Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Dan Efisiensi Pada Pelayanan Lembaga National Single Window Dalam Digitalisasi Layanan Ekspor, Impor Dan Logistik Tahun 2023 Malau, Tiur Margaretha; Bintari , Antik
UNES Law Review Vol. 7 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v7i4.2478

Abstract

Lembaga National Single Window (LNSW) yang bergerak dalam naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia memiliki tugas untuk mengelola INSW dan menyelenggarakan SINSW dalam menangani dokumen ekspor dan impor secara elektronik. Sepanjang tahun 2023, LNSW berperan penting dalam mendukung kelancaran ekspor dan impor logistik di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dan efisiensi layanan yang diberikan oleh LNSW dengan menggunakan metode kualitatif eksploratif dan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LNSW telah efektif dalam menjaga struktur organisasi dan mengelola SDM secara optimal. Peningkatan kapasitas SDM didukung oleh pelatihan dan rapat kerja, sementara keterbukaan informasi serta forum komunikasi membantu LNSW beradaptasi dengan kebutuhan eksternal. Selain itu, reformasi birokrasi melalui kebijakan NSW dan SSm menyederhanakan proses perizinan ekspor dan impor, sejalan dengan tujuan strategis organisasi. Kedua, melalui unsur efisiensi, LNSW berhasil mengoptimalkan biaya operasional dan mempercepat proses perizinan. Digitalisasi dokumen meningkatkan transparansi dan kemudahan akses, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan berkualitas. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan adanya penguatan koordinasi lintas kementerian, harmonisasi regulasi, serta pengembangan strategi integrasi sistem yang tetap menghormati kewenangan masing-masing kementerian/lembaga. Hal ini penting untuk menciptakan ekosistem logistik yang lebih efisien tanpa mengorbankan efektivitas birokrasi dan akuntabilitas institusi terkait.
Religious-Based Women’s Movement Typology in Modern Indonesia: West Java Experiences Bintari, Antik; Widianingsih, Ida; Rahmatunnisa, Mudiyati
Journal of Government and Civil Society Vol 9, No 2 (2025): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v9i2.14707

Abstract

This article aims to highlight the typology of faith-based women's movements and organizations in the democratic era. This research focuses on religious women's organizations in West Java, including representatives from Islam, Christianity, Catholicism, Hinduism, Buddhism, and indigenous beliefs. The purpose of this research is to determine the roles and strategies used by religious-based women's movements and organizations in advocating for civil society interests, particularly in promoting gender equality issues. The research results indicate that religious-based women's organizations or movements overall prioritize and consider religious values in their various actions and organizational decisions when advocating for gender equality issues. In West Java, religious-based women's movements and organizations exhibit various typologies, with some rooted in Islam. Three dominant typologies emerged from the organizations studied: religious-centered, religiously affiliated, and religiously backgrounded. These three typologies provide at least a glimpse of the differences and similarities in the strategies of women's movements and organizations in advocating for gender-responsive public interests, particularly how they collaborate with the government and other stakeholders.Artikel ini bertujuan untuk menyoroti tipologi gerakan dan organisasi perempuan berbasis agama di era demokrasi. Penelitian ini berfokus pada organisasi perempuan berbasis agama di Jawa Barat, yang meliputi perwakilan dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Penghayat.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan peran dan strategi yang digunakan oleh gerakan dan organisasi perempuan berbasis agama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat sipil khususnya dalam memperjuangkan isu-isu kesetaraan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan organisasi atau gerakan perempuan berbasis agama dalam memperjuangkan isu-isu kesetaraan gender tersebut dengan memprioritaskan dan mempertimbangkan nilai-nilai agama dalam berbagai tindakan dan keputusan organisasi. Di Jawa Barat, gerakan dan organisasi perempuan berbasis agama menunjukkan berbagai tipologi, dengan beberapa di antaranya berakar pada Islam. Tiga tipologi dominan muncul dari organisasi yang diteliti, yaitu tipologi berpusat pada agama, tipologi berafiliasi dengan agama, dan tipologi berlatar belakang agama. Ketiga tipologi ini setidaknya memberikan gambaran perbedaan dan persamaan strategi gerakan dan organisasi perempuan dalam memperjuangkan kepentingan publik yang responsive gender, khususnya bagaiamana mereka melakukan kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Achieving Inclusive Development: Bridging Gender Equality and Social Inclusion (GESI) in Indonesia’s Rural and Urban Communities Sari, Anneke Zehan Puspita; Antik Bintari
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.2221

