Claim Missing Document
Check
Articles

Found 48 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR ANAK DAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO Cristina, Ridzka; Kapantow, Nova H.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu indikator kesehatan yang dinilai keberhasilan pencapaiannya dalam MDGs adalah status gizi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2014, kasus gizi buruk terbanyak di Kota Manado sebanyak 7 kasus dan balita BGM sebanyak 364 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir anak dan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada anak usia 24 -59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru yang berjumlah 1196 anak. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 101 anak dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis bivariat dan univariat menggunalan uji chi square (CI=95%, α=0,05). Status gizi indikator BB/U sebanyak 23,8% gizi kurang dan 76,2% gizi baik. Indikator TB/U sebanyak 25,7% pendek dan 74,3% normal. Indikator BB/TB sebanyak 9,9% kurus dan 90,1% normal. Berat badan lahir anak sebanyak 98% normal dan 2,0% rendah. Cakupan pemberian ASI Eksklusif kategori dua sebanyak 61,4% dan kategori tiga sebanyak 40,6%. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan lahir anak dengan status gizi. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif kategori dua dengan status gizi. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif kategori tiga dengan status gizi.   Kata Kunci: Status Gizi Anak, Berat Badan Lahir, ASI Ekslusif.     ABSTRACT One of the health indicators that assessed  its success achievment in MDGs is nutritional status. Based on data from North Sulawesi Provincial Health Department in 2014, most cases of severe malnutrition in Manado are 7 cases and 364 toddlers BGM. The purpose of this study is to determine the correlation between children birth weight  and exclusive breastfeeding with nutritional status on 24-59 months old children in Puskesmas Ranotana Weru Manado. This is an observational analytic cross-sectional design. The population in this study is all 24-59 months old children in Puskesmas Ranotana Weru totaling 1196 children. The sample in this study is 101 children by using purposive sampling method. Univariate and bivariate analysis uses chi-square test (CI = 95%, α = 0.05). Nutritional status indicator of BB / U as much as 23.8% malnutrition and 76.2% good nutrition. Indicators TB / U as much as 25.7% short and 74.3% normal. Indicator of BB / TB as much as 9.9% thin 90.1% and normal. Children birth weight as much as 98% of normal and 2.0% low. Coverage of exclusive breastfeeding as much as 61.4% category two and category three as much as 40.6%. There is no significant correation between children birth weight with nutritional status. There is a significant correlation between the two categories of exclusive breastfeeding and nutritional status. There is a significant correlation between the three categories of exclusive breastfeeding and nutritional status.   Keywords: Nutritional Status of Children, Birth Weight, Exclusive Breastfeeding
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN TOMBARIRI TIMUR Tindangen, Brigita F. N. E; Langi, Fima F. L. G; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi penyebab penting kematian dini di seluruh dunia. Hampir satu miliar orang di dunia terkena hipertensi dan dua dari tiga kasus terjadi di negara berkembang. Hampir satu miliar orang di dunia terkena hipertensi dan dua dari tiga kasus terjadi di negara berkembang. Hipertensi merupakan faktor risiko utama kematian 1,5 juta jiwa setiap tahun di wilayah asia tenggara dan timur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada guru di Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Tombariri Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 80 responden. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner GPAQ, PSS dan HARS. