Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

THE INFLUENCE MODEL OF PROBLEM-BASED LEARNING ASSISTED BY MEDIA MAGAZINE LEARNING ON STUDENT CRITICAL THINKING ABILITY FOR HISTORY LEARNING Oka Agus Kurniawan Shavab; Tiara Umrotun 'Ain; Zulpi Miftahudin
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i2.8121

Abstract

The formulation of the problem in this research is, is there an influence of the problem-based learning model assisted by the wall magazine learning media in history subject related to the Indonesian nation responses toward imperialism and colonialism on the critical thinking ability in XI IPS 4 class of SMA Negeri 5 Tasikmalaya academic year 2019/2020. The method utilized in this study is a quasi-experimental design. The population in this study were all XI IPS classes at SMA 5 Tasikmalaya with a total of 175 students. The sample in this study was class XI IPS 4, with a total of 36 students. A purposive sampling technique took samples. This research instrument was in the form of a critical thinking test with 9 item description questions. Technical data analysis was performed using IBM Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 25.0 for Windows software. The results showed that the problem-based learning model assisted by the wall magazine learning media influenced the students' critical thinking ability. This is evidenced by the average of the critical thinking ability of the experimental class using a problem-based learning model assisted by a wall magazine learning media was 80.07, while the average critical thinking ability of students who used discovery learning models was 70.45. The results of processing the hypothesis test using Mann Whitney obtained Asymp.Sig (2-tailed) 0.001 < 0.05. This showed that Ha was accepted and Ho was rejected. Therefore, there is the influence of the problem-based learning model assisted by the wall magazine learning media on the critical thinking ability in XI IPS 4 class of SMA Negeri 5 Tasikmalaya academic year 2019/2020.
Ibbm Pelatihan Pelestarian Situs Sejarah Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Nagaratengah Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya Iyus Jayusman; Oka Agus Kurniawan Shavab; Zulpi Miftahudin
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2019): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.96 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v2i2.407

Abstract

Berdasarkan observasi yang dilakukan bahwa masyarakat di kecamatan Cineam khususnya di Desa Nagaratengah belum memiliki pemahaman tentang bagaimana mengatasi masalah jika terjadi kerusakan pada benda-benda Cagar Buda­ya/situs sejarah di wilayahnya. Padahal pengetahuan ini sangat penting dan diperlukannya peran serta masyarakat untuk menjaganya. Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian ini adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan. Konsep pelatihan pelestarian situs yang diberikan berdasarkan pada kearifan lokal yang dimiliki oleh Masyarakat Nagaratengah Kecamatan Cineam yaitu berdasarkan pada kepercayaan, tradisi, adat, organisasi-organisasi sosial, dan sistem pengelolaan. Pelatihan yang diberikan berupa penyuluhan kepada masyarakat bagaimana cara melalakukan pelestarian situs dan pengelolaan lingkungan di area situs dengan selalu menjaga kebersihan situs. Beberapa hal yang dapat membangun sinergi dan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian situs, antara lain : (1). Merumuskan komitmen bersama dan menyatukan visi, misi dalam pelestarian situs yang berbasis pada kearifan lokal berupa organisasi-organisasi sosial yang terdapat pada masyarakat Nagaratengah; (2). Membentuk kemandirian dalam upaya menjalin keharmonisan antar masyarakat; (3) Bergerak dalam keragaman untuk melalui proses yang penuh tantangan; (4).Mengaktifkan organisasi-organisasi yang ada di masyarakat dan media sosial dalam konsep pelestarian situs.
Environmental Improvement Drainage To Prevent Chikungunya Mosquito Nests In Rw 01 Kelurahan Nagasarari, Cipedes District, Tasikmalaya City Indra Mahdi; Oka Agus Kurniawan Shavab; Empung Empung; Hendra Hendra; Albi Muhammad Fauzi; Taufik Ibrahim; Suci Panatagama Setiawan
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.542 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v4i2.1034

