Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN RATAHAN TIMUR KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Celeste, Jessica M.; Kapantow, Nova H.; Kawatu, Paul A.T.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan syarat mendasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, makanan yang di konsumsi berpengaruh pada status gizinya. Status gizi kurang terjadi apabila tubuh kekurangan zat-zat gizi esensial. Setiap tahun lebih dari sepertiga kematian anak di dunia berkaitan dengan masalah kurang gizi, yang dapat melemahkan daya tahan tubuh sehingga anak rentan terkena penyakit. Jika angka status gizi kurang terus bertambah, maka secara perlahan kekurangan gizi akan berdampak pada tingginya angka kematian ibu, bayi, dan balita, serta rendahnya umur harapan hidup. Memberikan ASI sebagai makanan terbaik bagi bayi merupakan langkah awal untuk membangun manusia Indonesia yang sehat dan cerdas di masa depan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pemberian ASI dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi yaitu anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Timur dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sehingga didapati 70 sampel. Digunakan kuisioner untuk mengukur riwayat pemberian ASI. Variabel status gizi diukur menggunakan pengukuran antropometri dengan alat timbangan untuk mengukur berat badan serta microtoise untuk mengukur tinggi badan, kemudian menghitung Z-score. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 15,9% gizi kurang, 18,8% pendek dan 13,0% kurus. Berdasarkan hasil uji chi square didapati nilai p > 0,05 yang berarti daat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U, TB/U dan BB/TB pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara.Kata Kunci: Riwayat Pemberin ASI, Status GiziABSTRACTNutritional status is a fundamental requirement for the growth and development of children, the food consumed affects the nutritional status. Poor nutritional status occurs when the body lacks essential nutrients. Every year more than one third of child deaths in the world are related to malnutrition, which can weaken the immune system so that children are vulnerable to disease. If the number of nutritional status is not continuously increasing, then slowly malnutrition will have an impact on the high mortality rate of mothers, infants, and toddlers, as well as low life expectancy. Providing ASI as the best food for babies is the first step to building healthy and smart Indonesian people in the future. The purpose of this study is to find out whether there is a relationship between breastfeeding and nutritional status in children aged 24-59 months in Ratahan Timur District, Southeast Minahasa Regency. This research is an analytic observational study with cross sectional design. The population is children aged 24-59 months in Ratahan Timur District with inclusion and exclusion criteria. Sampling was done by purposive sampling so that 70 samples were found. Questionnaires were used to measure the history of breastfeeding. Variable nutritional status was measured using anthropometric measurements with scales to measure weight and microtoise to measure height, then calculate the Z-score. The results of this study were that there were 15.9% malnutrition, 18.8% short and 13.0% thin. Based on the results of the chi square test found p value> 0.05 which means that it was concluded that there was no relationship between the history of breastfeeding with nutritional status based on BB / U index, TB / U and BB / TB in children aged 24-59 months in Ratahan Subdistrict East of Southeast Minahasa Regency.Keywords: Breastfeeding History, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI DESA WORI KECAATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Sahara, Sri G.; Amisi, Marsella D.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor sangat terpenting dalam menentukan kualtas sumber daya manusia. Salah satu indikator yang menentukan pertumbuhan anak yaitu dari kulitas status gizi yang begitu  sangat baik. Adalagi faktor yang dapat mempengaruhi status gizi anak yaitu pendidikan, pekerjaan dan juga pendapatan . Tujuan penelitian ini mencari hubungan antara status sosial ekonomi dgn status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Desain penelitian ini yang digunakan yaitu  analitik Cross-Sectional. Populasi adalah seluruh anak dengan usia 24-59 bulan, dengan sampel penelitian ini seluruh jumlh populasi yaitu 95 anak. Penelitian di laksanakan  bulan Mei-Juni 2019. Hasil penelitian  menunjukkan status gizi bedasarkan (BB/U) status gizi kurang 11 (11,6 %) dan status gizi baik  84 (88,4%). Indeks status gizi (BB/TB) status gizi kurus sebanyak 15 (15,8%) dan 80 (84,2%) status gizi normal. Indeks status gizi  (TB/U) 19 (18,9)  pendek dan (IMT/U) status gizi kurus sebanyak 18 (18,9%) dan 77 (81,1%) status gizi normal. Karakteristik status sosial ekonomi seperti pendidikan orang tua mendominasi pada tingkat pendidikan rendah. Sebanyak 87,4% ibu  bekerja di dalam rumah atau menjadi Ibu Rumah Tangga. Pendapatan keluarga sebagian termasuk pendapatan rendah 87 (91,6%). Berdasarkan hasil uji chi quare  ada hubungan antara pendidikan ayah dengan status gizi (IMT/U)  (p= 0.001). Pendidikan ibu (IMT/U)  (p= 0,001). Berdasarkan hasil  Fisher Exact test ini tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi (IMT/U) (p= 0.591) & begitu juga tiadak terdapat adanya hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi (IMT/U) (p= 0,345). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara pendidikan orang tua dengan status gizi anak (IMT/U), pekerjaan ibu serta pendapatan keluarga tidak terdapat hubungan dengan status gizi anak (IMT/U). Disarankan kepada orangtua untuk memperhatikan lebih baik  lagi asupan makanan bagi anak baik dari segi yang  berkualitas maupun kuantitas. Juga bagi orang tua harus rajin pergi ke posyandu mencari informasi dengan mengikuti penyuluhan-penyuluhan tentang masalah gizi pada anak.  Kata Kunci: Sosial Ekonomi Dan Status Gizi  ABSTRACTNutrition is an essential factor in determining the quaity of human resources. One indicator that determines the growth of chiildren is the quality of good nutritional statuss. The factors that can affect the nutritionl status of children are educatioon, employment, and incomee. The purpose oof this study to lok is for a relationship between socioeconomic status nutritional status  children aged 24-59 months in Wori Village, Wori District, North Minahasa Regency. The design of this researchh is analytic design with a Cross-Sectional approach. The population is all children aged 24-59 monthss, the sample of this study is the total population of 95 children. This research was conducted in May-June 2019. Based on nutritional status a (BB/U) there were 11 (11.6%) underweight and 84 (88.4%) good nutritin. Nutritional status index (BB/TB) contained thin nutritional status of 15 (15.8%) and 80 (84.2%) normal nutrition. Nutritional status index (TB/U) and (IMT/U) there are underweight nutritional status of 18 (18.9%) and 77 (81.1%) status normal nutrition. Characteristics of socioeconomic status such as mother and father education predominate at low levels of education. As many as 87.4% of mothers do not work or become a housewife. Family income is mostlly included in the low incme of 87 (91.6%). Based on the results of the chi-square test, the father 's education (IMT/U) is obtained p-value = 0.001. Maternal education (IMT/ U) p-value = 0.001. Based on Fisher Exact test Work motheer test results (IMT/U) p = 0.591 and family incomee (IMT/ U) p = 0.345. This study concludes that the father education and mother' education have a relationship with the nutritional status of children (IMT / U), and maternal work and family income have no relationship with the nutritional status of children (IMT/ U). It is recommended for parents to pay attention to food intake for children both in terms of quality and quantity. Also for parents to be diligent in going to the Integrated Healthcare Center looking for information by following counseling about nutrition problems in children. Keywords: Socio-Economic and Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOLONGAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Agian, Grasila; Kapantow, Nova H.; Momongan, Nita R.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak balita merupakan golongan penduduk rawan gizi dan kelompok usia yang dianggap sebagai penentu derajat kesehatan masyarakat karena usia tersebut merupakan pangkal dari status kesehatan masyarakat dimulai. Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Kolongan Kabupaten MInahasa Utara. Desain penelitian yang digunakan yaitu survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita di wilayah kerja Puskesmas Kolongan Kabupaten Minahasa Utara yang berusia 24-59 bulan dengan jumlah 734. Sampel dihitung menggunakan rumus slovin dan didapatkan total sampel sebanyak 88 balita. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik fisher’s exact test diperolah hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara sikap merawat dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=0,330), TB/U (ρ=0,960), BB/TB (ρ=0,805). Tidak terdapat hubungan antara sikap memberi makan dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=0,883), TB/U (ρ=0,966), BB/TB (ρ=1000). Tidak terdapat hubungan antara praktek merawat dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=1000), TB/U (ρ=0,297), BB/TB (ρ=0,546). Tidak terdapat hubungan antara praktek memberi makan dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U (ρ=0,946), TB/U (ρ=0,524), BB/TB (ρ=0,523). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pola asuh dengan status gizi pada anak balita usia 24-59 bulan diwilayah kerja Puskesmas Kolongan Kabupaten Minahasa Utara.Kata Kunci: Pola Asuh, Status GiziABSTRACTChildren under five are a group of nutritional prone population and age group considered as a determinant of the degree of public health because that age is the base of public health status begins. The nutritional status of children under five is one indicator that describes the level of community welfare. The purpose of this study is to determine the relationship between parenting with nutritional status of children under five in the working area of Kolongan Health Center, North Minahasa District. The research design used was analytic survey with cross sectional design. The population in this research is toddlers in the working area of Kolongan Health Center, North Minahasa Regency which is 24-59 months with the number of 734. The sample is calculated using slovin formula and the total of 88 samples. The results are based on statistic fisher's exact test result showed that there was no correlation between caring attitude with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 0,330), TB / U (ρ = 0,960), BB / TB (ρ = 0,805). There was no correlation between feeding attitude with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 0,883), TB / U (ρ = 0,966), BB / TB (ρ = 1000). There is no correlation between caring practice with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 1000), TB / U (ρ = 0,297), BB / TB (ρ = 0,546). There was no correlation between feeding practice with nutritional status based on index of BB / U (ρ = 0,946), TB / U (ρ = 0,524), BB / TB (ρ = 0,523). The conclusion of this research is there is no correlation between parenting with nutritional status at 24-59 months child in working area of Puskesmas Kolongan, North Minahasa Regency.Keywords: Parenting, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Waani, Miracle B.; Malonda, Nancy S.H; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses pencernaan, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan. Pola asuh merupakan interaksi antara anak dengan orang tua dalam hal mendidik, membimbing, merawat, memberikan makan, pemeliharaan kesehatan dan mendisiplinkan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis apakah ada hubungan antara pola asuh dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di Desa Tateli Weru Kec. Mandolang Kab. Minahasa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh anak berusia 24-59 bulan di Desa Tateli Weru Kec Mandolang, dan penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel, jadi sampel berjumlah 72 balita. Hasil uji statistik dalam penelitian ini menunjukkan status gizi dengan indikator BB/U gizi baik 75,0%, dan gizi kurang 25,0%. Indikator TB/U tinggi 6,9%, normal 63,9%, pendek 22,2%, dan sangat pendek 6,9%. Indikator BB/TB gemuk 8,3% normal 59,7%, kurus 18,1%, sangat kurus 13,9%. Sedangkan, Pola asuh ibu dalam hal ini praktik pemberian makan anak yang baik berjumlah 48,8% dan kurang baik sebesar 51,4%. Praktik merawat anak yang baik berjumlah 72,2% dan kurang baik berjumlah 27,8%. Berdasarkan hasil uji chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara praktik pemberian makan anak dengan status gizi BB/U, dan TB/U, juga tidak terdapat hubungan antara praktik merawat anak dengan status gizi BB/U dan TB/U, tetapi terdapat hubungan antara praktik praktik pemberian makan anak dengan status gizi BB/TB dan praktik merawat anak dengan status gizi BB/TB pada anak usia 24-59 bulan di Desa Tateli Weru, Kec Mandolang, Kab Minahasa Kata kunci: Balita, Pola Asuh, Status Gizi. ABSTRACTNutrition is an organisms process of using food that is consumed normally through the process of digestion, absorption, transportation, storage, metabolism, and release of substances that are not used. Parenting is an interaction between children and parents in terms of educating, guiding, caring, providing food, maintaining health and disciplining children. The purpose of this research was to analyze whether there is a relationship between parenting and nutritional status in children aged 24-59 months in Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency. This research uses analytic observational research with cross sectional approach. The population of