Abstract

This article explores the challenges and strategies for achieving inclusive development in Indonesia, focusing on the integration of Gender Equality and Social Inclusion (GESI) principles in rural and urban areas. It examines the disparity in development indicators across regions and the effectiveness of policies like the Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) program. The study highlights the role of government and community in fostering equitable growth and addresses the impact of gender stereotypes and social exclusion on development efforts. By analyzing current policies and their implementation, the article provides insights into improving GESI integration for sustainable and inclusive development in Indonesia.
ANALISIS KESENJANGAN GENDER DALAM PENYELENGGARAAN JALUR PEJALAN KAKI DI KOTA BANDUNG TAHUN 2024 Yuan Veriontina Gathari; Antik Bintari
Journal Publicuho Vol. 8 No. 4 (2025): November - January - Journal Publicuho
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/publicuho.v8i4.960

Abstract

This study aims to identify gender gaps in the development of pedestrian paths or sidewalks in Bandung City in terms of Access, Participation, Control, and Benefits (APKM), as well as to determine the background of gender gaps. The study uses a qualitative approach with a case study method through data collection techniques such as interviews, literature studies, and documentation. The analysis shows that the development and rehabilitation of sidewalks in Bandung City are not yet fully gender-responsive because there are still gaps in terms of access, participation, control, and benefits. Although conceptually designed to serve the entire community, the reality on the ground shows that there are significant barriers, especially for vulnerable groups such as women, the elderly, and people with disabilities. To achieve sustainable and equitable development, the Bandung City Water Resources and Public Works Agency needs to integrate a gender perspective more deeply into every stage of pedestrian infrastructure development.
Evaluasi Kebijakan Responsif Gender Dalam Penyediaan Gerbong Khusus Wanita Pada Commuter Line JABODETABEK Tahun 2024 - 2025: Indonesia Hauralya Salsabilla; Dede Sri Kartini; Antik Bintari
Jurnal Kebijakan Pemerintahan Jurnal Kebijakan Pemerintahan Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Fakultas Politik Pemerintahan IPDN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study evaluates the gender-responsive policy of women-only carriages on the Jabodetabek Commuter Line (2024–2025). Originally introduced as affirmative action to protect women from sexual harassment, the policy also supports Indonesia’s gender mainstreaming agenda. Using a qualitative case study, data were gathered through interviews, observations, documentation, and digital ethnography, analyzed via triangulation and Miles & Huberman’s interactive model. Evaluation followed William N. Dunn’s six types: effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness. Findings show that while the policy increases women’s sense of safety and comfort, effectiveness remains limited due to recurring harassment cases, constrained carriage capacity, and gender-insensitive evaluation tools. Efficiency is also suboptimal as the benefits do not align with the resources used. Equity and responsiveness are hindered by patriarchal norms, limited fleets, and weak victim-centered reporting systems. Overall, the policy is a relevant but partial affirmative measure, symbolic rather than structural. Strengthening requires holistic integration through fleet expansion, victim-centered SOP improvements, stricter enforcement of the Sexual Violence Crime Law (UU TPKS), and enhanced public education and gender-awareness initiatives to realize safer, more inclusive transportation. Keywords: Public Policy, Dunn’s evaluation Theory, Gender-Responsive Policy, Jabodetabek Commuter, Women-Only Carriage.
Manajemen Konflik Penyelesaian Kasus Reklamasi Pulau G Pantai Utara Jakarta Bintari, Antik; Muara, Talolo
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Department of Government, FISIP, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.273 KB) | DOI: 10.24198/cosmogov.v4i1.18212

Abstract

Kebijakan merupakan suatu keputusan yang diambil oleh pemerintah dari berbagai alternatif yang ada. Salah satu kebijakan pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta adalahpengembangan ke arah utara dengan melakukan reklamasi Pantai Utara Jakarta. Namun dalam pelaksanaannya, kebijakan tersebut ditentang oleh masyarakat Muara Angke dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Dengan adanya pertentangan tersebut diperlukan pengelolaan konflik.  Makalah ini bertujuan untuk menganalisis  konflik melalui apa yang dikenal dengan manajemen konflik   beserta fase-fase konflik reklamasi Pulau G Pantai Utara Jakarta. Fase-fase konflik meliputi fase potensi konflik, fase pertumbuhan konflik, fase pemicu dan ekskalasi, dan fase pasca konflik. Temuan-temuan empiris memperlihatkan bahwa, fase potensi konflik reklamasi Pulau G ini dimulai oleh  dampak yang dirasakan masyarakat terutama nelayan tradisional dan tidak adanya sosialisasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kemudian, pada fase pertumbuhan konflik, masyarakat mengetahui apa itu reklamasi dan dampak reklamasi melalui sosialisasi yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat. Pada fase pemicu dan ekskalasi, masalah tersebut disuarakan oleh masyarakat kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan bantuan lembaga swadaya masyarakat. Kemudian, fase pasca konflik diawali dengan dikeluarkannya sanksi administrasi penghentian sementara reklamasi Pulau G oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.gb777
FORMULASI KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PEMBENTUKAN BADAN USAHA MILIK DAERAH (BUMD) PERSEROAN TERBATAS (PT) MASS RAPID TRANSIT (MRT) JAKARTA DI PROVINSI DKI JAKARTA Bintari, Antik; Pandiangan, Landrikus Hartarto Sampe
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Department of Government, FISIP, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cosmogov.v2i2.10006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis formulasi kebijakan pada Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Pembentukan BUMD PT MRT Jakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 tahapan formulasi yang dilakukan sehingga menghasilkan kebijakan pembentukan BUMD PT MRT Jakarta yaitu perumusan masalah, penyusunan agenda, pemilihan alternatif kebijakan untuk memecahkan masalah dan tahap penetapan kebijakan. Pengambilan keputusan yang lambat mengenai pembangunan MRT telah memberikan pengaruh pada pembentukan PT MRT Jakarta. Pertarungan kepentingan yang terjadi antar berbagai aktor membuat tahapan perumusan kebijakan berjalan lambat. Proses yang kurang berjalan dengan baik membuat penanganan kemacetan berjalan lambat dan tidak kunjung selesai.gb777
UPAYA PENANGANAN KORBAN DAN PENCEGAHAN TINDAK PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING) DI KABUPATEN INDRAMAYU PROVINSI JAWA BARAT Bintari, Antik; Djustiana, Nina
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Department of Government, FISIP, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cosmogov.v1i1.11803

