Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENETAPAN PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK ETANOL BIJI BUAH TREMBESI (samanea saman) Dayanti, Ema; Rachma, Firstca Aulia; Saptawati, Tunik; Ovikariani, Ovikariani
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 1 No 02 (2022): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v1i2.2390

Abstract

Trembesi (Samanea saman) merupakan tanaman cepat tumbuh asal Amerika Tengah dan Amerika Selatan Utara, Pohon Trembesi termasuk pohon yang mudah dikenali karena mem punyai kanopi yang berbentuk payung dengan diameter kanopi lebih besar dari tingginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter spesifik dan non spesifik pada ekstrak etanol biji buah trembesi. Ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70 %. Jenis penelitian deskriptif. Analisis menggunakan univariat dengan menyajikan data yang diperoleh dari perhitungan. Hasil ekstrak didapatkan berat 91 % dengan nilai rendemen yaitu 18,20 %. Parameter spesifik yang dilakukan yaitu identitas, organoleptik, senyawa yang terlarut dalam pelarut tertentu. Parameter spesifik yang dilakukan yaitu susut pengeringan, kadar air, kadar abu, cemaran logam berat. Pada hasil penetapan parameter spesifik dan non spesifik menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji buah trembesi pada pengujian organoleptik didapatkan hasil berbentuk kental, warna coklat, bau khas, rasa kelat manis. Senyawa terlarut dalam etanol 51,66 %. Senyawa yang terlarut dalam air 40,00 %. susut pengeringan 7,66 %. Kadar air 5,28 %. Kadar abu total 9,16 %. Kadar abu tidak larut asam 1,83 %. Cemaran logam berat 0,020 mg/L. Hasil dari parameter spesifik dalam penelitian ini memenuhi persyatan.
Formulasi dan Stabilitas Fisik Sediaan Tablet Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L) Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Escherchia Coli dan Staphylococcus Aureus Ardiyanto, Ari Rizki; Saptawati, Tunik; Girsang, Valentina
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4666

Abstract

Kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang banyak dimanfaatkan karena mengandung senyawa aktif, terutama eugenol, yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Eugenol bekerja dengan cara menghambat enzim-enzim penting yang berperan dalam sintesis protein, metabolisme energi, serta biosintesis dinding sel bakteri sehingga pertumbuhan bakteri dapat ditekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun kemangi terhadap uji fisik sediaan tablet serta aktivitas antibakterinya terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Sediaan tablet ekstrak daun kemangi diformulasikan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 20%, 30%, dan 40%. Evaluasi fisik tablet meliputi pemeriksaan organoleptik, waktu hancur, kekerasan, kerapuhan, keseragaman bobot, serta uji stabilitas sebelum dan sesudah penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tablet memiliki karakteristik bentuk bulat pipih, berwarna hijau, dan berbau khas kemangi. Waktu hancur tablet secara berturut-turut adalah 1,28 detik, 1,14 detik, dan 1,40 detik. Nilai kekerasan tablet berturut-turut sebesar 4,66 kg, 5,10 kg, dan 4,83 kg, sedangkan kerapuhan tablet masing-masing sebesar 0,92%, 0,83%, dan 0,85%, yang seluruhnya memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia. Uji stabilitas menggunakan uji t-test menunjukkan nilai p>0,05 pada parameter kekerasan, waktu hancur, kerapuhan, dan keseragaman bobot, yang menandakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penyimpanan. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa tablet dengan konsentrasi ekstrak 40% memberikan aktivitas terbaik dengan diameter zona hambat sebesar 22,11 mm terhadap Staphylococcus aureus dan 21,04 mm terhadap Escherichia coli (p<0,05).
Penetapan Kadar Total Fenolik dan Flavonoid Ekstrak dan Fraksi Ekstrak Kulit Buah Pepaya Muda (Carica papaya L.) Saptawati, Tunik; Ardani, Annisa Dea; Rachma, Firstca Aulia; Suwarni, Sri
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no2p136-143

Abstract

Papaya peel (Carica Papaya L.) is a plant that has several pharmacological activities because it contains secondary metabolites in the form of phenolics and flavonoids. This study aims to determine the total phenolic and flavonoid levels in the extract and fraction of papaya peel using the colorimetric method. The research method for determining total phenolic content with the Folin-Ciocalteu method, using gallic acid as a comparator, and the determination of total flavonoid content using the AlCl3 complex formation method with quercetin as a comparator, both using UV-Visible spectrophotometry. The results of the total phenolic content of the ethanol extract of papaya peel, the water fraction of papaya peel, the ethyl fraction of papaya peel, and the n-hexane fraction of papaya peel were 79.6393%, 65.5173%, 84.5257%, and 48.0085%, respectively. The results of the total flavonoid content of the ethanol extract of papaya fruit peel, the water fraction of papaya fruit peel, the ethyl acetate fraction of papaya fruit peel, and the n-hexane fraction of papaya fruit peel were 55.1744%, 33.2677%, 87.2572%, and 21.1696%, respectively. Based on these results, it can be concluded that the greatest total phenolic and total flavonoid content was in the ethyl acetate fraction of unripe papaya fruit peel extract.