Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI GELLING AGENT CARBOMER 940 TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK ORABASE EMULGEL NISTATIN Censa Lumayung; Silvy Aldila; Ummi Kalsum; Tunik Saptawati
Jurnal Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2023): November
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nystatin is the first line drug for oral candidiasis which is very difficult to dissolve in water. The Orabase Emulgel dosage form has good drug delivery capacity, as gel formulations generally provide faster drug release compared to ointments and creams. Gelling agent components play a role in determining the physical characteristics and permeability of emulgel. The type of gelling agent that will be used is carbomer 940 because it is a strong mucoadhesive. Nystatin is formulated in the form of orabase emulgel with 3 concentrations of carbomer 940, namely F1 (0.5%), F2 (1%), and F3 (2%). The physical characteristics of the preparations observed were organoleptic, homogeneity, pH, emulgel type, viscosity, adhesive power, spreadability, protective power and washability, and stability was tested. The results of the orabase emulgel nystatin preparation on physical characteristics using the MANOVA test (p<0.05) had an effect on pH, viscosity, spreadability and protective power.
ANALISIS HEALTH BELIEF MODEL PADA TERAPI MINOR ILLNESS TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DENGAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG Sri Suwarni; Ferika Indrasari; Dwi Rahmawati; Tunik Saptawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15845

Abstract

Puskesmas telah menerapkan kegiatan pelayanan kesehatan tradisional berupa pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA), display tanaman obat, dan pembinaan pengobatan tradisional sebagai standar pelaksanaan pengintegrasian pelayanan kesehatan tradisional. Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) berperan dalam swamedikasi terhadap minor illness di fasilitas kesehatan. Masyarakat memilih obat tradisional sebagai opsi pengobatan karena dapat diperoleh dengan mudah tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa peran Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dalam terapi minor illness dengan pendekatan Health Belief Model. dalam pemanfaatan obat tradisional.  Metode deskriptif dengan analisa deskriptif  Health Belief Model dikelompokkan berdasarkan berdasarkan variable perceived susceptibility, health motivation, perceived benefitsm, dan perceived barriers. Teknik sampling menggunakan metode total sampling yaitu seluruh TTK yang bekerja di Puskesmas Kota Semarang.  Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2021   Hasil perceived susceptibility sebanyak  90 %,perceived benefitsm 80 %,health motivation 84%, dan perceived barriers sebanyak 82 %. Simpulan Peran TTK dalam terapi minor illness berupa pemilihan dan pengolahan tanaman obat yang sesuai dengan penyakit pasien, penanaman TOGA, dan kegiatan minum jamu
Upaya Tenaga Kefarmasian Dalam Pencegahan Interaksi Obat Yang Tidak Diharapkan Pada Resep Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kecamatan Cikarang Utara Marselina Marselina; Nuniah Ashari; Ivans Panduwiguna; Tunik Saptawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7247