Abstract

The objectives of this service activity are as follows: 1). Increase public understanding of the dangers of chikungunya mosquitoes and their solutions, 2). They were suppressing the spread of chikungunya mosquitoes through fogging and implementing the recommendations for the Eradication of Mosquito Nests (PSN) in the surrounding environment, 3). They are creating a drainage prototype to prevent chikungunya mosquito nests which can be used as examples for making the next prototype, 4). Increase community participation in suppressing chikungunya mosquito nests through the construction of drainage channels, 5). Improve a clean culture in maintaining the cleanliness of the drainage in the surrounding environment. The planned activities to be carried out are in collaboration with the local health center, and the Tasikmalaya city health office to reduce the number of chikungunya mosquito nests and, together with the community, build good drainage channels. The method of activity used is by bringing in experts from puskesmas, health offices, and unsil academics. Next, an approach is taken in solving problems through the 5W 1H strategy, which is solving problems from the questions: what, who, where, when, why, how. The solutions to the problems found in the field are as follows: 1). Provide a stimulus with the construction of a drainage system in accordance with the rules of the Public Works Department, 2). Cooperating with the Cigeureung Health Center by providing chemicals for fogging, 3). Counseling with the Health Center and the Tasikmalaya City Health Office regarding the dangers and solutions of diseases originating from chikungunya
Planning Of Septic Tank And Involvement For Household Waste Treatment For The Community In Nagarasari Kelurahan, Cipedes District, Tasikmalaya City Oka Agus Kurniawan Shavab; Indra Mahdi; Empung Empung; Hendra Hendra; Albi Muhammad Fauzi; Taufik Ibrahim; Suci Panatagama Setiawan
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.246 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1748

Abstract

This service aims to increase public understanding of septic tank and infiltration planning for proper household waste treatment and in accordance with community needs. The problems found in the field are the capacity of the septic tank, the length, width and depth of the tank are not in accordance with the requirements, the slope of the bottom of the tank is not enough and with only one mud chamber, when sucking the mud it will smell because what is sucked in is mud that has not decomposed completely, and the lack of information about environmental diseases caused by poor handling of household waste. The implementation method in this service is carried out in a 5 W 1H way, namely solving problems from the questions: what, who, where, when, why, how. The planned activities that will be carried out are in collaboration with local health centers to carry out socialization and together with the community to build a septic tank design that is in accordance with the Indonesian National Standard (SNI). The solution to the problems found in the field is the provision of a stimulus in the form of repairing septic tanks and infiltration in partner areas, collaborating with the Cigeureung Health Center in the field of public health to disseminate public health regarding environmental health in household waste disposal, and collaborating with partners in the community service area. make a model of a septic tank in accordance with SNI.
AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) BERBASIS EDMODO DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Iyus Jayusman; Oka Agus Kurniawan Shavab
Jurnal Artefak Vol 7, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.392 KB) | DOI: 10.25157/ja.v7i1.3180

Abstract

Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Siliwangi pada mata kuliah Sejarah Islam di Indonesia di semester genap tahun ajaran 2018/2019 bahwa aktivitas belajar mahasiswa masih terlihat rendah yang ditunjukan oleh mahasiswa pendidikan sejarah sebagian besar kurang memperhatikan jalannya kegiatan pembelajaran dan mengacuhkannya, seperti mengobrol, main handphone, dan lain-lain. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif. penelitian deskriptif yaitu, penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Aktivitas belajar siswa yang muncdxsilkan dari lembar observasi siswa yang meliputi beberapa indikator yang telah mampu mencapai indikator-indikator aktivitas belajar tersebut yang menghasilkan 1) Indikator  Visual dengan hasil presentase sebesar 85,3%, 2) Indikator Listening  dengan hasil presentase sebesar 82,4%, 3) Indikator Oral dengan hasil presentase sebesar 77,5% 4) Indikator Writing dengan presentase sebesar 88,2 %, 5) Indikator Mental dengan hasil presentase sebesar 80,9 &%., dan 6) Indikator Emosional dengan hasil presentase sebesar 76,5 %. Jumlah ke enam indikator tersebut dapat diakumulasikan dengan hasil presentase sebesar 81,8 % termasuk ke dalam kategori sangat tinggi.
EKSISTENSI KESENIAN UBRUG DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DI ZAMAN MILENIAL (Suatu Tinjauan Historis di Kabupaten Serang) Oka Agus Kurniawan Shavab
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.708 KB)