this research was all children aged 24-59 months in the village of Tateli Weru, Mandolang District, and this study used a total sampling which the entire population was sampled, so the sample was 72 toddlers. The results of statistical tests in this study indicate the nutritional status with indicators of Body Weight/Age good nutrition 75.0%, and malnutrition 25.0%. The indicator of Body Height/Age is high 6.9%, normal 63.9%, short 22.2%, and very short 6.9%. Indicator of Body Weight/Body Height is 8.3% fat, 59.7% normal, 18.1% thin, 13.9% very thin. Meanwhile, the mother's parenting in this case good child feeding practices amounted to 48.8% and less than good at 51.4%. The practice of caring for good children is 72.2% and not good is 27.8%. Based on the results of the chi square test shows there is no relation between the practice of child feeding with nutritional status of Body Weight/Age, and Body Height/Age, also there is no relation between the practice of caring for children with the nutritional status of Body Weight/Age and Body Height/Age, but there is a relationship between practice the practice of feeding children with Body Weight/Body Height nutritional status and the practice of caring for children with Body Weight/Body Height nutritional status in children aged 24-59 months in Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency. Keywords: Toddler, Parenting, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA TINGGI BADAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN PASAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Toliu, Siti Nurjanah K.; Malonda, Nancy S.H; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pervalensi stunting pada tahun 2017 terdapat 23% dari seluruh anak di dunia usia dibawah 5 tahun mengalami stunting. Stunting masih merupakan masalah gizi yang menjadi tantangan bagi Indonesia, terdapat  36,4% anak-anak di indonesia usia dibawah 5 tahun mengalami stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan ayah, ibu, dan orang tua dengan kejadian stunting. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional, dilaksanakan di Kecamatan Pasan pada bulan Mei sampai Oktober tahun 2018. Populasi pada penelitian ini berjumlah 248, sampel di ambil dengan cara purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Data tinggi badan balita dan orang tua diperoleh dengan mengukur tinggi badan dengan menggunakan microtoise ketelitian 0,1 cm. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh pervalensi ayah pendek sebesar 9%, pervalensi ibu pendek sebesar 15%, dan  kejadian stunitng balita 19%. Hasil uji chi square tidak terdapat hubungan antara tinggi badan ayah dengan kejadian stunting (p value = 0,064), sadangkan untuk tinggi badan ibu terdapat hubungan dengan kejadian stunting (p value = 0,000), untuk tinggi badan orang tua terdapat hubungan dengan kejadian stunting (p value = 0,000).  Kata Kunci : orang tua, stunting, anak usia 24-59 bulan ABSTRACTThere are 23% of stunting prevalence from all children across the world that under 5 years old in 2017 that experiencing stunting. Stunting is still a nutritional problem, that is a challenge for Indonesia, there are 36.4% of children in Indonesia under the age of 5 years experiencing stunting. The purpose of this study was to determine the relationship between height of father, mother, and parents with the incidence of stunting. This study was an analytic observational study with a cross sectional research design, carried out in Pasan Sub-District in May to October 2018. The total population in this study are 248, samples were taken by purposive sampling with a sample of 100 respondents. Data on the toddlers and parents height is obtained by measuring height by using a microtoise accuracy of 0.1 cm. The Data analysis that the researcher used was the chi square test. The results showed that the prevalence of short fathers was 9%, short mother prevalence was 15%, and the incidence of stunting in under-fives was 19%. The results of the chi square test did not have a relationship between father's height and the incidence of stunting (p value = 0.064), while that mother height was associated with the incidence of stunting (p value = 0,000), for parents  height there is a relationship with the incidence of stunting ( value = 0,000). Keyword : parents, stunting, children aged 24-59 months­
