Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Strategi Brand Identity UMKM Sirup Mangga Melalui Platform Google Maps di Desa Mekarjaya Saniah, Iah; Adawiyah, Siti Robiah; Zulfa, Fitria; Kholid, Nour; Sholihah, Nurlailiyah Aidatus
Jurnal Peradaban Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal peradaban masyarakat (JPM)
Publisher : LPPM STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jpm.v4i3.449

Abstract

Desa Mekarjaya merupakan Desa yang dikenal dengan banyak menghasilkan tanaman padi, dan mangga. Tanaman mangga merupakan salah satu aset perekonomian Desa Mekarjaya yang masih berkembang hingga saat ini. Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah tanaman mangga dapat diolah menjadi sirup mangga, dan daun pohon mangga dapat dijadikan sebagai teh. Kegiatan Pelaksanaan branding UMKM sirup mangga dilakukan pada tanggal 29 Januari 2024 dan 2 Februari 2024 yang meliputi pelaku umkm, dan prosedur awal dalam kegiatan strategi peningkatan Branding UMKM yaitu dengan sosialisasi dengan pelaku umkm sirup mangga, mengobservasi kendala dalam brand sirup mangga, sosialisasi terkait bagaimana pemasaran yang dilakukan dan brand yang dibangun, serta memberikan strategi pemasaran sirup mangga dengan membuatkan alamat melalui google maps sirup mangga yang bertujuan agar mudah untuk dikenal.
Pengembangan Kompetensi Dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Riyadhul Jannah Jalancagak Subang Jawa Barat Hisny Fajrussalam; Fitria Zulfa; Indra Saeful Hidayat; Ajat Saputra
LEADERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2020): LEADERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/leaderia.v1i1.2

Abstract

The research aims to describe the competence development of lecturers at the Riyadhul Jannah Islamic College, Jalancagak Subang West Java. The study was conducted with a qualitative approach. Data obtained by observation, interview, and documentation techniques. The results obtained were the competence development of lecturers carried out by the Riyadhul Jannah Islamic Islamic College consisting of four variables, namely 1) communication and motivation; 2) lecturer professionalism; and 3) conflict management. Reformulation is needed in the lecturer development conducted by the Riyadhul Jannah Islamic College in order to improve the quality of higher education. Some homework also needs to be carried out to better support the process of lecturer development competence so that quality learning processes are achieved, namely re-selection of lecturers who are not linear and lecturer honorarium enhancement. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kompetensi dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Riyadhul Jannah Jalancagak Subang Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh adalah pengembangan kompetensi dosen yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Riyadhul Jannah yang terdiri dari empat variabel, yaitu 1) komunikasi dan motivasi; 2) profesionalisme dosen; dan 3) manajemen konflik. Diperlukan reformulasi dalam pengembangan kompetensi dosen yang dilakukan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Riyadhul Jannah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Beberapa pekerjaan rumah juga perlu dilakukan untuk lebih mendukung proses pengembangan kompetensi dosen sehingga proses pembelajaran yang berkualitas tercapai, yaitu pemilihan ulang dosen yang tidak linier dan peningkatan honorarium dosen. Kata Kunci, pengembangan komepetensi dosen, perguruan tinggi Islam
Pendampingan Peningkatan Spiritual Masyarakat Desa Mekarjaya Melalui Kegiatan Tradisi Barzanji di Mushola Baitul Maghfiroh lusi, lusi_safitri; Khalid, Nour; Zulfa, Fitria; Nabila, Syafiatun
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v5i3.4473

Abstract

Kegiatan Barzanji sebagai salah satu elemen penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini direalisasikan melalui program pendampingan peningkatan spiritual masyarakat Desa Mekarjaya melalui kegiatan tradisi barzanji di mushola baitul maghfiroh, permasalahan pokok yang ditemukan di Desa Mekarjaya adalah kurangnya keterlibatan jamaah musholla baitul magfirah dalam menjalankan kegiatan barzanji, maka dari itu pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan jamaah musholla baitul magfirah melalui pendampingan terarah dan bertujuan untuk meningkatkan spiritual masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan mendorong partisipasi aktif dalam komunitas, pendampingan ini menggunakan metode pendekatan pengembangan masyarakat berbasis asset yang menekankan pada penggunaan aset dan potensi yang dimiliki oleh komunitas setempat. Tim pendamping dalam kegiatan pengabdian ini terdiri dari mahasiswa dan dosen yang memastikan beragam perspektif yang terlibat dalam proses pendampingan, Hasil pendampingan ini yaitu dapat memberikan pemahaman terkait tradisi barzanji sebagai suatu nilai yang positif untuk mempertahankan eksistensinya, pendampingan ini menunjukkan adanya peningkatan spiritualisme masyarakat sekitar musholah baitul maghfiroh karena berhasil dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aspek keagamaan.
Pengembangan SDM Dosen Untuk Meningkatkan Kemampuan Digital Di Era Society 5.0: Studi Kasus di STIT AL IHSAN BALEENDAH Yusuf, Ilham Agustian Widia; Farihin, Ahmad; Budianto, Cepi; Zulfa, Fitria; Safitri, Lusi
International Conference on Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2022): June
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lecturer Human Resource Development is one of the strategies used in STIT Al Ihsan Baleendah to create lecturers who have good quality, capacity, and capability to apply their academic intellectual abilities, especially digital skills in the learning system process to answer the needs and challenges of dynamic students in the era of society 5.0. STIT Al Ihsan Baleendah is a private high school based on Islamic boarding schools, In the implementation of human resource development for lecturers, there are still several obstacles, one of which is the availability of facilities and infrastructure in the field of technology. The purpose of this study was to determine the development of human resources for lecturers and the performance of STIT Al Ihsan Baleendah lecturers, especially in digital skills in the era of society 5.0. This study uses a descriptive research method with a qualitative approach. This research resulted in the conclusion that the development of human resources for STIT Al Ihsan Baleendah Lecturers using off the job method was carried out by involving lecturers to take part in training and coaching, both formal and non-formal to improve their digital skills.
Implementasi Manajemen Pembiayaan Pendidikan Di Madrasah Tasanawiyah Al-Ahliyah Kotabaru Karawang Marini, Mai; Zulfa, Fitria; Tamam, Badrud
Tartib: Jurnal of Educational Management Vol. 3 No. 1 (2024): Tartib: Jurnal of Educational Management
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62824/8ddxge61

