p-Index From 2021 - 2026
8.727
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) WARTA Jurnal Kesehatan JSSF : Journal of Sport Science and Fitness Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Medica Hospitalia Jurnal Ners JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana Journal Transformation of Mandalika Jurnal Cakrawala Ilmiah Indonesian Journal of Community Services in Engineering & Education (IJOCSEE) Journal of Innovation Research and Knowledge Academic Physiotherapy Conference Proceeding Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) ABDINE Jurnal Pengabdian Masyarakat Prosiding University Research Colloquium Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Profesional Fisioterapi Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Hasil Karya Aisyiyah Untuk Indonesia Journal Physical Therapy UNISA Jurnal KeFis : Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Jurnal Abdimas Indonesia JTH: Journal of Technology and Health Aspirasi : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Mulawarman Jurnal Medika Nusantara Vitamedica: Jurnal Rumpun Kesehatan Umum FISIO MU: Physiotherapy Evidences Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding Malahayati International Journal of Nursing and Health Science
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : journal of innovation research and knowledge

FISIOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN PASIEN HEMIPARESE PASCA STROKE NON HEMORAGIK: STUDI KASUS Dwi Purnomo Adi; Isnaini Herawati; Agustina Ariyani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 9: Februari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i9.5028

Abstract

Latar Belakang: Stroke adalah gangguan neurologik mendadak yang berlangsung cepat (dalam beberapa jam), yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak. Secara umum, stroke dibagi menjadi 2 yaitu stroke hemoragik dan non hemoragik. Gangguan keseimbangan akibat hilang atau menurunnya fungsi motorik menyebabkan pasien stroke rentan untuk jatuh. Terapi latihan merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kemampuan keseimbangan. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas terapi latihan core strengthening dengan pelvic PNF terhadap keseimbangan pada pasien hemiparese pasca stroke non hemorogik. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan case report pada pasien hemiparese pasca stroke yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia. Hasil: Pemberian terapi latihan yang dilakukan sebanyak 3 kali didapatkan hasil score Berg Balance Scale sebelum latihan yaitu 21 dan setelah latihan 3 kali yaitu 38 dengan interpretasi resiko jatuh menengah dan memerlukan alat bantu jalan seperti tongkat, kruk, dan walker. Sehingga terdapat efek dari latihan core strengthening dengan pelvic PNF terhadap keseimbangan pada pasien hemiparese pasca stroke non hemorogik.
MANAGEMEN FISIOTERAPI PADA KASUS XEROSIS EC MORBUS HANSEN MULTI BASILLER DI RS KUSTA KELET DONOROJO (STUDI KASUS) Aldhita Inayah Firdausi; Isnaini Herawati; Teguh Prihastomo
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 12: Mei 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i12.5626

Abstract

Introduction: Xerosis is a term for dry skin that often occurs on the lower limbs, heels, elbows, and fingers. Xerosis is caused by reduced moisture due to loss of lipids and natural moisturizing factors in the Stratum Corneum. The purpose of this study is to determine the implementation of physiotherapy in reducing xerosis in both lower limbs and maintaining skin elasticity with. Methods: patients are given oiling treatment, ankle pumping, bridging exercise, balance exercise and sensory stimulus exercises on the feet for 4 weeks which are carried out 3x/week. Results: evaluation was carried out using Range Of Motion (ROM), Manual Muscle Testing, Anthropometry, ODSS (Overall Dry Skin Score). Conclusion: there is an increase in ROM, MMT, ODSS (Overall Dry Skin Score) and a decrease in Anthropometry after being given Exercise therapy for 4 weeks.
MANAGEMENT FISIOTERAPI PADA KASUS LOW BACK PAIN EC HERNIA NUCLEUS PULPOSUS DI RSUP Dr SARJITO YOGYAKARTA: CASE REPORT Ferlina Fidya Atmaja; Isnaini Herawati; Kuwadi Kuwadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 1: Juni 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i1.5822