Abstract

Kejahatan perdagangan orang (human trafficking) adalah kejahatan kemanusiaan yang terorganisasi, artinya kejahatan ini melibatkan beberapa orang yang memiliki jaringan atau keterkaitan satu sama lain dan memiliki tujuan untuk mengeksploitasi korban demi keuntungan sepihak (pelaku). Dalam kurun waktu 2005-2009, Jawa Barat menduduki peringkat teratas kasus human trafficking. Salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang merupakan daerah rentan menghadapi permasalahan tindak  human trafficking adalah Kabupaten Indramayu. Berbagai data menyebutkan bahwa kasus human trafiking di Kabupaten Indramayu selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian kali ini mencoba menghadirkan hal-hal yang telah dan akan dilakukan oleh stakeholder di Kabupaten Indramayu dalam meminimalisasi tingkat tindak human traffickinggb777
Strategi Pemerintahan dalam Pengembangan Pariwisata di Kawasan Situ Gunung melalui Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Tahun 2024 Fienaurisilmi Fienaurisilmi; Dede Sri Kartini; Antik Bintari
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2271-2276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah dalam mengembangkan pariwisata berbasis konservasi di kawasan Situ Gunung melalui pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Fokus kajian diarahkan pada empat dimensi strategi menurut teori Kooten, yaitu strategi organisasi, strategi program, strategi dukungan sumber daya, dan strategi kelembagaan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan terbatas, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan telah mengarah pada pelestarian lingkungan dan pelibatan masyarakat lokal, namun masih terdapat kesenjangan antara perencanaan dan implementasi. Kurangnya koordinasi lintas aktor, keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital, serta minimnya pelatihan teknis menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi konservasi dan pariwisata harus dilaksanakan secara terpadu dan responsif terhadap perubahan perilaku wisatawan agar kawasan tetap kompetitif dan berkelanjutan. Penelitian ini juga merekomendasikan perlunya peningkatan co-management antara pengelola dan masyarakat lokal, serta digitalisasi dalam promosi dan pelayanan wisata untuk menjawab tuntutan zaman.
Community Participation in Household Waste Management through the Reduce, Sort, and Utilize Program in Bandung City, Indonesia Indah Permata Ayunda; Samugyo Ibnu Redjo; Antik Bintari
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 14, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/pjia.14.2.713-727.2025

Abstract

Household waste management increasingly requires active community involvement because source-based reduction cannot rely solely on municipal collection and disposal systems. This study analyzes and compares community participation in household waste management through Bandung City's Kang Pisman (Reduce, Sort, and Utilize) Program in Sukasari and Cicendo Districts in 2024. A descriptive qualitative approach was employed using observation, interviews, and documentation. The analysis applies Cohen and Uphoff's participation framework encompassing decision-making, implementation, benefit-taking, and evaluation. The findings reveal substantial differences between the two districts. Household participation in waste sorting reached 67% in Sukasari but only 12% in Cicendo. Sukasari generated 4,353,038 kg of waste with an average reduction rate of 53.10%, whereas Cicendo generated 9,084,476 kg with an average reduction rate of only 4.60%. In both districts, initial program decisions remained predominantly top-down, while participation became stronger during operational implementation through neighborhood associations, PKK groups, youth organizations, waste banks, and other local organizations. Sukasari demonstrated stronger local initiative and adaptive implementation than Cicendo. Material, social, and personal benefits were evident in both areas, although their distribution remained uneven. Participation in evaluation was predominantly informal and indirect through neighborhood communication, WhatsApp groups, and social media rather than institutionalized evaluation forums. The study concludes that sustainable household waste management depends not merely on operational community involvement but on institutionalizing participation across the entire policy cycle, particularly in decision-making and evaluation.