Claim Missing Document
Check
Articles

Inferiority feeling pada remaja panti asuhan: Bagaimana peranan konsep diri dan dukungan sosial? Noviekayati, IGAA; Farid, Muhammad; Amana, Lidya Nur
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.401 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4826

Abstract

AbstractInferiority feeling in adolescents who live in orphanages needs attention because if left unchecked it can cause adolescents to lose their potential. This study intends to examine the role of self-concept and social support on inferiority feelings. Participants in this study were 71 teenagers who were taken purposively from seven orphanages in Surabaya. The research data were taken using the inferiority feeling scale (?=0.874), the self-concept scale (?=0.935), and the social support scale (?=0.938) which were compiled by the researcher himself. The results of data analysis using multiple regression analysis show that self-concept and social support simultaneously have a negative effect on inferiority feeling. Partially both variables also have a significant negative effect on inferiority feeling. The implication of this research is as a basis of reference for caregivers, counsellors or the community in paying attention to the psychological needs of orphaned youth.Keywords: Inferiority Feeling; Self-concept; Social support  AbstrakInferiority feeling pada remaja yang tinggal di panti asuhan perlu mendapatkan perhatian sebab jika dibiarkan dapat menyebabkan remaja kehilangan potensi dirinya. Penelitian ini bermaksud untuk menguji peranan konsep diri dan dukungan sosial terhadap inferiority feeling.  Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 71 remaja diambil dengan teknik purposive sampling dari tujuh panti asuhan di Surabaya. Data penelitian diambil menggunakan skala inferiority feeling (?=0,874), skala konsep diri (?=0,935), dan skala dukungan sosial (?=0,938) yang disusun sendiri oleh peneliti. Hasil analisis data menggunakan regresi ganda menunjukkan secara simultan konsep diri dan dukungan sosial memiliki pengaruh negatif terhadap inferiority feeling. Secara parsial kedua variabel juga memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap inferiority feeling. Implikasi penelitian ini adalah sebagai dasar acuan kepada pengasuh, konselor ataupun masyarakat dalam memperhatikan kebutuhan psikologis remaja panti asuhan.Kata kunci: Dukungan sosial; Inferiority feeling; Konsep diri
Efektivitas Terapi Musik untuk Meningkatkan Subjective Well Being pada Lanjut Usia Ditinjau dari Jenis Kelamin Di Wilayah Puskesmas Modung Kabupaten Bangkalan Shofi’i, Imam; Noviekayati, IGAA; Santi, Dyan Evita
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.106 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i3.2378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi musik untuk meningkatkan subjective well-being pada lanjut usia di wilayah Puskesmas Modung Bangkalan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, praeksperimen. Jenis desain eksperimen yang digunakan adalah desain perlakuan ulang (one group pretest posttest design) merupakan desain eksperimen yang hanya menggunakan satu kelompok subjek (kasus tunggal) serta melakukan pengukuran sebelum dan sesudah pemberian perlakuan pada subjek. Penelitian ini dilakukan terhadap lanjut usia yang mengalami subjective well-being rendah dimasa pandemi covid-19 dengan jumlah sampel 50 orang yang diambil menggunakan metode teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi music efektif meningkatkan subjective well-being pada lanjut usia. Selain itu penelitian ini juga menemukan ada perbedaan subjective well-being antara lansia Perempuan dengan Laki-laki.
Terapi Seft (Spiritual Emotional Freedom Technique) untuk Meredakan Gangguan Cemas Menyeluruh pada Subjek Dewasa Krisnawardhani, Karina Kandhi; Noviekayati, IGAA
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.202 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i5.1263

