hemodialysis patients. Methods: A cross-sectional study was conducted employing a convenience sample of CKD patients undergoing hemodialysis at a Jakarta hospital. A total of 151 participants were included in this study. Instruments included demographic and clinical characteristics. The Tilburg Frailty Indicator (TFI) assessed frailty, while the Self-Rating Depression Scale (SDS) and Self-Rating Anxiety Scale (SAS) evaluated psychological status. Data analysis encompassed univariate descriptive statistics, t-test, and Pearson correlation to identify the relationship among variables. A multivariate regression analysis studied frailty index associations with demographic, clinical, and psychological factors. Results: Results: This study indicates that the prevalence of frailty, assessed by the Tilburg Frailty Index (TFI), is 53.6%, primarily evident in the physical aspect. Positive correlations are found between frailty and age, unemployment, higher CCI, and a history of diabetes. Anxiety is correlated with female gender and a history of diabetes, while depression correlates with age, female gender, higher CCI, and a history of diabetes. Conclusion: The study highlights the complexity of frailty among hemodialysis patients. Significant correlations emerged, associating frailty with factors such as age, unemployment, comorbidity, and a history of diabetes. Frailty was linked to psychological aspects, specifically anxiety and depression. Tailored interventions are recommended, focusing on early identification, psychological support, and a holistic care approach. Educational initiatives for healthcare providers are crucial to enhance awareness and improve the quality of care for this vulnerable population, leading to better health outcomes.
Pengaruh olahraga sepeda statis terhadap peningkatan fungsi kognitif pada dewasa muda dengan gaya hidup sedentari Firdaus, Muhammad Ghifari; Rahmi, Upik; Salasa, Sehabudin
Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 13 No 4 (2025): Bravo's: Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Physical Education Departement of University PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v13i4/209

Abstract

The sedentary lifestyle phenomenon among young adults, particularly university students, shows a notably high duration, averaging 8–12 hours per day. This condition is associated with a decline in cognitive function. One potential intervention to address this issue is stationary cycling, as this activity can increase levels of Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), which plays a crucial role in maintaining and enhancing cognitive performance. This study aimed to examine the effects of stationary cycling exercise on cognitive function among sedentary young adults. The research employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach. A total of 40 students from the Indonesia University of Education were selected using Federer’s formula and purposive sampling technique. The participants were divided into two groups: an intervention group (n=20) and a control group (n=20). The intervention group performed moderate-intensity stationary cycling (60–80 RPM) for 30 minutes, three times a week for four weeks. Meanwhile, the control group received no intervention to observe natural changes without external influence. The results revealed an improvement in cognitive function within the intervention group, indicated by decreased average completion times on TMT A (27.45→21.15) and TMT B (46.00→36.20), as well as an increased WLMT score (23.65→27.50). In contrast, the control group showed no significant changes. Statistical analysis indicated significant differences between groups in TMT A (p=0.002), TMT B (p=0.007), and WLMT (p<0.001). Therefore, stationary cycling exercise proved effective in enhancing cognitive function and can serve as a preventive strategy to support students’ brain health.
Health Literacy Program dengan Berbasis Website dalam Rangka Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat terhadap Bencana Suci Tuty Putri; Sehabudin Salasa; Septian Andriyani; Lisna Anisa Fitriana; Upik Rahmi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1316

Abstract

Keadaan darurat bencana merupakan tantangan yang terus berulang di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bandung. Keadaan darurat ini tidak hanya mengancam keselamatan fisik, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan mental masyarakat yang terdampak. Sebagai respons terhadap risiko ini, mitigasi bencana telah menjadi fokus penting dalam kebijakan lokal dan nasional. Tujuan: Sasaran utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di antara penduduk Kabupaten Bandung dengan memanfaatkan platform berbasis internet. Metode: Pendekatan layanan masyarakat digunakan untuk memberikan konten edukasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana. Program ini melibatkan 32 peserta di desa Narawita perwakilan setiap desa. Pelatihan tersebut mencakup protokol darurat, kesadaran risiko, dan strategi mitigasi praktis. Hasil: Efektivitas program diukur dengan menilai kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana dan hubungannya dengan perencanaan persiapan. Analisis mengungkapkan korelasi (r=0,539; p=0,001) antara dua variabel utama: Faktor Prekursor dan Pembentukan Niat. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran individu terhadap risiko bencana terkait erat dengan peningkatan kesiapsiagaan bencana. Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa seiring meningkatnya kesadaran terhadap risiko bencana, demikian pula niat untuk terlibat dalam perencanaan persiapan yang komprehensif.
The Effectiveness of a Combination of Slow Breathing Exercises and Progressive Muscle Relaxation on Anxiety Levels in Pre-elderly People with Hypertension Permana, Adit; Rahmi, Upik; Wahdini, Ridha; Rohaedi, Slamet
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i1.977

