Claim Missing Document
Check
Articles

EMPOWERING FARMER THROUGH THE NEW PADDY PRINTING PROGRAM IN WAY KANAN DISTRICT Desi Yunita; Ahmad Thoriq
Sosioglobal Vol 2, No 1 (2017): SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.675 KB) | DOI: 10.24198/jsg.v2i1.15272

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini menjelaskan kelayakan program pencetakan sawah baru secara sosial di kabupaten Way Kanan serta bagaimana program pencetakan sawah baru ini dapat mendorong perubahan pada masyarakat di Kabupaten Way Kanan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam penelitian ini diantaranya adalah usia, pendidikan, jumlah anggota keluarga, luas lahan yang diikutkan dalam program, serta kondisi sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, agar data yang diperoleh semakin lengkap penelitian ini juga menggunakan kuesioner. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terjadinya perubahan skema program telah menyebabkan beberapa kelompok masyarakat menarik diri dari program. Hal itu disebabkan oleh adanya upaya manipulasi yang dilakukan oleh masyarakat terkait program ini. Bagi masyarakat yang mengikuti program, skema pembentukan kelompok dalam program telah mendorong menguatnya modal sosial masyarakat yang ditunjukkan dengan menguatnya kepercayaan, keterhubungan, dan jaringan sosial. Selain itu, program ini juga meningkatkan solidaritas dan kerjasama serta keterhubungan antar kelompok petani.Kata kunci: masyarakat petani, cetak sawah, solidaritas, kerjasama, keterhubungan     ABSTRACTThis paper describes the social feasibility of a new paddy printing program in Way Kanan district. As well as how this program can drive change in communities in Way Kanan District. Some aspects of concern in this study are age, education, number of family members, land area included in the program, and social condition of the community. The method used in this study is qualitative, to complement the data also used questionnaire. The analysis of this research uses social capital theory. The results of the study show that the change of program scheme has caused some community groups to withdraw from the program. This is caused by any manipulation efforts undertaken by the community related to this program. For the community who participated in the program, the scheme of group formation in the program has encouraged the strengthening of community social capital as demonstrated by the strengthening of trust, connectedness, and social network. In addition, the program also promotes solidarity and cooperation, and connectivity among farmer groups.Keywords: farming communities, paddy fields, solidarity, cooperation, connectedness
OPTIMASI PEMAKAIAN JAM KERJA DAN BAHAN BAKU DALAM MEMPRODUKSI MINUMAN INSTAN TRADISIONAL Sondang Kiki Rosita; Totok Herwanto; Ahmad Thoriq; Boy Macklin Pareira
AGROINTEK Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v13i2.5052

Abstract

CV. Cihanjuang Inti Teknik is a small or medium-sized business (UKM) engaged in the traditional beverage processing industry. The company is faced with problems of use to optimize the use of work time so that there is no idle work time or overtime working hours. Other problems, so far the procurement of raw materials carried out is also only based on estimates, namely with raw materials made in stock without taking into account quantitative calculations. The goal programming method is used with the aim of analyzing and describing the optimal use of resources in working hours and raw materials from the average production target needed by the company. The calculation of goal programming is supported by using LINDO (Linear Interactive Discrete Optimizer) program to obtain the optimal number of products from working hours and raw materials needed by the company. The results of the study obtained optimal regular working hours in scenarios I, II, III, and IV respectively in the amount of 159.95 hours/month, 174.25 hours/month, 176.26 hours/month and 192.37 hours/month. There was also an increase in the use of raw materials for ginger, coffee, ginseng and pepper in scenario II, raw materials for ginger, white and vanilla sugar in scenario III, raw materials for white sugar, vanilla and cinnamon in scenario IV.
TINGKAT PENDAPATAN USAHATANI PADI DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI Nur Syamsiyah; Ahmad Thoriq; Pandi Pardian; Tuti Karyani; Kuswarini Kusno
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.096 KB) | DOI: 10.33512/jat.v10i1.5057