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji t-test ditemukan hubungan antara umur dengan kejadian hipertensi (p=0,000) dan uji chi-square ditemukan hubungan antara riwayat keluarga (p=0,000) dan kecemasan (p=0,000) dan tidak ditemukan hubungan antara jenis kelamin (p=1,000), Aktivitas fisik (p=0.141) dan Stres (p=0.866). Kata Kunci: Hipertensi, Umur, Jenis Kelamin, Riwayat Keluarga, Aktivitas Fisik, Stres, Kecemasan ABSRACTHypertension or high blood pressure is one of the public health problems that is an important cause of premature death worldwide. Nearly one billion people worldwide suffer from hypertension and two out of three cases occur in developing countries. Nearly one billion people worldwide suffer from hypertension and two out of three cases occur in developing countries. Hypertension is a major risk factor for death of 1.5 million people each year in the Southeast and East Asia region. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of hypertension in teachers in elementary schools in East Tombariri District. The research method uses a cross sectional approach with a population of 80 respondents. The research instrument used the GPAQ, PSS and HARS questionnaires. The analysis in this study using the t-test found a relationship between age and the incidence of hypertension (p = 0,000) and the chi-square test found an association between family history (p = 0,000) and anxiety (p = 0,000) and no relationship was found between sexes (p = 1,000), physical activity (p = 0.141) and stress (p = 0.866). Keywords: Hypertension, Age, Gender, Family History, Physical Activity, Stress, Anxiety
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOTOLING TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN Turangan, Brenda D.; Amisi, Marsella D.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan keseimbangan antara kebutuhan gizi seseorang dan asupan gizi yang diserap oleh tubuh, jika salah satu kebutuhan gizi tidak terpenuhi maka akan mempengaruhi status gizi seseorang.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran status gizi ibu berdasarkan IMT dan status gizi anak berdasarkan BB/U, TB/U, BB/TB dan IMT/U serta mengetahui hubungan antara status gizi ibu dengan status anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Motoling Timur kabupaten Minahasa Selatan. Desain penelitian yaitu Cross-Sectional dilakukan pada bulan November 2019 sampai April 2020. Sampel pada penelitian ini berjumlah 80 anak dan ibu dihitung menggunakan rumus Slovin. Status gizi ibu (IMT) terdapat 3,7% kurus, 5% gemuk, 5% obesitas dan 86,3% normal. Status gizi anak terdapat 1,3% gizi kurang dan 98,7% gizi baik berdasarkan BB/U. 2,5% sangat pendek, 13,7% pendek dan 83,8% normal berdasarkan TB/U. 2,5% kurus, 3,8% gemuk dan 93,7% normal berdasarkan BB/TB. 3,8% kurus, 3,8% gemuk dan 92,4% normal berdasarkan IMT/U. Berdasarkan hasil uji Spearman didapatkan p = 0,000 dan nilai r = 0,613. Kesimpulannya terdapat hubungan antara status gizi ibu (IMT) dengan status gizi anak usia 24-59 bulan (IMT/U) di Wilayah Kerja Puskesmas Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan dengan nilai r=0,613. Disarankan ibu dapat menjaga asupan makan dan tetap mengawasi pemberian makan kepada anak dan rajin ke Pos Pelayanan Terpadu agar dapat memantau tumbuh kembang anak dengan bantuan kader kesehatan. Kata Kunci: Status Gizi, Anak, Ibu ABSTRACTNutritional status is a balance between a person's nutritional needs and nutritional intake absorbed by the body, if one nutritional requirement is not met it will affect one's nutritional status. The purpose of this study was to determine the description of the nutritional status of mothers based on BMI and nutritional status of children based on BB/U, TB/U, BB/TB and BMI/U as well as knowing the relationship between the nutritional status of mothers with the status of children aged 24-59 months in the Eastern Motoling Health Center working area of South Minahasa district. The research design is Cross-Sectional conducted in November 2019 until April 2020. The samples in this study were 80 children and mothers calculated using the Slovin formula. Maternal nutritional status (BMI) is 3.7% thin, 5% fat, 5% obese and 86.3% normal. The nutritional status of children is 1.3% undernourished and 98.7% good nutrition based on BB/U. 2.5% is very short, 13.7% is short and 83.8% is normal based on TB/U. 2.5% thin, 3.8% fat and 93.7% normal based on BB/TB. 3.8% thin, 3.8% are obese and 92.4% are normal based on BMI/U. Based on the Spearman test results obtained p = 0,000 and the value of r = 0.613. In conclusion there is a relationship between maternal nutritional status (BMI) and nutritional status of children aged 24-59 months (BMI / U) in the Motoling Timur Health Center working area of South Minahasa Regency with a value of r = 0.613. It is recommended that mothers can maintain their food intake and continue to oversee the feeding of children and diligently to the Integrated Service Post in order to monitor the child's growth and development with the help of health cadres. Keywords: Nutrition Status, Children, Mother
