Articles
Permasalahan dan Dampak Serta Peran Keluarga dalam Pernikahan Dini Anak Remaja di Desa Timbang Lawan, Bahorok, Langkat
Abdul Aziz Rusman;
Maulida Amelia Putri;
Khairani Syam Br. Manurung;
Adinda Hafizah;
Azlika Zuinu Rahma Sirait
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9998
Perkawinan merupakan perjanjian yang tujuannya adalah untuk mewujudkan kebahagiaan antara kedua belah pihak (pasangan suami dan isteri), tidak dibatasi dalam waktu tertentu dan mempunyai sifat religius (adanya aspek ibadah). Perkawinan usia dini merupakan apabila salah satu atau kedua calon mempelai berusia di bawah 19 tahun. Jenis penelitian adalah deskriptif pendekatan yang di gunakan Normatif teknik pengumpulan datanya melalui penelusuran secara konvensional dan online dan di analisis dengan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya perkawinan di usia muda dipengaruhi oleh berbagai macam faktor-faktor yang mendorong mereka untuk melangsungkan perkawinan di usia muda diantaranya; faktor minimnya pendidikan, lingkungan, faktor orang tua, serta kemiskinan.
Implementasi Metode Tarsana dalam Pemberantasan Buta Huruf Arab (Al-Qur’an) pada Siswa MDTA Al-Ikhlas di Desa Partihaman Saroha
Abdul Aziz Rusman;
Sarmalina Pane
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 5 No 4 (2023): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (738.741 KB)
|
DOI: 10.47467/reslaj.v5i4.2214
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan aktivitas perkuliahan mahasiswa di luar kelas dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bermanfaat untuk membantu memecahkan masalah masyarakat. Penelitian ini merupakan salah satu bentuk pengabdian yang dilakukan oleh kelompok KKN 196 UINSU di desa Partihaman Saroha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil penerapan metode Tarsana dalam rangka pemberantasan buta huruf al-Qur’an bagi siswa madrasah MDTA Al-Ikhlas. Metode Tarsana merupakan singkatan dari Tartil (sesuai tajwid), Sari' (cepat), Nagham (lagu), metode ini merupakan metode cara mudah belajar membaca al-Qur’an dengan cepat. Metode Tarsana merupakan metode yang membuat suasana belajar lebih menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa setelah menerapkan metode Tarsana serta melalui pelatihan dan pendampingan secara intensif kepada siswa hasil yang didapatkan sangat bagus. Metode Tarsana sangat efektif dan efisien untuk diterapkan, sehingga para siswa di MDTA Al-Ikhlas mengalami peningkatan dalam kemampuan membaca al-Qur’an. Peneliti berharap dengan adanya penelitian ini dapat memberikan banyak manfaat dan wawasan tambahan bagi pembaca sekalian.
Upaya Mengatasi Penyalahgunaan Gadget Dalam Proses Belajar Mengajar
Yusrizal Amri;
Abdul Aziz Rusman
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31538/munaddhomah.v4i1.368
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam mengatasi penyalahgunaan gadget dalam proses belajar mengajar dengan konseling kelompok di kelas XI. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan deskriptif analisis. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI. Alat pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Menganalisis peneliti menggunakan dua tahap yaitu pengolahan data dan analisis data, dalam hal menganalisis data peneliti juga menggunakan dua metode yaitu analisis sebelum lapangan dan analisis lapangan dari kedua metode tersebut akan ditarik kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dilakukan dengan Teknik tersendiri, yakni dengan mengumpulkan peserta didik dengan membentuk lingkaran, lalu kemudian pendamping atau konselor berada ditengah dan memberikan pengarahan tentang bahaya gadget. Faktor-faktor penyebab siswa mengalami kecanduan gadget adalah berasal dari berbagai tempat yang terhubung langsung dengan peserta didik. Hal ini mencakup lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar. Adapun cara mengatasi kecanduan gadget siswa melalui bimbingan kelompok yakni dengan membentuk kelompok kecil didampingi dengan satu orang guru yang bertugas sebagai konselor.
