Articles
Reducing Social Anxiety in Adolescents: The Efficacy of Group Counseling with Grounding Techniques
Aulia, Najwa;
Rusman, Abdul Aziz
Journal of Social Work and Science Education Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Social Work and Science Education
Publisher : Yayasan Sembilan Pemuda Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52690/jswse.v6i3.1229
This study examines the effectiveness of group counseling using grounding techniques in reducing social anxiety among seventh-grade students at State Junior High School 40 Medan, Indonesia. Social anxiety, characterized by an intense fear of social situations and concern over negative evaluation by others, has become increasingly common among adolescents, particularly in school environments. A total of 8 students identified as having moderate to high levels of social anxiety were selected through purposive sampling to participate in a four-session intervention program. Quantitative data were collected using a standardized social anxiety questionnaire administered before and after the intervention. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed-Rank Test revealed a significant decrease in social anxiety levels following the intervention (p = 0.012), demonstrating the practical effectiveness of grounding strategies in alleviating symptoms of social discomfort and fear associated with peer interactions. These findings provide empirical support for integrating somatic and mindfulness-based techniques into school counseling services, especially for adolescents who are vulnerable to social anxiety. The study offers a promising direction for mental health practitioners and school counselors in developing non-pharmacological, easily applicable methods to support student well-being.
Efektivitas Teknik Reframing untuk Mengentaskan Learned Helplessness pada Siswa
Purnama Lubis, Selfi;
Daud Hasibuan, Ali;
Rusman, Abdul Aziz
AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : AMI: JURNAL PENDIDIKAN DAN RISET
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Learned helplessness merupakan kondisi psikologis di mana siswa merasa tidak berdaya, pesimis, dan mudah menyerah saat menghadapi tantangan akademik. Fenomena ini menghambat perkembangan motivasi belajar dan kesejahteraan mental siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik reframing dalam mengentaskan learned helplessness pada siswa kelas IX UPT SMPN 35 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari enam siswa yang teridentifikasi memiliki tingkat learned helplessness tinggi, berdasarkan hasil penyebaran angket pada 23 siswa. Intervensi dilakukan melalui layanan konseling kelompok dengan teknik reframing dalam empat sesi. Instrumen yang digunakan berupa angket learned helplessness yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat penurunan skor learned helplessness secara signifikan setelah diberikan layanan reframing, dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,027 (p < 0,05). Rata-rata skor pretest sebesar 102 menurun menjadi 63,67 pada posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik reframing efektif dalam membantu siswa mengubah pola pikir negatif, meningkatkan persepsi positif terhadap diri, serta mengurangi sikap pasrah dan pesimis dalam belajar. Dengan demikian, teknik reframing dapat digunakan sebagai intervensi efektif oleh guru BK dalam menangani permasalahan learned helplessness di lingkungan sekolah.
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Assertive Training Terhadap Self Adjustment Siswa SMP Negeri 1 Pagar Marbau
Azhari, Putri Novi;
Rusman, Abdul Aziz;
Lubis, Ramadan
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1631
Tujuan penelitian ini agar melihat Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Assertive Training Terhadap Self Adjustment Siswa SMP N 1 Pagar Merbau. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yakni pre-eksperimen, metode yang digunakan yaitu one group pretest-posttest design. Populasi tersebut merupakan keseluruhan siswa kelas VII SMP N 1 Pagar Merbau yang berjumlah 100 siswa, sampel yang diperoleh berjumlah 8 siswa yang memiliki Self Adjustment yang rendah. Sampel yang digunakan yaitu sampel non-probability sampling tepatnya teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan skala Self Adjustment. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu Uji-t dengan bantuan SPSS versi 27, diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dengan demikian.dapat disimpulkan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima. Maka dapat dikatakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training berpengaruh terhadap self adjusment siswa Kelas VII di Sekolah SMP N 1 Pagar Merbau.
The Effectiveness of Group Counseling Services Using the Rational-Emotive Imagery (REI) Technique to Enhance Mental Well-Being among University Students
Hasanah, Uswatun;
Rusman , Abdul Aziz
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 5 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/jes.9.5.p.4104-4113
This study aims to examine the effectiveness of group counseling services using the Rational Emotive Imagery (REI) technique in enhancing the mental well-being of university students. The research employed a quantitative approach with a one-group pretest–posttest design, involving eight students from the Guidance and Counseling Education Program, Class of 2022, who demonstrated low levels of mental well-being. Participants were purposively selected based on pretest results and their willingness to attend all service sessions. The REI technique, which is part of the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach, focuses on individuals’ ability to imagine stress-inducing situations and transform irrational beliefs into more rational emotional responses. The findings revealed a significant improvement in the mean scores of mental well-being, increasing from 25.63 (low category) in the pretest to 45.25 (moderate category) in the posttest. The Wilcoxon Signed Ranks Test yielded a significance value of 0.012 (p < 0.05), indicating a meaningful difference between conditions before and after the intervention. These results demonstrate that group counseling services using the REI technique are effective in improving emotional regulation, resilience, and students’ overall mental well-being. Therefore, this technique is recommended for implementation in counseling programs, particularly in higher education, as a strategic intervention to support students’ mental health in coping with academic pressures and campus life challenges.