Abstract

Salah satu tipe spesifik yang diakui oleh PPDGJ III sebagai salah satu gangguan kecemasan adalah gangguan kecemasan menyeluruh atau generalized anxiety disorder. GAD (generalized anxiety disorder) yaitu suatu gangguan kecemasan yang ditandai dengan perasaan cemas yang umum dan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi dan keadaan peningkatan keterangsangan tubuh. Gangguan ini muncul dua kali lebih banyak pada perempuan dibandingkan pada laki-laki. Orang dengan GAD adalah pencemas yang kronis, mungkin mereka mencemaskan secara berlebihan keadaan hidup mereka, seperti keuangan, kesejahteraan anak-anak, dan hubungan sosial mereka. Ciri lain yang terkait adalah merasa tegang, was was, atau khawatir, mudah lelah, sulit berkonsentrasi atau menemukan bahwa pikirannya menjadi kosong, iritabilitas, ketegangan otot, dan adanya gangguan tidur (sulit tidur, tidur terus, tidur yang gelisah dan tidak memuaskan). Hal tersebut dapat mengganggu individu dalam beraktivitas dalam kesehariannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan intervensi pada subjek dewasa yang mengalami gangguan cemas menyeluruh di UPTD Puskesmas Gundih Surabaya. Peneliti memberikan intervensi berupa teknik tapping yang dikenal dengan SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique), sebagai media untuk meredakan gangguan cemas menyeluruh pada subjek dewasa. Terapi ini diyakini mampu menurunkan tingkat kecemasan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan pendekatan studi kasus. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pengintegrasian semua hasil assesment (observasi, wawancara dan tes psikologi), serta studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SEFT dapat meredakan gangguan cemas menyeluruh pada subjek dewasa.
Hubungan Kepribadian Hardiness dan Resiliensi pada Wanita Dewasa Awal yang mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga Budiyono, Aji Pratama; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pasca
PSIKOVIDYA Vol 27 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v27i2.201

Abstract

Abstract Women’s violence is currently increasing in almost every country and causing harm to millions of women and families. In early adult women of domestic violence, there is often an adjustment in her new life to manage stress. The purpose of this study was to determine a positive relationship between hardiness personality and resilience in early adult women of domestic violence. The research design uses quantitative correlational with snowball sampling. The subjects in this study were 115 early adult women aged 20-40 years who had experienced domestic violence. Data analysis results using Pearson Product Moment parametric with IBM SPSS 28 for Windows program. The results obtained are P= 0.781 with a significant value (sig. 2 tailed) of p = 0.001, where p<0.05), which states that there is a positive relationship between hardiness and the resilience of victims of domestic violence. The hypotheses are acceptable. Keywords: Resielence, Hardiness Personality, Early Women Adult, Domestic Violence Abstrak Hampir di setiap Negara angka Kekerasan pada wanita meningkat, dimana menyebabkan kerugian bagi jutaan perempuan dan keluarga. Pada wanita dewasa awal yang mengalami KDRT, seringkali terjadi penyesuaian pola kehidupan untuk mengelola stres. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian hardiness dan resiliensi pada wanita dewasa awal yang mengalami KDRT. Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan snowball sampling. Subjek penelitian 115 wanita dewasa awal usia 20-40 tahun korban KDRT. Hasil uji analisis dengan Product Moment Pearson dengan program IBM SPSS 28 for window P=0,781 dengan nilai signifikansi (sig.2 tailed) p=0,001 atau 0,1 persen dimana p < 0,05 menyatakan ada hubungan positif antara kepribadian hardiness dengan resiliensi wanita dengan KDRT. Hipotesis penelitian dapat diterima. Kata Kunci: Resiliensi, Kepribadian hardiness, Wanita dewasa awal, KDRT
Hubungan Dukungan Sosial dan Kecenderungan Perilaku Menyakiti Diri (Self-Injury) pada Remaja dari Orang Tua Bercerai Ratida, Aulia Rizka Putri; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pasca
PSIKOVIDYA Vol 27 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v27i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial terhadap kecenderungan perilaku menyakiti diri (self-injury) pada remaja dari orang tua bercerai. Subjek yaitu 62 remaja berusia 16-17 tahun, kelas XI, pernah berusaha melakukan self-injury, dan mengalami perceraian atau perpisahan orang tua. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengambilan sampel menggunakan skala likert yang disusun oleh peneliti. Hasil korelasi Spearman’s Rho, diperoleh nilai rxy = 0,320 dengan p = 0,011 (p < 0,05). Meskipun hasil p<0,05 namun nilai korelasi positif sebesar 0,320 sehingga hipotesis dalam penelitian ini ditolak. Ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan kecenderungan perilaku menyakiti diri (self-injury) pada remaja dari orang tua bercerai tidak diterima.
PELATIHAN TANGGAP BENCANA, TERAPI MENULIS EKSPRESIF DAN RELAKSASI UPAYA PENURUNAN KECEMASAN PADA ANAK PASCA BENCANA TANAH LONGSOR DI PONOROGO Kusumawati, Elza; Noviekayati, IGAA; Amanda Pasca Rini, Rr.; Ema Mustikawati, Anrilia
ABDIMAS Vol 4 No 02 (2024): PENDIDIKAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v4i02.940

