Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Viscosity and energy density tests on suction pudding formulations as an intervention for hypoalbuminemia Delima, Cyntia; Ningsih, Windi Indah Fajar; Rahmiwati, Anita; Syafutri, Merynda Indriyani; Harwanto, Fatria; Ramdika, Sari Bema
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 4, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(4).260-267

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipoalbuminemia adalah kondisi rendahnya kadar albumin di dalam tubuh (serum< 3,5 g/dL) karena tubuh tidak cukup memproduksi protein albumin atau ketika tubuh kehilangan banyak albumin dalam tinja dan urin. Hipoalbuminemia dapat diintervensi dengan makanan tinggi protein. Putih telur, susu skim dan ikan gabus dapat diolah menjadi makanan selingan berupa pudding sebagai intervensi gizi untuk penderita hipoalbuminemia. Viskositas dan densitas energi menjadi parameter penilaian mutu fisik dan kimia pada produk yang dihasilkan.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penambahan ikan gabus, susu skim dan putih telur terhadap viskositas dan densitas energi pada puding sedot.Metode: Penelitian eksperimen pembuatan puding sedot dengan empat formula. Perbandingan ikan gabus, putih telur dan susu skim yang berbeda, yaitu formulasi A (6.94%: 6.94%: 6.94%), formulasi B (10.41% : 0%: 10.41%), formulasi C (0%: 10.41%: 10.41%), dan formulasi D (10.41%: 10.41%:0%). Analisis viskositas enggunakan viskometer Brookfield NDJ-8S dan metode yang digunakan untuk pengujian analisis lemak adalah pendekatan gravimetri, metode Kjeldahl untuk penentuan protein, dan metode perbedaan untuk mengevaluasi kandungan karbohidrat. Nilai densitas energi puding sedot didapatkan dari hasil perbandingan antara kandungan energi dan berat pudding sedot. Nilai densitas energi puding sedot didapatkan dari hasil perbandingan antara kandungan energi dan berat pudding sedot. Data yang didapat dianalisis secara bivariat menggunakan uji one way ANOVA dengan uji lanjut DMRT. Hasil: Formulasi A, B, C dan D dibedakan berdasarkan perbandingan kandungan ikan gabus, putih telur dan susu skim. Formulasi A (ikan gabus 6.94%: putih telur 6.94%: susu skim 6.94%), formulasi B (ikan gabus 10.41% : putih telur 0%: susu skim 10.41%), formulasi C (ikan gabus 0%: putih telur 10.41%: susu skim 10.41%), dan formulasi D (ikan gabus 10.41%: putih telur 10.41%: susu skim 0%). Hasil uji viskositas formulasi A, B, C dan D dalam kategori viskositas tinggi. Tidak ada perbedaan nyata nilai viskositas antara formulasi A, B, C dan D (p-value=0.346). Hasil densitas energi formulasi A, B, dan C dalam kategori densitas energi rendah sedangkan formulasi D sangat rendah. Ada perbedaan nyata densitas energi antara formulasi A, B, C dan D (p-value=0.000). Kesimpulan: Perbedaan perbandingan putih telur, susu  skim dan ikan gabus tidak memengaruhi viskositas pudding sedot, namun memiliki pengaruh terhadap densitas energi. Semakin besar kandungan energi pada bahan utama maka akan semakin besar densitas energi puding sedot.  KATA KUNCI:  albumin; ikan gabus; pudding; putih telur; susu skim bubuk ABSTRACTBackground: Hypoalbuminemia is a condition of low albumin levels in the body (serum <3.5 g/dL) because the body does not produce enough of albumin protein or when the body loses a lot of albumin in faeces and urine. Hypoalbuminemia can be treated with high protein foods. Egg whites, skim milk and snakehead can be processed into a snack such as pudding as a nutritional intervention for hypoalbuminemia. Viscosity and energy density are parameters used to assess food’s physical and chemical quality.Objectives: to determine the effect of adding snakehead fish, skim milk, and egg whites on the viscosity and energy density of sucked pudding. Methods: This is experimental research using four formulas. The ratio of snakehead fish, egg whites, and skim milk is different. Formulation A (6.94%: 6.94%: 6.94%), formulation B (10.41%: 0%: 10.41%), formulation C (0%: 10.41%: 10.41%), and formulation D (10.41%: 10.41%:0%). The viscosity analysis used a Brookfield NDJ-8S viscometer and the methods used for fat analysis testing were the gravimetric approach, the Kjeldahl method for protein determination, and the difference method to evaluate carbohydrate content. The energy density value of sucked pudding was obtained from the comparison between energy content and weight of sucked pudding. The data obtained were analyzed bivariately using the one-way ANOVA followed by the DMRT for further testing.Results: Formulations A, B, C and D were differentiated based on the ratio of snakehead fish, egg whites and skim milk. Formulation A (snakehead fish 6.94% : egg white 6.94%: skim milk 6.94%), formulation B (snakehead fish 10.41%: egg white 0%: skim milk 10.41%), formulation C (snakehead fish 0%: egg white 10.41% : 10.41% skim milk), and formulation D (snakehead fish 10.41% : egg white 10.41% : skim milk 0%). The viscosity test results of formulations A, B, C and D are in the high viscosity category. There was no difference in viscosity values between formulations A, B, C, and D (p-value=0.346). The results of energy density of formulations A, B, and C are in the low energy density category while formulation D is very low. There is a significant difference in energy density between formulations A, B, C and D (p-value=0.000). Conclusions: Egg white, skim milk and snakehead fish do not affect the viscosity test but affect the energy density. The greater the energy content of the main ingredients, the greater the energy density of the suction pudding.KEYWORD: albumin; egg whites; pudding; skim milk; snakehead fish 
Emotional Demonstration (Emo-Demo) perilaku cuci tangan dalam upaya meningkatkan pengetahuan penjamah makanan di Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan Desri Maulina Sari; Ira Dewi Ramadhani; Sari Bema Ramdika; Fatmalina Febry; Indah Purnama Sari; Fatria Harwanto; Yuliarti Yuliarti; Indah Yuliana; Windi Indah Fajar Ningsih; Ditia Fitri Arinda; Anita Rahmiwati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30392