Abstract

Background: Low back pain often occurs in middle age, namely between 45-65 years. Where one of the causes of low back pain is due to trauma or improper body position when bending so that over time it can cause a Hernia Nucleus Pulposus (HNP). HNP itself is a condition where the nucleus pulposus comes out and protrudes, which then presses towards the spinal canal through the torn annulus fibrosus. In Indonesia, the prevalence of HNP has not been specifically stated, but the prevalence of joint disease increases significantly at the age of more than 45 years. Objective: To know the physiotherapy management using the ir, tens, and exercise therapy methods (core exercise) in cases of low back pain ec hernia nucleus pulposus L5-S1. Methods: Research using the Case Report method conducted at Dr Sarjito General Hospital Yogyakarta in a 62 yearold female patient diagnosed with physiotherapy for low back pain ec hernia nucleus pulposus L5-S1 with complaints of easy aches and pain from the lower back radiating to the legs. Patients were given interventions in the form of ir, tens, and exercise therapy (core exercise) which was done once a week. Results: Physiotherapy modalities in the form of IR, TENS, and Exercise Therapy in the form of Core Exercise are able to reduce muscle spasms, tenderness and motion pain, increase range of motion of joints, and increase in functional activity. Conclusion: Based on this study using the Case Report, it shows that physiotherapy management with the exercise therapy method in cases of low back pain ec hernia nucleus pulposus L5-S1, as a whole, the evaluation results obtained showed an improvement.
PEMBERIAN ARUS FARADIK DAN COMPRESSION BANDAGE PADA LIMFEDEMA PASCA OPERASI PENGANGKATAN PAYUDARA Miftakhul Jannah; Isnaini Herawati; Arik Dwindayani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 1: Juni 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i1.5867

Abstract

Limfedema ekstremitas atas adalah komplikasi fisik yang biasa dialami setelah pengobatan kanker payudara, ditandai dengan pembengkakan jaringan yang terus-menerus di ekstremitas akibat akumulasi getah bening yang tidak normal dalam jaringan. Beberapa penelitian mengatakan bahwa menambahkan terapi dengan arus faradic pada Complex Dekongestif Theraphy pada pasien limfedema menghasilkan penurunan lingkar segmen dan volume serta ketebalan kulit. Penelitian ini merupakan Case Report yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian arus faradic dan compression bandage pada pasien limfedema. Terapi dilakukan selama 3 kali, sebelum dan sesudahnya dilakukan pengukuran lingkar segmen dari pes cubiti 5 & 10 cm kearah distal dan proksimal, serta diukur kemampuan fungsional menggunakan Upper Extremity Functional Index (UEFI). Setelah diberikan terapi selama 3 kali, diperoleh hasil T0 dan T1 , pes cubiti 5 & 10 cm kearah distal hasilnya 36 & 36 cm, sedangkan pada 5 & 10 cm kearah proximal hasilnya 44 & 45 cm. Pada T2 terdapat penurunan lingkar antropometri 5 & 10 cm kearah distal hasilnya 35 & 34,5 cm, sedangkan pada 5 & 10 cm kearah proximal hasilnya 43 & 44,5 cm. Kemudian pada T3 terdapat penurunan lingkar antropometri 5 & 10 cm kearah distal hasilnya 33 & 32 cm, sedangkan pada 5 & 10 cm kearah proximal hasilnya 43 & 42 cm. Intervensi yang diberikan yaitu modalitas elektroterapi dengan arus faradic yang dikombinasikan dengan kompresi oleh elastic bandage. Hasil dari penelitian ini didapatkan adanya sedikit peningkatan aktifitas fungsional pada pasien dengan limfedema post op ca mamae, pada penilaian aktifitas fungsional T0- T2 diperoleh nilai 44, sedangkan pada T3 didapatkan hasil 49.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS PASCA OPERASI PCL SINISTRA Hanifa, Miftahul Fauziah; Isnaini Herawati; Halim Mardianto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7492

Abstract

Olahraga saat ini menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan dan hiburan, tetapi seringkali dapat menyebabkan cedera pada sistem gerak manusia. Cedera olahraga dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu cedera umum adalah cedera pada bagian lutut, terutama Cedera Posterior Cruciate Ligament . PCL adalah ligamen yang menjaga dan menstabilkan sendi lutut, dan cedera dapat terjadi saat gerakan ekstrem ke arah anterior pada tulang tibia dalam posisi fleksi lutut. Meskipun banyak cedera PCL dapat diatasi secara konservatif, cedera parah memerlukan rekonstruksi bedah dengan menggunakan cangkok tendon Achilles. Pasca tindakan rekonstruksi PCL, pasien sering mengalami masalah seperti nyeri, keterbatasan gerak, dan edema. Fisioterapi menjadi pendekatan konservatif untuk mengatasi masalah ini melalui program terapi latihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan laporan kasus pada pasien yang menjalani operasi rekonstruksi PCL. Hasil evaluasi dari program latihan, termasuk berbagai latihan dan cryotherapy, menunjukkan efektivitas dalam mengurangi nyeri, meningkatkan gerak sendi, dan mengurangi edema pada area pasca operasi.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS PRE POST SURGERY HYSTERECTOMY FOR OVARIAN CANCER: CASE REPORT Rahmi, Nurul Fikria Fauzia; Isnaini Herawati; Galih Adhi Isak Setiawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7497

