Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Maspari Journal

SISTEM INFORMASI UNTUK PENDUGAAN STOK PERIKANAN MENGGUNAKAN MODEL PRODUKSI SURPLUS (STUDI KASUS DATA TANGKAPAN CUMI-CUMI DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN) Amar Mustaqim; Andi Agussalim; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.636 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5783

Abstract

Sumberdaya perikanan di Indonesia masih belum bisa dikelola dan dimanfaatkan secaraoptimal dan lestari. Selain itu, hampir seluruh wilayah di Indonesia mengarah pada kondisiover fishing. Minimnya informasi tentang sumberdaya perikanan, menyebabkan kurangoptimumnya pemanfaatan sumberdaya perikanan yang ada. Sehingga, diperlukan adanyapemanfaatan teknologi informasi. seperti, pengembangan sistem informasi untukpendugaan stok perikanan menggunakan model produksi surplus. Untuk mencapai hal itupeneliti merancang sebuah sistem informasi agar efisien dan terorganisir dalammenghasilkan dan menampilkan data stok nilai potensi perikanan (Maksimum SuisbtainableYield) dengan menggunakan model produksi surplus. Pembuatan sistem informasiperikanan dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 – April 2015. Pengembangan SistemInformasi perikanan dilaksanakan di laboratorium Pengideraan Jauh dan SIG, ProgramStudi Ilmu Kelautan, Fakultas MIPA, Universitas Sriwijaya. Dengan sistem ini diharapkanmampu memberikan alternatif solusi bagi para pengambil keputusan, instansi untukmenentukan potensi lestari perikanan. Pembangunan sistem ini, penulis menggunakanmodel produksi surplus, sedangkan tools yang pengembangan digunakan yaitu Visualbasic.net dan SQL server. Perangkat lunak sistem informasi tersebut diberi nama SIPSP1,SIPSP1 dapat memberikan informasi tentang Maksimum substansi yield (MSY), Fmsy danAlat tangkap baku sumberdaya perikanan di suatu daerah dengan mengunakan modelproduksi surplus. Nilai potensi lestari cumi menggunakan model scheafer (SIPSP1) (MSY)adalah 11.408,657 ton dan upaya optimum (Fopt) (5.464,94 trip) dan alat tangkap bakuPancing Cumi (Squid Jigging)Kata Kunci : Potensi Perikanan, Sistem Informasi, Surplus Produksi, Visual Basic Net
ANALISIS DATA ARUS DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Chaplin M Simatupang; Heron Surbakti; Andi Agussalim
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 1 (2016): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.925 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i1.2646

Abstract

Wilayah  pesisir  pantai  Timur  Sumatera  Selatan  yang  terletak  di Kabupaten  Banyuasin sebagian  merupakan  daerah  Muara  Sungai.  Wilayah Banyuasin  ini  merupakan  lahan pasang  surut  sehingga  harus  dikelolah dengan  baik.  Hal  ini  dikarenakan  bahwa  muara sungai Banyuasin ini bermuara di Selat Bangka dan kini telah menjadi daerah lalu lintas transportasi air. Parameter oseanografi Arus laut menjadi salah satu  parameter penyebab daerah  ini  pantas  sebagai  jalur  lalu  lintas.  Arus  laut didefinisikan  sebagai  perpindahan atau gerakan horizontal maupun vertikal dari suatu massa air, sehingga massa air tersebut mencapai kestabilan. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kecepatan maksimum dan minimum serta arah  arus  umum  maupun  arus  pasut  di  perairan  muara  sungai Banyuasin, menganalisis  arus  yang  dominan  di  perairan  muara  sungai  Banyuasin dan menentukan tipe arus pasang surutnya. Penelitian ini telah dilaksanakan tanggal 10  –  25 Februari  2014  di  Perairan  muara  sungai  Banyuasin.  Data diolah  di  laboratorium Oseanografi Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan adalah  metode  Admiralty.  Hasil  penelitian ini  kecepatan  arus  umum   maksimum  ya ng terdapat di muara Sungai Banyuasin adalah 0,344 m/s dengan arah 224,80, yaitu terjadi saat pasang, sedangkan  kecepatan  arus  umum  minimum  yang  terdapat di  muara Sungai Banyuasin  adalah  sebesar  0  m/s  yaitu  terjadi  saat  menuju  surut. Kecepatan   arus  pasut maksimum  yang  terdapat  di  muara  sungai banyuasin  adalah  0,350  m/s  dengan  arah 226,60 yaitu terjadi saat pasang, sedangkan kecepatan arus pasut minimum sebesar 0,004 m/s dengan arah 203,350yaitu terjadi saat menuju pasang tertinggi, arus yang dominan adalah arus  pasut  dengan  kecepatan  rata-rata  0,131  m/s  dan  tipe  arus pasutnya adalah campuran condong harian tunggal.KATA KUNCI: Admiralty, arus, arus pasut, Banyuasin, muara.
ANALISIS SEBARAN TSM (TOTAL SUSPENDED MATTER) MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI PERAIRAN BAGIAN BARAT TOBOALI KABUPATEN BANGKA SELATAN Chandra P.S Boangmanalu; Andi P.S Agussalim; Emiyati P.S Emiyati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.857 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i2.5871