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN OPERATOR BOILER DAN TURBIN DI PJBS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP AMURANG Pua, Tita L.C.A.; Kawatu, Paul A.T; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja sering dikeluhkan sebagai salah satu permasalahan ditempat kerja, kelelahan sering atau dapat dirasakan oleh setiap manusia pada saat melakukan aktivitas, baik aktivitas ringan maupun aktivitas berat. Kelelahan kerja disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor usia, jenis kelamin, penyakit dan beban kerja. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian operator boiler dan turbin di PJBS Pembangkit Listrik Tenaga Uap Amurang.Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian adalah semua pekerja operator boiler dan turbin yang berjumlah 41 responden dan seluruh populasi dijadikan subjek dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reaction timer dan Penilaian beban kerja berdasarkan, SNI 7269:200S. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja mendapatakan hasil p-value=0,000 (<0,05) dan nilai r= 0,578 atau korelasi sedang dengan arah hubungan yang positif. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja Operator Boiler dan Turbin di PJBS Pembangkit Listrik Tenaga Uap Amurang. Kata Kunci: Beban Kerja, Kelelahan Kerja ABSTRACKWorking fatigue is often complained of as one of the problems in the workplace, frequent fatigue or can be felt by every human being during activity, both light activity and heavy activity. Working fatigue is caused by factors such as age, gender, illness and workload. The purpose of this research is to know the relationship of physical workload with working fatigue in the workers part of the boiler and turbine operators in PJBS Steam Power Plant Amurang. The research method uses an analytical survey with a cross sectional approach (cut latitude). The population in the study was all the workers of the boiler and turbine operators amounting to 41 respondents and the entire population was made a subject in this study. The instrument used in this research is the reaction timer and assessment of workload based, SNI 7269:200S. Data analysis using Pearson correlation test. This research shows that there is a relationship between physical workloads and work fatigue to be the result of P-value = 0,000 (< 0.05) and the value of R = 0.578 or medium correlation with the direction of a positive relationship. Conclusion in this study there is a link between physical workload with working fatigue in the workers of Boiler and turbine operators in PJBS Amurang Steam Power Plant. Keywoards : Workload, Working Fatigue
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI DI DESA KAYUUWI DAN KAYUUWI SATU KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT Rorimpandei, Cindy Ch.; Kapantow, Nova H.; Malonda, Nancy S.H
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa transisi atau masa peralihan dari anak ke dewasa dan salah satu kelompok rentan gizi. Perkembangan yang terjadi pada individu khusus pada remaja relatif pesat, sehingga dibutuhkan asupan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan remaja. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis apakah terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dengan starus gizi pada remaja putri.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri yang memenuhi syarat kriteria inklusi dan eksklusi yaitu sebanyak 45 responden, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 - Juni 2020 di Desa Kayuuwi dan Desa Kayuuwi Satu Kecamatan Kawangkoan Barat. Instrumen dalam penelitian ini mengunakan kuesioner food recall 24 jam, timbangan digital, dan mikrotoise. