Articles
PENGEMBANGAN KOMUNIKASI MATEMATIS MENGGUNAKAN MEDIA E-LEARNING EDMODO DALAM MODEL DISCOVERY LEARNING DIMASA PANDEMIK
silviana indah;
Jayanti Putri Purwaningrum
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpm.v13i1.40130
Kajian ini dibuat untuk meningkatkan Kemampuan Komunikasi siswa dimasa pandemic. Dengan menerapkan media dan model pembelajaaran yang tepat dapat meingkatkan komunikasi matematis siswa yang menurun dimasa pandemic. Model pembelajaran Discovery Learning dirasa cocok digunakan dalam peningkatan Kemampuan Komunikasi siswa, Model Discovery Learning adalah model pembelajaran yang berpusat pada siswa, dimana model ini benyak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Guru hanya memberikan bimbingan kepada siswa agar mereka menemukan pengetahuannya sendiri, bimbingan tersebut hanya berupa pancingan pertanyaan-pertanyaan. Dengan kata lain model Discovery ini menuntut siswa untuk aktif dalam berdiskusi anatar siswa kesiswa. Selain model yang tepat, Media pembelajaran juga harus menyesuaikan dengan topic masalah yang dihadapi, media pembelajaran yang diambil adalah media belajar berbasis E-learning Edmodo. platform ini memberikan fasilitas siswa untuk berinteraksi dengan rekan-rekan sesama siswa maupun siswa dengan guru dalam suasana akademis.saling bertukar pendapat berdiskusi satu sama lain adalah poin yang utama dari Edmodo. Edmodo memiliki tampilan yang mirip dengan sosial media kekinian yaitu Facebook, setiap pelajar pasti telah terbiasa dengan penggunaan sosial media Facebook sehingga dapat dipastikan siswa mampu menggunakan Edmodo.
ANALISIS KEBUTUHAN KAMUS SAKU (INDONESIA-INGGRIS/INGGRIS-INDONESIA) MATERI GEOMETRI
Jayanti Putri Purwaningrum;
Aisyah Ririn Perwikasih Utari
JIPMat Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jipmat.v5i1.5952
Kemampuan berbahasa Inggris adalah suatu kunci keberhasilan di era global. Kemampuan tersebut diperlukan di segala bidang termasuk dalam bidang pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Upaya yang dapat dilakukan oleh Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muria Kudus dalam hal mengembangkan penguasan Bahasa Inggris yang berkaitan dengan pendidikan matematika adalah dengan memberikan mata mata kuliah Bahasa Inggris Pendidikan Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sumber belajar berupa kamus saku (Indonesia-Inggris/ Inggris-Indonesia) khususnya pada materi geometri sebagai alternatif penunjang dalam mata kuliah Bahasa Inggris Matematika. Artikel ini merupakan artikel dengan jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika sebanyak delapan puluh delapan orang. Data penelitian diperoleh dari pengisian angket kebutuhan sumber belajar berupa kamus saku. Hasil analisis angket kebutuhan tersebut menunjukkan perlunya pengembangan kamus saku (Indonesia-Inggris/ Inggris-Indonesia) pada materi geometri sebagai alternatif penunjang dalam mata kuliah Bahasa Inggris Matematika. Kamus tersebut memudahkan mahasiswa dalam mengartikan kosakata matematika yang berkaitan dengan geometri dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris atau pun sebaliknya.
Penerapan teori Bruner dalam pembelajaran menentukan gradien garis lurus berbantuan PhET simulation
Muhammad Puji Ariyanto;
Jayanti Putri Purwaningrum
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v13i1.10764
Matematika merupakan ilmu hitung dan logika yang mendasari ilmu-ilmu yang lain. Pelajaran matematika sendiri dalam konteks kurikulum di Indonesia diajarkan sejak pendidikan tingkat dasar sampai menengah. Akan tetapi, banyak siswa yang kurang memahami konsep belajar matematika, terutama pada materi menentukan gradien garis lurus, sehingga mereka kesulitan untuk memahaminya. Hal itu disebabkan kurangnya media pembelajaran matematika serta langkah pembelajaran yang kurang tepat. Berdasarkan studi literasi yang telah dilakukan, diperlukannya penerapan teori belajar yang tepat saat pelaksanaan pembelajaran matematika pada materi menentukan gradien garis lurus, salah satunya adalah teori Bruner. Selain itu, dalam pembelajaran matematika juga diperlukannya media yang membantu siswa dalam memahami konsep materi, seperti PhET Simulation. PhET Simulation merupakan media simulasi yang memperagakan suatu objek yang dapat memperjelas konsep materi yang disajikan. Media ini dapat menjadi pembantu dalam penerapan teori Bruner selama pembelajaran matematika berlangsung. Dalam teori Bruner dijelaskan bahwa siswa memiliki tahapan khusus dalam belajar, yaitu 1) tahap enaktif dilakukan menggunakan ranting pohon dalam menentukan gradien garis lurus agar siswa memiliki gambaran secara konkret, 2) tahap ikonik dilakukan menggunakan bantuan PhET Simulation yang mensimulasikan bagaimana proses pencarian gradien garis lurus, dan 3) tahap simbolik dengan menggunakan simbol-simbol rumus menentukan gradien garis lurus. Dengan tahapan demikian dapat mempermudah siswa dalam memahami konsep materi yang sedang dipelajari.
Menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif matematis dan self-confidence siswa melalui model pembelajaran resource based learning
Umi Mardhiyah;
Jayanti Putri Purwaningrum
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i3.7668
Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang pernah penulis lakukan di salah satu SMA negeri di Kudus yang menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di SMA tersebut masih rendah karena proses pembelajaran matematika yang masih menggunakan pembelajaran konvensional. Apabila masalah tersebut tidak segera diatasi akan menimbulkan dampak seperti rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah tidak rutin sehingga hasil belajar siswa rendah. Hal ini tentunya juga berdampak pada self-confidence siswa yang rendah. Oleh karena itu, penulis mencoba memberikan solusi salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Resource Based Learning pada pelajaran matematika. Model ini menjelaskan bahwa siswa dapat belajar dari berbagai sumber belajar dan diharapkan siswa mampu menemukan ide-ide baru yang inovatif untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
Menumbuhkan Kemampuan Representasi Matematis dan Metakognitif Siswa Kelas XIII SMP Menggunakan Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending)
Fany Fadilla;
Jayanti Putri Purwaningrum
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i1.7679
Tujuan penelitian ini adalah menumbuhkan kemampuan representasi matematis dan metakognitif siswa kelas VIII SMP melalui model CORE. Penelitian yang kami lakukan dengan mengkaji, mengaitkan karakteristik, dan indikator kemampuan representasi dan metakognitif. Pada dasarnya representasi matematis memiliki tiga indikator yang lebih abstrak dan memiliki tingkat kemampuan representasi pemecahan masalah yang lebih tinggi, yaitu representasi bahasa, representasi kata/ungkapan matematika dan representasi kata/teks tertulis. Fakta dilapangan membuktikan bahwa hasil kemampuan representasi matematika di Indonesia masih banyak yang kurang memuaskan. Jika strategi pada representasi yang digunakan sesuai dengan masalah, masalah yang dianggap kompleks menjadi lebih sederhana. Oleh karena itu, pemilihan model representasi memiliki pengaruh yang besar terhadap keputusan kebijakan dalam penyelesaian masalah. Selain keterampilan representasi pada penelitian ini juga mengkaji mengenai metakognitif, Metakognisi adalah pemikiran seseorang tentang pikirannya sendiri, termasuk pemahaman tentang hal-hal yang diketahui. Metakognisi meliputi pengetahuan metakognitif dan pengalaman atau regulasi metakognitif. Sehingga dari penelitian kajian pustaka ini dapat disimpulkan bahwa dari beberapa fakta dilapangan yang telah diteliti oleh peneliti lain, kemampuan representasi matematis dan metakognitif siswa masih banyak yang belum memuaskan dan beberapa siswa masih belum dapat menumbuhkan kemampuan representasi maupun metakognitif dalam pembelajaran. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting dan Extending) dapat menumbuhkan kemampuan representasi matematik dan metakognitif siswa kelas VIII SMP.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Melalui Problem Based Learning “What’s Another Way” dan Discovery Learning
Jayanti Putri Purwaningrum
Teknodika Vol 14, No 1 (2016): Teknodika
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.486 KB)
|
DOI: 10.20961/teknodika.v14i1.34699
The students’ mathematical creative thinking ability which were not optimal became the reason for conducting this study. It was a quasi-experimental research through problem-based learning “what’s another way” and discovery learning. In this case, the population of the study were all seven grade students in a junior high schools in Pekalongan regency with two classes as the sample. The data were gathered by employing three research instruments such as mathematics creative thinking ability test, teaching materials, and observation sheet. The results of the study indicated that there was no difference between the achievement and the enhancement of the students’ mathematical creative thinking ability in two experimental classes. Besides, the overall students’ activities in both the class employing problem-based learning “what’s another way” and the class employing discovery learning had been very good.