Abstract

Perairan Toboali merupakan perairan yang selalu banyak kegiatan aktivitas manusia, baik itu aktivitas penambangan maupun pelayaran. Dampak dari aktivitas tersebut adalah tingginya kandungan TSM (Total Suspended Matter) yang dapat meningkatkan kekeruhan pada perairan sehingga berpengaruh terhadap kualitas perairan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola sebaran dan konsentrasi TSM, Validasi data TSM Lapangan dan data TSM Citra dan memetakan pola sebaran TSM tahun 2016 berdasarkan musim di sebagian pesisir bagian Barat Toboali Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan November 2016 di perairan bagian Barat Toboali. Metode penelitian menggunakan penginderaan jauh dengan menggunakan citra Landsat 8. Hasil dari penelitian ini sebaran dan konsentrasi TSM diperoleh berkisar 100-300 mg/l. Kemudian hasil validasi data citra dan data lapangan diperoleh nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0,6341 dengan menggunakan persamaan regresi model polynomial orde 3 dengan persamaan y = 0,0974(i1) 3- 15.327(i1)2+789.3(i1)-13146. Selanjutnya konsentrasi TSM paling tinggi berdasarkan 4 musim terdapat pada musim peralihan II dengan rata-rata konsentrasi sebesar 269,554 mg/l.
HUBUNGAN KERAPATAN MANGROVE TERHADAP KELIMPAHAN KEPITING BAKAU (Scylla sp) DENGAN PENGGUNAAN BUBU LIPAT SEBAGAI ALAT TANGKAP DI SUNGAI BUNGIN KABUPATEN BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN Diah Tri Unthari; Anna IS Purwiyanto; Andi Agussalim
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.473 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5785

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang kompleks yang memiliki fungsi sebagai areapengasuhan dan habitat dari berbagai macam ikan, udang, kerrang-kerangan dan kepiting.Tujuan penelitian ini adlaah mengetahui tingkat kerapatan mangrove dan kelimpahankepiting bakau (Scylla sp) di Sungai Bungin dan mengetahui hubungan antara kerapatanmangrove terhadap kelimpahan kepiting. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kategorikerapatan mangrove termasuk jarang dengan kerapatan tertinggi berada pada stasiun 5(900 ind/ha) dan kerapatan terendah pada stasiun 2 dan 6 (600 ind/ha). Jenis mangroveyang mendominasi adalah Avicennia alba. Sedangkan untuk kelimpahan kepiting tertinggipada stasiun 1 (675 ind/100 m2 dan terendah pada stasiun 3 (0 ind/100 m2). Hubungankerapatan mangrove terhadap kelimpahan kepiting bakau menghasilkan R2 sebesar 0,1247yang menunjukkan bahwa kerapatan mangrove tidak memiliki pengaruh signifikanterhadap kelimpahan kepiting bakau.Kata kunci : Bubu lipat, Kepiting bakau, Mangrove, Sungai Bungin
PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT MULTI TEMPORAL DI DAERAH PESISIR SUNGAI BUNGIN MUARA SUNGAI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Marnardo Sihombing; Andi Agussalim; Azhar Kholiq Affandi
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 1 (2017): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.371 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i1.4223