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN PASAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Tira, Tita O.K.; Kapantow, Nova H.; Momongan, Nita R.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI merupakan sebuah energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupan. Kandungan yang terdapat dalam ASI dapat memenuhi kebutuhan zat gizi bayi dan merupakan makanan ideal bagi bayi. Cakupan pemberian ASI di Kecamatan Pasan terbilang masih rendah yaitu 27,9% untuk pemberian ASI sampai 24 bulan dan 27,7% untuk pemberian ASI Eksklusif. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan Status Gizi anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian dilakukan secara cross sectional pada 100 responden pada bulan September sampai Oktober 2018, dilakukan di Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara, metode yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, dan digunakan sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Uji statistic dianalisis dengan uji Chi Square dilanjutkan menggunakan uji fisher’s exact, bermakna apabila nilai p value <0,05. Hasil penelitian terdapat 59% responden memberikan ASI eksklusif, 78% memberikan Kolostrum dan 29% mendapatkan ASI 24 bulan. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pemberian Kolostrum dengan Status Gizi berdasarkan BB/TB (p=0,037) dan kemudian tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan Status Gizi berdasarkan BB/U,TB/U,BB/TB, tidak ada hubungan antara pemberian Kolostrum dengan Status Gizi berdasarkan BB/U,TB/U, tidak ada hubungan pemberian ASI 24 bulan dengan Status Gizi berdasarkan BB/U,TB/U,BB/TB.Kata Kunci : Riwayat Pemberian ASI, Status GiziABSTRACTASI contains all the energy and nutrition that babies need for the first months of life. Content that contained in ASI can fulfill nutrition that the baby needed and ideal meal for baby. Scope of giving ASI in Pasan district is still low, about 27.9% for breastfeeding for up to 24 months and 27.7% for exclusive breastfeeding. The purpose of this study is to know the correlation between history of breastfeeding and nutritional status of children aged 24-59 months in Pasan sub-district, Southeast Minahasa regency. The study conducted cross-sectionally to 100 respondent on September until October 2018, it was held in Pasan district, Southeast Minahasa regency, by using purposive sampling methode, using sample that have been fullfill inclusion and exclusion criteria. Statistical test were analyzed by Chi Square test followed by the fisher’s exact test, it considened meaningful if p value was <0.05. Results of the study showed that 59% respondents gave exclusive breastfeeding, 79% gave Colostrum and 29% got ASI for 24 months. The results of bivariate analysis showed that there was a correlation between the giving of colostrum with nutritional status depending on BB / TB (p = 0.036) and there is no correlation between the giving exclusive breastfeeding and nutritional status depending on BB / U, TB / U, BB / TB, there is no correlation between the giving of Colostrum with Nutritional Status based on BB / U, TB / U, there was no correlation between 24 months breastfeeding and nutritional depending on BB / U, TB / U, BB / TB.Keywords: history of breastfeeding, Nutritional Status
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PELAJAR KELAS VII DAN VIII DI SMP KRISTEN TATELI KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Mulalinda, Chendany W.; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi merupakan suatu keadaan yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan serta kesejahteraan baik individu maupun kelompok. Remaja merupakan kelompok yang rentan gizi, remaja memerlukan makanan yang memadai baik dari segi kuantitas maupun segi kualitas. Penelitian ini di lakukan di SMP Kristen Tateli pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Cross Sectional (Potong lintang) dengan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 70 pelajar. Hasil penelitian ini menunjukkan pelajar dengan status gizi normal sebesar 54,3%, status gizi gemuk sebesar 27,1% dan status gizi obesitas sebesar 18,6%. Tingkat asupan karbohidrat yang paling banyak pada kategori cukup sebesar 64,3%, pada tingkat asupan protein paling banyak pada kategori cukup sebesar 52,9% dan pada tingkat asupan lemak paling banyak  pada kategori cukup yaitu sebesar 61,4%. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara asupan zat gizi makro (Karbohidrat, Protein dan Lemak) dengan status gizi pelajar kelas VII dan VIII di SMP Kristen Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Misnahasa (p=0,000). Kata Kunci : Asupan Zat Gizi Makro (Karbohidrat, Protein dan Lemak), Status Gizi, Siswa SMP ABSTRACTNutrition problem was a condition that can cause disruption to the health and well-being of both individuals and groups. Adolescents are a group that was vulnerable to nutrition; adolescents need adequate food both in terms of quantity and quality. This research was conducted at Tateli?s Christian Junior High School from June to August 2019. This study used a Cross Sectional study by using the Spearman Rank test with a 95% confidence level. The numbers of respondents in this study were 70 students. The results of this study indicated that students with normal nutritional status by 54.3%, fat nutritional status by 27.1% and nutritional status for obesity by 18.6%. The highest level of carbohydrate intake in the sufficient category was 64.3%, the highest level of protein intake was in the moderate category of 52.9% and the highest level of fat intake in the sufficient category was 61.4%. Statistical test results show a correlation between the intake of macro nutrients (carbohydrates, protein and fat) with the students nutritional status of grade VII and VIII at Tateli?s Christian Junior High School, Mandolang District, Minahasa Regency (p = 0,000). Keywords: Intake of Macro Nutrition (Carbohydrate, Protein and Fat), Nutritional Status, Students
HUBUNGAN ANTARA USIA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PERTAMA KALI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOMBOS KOTA MANADO Mahardhika, Fajri; Malonda, Nancy S.H; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok usia dibawah 5 tahun (Balita) merupakan kelompok yang rawan gizi karena mempunyai kebutuhan untuk tumbuh kembang yang relatif tinggi dibandingkan orang dewasa. Sedangkan umur 7 bulan merupakan titik awal timbulnya masalah gizi kurang karena diperkirakan pada usia 6 bulan kandungan zat gizi ASI sudah mulai berkurang, sedangkan pemberian makanan pendamping ASI mulai mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia pemberian makanan pendamping asi (MP-ASI) pertama kali dengan status gizi anak usia 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas kombos kota manado. Metode penelitian ini bersifat observasional analitik dengan mengunakan rancangancros-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulai Mei 2017- Juni 2017 di Wilayah Keja Puskesmas Kombos Kota Manado. Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 216 bayi yang berusia 6-12 bulan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 68 bayi yang memenuhikriteria inklusi dan eklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analais data yang digunakan adalah analisis univariat dana analisi bivariat dengan mengunakan uji chi-square. Hasil penelitian menujukan bayi yang diberikan MP-ASI tidak tepat (54,4%) dan diberiakan MP-ASI tepat (45,6%). Penelitian ini terdapat (82,4%) bayi yang memiliki status gizi baik, (12,7%) bayi yang memiliki status gizi kurang dan (2,9%) bayi yang memiliki status gizi lebih. Kesimpulan tidak terdapat hubungan antara usia pemberian makanan pemdamping ASI (MP-ASI) pertama kali dengan status gizi anakKata Kunci: Pemberian Makanan Pendamping Asi, Status Gizi AnakABSTRACTChildren under 5 years old (Balita) is a susceptible group to nutrition because their need for growth is relatively high compared to adults. The age of 7 months is the starting point of the emergence of malnutrition problems because it is estimated that at the age of 6 months the nutritional content of breast milk has begun to decrease, while the complementary feeding of breast milk (weaning food/MP-ASI) begins to suffice. This study was aim to analyze the relationship of the age of first providing weaning food (MP-ASI) to nutritional statues of children age 6-12 months in Kombos Manado city primary health center coverage area. This study used analytical observational method using a cross-sectional design. The study was conducted in May 2017 to June 2017 at Kombos Manado city primary health center coverage area. The population in this study was 216 infants aged from 6 to 12 months. The number of samples in this study was 68 infants who fulfilled inclusion and exclusion criteria. The instrument used was a questionnaire. Data analysis were carried out in univariate and bivariate analysis by chi-square test. The study showed that infants who are given MP-ASI at age of ≤ 6 months (54.4%) and infants who are given MP-ASI at age > 6 months (45.6%). This study also revealed that infants with good nutritional status (82.4%), infants with poor nutritional status (12.7%) and infants with excessive nutritional status (2.9%). From this study it can be concluded that there was no relationship of age first providing MP-ASI to the nutritional status of infants aged from 6 to 12 months.Keywords : Complementary Feeding, Nutrional Status Of The Child