PENGARUH PROBLEM-BASED LEARNING “WHAT’S ANOTHER WAY DAN DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP
Jayanti Putri Purwaningrum
Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT) Vol 2, No 2 (2016): JURNAL EDUKASI DAN SAINS MATEMATIKA
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (501.722 KB)
|
DOI: 10.25134/jes-mat.v2i2.348
The aim of this study is to investigate the enhancement of the students’ mathematical creative thinking ability in two classes whereby in one class, the students learning through problem-basedlearning “what’s another way†and in another class, the students learning through discovery learning. The population of the study were all seven grade students in a junior high schools in Pekalongan regency. The sampling technique used purposive sampling and involved two classes as samples. The data were gathered by employing three research instruments such as mathematics creative thinking ability test, teaching materials, and observation sheet. The results of the study indicated that there was no significance difference in the enchancement between student who recieved WAW and student who recieve discovery learing.Keywords: Problem-Based Learning “What’s Another Wayâ€, Discovery Learning, and Mathematics Creative Thinking Ability
PENINGKATAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL MMP BERBANTUAN MODUL ETNOMATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SDN WONOSEKAR: Penelitian Tindakan Kelas
Siti Hannah Nur Fadzillah;
Jayanti Putri Purwaningrum;
Savitri Wanabuliandari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2020): Volume 5 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.097 KB)
|
DOI: 10.23969/jp.v5i1.2796
This study aims to describe the application of the MMP (Missouri Mathematic Project) model assisted by the ethnomatematics module to improve students' mathematical problem solving abilities and skills in mathematics, as well as how much the teacher's teaching skills can be improved through the MMP (Missouri Mathematic Project) model assisted by the ethnomatematics module. Data collection techniques used in this study consisted of tests and non-tests. The results of the study there are improvements that include the mathematical problem solving ability of students in the first cycle (70%) increased to (85%) cycle II, then an increase in the teaching skills of the first cycle teacher (78%) increased to (91%) cycle II, and skills students' mathematical problem solving also increased in cycle I (65%) to (95%) cycle II. This proves that the application of MMP (Missouri Mathematic Project) learning model assisted by ethnomatematics modules can improve mathematical problem solving abilities and skills as well as teacher teaching skills.
RESPON SISWA SD TERHADAP PEMBELAJARAN PENEMUAN BERBANTUAN ALAT PERAGA PADA MATERI VOLUM BALOK DAN KUBUS
Jayanti Putri Purwaningrum
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2016): Volume 1 Nomor 1 Desember 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v1i1.193
Teacher at SDN 4 Puyoh Kudus District rarely make the learning process through learning discoveries aided props on the material Volume beams and cubes. This is due, they are accustomed to using expository teaching methods which place more emphasis on the process of delivering the material verbally from teacher to student. Thus, the response of the students in the learning of the discovery needs to be examined. This study aims to investigate the response of primary school students towards learning mathematics through learning discoveries aided props. This research uses descriptive qualitative research design in which the subject of the study was nineteen students. Data collection techniques are by using questionnaires, observation sheets, documentation and interviews. The results showed that the students showed a positive response tehadap mathematics learning using discovery learning props aided by the average percentage of students who responded positively to 82.11%. In addition, the activity of students during the learning process using the learning-aided invention nice props with an average percentage of 83% of student activity. Keywords: Response of primary school students, learning discovery, Viewer Tool
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA PADA MATERI LUAS DAERAH BELAH KETUPAT DENGAN PENDEKATAN LUAS DAERAH SEGITIGA
Jayanti Putri Purwaningrum;
Latifah Nur Ahyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1125.787 KB)
|
DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2449
ABSTRAKGuru-guru di SD 4 Puyoh terbiasa mengajar dengan pola teacher centered sehingga mereka merasa kesulitan dalam mengembangkan berbagai kemampuan matematis siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan praktik serta membantu para guru dalam mengembangkan berbagai kemampuan matematis siswa dengan menggunakan media pembelajaran berupa alat peraga matematika pada materi luas daerah belah ketupat dengan pendekatan luas daerah segitiga. Dengan adanya pengabdian ini, diharapkan dapat sangat menunjang guru-guru di SD 4 Puyoh dalam meningkatkan berbagai kemampuan matematis siswa SD. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu guru-guru di SD 4 Puyoh Kabupaten Kudus dapat mengenal dan memahami strategi (teori) dan media pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan matematis siswa. Selain itu, guru-guru juga dapat merancang dan menyusun media pembelajaran berupa alat peraga sebagai media pembelajaran matematika salah satunya pada materi luas daerah belah ketupat dengan pendekatan luas daerah segitiga. Guru-guru di SD tersebut pun memperoleh pengetahuan dan gambaran simulasi dan praktik pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berupa alat peraga sebagai media pembelajaran matematika pada materi luas daerah belah ketupat dengan pendekatan luas daerah segitiga untuk meningkatkan berbagai kemampuan matematis siswa. Kata kunci: matematika; media; alat peraga. ABSTRACTThe teachers at SD 4 Puyoh are accustomed to teaching with teacher centered patterns so that they find it difficult to develop various mathematical abilities of students. The purpose of this dedication activity is to provide knowledge and practice as well as assist teachers in developing various mathematical abilities of students by using learning media in the form of mathematical teaching aids on the material of rhombic areas with the area approach of triangular regions. With this dedication, it is expected to greatly support the teachers at SD 4 Puyoh in improving various mathematical abilities of elementary students. The result of this community service activity is that teachers at SD 4 Puyoh Kudus Regency can get to know and understand strategies (theory) and learning media that can be used to improve students' mathematical abilities. In addition, teachers can also design and compile learning media in the form of teaching aids as a medium for learning mathematics, one of which is on the wide area of the rhombic area with a triangle area approach. The teachers at the elementary school also gained knowledge and illustration of simulations and learning practices by using instructional media in the form of teaching aids as a medium for learning mathematics in the wide area of rhombic areas with a wide area approach to triangles to improve a variety of mathematical abilities of students Keywords: mathematics; media; props.