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Remaja putri dengan status gizi normal sebanyak 77,8%, status gizi lebih 13,3% dan status gizi obesitas 8,9%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat (p = 0,000; r = 0,552), lemak (p = 0,000; r = 0,575), dan protein (p = 0,020; r = 0,345) dengan status gizi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja putri di Desa Kayuuwi dan Desa Kayuuwi Satu Kecamatan Kawangkoan Barat dan saran dari penelitian ini diharapkan remaja putri lebih memperhatikan pola makanan yang bergizi seimbang. Kata Kunci : Status Gizi, Asupan Zat Gizi Makro , Remaja Putri ABSTRAKAdolescents are a transitional period or a period of transition from child to adult and one of the vulnerable groups of nutrition. The development that occurs in the specific individual in adolescents is relatively rapid, so it is necessary to intake of nutrients that fit the needs of teenagers. The subject in this study is a young woman who qualifies for inclusion and exclusion criteria of 45 respondents, this study was conducted in December 2019 - June 2020 in Kayuuwi village and Kayuuwi one subdistrict of West Kawangkoan. The instruments in this study use a 24-hour food recall questionnaire, digital scales, and microtoise. Data analysis using the Spearman Rank test. Adolescents girls with a normal nutritional status of 77,8%, while young women with a nutritional status of more than 13,3% and young women with a nutritional status of obesity are 8,9%. The results showed that there was a significant link between the intake of carbohydrates (p = 0,000; r = 0,552), fat (p = 0,000; r = 0,575), and proteins (P = 0,020; r = 0,345) with nutritional status. The conclusion of this research is that there is a link between nutrient intake of macro with nutritional status in young women in Kayuuwi village and Kayuuwi Village one district of West Kawangkoan and the advice of this research is expected that the young women are more concerned about the nutritious diet patterns. Keywords : nutritional status, macro nutrient intake, adolescents girl
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Panese, Janitha M.; Kawengian, Shirley; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk balita yang diindikasi oleh berat badan dan tinggi badan balita. Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian ASI Eksklusif, gambaran Status Gizi Balita dan gambaran pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi. Dilakukan dengan Cross Sectional Study dengan sampel sebanyak 81 Balita dengan usia 24 sampai 59 bulan. Alat ukur yang digunakan seperti Kuesioner, Timbangan, dan microtoise. Balita yang mendapatkan ASI Eksklusif sebesar 54.3%. Dari penelitian ini tidak didapatkan hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi BB/U dengan p = 0.725, TB/U dengan p= 0.657 BB/TB dengan p = 0.239. sehingga kesimpulan yang ditarik disini tidak ada hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi (BB/U,TB/U,BB/TB). Kata Kunci: ASI Eksklusif, Status Gizi, Balita. ABSTRACTNutritional status is a measure of success in fulfilling nutrition for toddlers as indicated by the weight and height of a toddler. Nutritional status is also defined as health status which is produced by a balance between nutrient needs and inputs. This study aims to determine the description of exclusive breastfeeding, description of Toddler Nutrition Status and description of exclusive breastfeeding with Nutritional Status There are also other factors that affect nutritional status in infants, namely infectious diseases and also the economic status of the family. Conducted by Cross Sectional Study with a sample of 81 toddlers with ages 24 to 59 months. Measuring instruments used such as questionnaires, scales, and microtoise. Toddlers who received exclusive breastfeeding were 54.3%. From this study there was no relationship between exclusive breastfeeding and Status for BB/U p = 0.725, TB / U p = 2.989, BB/TB p = 0.239. so the conclusions drawn here have no relationship between exclusive breastfeeding and nutritional status (BB/U,TB/U,BB/TB). Keywords: Exclusive Breastfeeding, Nutritional Status, Children.
GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO MAHASISWA SEMESTER II FKM UNSRAT SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Patimbano, Brenda Lavenia; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen Irinne