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOYA KABUPATEN MINAHASA Pangalila, Yesenia Veronika; Punuh, Maureen I.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global, Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar, tahun 2013 prevalensi stunting (PB/U) pada anak balita di Indonesia sebesar 36,4%. Data hasil PSG tahun 2016 dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, presentase balita stunting di Sulawesi Utara sebesar 21,2%, nilai presentase ini masuk dalam kategori masalah ringan stunting. Untuk Kabupaten Minahasa presentase balita stunting (PB/U) sebesar 24%. Data tahun 2017 yang diperoleh dari Puskesmas Koya, cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja puskesmas ini hanya 19,8%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan stunting pada balita usia 6 – 24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Koya Tondano. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Koya dengan jumlah sampel 90 anak. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan ρ = 0,05. Hasil analisis univariat jumlah anak yang berstatus gizi pendek sebesar 23,3% dan anak yang menerima ASI eksklusif sebesar 33,3%. Hasil analisis data hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dan stunting adalah ρ = 0,017. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, riwayat pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan yang bermakna dengan stunting.Kata Kunci: ASI Eksklusif, StuntingABSTRACTGlobally, Indonesia is the country with the fifth largest stunting prevalence, in 2013 the prevalence of stunting (BL/A) in toddlers in Indonesia amounted to 36,4%. The result data of Determination of Nutritional Status from Provincial Health Office in North Sulawesi, the percentage of stunting in North Sulawesi toddler amounted to 21.2%, this percentage value entered in category light problem stunting. For the Regency of Minahasa the percentage of stunting toddler is 24%. While the data for 2017 obtained from PHC Koya, coverage of exclusive breast feeding in the clinics area is only 19.8%. The purpose of this research is to know the existence of the relationship between exclusive breast feeding history with stunting on toddlers ages 6 – 24 months in a work-area of PHC Koya Tondano. The design of this research is cross-sectional approach. The population in this research is all toddlers aged 6-24 months in working area Clinics Koya. Data analysis univariate is used and bivariate use chi-square test with ρ = 0.05. The results of the univariate analysis for the children with nutritional status short is 23.3% and children who receive exclusive breast feeding is 33.3%. The results of the data analysis relationship between exclusive breast feeding history and stunting is ρ = 0.017. Conclusion of this research is the history of exclusive breast feeding, have a meaningful relationship with stunting.Keywords: Exclusive Breast Feeding, Stunting.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI BERUSIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAILANG KOTA MANADO Alimuddin, Nuraini M N; Kapantow, Nova H.; Kawengian, Shirley E.S
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian ASI Eksklusif belum mencapai angka yang dihrapkan untuk mencapai target nasional sebesar 80%. Hasil data Riskesdas pada tahun 2013 menunjukkan pemberian ASI eksklusif di Indonesia saat ini masih sangat memperihatikan persentase bayi yang mendapat ASI eksklusif sampai 6 bulan hanya 30,2 %. Berdasarkan laporan indikator pembinaan gizi masyarakat pada tahun 2016 cakupan pemberian ASI eksklusif di Dinkes Kota Manado menunjukan bahwa persentase ASI eksklusif sebesar 36,9 % dan cakupan pemberian ASI eksklusif pada bulan januari sampai bulan juni 2017 untuk usiabayi 6-12 bulan dari 130 di Wilayah KerjaPuskesmas Bailang, yang mendapatkan ASI eksklusif hanya 35,7 % bayi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan dan sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bailang Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik, dengan pendekatan cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai bayi berusia 6-12 bulan sebanyak 98 ibu sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang didapatkan melalui wawancara menggunakan kuesioner.Analisis data menggunakan ujistatistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 6-12 bulan dengan menggunakan uji chi square didapatkan hasil p = 0,392 > 0,005. Untuk sikap ibu dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 6-12 bulan tidak terdapat hubungan dengan hasil p = 0,714 > 0,05. Saran bagi ibu perlu meningkatkan kesadaran bahwa pentingnya pemberian ASI eksklusif. Selain itu juga ibu perlu meningkatkan pengetahuan tentang ASI eksklusif sehingga ibu dapat memberikan ASI eksklusif yang baikdan benar kepada anaknya.Kata kunci : Pengetahuan