Abstract

This research was conducted in Hegarmanah Village, Sumedang Regency. The village of Hegarmanah in 2011 is the village that has the widest rice harvest area compared to other villages which is 242 hectares, in 2014 the rice field becomes 86.82 hectares and will decrease from year to year as a result of land conversion to non agriculture. The purpose of this research is to know the characteristics of rice farming in Hegarmanah Village and to analyze income level and contribution of paddy farm income to earnings structure of farmer. The research method used qualitative method with research case study technique (case study). The design of farming analysis is needed to know the size of farmer acceptance and R / C ratio analysis. The results obtained 81.25 percent of farmers sell some of their products (semi-commercial) and 25 percent of farmers sell farming products, 18.75 percent of farmers do not sell the results of farming. Farmers with the largest sales quantity only reached 42 quintals or about 75 percent of the total production. R / C ratio of farmers greater than 1 means that rice farming is profitable. Rice farm income contribution to total farmer income varies from 12 percent to 100 percent. Some farmers are still dependent on rice farming, additional income derived from livestock and plantation crops, kostan kostan business, processing industry, service and trade.
Prioritas Strategi Pengembangan Agroindustri Manggis di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Roni Kastaman; Ahmad Thoriq
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.30525

Abstract

Manggis merupakan tanaman buah yang termasuk ke dalam pangan fungsional karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Sebagian besar buah manggis dijual dalam bentuk buah segar, padahal buah manggis dapat diolah menjadi beberapa produk sehingga dapat meningkatkan nilai tambah buah manggis. Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi potensial, prioritas dan arah pengembangan agroindustri manggis di Kabupaten Tasikmalaya. Penentuan lokasi potensial dilakukan menggunakan metode Location Quotient (LQ) and Differential Shift (DS), penentuan prioritas produk agroindustri manggis dilakukan menggunakan metode perbandingan ekponensial, strategi pengembangan agroindustri manggis dilakukan menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) dan pemilihan prioritas strategi pengembangan agroindustri manggis dilakukan menggunakan Analytical Network Process (ANP). Hasil analisis LQ dan DS menunjukkan bahwa lokasi potensial pengembangan agroindustri manggis terdapat pada empat Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yaitu Kecamatan Sodonghilir, Tanjungjaya, Sukaraja, dan Kecamatan Jatiwaras. Prioritas pengembangan produk agroindustri manggis berdasarkan analisis metode perbandingan ekponensial secara berurutan adalah ekstrak kulit manggis (9,63), sari buah/ jus manggis (9,56), sirup buah manggis (9,53), buah kaleng manggis (9,51), puree manggis (9,50), es krim kulis manggis (9,48), dodol biji manggis (9,47), dan tepung kulit manggis (9,45). Berdasarkan analisis SWOT dan ANP diperoleh prioritas strategi pengembangan agroindustri manggis bagi petani, yakni : 1) branding dan promosi produk, 2) Peningkatan kualitas produk melalui penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) dan Cleaner Production, 3) Pengembangan dan inovasi produk, 4) Peningkatan kualitas sumber daya manusia, 5) Peningkatan kesejahteraan petani, 6) Bibit unggul yang mampu adaptif terhadap lingkungan, 7) Peningkatan harga jual buah manggis.
Evaluasi Ekonomi Teknik Produksi Keripik Kentang Secara Manual (Studi Kasus: Taman Teknologi Pertanian, Cikajang, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat) Ahmad Thoriq; Rizky Mulya Sampurno; Sarifah Nurjanah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol11n2.5