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan zat gizi makro didapatkan dari asupan karbohidrat, lemak, dan protein semua orang setiap hari dan dinyatakan dalam satuan gram Diperlukan keseimbangan makronutrien seperti karbohidrat, protein dan lemak, agar membuat metabolisme berjalan lancar, sehingga mampu menyediakan metabolit dan energi yang cukup untuk tubuh bertahan di masa pandemi.  Keseimbangan ini akan menjadikan tubuh aktif dan seimbang, sehingga imunitas internal tubuh terbangun dalam menghadapi gen asing termasuk COVID19.  Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran asupan zat gizi makro mahasiswa semester II FKM UNSRAT saat pembatasan sosial masa pandemi covid-19. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan Survei Deskriptif yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado pada bulan April-November 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 118 responden. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner Food Record untuk mendapatkan data asupan makanan dari responden selama 2 hari (hari kerja dan bukan hari beturut-turut) yang akan dibagikan secara online via Whatsapp dan akan dianalisis menggunakan Aplikasi Nutrisurvey dan Aplikasi SPSS. Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki asupan karbohidrat yang kurang yaitu 84,7%, responden dengan asupan karbohidrat yang cukup yaitu 12,7%, dan responden dengan asupan karbohidrat yang lebih yaitu 2,5%.  Untuk asupan protein diperoleh bahwa sebagian besar responden memiliki asupan protein yang kurang yaitu 66,1%, responden dengan asupan protein yang cukup yaitu 20,3%, dan responden dengan asupan protein yang lebih yaitu 13,6. Dari hasil penelitian ini juga diketahui responden yang memiliki asupan lemak yang kurang yaitu 75,4%, responden dengan asupan lemak yang cukup yaitu 11,9% dan responden yang memiliki asupan lemak yang lebih yaitu 12,7%.  Kata Kunci : Asupan Zat Gizi Makro, Mahasiswa, COVID-19 ABSTRACTMacronutrient intake is obtained from the intake of carbohydrates, fats, and protein for everyone every day and is expressed in grams. Macronutrients such as carbohydrates, protein and fat are needed to make the metabolism run smoothly, so as to provide sufficient metabolites and energy for the body to survive pandemic period. This balance will make the body active and balanced, so that the body's internal immunity is awakened in the face of foreign genes, including COVID19. The purpose of this study was to describe the macro nutrient intake for the second semester students of FKM UNSRAT during social restrictions during the Covid-19 pandemic. In this study, using a quantitative research type with a descriptive survey which was carried out at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado in April-November 2020 with a total sample of 118 respondents. The instrument used was a Food Record Questionnaire to obtain food intake data from respondents for 2 days (working days and not consecutive days) which will be shared online via Whatsapp and will be analyzed using the Nutrisurvey Application and SPSS Application. The results showed that most respondents had less carbohydrate intake, namely 84.7%, respondents with sufficient carbohydrate intake, namely 12.7%, and respondents with more carbohydrate intake, namely 2.5%. For protein intake, it was found that most respondents had less protein intake, namely 66.1%, respondents with sufficient protein intake, namely 20.3%, and respondents with more protein intake, namely 13.6. From the results of this study it is also known that respondents who have less fat intake, namely 75.4%, respondents with sufficient fat intake are 11.9% and respondents who have more fat intake, namely 12.7%.  Keyword: Macro Nutrient Intake, Students, COVID-19
GAMBARAN ASUPAN VITAMIN LARUT AIR PADA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN FKM UNSRAT SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Kaunang, Timothy Abiel Salomo; Kapantow, Nova H.; Langi, Fima L. F. G.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi yang baik dapat memberikan berat badan menjadi wajar atau sehat, menjadikan kondisi badan tidak rentan terserang penyakit infeksi. Salah satu penyakit infeksi yang sedang berkembang di Indonesia dan telah telah dikukuhkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) adalah Novel Coronavirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi gambaran asupan vitamin larut air pada tenaga pendidik dan kependidikan di fakultas kesehatan masyarakat, universitas Sam Ratulangi saat pembatasan sosial masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Penelitian dilakukan di fakultas kesehatan masyarakat universitas Sam Ratulangi pada bulan April – Oktober 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner food record melalui aplikasi whatsapp kepada