Abstract

Fakta di lapangan menunjunkan bahwa kesenian Ubrug mengalami pasang surut pada tahun 1990-2009 dimana pada periode tersebut terjadi dinamika dalam perkembangan kesenian Ubrug mulai dari kolaborasi dengan dangdut, kuantitas grup kesenian, serta bentuk pertunjukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis yaitu meliputi pengumpulan sumber baik lisan maupun tulisan, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Kesenian Ubrug yang berasal dari Kabupaten Serang ini merupakan kesenian tradisional dengan nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun temurun. Kesenian Ubrug dalam perkembangannya mengalami pergeseran fungsi sesuai dengan perkembangan zaman. Pada awal kemunculannya, kesenian Ubrug berfungsi sebagai kompensasi setelah bekerja berat di sawah dan diadakan setelah pesta panen, berangsur-angsur menjadi kesenian pertunjukan hiburan semata dan diadakan di sembarang waktu. Selain itu, setelah dikolaborasikan dengan dangdut, terjadi perubahan dari bentuk pertunjukan, lagu, dan penambahan waditra. Dalam kurun waktu 1990-2009 kesenian Ubrug ini telah mengalami pasang surut. Berbagai faktor masalah yang menghambat baik internal maupun eksternal terus dihadapi kesenian ini. Akibat pesatnya arus globalisasi yang masuk ke tengah masyarakat, menyebabkan kesenian ini harus menyesuaikan dengan perkembangan seni modern saat ini.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COMPLEX INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA Eka Nursafitri; Alex Anis Ahmad; Oka Agus Kurniawan Shavab
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe complex instruction pada mata pelajaran sejarah Indonesia pokok bahasan respons bangsa Indonesia terhadap pendudukan Jepang terhadap hasil belajar siswa kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 5 Tasikmalaya tahun ajaran 2019/ 2020. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan bentuk desain yang digunakan yaitu Nonequivalent Experimental Group Design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Tasikmalaya yang terbagi menjadi 7 kelas. Sampel pada penelitian ini yaitu XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 36 siswa dan  XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 35 siswa, sampel diambil dengan teknik sampling purposif. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda sebanyak 19 butir dengan 5 pilihan jawaban. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan observasi. Teknik analisis data menggunakan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe complex instruction berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe complex instruction sebesar 84,4 sedangkan kelas yang tidak menggunakan model tersebut sebesar 79,8. Hasil pengolahan data menggunakan Mann Whitney pada hasil posttest kelas eksperimen dan kontrol menunjukkan bahwa Asymp. Sig. (2-tailed) yaitu 0,001 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe complex instruction pada mata pelajaran sejarah Indonesia pokok bahasan respons bangsa Indonesia terhadap pendudukan Jepang terhadap hasil belajar siswa kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 5 Tasikmalaya tahun ajaran 2019/ 2020.
Nilai-Nilai Pendidikan Religius dalam Tradisi Nyangku Masyarakat Panjalu Kabupaten Ciamis Dodih Heryadi; Oka Agus Kurniawan Shavab; Widya Fitri Nurizka
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 4 (2022): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i4.3921