Abstract

Based on statistical data from BNPB for the last 10 years, the frequency of natural disasters in Indonesia has increased, such as floods, landslides and earthquakes. The purpose of this community service is to make SD Sriti 1 Ponorogo students responsive in dealing with disasters, especially landslides that have occurred in October - November 2022. In addition, students are taught relaxation techniques and how to express their feelings when facing landslide disasters. The method used is in the form of disaster response training as a strategy for dealing with disasters and relaxation techniques and writing therapy as an effort to reduce the anxiety experienced by children when facing landslides. The instrument used to measure anxiety is in the form of 4 questions that represent feelings, thoughts, physical responses and moods of children in narrative form as a way for children to express what is being experienced in writing and questions related to children's knowledge about landslides. The results show that children experience an increase in understanding of disaster response and experience a decrease in the anxiety they experience.
HUBUNGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN SELF-DIRECTED LEARNING DENGAN LITERASI DIGITAL PADA GURU MI Firnandi, Khanza Nabila; Noviekayati, IGAA; Pratitis, Niken Titi
UJoST- Universal Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Faculty of Science and Technology University of Pramita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11111/ujost.v3i1.138

Abstract

The era of digitalization requires teachers to be proficient in using and utilizing digital media and mastering digital competencies in it. The purpose of this study is to prove the relationship between digital literacy, critical thinking skills, and self-directed learning in MI teachers. This study uses quantitative research methods with data collection in the form of a psychological scale. The research subjects totaled 154 teachers who were divided into 12 educational institutions in Pakong District, using a purposive sampling technique, namely teachers with an age range of 27-60 years who had Android mobile phones and could access WhatsApp. The research data analysis method uses Spearman Rho's non-parametric analysis assisted by SPSS version 25 for windows. The results of the study show that critical thinking skills have a positive correlation with digital literacy with an rho value of 0.381. Self-directed learning is also proven to have a positive correlation with digital literacy with an rho value of 0.442 and a significance level (p <0.01). The results of the research in this thesis also identify that self-directed learning has a more dominant effective contribution to digital literacy than critical thinking skills, which is 19.5%.
Efektivitas Personal Safety Skill terhadap Peningkatan Kemampuan Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Ditinjau dari Jenis Kelamin Umar, Nurul Mahmudah; Noviekayati, IGAA; Saragih, Sahat
Indigenous Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v3i1.5815

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Personal Safety Skill terhadap peningkatan kemampuan mencegah kekerasan seksual pada anak ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini memiliki 3 variabel penelitian. Variabel Y kekerasan seksual  adalah tindakan yang mengarah ke ajakan seksual seperti menyentuh, meraba, mencium, menonton produk pornografi, gurauan-gurauan seksual.  Variabel X1 Personal Safety Skill  adalah keterampilan keselamatan pribadi yang perlu dikuasai oleh anak agar dapat menjaga keselamatan dirinya dan terhindar dari tindakan kekerasan seksual yang memiliki tiga komponen yaitu Recognize, Resist, Report. Variabel X2 jenis kelamin adalah sifat jasmani atau rohani yang membedakan dua makhluk sebagai wanita dan pria. Pelatihan ini diikuti oleh 9 siswa dan 9 siswi TK PGRI Samboja. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan menggunakan metode penelitian quasi eksperimen. Hipotesis pertama diuji dengan Teknik Kendall’s W Test Wa score = 0.347 dengan p=0.012 (p,0,05) yang menunjukkan Personal Safety Skill efektif untuk meningkatkan kemampuan mencegah kekerasan seksual. Hipotesis kedua diuji Teknik Mann whitney U test  Z = -1.737 dengan nilai p = 0.082. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kekerasan seksual ditinjau dari jenis kelamin. Hipotesis ketiga diuji dengan Teknik Mann whitney U test  Z=-2.160 dengan nilai p =0.031a menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap Personal Safety Skill ditinjau dari jenis kelamin.Kata kunci : Jenis Kelamin, Kekerasan Seksual, Personal Safety Skill
Assertive Training To Improve Communication And Harmony In Early Marriage: Pelatihan Asertif untuk Meningkatkan Komunikasi dan Keharmonisan pada Penikahan Dini Velinda, Hilda; Noviekayati, IGAA; Santi, Dyan Evita
Psikologia : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2019): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.353 KB) | DOI: 10.21070/psikologia.v4i2.743