responden dan dianalisa dengan aplikasi nutrisurvey. Dari hasil penelitian ini, tingkat asupan dari vitamin B1 yang terbanyak adalah 21 responden atau 52,5% perempuan yang memilki asupan vitamin B1 yang termasuk asupan kurang. Tingkat asupan dari vitamin B2 yang terbanyak adalah 21 responden atau 52,5% perempuan yang memilki asupan vitamin B2 yang termasuk asupan kurang. Tingkat asupan dari vitamin B6 yang terbanyak adalah 11 responden perempuan atau 27,5% dan juga 11 responden laki - laki atau 27,5% yang memiliki asupan vitamin B6 yang kurang. Tingkat asupan dari vitamin B9 yang terbanyak adalah 23 responden atau 57,5% perempuan yang memilki asupan vitamin B9 yang termasuk asupan kurang. Tingkat asupan dari vitamin C yang terbanyak adalah 14 responden atau 35% perempuan yang memilki asupan vitamin C yang termasuk asupan cukup. Dari hasil penelitian ini juga dapat dilihat bahwa pada umumnya tenaga pendidik dan kependidikan fakultas kesehatan masyarakat, Unsrat. Memiliki asupan vitamin larut air yang kurang, dan hanya sebagian kecil yang memiliki asupan vitamin larut air yang cukup. Hal ini terjadi karena sebagian besar responden kurang mengonsumsi makanan kaya akan kandungan vitamin B1, B2, B6, B9 dan dalam porsi yang kecil. Tetapi sebagian besar responden memiliki asupan vitamin C yang cukup, karena responden memakan makanan kaya akan kandungan vitamin C, seperti seperti sayur – sayuran dan buah – buahan semacam, paprika, jambu biji, buah kiwi dan brokoli. Kata Kunci: Vitamin Larut Air, Tenaga Pendidik dan Kependidikan ABSTRACTGood nutrition can provide a reasonable or healthy body weight, making the body's condition less susceptible to infectious diseases. One of the infectious diseases that are currently developing in Indonesia and which has been confirmed as a pandemic by the World Health Organization (WHO) is the Novel Coronavirus. This study aims to evaluate the description of water soluble vitamin intake among educators and education staff at the faculty of public health, Sam Ratulangi University during the social restrictions during the COVID-19 pandemic. This research is descriptive quantitative with a sample size of 40 people. The research was conducted at the public health faculty of Sam Ratulangi University in April - October 2020. Data collection was carried out by distributing food record questionnaires through the WhatsApp application to respondents and analyzed with the Nutrisurvey application. From the results of this study, the highest level of intake of vitamin B1 was 21 respondents or 52.5% of women who had intake of vitamin B1 which was considered insufficient. The highest level of intake of vitamin B2 was 21 respondents or 52.5% of women who had low intake of vitamin B2. The highest intake level of vitamin B6 was 11 female respondents or 27.5% and also 11 male respondents or 27.5% who had less vitamin B6 intake. The highest intake level of vitamin B9 was 23 respondents or 57.5% of women who had low intake of vitamin B9. The highest level of intake of vitamin C was 14 respondents or 35% of women who had sufficient intake of vitamin C. From the results of this study it can also be seen that in general the teaching and education staff of the public health faculty, Unsrat. Have insufficient intake of water soluble vitamins, and only a small proportion have adequate intake of water soluble vitamins. This happened because most of the respondents did not eat foods rich in vitamins B1, B2, B6, B9 and in small portions. However, most respondents have sufficient vitamin C intake, because respondents eat foods rich in vitamin C, such as vegetables and fruits such as peppers, guava, kiwi and broccoli. Keywords: Water Soluble Vitamins, Educators and Education Personnel