Abstract

Agroindustri kentang merupakan unit usaha utama yang dikelola Taman Teknologi Pertanian, Cikajang, Garut.  Kentang yang dikembangkan difokuskan pada kentang industri varietas median. Hasil produksi sebagian dijual dalam bentuk mentah ke Industri keripik kentang dan sebagian lagi diolah sendiri menjadi keripik kentang yang dipasarkan sendiri. Meskipun terdapat beberapa unit mesin, namun produksi keripik kentang masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana, sehingga untuk keberlanjutan usaha perlu dilakukan evaluasi ekonomi usaha produksi keripik kentang yang diolah secara manual. Metode yang digunakan pada penelitian ini analisis ekonomi yang meliputi biaya produksi, harga pokok produksi, titik impas dan  kelayakan usaha yang meliputi Net Present value (NPV),  benefit cost ratio analysis (BC Rasio), Internal Rate of Return (IRR) dan payback period analysis (PBP). Berdasarkan analisis ekonomi, pada umur proyek lima tahun didapatkan HPP keripik kentang sebesar Rp.72.816 perkg, dengan titik impas 600 kg pertahun, BC Rasio sebesar 1,25, NPV sebesar Rp 137.299.137 pertahun, IRR sebesar 16,42 %, dan PBP selama sembilan bulan.Kata kunci : analisis ekonomi, kelayakan usaha, keripik kentang, pengolahan manual
KAJIAN KARAKTERISTIK SPEKTRUM TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT BERDASARKAN TINGKAT KEMATANGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV – VIS Ahmad Thoriq; Sam Herodian; Agus Sutejo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1602.463 KB)

Abstract

Pemanenan TBS kelapa sawit yang masih mengandalkan tenaga manusia menyebabkan kualitas panen dipengaruhi pengalaman, keahlian, dan pengetahuan.  Alternatif lain yang perlu dikembangkan adalah penggunaan sensor dalam mendeteksi tingkat kematangan TBS. Untuk menentukan sensor yang tepat maka diperlukan kajian karakteristik optik dari TBS kelapa sawit menggunakan spektrofotometer UV – Vis.  Citra TBS ditangkap oleh digital spotting scope dan reflektan TBS akan dibaca oleh spektrometer ocean optics USB 650 (fiber optic solids) pada panjang gelombang 200-850 nm. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kematangan untuk klon marihat, dampy dan selapan jaya dapat dibedakan pada kisaran panjang gelombang 630 – 690 nm. Pada panjang gelombang ini mengindikasikan terjadinya perbedaan warna antara buah yang belum matang dan buah matang.  Setiap klon mempunyai karakteristik yang berbeda selama proses pematangan pada klon marihat kadar minyak optimal terjadi pada fraksi 2, sedangkan pada klon dumpy dan selapan jaya kadar minyak optimal terjadi pada fraksi 1. Hubungan kurang baik antara data reflektan dan kadar minyak TBS dengan R2 untuk klon Marihat, Dumpy dan Selapan Jaya secara berurutan masing – masing sebesar  0,288 ; 0,614 dan 0,516.
Studi Siklus Waktu Proses Muat Angkut Tebu Secara Mekanis Di PG. Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat Ahmad Thoriq; Wahyu Kristian Sugandi; Rizky Mulya Sampurno; Reza Permana Aji
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.638 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol11n1.7

Abstract

Proses muat-angkut tebu secara mekanis meliputi pemuatan tebu menggunakan grab loader dan pengangkutan tebu menggunakan truk atau trailer yang digandengkan dengan traktor roda empat.  Untuk meningkatkan produktivitas kerja pengangkutan tebu, perlu dikaji metode dan cara kerjanya melalui studi terhadap waktu. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis siklus waktu proses pengangkutan tebu secara mekanis. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu merekam proses muat-angkut menggunakan kamera digital, dan pengukuran langsung. Perhitungan cycle time dilakukan dengan menghitung waktu setiap tahap mulai dari waktu muat, waktu perjalanan dari lahan ke pabrik, waktu bongkar dan waktu perjalanan dari pabrik ke lahan.  Jarak lokasi ke pabrik dibagi menjadi tiga yaitu jarak A (0-5 km), jarak B (5-10 km) dan jarak C (10-15 km). Kendaraan angkut (transporter) yang diamati berjumlah 5 unit dengan jenis yang berbeda-beda untuk setiap jarak. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata siklus waktu pengangkutan tebu pada jarak A sebesar 4202,95 detik dengan waktu normal sebesar 1859,40 detik, pada jarak B sebesar 4995,10 detik dengan waktu normal sebesar  3832,92 detik dan pada jarak C sebesar 8332,27 detik dengan waktu normal sebesar 7402,32 detik. Kata kunci : siklus waktu, pengangkutan tebu, grab loader, trailer
Efisiensi Kinerja dan Hasil Panen Teh Menggunakan Gunting dan Mesin pada Beragam Kemiringan Lahan Ahmad Thoriq; Krawali Sita
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v8n3.2021.p165-172