Abstract

Ovarian cancer adalah kanker ginekologi yang paling berbahaya. Dalam kebanyakan kasus, Ovarian cancer tidak terdiagnosis sampai penyakitnya memasuki stadium lanjut (lebih dari 70% tidak terdiagnosis sampai stadium III atau IV), terutama karena gejalanya tidak jelas. Pada kasus Ovarian cancer dapat menimbulkan pembengkakan diperut yang semakin lama akan semakin membesar jika dibiarkan terlalu lama. Akibat tekanan akan menimbulkan sesak dan nyeri akibat ukuran perut. Ovarian cancer dapat ditangani dengan cemotheraphy dan surgery treatment. Tindakan surgical treatment pada ovarian cancer akan menimbukan beberapa masalah seperti nyeri inchisi, sesak nafas dan menurunnya aktifitas fungsional. Untuk meminimalisir masalah yang timbul baik sebelum dan sesudah operasi, fisioterapi dapat memberikan intervensi berupa: Early mobilization, Breathing Exercise,diafragma breathing, exercise (pump ankle, abdominal exercise, pelvic tilting, knee rolling, bridging). Penatalaksanaan fisioterapi bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi pada kasus ­pre post hysterectomy ovarian cancer. Metode case report ini dilakukan secara langsung kepada pasien yang menderita post hysterectomy ovarian cancer selama 3 kali pertemuan fisioterapi. Setelah diberikan intervensi sebanyak 3 kali pertemuan (pertemuan sebelum operasi 1 pertemuan dan setelah operasi 2 pertemuan) didapatkan Hasil adanya penurunan komplikasi pasca operasi, penurunan kejadian serta keparahan nyeri akut pasca operasi, menurunnya kecemasan, menurunya nyeri, menurunnya sesak, menurunnya bengkak serta meningkatnya aktivitas fungsional pasien.
MANAGEMENT FISIOTERAPI PADA FRAKTUR TIBIA DI RS UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA: CASE REPORT Rochmah, Yunita Nur; Isnaini Herawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7506