Abstract

Background: Pre-elderly individuals often suffer from hypertension, a chronic condition that often causes anxiety due to increased sympathetic nervous system activity. By increasing parasympathetic activity and muscle relaxation, non-pharmacological techniques such as Progressive Muscle Relaxation (PMR) and Slow Breathing Exercises (SBE) have been shown to reduce anxiety levels. Objective: The purpose of this study was to determine the impact of progressive muscle relaxation and slow breathing exercises on anxiety levels in pre-elderly individuals with hypertension in Depok Village, Pakenjeng District, Garut Regency. Methods: This study used a quasi-experimental, non-randomized pre-post-test design with two groups (intervention vs. control). 100 pre-elderly participants were selected using purposive sampling. The intervention lasted for one month and consisted of two 30-minute sessions per week. The Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) was used to assess anxiety symptoms. Results were analyzed statistically using the paired samples t test and the independent samples t test for samples with a significance level of p < 0.05. Results: The results of the study found that after the intervention, anxiety scores in the intervention group decreased significantly from a mean of 27.88 (SD 8.47) to a mean of 12.80 (SD 4.82) (p < 0.001), with a substantial effect size (Cohen's d = 2.21). In the control group, the decrease from a mean of 28.82 (SD 9.10) to a mean of 21.94 (SD 7.18) was less pronounced. A significant difference remained between the two groups after the intervention (mean difference = 9.14; 95% CI: 6.72–11.56; p < 0.001), indicating that the combination of SBE and PMR was effective in reducing anxiety. Conclusion: The combination of slow breathing exercises and progressive muscle relaxation is effective in reducing anxiety levels in pre-elderly people with hypertension. This intervention can be recommended as a non-pharmacological supportive therapy in public health services.
Efektivitas Latihan Relaksasi Autogenic Terhadap Tingkat Depresi pada Lansia Wanita Asilah Sholeha; Lisna Anisa Fitriana; Upik Rahmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44973

Abstract

Lansia wanita merupakan kelompok usia yang rentan mengalami depresi dibandingkan lansia pria. Hal ini disebabkan karena secara alamiah depresi yang lebih sering ditemukan pada perempuan dampak dari perubahan biologis terutama hormonal serta adanya penurunan fungsi fisik, kesepian, dan tekanan ekonomi. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi depresi adalah latihan relaksasi autogenik, yaitu teknik sugesti diri yang membantu menciptakan ketenangan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan relaksasi autogenik terhadap tingkat depresi pada lansia wanita di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Husnul Khatimah Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test design dan melibatkan 31 lansia wanita yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi dilakukan selama enam minggu, dengan frekuensi satu kali per minggu selama 15–20 menit. Tingkat depresi diukur menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS-15) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan rata-rata skor depresi menurun dari 8,68 menjadi 3,42 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = < 0,001 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Temuan ini membuktikan bahwa latihan relaksasi autogenik efektif dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia wanita, serta dapat dijadikan intervensi yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan secara mandiri maupun dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Co-Authors Achmad, Bayu Fandhi Afianti Sulastri, Afianti Ahmad Zaeri Sya&#039;rani Al Ghumayda Andria Pragholapati Anggraeni Putri, Laila Anggudi, Ridha Wahdini Anguni, Ridha Wahdini Aninda Dinar Widiantari Asilah Sholeha Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih Budi Somantri, Budi Dadang Darmawan Dadang Darmawan Dadang Darmawan Dadang Darmawan Darmawati, Irma Dharmansyah, Dhika Dyna Apriany Ewa Zuzanna Krzyż Farida Murtiani Farida Murtiani Finardi, Kalamda Ilman Firdaus, Muhammad Ghifari Gustini, Kiki Handayani, Roswati Hanna Goenawan Haryono, Tono Heriadi, Ronny Herry Susanto Hidayah, Annisa Nurul Imam Tri Sutrisno Irawati, Diana Khoerunisa Amalia Linda Amalia Lisna Anisa Fitriana, Lisna Anisa Lisna Anisa Fitriani Lisna Annisa Fitriana Maiszha, Dian Marliah, Napisatul Maulana, Boyke Murtiani, Farida Mustika Fitri Narawangsa, Asri Nasution, Lina Anisa Naswa Aulianisa Natashia, Dhea Nina Sutresna Nisa Yusrina Nur Alifah, Nisa Yusrina Nur Norma Norma Nova Sylviana Novi Malisa, Novi Padilah, Farhan Isma Perdani, Agni Laili Permana, Adit Pitriani, Pipit Purwati, Nyimas Heny Puspita, Asih Purwandari Wahyoe Qurani Yuniar Rhamadhany Ramadhanti, Dewi Ratih Putri Salasa, Sehabudin Sari, Anita Rapika Septian Andriyani, Septian Setiawan Setiawan Setiawan, Guling Simbolon, Hot Marsitta Angelica Slamet Rohaedi, Slamet Sri Sumartini Sri wulandari Suci Tuty Putri, Suci Tuty Surdiniaty Ugelta Surdiniaty, Surdiniaty Susi Gustina Tanti Wijayanti Tirta Adikusuma Suparto, Tirta Adikusuma Wahdini, Ridha Wahyoe, Asih Purwandari Wahyuningtyas, Oktaviani Rizqi Wardany, Nadia Sintia Widiyaningsih Widiyaningsih Worang, Pingkan Priscilla Mareta Yoanita Suryani Zahra, Mutiara Alya