Abstract

Tea leaf plucking is an important activity that can determine the quantity and quality of tea production. Tea plantations characteristically have variations of slopes that affect the performance of the picking process. This study aimed to analyze the performance efficiency of tea plucking activities using plucking machines and scissors. Field data were collected from several blocks in the South Gambung and North Gambung afdeling. Data collected consisted of the elevation of the place, the slope of the land, the plucking area, plucking time, the number of pluckers, the plots length of the plucking activity, the width of the plots, and the harvested tea's weight. The data collected were processed into field capacity and tea plucking performance efficiency, which were then analyzed descriptively. Results showed that the slope of the land has an effect on work efficiency of 3.00%-8.68%. The effective and theoretical field capacity of tea plucking machines is 0.14 hectares per hour and 0.20 hectares per hour, respectively, while the scissors is 0.015 hectares per hour and 0.020 hectares per hour. The quality of tea harvested with machines that meet the requirements is 44.10%, better than scissors harvested, which is only 28.09%.
Analisis Antropometri dan Biomekanik Penggunaan Mesin Pemetik Daun Teh Tipe GT 120 Ochiai Andika Herianto Simarmata; Kralawi Sita; Totok Herwanto; Ahmad Thoriq
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v7n3.2020.p149-162

Abstract

Application of tea harvest mechanization can increase work productivity, cost efficiency, and reduce the amount of starch loss in tea leaves. The problem is that the harvester machines that are operated in most tea plantations in Indonesia are imported. The harvester machine operators have the potential to experience skeletal, muscular, and peripheral nerve disorders called Musculoskeletal Disorders (MSDs). This study aims to evaluate the design of the type GT 120 Ochiai tea leaf harvester machine based on operator anthropometry and to find the operator's working posture during the tea picking process that needs immediate improvement. Anthropometric data were collected through measurements of the operator's body dimensions, while biomechanical data were collected through video recordings of the work-movements of all operators in operating the machine with a land slope of 5o – 10oand a land slope of 35o–40o at a plant height of 75 cm to 110 cm. Data analysis was performed using the REBA (Rapid Entire Body Assessment) and OWAS (Ovako Working Posture Analysis) methods. The results showed that the design of the type GT 120 Ochiai engine was in accordance with the operator's anthropometry. The results of REBA analysis show that there is a high work risk when operating the harvester machine, namely in the land conditions with a slope of 35o – 40o with a plant height above 100 cm and when moving the sacks of the harvest to a temporary shelter. Meanwhile, according to the results of the OWAS analysis, it is necessary to take corrective action as soon as possible, namely the position of operator 3 and operator 4 and it is necessary to change the position of operator 1 and operator 2. Based on the results of the REBA and OWAS analysis, it is better if the operator’s work shift changes in machine operation with the slope of the land 35o – 40o.
Desain dan Uji Kinerja Mesin Pemarut Sagu Tipe TPB 01 Ahmad Thoriq; Agus Sutejo
agriTECH Vol 37, No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5160.16 KB) | DOI: 10.22146/agritech.12789