Abstract

Wilayah pesisir Pantai Timur Sumatera Selatan khususnya yang terletak di Kabupaten Banyuasin merupakan daerah muara sungai atau daerah estuaria. Daerah muara sungai pada umumnya dipengaruhi oleh pasang surut, gelombang, arus yang mengakibatkankondisi fisik pantai di daerah pesisir akan mengalami perubahan dan pada dasarnya pantai merupakan wilayah yang kompleks sebagai hasil dari berbagai interaksi antara faktor fisika, kimiawi dan biologis. Kawasan pantai merupakan kawasan yang sangatdinamis. Perubahan garis pantai merupakan salah satu bentuk dinamisasi kawasan pantai yang terjadi secara terus menerus. Perubahan garis pantai yang terjadi di kawasan pantai berupa pengikisan pantai (abrasi) dan penambahan pantai (sedimentasi atau akresi).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan perubahan garis pantai menggunakan citra landsat multi temporal di daerah pesisir Sungai Bungin Muara Sungai Banyuasin dan menentukan kecepatan laju pengendapan sedimen di daerah pesisir Sungai Bungin Muara Sungai Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-24 Februari 2014 untuk pengambilan sampel sedimen menggunakan sediment trap di daerah pesisir SungaiBungin Muara Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan. Proses pengolahan data dilakukan di Laboratorium Penginderaan Jauh dan Laboratorium Oseanografi Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode penginderaan jauh dan survei lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan garis pantai yang terjadi pada stasiun 1, 2 dan stasiun 4 mengalami sedimentasi dan stasiun 3, 5, 6 dan stasiun 7 mengalami erosi, dimana pada stasiun 7 merupakan laju pengendapan tertinggi yaitu 7,8861 kg/m2/hari, dimana bagian Timur Laut Muara Sungai Banyuasin berhadapan langsung dengan Muara Sungai Musi dan Selat Bangka.KATA KUNCI: Banyuasin, citra Landsat, pengendapan, perubahan garis pantai,Sungai Bungin.
APLIKASI SIG UNTUK IDENTIFIKASI KESESUAIAN LOKASI KERAMBA JARING APUNG BERDASARKAN KUALITAS PERAIRAN DI MUARA SUNGAI BANYUASIN KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Ardhi Wiranatha Tarigan; Andi Agussalim; Hartoni .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1603.992 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4474

Abstract

Pengembangan budidaya laut di daerah muara merupakan usaha meningkatkan produksi perikanan selain dengan cara penangkapan. Salah satu kegiatan budidaya ikan yang dapat dilakukan di daerah muara yaitu budidaya Keramba Jaring Apung. Namun, kegiatan budidaya ikan Keramba Jaring Apung sering mengalami kendala. Pemilihan lokasi yang tepat merupakan salah satu optimalisasi dalam kelangsungan kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesesuaian kualitas perairan dan memetakan lokasi kesesuaian budidaya ikan Keramba Jaring Apung menggunakan aplikasi SIG. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial overlay menggunakan teknik matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian di Muara Sungai Banyuasin dengan luas 1.979,18 Ha, diperoleh daerah yang “Sesuai Bersyarat (S3)” seluas 38,982 Ha untuk lokasi budidaya KJA dan “Tidak sesuai (N)” seluas 1.940,197 Ha.Kata Kunci : Banyuasin, keramba jaring apung, matching, muara, SIG.
Potensi Kesesuaian Mangrove Sebagai Daerah Ekowisata di Pesisir Muara Sungai Musi Kabupaten Banyuasin Andi Agussalim; Hartoni .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 2 (2014): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.53 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i2.3037

