Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EKSPLORASI FAKTOR SOSIAL BUDAYA TERHADAP PREVALENSI KUSTA DI PAPUA : STUDI KUALITATIF Manoppo, Mutiara Wahyuni; Bahari, Bahari
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): Nursing - World's Buoyant
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i2.1176

Abstract

Kusta adalah penyakit yang sampai saat ini belum dapat dieliminasi dari beberapa Provinsi di Indonesia, dan peningkatan pertambahan kasus tertinggi pada tahun 2022 sebanyak 600 kasus. Tingginya prevalensi kusta di Papua dipengaruhi oleh berbagai faktor, oleh karena itu perlu dilakukan eksplorasi khususnya faktor sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor sosial budaya terhadap tingginya prevalensi kusta di Kabupaten Mappi Papua Indonesia. Metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian etnografi dengan teknik pengumpulan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kabupaten Mappi, Papua, Indonesia pada Februari hingga April 2022. Empat belas yang berpartisipan terdiri dari empat pasien kusta, empat keluarga pasien kusta, tiga tenaga medis dan tiga stakeholders. Pengumpulan data menggunakan indepth interview (wawancara mendalam), direct observation (pengamatan langsung) dan focus group discussion (FGD). Terdapat tujuh tema yang muncul, meliputi: 1) kurang pengetahuan tentang penyakit kusta, 2) pandangan masyarakat akan kusta sebagai kutukan dan guna-guna, 3) tidak ada stigma dan diskriminasi dari keluarga dan masyarakat, serta 4) pola hidup dan budaya tinggal bersama dalam satu rumah. Sosial dan budaya berkontribusi terhadap prevalensi kusta di kabupaten Mappi, Papua, Indonesia. Penguatan peran keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, dan kebijakan pemerintah diperlukan untuk mendukung kesembuhan pasien kusta dan menekan prevalensi kusta. Leprosy is a disease that has not yet been eliminated from several provinces in Indonesia, and the highest increase in cases in 2022 was 600 cases. The high prevalence of leprosy in Papua is influenced by various factors, therefore it is necessary to explore especially socio-cultural factors. This study aims to explore the socio-cultural factors of the high prevalence of leprosy in Mappi Regency, Papua Indonesia. Qualitative research method with ethnographic research design with purposive sampling technique. The study was conducted in Mappi district, Papua, Indonesia from February to April 2022. Fourteen participants consisted of four leprosy patients, four families of leprosy patients, three medical personnel and three stakeholders. Data were collected using indepth interviews, direct observation and focus group discussions (FGDs). Seven themes emerged, including: 1) lack of knowledge about leprosy, 2) the community's view of leprosy as a curse and witchcraft, 3) no stigma and discrimination from family and community, and 4) lifestyle and culture of living together in one house. Social and cultural factors contribute to the prevalence of leprosy in Mappi district, Papua, Indonesia. Strengthening the role of families, communities, health workers, and government policies is needed to support the recovery of leprosy patients and reduce the prevalence of leprosy.
Sistem Pemasaran Produk Pertanian Beras Merah Melalui E-Commerce Di Desa Lawada Jaya Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat Suarnanta, Wayan; Bahari, Bahari; Indarsyih, Yusna
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menentukan implementasi e-commerce dalam sistem pemasaran beras merah, dan (2) Menentukan besarnya keuntungan yang diperoleh dari sistem pemasaran beras merah melalui e-commerce. Penelitian ini dilakukan di Desa Lawada Jaya, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat dari Maret 2023 hingga April 2023. Jumlah responden terdiri dari 2 pengusaha penggilingan padi dan 18 lembaga pemasaran, ditentukan dengan menggunakan metode Snowball Sampling. Penelitian ini menggunakan metode survei. Analisis data menggunakan analisis deskriptif implementasi e-commerce, saluran pemasaran, marjin pemasaran, dan keuntungan. Hasil penelitian ini mengungkapkan (1) Implementasi sistem e-commerce seperti Business to Business, Mobile Commerce, dan Online to Offline. (2) Marjin pemasaran untuk beras merah dari berbagai saluran pemasaran untuk Pabrik Penggilingan I adalah sebagai berikut: Saluran (1) Rp 900/kg, Saluran (2) Rp 400/kg, dan Saluran (3) Rp 1.133/kg. Untuk Pabrik Penggilingan II: Saluran (1) Rp 900/kg dan Saluran (2) Rp 966/kg. Keuntungan pemasaran untuk setiap saluran pemasaran untuk Pabrik Penggilingan I adalah sebagai berikut: (1) Dari petani ke penggilingan dan kemudian ke konsumen Rp 587,68/kg, (2) Dari penggilingan ke pedagang pengumpul dan kemudian ke konsumen Rp 282,29/kg, (3) Dari penggilingan ke pedagang pengumpul dan kemudian ke pengecer dan konsumen Rp 1.065/kg. Untuk Pabrik Penggilingan II: (1) Dari petani ke penggilingan dan kemudian ke konsumen dan saluran Rp 587,68/kg, (2) Dari penggilingan ke pengecer dan kemudian ke konsumen Rp 898,55/kg.
Analisis Penerapan Pemasaran Online Terhadap Kelayakan Usaha Pada Usaha Hidroponik Di Kota Kendari (Studi Kasus Usaha Hidroponik Nuri Horti) Imaraya, Orayeta; Bahari, Bahari; Dedu, La Ode Arfan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15331