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap penerapan prinsip-prinsip manajemen pembiayaan dalam melakukan pengelolaan lembaga pendidikan. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Al-Ahliyah Kotabaru Karawang. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan mengandalkan data-data yang bersifat kualitatif berbasis pendekatan studi lapangan. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa proses pembiayaan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Al-Ahliyah dijalankan dengan melibatkan beberapa aspek penting mencakup sumber dana pendidikan yang berasal dari pemerintah berupa Bantuan Operasional Sekolah, usaha mandiri sekolah berupa kantin dan koperasi, orang tua siswa, Sumbangan dari pihak swasta dan lain-lain. Dana-dana yang diperoleh tersebut didistribusikan untuk menjalanakan pengelolaan lembaga dengan tetap melakukan evaluasi untuk menjaga Kesehatan pendanaan keuangan lembaga pendidikan.
Kepemimpinan Sekolah Berbasis Pesantren dan Profil Manager Pendidikan Islam Fitria Zulfa
KAMALIYAH : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jpai.v1i1.422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara komprehensip mengenai kepemimpinan sekolah berbasis pesantren dan profil manager pendidikan Islam yang dipandang sangat perlu dalam rangka melakukan pengelolaan pendidikan yang berkemajuan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-analisis dengan metode yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan sekolah berbasis pesantren dapat diterapkan dengan model kepemimpinan tranformasional dan model kepemimpinan spiritual. Kedua model kepemimpinan ini sama-sama mendasarkan pada suatu paradigma bahwa dalam melakukan pengelolaan pendidikan harus didasarkan pada nilai-nilai religius dengan mengedepankan aspek penanaman moral kepemimpinan. Hal ini kemudian secara rinci dapat dilihat dari profil manajer pendidikan Islam yang ditawarkan dengan mendasarkan etika religius melalui empat landasan pokok pengembangan pendidikan, yaitu: kebenaran, kejujuran, keterbukaan, dan keahlian. Hal tersebut secara teoritis akan memberikan implikasi dalam rangka mewujudkan lembaga pendidikan yang berkemajuan.
MANAGING ‘BALIGH’ IN FOUR MUSLIM COUNTRIES: Egypt, Tunisia, Pakistan, and Indonesia on the Minimum Age for Marriage Ropei, Ahmad; Huda, Miftachul; Alijaya, Adudin; Fadhil, Fakhry; Zulfa, Fitria
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 16 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ahwal.2023.16106