Abstract

Wilayah Kabupaten Banyuasin yang sebagian besar wilayahnya berupa dataran rendah pesisir khususnya kawasan Muara Sungai Musi, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi tujuan ekowisata mangrove karena daerah ini memiliki potensi ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi kesesuaian kawasan mangrove sebagai penunjang dalam pengembangan ekowisata di Muara Sungai Musi Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian yaitu survei lapangan dan analisis SIG. Stasiun pengamatan ditentukan sebanyak 8 stasiun secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) untuk ekowisata mangrove di Muara Sungai Musi kategori sangat sesuai (S1) terdapat pada stasiun 1 dan stasiun 3, kategori sesuai (S2) stasiun 2, 4, 5, 6, 7 dan 8. Secara spasial kategori potensi kawasan mangrove sebagai ekowisata terdiri “sangat sesuai” 1.079,59 ha, “sesuai” seluas 1.344,737 ha, dan tidak sesuai seluas 1.991,339 ha.Kata kunci : Banyuasin, Ekowisata, Mangrove, Sungai Musi.
ANALISIS LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN TEMBAGA (Cu) DALAM PLANKTON DI MUARA BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Harry Prasetio; Anna Ida S Purwiyanto; Andi Agussalim
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.076 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v8i2.3483

Abstract

Aktivitas  masyarakat  dalam  upaya  pemanfaatan  kekayaan  sumber  daya perairan  Muara Banyuasin  dapat  menghasilkan  logam  berat  di  perairan serta  mempengaruhi  kehidupan biota  yang  berinteraksi  langsung  dengan perairan  terutama  plankton.  Penelitian  ini mengenai  jumlah  konsentrasi logam  berat  yang  terkandung  dalam  plankton  di  Muara Banyuasin. Penelitian  dilaksanakan  pada  bulan  Maret  2014  di  wilayah  perairan Muara Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.  Proses pengambilan sampel menggunakan  metode  purposive  sampling.  Analisis data  dilakukan  secara  deskriptif dengan  melihat  hasil  pengukuran beberapa parameter  perairan  dan  hasil  uji  sampel  di laboratorium  dengan membandingkan  baku  mutu  sesuai  Keputusan  Menteri  Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut, untuk biota dimana konsentrasi  kandungan  logam  berat  Pb  dan  Cu  <  0.008  mg/L. Hasil  konsentrasi  logam berat  yang  terkandung  dalam  plankton  untuk logam  Pb  berkisar  0,0386  –  0,0700  ppm sedangkan  pada  logam  Cu berkisar  0,0059  –  0,0325  ppm.  Hasil  perhitungan  nilai faktor biokonsentrasi  (BCF)  plankton  pada  logam  Pb  berkisar  0,401  – 0,721  sedangkan  nilai faktor  biokonsentrasi  (BCF)  pada  logam  Cu berkisar 2,347  –  8,325.  Analisis  pengaruh adanya  hubungan  kandungan  logam berat  dalam  plankton  terhadap  parameter lingkungan diolah menggunakan software  SPSS 16, menunjukkan terdapat hubungan yang cukup erat pada logam berat Pb dan Cu dalam plankton yang dipengaruhi oleh parameter perairan  di  Muara  Banyuasin.  Parameter  lingkungan  yang mempengaruhi  kandungan logam berat dalam plankton meliputi suhu, kecepatan arus, salinitas, oksigen terlarut dan pH.KATA KUNCI: Muara Banyuasin, plankton, tembaga (Cu), timbal (Pb).
AKURASI NILAI KONSENTRASI KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DI PERAIRAN PULAU ALANGGANTANG TAMAN NASIONAL SEMBILANG Astrijaya Sidik; Andi Agussalim; Moh. Rasyid Ridho
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.824 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i2.2435