Abstract

His study aims to determine the factors that influence the decision of rice farmers in adopting combine harvester technology innovations in Ngkaring-Ngkaring Village, Bungi District, Baubau City. The number of samples used in this study was 86 farmers who were divided into two categories, namely farmers who adopted and farmers who did not adopt. The sampling technique used the Cluster Random Sampling technique. The data collection technique in this study used observation, interview and documentation techniques. The data analysis method used in this study was logistic regression analysis. The results of this study indicate that the results of the logistic regression analysis show that the factors that influence farmers' decisions in adopting combine harvester technology innovations in Ngkaring-ngkaring Village, Bungi District, Baubau City are variables of land area, age, education, and farming experience have no significant effect on farmers' decisions in adopting combine harvester technology. While the variables that have a significant effect are land area and age and income have a significant effect but do not increase and do not decrease the level of farmers' decisions in adopting combine harvester technology.
Faktor yang Menentukan Perilaku Konsumen dalam Membeli Produk Beras Kepala di Pasar Tradisional Pasca Pandemi Covid-19 di Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat Marsal, La Ode Muhamad Yusuf; Bahari, Bahari; Surni, Surni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15485

Abstract

The demand of the community as consumers in Barangka District, West Muna Regency for rice is quite high. This is what causes the demand for rice to tend to increase every year. The purpose of this study is to find out the factors that determine consumer behavior in buying rice in the traditional market after the Covid-19 pandemic in Barangka District, West Muna Regency. The sample in this study is 50 consumers who regularly shop for head rice at traditional markets. The variables in this study include Variables of Consumer Behavior Buying Head Rice (Y), Motivation (X1), Education (X2), Income (X3), Number of dependents (X4), Rice Purchase Value (X5), and Total Rice Purchase (X6). The results of this study show that motivation, rice purchase value and total rice purchase are factors that determine consumer behavior to buy kepala rice products in the traditional market. The value of rice purchases and the total purchase of rice. The value of rice purchases and total rice purchases are the strongest determinants in head rice purchasing behavior.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI PENDIDIKAN PANCASILA DI ERA MULTIKULTURALISME Wati Solihat Sukmawati; Bahari, Bahari; Rheka Humanis Degawan; Nanang Zakaria; Marzuki, Marzuki
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 2 No. 2 (2024): Februari
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The diversity of culture, ethnicity, religion, tribe, language and other aspects makes Indonesia a multicultural country that is recognized by other countries. There are positive and negative impacts of multicultural countries. Negative impacts include being able to cause differences of opinion, conflict, injustice, social integration and ethnocentrism. The aim of this research is to determine the implementation of Pancasila values through Pancasila education in the multicultural era. Writing scientific articles uses qualitative methods, using literature study collection techniques. The Pancasila values contained in it, such as cooperation, unity, tolerance, solidarity, mutual cooperation, are used as guidelines in social life. Thus, the values of Pancasila must already exist within the individual before acting in real life. So that multicultural life does not give rise to social conflicts that will destroy peace in the environment
PKM Penggunaan Teknologi Pemupukan Organik Cair (POC) Limbah Pertanian Untuk Meningkatkan Produktivitas Sayuran dan Pendapatan Petani di Desa Jati Bali Kabupaten Konawe Selatan Rakian, Tresjia Corina; Harjoni Kilowasid, Laode Muhammad; Madiki, Abdul; Bahari, Bahari; Arif, Norma; Arma, Makmur Jaya; Nuraida, Waode
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i2.434

Abstract

Masyarakat Desa Jati Bali  Kabupaten Konawe Selatan, baik yang produktif maupun non produktif dalam bidang pertanian, akan terlibat dalam proyek PKM ini yang akan menerapkan teknologi pemupukan organik (POC) yang ramah lingkungan. Penanaman sayuran setiap tahun dengan pupuk kimia di desa Jati Bali menurunkan unsur hara tanah dan kesehatan masyarakat. Di era modern ini, asupan nutrisi yang sehat dan bergizi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas masyarakat setempat. Oleh karena itu, teknologi POC diperlukan untuk meningkatkan kualitas unsur hara tanah, meningkatkan produksi, dan mendapatkan tanaman sayuran organik. Di desa Jati Bali juga banyak limbah pertanian dan kotoran ternak yang tidak diolah dengan baik, sehingga tidak memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan pupuk organik harus dilakukan untuk memperbaiki lingkungan yang tercemar oleh pupuk kimia dan juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dengan memanfaatkan limbah di sekitar untuk menjadi pupuk organik. Pupuk organikmemiliki harga lebih mahal daripada limbah kotoran ternak yang belum diolah. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan pada kegiatan PKM ini adalah penggunaan teknologi POC agar tidak ketergantungan dengan penggunaan pupuk kimia. Ini akan membuat lahan usahatani lebih produktif. Dalam pengabdian ini, tiga teknologi akan diterapkan: (1) pembuatan pupuk organik cair; (2) pengemasan; dan (3) pemasaran tanaman sayuran melalui media online seperti Watshap dan Facebook. Kegiatan pengabdian ini telah berhasil dilaksanakan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pupuk organik cair limbah pertanianjuga dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk menggantikan pupuk kimia sinteti