GAMBARAN PENERAPAN PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG MAHASISWA SEMESTER II FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI DI MASA PANDEMI COVID-19 Tamalumu, Aprilia; Kapantow, Nova H.; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini tidak ada satupun makanan ataupun suplemen makanan yang bisa mencegah seseorang mengalami Covid-19. Cara yang bisa dilakukan yaitu menjaga tubuh supaya tetap sehat agar sistem kekebalan tubuh menjadi kuat dengan menggunakan pedoman umum gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pedoman umum gizi seimbang mahasiswa semester II FKM UNSRAT di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2020. Subjek dalam penelitian ini yaitu mahasiswa semester II di FKM UNSRAT dan sebanyak 110 mahasiswa menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan link kuisioner online dalam bentuk google formulir lewat aplikasi media sosial whatsapp. Sementara untuk skala yang digunakan dalam kuisioner yaitu skala likert dan analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan jenis data kategorik. Hasil penelitian yang didapat yaitu penerapan pedoman umum gizi seimbang pada mahasiswa semester II FKM UNSRAT di masa pandemi Covid-19 yang sudah baik penerapannya yaitu  11 orang (10%), penerapan pedoman umum gizi seimbang yang cukup baik yaitu sebanyak 89 orang (80,9%), dan penerapan pedoman umum gizi seimbang yang kurang baik yaitu sebanyak 10 orang (9,1%). Saran yang dapat diberikan yaitu diharapkan agar supaya seluruh responden dapat menerapkan seluruh pedoman yang terdapat dalam pedoman umum gizi seimbang sesuai dengan yang dianjurkan.                                                                                                                                                                    Kata Kunci: Pedoman Umum Gizi Seimbang, Mahasiswa Semester II, Covid-19 ABSTRACTCurrently, there is no single food or dietary supplement that can prevent someone from experiencing Covid-19. The way that can be done is to keep the body healthy so that the immune system becomes strong by using general guidelines for balanced nutrition. This study aims to describe the application of general guidelines for balanced nutrition by the second semester students of FKM UNSRAT during the Covid-19 pandemic. The research was a descriptive observational study which was conducted in May-October 2020. The subjects in this study were second semester students at FKM UNSRAT and as many as 110 students were sampled in this study. Data collection was done by sharing the online questionnaire link in the form of a google form via the whatsapp social media application. Meanwhile, the scale used in the questionnaire was the Likert scale and the data analysis used was univariate analysis with categorical data types. The results obtained were the application of general guidelines for balanced nutrition in the second semester students of FKM UNSRAT during the Covid-19 pandemic which had good implementation, namely 11 people (10%), the implementation of general guidelines for balanced nutrition which was quite good, namely 89 people (80.9 %), and the implementation of general guidelines for balanced nutrition that was less than 10 people (9.1%). Suggestions that can be given are that it is hoped that all respondents can apply all the guidelines contained in the general guidelines for balanced nutrition as recommended. Keywords: General Guidelines for Balanced Nutrition, Term II College Students, Covid-19
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK MAHASISWA SEMESTER VI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNSRAT SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Makalew, Megawati S.; Amisi, Marsella D.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi merupakan masalah kesehatan masyarakat. Kurang melakukan aktivitas fisik diidentifikasi menjadi penyebab tertinggi keempat terhadap mortalitas global. Aktivitas fisik merupakan segala bentuk pergerakan tubuh yang produktif oleh otot skeletal yang membutuhkan pengeluaran energi. Mahasiswa dalam menjalani kehidupan sehari-harinya tidak hanya terkait aktivitas perkuliahan saja. Berbagai aktivitas dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan ringan, sedang atau berat. Setiap kegiatan tersebut melibatkan kegiatan fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik mahasiswa FKM Unsrat semester VI saat pembatasan sosial masa pandemi COVID-19. Penelitian merupakan penelitian s urvei deskriptif, dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2020 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado (via online). Sampel yang digunakan sebesar 161 mahasiswa. Instrumen penelitian: kuesioner menggunakan aplikasi google form, International Physical Activity Questionare/IPAQ (Short Last 7 Days). Pengolahan data menggunakan Analisis Univariat. Hasil penelitian pada Mahasiswa Semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi berdasarkan IPAQ paling banyak melakukan aktivitas fisik sedang yaitu sebesar 42,9%. Serta untuk tingkat