Efektivitas Pendekatan Terapeutik dalam Bimbingan Konseling dan Mengatasi Masalah Emosional pada Peserta Didik SMP IT Al-Ikhwan Tanjung Morawa
Angi, Nur Fadila;
Rusman, Abdul Aziz;
Suhairi, Suhairi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 3 (2023): Oktober 2023-Januari 2024
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v3i3.388
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu pendekatan yang digunakan oleh guru bimbingan konseling untuk mengatasi masalah yang ada pada diri seorang peserta didik di SMP IT Al-Ikhwan Tanjung Morawa. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korealasional, di mana penelitian ini disebabkan oleh dua hal dalam melihat adanya hubungan dalam penelitian. Adapun teknik pengambilan data dalam penelitian ini ialah menggunakan angket, teknik observasi dan dokumentasi. Di mana sumber data yang diperoleh berdasarkan hasil yang terjadi pada penelitian. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya guru bimbingan dan konseling dalam menangani masalah yang dialami oleh peserta didik menggunakan pendekatan terapeutik berpengaruh terhadap peserta didik dan dapat membantu peserta didik dalam menangani masalahnya. Dengan demikian, guru bimbingan konseling dapat dikatakan menggunakan atau menerapkan pendekatan ini apabila memenuhi empat tahapan yang ada pada pendekatan terapeutik antara lain tahap pra interaksi, orientasi, tahap kerja dan tahap terminasi.
Persepsi Peserta Didik terhadap Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Madrasah Tsanawiyah
Munthe, Sri Hartati;
Rusman, Abdul Aziz
Journal of Education Research Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/jer.v4i2.276
Jenis dan pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung di lapangan atau di tempat peneliti bertemu secara langsung dengan responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara. Penelitian ini nantinya menghasilkan penelitian yang datanya dinyatakan dalam bentuk verbal dan dianalisis tanpa teknik statistik. Pada penelitian ini, peneliti ingin mengetahui persepsi peserta didik terhadap bimbingan dan konseling di MTsN dua Medan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa persepsi peserta didik terhadap Bimbingan Konseling masih negatif yang mana hal ini menyebabkan pelaksanaan Bimbingan Konseling kurang berjalan maksimal dan tidak memberi manfaat secara penuh terhadap peserta didik.
Efektivitas Konseling Individual dengan Teknik ABCDE untuk Meningkatkan Self-Control Pada Mahasiswa dengan Gaya Hidup Hedonisme
Syafa Aini, Nazwa;
Rusman, Abdul Aziz;
Hasibuan, Ali Daud
Pedagogik: Jurnal Pendidikan dan Riset Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.65311/pedagogik.v3i3.1721
Mahasiswa dengan gaya hidup hedonisme cenderung mengalami kesulitan dalam mengendalikan diri, ditandai dengan perilaku impulsif, kecenderungan konsumtif, serta pengabaian tanggung jawab akademik dan finansial. Rendahnya self-control menyebabkan mahasiswa mudah terpengaruh oleh kesenangan instan sehingga menimbulkan hambatan dalam proses belajar maupun kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling individual dengan teknik ABCDE dalam meningkatkan self-control pada mahasiswa dengan gaya hidup hedonisme. Metode penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test group design. Sampel penelitian berjumlah 5 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UINSU yang memenuhi kriteria: (1) Memiliki gaya hidup hedonisme, dan (2) Memiliki tingkat self-control rendah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada self-control mahasiswa setelah mengikuti layanan konseling individual dengan teknik ABCDE (Sig. = 0,042 < 0,05). Dengan demikian, konseling individual dengan teknik ABCDE terbukti efektif untuk meningkatkan self-control mahasiswa dengan gaya hidup hedonisme. Berdasarkan temuan penelitian ini, layanan konseling individual dengan teknik ABCDE direkomendasikan untuk diterapkan oleh konselor atau guru BK dalam membantu mahasiswa mengurangi perilaku hedonistik dan meningkatkan pengendalian diri.