Abstract

Panjalumerupakan sebuah wilayah ibu kota kecamatan yang terletak di sebelah Utara Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.  Dalam sejarahnya, masyarakat Panjalumemiliki sebuah budayaadat sebagai bentuk peninggalan leluhurnya. Budaya adat yang masih dilestarikan sampai sekarang tersebut dinamakan “Nyangku”. Ritual upacara adat ini merupakan peninggalan sejarah leluhur yang hingga kini masih dilestarikan keberadaannya. Masyarakat Panjalu menganggap tradisi tersebut sakral, karena berhubungan dengan asal keberadaan dan penyebaran ajaran agama Islam. Acara inti dari upacara ritual Nyangku adalah syiar Islam, pembersihan benda-benda pusaka, serta beberapa rangkaian acara yang lainnya.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Selanjutnya, penelitian ini juga menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil analisis data menemukan bahwa dalam pelaksanaan upacara adat Nyangku memiliki banyak nilai-nilai luhur yang terkandung sebagai bentuk perwujudan peninggalan para leluhur terdahulu. Berdasarkan paparan data-data, fakta, dan temuan di lapangan, hasil penelitian yang berkenaan dengan Tradisi Nyangku sebagai bentuk perwujudan nilai-nilai leluhur masyarakat Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat, ditemukan adanya dua hal penting yang ada dalam upacara ritual Nyangku di Panjalu, yaitu 1) adanya nilai-nilai dan makna kebersamaan, kekeluarga, serta gotong royong sebagai perilaku turun- temurun dari para leluhur Panjalu yang dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan masyarakat; 2) adanya pesan pengaruh religi yang sangat kuat sebagai pengaruh budaya leluhur yang diwariskan kepada generasi-generasi masyarakat Panjalu sampai saat ini
The Economic Situation of Sukapura Regency during the Reign of Raden Adipati Aria Wiratanuningrat   Shavab, Oka Agus Kurniawan; Yulifar, Leli; Supriatna, Nana; Mulyana, Agus
Paramita: Historical Studies Journal Vol 33, No 1 (2023): Social and Religious Aspect in History
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v33i1.35432

Abstract

Tasikmalaya Regency, under the government of Raden Adipati Aria Wiratanuningrat, experienced significant developments in batik, woven and cloth, factory construction, market development, transportation, economic centers, and the development of cooperation. This development was also followed by challenges that must be passed because, at that time, Tasikmalaya Regency faced a situation due to the world depression from 1929-1937. The purpose of this study was to describe the economic crisis of Tasikmalaya Regency during the reign of Raden Adipati Aria Wiratanuningrat. The method used is the historical method, a systematic set of principles and rules intended to assist in collecting historical sources, assessing them critically, and presenting a synthesis of the results achieved. The results found in this study include that Raden Adipati Aria Wiratanuningrat was able to make the people of Tasikmalaya Regency not panic when facing the impact of the world depression from 1929-1937. He can also provide solutions so that the economic situation continues to develop in a world depression. One solution is to build cooperation so that the business followed by the community continues. Economic developments that can be seen are the industrial centers of batik, woven cloth, hats, and umbrellas. There is also an increase in the number of factories, a wholesale market, and means of transportation that can facilitate the mobilization of the community and entrepreneurs.Keywords: Sukapura Regency, Tasikmalaya Regency, Raden Adipati Aria Wiratanuningrat, Priangan RegentKabupaten Tasikmalaya di bawah pemerintahan Raden Adipati Aria Wiratanuningrat mengalami perkembangan yang cukup signifikan di bidang kerajinan batik, anyaman dan kain, pembangunan pabrik, pembangunan pasar, transportasi, sentra ekonomi, dan berkembangnya cooperation. Adapun perkembangan ini juga diikuti dengan tantangan yang harus dilaluinya karena pada masa itu Kabupaten Tasikmalaya menghadapi situasi akibat depresi dunia pada tahun 1929-1937. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran situasi perekonomian Kabupaten Tasikmalaya pada masa pemerintahan Raden Adipati Aria Wiratanuningrat. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yaitu seperangkat prinsip dan aturan yang sistematis yang dimaksudkan untuk membantu dalam pengumpulan sumber-sumber sejarah, menilainya secara kritis, dan menyajikan suatu sintesis hasil yang dicapai. Hasil yang ditemukan pada penelitian ini di antaranya adalah Raden Adipati Aria Wiratanuningrat mampu membuat masyarakat Kabupaten Tasikmalaya untuk tidak panik saat menghadapi dampak depresi dunia pada tahun 1929-1937. Dia juga mampu memberikan solusi agar situasi perekonomian tetap berkembang dalam keadaan depresi dunia. Salah satu solusinya adalah mengembangkan cooperation agar usaha yang diikuti oleh masyarakatnya tetap berjalan. Perkembangan perekonomian yang terlihat yaitu adanya sentra industri kerajinan batik, anyaman dan kain, topi, dan payung. Terdapat juga peningkatan jumlah pabrik, adanya pasar induk, alat transportasi yang dapat memfasilitasi mobilisasi masyarakat dan pengusaha.Kata Kunci: Kabupaten Sukapura, Kabupaten Tasikmalaya, Raden Adipati Aria Wiratanuningrat, Bupati Priangan
JUNIOR TOURISM AGENT KADER WISATA MUDA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA BARU DI DESA PAMOTAN KECAMATAN KALIPUCANG KABUPATEN PANGANDARAN UNTUK MEWUJUDKAN DESA WISATA YANG MANDIRI Dian Ramdani; Hadianto Harisma; Yogi Pratama; Agung Ramadhan; Dwi Adi Wahyudi; Oka Agus Kurniawan Shavab
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v4i2.531