Abstract

Abstrak Kasus Diare selalu menjadi sepuluh besar penyakit yang selalu muncul di tiap puskesmas. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya hygiene dari penjamah makanan. Beberapa studi menyebutkan bahwa penjamah makanan beranggapan tangan yang bersih adalah yang tidak terlihat kotor saja. Pemikiran seperti ini menjadi kekhawatiran pemerintah atas kondisi kesehatan masyarakat. Padahal kuman-kuman tak terlihat yang ada ditangan masih bisa menempel disana. Untuk memperbaiki anggapan yang keliru tentang tangan yang bersih hanya dari kasat mata, maka perlu dilakukan edukasi dengan konsep Emo-Demo agar masyarakat menjadi lebih paham tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS). Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran penjamah makanan dalam menerapkan kebiasaan CTPS. Metode PKM yang diterapkan berupa penyuluhan dan emo-demo disertai dengan evalusai melalui pre-test dan post-test.  Sasarannya ibu rumah tangga di Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Hasil PKM ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang CTPS sebelum dan setelah penyuluhan terdapat peningkatan. konsep emo-demo juga membuat responden lebih memahami tentang pentingnya CTPS meskipun tangan terlihat bersih. Praktik baik dan pengetahuan yang meningkat diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kasus diare pada tingkat rumah tangga dan Indonesia pada umumnya. Kata kunci: Emo Demo; cuci tangan; pengetahuan; penjamah makanan. Abstract Diarrhea cases are always in the top ten diseases that always appear in every health center. One of the causes is the lack of hygiene of food handlers. Several studies have stated that food handlers assume that clean hands are those that do not look dirty. This kind of thinking is a concern for the government regarding the health conditions of the community. In fact, invisible germs on the hands can still stick there. To correct the mistaken assumption that hands are clean only from the naked eye, it is necessary to conduct education with the Emo-Demo concept so that the community becomes more aware of the importance of washing hands with soap (CTPS). The purpose of this community service program (PKM) is to increase the knowledge and awareness of food handlers in implementing CTPS habits. The PKM method applied is in the form of counseling and emo-demo accompanied by evaluation through pre-test and post-test. The target is housewives in Babatan Saudagar Village, Pemulutan District, Ogan Ilir Regency. The results of this PKM show that knowledge about CTPS before and after counseling has increased. The emo-demo concept also makes respondents more aware of the importance of CTPS even though hands look clean. Good practices and increased knowledge are expected to be a solution to reduce diarrhea cases at the household level and generally in Indonesia. Keywords: Emo-Demo; handwash; knowledge; food handler.