Sinkronisasi Pendidikan Karakter dan Toleransi Masyarakat di Desa Marancar Julu, Kec. Marancar, Kab. Tapanuli Selatan
Abdul Aziz Rusman;
Ahmad Riadi
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33487/edumaspul.v5i1.2033
Masyarakat merupakan manusia yang senantiasa berhubungan (berinteraksi) dengan manusia lain dalam suatu kelompok. Kehidupan masyarakat yang selalu berubah (dinamis) merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Manusia sebagai makhluk sosial selalu membutuhkan manusia lainnya untuk memenuhi kebutuhannya, sebuah keniscayaan manusia bisa hidup secara individual dalam lingkungannya. Manusia selalu memiliki rasa untuk hidup berkelompok akibat dari keadaan lingkungan yang selalu berubah atau dinamis. Perubahan-perubahan tersebut memaksa manusia memakai akal, inovasi dan kreatifitas. Menyusul masa renaisans, terasa perlu adanya perubahan metode pengkajian sumber-sumber keislaman, untuk memungkinkan menghadapi kecenderungan modern di bidang sains, filsafat, dan kebudayaan barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang sosial bermasyarakat, tingkat toleransi dinamika masyarakat di Desa Marancar Julu, serta peran pendidikan karakter anak terhadap toleransi terhadap perbedaan terkhusus perbedaan Agama di lingkungan Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah fenomologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerukunan umat beragama dapat diwujudkan dengan saling menghargai, faktor persamaan suku dan komunikasi antar warga yang baik. Toleransi beragama merupakan sikap saling menghormati dan menghargai atas kepercayaan agama masing-masing saling menerima dan keterbukaan terhadap agama yang lain.
The Effect of Group Guidance Services in Increasing Self Confidence for Madrasah Students Through Group Discussion Techniques
Dahniar Ritonga;
Abdul Aziz Rusman
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33487/edumaspul.v8i2.8424
This article aims to find out the influence of group guidance services in increasing the self-confidence of madrasah students through group discussion techniques. This research uses the quantitative research method OneGroup Pretest-Posttest Design Experiment. In the validity and reliability test of the 30 statement items in the form of a selfconfidence scale created by the researcher, there were 24 statement items that were valid for use with the results being said to be valid if the calculated r was > from r table with the r table value at the 5% significance level being 0.2787. In the reliability test, Cronbrach alpha data was obtained with a Cronbroach Alpha value greater than 0.05 (0.759 > 0.05). The population in this study were all class VIII students of Madrasah Tsanawiyah Islamiyah Gunting Saga with a total of 60 students with a sample of 10 students, all of whom had a low sense of self-confidence and were participants in this research. In sampling, the researcher used a purposive sampling technique, namely a sample selection method with predetermined criteria, which was the chosen sampling strategy. Data analysis was carried out using the Wilcoxon Signed Ranks Test, and the results showed that the significance value was asymp. Sig(2-tailed) ≤ of 0.05, namely 0.005. Based on research that has been conducted, the self-confidence of class VIII students at Madrasah Tsanawiyah Islamiyah Gunting Saga can be increased through group guidance services using discussion techniques which have shown significant results.
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Siswa Madrasah Aliyah Swasta Muallimin Univa Medan: The Role of Guidance and Counseling Teachers in Developing Learning Independence of Students at Muallimin Univa Medan Private Islamic Senior High School
Ayu Ari Lestari;
Abdul Aziz Rusman
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 03 (2024): Research Articles, December 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47709/educendikia.v4i03.5276
Based on the results of initial observations, some students have problems with student learning independence, such as low self-confidence, lack of discipline, lack of responsibility, dependence on others, and lack of initiative. The purpose of this study is: (1) to describe guidance and counseling services in developing student learning independence. (2) To describe factors that can influence learning independence. (3) To describe learning independence. This type of research is qualitative research through a descriptive approach. Data sources are primary data and secondary data. The method used is qualitative with a narrative research design to find facts with the correct interpretation; research can involve various combinations of interview data and documentation to make an analysis. Data collection techniques are interviews and documentation of data validity. The results that researchers can conclude are that the role of guidance and counseling teachers in developing student learning independence is very appropriate because learning independence is the principal capital students must have. Guidance and counseling teachers are considered the correct figures to solve problems of student learning independence. Based on the results of research related to student learning independence, there are still students who do not fully have a responsible attitude in learning, are not active and creative in learning; it can be seen that there are still students who lack self-confidence, are unable to solve learning problems and lack interest in seeking new sources of knowledge.