Abstract

Research on the effectiveness of assertive training to improve communication and early marriage, aims to test the effectiveness of assertive training to improve communication at early marriages and test the effectiveness of assertive training to improve harmony in early marriages, as well as examine differences in improved communication and harmony in early marriages after assertive training . The hypotheses in this study are (1) effective assertive training to improve communication at early marriage (2) assertive training to improve harmony at early marriage. Sampling using purposive sampling, research subjects totaling 10 subjects. The results show that there are significant differences so that it can be concluded that there are (1) effective assertive training to improve communication at early marriage (2) effective assertive training to improve harmony in early marriage.
Gambaran Tend and Befriend dalam Menghadapi Stress Sebuah Studi Literatur Dewanto, Satryo; Noviekayati, IGAA
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 3 No 1 (2025): Volume 3, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i1.1675

Abstract

Stres adalah fenomena psikologis yang mempengaruhi individu dalam berbagai aspek kehidupan, baik fisik, emosional, maupun sosial. Salah satu teori yang menjelaskan respons terhadap stres adalah teori tend and befriend, yang mengemukakan bahwa perempuan lebih cenderung mengadopsi strategi merawat orang lain dan mencari dukungan sosial dalam menghadapi stres, dibandingkan dengan laki-laki yang lebih sering menunjukkan respons fight or flight. Penelitian terkini semakin menggali faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan gender dalam strategi koping ini, termasuk pengaruh budaya, lingkungan sosial, dan kepribadian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lima jurnal terkini yang membahas tend and befriend dalam berbagai konteks, seperti budaya, tempat kerja, dan dampak sosial dari stres. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis literatur, yang memungkinkan integrasi dan analisis kritis dari temuan-temuan yang ada. Hasil kajian menunjukkan bahwa respons terhadap stres perempuan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya, dengan dukungan sosial memainkan peran penting dalam pengelolaan stres. Faktor-faktor seperti budaya kolektivistik, kebijakan kesejahteraan di tempat kerja, dan karakteristik kepribadian juga berperan dalam memperkuat kecenderungan perempuan untuk menggunakan strategi tend and befriend. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana perbedaan gender, dukungan sosial, dan faktor kontekstual saling berinteraksi dalam mempengaruhi strategi koping individu. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya menciptakan lingkungan sosial yang mendukung, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan pribadi, untuk memfasilitasi strategi koping yang lebih adaptif bagi perempuan. Kata Kunci : Tend and befriend, stress, dukungan sosial
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abbas, Miranda Abubakar, Feliya Afni, Andi Nur Ajeng Pradnyaswari Suryawirawan Amalia, Vita Amana, Lidya Nur Amanda Pasca Rini, Rr. Amin, Abd Rozaqqil Ananta, Aliffia Anrilia E.M. Ningdyah Anrilia Ema Mustikawati Ningdyah Aulia Maharani, Shanaz Nadia Awwalya, Siti Nabila Aziz, Mochammad Rizki Azzahra, Aninditha Bachtiar Surin, Rizki Dwi Budiyono, Aji Pratama Darmawan, Sianawati Dewanto, Satryo Eka Putri, Ellyana Ilsan Evita Santi , Dyan Evita Santi, Dyan Firnandi, Khanza Nabila Hidayatullah, Rizki Maulana husna, kholidatul Iklimah, Maulida Indana, Finanin Nur Jelang Hardika Krisnawardhani, Karina Kandhi Kusumawati, Elza Lestari, Anisa Indah Lestari, Maria Sekar Listiani, Intan Maulidya, Novarida Ma’ruf, Fajri Melati, Inka Sukma Muhamad Gandhi Muhammad Farid Muna, Hanifa Wafiqul Niken Titi Pratitis Niken Titi Pratitis Novita, Dini Nurinasari, Sofines Ulsy Oktavia, Nila Audini Pratama, Okik Yoga Pratiwi, Ananda Prilianti, Oktavia Dwi Putra, Bagas Mahendra Putri Arianti, Salwa Aretha Putri Maskani, Shania Ariffah Putri, Gabriel Aditya Ratida, Aulia Rizka Putri Rina, Amherstia Pacra Rina, Amherstia Pasca Rizal, Muchammad Sahat Saragih Santi, Dyan Evita Saputri, Ratih Wahyu Saraswati, Diva Adyana Shofi’i, Imam Sucipto, Gita Novelia Sukri, Sri Wahyuni Suroso Suroso Syaharani, SRK Syarif Maulana, Syarif Tatik Meiyuntariningsih Umar, Nurul Mahmudah Umar, Nurul Mahmudah Utami, Adnani Budi Valenciarani, Evelina Mei Ling Velinda, Hilda Wahid, Sulhan Wicaksono, Lugas Wulandari, Dyah Asih