aktivitas fisik berdasarkan recall aktivitas fisik 2 x 24 jam paling banyak responden melakukan aktivitas fisik ringan yaitu sebesar 79,3%. Kata Kunci : Aktivitas Fisik, Mahasiswa, COVID-19 ABSTRACTNutrition is a public health problem. Lack of physical activity was identified as the fourth highest cause of global mortality. Physical activity is any form of productive body movement by skeletal muscles that require energy expenditure. Students in living their daily lives are not only related to lecture activities. Various activities can be done by students in filling their free time by doing light, medium or sleen activities. Each of these activities involves physical activity. The purpose of the study was to describe of physical activity of students of FKM Unsrat semester VI during the COVID-19 pandemic social restrictions. The research is a descriptive survey research, conducted from June to October 2020 at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University Manado (via online). The sample was 161 students. Research instrument: questionnaire using google form application, International Physical Activity Questionare/IPAQ (Short Last 7 Days). Data processing using Univariate Analysis. The results of the study in Semester 6 students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University based on IPAQ performed the most moderate physical activity of 42.9%. As well as for the level of physical activity based on the recall of physical activity 2 x 24 hours most respondents performed light physical activity of 79.3%. Keywords : Physical Activity, Student, COVID-19
Co-Authors Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring Aaltje E. Manampiring abram, rani angraini Adisti A. Rumayar Adrian Umboh Agian, Grasila Alexander S. L. Bolang Alimuddin, Nuraini M N Amisi, Marsella D. Anastasia G.A. Kapahang Aring, Enjelia S. Axel Umboh Billy J. Kepel Bolang, Alexander Celeste, Jessica M. Dina Rombot Doda, Diana V.D. Eirene Maradesa, Eirene Elma P. Tonapa Enji Virginia Tampi Ester C. Musa Estrelita, Tudus Gabriella Fatimawali . Grace Korompis Gregoria S. S. Djarkasi Gunawan, Deni Halik, Nabila Hartina, Putri Rahayu Haryanti, Clarista M. Hendra A. Herlambang, Hendra A. Irot, Rodela A. Jacobus, Cecilia R Jeanette I. Ch. Manoppo Josri Mandiangan Kairupan, Calista A. Kairupan, Tara S. Kansil, Trily Ida Lurista Kapojos, Francess W. S. Kaunang, Timothy Abiel Salomo Kawatu, Paul A.T Kawengian, Shirley E.S Kawengian, Shirley ES. Kojongian, Cindy F. Korompis, Grace Esther Caroline Lamia, Filia Lucia C. Mande, Lucia C. Lumente, Kalista Mahardhika, Fajri Makalew, Megawati S. Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Margareth Sapulete Marsella D. Amisi Marsilia Laila Martha M. Kaseke Maulydia, Nur B. Maureen I. Punuh, Maureen I. Maya S. Putri, Maya S. Meiny O. Manumpil Mokodompit, Erza P. Momongan, Nita Momongan, Nita R, Mulalinda, Chendany W. Murty Ekawaty M, Murty Ekawaty Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nasaru, Umria Nelly Mayulu Ngenget, Cindy V. Niode, Nurdjannah Jane Nita R. Momongan, Nita R. Nora Poluan Novita Tombokan Nurdjannah J. Niode Panese, Janitha M. Pangalila, Yesenia Veronika Pangalo, Risye Melinda Pantungan, Mersy Junistia Patimbano, Brenda Lavenia Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T Kawatu Paul A.T Kawatu Paul A.T. Kawatu Paul A.T. Kawatu Pratasis, Neni N. Pratiwi, Ageng Ingrit Pua, Tita L.C.A. Punuh, Maureen Irinne Purba, Elisa A. Pusida, Jesika Natalia Ramoh, Andrea Putra Ridzka Cristina, Ridzka Risa K. F. Sahalessy, Risa K. F. Rompas, Sefti S.J. Rondonuwu, Irene R. Rorimpandei, Cindy Ch. Roring, Deiby Olivia Rotty, Linda WA. Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rudolf Boyke Purba Rumayar, Adisti Aldegonda Rumende, Mada Sahara, Sri G. Sanggelorang, Sweetly Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Simangunsong, Nella P Sumakul, Angel Amelia Suryadi N. N. Tatura, Suryadi N. N. Tamalumu, Aprilia Tambajong, Claudia Angel Tampi, Meiny Ledya Tangel, Pricillia T. Thambas, Arthur Harris Tindangen, Brigita F. N. E Tira, Tita O.K. Tirajoh, Injilia P. Toliu, Siti Nurjanah K. Trina E. Tallei, Trina E. Tuda, Joseft Sem Berth Tumbelaka, Christian Tumiwa, Militia Christy Rebcca Turangan, Brenda D. Ughude, Rezka Utari Waani, Miracle B. Warbung, Yanti Yashinta Wariki, Windy M. V. Wungouw, Herlina Ineke Surjane Wungouw, Herlina IS. Yulianty Sanggelorang