Abstract

Sago processing conducted by the people of Papua have used grater, but it lacks of attention on food safety because one of iron part (corrosion) having contact to the sago. However, it may affect the quality of sago starch. This study aimed to design and to test the performance of machine grater use stainless steel grade eyes. The method used was through the engineering design approach consists of problem identification, formulation and refinement of the design concept, design analysis and work drawing, machinery manufacturing, functional testing and performance testing. The results showed that the designed sago grater machines has a capacity of 649.38 kg/h at a speed of 1400 rpm rotary cylinder grate, and the sago pith loss rate of 6.71%. ABSTRAKPengolahan sagu yang dilakukan kelompok masyarakat di Pulau Papua hanya menggunakan mesin pemarut. Namun mesin pemarut yang digunakan kurang memperhatikan faktor keamanan pangan karena ada bagian alat yang kontak dengan empulur sagu yang terbuat dari besi yang mudah berkarat. Hal ini tentunya akan mempengaruhi mutu dan kualitas pati sagu yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan desain dan uji kinerja mesin pemarut sagu dengan mata parut stainless steel. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu melalui pendekatan rancangan teknik yang terdiri atas indentifikasi masalah, perumusan dan penyempurnaan konsep desain, analisis desain dan gambar teknik, pembuatan mesin, uji fungsional, dan uji kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin pemarut sagu hasil rancangan memiliki kapasitas 649,38 kg/jam pada kecepatan putar silinder parut 1400 rpm, dan tingkat kehilangan empulur sagu sebesar 6,71%.
Co-Authors Abdulazizi Cahyadi, Hasani Achsyan, Dimas Habibie Adittia Hary Nugraha Afrizal, Sulwani Husna Agus Sutejo Amorita Iqradiella Andika Herianto Simarmata Arif Purwonugroho Arip, Muhamad Arum, Marsya Sekar Asep Yusuf Asri Widyasanti Asri Widyasanti Asri Widyasanti Bonie Pamungkas Boy Macklin Pareira Prawiranegara Daffa Khoiris Daffa Khoiris Darmawan Hidayat, Darmawan Desi Yunita Drupadi Ciptaningtyas Dupadi Ciptaningtyas Fadillah , Helmi Fadzar Bagas Akbar Fahmi Rizal Fahmi, Zulfikar Fahrizi, Ahmad Luthfi Febi Febriansyah Fikrialdis Rifki Ganjar Dianugraha Alam Haniifah, Nabiilah Rosyiidah Nuur Hasta Pratopo, Lukito Imaduddin, Luthfie Hafidz In-In Hanidah Intan Aprilia Isbandi, Fitri Susiswani Ismail Maskromo Iwan Setiawan Iwan Setiawan Khoiris, Daffa Kralawi Sita Krawali Sita Kusno, Kuswarini Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Lisa Oktavia Br Napitupulu Lukito Lukito Hasta Pratopo Lukito Hasta Pratopo Lukito Hasta Pratopo Lukito, Lukito Hasta Pratopo Luthfie Hafidz Imaduddin Masrukan Masrukan Moch Ilham Khoerulloh Muhamad Mas’ud Mutia Safira Nadia Karimah Nadia Karimah Nanda, Muhammad Achirul Natasha, Ariska Dwi Nugraha, Adittia Hary Nur Adhillah, Syahla Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurima, Pradilla Alfa Pandi Pardian Pratopo, Lukito Hasta Putri, Cyrille Nailah Rifda Rahayu, Karina Amelia Raka Rabean Alifazza Reza Permana Aji Rifaldhy, Muhammad Rizki Mulya Sampurno, Rizki Mulya Rizky Mulya Samporno Rizky Mulya Sampurno Roni Kastaman Sakti, Habil Tria Sam Herodian Sampurna, Rizky Mulya Sarifah Nurjanah Sarifah Nurjanah Sella Fiana Sintia Ayu Listina Sita Halimatus Sa’diyah Sita Halimatus Sa’diyah Sondang Kiki Rosita Sophia Dwiratna Nur Perwitasari Sophia Dwiratna Nur Perwitasari Syafa Bunga Azzahra , Aura Syauqi Hisyam Shafiyullah TATI NURHAYATI Totok Herwanto Totok Herwanto Totok Herwanto Tuti Karyani Wahyu Gunawan Wahyu Kristian Sugandi Yulni, Tri Zaida Zaida