Abstract

Desa Pamotan merupakan wilayah yang berada di bawah administrasi Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Destinasi potensial wisata yang dapat diangkat di desa ini sangat unik dan beragam salah satunya wisata alam, budaya , dan situs bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda. Namun seluruh unsur potensial wisata di Desa Pamotan ini  terabaikan dan dipandang sebelah mata baik oleh pemerintah setempat, dinas pariwisata dan budaya, dan PT. KAI sebagai wadah dalam pengembangan aset potensial peninggalan Belanda. Oleh karena itu, perlu suatu upaya yang benar-benar nyata untuk mengangkat aset potensial wisata desa ini. Aset wisata potensial Desa Pamotan paling menarik yaitu Terowongan Wilhelmina yang sering disebut dengan Terowongan Sumber. Terowongan ini termasuk terpanjang se-Indonesia dengan total 1,1 km yang menghubungkan Banjar dan Cijulang namun ditutup pada 1984. Selain itu, Jembatan Panjang Cikacepit dengan panjang 290 meter layak pula untuk dibuka kembali sebagai destinasi wisata selain Air Terjun Alami yang dinamakan Air Terjun Sabot I dan II. Potensi wisata keempat yaitu Pelabuhan Penyeberangan Majingklak yang terletak di Dusun Majingklak yang merupakan akses penyeberangan ke pulau dan Pantai Putih Nusa Kambangan dan Kampung Laut Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Lokasi terakhir yaitu Palatar Agung yang terletak di Dusun Ciawitali dengan wisata andalan yang menjual panorama persawahan dan laut. Kelima aset potensial wisata ini sangat unik dan pantas diangkat menjadi wisata yang sesungguhnya. Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan, maka telah menginspirasi kami membuat program Kader Wisata Muda Desa Pamotan sebagai program kreativitas kami yang merekrut pemuda lokal berusia antara 13-18 tahun menjadi pelopor utama dalam pengangkatan potensi wisata desa. Pelatihan public speaking tiga bahasa yaitu Sunda, Indonesia, dan Inggris diberikan tim program sekaligus promo wisata lewat media sosial demi peningkatan aset potensi daerah. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan lokal dan mancanegara sehingga masyarakat, pemerintah Kabupaten Pangandaran, dan instansi pemerintah terkait lebih peduli akan situs peninggalan berupa cagar budaya yang mampu meningkatkan perekonomian daerah dan pencapaian Desa Wisata Pamotan yang mandiri.