Abstract

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penderita hipertensi di Indonesia terjadi peningkatan dari 25,8% menjadi 34,11%. Hasil pengukuran di seluruh provinsi Indonesia penderita hipertensi didapatkan bahwa Jawa Barat dengan urutan kedua tertinggi. Pada provinsi Jawa Barat di tingkat kabupaten/kota prevalensi penderita hipertensi didapatkan bahwa kabupaten/kota Bekasi berada pada urutan ke 21 yaitu sebesar 9.26%. Selanjutnya profil kesehatan kabupaten Bekasi 2021 menyampaikan hipertensi berada pada urutan ke 9 dari penyakit tertinggi di Puskesmas kabupaten Bekasi. Terdapat dua Puskesmas di kabupaten Bekasi pada kecamatan Cikarang Utara yaitu Puskesmas Cikarang dan Mekarmukti. Pasien hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan tahun 2021 di Puskesmas Cikarang sebesar 2.670 dan Puskesmas Mekarmukti sebesar 2.156. Berdasarkan uraian tersebut, maka perlu dilakukan upaya tenaga kefarmasian dalam pencegahan interaksi obat resep polifarmasi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Cikarang Utara. Kegiatan ini akan menjelaskan interaksi obat berdasarkan pola pengobatan pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Cikarang Utara kepada tenaga kefarmasian dan pasien hipertensi di Puskesmas tersebut. Dengan demikian tenaga teknis kefarmasian di bawah Apoteker dapat bertugas sebagai skrining awal berpanduan dengan lembar balik interaksi obat yang menjadi luaran PkM ini dalam pemeriksaan resep yang masuk dan apabila ditemui interaksi yang akan menimbulkan efek merugikan dapat disampaikan kepada Apoteker. Dengan demikan keterbatasan tenaga Apoteker dalam pengawasan interaksi obat. Berdasarkan data yang diperoleh dari 11 responeden yang merupakan pasien hipertensi, dokter, dan tenaga kefarmasian di Puskesmas dapat disimpulkan bahwa kegaiatan PkM ini dapat meningkatkan pengetahuan responden dengan nilai 83,64 (pretest) menjadi 95,45 (posttest)
Karakteristik Anatomi, Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Herba Drosera capillaris dengan Metode FRAP Dwi Martha Septy; Tunik Saptawati; Firstca Aulia Rachma
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Drosera capillaris merupakan tanaman karnivora/pemakan serangga yang umumnyadapat ditemukan di Meksiko dan di seluruh bagian Tenggara Amerika Serikat. Tujuan penelitianadalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol herba Drosera capillaris denganmenggunakan metode Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP). Metode: Pengamatan terhadapanatomi Drosera capillarisdilakukan dengan menggunakan mikroskop binokuler pada bagianakar,batang/peduncle dan daun. Metode maserasi pada proses ekstraksi, Skrining fitokimia uji warna danKromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk mengetahui golongan senyawa dan uji aktivitas antioksidandengan metode FRAP yang absorbansinya diukur pada Spektofotometer UV-Vis. Hasil: Pengamatananatomi pada bagian akar, batang, dan daun terdapat korteks, cork, xylem, floem, sel parenkim steledan pith/intisari, epidermis, hipodermis, sklerenkim dan vascular bundle, stomata spesifik tipecylocytic, trikomata, glandular head, vascular tissue dan stalk yang terdapat vessel spiral thickening.Skrining fitokimia dari ekstrak etanol Drosera capillaris pada uji warna positif fenol, tanin,flavonoidd, dan saponin, uji KLTmengandung senyawa fenol, tanin,  flavonoid, alkaloid,antrakuinon dan saponin. Nilai IC50 dari ekstrak etanol sebesar 15,83µg/mL. Kesimpulan:Padapengamatan anatomi ditemukan tipe stomata cylocytic yang spesifik. Senyawa yang terdapatdalam herba Drosera capillarispositif mengandung senyawa fenol, tanin,  flavonoid, alkaloid,antrakuinon dan saponin dengan Rf yang baik dengan rentang 0,2-0,8..Ekstrak etanol Droseracapillaris memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat (IC50< 50µg/mL). Kata Kunci: Drosera capillaris, Antioksidan, Skrining Fitokimia, FRAP, Spektrofotometer UV-Vis
Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Kulit dan Biji Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.) Ida Sari Dew; Tunik Saptawati; Firstca Aulia Rachma
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki khasiat dalam pengobatan adalah terong belanda (Solanumbetaceum Cav.). Kulit terong belanda berguna sebagai antioksidan dan dapat menurunkan kadar guladarah, sedangkan bijinya berguna sebagai pewarna alami. Penelitian bertujuan untuk mengetahuigolongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol kulit terong belanda, biji tanpa lendirdan biji berlendir. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Ekstrasi kulit terong belanda, biji tanpa lendir, dan biji berlendir dilakukan dengan metode maserasimenggunakan pelarut etanol 96% sampai diperoleh ekstrak kental. Skrining fitokimia yang dilakukanmeliputi uji warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang dideteksi dengan menggunakan sinarUV254nm dan sinar UV366nm, serta penampak bercak yang sesuai dengan golongan kimianya. Hasil skrining fitokimia dan KLT menunjukkan bahwa dalam ekstrak etanol kulit terong belandamengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak etanolbiji tanpa lendir dan ekstrak etanol biji berlendir mengandung senyawa golongan flavonoid, saponin,dan triterpenoid. Kata Kunci : Terong belanda, skrining fitokimia, Kromatografi Lapis Tipis (KLT).
INOVASI LATIHAN FISIK DALAM MENGURANGI NYERI PUNGGUNG BAWAH DI KELURAHAN KROBOKAN Mianti Nurrizky; Tunik Saptawati; Silvy Aldila
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v2i2.1104