Ibu, Sikap Ibu, ASI eksklusifABSTRACTExclusive Breastfeeding Achievement has not reached the number reached to reach the national target of 80%. Riskesdas data results in 2013 showed exclusive breastfeeding in Indonesia is still very concerned about the percentage of infants who received exclusive breastfeeding until 6 months only 30.2%. Based on the report on indicators of community nutrition development in 2016 coverage of exclusive breastfeeding in the Manado City Health Office showed that the percentage of exclusive breastfeeding was 36.9% and exclusive breastfeeding coverage from January to June 2017 for 6-12 months of infancy from 130 in the Working Area of Public Health Center Bailang, who get exclusive breastfeeding only 35.7% of infants. The purpose of this research is to know the relationship and attitude of mother with exclusive breast feeding in Work Area of Bailang Health Center of Manado City. This research uses analytic survey research method, with cross sectional study approach. Samples in this study were mothers who had infants aged 6-12 months as many as 98 mothers according to inclusion and exclusion criteria. Data obtained through interviews using questionnaires. Data analysis using Chi Square statistics. The results showed that there was no correlation between maternal knowledge with exclusive breastfeeding in infants aged 6-12 months using chi square test obtained p = 0,392> 0,005. For the mother's attitude with exclusive breastfeeding in infants aged 6-12 months there is no relationship with the results p = 0.714> 0.05. Suggestions for mothers need to raise awareness that the importance of exclusive breastfeeding. In addition, mothers need to increase knowledge about exclusive breastfeeding so that mothers can provide exclusive breastfeeding good and true to their children.Keywords: Mother Knowledge, Mother's Attitude, Exclusive ASI
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring abram, rani angraini Adisti A. Rumayar Adrian Umboh Agian, Grasila Alexander S. L. Bolang Alimuddin, Nuraini M N Amisi, Marsella D. Anastasia G.A. Kapahang Aring, Enjelia S. Axel Umboh Billy J. Kepel Bolang, Alexander Celeste, Jessica M. Dina Rombot Doda, Diana V.D. Eirene Maradesa, Eirene Elma P. Tonapa Enji Virginia Tampi Ester C. Musa Estrelita, Tudus Gabriella Fatimawali . Grace Korompis Gregoria S. S. Djarkasi Gunawan, Deni Halik, Nabila Hartina, Putri Rahayu Haryanti, Clarista M. Hendra A. Herlambang, Hendra A. Irot, Rodela A. Jacobus, Cecilia R Jeanette I. Ch. Manoppo Josri Mandiangan Kairupan, Calista A. Kairupan, Tara S. Kansil, Trily Ida Lurista Kapojos, Francess W. S. Kaunang, Timothy Abiel Salomo Kawatu, Paul A.T Kawengian, Shirley E.S Kawengian, Shirley ES. Kojongian, Cindy F. Korompis, Grace Esther Caroline Lamia, Filia Lucia C. Mande, Lucia C. Lumente, Kalista Mahardhika, Fajri Makalew, Megawati S. Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Margareth Sapulete Marsella D. Amisi Marsilia Laila Martha M. Kaseke Maulydia, Nur B. Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya S. Putri, Maya S. Meiny O. Manumpil Mokodompit, Erza P. Momongan, Nita Momongan, Nita R, Mulalinda, Chendany W. Murty Ekawaty M, Murty Ekawaty Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nasaru, Umria Nelly Mayulu Ngenget, Cindy V. Niode, Nurdjannah Jane Nita R. Momongan, Nita R. Nora Poluan Novita Tombokan Nurdjannah J. Niode Panese, Janitha M. Pangalila, Yesenia Veronika Pangalo, Risye Melinda Pantungan, Mersy Junistia Patimbano, Brenda Lavenia Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T Kawatu Paul A.T Kawatu Paul A.T. Kawatu Paul A.T. Kawatu Pratasis, Neni N. Pratiwi, Ageng Ingrit Pua, Tita L.C.A. Punuh, Maureen Irinne Purba, Elisa A. Pusida, Jesika Natalia Ramoh, Andrea Putra Ridzka Cristina, Ridzka Risa K. F. Sahalessy, Risa K. F. Rompas, Sefti S.J. Rondonuwu, Irene R. Rorimpandei, Cindy Ch. Roring, Deiby Olivia Rotty, Linda WA. Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rudolf Boyke Purba Rumayar, Adisti Aldegonda Rumende, Mada Sahara, Sri G. Sanggelorang, Sweetly Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Simangunsong, Nella P Sumakul, Angel Amelia Suryadi N. N. Tatura, Suryadi N. N. Tamalumu, Aprilia Tambajong, Claudia Angel Tampi, Meiny Ledya Tangel, Pricillia T. Thambas, Arthur Harris Tindangen, Brigita F. N. E Tira, Tita O.K. Tirajoh, Injilia P. Toliu, Siti Nurjanah K. Trina E. Tallei, Trina E. Tuda, Joseft Sem Berth Tumbelaka, Christian Tumiwa, Militia Christy Rebcca Turangan, Brenda D. Ughude, Rezka Utari Waani, Miracle B. Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Wungouw, Herlina Ineke Surjane Wungouw, Herlina IS. Yulianty Sanggelorang