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui akurasi pemetaan hasil pengolahan citra nilai konsentrasi  klorofil-a  dan  suhu  permukaan  laut  di  sekitar perairan pulau  Alanggantang, Taman  Nasional  Sembilang  pada  bulan  Juli 2013.  Proses  pemetaan  dilakukan  dengan mengolah data citra Landsat 8 tanggal 19 Mei 2013 dengan menggunakan perangkat lunak ENVI 4.8 dan ArcGis 9.3 kemudian dianalisis. Hasil analisis pengolahan citra diregresikan dengan data hasil pengukuran lapangan untuk mengetahui akurasi pemetaan. Konsentrasi klorofil-a  hasil  analisis  laboratorium  dikorelasikan  dengan  suhu permukaan  laut  hasil pengukuran  lapangan  untuk  mengetahui  hubungan antara  kedua  parameter.  Hasil penelitian  menunjukkan  hubungan konsentrasi  klorofil-a  dengan  suhu  permukaan  laut pengukuran  lapangan masuk  kedalam  kategori  rendah  yaitu  -0,234  dan  hubungan signifikan antara  kedua  parameter  adalah  tidak  signifikan  yaitu  sebesar  0,321. Akurasi pemetaan menggunakan regresi  polynomial 3  untuk klorofil-a koefisien determinasi (R2) sebesar 0,314 sedangkan untuk suhu permukaan laut adalah 0,599.KATA KUNCI: , Klorofil-a, Landsat 8, pulau Alanggantang, suhu permukaan laut.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Afan Absori Afan Absori Affandi, Azhar Kholiq Ahmad Mujahid, Ahmad Ahmad, Muhammad Anwar bin Amar Mustaqim Andi Abdul Hamzah, Andi Abdul Andreas Eko Aprianto Anna Ida S Purwiyanto Anna Ida S Purwiyanto, Anna Ida S Anna IS Purwiyanto Apri Suganda Ardhi Wiranatha Tarigan Arfiana Arfiana, Arfiana Astrijaya Sidik Astrijaya Sidik, Astrijaya Azhar Kholiq Affandi Azis Azis, Azis Bagaskara, Muhammad Arsyil Barrus, Beta Susanto Bengen, Detriech G Beta Susanto Barus Cahyani, Mintresia Astri Chandra P.S Boangmanalu Chaplin M Simatupang Chaplin M Simatupang, Chaplin M Citra Mulia Diah Tri Unthari Djohar Maknun Dwi Puspa Indriani Dzakirah, Dzakiyyah Jilan Emiyati P.S Emiyati Gunawan, Elza Anggarini Gusti Diansyah Gusti Diansyah Gusti Diansyah H, Hajrah Haeriyyah, Haeriyyah Haeruddin Haeruddin Harry Prasetio Harry Prasetio, Harry Hartoni . Hartoni ., Hartoni Haryanti Putri Rizal Hasri Hasri Heron Surbakti I Wayan Nurjaya Ikbal, Muharom Ilham Ramadhan Isnaini ., Isnaini Lukman, A. M. Khomaeny M.Aras, Nur Azizah Marlina Ummas Genisa Marnardo Sihombing Masnani, Sitti Wahidah Melki Melki Moh. Rasyid Ridho Muhammad Anwar Muhammad Hendri Muhammad Ridwan Mujadilah, Mujadilah Mustaqim, Amar Mutmainna, Nurul Ningsih, Ellis Nurjuliasti Nur, Mujadilah Nurhusna Nurjannah, Sitti pratama, rendi Purwiyanto, Anna IS Respati, Anggi Fauzi Reza Iklima AS Rezi Apri Riris Aryawati Robinson Sitepu Saleh, Firman Salsabilah, Raisyah Sefti Heza Dwinanti Sihombing, Marnardo Syamsiar, Syamsiar Tarigan, Ardhi Wiranatha Tengku Zia Ulqodry Toppo, Ananda Atasya Tri Prartono Unthari, Diah Tri Usman Usman Vieriawan, Andi Yuhmansyah, Muhammad Nurfaizi Yusring Sanusi Baso, Yusring Sanusi