APPLICATION OF GROUP GUIDANCE SERVICES WITH COGNITIVE DEFUSION TECHNIQUES IN INCREASING STUDENT CONFIDENCE AT MTS AISYIYAH NORTH SUMATERA
Sukma Permata Sari;
Abdul Aziz Rusman
Conciencia Vol 23 No 1 (2023): Conciencia
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/conciencia.v23i1.17080
Self-development is always related to self-confidence. Self-confidence is important because it influences individual success. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the application of group guidance services with cognitive defusion techniques to increase student confidence. The research design used is Quasy Experiment with pre-post-test control group design. In this design, the experimental group received treatment and the control group did not receive treatment. The sample was taken 30 students and then divided into two groups, namely 15 students into the experimental group and 15 other students into the control group. Data collection was taken through a structured questionnaire given to students to measure the level of self-confidence. The instrument applied is the self-confidence scale. Data were analyzed using Microsoft Excel software and SPSS Version 25. The analysis applied hypothesis testing (t test). The results of the analysis obtained information, t P <0.05, namely (0.001 <0.05) the significance value is less than 0.05 so that the hypothesis is accepted. This indicates that group guidance services with cognitive defusion techniques are effective for increasing students' confidence levels.
Upaya Mengatasi Penyalahgunaan Gadget Dalam Proses Belajar Mengajar
Yusrizal Amri;
Abdul Aziz Rusman
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31538/munaddhomah.v4i1.368
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam mengatasi penyalahgunaan gadget dalam proses belajar mengajar dengan konseling kelompok di kelas XI. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan deskriptif analisis. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI. Alat pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Menganalisis peneliti menggunakan dua tahap yaitu pengolahan data dan analisis data, dalam hal menganalisis data peneliti juga menggunakan dua metode yaitu analisis sebelum lapangan dan analisis lapangan dari kedua metode tersebut akan ditarik kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dilakukan dengan Teknik tersendiri, yakni dengan mengumpulkan peserta didik dengan membentuk lingkaran, lalu kemudian pendamping atau konselor berada ditengah dan memberikan pengarahan tentang bahaya gadget. Faktor-faktor penyebab siswa mengalami kecanduan gadget adalah berasal dari berbagai tempat yang terhubung langsung dengan peserta didik. Hal ini mencakup lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar. Adapun cara mengatasi kecanduan gadget siswa melalui bimbingan kelompok yakni dengan membentuk kelompok kecil didampingi dengan satu orang guru yang bertugas sebagai konselor.
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK ROLE PLAYING DI MAS AL-WASHLIYAH 22 TEMBUNG
Sahman Husein Nasution;
Lahmuddin Lubis;
Abdul Aziz Rusman
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/rdje.v9i2.19534
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana layanan informasi dapat membantu siswa belajar lebih mandiri. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui: (1) Penerapan layanan bimbingan kelompok role playing di MAS Al-Washliyah 22 Tembung; dan 2) Kendala yang dihadapi instruktur bimbingan dan konseling dalam melaksanakan layanan bimbingan kelompok role playing di MAS Al-Washliyah 22 Tembung. 3) Hasil yang dicapai dengan mengadakan layanan bimbingan kelompok di MAS Al-Washliyah 22 Tembung dan menggunakan strategi role playing. Jenis pemeriksaan yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan cara mengumpulkan informasi menggunakan observasi, wawancara dan prosedur dokumentasi, kemudian informasi yang diperoleh diinvestigasi menggunakan reduksi data. Konsekuensi dari penelitian ini adalah penggunaan Administrasi Pengarahan menggunakan tehnik role playing ini dalam pengarahan kelompok dapat memiliki efek atau hasil yang sangat pasti untuk pengarahan dan pengarahan pendidik, yang sangat berguna untuk pekerjaan pengarahan dan pengarahan pendidik dalam mengungkap atau Mengurus permasalahan siswa, selain penggunaan role playing dalam bimbingan kelompok ternyata mempunyai efek atau hasil yang positif bagi siswa, antara lain dapat menyenangkan dan menghasilkan inspirasi untuk belajar, membuka lebih banyak pintu bagi siswa untuk menyampaikan pertimbangan mereka, menawarkan lebih banyak kesempatan untuk berbicara dan bersenang-senang karena bermain peran pada dasarnya adalah sebuah permainan. Dengan bermain siswa menjadi ceria karena bermain adalah dunianya mereka. Selain itu, ini adalah cara bagi anak-anak untuk tumbuh. kemampuannya yang sebenarnya, anak juga dapat berkomunikasi dan menyampaikan apa yang ada di dalamnya agar siswa dapat dengan leluasa menumbuhkan pertimbangan, pemikiran, dan pemikiran yang ada pada dirinya.