Abstract

Background: Low back pain is a case that is often found in society, this is because people still do not pay attention to proper body posture when carrying out daily activities so as not to cause low back pain. In the Kerobokan sub-district itself, after observation, most of the vulnerable aged 30-60 years had complaints of lower back pain, especially when doing certain activities, such as sitting for too long, lifting gallons, and several other activities. The target and output of this activity are in the form of posters and pocketbooks that will be given to the community so that they can provide benefits. This activity was carried out in the front yard of the Kerobokan Village Hall with the target participants being women farmer groups, PKK, and residents of Kerobokan Village as many as 30 Participants. The results obtained based on the questionnaire showed a significant change in increasing knowledge of lower back pain reduction education before and after the delivery of the material. It can be concluded that knowledge influences the level of society to pay more attention to the right position during activities to prevent lower back pain.
UJI TOKSISITAS AKUT AIR REBUSAN UMBI GADUNG (DIOSCOREA HISPIDA DENNST) DAN GAMBARAN MIKROSKOPIS ORGAN HEPAR PADA MENCIT GALUR SWISS Aji Tetuko; Ria Etikasari; Tunik Saptawati
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 1, No 1 (2016): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v1i1.103

Abstract

Umbi gadung merupakan tanaman yang digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit seperti kusta, sifilis, keputihan, nyeri haid, anti inflamasi, reumatik dan diabetes mellitus.  Selain itu umbi gadung biasa dikonsumsi masyarakat sebagai makanan ringan (keripik). Kasus keracunan umbi gadung juga sering dijumpai dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas akut dengan melihat LD50 dan gejala toksik dari air rebusan umbi gadung  (Dioscorea hispida Dennst) serta gambaran mikroskopis organ hepar pada mencit galur swiss.Pada penelitian ini menggunakan 42 ekor mencit galur swiss, umur 2-3 bulan dan berat antara 20-40 gram. Hewan uji dikelompokan menjadi 7 yaitu kelompok kontrol diberikan aquadestilata. Perlakuan I, II, III, IV, V dan VI dipejani air rebusan umbi gadung dosis 5,46 g/Kg BB; 10,92 g/Kg BB; 21,84 g/Kg BB; 43,68 g/Kg BB; 87,36 g/Kg BB, dan 174,72 g/Kg BB. Pengamatan dilakukan 3 jam secara intensif, dilanjutkan selama 24 jam, jika tidak ada hewan uji yang mati pengamatan diteruskan hingga 14 hari. Hasil penelitian didapatkan potensi ketoksikan air rebusan umbi gadung adalah  praktis tidak toksik dan nilai LD50 menurut FI edisi IV adalah 49,1439 g/KgBB. Gejala efek toksisitas akut pada mencit ditandai dengan penurunan aktifitas dan diam pada dosis 87,36 g/KgBB dan 174,72 g/KgBB. Keadaan gemetar mulai timbul dari dosis 43,68 g/KgBB; 87,36 g/KgBB dan 174,72 g/KgBB. Hasil pengamatan mikroskopis pada hewan uji yang mati menunjukkan dosis air rebusan umbi gadung yang diberikan berbanding lurus dengan degenerasi sel hepar, namun pada hasil pengamatan setelah 14 hari pemberian air rebusan umbi gadung sudah tidak ada kesesuian antara peningkatan dosis dengan degenerasi sel hepar.
Upaya Tenaga Kefarmasian Dalam Pencegahan Interaksi Obat Yang Tidak Diharapkan Pada Resep Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kecamatan Cikarang Utara Marselina Marselina; Nuniah Ashari; Ivans Panduwiguna; Tunik Saptawati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7247