Abstract

Introduction: A fracture is defined as a break in the continuity of the cortex of the bone. Purpose: of this study is to determine the implementation of physiotherapy in overcoming pain reduction, increase range of motion and improve functional ability in cases ⅓ proximal tibia fibula sinistra. Methods: resistance exercise, hold relax, strengthening exercise, walking exercise full weight bearing exercise of the patient is given for 4 weeks. Results: evaluation was carried out using ROM (Range of Motion,), Manual Muscle Testing, and Numeric Rating Scale, Foot And Ankle Disability (FADI). Conclusion: there is an increase in ROM (Range of Motion,), Manual Muscle Testing, Numeric Rating Scale, Foot Ankle Disabilty Index for 4 weeks.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abyori Daru Murtama Achmad Briliansyah Arieputra Adelin, Shafira Prajawati AGUS WIDODO Agustianti, Ega Fahla Agustina Ariyani Ajeng Sabtorini Ajitirtiono, Ramadanu Aldhita Inayah Firdausi Alfi Salatina Alfi Salatina Almadani, Zahra Amalia Prasetyaningtyas Amalia Prasetyaningtyas Amar Busro Anam, Maulana Chairul Andhika Fatir Ath-Thariq Angger Perdana Wibowo Anggita Nurul Ikshanty Anis Dwi Charisa Annisa Amaliah Annisa Dwi Rahayu Annisa Rizky Amalia Annissa Mustika Ayu Aprilia Nurlita Dwi Putri Apriliyani, Intan Dwi Ardhiani, Miftah Rizky Ardhita Hilwa Zakia Ardiansyah, Faizin Arif Pristianto Arifin, Akhmad Zainal Arik Dwindayani Arizona, Diara Atik Hidayati Atina Fauziyah Ayu Dwi Lestari Ayu Sulistiani Dianingtyas Ayu, Annissa Mustika Bakri As Syafiq Bhisma Murti Cafin Surya Putra Pratama Cahyaningsih, Arum Cartika Volta Pradanov Chafsoh, Zannuba Alifah Cindi Permata Sari Damayanti, Dyah Ayu Kusuma Davini Dwi Maycahyasari Dea Linia Romadhoni Desy Wahyu Utami Dheonita Marsyanda Rofifah Dianingtyas, Ayu Sulistiani Dimas Budi Lestari Dinda Ayudya Puspitaningrum Dini Afriani Khasanah Dita Hafsari Diva Anggraeni Yulia Maharani Dwi Purnomo Adi Dyah Ayu Kusuma Damayanti Dyah Ayu Salimah Dyah Kusuma Ayu Kinanti Eko Prihati Endang Nur Widiyaningsih Ervianta, Widya Evita Sari Fadhil Kusuma Ningrum Farah Hanifah Setiarahmawati Farid Rahman Fathya Rahma Kamilatunnuha Fauziyah, Atina Fazaumi Nuriya Sayekti Ferlina Fidya Atmaja Filmasari, Fitri Fitri Filmasari Fitri Kurniasari G. Gunawan Galih Adhi Isak Setiawan Habiibatusy Syaahidah Hafiza Amalia Hanifa, Miftahul Fauziah Hapsari, Dela Oktavia Ihza Risqi Praditya Ika Purwaningsih Ika Yuli Ayuningrum Ilyas, Muhammad Taufik Indri Setyaningsih Intan Tri Agitha Kamilatunnuha, Fathya Rahma Khairina Zulfah Khanza, Namira Mutia Khasanah, Dini Afriani Kinanti, Dyah Kusuma Ayu Komalasari, Dwi Rosella Kurnia Lutfi Farizqi Kuwadi Kuwadi Lalu Surya Rizky Pratama Latifah, Alifia Putri Lesmana, Doan lestari, sulis Lisa Grafita Luluk Setya Arimbi Luthfiyah Putri M. Halim Meidania, Monalisa Miftah Rizky Ardhiani Miftakhul Jannah Muflihah, Nurul Muh Ridhuwan Muhammad Andhika Fajrin Noval Fajrin Muhammad Lukman Hakim Muhammad Taufik Ilyas Muhammad Zulfa Rangga Nuraminazkiya Mursyida, Luthfa Mutalazimah Mutalazimah Nafisa Destriana Saputri Nita, Siska Alfia Noor Laela Fitria Nuraminazkiya, Muhammad Zulfa Rangga Nurhayati, Kofifah Indri Nurul Zulaeka Oktaviani Fitriyah Okti Sri Purwanti Pramudya Putri, Anggun Prasetyo, Arya Tri Pratama, Cafin Surya Putra Pratama, I Putu Aditya Pratamasari, Nastiti Prihastomo, Teguh Prima Afifah Purbasasana, Purbasasana Purnomo Gani Putri, Asnatul Baida Putri, Fatati Nurainni Putri, Nuristiqomah Dwi Qomariyah Qomariyah Qomariyah Qomariyah Rahayu, Annisa Dwi Rahma Alfina Rahma Septiara Rahmawati, Aulia Fahriza Rahmi, Nurul Fikria Fauzia Raihani, Ferrarista Nadja Rakhma Nur Fitratun Nikmah Rania, Ratu Rasyidi, Arba’Atur Ratnasari, Eka Febri Ratu Rania Raveena Wulan Octavia Retno Andriani Ridhuwan, Muh Ririt Ika Lestari Rizka Salsabila Putri Rizqillah, Indah Prima Rochmah, Yunita Nur Rosyad, Hanif Ar RR. Ella Evrita Hestiandari S Sakinah Sabrina Tristiana Abkhoir Salma Hira Ayu Setyara Salma Muazzaroh Salsabila, Mutia Saputri, Shinta Claudia Sari, Cindi Permata Sepfiana, Gerarda Setiarahmawati, Farah Hanifah Setiawan, Galih Adhi Isak Setyawan, Annisa Putri Amalia Shafira Prajawati Adelin Siti Chodijah Siti Helmyati Sri Isnin Kadarti Sugianto, Rega Syafiq, Bakri As Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Eko Susilo Teguh Prihastomo Tiara Fatmarizka Ulfa Munawaroh Diniyah Ulfah Zulfahmi Umi Budi Rahayu Utami, Mulatsih Nita W Wahyuni Wachidah, Rahayu Noor Wahyu Tri Sudaryanto wahyuni wahyuni Wahyuni Wahyuni Wardhana, Muhamad Fikry Abrar Yoga Warih Sri Widodo Widya Ervianta Wijayanti, Christina Wahyu Wisnu Sri Hertinjung Yoran, Yoseph Evan Yusuf Arianto Zulfah, Khairina