LAYANAN INFORMASI DAN MOTIVASI BELAJAR DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SISWA DI MTS NEGERI 3 LANGKAT
Bayyinah Bayyinah;
Saiful Akhyar Lubis;
Abdul Aziz Rusman
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30998/rdje.v9i2.19516
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan Layanan informasi untuk menumbuhkan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui: (1) Deskripsi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar Siswa di MTs Negeri 3 Langkat (2) Upaya guru BK dalam Meningkatkan kemandirian belajar Siswa di MTs Negeri 3 Langkat. (3) Deskripsi hambatan guru BK dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa di MTs Negeri 3 Langkat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan mengumpulkan informasi menggunakan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian informasi yang diperoleh diselidiki menggunakan pengurangan informasi. Partisipan dalam penelitian ini adalah empat guru BK. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan administrasi data untuk menumbuhkan kebebasan belajar sangat efektif dalam membantu mendorong kemandirian belajar siswa seperti percaya diri, dapat bekerja sendiri, menguasai kemampuan, mengenai waktu dan kewajiban. dalam pelaksanaan layanan informasi bagi guru BK dengan menggunakan tiga tahapan yaitu: Tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Strategi yang digunakan dalam layanan informasi di MTsN 3 Langkat yaitu dengan metode ceramah, menggunakan media audio visual dalam memberikan informasi yang terkait dengan peningkatan kemandirian belajar. Kebiasaan siswa yang selalu mengandalkan orang lain, selalu mencari bantuan orang lain, dan keengganan untuk bereksperimen sendiri dalam hal belajar merupakan akar penyebab sulitnya mengembangkan kemandirian belajar. Beragam faktor berkontribusi terhadap kesulitan dalam mendorong siswa untuk belajar secara mandiri. Dalam belajar dan menyelesaikan tugas, siswa yang selalu mengandalkan orang lain belum tentu dapat mencapai hasil belajar yang optimal.
Implementation of Individual Counseling Service Management with Directive Counseling Methods in Improving Self-Adjustment
Saiful Akhyar Lubis;
Sunan Aswin;
Abdul Aziz Rusman
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2022): Management of Islamic Education
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31538/ndh.v7i1.1891
This article aims to find out the application of individual counseling services with directive counseling methods in increasing the adjustment of MAS Al washliyah students. Self-adjustment is one of the most important things when students enter a new school environment. One method in individual counseling is the directive counseling method. The counseling directive is one of the techniques or methods in which the counselor has a more dominant role and actively provides direction in accordance with the needs of the client. Directive counseling is a step that can be done in an effort to improve the adjustment of students who experience low adjustment due to differences in mood and learning climate from previous schools such as anxiety and fear of entering a new environment. This research uses descriptive qualitative research, the research informant is a BK teacher and 5 students. Data collection techniques are interviews, observations, and documentation studies. While data collection tools are interview guidelines, documentation study observation guides. The results of this study showed that counseling individuals with directive counseling methods can improve student self-adjustment. This is evident from the optimistic attitude of students and changes in interaction with the environment.
Benefits of Individual Counseling Services and Group Counseling Services in Fostering the Morals of Students of MTSN 1 Deli Serdang
Mahfidz, Irgan Khairul;
Daulay, Nurussakinah;
Rusman, Abdul Aziz
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 10 No 1 (2024): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/dtwfw176
Individual counseling services are the heart of all counseling services so that this service becomes the main reference in solving problems that occur in students at MTs Negeri 1 Deli Serdang school. This research fulfills the characteristics of qualitative research. This research is field research using a phenomenological approach. Data collection techniques are carried out by: 1) Observation; 2) Interviews and 3) Documentation Studies. Analysis consists of three streams of activities that occur simultaneously, namely: data reduction, data presentation, conclusion drawing/verification. Data validity tests in qualitative research include, data credibility test, transferability test, dependability test, and confirmablity test. the results show a good direction with the counseling process undertaken. Evidenced by the change in student morals from a bad person to a better person. The benefits provided in individual counseling services and group counseling services make communication between counseling teachers and students active with individual counseling services making the approach method a step in inviting students to think about the problems they are facing and dare to reveal the problems they are facing. The success of individual counseling services and group counseling services can be seen from the changing behavior of students, from bad to good personalities.
Persepsi Peserta Didik terhadap Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Madrasah Tsanawiyah
Munthe, Sri Hartati;
Rusman, Abdul Aziz
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/jer.v4i2.276
Jenis dan pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung di lapangan atau di tempat peneliti bertemu secara langsung dengan responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara. Penelitian ini nantinya menghasilkan penelitian yang datanya dinyatakan dalam bentuk verbal dan dianalisis tanpa teknik statistik. Pada penelitian ini, peneliti ingin mengetahui persepsi peserta didik terhadap bimbingan dan konseling di MTsN dua Medan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa persepsi peserta didik terhadap Bimbingan Konseling masih negatif yang mana hal ini menyebabkan pelaksanaan Bimbingan Konseling kurang berjalan maksimal dan tidak memberi manfaat secara penuh terhadap peserta didik.