Abstract

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penderita hipertensi di Indonesia terjadi peningkatan dari 25,8% menjadi 34,11%. Hasil pengukuran di seluruh provinsi Indonesia penderita hipertensi didapatkan bahwa Jawa Barat dengan urutan kedua tertinggi. Pada provinsi Jawa Barat di tingkat kabupaten/kota prevalensi penderita hipertensi didapatkan bahwa kabupaten/kota Bekasi berada pada urutan ke 21 yaitu sebesar 9.26%. Selanjutnya profil kesehatan kabupaten Bekasi 2021 menyampaikan hipertensi berada pada urutan ke 9 dari penyakit tertinggi di Puskesmas kabupaten Bekasi. Terdapat dua Puskesmas di kabupaten Bekasi pada kecamatan Cikarang Utara yaitu Puskesmas Cikarang dan Mekarmukti. Pasien hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan tahun 2021 di Puskesmas Cikarang sebesar 2.670 dan Puskesmas Mekarmukti sebesar 2.156. Berdasarkan uraian tersebut, maka perlu dilakukan upaya tenaga kefarmasian dalam pencegahan interaksi obat resep polifarmasi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Cikarang Utara. Kegiatan ini akan menjelaskan interaksi obat berdasarkan pola pengobatan pasien hipertensi di Puskesmas Kecamatan Cikarang Utara kepada tenaga kefarmasian dan pasien hipertensi di Puskesmas tersebut. Dengan demikian tenaga teknis kefarmasian di bawah Apoteker dapat bertugas sebagai skrining awal berpanduan dengan lembar balik interaksi obat yang menjadi luaran PkM ini dalam pemeriksaan resep yang masuk dan apabila ditemui interaksi yang akan menimbulkan efek merugikan dapat disampaikan kepada Apoteker. Dengan demikan keterbatasan tenaga Apoteker dalam pengawasan interaksi obat. Berdasarkan data yang diperoleh dari 11 responeden yang merupakan pasien hipertensi, dokter, dan tenaga kefarmasian di Puskesmas dapat disimpulkan bahwa kegaiatan PkM ini dapat meningkatkan pengetahuan responden dengan nilai 83,64 (pretest) menjadi 95,45 (posttest)
Hubungan Kadar Glukosa Darah Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Warina Hotmatiur Br Sihaloho; Muhammad Anis Taslim; Tunik Saptawati
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober: Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikg.v1i4.1769

Abstract

Diabetes Mellitus is a metabolic disease indicated by hyperglycemia. This matter occurs due to the incapability of the pancreas to secret the insulin, the interrupted insulin performance, or the existence of both problems. Poor sleeping quality influenced the blood glucose level in the body. Normal individuals have blood glucose levels between 65 and 120 mg/dl after waking up. This research determined the blood glucose levels and the sleeping quality of diabetes mellitus type 2 patients. This quantitative research applied the analytical descriptive design with the cross-sectional approach. The sample consisted of 40 respondents taken by purposive sampling technique. The applied measuring instrument was the Pittsburgh Sleep Quality Index, PSQI. The Spearman Rank test obtained a p-value of 0.000 lower than 0.05. Thus, the result accepts Ha, indicating a significant correlation between blood glucose and the sleeping quality of diabetes mellitus type 2 patients with r = 0.786. The r-value had a negative correlation indicating a strong correlation between glucose level and the sleeping quality of the patients. If the blood glucose was abnormal, the sleeping quality would be poor and vice versa. The researcher recommends future researchers promote quantitative research to examine the influential factors of diabetes mellitus type 2 patients' quality.
ANALISIS EFEK KONSENTRASI EKSTRAK DAUN SIRIH CINA (Peperomia Pellucida L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus Aureus dan Propionibacterium acnes Girsang, Valentina; Widiasari , Anggun; Rustaman , Heri; Saptawati , Tunik; Puspitaningrum , Anisa Nova; Vidiani , Anak Agung Pradnya Paramitha
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 11 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne vulgaris merupakan infeksi kulit yang umum terjadi, dengan tingkat kejadian berkisar sekitar 80-100%. Kondisi kulit ini dapat dikaitkan dengan proliferasi bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) telah menunjukkan efek penghambatan pada pertumbuhan bakteri, khususnya terhadap Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih cina terhadap bakteri ini. Aktivitas antibakteri dievaluasi menggunakan metode difusi agar dengan cakram kertas. Analisis fitokimia mengungkapkan adanya flavonoid, tanin, dan saponin dalam daun sirih cina. Uji antibakteri ekstrak menunjukkan penghambatan bakteri yang signifikan. Zona penghambatan rata-rata ekstrak daun sirih cina terhadap Propionibacterium acnes adalah 8,74 mm pada konsentrasi 5%, 10,936 mm pada konsentrasi 10%, dan 15,67 mm pada konsentrasi 15%. Demikian pula, zona penghambatan terhadap Staphylococcus aureus adalah 8,341 mm pada konsentrasi 5%, 11,065 mm pada konsentrasi 10%, dan 14,293 mm pada konsentrasi 15%.