Abstract

In Islamic law, the concept of baligh has long been debated among clerics. The debate also appears to have resulted in different rules regarding the minimum age of marriage among Muslim countries. This paper aims to reveal the maturity standard regarding the minimum age of marriage in four Muslim countries: Egypt, Pakistan, Tunisia, and Indonesia. This paper is based on library research and employs a comparative study approach. This paper argues that Egypt, Pakistan, Tunisia, and Indonesia have a different minimum age for marriage. In Egypt and Pakistan, the minimum age for marriage is 18 years for men and 16 years for women. However, Pakistan has gone further by instituting legal sanctions if the regulation of the minimum age is violated. In Tunisia, the minimum age for marriage is 18 years for men and women, while in Indonesia it is 19 years for men and women. The determination of the minimum age for marriage is intended for several purposes, including limiting the number of early marriages, reducing the divorce rate, and preparing a strong national generation through the maturity of the marriage age. These interests, from the perspective of Islamic law, are the manifestation of the principle of maslahah (fundamentally aimed at achieving goodness and rejecting harm concerning marital life).[Dalam hukum Islam, konsep balig sudah lama diperdebatkan di kalangan ulama. Perdebatan tersebut juga tampaknya telah menghasilkan aturan yang berbeda mengenai usia minimum pernikahan di antara negara-negara Muslim. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan standar kedewasaan mengenai usia minimum menikah di empat negara Muslim: Mesir, Pakistan, Tunisia, dan Indonesia. Makalah ini didasarkan pada penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan studi komparatif. Tulisan ini berpendapat bahwa Mesir, Pakistan, Tunisia, dan Indonesia memiliki perbedaan usia minimum untuk menikah. Di Mesir dan Pakistan, usia minimum untuk menikah adalah 18 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan. Namun, Pakistan telah melangkah lebih jauh dengan memberikan sanksi hukum jika peraturan usia minimum dilanggar. Di Tunisia, usia minimum untuk menikah adalah 18 tahun untuk pria dan wanita, sedangkan di Indonesia adalah 19 tahun untuk pria dan wanita. Penetapan usia minimal menikah dimaksudkan untuk beberapa tujuan, antara lain membatasi jumlah pernikahan dini, menekan angka perceraian, dan mempersiapkan generasi bangsa yang kuat melalui pendewasaan usia pernikahan. Kepentingan-kepentingan tersebut, dalam perspektif hukum Islam, merupakan manifestasi dari prinsip maslahah (menarik kebaikan dan menolak keburukan dalam kehidupan berumah tangga).]
Peningkatan Literasi Pada Anak-Anak Dan Remaja Melalui Pojok Baca Di Desa Mekarjaya Kecamatan Compreng Nurul Alda; Fitria Zulfa; Ilham Agustian; Anisa Mutiara
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 1 No 4 (2024): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Literacy Movement is an important initiative in fostering reading habits and motivation in society, especially in children and teenagers, with the main aim being to foster good character. However, the implementation of the literacy movement in Mekarjaya Compreng Village is still not optimal, because there are still many children and teenagers who are less enthusiastic about reading. Therefore, Student KKN STAI Darussalam Kunir participated in carrying out a literacy movement to increase interest in reading among the children and teenagers of the village.The aim of this movement is not only to increase interest in reading, but also to expand knowledge and improve effective communication skills, both in the community and at school. By establishing a reading corner as a library in Mekarjaya Village, it is hoped that people will be encouraged to love readingThe method used in this activity is a qualitative method which includes pre-implementation, implementation and post-implementation stages. Observations were carried out to analyze the conditions and needs of local communities, with the results leading to the development of reading corners, especially for children and teenagers.Through these steps, it is hoped that the literacy movement can run smoothly and have a positive impact in increasing interest in reading and effective communication skills in Mekarjaya Compreng Village.
Implementasi Menejemen Perencanaan Bagian Kerjasama dalam Mengembangkan Kemitraan di Pemerintahan Daerah Kabupaten Subang Sartika, Ika; Zulfatus Shopiah, Nawa; Zulfa, Fitria; Farihin, Ahmad
Al-Qiyadi Jurnal Manajmen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : STIT Fatahillah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62274/al-qiyadi.v3i1.224

Abstract

The implementation of planning management in the public sector, especially in the management of cooperation and partnerships, is very important to support effective and sustainable regional development of Subang Regency. the implementation of planning management is an important component of cooperation and partnership management. Using a qualitative descriptive methodology, this study aims to evaluate the role of planning management in building strategic partnerships in the Subang Regency Local Government. Inter-agency coordination, effective communication, and shared commitment from all stakeholders are critical to the success of partnerships between the Subang District Government and various groups. Organized and systematic partnership management by the Subang District Government can improve the efficiency of public services, enhance collaboration with strategic partners, and make a real contribution to sustainable development in the region. Good planning and management can work well together to improve working relationships and ensure that development programs are executed according to the needs of the Community
Pendampingan Peningkatan Spiritual Masyarakat Desa Mekarjaya Melalui Kegiatan Tradisi Barzanji di Mushola Baitul Maghfiroh lusi, lusi_safitri; Khalid, Nour; Zulfa, Fitria; Nabila, Syafiatun
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v5i3.4473

Abstract

Kegiatan Barzanji sebagai salah satu elemen penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini direalisasikan melalui program pendampingan peningkatan spiritual masyarakat Desa Mekarjaya melalui kegiatan tradisi barzanji di mushola baitul maghfiroh, permasalahan pokok yang ditemukan di Desa Mekarjaya adalah kurangnya keterlibatan jamaah musholla baitul magfirah dalam menjalankan kegiatan barzanji, maka dari itu pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan jamaah musholla baitul magfirah melalui pendampingan terarah dan bertujuan untuk meningkatkan spiritual masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan mendorong partisipasi aktif dalam komunitas, pendampingan ini menggunakan metode pendekatan pengembangan masyarakat berbasis asset yang menekankan pada penggunaan aset dan potensi yang dimiliki oleh komunitas setempat. Tim pendamping dalam kegiatan pengabdian ini terdiri dari mahasiswa dan dosen yang memastikan beragam perspektif yang terlibat dalam proses pendampingan, Hasil pendampingan ini yaitu dapat memberikan pemahaman terkait tradisi barzanji sebagai suatu nilai yang positif untuk mempertahankan eksistensinya, pendampingan ini menunjukkan adanya peningkatan spiritualisme masyarakat sekitar musholah baitul maghfiroh karena berhasil dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aspek keagamaan.